0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan14 halaman

Hukum Asuransi: Pengertian dan Prinsip

Makalah ini membahas tentang hukum asuransi. Asuransi adalah perjanjian antara penanggung dan tertanggung dimana penanggung menerima premi untuk memberikan ganti rugi kepada tertanggung apabila terjadi kerugian akibat peristiwa tidak terduga. Makalah ini menjelaskan pengertian asuransi, unsur-unsur asuransi, dan hukum yang mengatur asuransi di Indonesia.

Diunggah oleh

Mhmd Ridwan M
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan14 halaman

Hukum Asuransi: Pengertian dan Prinsip

Makalah ini membahas tentang hukum asuransi. Asuransi adalah perjanjian antara penanggung dan tertanggung dimana penanggung menerima premi untuk memberikan ganti rugi kepada tertanggung apabila terjadi kerugian akibat peristiwa tidak terduga. Makalah ini menjelaskan pengertian asuransi, unsur-unsur asuransi, dan hukum yang mengatur asuransi di Indonesia.

Diunggah oleh

Mhmd Ridwan M
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

HUKUM ASURANSI

Disusun oleh :
ACEP RIKI (40222100653)
AKBAR KOESUMAH (40222100619)
DIAN ANDINI (40222100728)
GEDSY RENOVA (40222100641)
NELI NURAENI (40222100706)

FAKULTAS EKOMONI DAN BISNIS


UNIVERSITAS WIDYATAMA
2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat tuhan yang masa esa, atas berkat dan rahmatnya
kami dapat menyelesaikam makalah ini yang berjudul “ HUKUM ASURANSI” makalah ini
telah kami susun dengan sedemikian rupa untuk mencapai makalah yang baik dan benar.
Serta kami mendapatkan bantuan dari berbagai pihak hingga melancarkan dalam proses
pembuatan makaah ini. Untuk hal itu kami mengucapkan terima kasih banyak.
Terlepas dari itu semua, kami menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari
kesempurnaan dan kami menyadari masih banyak kekurangan baik dari susunan kaliamat,
maupun dalam segi hal bahasa. Dengan adanya hal itu saya menerima dengan sangat terbuka
untuk segala saran dan kritikan dari pembaca agar dapat saya perbaiki dalam pembuatan
makalah selanjutnya.
Kami harap semoga makalah imi dapat berguna dan bermanfaat serta dapat memberikan
inspirasi untuk para pembaca dalam proses pembelajaran.
Akhir kata kami ucapkan terimaksih banyak.

