0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan16 halaman

Rencana Operasional ICU RSUD KLU 2020

HKHKJHKHKHKMIIIIMNNMN

Diunggah oleh

icursudklu2023
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan16 halaman

Rencana Operasional ICU RSUD KLU 2020

HKHKJHKHKHKMIIIIMNNMN

Diunggah oleh

icursudklu2023
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

CAPAIAN PERKEMBANGAN RENCANA OPERASIONAL ICU RSUD KLU

TAGUN 2020

A. Input
1. Pasien
Tabel Jumlah Pasien Masuk di Ruang ICU RSUD Tanjung Kabupaten Lombok
Utara bulan januari – desember 2020

JUMLA Kunjungan sesuai Jaminan


NO BULAN H
BPJS KLU SEHAT UMUM
PASIEN
1 Januari
2 Februari
3 Maret
4 April
5 Mei
6 Juni
7 Juli
8 Agustus
9 September
10 Oktober
11 November
12 Desember
JUMLAH
RATA-RATA
Sumber :Buku Registrasi ruang ICU
Berdasarkan hasil perhitungan di dapatkan rata-rata jumlah pasien Bulan
Januari sampai dengan bulan Desember 2020 didapatkan hasil rata-rata jumlah
pasien … % dan berdasarkan JHP …%.
2. Ketenagaan
a. Kualitas
1) Kajian data pendidikan formal
Tabel
Distribusi Perawat dan tenaga administrasi Berdasarkan Pendidikan
Dan Jenis Pelatihan Yang Pernah Diikuti di Ruang ICU
RSUD tanjung Kabupaten Lombok Utara

Pelatihan yang
No Nama Jabatan Pend
pernah diikuti
1. L. Saejudin,S.Kep. Ners Karu S1 BTCLS, ICU
2. Tri Adam Prajawan, S.Kep. Ns PA S1 BTCLS, ICU
3. Evi Ernawati, A.Md. Kep PA D3 ICU DASAR,
Ventilator
4 Zulfitrayadi, A.Md.Kep PA D3 BTCLS
5. Martina N, S.Kep.Ns PA S1
6. Nurbaiti Aulia, A.Md.Kep PA D3 BLS, Ventilator
7. Deny Firdaus, A.Md.Kep PA D3 ICU DASAR
8. Ns. Wahyu Ardian, S.Kep. Ns PA S1
9. Desak Made Patni,A.Md.Kep PA D3 ICU DASAR
10. Nicolis Boa, S.Kep. Ners PA S1 BTCLS, Kode
Blue, Triase,
Managemen
Nyeri,
11. M. Wildan, A.Md.Kep PA D3 BTCLS
12 I Putu Wisnu Wardana, A.Md Admin D3

Berdasarkan data diatas, pendidikan tenaga perawat di ruang ICU adalah 45,5%
tamatan S1, Keperawatan, 50,5% tamatan D3 Keperawatan yang telah mengikuti
pelatihan. Berdasarkan hasil tersebut menunjukan bahwa mayoritas pendidikan
keperawatan terkait diruang ICU adalah lulusan D3 keperawatan dan sudah mengikuti
berbagai pelatihan yang dilakukan oleh organisasi keperawatan maupun lembaga
lainnya.
3. Tugas pokok dan fungsi
A. Kepala Ruang
Kepala ruangan bertugas untuk:

a. Membuat jadwal dinas berkoordinasi dengan PP

b. Melakukan meeting morning

c. Memfasilitasi dan mendukung kelancaran tugas PP dan PA

d. Melakukan supervice dan memberi motivasi kepada seluruh staf


keperawatan diruangan untuk mencapai kinerja yang optimal

e. Melakukan upaya meningkatkan mutu asuhan keperawatan dengan


melakukan evaluasi melalui angket setiap klien akan pulang

f. Mendelegasikan tugas pada perawat penanggung jawab ruangan pada


jaga s/m/l

g. Berperan serta sebagai konsultan

h. dll.

