0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
229 tayangan56 halaman

RKJM Sma Pgri

Diunggah oleh

Ferry Prima
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
229 tayangan56 halaman

RKJM Sma Pgri

Diunggah oleh

Ferry Prima
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH (RKJM)


SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU
TAHUN 2023 - 2027

SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU


PEMERINTAH KOTA LUBUKLINGGAU
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA SELATAN
2024
2

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kondisi ideal yang diharapkan dalam sebuah lembaga pendidikan khususnya
SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU adalah terselenggaranya pelayanan pendidikan
yang dapat memenuhi ketentuan dari PP 19 tahun 2007 tentang Standar Nasional
Pendidikan dengan pemenuhan 8 standar nasional pendidikan yaitu standar isi,
standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar, pengelolaan, standar sarana dan prasarana, standar penilaian
dan standar pembiayaan.

Aka tetapi kondisi yang ada yang dialami oleh SMA PGRI 1
LUBUKLINGGAU hingga saat ini belum dapat memenuhi dari apa yang
disyaratkan oleh ketetntua PP 19 tahun 2007. Dari kedelapan standar tidak satupun
yang dapat terpenuhi. Setiap standar masih ada bagian-bagian yang masih perlu
ditingkatkan dan dikembangkan agar dapat mencapai standar nasional.Berangkat
dari kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang ada di sekolah kami maka kami
susun program kegiatan/kerja untuk dapat mencapai kondidi yang diharapkan dalam
jangka waktu tertentu yaitu selama empat tahun . Program kerja 4 tahunan ini kami
namakan dengan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)ini sebagai acuan Pendidikan di
satuan pendidikan dan sebagai dasar untuk melaksanakan proses pendidikan serta
untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam usaha mencerdaskan anak bangsa di
SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU, pada khususnya dan di Negara Kesatuan
Republik Indonesia pada umumnya. Rencana Kerja Sekolah ini diharapkan dapat
menjadi pedoman dan tuntunan arah langkah bagi seluruh sumber daya manusia di
SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU dalam mengembangkan berbagai kegiatan
pembelajaran yang lebih operasional serta mampu mewujudkan keunggulan sekolah
secara akademik maupun non akademik.
Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) disusun untuk panduan
pelaksanaan program selama 4 tahun ke depan. Penyusunan program ini
dimaksudkan untuk mengembangkan 8 standar nasional pendidikan yaitu standar
isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar, pengelolaan, standar sarana dan prasarana, standar penilaian
3

dan standar pembiayaan. Penyusunan program peningkatan mutu dilaksananakan


dengan mempertimbangkan masukan dari pemangku kepentingan pendidikan
yaitu semua dewan guru, komite sekolah dan unsur dinas pendidikan . Penyususnan
RKJM juga dilakukan melalui proses analisis lingkungan baik internal maupun
eksternal dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan yang ada. Disamping itu
juga mempertimbangkan hasil evaluasi diri sekolah serta analisis kebutuhan sekolah.
4

B. Landasan Hukum
Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU ini
dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundang-
undangan sebagai berikut:
1. Undang-undang No. 20 tahun 2003; tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-undang No. 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
4. Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Guru
5. Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Kepala Sekolah
6. Permendiknas No. 22, 23, dan 24 Tahun 2006 tentang SI dan SKL
7. Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
8. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
9. Permeniknas nomor 28 tahun 2010 tentang Tugas Tambahan Guru sebagai
Kepala Sekolah
10.Permendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian
11.Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana
12.Permendiknas No. 69 Tahun 2009 tentang Standar Pembiayaan
13.Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2023/2023

C. Maksud dan Tujuan


1. Maksud
Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) ini dibuat dengan maksud :
a. Sebagai acuan bagi sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran
b. Dapat digunakan sebagai panduan bagi sekolah dalam menentukan kebijakan
sekolah
c. Sebagai sumber inspirasi bagi seluruh warga sekolah dalam memajukan pendidikan
d. Sebagai tolak ukur bagi keberhasilan pendidikan baik akademik maupun non
akademik
5

2. Tujuan
a. Menjamin agar perubahan atau tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat
dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko kecil.
b. Tersedianya panduan bagi sekolah dalam memanfaatkan subsidi baik subsidi
dari pemerintah maupun dari nonpemerintah.
c. Pedoman untuk terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar
pelaku sekolah, antar sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten dan antar waktu
d. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif,
berkeadilan, dan berkelanjutan
e. Dapat dijadikan tolak ukur bagi keberhasilan implementasi berbagai
program peningkatan mutu pendidikan di sekolah
f. Membantu sekolah dalam menyusun anggaran secara bijaksana untuk
meningkatkan kualitas pendidikan
g. Untuk memberikan gambaran keadaan sekolah secara menyeluruh di masa
empat tahun mendatang
h. Sebagai pedoman dalam menemukan arah kebijakan sekolah dan landasan
komitmen bersama seluruh komponen sekolah.
i. Sebagai acuan dalam menentukan skala prioritas program sekolah.
j. Untuk memacu peningkatan prestasi sekolah dalam bentuk pengembangan
fisik maupun non fisik
k. Untuk membangkitkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam upaya
berinteraksi secara aktif dalam pengembangan program sekolah.
l. Untuk mendorong pemerintah dan instansi terkait lainnya agar memberikan
pembinaan maupun kerjasamanya dalam program pengembangan sekolah.

D. Metode Penyusunan
1. Pemahaman bersama pengetahuan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
kepada semua warga sekolah.
2. Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) melalui diskusi dan
musyawarah bersama guru dan komite sekolah
3. Sosialisasi Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) kepada wali murid atau
masyarakat pada umumnya dan semua pihak ( stake holder ) yang berkepentingan
terhadap sekolah
6

E. Kerangka Pemikiran
1. Kesinambungan Antar Program
Penyelenggaraan pendidikan berjalan dengan efektif dan efisien serta terarah
diperlukan perencanaan yang baik. Program dan perencanaan disusun bertahab dan
hirarkhis. Bertahab dimaksudkan bahwa program disusun berdasarkan waktu
pencapaian, dicapai dalam waktu satu tahun ( Rencana Kerja Tahunan ), Program
yang diselesaikan selama kurun waktu 4 (empat ) tahun disebut Rencana Kerja
Jangka menengah ( RKJM ), sedangkan jika selesai mebutuhkan waktu 8 ( delapan )
tahun atau lebih disebut Program jangka Panjang. Rencana Kerja Tahunan, Rencana
Kerja Jangka Menengah (RKJM) saling kerkaitan dan berkelanjutan. Keberhasilan
Rencana Kerja Tahunan akan berpengaruh terhadap Rencana Kerja Jangka Menengah
(RKJM), dan keberhasilan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) akan
memberikan dampak keberhasilan rencana Program jangka Panjang.

2. Kegiatan dalan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)


Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) merupakan rencana yang disusun
untuk kerja selama 4 (empat ) tahun. RKJM ini meliputi pelaksanaan 8 standar yaitu
standat isi, SKL, proses, sarana prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan,
pengelolaan, penilaian , pembiayaan.
Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) sesuai amanat dari
Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2007 tentang standar Pengelolaan Pendidikan
oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah merupakan gambaran tujuan yang akan
dicapai oleh satuan pendidikan dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan
dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung
peningkatan mutu lulusan. RKJM sebagai salah satu proses dan prosedur pengelolaan
sekolah untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan,
dengan memperhitungkan ketersediaan sumber daya. Selain dari pada itu RKJM
merupakan dokumen tentang gambaran kegiatan sekolah di masa depan untuk
mencapai tujuan dan sasaran sekolah yang telah ditetapkan.
Materi dasar penyusunan RKJM adalah hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS)
berkaitan dengan 8 (delapan) standar pendidikan yang telah ditetapkan acuannya
dalam Peraturan Pemerintah RI No 19 Th 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(SNP) Pasal 2 ayat (1) yaitu meliputi: standar isi, standar proses, standar kompetensi
lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana,
standar pengelolaan, standar
7

pembiayaan serta standar penilaian. Dari delapan standar tersebut jika belum
memenuhi angka minimal maka sekolah harus memprioritaskan rencana kerja pada
aspek-aspek yang belum memenuhi SNP.