Bandung, Juni 2023

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 PENDAHULUAN

Asuransi merupakan salah satu buah peradaban manusia dan merupakansuatu hasil
evaluasi kebutuhan manusia yang sangat hakiki ialah kebutuhan akanrasa aman dan
terlindungi, terhadap kemungkinan menderita kerugian. Salah satumasalah yang ditakuti
manusia adalah kemungkinan terjadinya kecelakaan dankehilangan terhadap barang yang
akan dikirim salah satunya denga melalui jalurlaut. Terlebih dengan meningkatnya
frekuensi pengangkutan barang-barang didalam dan dari/ ke luar negeri, maka
pertanggungan atas barang-barang yangdiangkut tersebut merupakan suatu kebutuhan yang
semakin diperlukan. Denganadanya kemungkinan terjadinya kecelakaan atau kehilangan
barang maka denganmengalihkan atau melimpahkan risiko tersebut kepada pihak
lain atau badanusaha lain yaitu dengan asuransi.
Perkembangan atas permasalahan yang ada dan bermunculan sekarang ini,maka banyak
perusahaan asuransi yang menawarkan berbagai macam produkkeuntungan yang
bermacam-macam, keuntungan yang diperoleh dari produkasuransi tersebut
menimbulkan pertanggungan resiko yang berbeda pula.
Hak dan kewajiban dari pihak penanggung dan tertanggung dalamperjanjian
asuransi dicantumkan dalam polis. Perjanjian atau kontrak asuransi inimerupakan suatu
perjanjian timbal balik, yang berarti bahwa masing-masingpihak berjanji akan
melakukan sesuatu bagi pihak lain.Berkaitan dengan asuransi sebagai suatu perjanjian
Pasal 255 KUHDmenyatakan bahwa asuransi harus dibuat secara tertulis dalam bentuk
akta yangdisebut polis dimana menurut Pasal 258 ayat (1) KUHD, polis merupakan satu-
satunya alat bukti tertulis untuk membuktikan bahwa asuransi telah terjadi. Disamping itu,
polis juga memuat kesepakatan mengenai syarat-syarat dan janji-janjikhusus yang menjadi
dasar pemenuhan hak dan kewajiban untuk mencapai tujuanasuransi. Tumbuhnya
kepercayaan masyarakat terhadap asuransi bukan berartitidak ada kekecewaan masyarakat
terhadap perusahaan asuransi.
Perusahaan asuransi merupakan lembaga keuangan nonbank yang mempunyai
perananyang tidak jauh berbeda dari bank, yaitu bergerak dalam bidang layanan jasa yang
diberikankepada masyarakat dalam mengatasi resiko yang akan terjadi di masa yang akan
datang.Perusahaan asuransi mempunyai perbedaan karaketeristik dengan perusahaan
nonasuransi.Dalam dunia bisnis, banyak sekali resiko yang tidak dapat di prediksi. Secara
rasional, para pelaku bisnis akan mempertimbangkan untuk mengurangi risiko yang dihadapi.
Padatingkat kehidupan keluarga atau rumah tangga, asuransi juga dibutuhkan untuk
mengurangi permasalahan ekonomi yang akan dihadapi apabila ada salah satu anggota
keluarga yangmenghadapi risiko cacat atau meninggal dunia.
Industri asuransi di Indonesia akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang cukup
pesat setelah pemerintah mengeluarkan deregulasi pada tahun 1980-an. Dipertegas
lagidengan keluarnya undang-undang republik Indonesia nomor 2 tahun 1992 tentang !
sahaPerasuransian. Diharapkan dengan semakin berkembangnya industri asuransi di
indonesia,maka akan semakin berkembang pula pertumbuhan ekonomi indonesia dari tahun
ketahunakan semakin meningkat, Pada era globalisasi seperti ini kebutuhan masyarakat akan
asuransisemakin meningkat oleh karena itu pertumbuhan atau perkembangan industri asurasi
diindonesia semakin dan akan terus meningkat.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa itu asuransi?


2. Bagaimana jikam memiliki permasalahan pada asuransi ?
3. Apa saja hukum suransi?

1.3 TUJUAN

1. Mengetahui apa itu asuransi.


2. Mengetahui bagaimana jika memiliki permasalahan pada asuransi.
3. Mengetahui apa saja hukum asuransi.
BAB II
TINJAUAN LITERASI