B. Perawat Pelaksana

a. Melakukan operan tugas setiap awal dan akhir jaga

b. Melakukan konfirmasi tentang kondisi pasien segera setelah operan


setiap pasien

c. Melakukan doa bersama

d. Mengikuti pre conference yang dilakukan oleh PN/PP setiap awal tugas

e. Melakukan asuhan keperawatan ke pasien yang menjadi tanggung jawab

f. Melakukan monitoring ke pasien terkait respon perkembangan status


kesehatan pasien

g. Melakukan konsultasi tentang masalah pasien dan keluarga pasien ke PP

h. Memberikan peayanan kesehatan ke pasien

i. Menerima keluhan pasien dan keluarga serta berusaha mengatasinya


j. Melengkapi catatan asuhan keperawatan pada pasien yang menjadi
tanggung jawab

k. Melakukan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien yang menjadi


tanggung jawabnya

l. Mengikuti post confrence.

m.Berkoordinasi dengan tim kesehatan lain bila ada masalah pada pasien
seperti dengan tenaga dokter.

C. Administrasi Ruangan

Administrasi Ruangan merupakan staf yang bertugas dibidang pendataan


pasien pulang maupun masuk, misalnya untuk melakukan pengecekan
kelengkapan berkas pengkleman, Pengisian Buku Register Pasien yang
pulang, Melakukan biling data pasien masuk dan pulang. Serta malaksanakan
pengadministrasian diruang ICU.

D. Peralatan (BHP) Material/Machine


a. Investaris Alat Medis di Ruang ICU
Tabel
Alat Medis di Ruang ICU RSUD Kabupaten Lombok Utara
Tahun 2020

Kondisi
No Nama Alat Standar Jumlah Baik Rusak Ket

1 Senter / Pen Ligh 1 0 0 0 Kurang


2 Termometer 6 3 3 0 Kurang
3 Tensimeter 1 1 1 0 Kurang
4 Oxymetri 6 2 2 0 Kurang
5 Stetoskop 6 4 2 4 Kurang
6 Bed Pasien 6 5 5 0 Kurang
7 Bed Transfer Pasien 1 1 1 0 Cukup
8 Ventilator 6 2 2 0 Kurang
9 Monitor 6 5 5 0 Kurang
10 Suction 6 1 1 0 Kurang
11 Troli kecil 2 2 0 0 Cukup
12 Standar infus 6 3 3 0 Kurang
13 Pispot 1 0 0 0 Kurang
14 Defibrilator 3 1 1 0 Kurang
15 EKG 2 2 2 0 Kurang
16 Syringe Pump 12 8 8 0 Kurang
18 Infus Pump 12 7 7 0 Kurang
19 Lampu Rotgen 1 0 0 0 Kurang
20 Regulator 7 7 7 0 Cukup
21 Amubag 2 2 1 1 Kurang

b. Inventaris Alat- Alat Perlengkapan di Ruang ICU


Tabel
Inventaris Alat Rumah Tangga
di Ruang Anak RSUD Lombok utara
Tahun 2020

Kondisi
No Nama Alat Standar Jumlah Ket
Baik Rusak
Tempat sampah non
12 6 6 - Kurang
medis
Tempat sampah
2 2 2 - Cukup
infeksius
Ember Besar 2 2 2 - Cukup
Telepon 1 1 1 - Cukup
Lemari etalase alat 2 2 2 - Cukup
Loker obat 1 1 1 - Cukup
Lemari linen 1 1 1 - Cukup
Komputer 1 1 1 - Cukup
Meja 1 1 1 - Kurang
Ruang perawat 1 1 1 - Cukup
Lemari kayu 1 1 1 -
Kursi plastik 4 4 4 -
Meja makan pasien 6 6 6 -
AC 2 2 2 -
Ac Central 2 2 2 -
Tempat tisu 2 2 2 -
Nurse Station 1 1 1 -
Baskom besar 14 3 3 - Kurang
Heater Air 1 1 1 - Cukup
c. Kebutuhan Alat Tulis Kantor Di Ruang ICU