Alur kerja penyusunan RKJM adalah sebagai berikut:


PERSIAPAN PENYUSUNAN RPMS PENGESAHAN

1. Pembentukan Tim 1. Menetapkan kondisi 1. Penyetujuan oleh


Pengembang sekolah saat ini rapat Komite
Sekolah (TPS) (EDS) Sekolah
2. Pembekalan/ 2. Pengesahan oleh
Orientasi TPS 2. Menetapkan kondisi pihak berwenang
sekolah yang diharapkan 3. Sosialisasi kepada
(SNP) pemangku
3. Menyusun program
kegiatan dan indikator
kinerja
4. Menyusun
Rencana
8

BAB II

KONDISI UMUM

A. Kondisi Masa Lalu


Kualitas sumber daya manusia dan sumber daya lingkungan yang ada belum dapat
memenuhi amanat dari standar nasional pendidikan. Dalam menentukan Rencana Kerja
Jangka Menengah (RKJM) diperlukan analisis . Analisis lingkungan strategis yang ada dari
mulai dari kondisi sosial, kondisi ekonomi, kondisi politik, kondisi keamanan, kondisi
budaya, pengembangan IPTEK. Semua kondisi yang ada di lingkungan ini memberikan
pengaruh terhadap kkeberhasilan program pendidikan di sekolah. Pada awal didirikan SMA
PGRI 1 LUBUKLINGGAU masih jauh dari standar yang diatur dalam Standar Nasional
Pendidikan (SNP) maupun Standar Pelayanan Minimal (SPM).

B.Kondisi Sekarang
Cita-cita Kemendiknas dalam pembangunan pendidikan nasional lebih menekankan
pada pendidikan transformatif, yaitu menjadikan pendidikan sebagai motor penggerak
perubahan dari masyarakat berkembang menuju masyarakat maju. Untuk mewujudkan hal
tersebut kemudian pemerintah kemudian menetapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP)
sebagai acuan pelaksanaan pendidikan di seluruh Indonesia dan dalam rangka menjamin
mutu pendidikan nasional.
Analisis kondisi saat ini menggambarkan tingkat ketercapaian pelaksanaan program
dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Keberhasilan saat ini akan menjadi
pedoman dan petunjuk waktu yang akan datang , sedangkan kekurangan merupakan
kesenjangan antara harapan dan kenyatan yang ada sehingga perlu direfleksi aktor ketidak
berhasilan dan menjadikan progran bagi waktu/tahun berikutnya. Berikut secara lengkap
digambarkan analisis kondisi saat ini yang meliputi 8standar nasional pendidikan .
Berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah (EDS) di SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU.
Jika dibandingkan dengan SNP maka kondisi saat ini dapat dideskripsikan sebagai berikut:

No Standar Nasional Hasil Evaluasi Diri


Pendidikan
1 Standar Isi  Dokumen Kurikulum sudah tersusun
 Perlu adanya revisi agar penyususan
KTSP/KOSP lebih disesuaikan dengan RPP
 Perlu adanya revisi dokumen RPP/Modul Ajar
agar
disusun sesuai dengan RPP
9

No Standar Nasional Hasil Evaluasi Diri


Pendidikan
2 Standar Proses  Pembelajaran sesuai jadwal yang ditetapkan
 Perlu ada peningkatan mutu pembelajaran, baik
dari segi guru maupun fasilitas pendukung
 Perlu ada peningkatan literasi dalam pembelajaran
3 Standar  Perlu peningkatan Nilai ANBK.
 Perlu peningkatan Kompetensi siswa
Komptenetsi Lulusan terkait kompetensi Abad 21
4 Standar Pendidikan  Jumlah guru sudah memadai
dan Tenaga  Belum memiliki guru BK
Kependidikan  Jumlah guru yang sudah bersertifikat
pendidikan masih kurang
 Perlu peningkatan kompetensi guru baik
melalui pelatihan dan lainnya
 Belum memiliki tenaga pepustakaan
yang peofesional

5 Standar Pengelolaan  Pengelolan sekolah sudah baik


 Penilaian Kierja Sudah dilaksanakan
 Supervisi pembelajaran sudah berjalan secara
terprogram
 Perlu dibuatkan SOP untuk pengelolaan guru
dan tendik, serta untuk kepenting lainnya agar
kegiatan lebih efektif
 Perlu adanya sistem informasi manajemen
yang
mudah diakses oleh warga sekolah
6 Standar Sarana dan  Lahan Sekolah memadai
Prasanan  Ruang belajar memadai
 Media pembelajaran perlu ditambah
 Sarana pendudung pemebalajaran perlu ditambah
7 Standar Pembiayaan  Pembiayaan hanya bersumber darai dana
BOS
PUSAT
10

No Standar Nasional Hasil Evaluasi Diri


Pendidikan
8 Standar Penilaian  Sudah terlaksana penilaian Formatif dan
Sumatif secara terprogram
 Perlu adanya inovasi dalam pelaksanaan
penilaian
menggunakan moda CBT minimal
menggunakan google form.

B. Tantangan yang Dihadapi


Tantangan sekolah merupakan kesenjangan kondisi nyata sebagai hasil EDS
dengan kondisi yang diharapkan. Tantangan utama diklarifikasi dengan melakukan
pembandingan nilai hasil EDS dengan SNP. Berdasarkan hasil Evaluasi Diri Sekolah
yang telah dilakukan maka ada beberapa tantangan yang dihadapi yaitu:
1. Standar Isi
Kurikulum SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU saat ini menggunakan Kurikulum
2023. Orientasi pengembangan kurikulum harus berfokus peningkatan kemampuan
siswa untuk memiliki keterampilan abad 21 dan pada pengembangan Profil Pelajar
Pancasila. Selain itu kegiatan layanan bimbingan dan konseling serta kegitan
ekstrakurikuler harus dikelola secara profesioal.
2. Standar Proses
Tantangan yang ada pada muatan standar proses diantaranya:
a. Penyusunan RPP/ATP/Modul Ajar oleh guru dikembangkan dengan tidak hanya
mengacu pada silabus/capaian pembelajar saja akan tetapi juga berorientasi
pada kondisi sekolah dan peserta didik.
b. Optimalisasi pemanfaatan lingkungan sekolah dan perpustakaan sebagai sumber
belajar oleh segenap warga sekolah
c. Peningkatan pengelolaan kelas dengan baik, berkualitas dan menyenangkan
sehingga anak didik lebih bahagia dalam belajar dan mencapai ketuntasan
minimal (KKM/KKTP).

3. Standar Kompetensi Lulusan


Tantangan yang dihadapi
diantaranya:
a. Meningkatkan penggunaan berbagai referensi belajar oleh siswa dalam
memahami kompetensi dasar suatu materi untuk pelajaran.
11

b. Peningkatan kebiasaan berperilaku santun oleh seluruh siswa baik terhadap


terhadap sesama, guru, dan orang tua
c. Peningkatan kebiasaan literasi baik di sekolah dan di luar sekolah.

4. Standar Pendidik dan Tenaga


Kependidikan Tantangan yang
dihadapi diantaranya:
a. Memaksimalkan sistem perekrutan PTK yang sesuai dengan kualifikasi
pendidikan yang dibutuhkan
b. Meningkatkan kualitas dan memfasilitasi peningkatan kompetensi seluruh guru
sesuai dengan tantangan kurikulum dan perubahan zaman.

