Anda di halaman 1dari 35

Referat

Tuli Mendadak
Bramadi Sihagung
(07120090058)
Mutiara Insan Sangaji
(07120090082)
Hendry ( 112012130)

KEPANITERAAN KLINIK TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN RSPAD GATOT


SOEBROTO
UPH & UKRIDA
25 NOVEMBER 2013 28 DESEMBER 2013

Definisi
Tuli mendadak adalah:
tuli yang terjadi secara tiba-tiba
sensorineural
penyebabnya tidak langsung dapat
diketahui
biasanya terjadi pada satu telinga
gangguan pendengaran sensorineural yang
lebih besar dari 30 dB lebih dari 3 frekuensi
yang berdekatan
terjadi dalam periode 3 hari.

Anatomi Telinga
telinga luar, telinga tengah dan
telinga bagian dalam.

Telinga Dalam

Koklea

Fisiologi Pendengaran

korteks serebri
di area
acustikus (area
Broadmann,
41,42)

Epidemiologi
5-20 kasus tiap 100.000 orang per
tahunnya
umumnya terjadi pada umur 43-53
tahun
distribusi sama pada laki-laki dan
perempuan.
Gejala-gejala vestibular biasanya ada
pada pasien SSHL pada sekitar 28-57%
pasien.

Etiologi Tuli Mendadak

Patofisiologi
virus akan menyerang skala timpani.
Pemeriksaan histopatologi pada
otopsi:
atrofi organ corti,
atrofi stria vaskularis dan membran
tektorial
hilangnya sel rambut dan sel penyokong
dari koklea.

Gangguan vaskularisasi
obstruksi pada pembuluh darah mikro ataupun
yang lebih besar
Iskemia koklea karena Pembuluh darah koklea
merupakan ujung arteri (end artery), sehingga
bila terjadi gangguan pada pembuluh darah ini
koklea sangat mudah mengalami kerusakan

apabila obstruksinya sudah lebih dari 30


menit, hanya terdapat perbaikan 50% saja
disertai pembentukan jaringan fibrosis dan
sclerosis

Trauma kepala Reissner membrane tear


fluktuasi cairan endolimfe dan perilimfe karena
toksisitas kalium

post operasi stapedectomy terbentuk


fistula foramen ovale
Penyebab bakteri biasanya merupakan
komplikasi dari meningitis yan ditandai
dengan tuli mendadak unilateral atau pun
bilateral.
Autoimun merusak koklea

Agen-agen Ototoksik

Agen-agen Ototoksik

Agen-agen Ototoksik

Faktor Predisposisi Lain


Penggunaan alkohol yang berlebihan,
kondisi emosional penderita, kelelahan,
penyakit metabolik (diabetes melitus,
hiperlipidemia),
penyakit kardiovaskuler,
stres,
Umur
kehamilan

Anamnesis
Onset
Progress
tiba-tiba,
progresif cepat,
progresif lambat,
fluktuatif
stabil

Sifat
Unilateral
bilateral

Anamnesis
Gejala penyerta
Sensasi penuh pada telinga
Tinnitus
Vertigo
Disequilibrium
Otalgia
Nyeri kepala
Kel neurologis
Keluhan sistemik

Anamnesis

Riwayat trauma
Konsumsi obat-obatan ototoksik
Operasi
Penyakit sebelumnya
Pekerjaan
Pajanan terhadap kebisingan

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi saluran telinga dan
membrane timpani
Fungsi : untuk membedakan tuli
konduktif / tuli sensorineural
Otoskop pada Tuli konduktif :

Impaksi serumen
Otitis media
Benda asing
Perforasi membran timpani

Pemeriksaan Fisik
Otoskop pada Tuli
konduktif (lanjutan):
Otitis eksterna yang
menyebabkan edema
Otosklerosis
Trauma
Kolesteatoma
Otoskop pada tuli
sensorineural
hampir selalu normal

Pemeriksaan fisik umum dan


pemeriksaan neurologis dilakukan
terutama pada
Tuli mendadak bilateral
Tuli mendadak dengan episode rekuren
Tuli mendadak neurologis fokal

Hum Test
Pasien diminta bersenandung
Memberitahu apakah suara didengar
lebih keras di satu telinga / keduanya
Tuli konduktif:
suara didengar lebih keras pada telinga yang
sakit

Tuli sensorineural
Suara didengar lebih keras pada telinga yang
sehat

Tes Penala
Tes Rinne

Tes Penala
Tes Weber

Pemeriksaan Penunjang
Diagnostic testing
CBC
ESR, ANA, RF
Serum Glukosa
T3, T4, TSH
PT, PTT
Reagin Plasma ProteinHIV
Cholesterol/Triglycerides
MRI

Pemeriksaan Audiometri
Tes SISI (Short Increment Sensitivity Index)
dengan skor: 100% atau kurang dari 70%
Tes Tone decay atau reflek kelelahan
negatif.
Kesan: Bukan tuli retrokoklea

Audiometri tutur (speech audiometry)


SDS (speech discrimination score): kurang
dari 100%
Kesan : Tuli sensorineural

Pemeriksaan Audiometri
Audiometri impedans :
Timpanogram tipe A (normal) reflek
stapedius ipsilateral negatif atau positif
sedangkan kolateral positif.
Kesan : Tuli sensorineural Koklea

BERA ( Brainstem Evolved Responce


Audiometry)
Menunjukkan tuli sencori neural ringan
sampai berat.

Tatalaksana
Terapi untuk tuli mendadak adalah tirah
baring sempurna(total bed rest) istirahat
fisik dan mental selama 2 minggu untuk
menghilangkan atau mengurangi stress
yang besar pengaruhnya pada keadaan
kegagalan neovaskular.
Vasodilatasi yang cukup kuat disertai
dengan pemberian tablet vasodilator
oral tiap hari.

Tatalaksana
Prednison 4x 10 mg (2 tablet), tappering off
tiap 3 hari (hati hati pada penderita DM).
Vitamin C 500 mg 1x1 tablet/hari
Neurobion 3x1 tablet /hari
Diit rendah garam dan rendah kolesterol
Inhalasi oksigen 4x15 menit (2 liter/menit),
obat antivirus sesuai dengan virus
penyebab
Hipertonik oksigen terapi

Tatalaksana
Evaluasi setiap minggu selama 1 bulan.
Kallinen perbaikan pendengaran pada tuli
mendadak adalah sebagai berikut:
Sangat baik: perbaikan >30 dB pada 5 frekuensi.
Sembuh: perbaikan ambang pendengaran <30 dB
pada frekuensi 250 Hz, 500 Hz, 1000 Hz, 2000 Hz
dan dibawah 25 dB pada frekuensi 4000 Hz.
Baik: perbaikan 10- 30 dB pada 5 frekuensi.
Tidak ada perbaikan: perbaikan <10 dB pada 5
frekuensi.

Alat Bantu Dengar

CIC

ITC

ITE

BTE

Terimakasi
Referat
Tuli Mendadak
KEPANITERAAN KLINIK TELINGA HIDUNG TENGGOROKAN RSPAD GATOT
SOEBROTO
UPH & UKRIDA
25 NOVEMBER 2013 28 DESEMBER 2013