NO Nama alat dan Sarana Jumlah alat Kebutuhan Keterangan


1. Ballpoint 6
2 Blangko resep 1 Rim
3. Buku batik sedang 6 buah
4. Buku batik ekspedisi 2 buah
5. Buku batik folio 7 buah
6. Buku inventaris ruangan 1
7 Box File 7 buah
8 Map plastic jepit 20 buah
9 Map kertas folio 2 buah
10 Buku tulis 3 buah
11 Buku register pasien 1 rim
12 Lembar resume medis 1 rim
13 Form pengkajian kep.pasien ICU 1 rim
14 Form monitoring 24 jam 1 rim
15 Form rincian biaya pelayanan 1 rim
16 Form keterangan tindakan 1 rim
17 Lembar catatan pemberian cairan 1 rim
18 Formulir transfer pasien ½ rim
19 Lembar permintaan pemeriksaan
1 rim
lab
20 Catatan edukasi terintegrasi
1 rim
pasien/ keluarga
21 Lembar pengkajian resiko jatuh 1 rim
22 Lembar penempelan hasil EKG 1 rim
23 Formulir ket. Penyebab kematian 1 rim
24 Form penolakan tindakan medis ½ rim
25 Surat rujukan pasien 1 rim
26 Lembar laporan pengambilan
1 rim
darah
27 Bukti pelayanan ½ rim
28 Lembar permintaan pemeriksaan
½ rim
radiologi
29 Buku penerimaan obat 1 buah
30 Buku permintaan barang 1 buah
31 Isi staples -
32 Kertas karbon 3 lebar
33 Pembolong kertas 1 buah
34 Penggaris 1
35 Spidol Permanen 2
44 Spidol white board -
45 Staples 2

d. Alat tenun di Ruang ICU RSUD Kabupaten Lombok Utara

N Kondisi
Nama Alat Standar Jumlah Ket
o Baik Rusak
1. Sprei Karet
14 5 5 0
Hijau
2 Sarung
- 2 - -
Bantal
3 Selimut 14 9 9 0
4 Waslap 14 13 13 0
6 Tirai 6 6 6
7 Sprei Hijau
14 7 7 -
Biasa
8 Baju Pasien 14 10 10
9 Jas Hijau
Perawat
10 Topi Perawat
20 0 0
0
11 Upron
14 9 9 -
Bening
12 Topi Pasien 14 10 10 0

4. Kehadiran staf
Tingkat kehadiran staf ruang selama januari sampai dengan November 2020 di
Ruang icu RSUD Kabupaten Lombok Utara Sangat baik, dimana staf datang sesuai
ketentuan yang sudah disepakati. Sudah bisa dikatakan jauh lebih baik dari pada
tahun sebelumnya.
B. Laporan hasil kegiatan
1. Pelaksanaan universal precaution di ruangan icu rsud klu

Tabel 1.1
Pelaksanaan Universal Precaution
Di Ruang Ruang ICU RSUD

No Aspek tindakan Pre intervensi


Ya Tidak
1 Perawat cuci tangan ketika sebelum kontak dengan pasien 
2 Perawat cuci tangan ketika selesai kontak dengan pasien atau 
telah selesai melakukan tindakan terhadap pasien
3 Perawat mencuci tangan ketika setelah melakukan tindakan 
medis
4 Perawat mencuci tangan ketika setelah membersihkan 
peralatan medis
5 Perawat mencuci tangan ketika setelah kontak dengan 
lingkungan
6 Teknik mencucui tangan yang digunakan perawat 6 langkah 
7 Perawat menggunakan alat-alat disposible hanya untuk sekali 
pakai
8 Perawat menyiapkan alat-alat kesehatan di tempat khusus 
9 Perawat membuang benda-benda tajam ditempat khusus 
benda-benda tajam
10 Perawat membuang sampah medis di tempat sampah medis 
11 Perawat membuang sampah non-medis di tempat sampah non- 
medis
12 Perawat menggunakan sarung tangan ketika kontakdengan 
cairan tubuh pasien
13 Perawat menggunakan masker ketika melakukan tindakan 
kepada pasien yang infeksius
14 Perawat mencuci tangan di tempat air mengalir (wastafel) 
15 Perawat mencuci tangan dengan sabun/detergen/desinfektan 