5. Standar Sarana dan Prasarana


Tantangan yang dihadapi yaitu memenuhi tersedianya sarana prasarana
penunjang pembelajaran sebagai berikut:
Tabel
Sarana Prasarana yang Dibutuhkan

NO Jenis Ketersediaan Kondisi Ket


Lengap Belum Baik Rusak Rusak
Lengkap Ringan Berat
1. Ruang Kelas v v Perlu
tambahan
2. UKS v v
3. Perpustakaan v v Perlu
rehab
4. Ruang pimpinan v v
5. Mushala v v
6. Tempat bermain v v

dan olahraga
7. Gudang v v
8. Laboratorium v Perlu
IPA,
pengadaan
TIK, Bahasa
9. sirkulasi v v
12

10 Ruang kantin v v
11 Ruang khusus v v
Inklusi

6. Standar Pengelolaan
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan standar pengelolaan diantaranya:
a. Mengembangkan visi, misi serta tujuan sekolah dengan mekanisme yang
akuntabel serta sesuai dengan SNP kemudian mengimplementasikannya dalam
seluruh kegiatan pendidikan di sekolah
b. Melakukan kemitraan dengan pihak-pihak terkait yang dapat mendorong
cepatnya proses pendidikan yang berkualitas, seperti departemen-departemen,
instansi pemerintah, penegak hukum, lembaga sosial dan swadaya masyarakat,
serta perusahaan- perusahaan yang komitmen dengan pendidikan
c. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bersahabat di tengah
pemukiman penduduk yang heterogen dan majemuk
d. Melaksanakan pelayanan mutu pendidikan serta evaluasi PTK minimal setahun
sekali

7. Standar Pembiayaan
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan standar pembiayaan diantaranya:
a. Efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran sekolah dengan memperhatikan
skala prioritas yang telah ditetapkan oleh aturan yang berlaku
b. Akuntabilitas dalam pelaporan sesuai mekanisme yang telah di atur dalam
peraturan terkait

8. Standar Penilaian
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan standar penilaian diantaranya:
a. Melaksanakan penilaian dengan menggunakan teknik penilaian yang berlaku
dan diakui tingkat akurasinya
b. Melakukan penilaian secara adil, sahih, menyeluruh dan transparan menyangkut
mata pelajaran yang disampaikan serta perilaku siswa terkait budi pekerti

Hasil evaluasi diri ecara detail dan rinci upaya dan rekomendasi yang diperoleh dari
hasil EDS untukmasing-masing standar adalah sebagai berikut:
13

A.Standar Isi

ASPEK) REKOMENDASI
Kegiatan Ekskul Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat siswa
Pendokumentasian dan pelaporan kegiatan ekstrakurikuler
Beban Belajar Pemenuhan Jam Belajar
Struktur Kurikulum Struktur kurikulum telah sesuai pedoman dari BSNP
Pengembangan Pengintegrasian Pengembangan Karakter dalam Mata Pelajaran
Kurikulum Mengembangkan KTSP dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan

B.Standar Proses

Aspek REKOMENDASI
Ekstrakurikuler Peningkatan dalam setiap item kegiatan ekstrakurikuler
Pelaksanaan  Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis
pembelajaran penelitian tindakan kelas
 Optimalisasi pemanfaatan alat peraga
 Pembelajaran dengan prisip aktif learning dengan
menggunakan berbagai media dan metode pembelajaran
 Optimalisasi penerapan model-model pemeblajaran
inovatif ( problem base learning, CTL, Group
discussion, cooperative learning )
 Mengembangkan pembelajaran berbasis ICT
 Proses pembelajaran perlu memperhatikan karakteristik
peserta didik (pembelajaran berdiferensiasi)
Kualitas  Peningkatan efektifitas pemanfaatan waktu pembelajaran
pengelolaan kelas  Peningkatan pemahaman karakteristik siswa yang
memerlukan kebutuhan khusus

Sumber belajar  Belum tersedianya sarana pembelajaran berbasis ICT


 Belum tercukupinya buku teks pelajaran bagi semua siswa
14

Kualitas  Penyusunan RPP/ATP/MODUL AJAR dilakukan oleh


RPP/ATP/MODU masing-masing guru
L AJAR  Dalam Penyusunan RPP/ATP/MODUL AJAR guru
bekerjasama
dengan MGMP
Perencanaan Proses  Proses perencanaan pembelajaran perlu memperhatikan
pembelajaran karakteristik peserta didik (pembelajaran berdiferensiasi)

C. Standar Kelulusan

ASPEK UNTUK PENINGKATAN MUTU


Berprestasi  Ada peningkatan nilai ANBK
 Telah mencapai prestasi akademik maupun non
akademik dari tingkat kecamatan, kabupaten dan
nasional
Menjaga tubuh serta  Peningkatan pelaksanaan kegiatan kebersihan
lingkungan kelas,kebersihan lingkungan, kegiatan jumat bersih ,
dan penyediaan kantin sekolah yang sehat
 Melaksanakan dan membiasakan pola hidup bersih dan
sehat
Kebugaran Jasmani serta  Pelaksanaan senam pasi sebelum KBM setiap hari
hidup sehat Selasa dan Kamis agar ditingkatkan dan dikembangkan

Mengekspesikan seni dan  Mengekspresikan seni budaya pada even-even sekolah


budaya yag sesuai pada saat rapat pleno, tutup tahun, kegiatan
pentas
seni lainnya
Keterampilan  Peningkatan dan pemahaman keterampilan menganalisis
menganalisis
dan memecahkan masalah melalui proses penmbelajaran
dan memecahkan masalah
Keteampilan  Peningkatan kemampuan siswa dalam penggunaan ICT
menggunakan dan
ICT penyediaan fasilitasi ICT di sekolah
Kedisiplinan Siswa  Meningkatkan didiplin dan tanggung jawab pada siswa
 Pembiasaan pendidikan karakter, tidak ada siswa
terlambat masuk sekolah
Regiluis siswa  Membiasakan akhlak mulia dalam kehidupan di sekolah
dan
15

di masyarakat
16

ASPEK UNTUK PENINGKATAN MUTU


 Meningkatkan kegiatan praktek agama di sekolah dan
pemantauan terhadap siswa
Keterampilan  Membiasakan berbahasa yang sopan santun dan
berkomunikasi lemah lembut kepada siapapun
secara efektif dan
santun
Keterampilan Koraboratif  Mebiasakan membuat kelompok belajar siswa
 Mengefektifkan kegiatan ekstrakurikuler pramuka
Siap melanjutkan  Penjelasan dan bimbingan kelanjutan studi pada siswa
pendidikan ke jenjang dan orang tua
berikutnya
Biasa hidup bersih sehat  Membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat
dan bugar  Kegiatan senam pagi secara efektif
Pemnfaatan  Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar
berbagai sumber  Penggunaan alat peraga dan media belajar yang
belajar ada di sekolah secara efektif
Percaya diri, tanggung dan  Memberikan tugas penelitian sederhana/projek
bertanggung jawab kepada peserta didik
 Membiasakan siswa untuk mengerjakan tugas
 Mengusahanan kebun sekolah dan mengefektifkan
kegiatan koprasi sekolah dan kantin sekolah tepat
waktu

D.Standar PTK

ASPEK REKOMENDASI
Kualifikasi  Perlu Tenaga pustakawan berijasah S1 yang linerar
tenaga  Perlu Tenaga BK berijasah S1 yang linerar
Kependidikan
Kompetensi Guru  Perlu peningkatan komptensi guru melalui diklat dan
seminar
 Semua guru sudah S1, hanya sebagai besar belum
memiliki sertifikat pendidik
17

E. Standar Sarana dan Prasarana

ASPEK REKOMENDASI
Laboratorium TIK  Mangajukan proposal Lab TIK
Laboratorium bahasa  Mengusahakan laboratoriun bahasa, mengusulkan proposal
Lab
Bahasa pada dinas
Tempat bermain/olah  Tempat bermain ada,aman hanya masih perlu perindang
agar
raga
tidak terlalu panas
Sirkulasi  Peningkatan kebersihan , dan perlu juga ruang sirkulasi
yang
menghubungkan gedung yang berhadapan
Gudang  Terlalu sempit dan tidak muat menanpung kearsipan yang
ada
di sekolah, sehingga perlu adanya pembuatan gudang yang
memadai
Jamban  Sudah memenuhi rasio 1 : 20 tapi perlu peningkatan
kebersihan
dan penyediaan air bersih ketika di musim kemarau
Ruang UKS  Administarsi cukup lengkap namun perlu sarana dipan dan
alat-
alat serta obat-obatan ringan
Ruang tempat  Sudah sesuai standar ukurannya namun kelengkapan
beribadah adaministrasi dan sarana pendukung yang tidak lengkap
Ruang guru  Ruang guru masih belum ada almari dan rak untuk guru
perlu kiranya diusahakan mebelair untuk guru-guru .
perlu juga penataan ruang guru yang menjadikan para
guru nyaman
menempati ruang tersebut
Ruang Pimpinan  Ruang pimpinan ukuran memenuhi standar namun
sarana parasaran belum memenuhi standar
 Akan diusahakan almari data untk arsip sekolah
Laboratorium IPA  Belum punya laboratorium ipa. Mengkomunikasikan dan
mengajukan proposal ke dinas pendidikan
Ruang Perpustakan  Gedung perpustakan mengalami rusak berat dari segi
tanah, dinding, lantai .Penyampaian laporan tingkat
kerusakan kepada dinas pendidikan
 Ruang perpustakaan masih membutuhkan sarana untuk
menunjang administrasi perpustakaan
18

ASPEK REKOMENDASI
 Mengusahakan laptop untukmemperlancar pendataan dan
aministrasi perpustakaan
Ruang kelas  Ada 6 ruang kelas tetapi mebelair meja kursi murid
semua ruang kelas rusak .
 Mengajukan proposal ke dinas pendidikan sampai
sekarang belum ada hasilnya. Ruang kelas belum ada
sarana untuk pembelajaran dengan menggunakan IT.
Pengajuan bantuan
pembelajaran e-Learning
Bangunan  90 % bangunan kuat kokoh. Bangunan ruang Perpustakaan
yang kuarang kuat karena pengaruh kondisi tanah
Lahan  Kondisi lahan wilayah SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU
mencukupi dan berada pada tempat yang datar , sehingga
memudahkan penataan ruang dan bangunan, Juga berada di
tengah-tengan masyarakat yang mendukung tercapainya
standar jumlah siswa , meskipun juga masih akan
ditingkatkan pencapaian standar siswa setiap rombel.