2.1 Pengertian Asuransi


Asuransi adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan,sistem,
atau bisnis dimana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial)untuk jiwa,
properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian darikejadian-kejadian yang
tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian,kehilangan, kerusakan atau sakit,
dimana melibatkan pembayaran premi secarateratur dalam jangka waktu tertentu
sebagai ganti polis yang menjaminperlindungan tersebut.
Menurut ketentuan pasal 246 KUHD, asuransi atau pertanggungan adalahperjanjian
dengan mana penanggung mengikatkan diri kepada tertanggungdengan menerima
premi untuk memberikan penggantian kepadanya karenakerugian, kerusakan atau
kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkindideritanya akibat dari suatu
evenemen (peristiwa tidak pasti).
Pengertian asuransi terdapat pula pada Pasal 861 The Civil andCommercial Code
yang berbunyi :
“A contract of insurance is one in which a person agress to makecompensation
or to pay a sum of money in case of continget loss or anyother future event specified in the
contract, and another person agreess topay therefor a sum of many, called premium”
.Dari pasal tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur asuransi sepertiyang terdapat pada
Pasal 246 KUHD atau Art 7.17.1.1 NBW juga terpenuhi,unsur-unsur yang dimaksud adalah :
1.Perjanjian
2.Kewajiban tertanggung membayar premi
3.Kewajiban penanggung memberikan ganti kerugian atau membayar sejumlah uang.
4.Adanya peristiwa yang belum pasti terjadi.
Unsur-unsur yuridis asuransi dari suatu asuransi adalah :
1.Adanya pihak tertanggung
2.Adanya pihak penanggung
3.Adanya kontrak asuransi
4.Adanya kerugian, kerusakan atau kehilangan yang diderita tertanggung
5.Adanya peristiwa tertentu yang mungkin akan terjadi
6.Adanya uang premi yang dibayarkan oleh penanggung kepada tertanggung.
Mengenai unsur peristiwa yang belum pasti terjadi dalam The Civil andCommercial
Code tertuang melalui kalimat in case of contingent loss or any otherfuture event specified
in the contract. Apabila dibandingkan dengan rumusanasuransi pada Pasal 246 KUHD
yang lebih menekankan kepada golongan asuransikerugian (terbukti dari kalimat, karena
suatu kerugian kerusakan, atau kehilangankeuntungan yang diharapkan), Pasal 861 The
Civil and Commercial Codemeliputi baik asuransi kerugian maupun asuransi jumlah.
Menurut undang-undang no. 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian(UU asuransi),
asuransi atau tertanggungan adalah perjanjian antara dua pihakatau lebih dengan mana pihak
penanggung mengikatkan diri kepada tertanggungdengan menerima premi asuransi
untuk memberikan penggantian kepadatertanggung karena kerugian, kerusakan atau
kehilangan keuntungan yangdiharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
yang mungkin akandiderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti,
atau untukmemberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau
hidupnyaseseorang yang dipertanggungkan.
1.Berdasarkan definisi tersebut, maka dalam asuransi terkandung empat unsur :
a.Pihak tertanggung (insured) yang berjanji untuk membayar uang premikepada
pihak penanggung, sekaliggus atau secara berangsur-angsur(asuransi kerugian)
b.Pihak penanggung (insure) yang berjanji akan membayar sejumlah uang(santunan) kepada
pihak tertanggung, sekaligus atau secara berangsur-angsur apabila terjadi sesuatu
yang mengandung unsur tak tertentu(asuransi sejumlah uang).
c.Suatu peristiwa (accident) yang tak tertentu (tidak diketahui sebelumnya).
d.Kepentingan (interest) yang mungkin akan mengalami kerugian karenaperistiwa
yang tak tertentu.
Dari definisi diatas, maka asuransi merupakan suatu bentuk
perjanjiandimana harus dipenuhi syarat sebagaimanan dalam pasal 1320 KUH
Perdata,namun karakteristik bahwa asuransi adalah persetujuan yang bersifat
untung-untungan sebagaimana dinyatakan dalam pasal 1774 KUH Perdata.
Dikatakan suatu persetujuan untung-untungan (kans-overeenkomst) karenasuransi
dianggap suatu perbuatan yang hasilnya, mengenai untung rugi, baik bagisemua pihak
maupun bagi sementara pihak, bergantung kepada suatu kejadianyang belum tentu.Beberapa
hal penting mengenai asuransi :
1)Merupakan suatu perjanjian yang harus memenuhi Pasal 1320 KUH Perdata.
2)Perjanjian tersebut bersifat adhesif adalah isi perjanjian tersebut sudahditentukan
oleh Perusahaan Asuransi (Kontrak standar). Namun demikian, halini tidak sejalan dengan
ketentuan dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 1999Tertanggal 20 April tentang
perlindungan konsumen.
3)Terdapat 2(dua) pihak didalamnya yaitu penanggung dan tertanggung namundapat juga
diperjanjikan bahwa tertanggung berbeda pihak dengan yang akanmenerima tanggungan.
4)Adanya premi sebagai yang merupakan bukti bahwa tertanggung setuju untukdiadakan
perjanjian asuransi.
5)Adanya perjanjian asuransi mengakibatkan kedua belah pihak terikat untukmelaksanakan
kewajibannya.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur yang harus ada padaAsuransi


adalah :
a.Subyek hukum (penanggung dan tertanggung)
b.Persetujuan bebas antara penanggung dan tertanggung
c.Benda asuransi dan kepentingan tertanggungan
d.Tujuan yang ingin dicapai
e.Resiko dan premi
f.Evenemen (peristiwa yang tidak pasti) dan ganti kerugian.
g.Syarat-syarat yang berlaku
h.Polis asuransi.