Tabel 1.2
Solusi Pati

Dari data table diatas para petugas staf diruang icu khususnya dalam pelaksanaan
Universal Precaution sudah dilakukan dengan semaksimal mungkin sesuai dengan
ketentuan dan prosedur .
2. Patient safety di ruangan icu rsud klu
patient Safety di Ruang ICU
RSUD

KOMPONEN TINDAKAN YA TIDAK KET


Nama obat, rupa dan ucapan mirip (Look-Alike, sound-Alike, Medication Names).
NORUM
A Perhatikan nama obat mirip
- Obat pasien disimpan di lemari obat ruangan,
disusun dalam tempat tertentu berdasarkan nama 
pasien dan no CM masing-masing
- Tulisan nama obat oleh dokter ditulis dengan huruf
yang jelas dan mudah dibaca(sebaiknya  -
menggunakan huruf KAPITAL/CETAK)
- Obat yang tulisan nama obatnya kecil, masing- Kurangnya
masing dibuatkan tempat tersendiri dan di setiap tempat

tempat tersebut diberi nama sesuai nama obat penyimpan
dengan tulisan yang jelas dan besar an
- Perawat pada saat menyiapkan obat, mencocokkan
 -
nama obat dengan instruksi dokter
- Perawat pada saat memberi obat melakukan doubel
cek dengan dokter atau perawat lain yang sedang  -
bertugas saat itu
B Perhatikan rupa obat mirip
 Obat pasien disimpan di lemari obat ruangan,

disusun dalam tempat tertentu berdasarkan nama
pasien dan no CM masing-masing.
 Setiap tempat obat diberi tulisan nama pasien dan 
no CM dengan tulisan yang jelas dan mudah dibaca
 Obat yang rupanya mirip, masing2 dibuatkan
tempat tersendiri dan di setiap tempat tersebut diberi 
-
nama sesuai nama obat dengan tulisan yang jelas
dan besar.
c Perhatikan ucapan nama obat mirip
A. Pada saat perawat menerima instruksi terapi obat
dari dokter pertelepon, perawat wajib memvalidasi
ulang nama obat dan mengeja nama obat perhuruf  -
agar tidak terjadi kesalahan dan menulis nama
dokternya
B. Perawat segera menuliskan instruksi terapi obat dari
dokter pertelepon tersebut di rekam medis dokter  -
dan memberi tanggal, jam, paraf dan nama terang.
C. Segera/pagi berikutnya dokter yang memberikan  -
instruksi terapi obat pertelpon tersebut memberi
paraf dan nama pada tulisan terapi obat yang
dituliskan perawat.
d Ketentuan pemberian obat
Perawat memperhatikan prinsip 6 benar dalam
pemberian obat, meliputi: benar pasien, benar dosis,
 -
benar obat, benar cara pemberian, benar waktu, benar
dokumentasi, dan benar petugas yang memberikan
Pastikan identitas pasien
a Menayakan nama pasien terlebih dahulu sebelum

melakukan tindakan medis
b Setiap lembar medik harus ada identitas pasien: nama,

umur, jenis kelamin dan no rekam medik.
Komunikasi secara benar saat serah terima pasien
a Operan tugas jaga pagi/sore setiap pasien dengan

menggunakan dokumen rekam keperawatan.
b Klarifikasi melalui rekam perawatan dan melihat

kondisi pasien setelah menerima operan petugas.
c Jika dokumen rekaman perawat tidak lengkap, perawat

yang mengoperkan wajib melengkapi.
Pastikan tindakan yang benar pada sisi tubuh yang benar sebelum tindakan operasi
a Berikan tanda dengan kasa alkohol, ditutup plester

(menentukan lokasi tindakan yang akan di lakukan)
b Bila perlu dilakukan cukur pada kasus-kasus tertentu 
Kendalikan cairan elektrolit pekat (concentrated)
a Lakukan pengenceran dengan cairan sesuai dengan

standar pengenceran
b Gunakan atau pilih akses vena yang besar untuk terapi

cairan pekat
c Kolaborasi dokter untuk pemasangan CVP bila perlu
Tingkatkan observasi pada pasien dan daerah insersi