F.Standar Pengelolaan

ASPEK REKOMENDASI
Sekolah menerapkan sistem  Peningkatan sistim informasi mmanagemen
informasi manajemen yang untuk mencapai tujuan secara optima
mudah diakses oleh warga
sekolah Sekolah menerapkan
sistem informasi manajemen
yang mudah diakses oleh warga
sekolah
Kepala sekolah menerapkan  Peningkatan pemanfaatan sumber daya yang
kepemimpinan yang efektif ada secara maksimal untuk mencapai tujuan

Partisipasi Warga sekolah  Peningkatan partisipasi warga sekolah guru


karyawan siswa , masyarakat, wali murid, komite
19

ASPEK REKOMENDASI
sekolah. Pemerintah desa dan semua instansi yang
terkait sebagai stake holder sekolah secara
maksimal untuk mencapai tujuan
Sekolah sudah melakukan  Sekolah mengikuti peraturan akreditasi yang
berlaku
akreditasi sesuai dengan
peraturan yang berlaku
Kepala sekolah melakukan  Peningkatan kegiatan monitoring, evaluasi dan
evaluasi pendayagunaan supervisi serta pemantauan pada guru
pendidik
Sekolah menjalin kemitraan  Peningkatan jalinan kerjasama dengan mobil hijau,
dengan lembaga lain KLH danKP4 KP, untuk mempersiapkan sekolah
adiwiyata
Sekolah menciptakan  Peningkatan penciptaan kondisi lingkungan
lingkungan yg kondusif untuk sekolah yang rindang sejuk dan nyaman
kegiatan pembelajaran sehingga semua warga sekolah merasa nyaman
bekerja dan belajar di
sekolah
Program peningkatan mutu  Melaksanakan program peningkatan mutu secara
sekolah efektif dan efisien
Sekolah menyediakan akses  Akses laporan pengelolaan keuangan
laporan pengelolaan keuangan dilakukan setiaap ada pertemuan apa saja,
sekolah secara transparan dan rapotan, rapat komite, rapat pleno, secara
akuntabel lisan dan berkala .
 Laporan tertulis baru disampaikan pada
dinas pendidikan.
 Mengusahakan laporan tertulis pada masyarakat
Sekolah menyusun pedoman  Penyususnan pedoman pengelolaan sekolah
pengelolaan sekolah
Realisasi visi dan misi ke dalam  Perlu ada raker secara terprogram untuk
penyusunan
rencana kerja sekolah
RKJM dan RKS
Kepemilikan rencana kerja  Perlu ada raker secara terprogram untuk
sekolah penyusuna
RKS
Sosialisasi visi, misi, dan tujuan  Sosialisasi visi misi dan tujuan sekolah kepada
warga
sekolah
sekolah/ stake holder sekolah
Cakupan dan Mekanisme  Melaksanakan penyusunan visi misi dan tujuan
20

ASPEK REKOMENDASI
Penetapan Visi, Misi dan Tujuan sekolah sesuai dengan mekanisme yang sudah
Sekolah ditetapkan.

G.Standar Pembiayaan

ASPEK REKOMENDASI UNTUK PENINGKATAN MUTU


Pelaporan dan Audit  Pelaporan SPJ Tepat waktu
Akuntabilitas/Tranparansi  Pengeluaran anggaan sekolah dapat diketahui warga
sekolah
Penetepan Sumber biaya  Perlu adanya terobosan untuk mendapat dukungan
dana dari orang tua / masyarakat, alumni maupun
dunia
usaha

H.Standar Penilaian

ASPEK REKOMENDASI UNTUK PENINGKATAN MUTU


Penilaian  Meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan
oleh instrument penilaian sehingga nanti dapat
pemerintah meningkatkan prestasi siswa secara khusus dan
prestasi sekolah,prestasi
pendidikan dalam arti yang lebih luas
Penilaian oleh pendidik  Peningkatan kemampuan guru dalam menyusun
melaksanakan dan menindaklanjuti hasil penilaian
peserta didik sehingga penilaian bermakna bagi siswa
dan guru itu
sendiri
Teknik-teknik penilaian  Mengembangkan teknik-teknik penilaian pada guru
baik tes mapun nontes, tertulis maupun non tertulis
( unjuk kerja, lisan, performance/praktek dll )
disesuaikan dengan karanteristik materi yang akan
disusun perangkat
penilaiannya.
Penilaian Peningkatan penilaian secara menyeluruh baik penilaian
secara proses maupun hasil belajar siswa. Sehingga penilaian
21

menyeluruh akan betul-betul bermakna bagi siswa tidak hanya sekedar


hafal tetapi faham yang lebih penting, mulai dari
pengamatanproses, ulangan harian , UTS, UAS dan UKK
adalah satu penilaian yang utuh dan saling
berlesinambungan
22

BAB III
PROGRAM KERJA JANGKA MENENGAH

A. Visi Sekolah
“CERDAS, BERPRESTASI DAN BERWAWASAN GLOBAL”.

B. Misi Sekolah
1. Menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar yang aktif, kreatif dan inovatif
untuk mencapai daya serap dan ketuntasan belajar yang tinggi
2. Mengoptimalkan bimbingan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan
siswa
3. Menumbuhkembangkan penghayatan serta pengamalan ajaran agama
untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta memiliki budi pekerti
luhur.
4. Mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan lokal dan global
5. Menumbuhkembangkan minat dan budaya membaca
6. Tetap mengupayakan, mempertahankan keunggulan lokal dan global
(Komputer/TI dan Bahasa Inggris)
7. Membekali ketrampilan hidup di dalam masyarakat sesuai dengan
kemampuan dan potensi yang ada.
8. Mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat
9. Mempersiapkan diri menjadi sekolah berwawasan lingkungan
10. Mengoptimalkan kegiatan ektrakurikuler
11. Meningkatkan pembinaan tim olahraga (sepak bola, bulutangkis dan tenis
meja),
12. Meningkatkan pembinaan lomba mata pelajaran / olimpiade MIPA

B. TUJUAN SEKOLAH
Tujuan Sekolah SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU dalam tahun 2023/2024
1. Meningkatanya nilia rata-rata ANBK minimal 0,50 dalam setiap tahun.
2. Katagori Nilai ANBK berwarna hijau
3. Mampu menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.
4. Mampu meraih prestasi kejuaraan olahraga bulu tangkis, sepak bola dan tenis
meja, dan sepak takraw di tingkat Kabupaten dan propinsi
5. Mampu meraih prestasi kejuaraan dalam kegiatan kompetisi/lomba keagamaan di
tingkat kecamatan
23

6. Mampu meraih prestasi kejuaraan dalam kegiatan kompetisi/lomba MIPA dan


mata pelajaran lain di tingkat kabupaten
7. Mampu membiasakan pola hidup bersih dan sehat
8. Mampu meraih prestasi juara lomba Kesenian di tingkat kabupaten
9. Mampu membiasakan siswa membaca buku di perpustakaan
10. Memiliki kepribadian dan budi pekerti yang luhur, jujur, tanggung jawab, disiplin
11. Memiliki akhlak yang mulia, dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses
pembelajaran dan kegiatan pembiasaan
12. Memiliki dasar keterampilan dan kesenian sebagai bekal untuk hidup mandiri