2.2 Fungsi Asuransi


1)Sebagai pemindahan resiko
Sebagaimana diketahui bahwa kehidupan manusia selalu dihadapkandengan
suatu risiko akibat adanya peristiwa yang tidak diharapkan terjadi, berupabencana alam,
kecelakaan dan akibat lainnya. Oleh sebab itu, manusia berusahauntuk mengalihkan risiko itu
dengan membuat perjanjian pertanggungan.
Tertanggung kemudian mengadakan asuransi dengan tujuan mengalihkanrisiko yang
mengancam harta kekayaan atau jiwanya. Dengan membayarsejumlah premi kepada
perusahaan asuransi (penanggung), sejak saat itu risikoberalih kepada penanggung.Dengan
membayar premi yang relatif kecil,seseorang atau perusahaan dapat memindahkan
ketidakpastian atas hidup danharta bendanya (risiko) ke perusahaan asuransi.
2)Kumpulan dana
Premi yang diterima kemudian dihimpun oleh perusahaan asuransi sebagaidana untuk
membayar risiko atau pembayaran ganti kerugian yang terjadi.
3)Pembayaran ganti kerugian / Pembagian resiko
Jika suatu ketika sungguh-sungguh terjadi peristiwa yang menimbulkankerugian(risiko
berubah menjadi kerugian), maka kepada tertanggung akandibayarkan ganti kerugian
yang besarnya seimbang dengan jumlah asuransinya.Dalam praktiknya kerugian yang timbul
itu dapat bersifat sebagian (partial loss),tidak semuanya berupa kerugian total (total loss).
Dengan demikian, tertanggungmengadakan asuransi bertujuan untuk memperoleh
pembayaran ganti kerugianyang sunguh-sungguh diderita.
Dalam pembayaran ganti kerugian oleh perusahaan asuransi berlakuprinsip
subrogasi (diatur dalam pasal 1400 KUH Perdata) dimana penggantian haksi berpiutang
(tertanggung) oleh seorang pihak ketiga (penanggung/pihakasuransi) yang membayar
kepada si berpiutang (nilai klaim asuransi) terjadi baikkarena persetujuan maupun karena
undang-undang.

2.3 Asas Kontrak Asuransi


Setiap perjanjian, termasuk perjanjian asuransi harus memenuhi syarat-syarat umum
sebagai berikut :
1.Sepakat mereka yang mengikatkan diri.
2.Kecakapan untuk membuat suatu perikatan
3.Suatu hal tertentu
4.Suatu sebab yang halal.
Syarat khusus bagi perjanjian asuransi harus memenuhi ketentuan-ketentuan
dalam buku I Bab IX KUH Dagang, ialah :
a.Asas indemnitas / principle oleh indemnity
b.Asas kepentingan / principle of insurable interest.
c.Asas kejujuran yang sempurna
2.4Resiko Dalam Asuransi
Adalah suatu kejadian yang terjadi di luar kehendak tertanggung yangmenimbulkan
kerugian bagi tertanggung, resiko mana menjadi objek jaminanasuransi.
a)Resiko Murni (pure risk)
Kejadian yang masih tidak pasti bahwa suatu kerugian akan timbul, dimanajika kejadian
tersebut terjadi, maka timbullah kerugian itu.
b)Resiko Spekulasi (speculative risk)
Kejadian yang terjadi menimbulkan 2 (dua) kemungkinan,
akanmenguntungkan atau akan merugikan.
c)Resiko Khusus
Resiko yang terbit dari tindakan individu dengan dampak hanya
terhadapseorang tertentu saja.
d)Resiko Fundamental
Resiko yang bersumber dari masyarakat umum dan/atau yang
mempengaruhimasyarakat luas.
e)Resiko Statis
Resiko yang tidak berubah dari masa ke masa.
f)Resiko Dinamis
Resiko yang berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman.
2.5Dasar Hukum Kontrak / Perjanjian Asuransi
Perjanjian asuransi adalah perjanjian untung-untungan/kans-Overenskom(Pasal 1774
KUH Perdata).
Suatu perjanjian untung-untungan adalah : suatu perbuatan yang hasilnyamengenai untung
ruginya baik bagi semua pihak maupun bagi salah satu pihaktergantung pada suatu kejadian
yang belum tentu.
a.Pasal 246 sampai dengan Pasal 308 Kitab Undang-undang Hukum Dagang.
b.Pasal 1338 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
c.Pasal 1774 Kitab Undang-undang Hukum Perdata.
d.Peraturan perundang-undangan di luar Kitab Undang-undang Hukum Dagang dan Kitab
Undang-undang Hukum Perdata yaitu Undang-undang No. 2 Tahun 1992, tentang Usaha
Perasuransian.
BAB III
KASUS