IV catheter pada setiap penggunaan cairan pekat
terhadap resiko tromboplebitis
Pastikan akurasi pemberian obat pada pengalihan pelayanan.
Pada pengalihan pelayanan pasien, dibuat resume
lengkap termasuk program terapi yang telah diberikan,

dan yang akan dilanjutkan, operkan dengan jelas
secara lisan dan tertuli
Hindarkan salah kateter dan salah sambung slang (tube)
a Pada setiap pemasangan oksigen gunakan selang yang

sesuai dan ukuran yang tepat
b Bila menggunakan selang diberi label/tulisan yang

jelas.
c Bila mau menyambungkan selang, yakinkan kebenaran

dari selang tersebut.
Gunakan alat injeksi sekali pakai
a Gunakan alat injeksi dan alat disposible lain, 1X pakai 
b Obat dengan dosis kecil (misalnya di anak) langsung
obat dibagi dalam beberapa spuit dan disimpan secara

steril/almari obat/freeser sesuai dengan test masa kerja
obat setelah diencerkan atau dibuka.
Tingkatkan kebersihan tangan (hand hygiene) untuk pencegahan infeksi nosokomial.
a Cuci tangan sebelum masuk ruangan perawatan untuk

petugas/keluarga pasien
b Cuci tangan sebelum melakukan tindakan 
c Cuci tangan sesudah tindakan keperawatan 
d Menggunakan sarung tangan bersih setiap melakukan
tindakan keperawatan (injeksi, pasang infus, ambil

sampel, aff infus, dll), sarung tangan steril saat
melakukan pasang infus, kateter
e Gunakan cairan alcohol based hands rubs setelah
pemeriksaan pasien 4x (lebih dari itu cuci tangan 
dengan 6 langkah)

3. Rekapitulasi hubungan professional antar staf keperawatan dengan pasien di ruangan icu
rsud klu
a. Kepala ruangan melakukan supervisi seluruh pasien yang ada di ruangan
setiap awal tugasnya
b. PP/PA mensuvervisi seluruh pasien yang menjadi tanggung jawabnya segera
setelah menerima operan tugas setiap pasien
c. PP menginformasikan peraturan dan tata tertib rs yang berlaku kepada pasien
atau keluarga pasien baru
d. PP memperkenalkan perawat dalam satu grup yang akan merawat pasien
selama pasien dirawat di rs
e. PP/PA melakukan monitoring ke pasien untuk mengetahui perkembangan
atau kondisi pasien
f. Setiap akan melakukan tindakan keperawatan pp/pa memberikan penjelasan
atas tindakan yang akan dilakukan kepada pasien atau keluarga
g. PP mempersiapkan dan memberitahu pasien yang akan pulang

C. Jenis pelayanan di icu RSUD KLU


1. Jenis pelayanan kesehatan
Jenis pelayanan kesehatan di ruang ICU adalah untuk pelayanan pasien pada kasus
Neurosains (saraf dan bedah saraf).yang membutuhkan perawatan intensive
2. Area praktik keperawatan
Area praktek adalah pelayanan keperawatan kritis
3. Profil pasien, tingkat ketergantungan ( hasil survey )
Berdasarkan survey 10 bulan terakhir profil pasien yang dirawat di Intensive Care
Unit adalah Pasien Neurosains dengan kasus Stroke, CKD Stage Lanjutan,
Encephalitis, pos opt SNT dengan tindakan craniotomy, Boorhole dan penyakit paru
seperti PPOK , Pnemonia, serta kasus lain bidang Neurosains dengan tingkat
ketergantungan:
- Minimal : 25%
- Parsial : 35%
- Total : 40 %
Dari data diatas disimpulkan dalam 10 besar penyakit seperti yang terdapat pada table
berikut:
Tabel
Daftar Sepuluh Besar penyakit di Ruang ICU
RSUD Kabupaten Lombok Utara
tahun 2020
N Jenis Penyakit Jumlah 2019 2020
o
1 Stemi 115 21 % 23,7%
2 Pnemonia Berat 89 11 % 18,3%
3 Strok 92 17 % 19%
4 DM 41 14 % 8,47%
5 CKD 36 8% 7,4%
6 Encephalitis 27 6% 5,57%
7 SVT 24 5% 4,9%
8 PPOK 20 4% 4,1%
9 Anemia 31 5% 6,4%
1 POST OP SNT 19 4% 3,9%
0
Jumlah 413 100 % 100%