C. Sasaran Sekolah
Berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi, dapat dirumuskan sasaran sekolah sebagai berikut:
1. Setiap tahun rata-rata ANBK meningkat minimal 0,50
2. Pada tahun 2024 dapat menambah ruang kelas baru, dan ruang computer, perbaikan
ruuang perpustakaan
3. Pada tahun 2025 melengkapi sarana dan fasilitas ruang ibadah, kantin, komputer di
sekolah
4. Tahun pelajaran 2023 sudah dapat mengikuti kegiatan OSN, O2SN, FLS2N dan
Kegiatan lainnya yang diadakan secara resmi maupun tidak resmi. Tahun 2024
sekolah sudah dapat memperoleh peringkat pada kegiatan OSN, O2SN, FLS2N di
tingkat Kabupaten/Kota. Tahun 2026 sekolah sudah dapat memperoleh peringkat
pada kegiatan OSN, O2SN, FLS2N di tingkat Provinsi. Tahun 2027 sekolah sudah
dapat memperoleh peringkat pada kegiatan OSN, O2SN, FLS2N di tingkat Nasional
5. Tahun 2023 membentuk dan melaksanakan tim pelaksana sekolah adiwiyata, Tahun
2024 dapat penghargaan sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten, Tahun 2025 dapat
penghargaan sekolah adiwiyata tingkat Provinsi, dan Tahun 2026 dapat
penghargaan sekolah adiwiyata tingkat Nasional.
6. Pada tahun 2027 nilai akreditasi adalah A dengan peningkatan nilai/skor
7. Pada tahun 2023/2024 sudah terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim
penjamin mutu sekolah.
8. Meningkatanya prosentase siswa yang lancar membaca Al Quran dan rutinitas
menjalankan shalat lima waktu.
24

9. Tahun 2023/2024 diadakan pelatihan pengembangan kompetensi guru, Tahun 2025


diadakan pelatihan atau workshop penulisan best practice dan/atau penelitian
tindakan kelas. Tahun 2026 sudah ada guru yang membuat best practice dan/atau
penelitian tindakan kelas, Tahun 2027 sudah ada guru yang mengikuti lomba best
practice dan/atau penelitian tindakan kelas.

D. Identifikasi Fungsi-Fungsi yang Diperlukan Setiap Sasaran


Untuk mencapai sasaran sekolah maka diperlukan identifikasi fungsi-fungsi dari setiap
sasaran sebagaimana tertuang dalam tabel berikut:
Tabel 1
Identifikasi Fungsi-Fungsi Setiap Sasaran

NO SASARAN FUNGSI-FUNGSI
1. Nilai rata-rata nilai ANBK siswa pada tahun Pendidik, Peserta didik,
2023 Kurikulum,
meningkat Sarana Prasarana, Pembiayaan
2. Menambah ruang kelas baru, dan fasilitas ruang Penyelenggara Sekolah,
lain
Pemerintah
dan laboratorium
3. Melengkapi fasilitas sarana ibadah Sarana prasarana
4. Memfasilitasi siswa mengikuti OSN, O2SN, Peserta didik, pendidik,
FLS2N
5. Nilai akreditasi adalah A atau meningkat Pendidik, Tenaga kependidikan
dari
perolehan tahun sebelumnya
6. Terbentuk tim pengembang kurikulum dan Kurikulum, pendidik,
tim pelaksana
penyelenggara pendidikan
7. Peningkatan prosentase siswa lancar baca Al Peserta didik, Kurikulum,
Quran, Pendidik,
dan rutinitas shalat lima waktu
8. Terlaksananya Pengembangan Diri guru Kurikulum, Pendidik
secara
berkelanjutan

E. Analisis SWOT
Setiap fungsi yang terdapat dalam setiap sasaran kemudian dianalisis lebih lanjut tingkat
kesiapannya dengan mengacu pada kriteria ideal yaitu Standar Nasional Pendidikan,
naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan. selain itu dapat juga
dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum. Bila hasil analisis
ternyata tingkat kesiapan ”siap” pada faktor internal (kondisi telah memenuhi kriteria
ideal) berarti merupakan kekuatan, dan jika ”tidak siap” merupakan kelemahan. Bila
25

hasil analisis ternyata tingkat kesiapan ”siap” pada faktor eksternal (kondisi telah
memenuhi kriteria ideal) berarti merupakan peluang, dan jika ”tidak siap” merupakan
tantangan.
Berdasarkan fungsi pada sasaran yang telah ditentukan, maka dapat diperoleh
analisis SWOT sebagai berikut:
Analisis SWOT Untuk Sasaran: Meningatkan nilai rata-rata ANBK

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
 Seluruh guru memiliki  Guru memiliki sertifikat  Seluruh guru sudah 
kompetensi dalam kompetensi dalam memiliki kompetensi
pengembangan literasi siswa pengembangan literasi dalam pengembangan
siswa literasi siswa 
Eksternal:
 Pelatihan peningkatan kompetensi  Pengawas sekolah  Ada pelatihan oleh
guru terkait penerapan literasi memfasilitasi pengawas sekolah tentang
dalam pembelajaran oleh peningkatan kompetensi penerapan literasi dalam
Pengawas Bina guru terkait penerapan pembelajaran
literasi dalam
pembelajaran
Peserta didik Internal:
 Siswa bersemangat, patuh, aktif  Siswa aktif dan mau  Siswa bersemangat, aktif, 
dan bekerja sama dalam belajar bekerjasama dalam patuh dan mau bekerjasama
Eksternal: belajar dalam belajar
 Dukungan orang tua yang penuh  Orang tua mendukung proses 
 Tingkat kepercayaan dan
25

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
dalam belajar dukungan orang tua siswa belajar siswa baik di sekolah
dan
cukup kuat
di rumah
Kurikulum Internal:
 Pengetatan ketuntasan minimal  Materi kurikulum  KTSP/KOSP sekolah 
dan memaksimalkan program relevan dengan sudah mempertimbangkan
remedial serta pengayaan perkembangan kognitif perkembangan kognitif
peserta didik anak
Eksternal: 
 Banyaknya variasi  Pengembangan kurikulum  Pengembangan kurikulum
perkembangan kurikulum baik dengan melibatkan unsur belum melibatkan pihak-pihak
di dalam negeri maupun luar guru, konselor, kepala terkait (eksternal)
negeri sekolah, komite sekolah,
dan nara sumber, dan
pihak-pihak
lain yang terkait.
Sarana Prasarana Internal:
 Tersedianya perpustakaan,  Sekolah dilengkapi  Ruang kelas masih kurang, 
ruang kelas dan laboratorium ruang kelas yang perpustakaan belum
yang cukup sesuai dengan memenuhi
untuk mendukung pembelajaran rasio siswa, perpustakaan, standar, dan belum ada
26

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
student active learning laboratorium laboratorium serta tempat
Eksternal: bermain/berolahraga 
 Adanya bantuan dari
pemerintah maupun swasta  Sekolah menjalin  Kemitraan yang
dalam pengadaan ruang kelas, kemitraan dengan pihak dilakukan sekolah
perpustakaan dan lain belum maksimal
laboratorium
Pembiayaan Internal:
 Tersedianya anggaran sekolah  Sekolah menyusun RKA-S  Sekolah menyusun RKA-S 
yang memadai untuk sukses dengan pedoman dengan pedoman pengelolaan
peningkatan literasi di sekolah, pengelolaan biaya investasi biaya investasi dan
terutama penyediaan sumber dan operasional operasional 
belajar.
 Pemerintah  Ada subsidi biaya operasional
Eksternal: provinsi/kabupaten sekolah dari Pemerintah
 Adanya bantuan dari pemerintah mensubsidi biaya provins dan kabupaten
maupun swasta dalam operasional
peningkatan sekolah
literasi di sekolah
27

1. Analisis SWOT Untuk Sasaran: Menambah ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratorium

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Penyelenggar Internal:
a Sekolah  Tersedianya perpustakaan, ruang  Sekolah dilengkapi  Ruang kelas masih kurang, 
kelas dan laboratorium yang cukup ruang kelas yang sesuai perpustakaan belum
untuk mendukung pembelajaran dengan rasio siswa, memenuhi standar, dan
student active learning perpustakaan, belum ada laboratorium serta
Eksternal: laboratorium yang tempat 
 Adanya bantuan dari pemerintah nyaman bermain/berolahraga
maupun swasta dalam pengadaan  Sekolah menjalin
ruang kemitraan dengan pihak  Kemitraan yang dilakukan
kelas, perpustakaan dan laboratorium lain sekolah belum maksimal
Pemerintah Internal:
 mengajukan proposal pengadaan  tersedianya sarana  Sudah mengajukan proposal 
ruang kelas baru, perpustakaan dan dan prasarana belajar pengadaan ruang kelas baru
yang ke
28

laboratorium memungkinkan Pemda


berkembangnya potensi
peserta didik secara optimal 
Eksternal:
 Tersedianya Dana Alokasi Khusus  Pemerintah  Pemerintah mengalokasikan
bagi sekolah swasta maupun negeri menyediakan dana dari anggaran untuk
dari APBN APBN untuk pengembangan sarana
pengembangan sarana prasarana
prasarana sekolah