Seorang pria asal Bekasi bernama Wahyu & kawan-kawannya harus berurusan dengan polisi
setelah ketahuan merekayasa kecelakaan demi klaim asuransi senilai Rp 15 miliar. Wahyu
berharap asuransi jiwa bisa cair jika ia berpura-pura mati akibat kecelakaan. Wahyu cs
mengaku melakukan hal itu karena terlilit utang.
Mereka nekat melakukan aksi tersebut karena terdesak mengalami kerugian sebanyak Rp 2,8
miliar karena dia mengikuti aplikasi koin digital EDCCash.
Walau demikian, dokumen yang disiapkan untuk Wahyu melancarkan aksinya, kata Awang,
belum ditemukan. Polisi saat ini masih mengembangkan kasus tersebut.
Penelitian masih terus dilanjutkan agar barang bukti dapat segera di temukan polisi
Menurut pengakuan Wahyu dalam kesempatan yang sama, Wahyu sudah 2 tahun ikut
investasi koin kripto EDCCash. Selama itu dia mengaku sudah menginvestasikan uangnya
senilai Rp 3 miliar, tetapi belum mendapatkan keuntungan.
Pada akhirnya Wahyu mencoba memalsukan kematiannya karena terimpit kerugian. Wahyu
mengaku asuransi-asuransi tersebut ia persiapkan untuk istri dan anaknya
Sebenarnya nggak terinspirasi dari mana-mana, hanya karena memang kondisi saya terimpit,
jadi Wahyu perlu membayar beberapa yang harus dibayar dan Wahyu gelap mata akhirnya
saya melakukan hal tersebut.
Sebenarnya asuransi ini bukan baru ya, tapi emang persiapan buat anak istri saya saat saya
nanti meninggal,” sambungnya.
Kapolsek Metro Cikarang Pusat AKP Awang Parikesit menjelaskan pelaku melakukan hal
tersebut karena ingin mencairkan asuransi sebesar Rp 15 miliar. Pelaku mengaku mempunyai
asuransi sebanyak 4 asuransi.
Motif kenapa mereka melakukan rekayasa tersebut adalah untuk mencairkan klaim asuransi
di mana nilai total apabila ini berhasil mereka perkirakan mencapai Rp 15 miliar. Ada 4
asuransi yang dia miliki.
BAB IV
KASUS