Sumber: Buku Laporan Ruang ICU RSUD Kabupaten Lombok Utara tahun
2020

Dari table diatas dapat dilihat prosentase dari tahun 2019 ke tahun 2020
dimana penyakit Stemi dari 21% DITAHUN 2020 meningkat menjadi 23,7%.
Penemonia berat dari 11% menjadi 18,3% ditahun 2020, struk 19%. sedangkan
penyakit seperti CKD,Encephalitis, SVT, PPOK, terjadi penurunan prosentase
ditahun 2020, Akan tetapi penyakit Anemia ditahun 2020 meningkat dari 5%
menjadi 6,4%

Profil sumber daya manusia:perawat dan kualifikasinya dan tenaga lain.


SDM yang terdapat di ruang intensive terdiri dari 11 0rang yang meliputi Kualifikasi
pendidikan 5 pendidikan perofesi ners dan 6 D3 keperawatan. Dari 6 D3 Keperawata
n ada Dua orang yang sedang menempuh pendidikan ahli jenjang, dan m,asih dalam
peroses. Metode tim yang dilaksanakan belum maksimal dan dirubah dengan
menggunakan metode fungsional. Berdasarkan perhitungan tenaga berdasarkan BOR
dan berdasarkan tingkat ketergantungan pasien selama10 bulan terakhir adalah
dibutuhkan 15 orang perawat, sehingga masih dibutuhkan 4 orang perawat.
4. Fasilitas sarana
Tempat tidur 6 TT, beberapa peralatan yang ada yaitu patien monitor 6 unit,
Syringe pump 6, infuse pump 6, oximetry fortable 2, suction 1, Nebulizer 1 serta
peralatan lainnya yang dalam kondisi siap pakai. Dari peralatan yang ada masih
sangat dibutuhkan penambahan patien monitor, syringe pump, suction central dan
penambahan suction fortable serta fasilitas ruangan seperti ac yang terdapat di
ruangan pasien sering mengalami kerusakan sehingga suhu ruangan untuk pasien
tidak standar karena suhu ruangan tidak stabil.
5. Manajemen pelayanan: data capaian mutu, system pemberian askep , supervise dll
Ruangan mengukur berdasarkan indicator umum.

Bulan SAK Discharge Kesalahan pemberian Monitor Meninggal<48


Stemi Jatuh APS Restrain
(ABC) Planning Obat oleh perawat Nyeri jam
Januari 12 85% 0 0 0 0 0 100 3
februari 9 85% 0 0 0 3 0 100 0
maret 10 85% 0 0 0 0 0 100 3
april 8 85% 0 0 0 0 0 100 1
Mei 7 85% 0 0 0 0 0 100 3
Juni 9 85% 0 0 0 0 0 100 2
Ju;i 5 85% 0 0 0 0 0 100 2
Agustus 4 85% 0 0 0 2 0 100 2
September 8 85% 0 0 0 0 0 100 3
Oktober 6 85% 0 0 0 2 0 100 2
November 6 85% 0 0 0 2 0 100 3
desember - - - - - - - - -
total 89 85% 0 1 0 9 0 100 24
Dari table data indicator mutu diatas dapat dilihat ada beberapa data diantaranya
dibulan oktober ada 2 pasien stemi meninggal , dan terdapat 9 kasus restrain masing
masing 2 di bulan febrruari, agustus ,oktober,dan November. serta dapat dilihat pula
kasus kematian pasien yang kurang dari 48 jam perawatan sebanyak 24 kasus selama
Sebelas bulan terakhir di tahun 2020.
Untuk indicator mutu periode januari – November 2020:
1. Capaian mutu di tahun 2020, proses pencapaian yang diharapkan sudah lebih baik
dari tahun sebelumnya, karena dalam peroses pemberian asuhan keperawatan
dilakukan secara optimal dan maksimal sesuai dengan misi dan visi. Diantaranya
menyusun SAK, dan kedepannya lebih memperhatikan SOP dalam memberikan
asuhan keperawatan.
2. Tehnik pemberian asuhan keperawatan serta pendokumentasian sudah sesuai dan
maksimal.
3. Masih banyak pekerjaan diluar tugas keperawatan seperti melakukan peresepan
obat, tugas transporter seperti mengantar bahan dan mengambil hasil
laboratorium dan lain-lainnya.
D. Sasaran pelayanan