2. Analisis SWOT Untuk Sasaran:Pembuatan sarana ibadah

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA Tidak
KESIAPAN Siap Siap
Sarana Internal:
Prasaran  Tempat Ibadah terintegrasi  Tersedianya sarana  Belum ada tempat ibadah yang 
a dengan sekolah ibadah untuk menunjang terintegrasi di lingkungan
Eksternal: belajar sekolah
 Fasilitas dan sarana ibadah 
alternatif di sekitar sekolah  Ada kerjasama dengan  Telah menjalin kerjasama dengan
pengelola tempat ibadah di pengelola tempat ibadah di
sekitar sekolah sekitar sekolah
29

3. Analisis SWOT Untuk Sasaran: Terbentuk kelompok Olimpiade MIPA, Rebana, dan lomba keagamaan

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
 Guru Pembina Olempiade OSN,  Ada tim Guru Pembina  Belum ada tim Guru Pembina 
O2SN, FLS2N, dan lomba kelompok Olimpiade kelompok Olimpiade MIPA,
keagamaan OSN, O2SN, FLS2N, PKP, dan lomba keagamaan
Eksternal: dan lomba keagamaan 
 Pelatihan kisi-kisi sukses olimpiade  Belum ada Pelatihan kisi-
MIPA serta banyaknya event lomba  Ada Pelatihan kisi-kisi kisi sukses olimpiade MIPA
MIPA, rebana dan keagamaan sukses olimpiade MIPA serta belum banyaknya
serta banyaknya event event lomba OSN, O2SN,
lomba OSN, O2SN, FLS2N, dan
FLS2N,dan keagamaan
keagamaan
Peserta Didik Internal:
 Kelompok Olimpiade MIPA,  Setiap perlombaan MIPA,  selalu berpartisipasi dalam lomba 
rOOSN,PKP,
30

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
dan lomba keagamaan rebana dan keagamaan OSN, O2SN, FLS2N,dan
keagamaan
Eksternal: selalu ikut serta 
 Dukungan yang kuat dari orang tua  Orang tua siswa turut
siswa  dukungan yang kuat dari orang
berperan serta
tua siswa dalam perlombaan

4. Analisis SWOT Untuk Sasaran: Nilai akreditasi adalah A

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
 Guru dan Kepala Sekolah  Dokumen administrasi  Dokumen administrasi guru 
menjalankan tugas pokok dan fungsi maupun kehiatan guru dan dokumen kegiatan kepala
dan membiasakan dan kepala sekolah harus sekolah belum lengkap dan
mendokumentasikan setiap kegiatan lengkap dan teratur teratur 
Eksternal:
31

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
 Pendampingan dan visitasi sekolah  Sebagian guru belum
 Guru perlu mendapatkan mengetahui teknis visitasi
pendampingan terkait akreditasi
teknik
visitasi akreditasi
Tenaga Internal:
Kependidikan  Kemampuan mengelola  Tenaga administrasi  Tenaga administrasi 
administrasi sekolah mempunyai mempunyai kualifikasi
kualifikasi pendidikan minimal
Eksternal: pendidikan minimal SMA/SMK dan mampu 
 Tersedianya lulusan SMA/SMK SMA/SMK mengelola administrasi
sekolah
 Lulusan SMA/SMK yang
siap kerja  Banyaknya lulusan SMA/SMK
yang telah siap kerja
32

5. Analisis SWOT Untuk Sasaran:Terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog empat bahasa

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Kurikulum Internal:
 Evaluasi KTSP/KOSP  KTSP/KOSP dievaluasi  KTSP/KOSP sudah 
Eksternal: dan dikembangkan dievaluasi dan ditindaklanjuti
 Berkembangnya Metode oleh internal sekolah 
pembelajaran 4 bahasa dan kurikulum  Sudah
Internasional  belum ada pengaplikasian
model
mengaplikasikan model
dialog empat bahasa dan
dialog empat bahasa dan
kurikulum
kurikulum internasional
Pendidik Internal:
 Tim pelaksana dialog empat bahasa  Sudah ada tim  belum ada tim pelaksana 
Eksternal: pelaksana dialog 4 dialog 4 bahasa
 Melimpahnya lembaga bahasa bahasa 
 belum ada pelatihan dan
 Melakukan pelatihan dan
33

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
pembekalan pelaksanaan pembekalan pelaksanaan
komunikasi 4 bahasa komunikasi 4 bahasa
Penyelenggara Internal:
 tim pengembang kurikulum  Yayasan membentuk tim  yayasan belum membentuk 
pengembang kurikulum tim pengembang kurikulum
Eksternal: sekolah
 Melimpahnya lembaga bahasa dan 
lembaga pendidikan bertaraf  Kerjasama denggan 
lembaga
internasional
/dinas

6. Analisis SWOT Untuk Sasaran: Peningkatan Budaya Regilius Siswa

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA Tidak
KESIAPAN Siap Siap
Kurikulum Internal:
 Jumlah jam belajar Al Quran  Minimal jumlah jam belajar  Jam belajar Al Quran selama 30 
34

Eksternal: Al Quran adalah 30 menit menit


 berkembangnya metode pengajaran 
Al Quran  Menerapkan salah satu  Sudah menerapkan salah
metode pengajaran Al satu metode pengajaran Al
Quran Quran
Pendidik Internal:
 Jumlah pengajar Al Quran  Rasio pengajar Al  Rasio pengajar Al Quran 1:10 
Eksternal: Quran memenuhi
 SDM pengajar Al Quran yang kriteria 1:5 
melimpah dari pesantren/TPA  Guru Al Quran merupakan
alumni
 Guru Al Quran adalah
pondok pesantren yang sudah
alumni pondok pesantren
pernah khatam Al Quran
yang telah khatam Al
Quran

7. Analisis SWOT Untuk Sasaran: Terlaksananya Pengembangan Diri guru secara berkelanjutan

TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA Tidak
KESIAPAN Siap Siap
Kurikulum Internal:
 Perkembangan kurikulum dan  Pembelajaran di  Para guru cenderung 
tuntutan peningkatan kompetensi sekolah menuntut tertinggal oleh kemajuan
guru peningkatan zaman.
kompetensi guru
35

Eksternal: 
 Banyaknya pihak di luar sekolah  Adanya lembaga  Banyak lembaga/praktisi
seperti lembaga pendidikan yang dapat pendidikan/praktisi pendidikan yang bisa
membantu menigkatkan kompetensi pendidikan yang bisa dimintai kerjasama untuk
guru diajak kerjasama untuk menigkatkan kompetensi
menigkatkan kompetensi guru
guru
Pendidik Internal:
 Mengadakan pengembangan diri  Guru wajib  Belum semua guru 
atas inisiatif sendiri melakukan melakukan pengembangan
 Melakukan penelitian tindakan kelas pengembangan diri diri 
Eksternal:  Setiap guru  Masih sangat sedikit guru
 Pelatihan PTK oleh Pengawas atau pernah yang melakukan PTK
Dinas Pendidikan melakukan PTK
 Lomba PTK tingkat Kabupaten  Ada pelayanan pelatihan PTK
 Dinas Pendidikan dan setiap tahun diadakan
(Pengawas Bina) lomba PTK
memberikan pelayanan
pelatihan PTK dan
mengadakan lomba PTK
36

