0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan5 halaman

Dasar-Dasar Asuransi di Indonesia

Diunggah oleh

Gamer Forefer
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan5 halaman

Dasar-Dasar Asuransi di Indonesia

Diunggah oleh

Gamer Forefer
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas ke hadirat-Nya, yang
telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah “Asuransi” ini tepat pada waktunya.

Makalah Asuransi ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan
makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada
semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh
karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik
dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inspirasi bagi kami dan pembaca pada umumnya.

Jakarta, 17 Agustus 1945

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Makalah Asuransi
Sebagaimana yang telah kita ketahui kata asuransi bukanlah hal yang baru
di pendengaran kita. Tetapi pemahaman terhadap asuransi itu sendiri secara
mendalam, masyarakat belum mengenal dan mengetahuinya. Yang
masyarakat umum tahu tentang asuransi hanyalah sebagai jaminan dan
ketergantungan pertolongan kepada orang lain bahkan sering kali
menyebutkan asuransi itu haram untuk masyarakat yang awam. Padahal arti
dan peran sesungguhnya di dalam asuransi ini sangatlah baik dan
memberikan manfaat di antara kedua belah pihak, baik perusahaan asuransi
maupun nasabahnya.

Dengan adanya asuransi bisa memberikan ketenangan dan kemudahan


dalam urusan, karena dengan kita memiliki asuransi tak perlu lagi cemas
untuk menghadapi risiko yang akan datang dimasa datang, dan juga
memudahkan kita dalam menghadapi urusan jika sewaktu-waktu terjadi
musibah atau bencana kita tak dipusingkan dengan pembebanan risiko atau
pun kerugian karena telah ada perusahaan yang akan menanggung semua
itu sesuai perjanjian yang telah dibuat sebelumnya.

Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan-perusahaan yang berjalan


dibidang asuransi ini, tinggal kita memilah dan memilih asuransi mana yang
akan kita ambil sesuai dengan kebutuhan dan keuangan kita. Untuk bisa
memilih dan memilah asuransi tersebut, maka diperlukan pengetahuan yang
cukup tentang pengertian dasar-dasar asuransi. Maka dari itu penulis
bermaksud menuliskan pengetahuan tentang dasar-dasar pengetahuan
tentang asuransi yang akan dibahas dalam bab 2 tentang pembahasan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian asuransi?
2. Bagaimana prinsip dasar asuransi?
3. Apa tujuan asuransi?
4. Apa fungsi asuransi?
5. Apa saja jenis-jenis asuransi?
6. Apa keuntungan asuransi?
7. Apa saja jenis-jenis risiko asuransi?
8. Apa yang dimaksud dengan polis asuransi?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Asuransi
Asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian risiko, dengan cara
mengalihkan/mentransfer risiko tersebut dari pihak pertama ke pihak lain,
dalam hal ini adalah kepada perusahaan asuransi. Pelimpahan tersebut
didasari dengan aturan-aturan hukum dan prinsip-prinsip yang berlaku
secara universal, yang dianut oleh pihak pertama maupun pihak lain.

Di Indonesia pengertian Asuransi menurut Undang-Undang No. 1 Tahun 1992


tentang Usaha Asuransi adalah sebagai berikut:

“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau


lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada
tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang
diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin
akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti,
atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal
atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.”
Download Makalah Asuransi File Word Format (DOC)

Badan yang menyalurkan risiko disebut "tertanggung", dan badan yang


menerima risiko disebut "penanggung". Perjanjian antara kedua badan ini
disebut kebijakan: ini adalah sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap
istilah dan kondisi yang dilindungi. Biaya yang dibayar oleh "tertanggung"
kepada "penanggung untuk risiko yang ditanggung disebut "premi". Ini
biasanya ditentukan oleh penanggung untuk dana yang bisa diklaim di masa
depan, biaya administratif, dan keuntungan.