Terkait dengan kasus diatas bahwa perjanjian asuransi merupakan kesepakatan yang
dilakukan antara pihak penanggung dan tertanggung yang yang harus membayar premi untuk
penggantian kerugian akan tetapi Wahyu (tersangka) melakukan tindak gegabah dengan dalih
membutuhkan sejumlah uang untuk keluarganya. Hal tersebut tidak diperkenankan, berikut
beberapa hal yang terkait hak kewajiban penanggung dan tertanggung asuransi :
Hak Penanggung
- Menerima premi
- Menerima mededelingsplicht Æ (keterangan tentang keadaan benda yang sebenarnya
dari benda yang diasuransikan dari tertanggung).
- Hak-hak lain sebagai lawan dari kewajiban Penanggung.
Kewajiban Penanggung
- Memberikan Polis
- Memberikan ganti rugi bila terjadi peristiwa yang tidak boleh bertentangan dengan
azas Indemtriteit (untuk asuransi ganti rugi).
- Memberikan pembayaran sejumlah uang berdasarkan kata sepakat (untuk asuransi
sejumlah Uang).
- Mengembalikan premi restorno (mengembalikan sebagian atau seluruh premi
berhubung seluruh resiko tak jadi dipertanggungkan).
Syarat premi restorno:
- itikad baik
- Peristiwa belum terjadi
- Perjanjian seluruh/sebagian tak sah.
Kewajiban Tertanggung
- Membayar premi.
- Memberikan mededelingsplidat.
- Mencegah agar kerugian dapat diatasi.
Hak Tertanggung
1. Menerima Polis.
2. Mendapat ganti kerugian jika terjadi peristiwa yang belum tentu terjadi.
3. Hak-hak lain sebagai lawan dari kewajiban tertanggung.
Polis merupakan kontrak yang bisa dinegosiasikan, meskipun dalam kenyataannya banyak
perusahaanA tidak berkenan untuk menegosiasikan isi polis asuransi, dan sudah merupakan
perjanjian standar (baku) sehingga tidak akan diubah lagi.
Isi Polis :
Asuransi ganti Rugi : Pasal 564 KUH Dagang.
Asuransi Jiwa : Pasal 304 KUH Dagang
Asuransi Kebakaran : Pasal 287 KUH Dagang
Asuransi Hasil Pertanian: Pasal 299 KUH Dagang
Asuransi Laut : Pasal 592 KUH Dagang
Asuransi Pengangkutan : Pasal 686 KUH Dagang
Terkait dengan kasus Wahyu, terkena pasal 381 KUHP, yang terdapat unsur penipuan atau
tipu muslihat.
Dalam pasal penipuan dan penggelapan memang pelaku akan dihukum dengan penjara 4
tahun. Akan tetapi, berdasarkan pasal 21 ayat 4 huruf b KUHP merupakan termasuk dalam
perkara yang pelakunya bisa dilakukan penahanan oleh penyidik bahkan sebelum perkara
tersebut diputus pengadilan.
BAB V
PENUTUP
1. Asuransi adalah tindakan, sistem, atau bisnis yang melibatkan perlindungan finansial
atau ganti rugi secara finansial terhadap kerugian, kerusakan, atau kehilangan yang
tidak dapat diprediksi melalui pembayaran premi.
2. Asuransi melibatkan perjanjian antara penanggung dan tertanggung, di mana
penanggung menerima premi dan memberikan penggantian atau pembayaran jika
terjadi peristiwa yang belum pasti.
3. Unsur-unsur asuransi mencakup pihak tertanggung dan penanggung, kontrak asuransi,
kerugian atau kerusakan yang diderita tertanggung, peristiwa yang mungkin terjadi,
premi yang dibayarkan, dan polis asuransi.
4. Fungsi asuransi meliputi pemindahan risiko, pengumpulan dana, pembayaran ganti
rugi, dan pembagian risiko antara penanggung dan tertanggung.
5. Asas kontrak asuransi meliputi prinsip indemnitas, prinsip kepentingan tertanggung,
dan prinsip kejujuran yang sempurna.
6. Resiko dalam asuransi dapat berupa resiko murni, resiko spekulasi, resiko khusus,
resiko fundamental, resiko statis, dan resiko dinamis.
7. Dasar hukum perjanjian asuransi terdapat dalam Pasal 1774 KUH Perdata, Pasal 246-
308 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang, Pasal 1338 Kitab Undang-Undang
Hukum Perdata, dan Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha
Perasuransian.
Dengan demikian, asuransi adalah sebuah perjanjian yang melibatkan perlindungan finansial
terhadap risiko yang tidak dapat diprediksi melalui pembayaran premi. Fungsi asuransi
meliputi pemindahan risiko, pengumpulan dana, pembayaran ganti rugi, dan pembagian
risiko antara penanggung dan tertanggung. Asuransi juga memiliki asas-asas kontrak yang
harus dipenuhi dan diatur oleh berbagai peraturan perundang-undangan.

Daftar pustaka
Asuransi Makalah | Man Man - Academia.edu
Makalah Hukum Asuransi (123dok.com)
https://news.detik.com/berita/d-6121015/pelaku-rekayasa-kecelakaan-demi-klaim-asuransi-
rp-15-m-gegara-aplikasi-kripto/amp
https://tirto.id/isi-pasal-382-383-kuhp-tentang-tindak-pidana-penipuan-asuransi-gzQi

Anda mungkin juga menyukai