F. Alternatif Langkah Pemecahan Persoalan


Berdasarkan sasaran yang telah di tentukan dan analisis SWOT maka dapat diambil langkah
solusi sebagai berikut:
1. Mengoptimalkan MGMP lebih ke arah sukses pembelajaran litearsi
2. Mengadakan pelatihan startegi pembelajaran dengan paradigma baru baik di
tingkat sekolah, kecamatan maupuan Kab/Kota.
3. Memenuhi fasilitas sarana prasarana belajar di sekolah
4. Mengoptimalkan modal semangat belajar siswa dan peranserta orang tua siswa
dalam program sekolah melalui pertemuan setiap triwulan sekali
5. Pengembangan kurikulum sekolah dengan melibatkan lembaga atau pihak yang
dipandang professional dan legitimate dalam bidang pendidikan
6. Meningkatan alokasi biaya operasional sekolah (BOS) untuk peningkatan mutu
pembelajaran dan pengembangan minat siswa.
7. Mengajukan bantuan kepada pemerintah dalam pengadaan ruang kelas baru,
laboratorium, perpustakaan dan sarana ibadah dan kelengkapan sarana/fasilitas
ruang
8. Menjalin kerjasama dengan msyarakat sekitar atau lembaga untuk terlaksananya
program sekolah
9. Membentuk tim olimpiade OSN, O2SN, FLS2N, pramuka, kegiatan keagamaan
dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya beserta guru pembimbingnya
10. Berusaha untuk berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang melibatkan peserta
didik.
11. Mengadakan pelatihan atau workshop sukses olimpiade OSN, O2SN, FLS2N.
12. Mengoptimalkan kelengkapan administrasi tenaga pendidik dan kependidikan
dalam melaksanakan program kerja dan tugas pokok serta fungsinya
13. Mempertahankan, memfasilitasi dan mengupayakan tenaga pendidik dan
kependidikan yang memenuhi kualifikasi minimal
14. Mengadakan diklat yang mendukung kualifikasi guru baik dari Diknas maupun
dari sekolah sendiri serta mengajukan permohonan bimbingan persiapan
akreditasi kepada dinas

15. Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dan


mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak memiliki
kompetensi di bidang pendidikan
37

16. Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam
pengembangan kurikulum
17. Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf
internasional dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
18. Mengembangkan budaya belajar Al Quran setiap pagi dan optimalisasi peran
orang tua dalam melakukan pemantauan pelaksanaan shalat lima waktu.
19. Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai kompetensi guru dengan cara
bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang berkompeten
20. Mendorong guru untuk melakukan pengembangan diri, inovasi pembelajaran,
penelitian tindakan kelas serta menfasilitasi desiminiasi penelitian tindakan
kelas bagi guru di lingkungan sekolah

G. Menyusun Program Peningkatan Mutu


1. Sasaran 1: Nilai rata-rata nilai ANBK siswa pada tahun 2027 adalah 3,00
Rencana: Mengoptimalkan MGMP dalam meningkatkan kompetensi guru dalam
menerapkan pembelajaran literasi dan dilakukan pelatihan pembelajaran dengan
paradigm baru baik di tingkat sekolah, memenuhi fasilitas pendukung belajar,
serta mengalokasikan dana BOS untuk peningkatan mutu pembelajaran dan mutu
lulusan.
a. Program 1: Optimalisasi MGMP lebih ke arah sukses pembelajaran literasi
b. Program 2: Pelatihan pembelajaran dengan paradigm baru
c. Program 3: Pengembangan penelitian sederhana di kalangan siswa dan/atau
pembelajaran berbasis project.
d. Program 4: Pemenuhan fasilitas penunjang belajar
e. Program 5: Mengoptimalkan dana BOS untuk peningkatan nilai kelulusan
siswa

2. Sasaran 2: Menambah ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratorium


Rencana: Mengajukan bantuan kepada pemerintah dalam pengadaan ruang kelas
baru, laboratorium, perpustakaan serta mengoptimalkan lingkungan sekitar
sekolah sebagai laboratorium pembelajaran
a. Program 1: Mengajukan proposal bantuan pengadaan ruang kelas baru,
perpustakaan, laboratorium
b. Program 2: Memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah sebagai laboratorium
penunjang pembelajaran
38

3. Sasaran 3: Melengkapi sarana dan fasilitas tempat ibadah


Rencana: Mengusahakan bantuan pengadaan tempat ibadah serta menjalin
kerjasama dengan penduduk sekitar atau lembaga (Takmir masjid/ Pondok
pesantren) untuk dapat menggunakan sarana ibadahnya dalam tempo sementara
a. Program 1: Mengusahakan bantuan pengadaan tempat ibadah
b. Program 2: menjalin kerjasama dengan penduduk sekitar atau lembaga
(Takmir masjid/ Pondok pesantren) untuk dapat menggunakan sarana
ibadahnya dalam tempo sementara

4. Sasaran 4: Terbentuk kelompok Olimpiade OSN, O2SN, FLS2N. dan lomba


keagamaan Rencana: Membentuk tim olimpiade OSN, O2SN, FLS2N, dan
keagamaan beserta guru pembimbingnya; Berpartisipasi dalam setiap perlombaan
yang melibatkan peserta didik;
Mengadakan pelatihan atau workshop sukses olimpiade MIPA
a. Program 1: Membentuk tim olimpiade OSN, O2SN, FLS2N,
pramuka dan keagamaan, serta ekstrakurikuler lainnya beserta guru
pembimbingnya
b. Program 2: Berpartisipasi dalam setiap perlombaan yang melibatkan peserta
didik.
c. Program 3. Mengadakan pelatihan atau workshop sukses olimpiade OSN,
O2SN, FLS2N

5. Sasaran 5: Nilai akreditasi adalah A


Rencana : Mengoptimalkan kelengkapan administrasi tenaga pendidik dan
kependidikan dalam melaksanakan program kerja dan tugas pokok serta
fungsinya; Mempertahankan, memfasilitasi dan mengupayakan tenaga pendidik
dan kependidikan yang memenuhi kualifikasi minimal; Mengajukan bimbingan
akreditasi kepada dinas;
a. Program 1: Mengoptimalkan kelengkapan administrasi tenaga pendidik
dan kependidikan dalam melaksanakan program kerja dan tugas pokok serta
fungsinya
b. Program 2: Mempertahankan, memfasilitasi dan mengupayakan tenaga
pendidik dan kependidikan yang memenuhi kualifikasi minimal
c. Program 3: Mengajukan bimbingan akreditasi kepada pengawas bina
39

6. Sasaran 6: Terbentuk tim pengembang kurikulum


Rencana: Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian
ditindaklanjuti; Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim
pelaksana dan mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak
memiliki kompetensi di bidang pendidikan; Mendorong penyelenggara
pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam pengembangan kurikulum;
Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf
internasional dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
a. Program 1: Melakukan evaluasi KTSP secara rutin dan terprogram kemudian
ditindaklanjuti
b. Program 2: Membentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog
4 bahasa serta mengonsultasikan pelaksanaannya dengan lembaga atau pihak
memiliki kompetensi di bidang pendidikan
c. Program 3: Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan
berperan serta dalam pengembangan kurikulum
d. Program 4: Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan
bertaraf internasional dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan
global.
7. Sasaran 7: Peningkatan Budaya Regilius Siswa
Rencana: Mengembangkan budaya regisius khsusus untuk siswa muslim
dengan mewajibkan untuk belajar Al Quran setiap pagi.
a. Program 1: Mengembangkan budaya belajar Al Quran untuk sisa muslim
setiap pagi.
b. Program 2: Optimalisasi peran guru Agama Islam dalam mensuksekan
Baca Tulis Quran.
40

8. Sasaran 8: Terlaksananya Pengembangan Diri guru secara berkelanjutan


Rencana: Mengadakan diklat atau workshop guru untuk meningkatkan kompetensi
guru dan mendorong guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas serta
menfasilitasi desiminasi hasil penelitian tindakan kelas bagi guru di lingkungan
sekolah
a) Program 1: Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai peningkatan
kompetensi guru dengan cara bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang
berkompeten
b) Program 2: Mendorong guru untuk melakukan Penelitian Tindakan
Kelas serta menfasilitasi desiminasi hasil penelitian tindakan kelas.
41