Sedangkan menurut KUHD pasal 246 disebutkan bahwa:

“Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana


seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan
menerima suatu premi, untuk penggantian kepadanya karena suatu
kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin
akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu”.

Berdasarkan definisi tersebut, maka dalam asuransi terkandung 4 unsur,


yaitu:

1. Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premi


kepada pihak penanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur.
2. Pihak penanggung (insure) yang berjanji akan membayar sejumlah
uang (santunan) kepada pihak tertanggung, sekaligus atau secara
berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu yang mengandung unsur tak
tertentu.
3. Suatu peristiwa (accident) yang tak tertentu (tidak diketahui
sebelumnya).
4. Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karena
peristiwa yang tak tertentu.

Berdasarkan definisi tersebut di atas maka asuransi merupakan suatu


bentuk perjanjian di mana harus dipenuhi syarat sebagaimana dalam Pasal
1320 KUH Perdata, namun dengan karakteristik bahwa asuransi adalah
persetujuan yang bersifat untung-untungan sebagaimana dinyatakan dalam
Pasal 1774 KUH Perdata. Menurut Pasal 1774 KUH Perdata yaitu:

“Suatu persetujuan untung–untungan (kans-overeenkomst) adalah suatu


perbuatan yang hasilnya, mengenai untung ruginya, baik bagi semua pihak
maupun bagi sementara pihak, bergantung kepada suatu kejadian yang
belum tentu”.

Download Makalah Asuransi File Word Format (DOC)


Dalam perjanjian asuransi di mana tertanggung dan penanggung mengikat
suatu perjanjian tentang hal dan kewajiban masing-masing. Perusahaan
asuransi membebankan sejumlah premi yang harus dibayar tertanggung
premi yang harus dibayar sebelumnya sudah ditaksirkan dulu atau
diperhitungkan dengan nilai risiko yang akan dihadapi. Semakin besar risiko,
semakin besar premi yang harus dibayar dan sebaliknya. Perjanjian asuransi
tertuang dalam polis asuransi, di mana disebutkan sarat-sarat, hak-hak,
kewajiban masing-masing pihak, jumlah uang yang dipertanggungkan dan
jangka waktu asuransi. Jika dalam masa pertanggungan terjadi risiko, pihak
asuransi akan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat dan
ditandatangani bersama sebelumnya.

Dalam bahasa Belanda kata asuransi disebut “assurantie” yang terdiri dari
kata “assuradeur” yang berarti penanggungan dan “geassureerde” yang
berarti tertanggung. Kemudian dalam bahasa Prancis disebut “assurance”
yang berarti menganggung sesuatu yang pasti terjadi. Sedangkan dalam
bahasa latin disebut “assecurare” yang berarti meyakinkan orang.
Selanjutnya bahasa Inggris kara asuransi disebut ”Insurance” yang berarti
menanggung sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin terjadi dan
“assurance” yang berarti menganggung sesuatu yang pasti terjadi.

B. Prinsip Dasar Asuransi


Pelaksanaan perjanjian asuransi antara perusahaan asuransi dengan pihak
nasabahnya tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Setiap perjanjian
dilakukan mengandung prinsip-prinsip asuransi. Tujuan adalah untuk
menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara pihak
perusahaan asuransi dengan pihak nasabahnya.

Prinsip-prinsip asuransi yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Insurableinterest

Hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan,


antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.

2. Utmost goodfaith

Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua


fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan
diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah: si penanggung
harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang
luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus
memberikan keterangan yang jelas dan benar atas objek atau kepentingan
yang dipertanggungkan.
3. Proximatecause

Suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang


menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan
secara aktif dari sumber yang baru dan independen.

4. Indemnity

Suatu mekanisme di mana penanggung menyediakan kompensasi finansial


dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia
miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan
dipertegas dalam pasal 278).

5. Subrogation

Pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim


dibayar.

6. Contribution

Anda mungkin juga menyukai