1. Pelayanan asuhan keperawatan:


a. Lingkup praktik diruang intensive care adalah : Meningkatkan kalitas asuhan
keperawatan pada lingkup Ruang intensive care/ penyakit kronis
b. Standar asuhan keperawatan yang sudah ada masih perlu direvisi dan ditambahkan.
c. SOP dilakukan peninjauan ulang, direvisi yang sudah ada, ditambahkan SOP yang
belum ada dan SOP dibuat sesuai dengan area praktik keperawatan ruang rawat
khusus neurosains.
2. Ketenagaan dan level klinik:
a. Jumlah tenaga yang terdiri dari 12 orang perlu ditambahkan 4 orang untuk memenuhi
tenaga perawat guna mengoptimalkan metode PN yang akan dilaksanakan.
b. Level klinik yang diperlukan adalah kualifikasi pra perawat klinik 2 orang, perawat
klinik I 1 orang, pearawat klinik II 1 orang dan pearawat klinik III Ners orang
c. Assesmen kompetensi segera dilaksanakan
d. Pemberian kewenangan klinik diberikan setelah dilaksanakan assesmen kompetensi
e. Penempatan / penugasan diberikan sesuai hasil kompetensi
f. Pilaian kineja, pembinaan etik dilakukan berkala.
3. Manajemen pelayanan asuhan keperawatan:
a. Metode pemberian askep dilaksanakan sesuai SAK dan SOP yang ada di ruang ICU.
Dilaksanakan upaya peningatan pengetahuan terkait Asuhan Keperawatan dengan
melaksanakan in house training, workshop dan pelatihan.
b. Operan dilakukan sesuai konsep managemen keperawatan (pre dan post confrence)
c. Supervisi keperawatan dilaksanaan sesuai konsep managemen keperawatan
d. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan berkala sesuai konsep managmen
keperawatan.
e. Kolaborasi dalam asuhan keprawatan dilakukan oleh perawat dengan pemberi asuhan
lainnya.

E. Rencana kegiatan yang sudah berjalan


1. Sasaran asuhan keperawatan
a. SAK
Sudah sebagian besar dari 10 kasus penyakit terbanyak di tahun 2020 sudah
dibuatkan SAK , hal tersebut dimaksutkan agar dalam pemberian dan penanganan
serta pemberian asuhan keperawatan bisa lebih maksimal dan optimal sesuai
dengan apa yang diharapkan.
b. SOP
Dalam pemberian asuhan keperawatan sudah secara garis besar semua staf di
ruang ICU RSUD KLU bekerja sesuai standar (SOP)
2. Sasaran ketenagaan
a. Penambahan tenaga
b. Melaksanakan assesmen kompetensi
c. Membimbing perawat berkesinambungan
3. Sasaran menejemen
a. Dilaksanakan upaya peningatan pengetahuan terkait asuhan keperawatan
dengan melaksanakan in house training, workshop dan pelatihan.
b. Dilaksanakan upaya peningatan pengetahuan terkait overan dengan
melaksanakan in house training, workshop dan pelatihan.
c. Dilaksanakan upaya peningatan pengetahuan terkait Supervisi dengan
melaksanakan in house training, workshop dan pelatihan.
d. Dilaksanakan upaya peningatan pengetahuan terkait monitoring dan evaluasi
berkala dengan melaksanakan in house training, workshop dan pelatihan.
e. Menigatkan kolaborasi dalam asuhan keprawatan dilakukan oleh perawat
dengan pemberi asuhan lainnya.

Anda mungkin juga menyukai