H. Jadwal Kegiatan
Jadwal Kegiatan

2023/2023 2023/2024 2024/2026 2026/2027 PENANGGUNGJAWAB


NO NAMA KEGIATAN
PROGRAM Gj Gn Gj Gn Gj Gn Gj Gn KEGIATAN
1 Pengembangan a. Optimalisasi MGMP lebih
Kompetensi Lulusan ke arah peningkatan
        Kepala Sekolah
(Bidang Akademik dan kompetensi guru dalam
Non Akademik) mengajarkan
literasi
b. Pelatihan
    Kepala Sekolah
Pembelajaran dengan
paradigm baru tingkat
sekolah
c. Pengembangan penelitian
sederhana di kalangan
        Kepala Sekolah
siswa dan/atau

pembelajaran
berbasis project.
d. Mengoptimalkan dana
BOS untuk         Kepala Sekolah
peningkatan
proses
pembelajaran yang bermutu
42

e. Berpartisipasi dalam setiap


        Kepala Sekolah
perlombaan yang
melibatkan
43

2023/2023 2023/2024 2024/2026 2026/2027 PENANGGUNGJAWAB


NO NAMA KEGIATAN
PROGRAM Gj Gn Gj Gn Gj Gn Gj Gn KEGIATAN
peserta didik
2 Pengembangan a. Melakukan
Kurikulum/KTSP evaluasi
    Kepala Sekolah
(KOSP) KTSP/KOSP secara rutin
dan terprogram

kemudian
ditindaklanjuti
b. Membentuk tim
pengembang
 Kepala Sekolah
kurikulum dan
tim
manajemen mutu seklah
3 Pengembangan a. Mengadakan pelatihan
atau
Pembelajaran  Kepala Sekolah
workshop sukses olimpiade
OSN, O2SN, FLS2N dan
lainnya
b. Optimalisasi peran
madrasah diniyah dalam
        Kepala Sekolah
menunjang peningkatan
siswa yang
khatam Al Quran
44

2023/2023 2023/2024 2024/2026 2026/2027 PENANGGUNGJAWAB


NO NAMA KEGIATAN
PROGRAM Gj Gn Gj Gn Gj Gn Gj Gn KEGIATAN
c. Mengadakan diklat atau
workshop guru mengenai
peningkatan
kompetensi   Kepala Sekolah
dan/atau penulisan best
praktik dengan cara
bekerjasama dengan
lembaga
atau pihak yang berkompeten
4 Pengembangan Sistem Meningkatkan teknik
penilaian         Kepala Sekolah
Penilaian
guru
5 Pengembangan a. Mengoptimalkan
Pendidik dan Tenaga kelengkapan administrasi
Kependidikan tenaga pendidik dan
        Kepala Sekolah
kependidikan dalam
melaksanakan program
kerja dan tugas pokok
serta
fungsinya
45

b. Mempertahankan,
memfasilitasi dan
    Kepala Sekolah
mengupayakan tenaga
pendidik dan kependidikan
46

2023/2023 2023/2024 2024/2026 2026/2027 PENANGGUNGJAWAB


NO NAMA KEGIATAN
PROGRAM Gj Gn Gj Gn Gj Gn Gj Gn KEGIATAN
yang memenuhi
kualifikasi
minimal
c. Mengembangkan budaya
belajar Al Quran setiap pagi
dengan menambah jumlah  Kepala Sekolah
pengajar sesuai
dengan
kriteria minimal 1:5
d. Mendorong guru untuk
melakukan

 Kepala Sekolah
Penelitian Tindakan Kelas
serta menfasilitasi diklat
penelitian tindakan kelas
bagi guru di
lingkungan sekolah
6 Pengembangan a. Pemenuhan fasilitas
        Kepala Sekolah
Sarana dan Prasarana penunjang belajar
Sekolah b. Mengajukan

    Kepala Sekolah
proposal bantuan pengadaan
ruang kelas baru,
perpustakaan,
47

laboratorium
48

2023/2023 2023/2024 2024/2026 2026/2027 PENANGGUNGJAWAB


NO NAMA KEGIATAN
PROGRAM Gj Gn Gj Gn Gj Gn Gj Gn KEGIATAN
c. Memanfaatkan lingkungan
sekitar sekolah sebagai
        Kepala Sekolah
laboratorium

penunjang
pembelajaran
d. Mengusahakan bantuan
 Kepala Sekolah
pengadaan tempat ibadah
7 Pengembangan a. Menjalin kerjasama
Manajemen dengan penduduk sekitar
Sekolah atau lembaga (Takmir
masjid/ Pondok pesantren)     Kepala Sekolah
untuk dapat menggunakan
sarana ibadahnya dalam
tempo
sementara
b. Mengajukan bimbingan
 Kepala Sekolah
akreditasi kepada dinas
c. Mendorong penyelenggara
pendidikan agar ikut aktif
    Kepala Sekolah
dan berperan serta
dalam
pengembangan kurikulum
49

2023/2023 2023/2024 2024/2026 2026/2027 PENANGGUNGJAWAB


NO NAMA KEGIATAN
PROGRAM Gj Gn Gj Gn Gj Gn Gj Gn KEGIATAN
d. Melakukan kerjasama
dengan lembaga

 Kepala Sekolah
penyelenggara pendidikan
bertaraf
internasional dalam
pengembangan kurikulum
berbasis wawasan global
8 Pembinaan a. Membentuk tim
Kesiswaan/Ekstrakurik olimpiade OSN
    Kepala Sekolah
u ler O2SN, FLS2N,
eskul
lainnya termasuk
keagamaan
beserta guru pembimbingnya
b. Memaksimalkan kegiatan Kepala Sekolah
       
ekstra kurikuler
9 Budaya dan Meningkatkan kerjasama Kepala Sekolah
antara
Lingkungan Sekolah        
warga sekolah dengan
warga sekitar
10 Penanaman Karakter Pembiasaan Kepala Sekolah
       
(Budi Pekerti) Keteladanan
45

K. Rencana Pendapatan dan Belanja Sekolah

Tabel III.11
RENCANA PENDAPATAN SEKOLAH TAHUN 2023 -2027

2023-2227 2023/2024 2024/2025 2024/2026 2026/2027


NO Sumber Pendapatan
(Rp.000) (Rp.000) (Rp.000) (Rp.000) (Rp.000)
1. Pemerintah
1.1 BOS
1.2 Dana Alokasi Khusus
1.3 APBD Propinsi
1.4 APBD Kota
2. Bantuan Masyarakat
2.1 Bantuan Masyarakat
2.2 Bantuan Alumni
3. Pendapatan Asli
Sekolah
3.1 Bantuan Komite Sekolah

3.2 Bantuan siswa baru


4. Lain-Lain
4.1 Beasiswa
TOTAL

Tabel III.12
RENCANA BIAYA DAN SUMBER PENDANAAN 2023-2027

Sumber Pendanaan
Total Lain-
Pemerintah Masyarakat PAS
Program/ Biaya Lain
Kegiatan APBD APBD Alumn Beass
(Rp.00
BOS DAK Masy KS SB
0) Prov Kab i wa
1. Pengembangan
 
46

Sumber Pendanaan
Total Lain-
Pemerintah Masyarakat PAS
Program/ Biaya Lain
Kegiatan APBD APBD Alumn Beass
(Rp.00
BOS DAK Masy KS SB
0) Prov Kab i wa
Kompetensi
Lulusan
2. Pengembangan

Kurikulum/KTSP
3. Pengembangan
  
pembelajaran
4.
Pengembangan 
sistem penilaian
5. Pengembangan
pendidik dan
 
tenaga
kependidikan
6. Pengembangan
sarana dan
    
prasarana
sekolah
7. pengembangan
menejeme  
n sekolah
8. Pembinaan
kesiswaan/ekstra  
kurikuler
9. Budaya dan
lingkungan 
sekolah
10. Penanaman
karakter (Budi 
pekerti)
47

Sumber Pendanaan
Total Lain-
Pemerintah Masyarakat PAS
Program/ Biaya Lain
Kegiatan APBD APBD Alumn Beass
(Rp.00
BOS DAK Masy KS SB
0) Prov Kab i wa
11. Non Program
Sekolah 
(beasiswa)
48

BAB IV
PENUTUP

Penyelenggaraan pendidikan yang beroirentasi pada mutu serta peningkatan kualitas


SDM peserta didik merupakan amanat dari Undang-undang yang wajib dilaksanakan oleh
satuan pendidikan. Implementasi pedidikan yang bermutu membutuhkan perencanaan yang
matang dan sistematis serta memiliki perspektif ”esok harus lebih baik dari pada saat ini”.
Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang ideal berdasarkan
pedoman dan ketentuan yang diatur dalam permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang
standar pengelolaan pendidikan dan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang
pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan menjadi harapan bagi semua pihak. Disadari
bahwa setiap sekolah masing-masing memiliki kelebihan di satu sisi dan memiliki
kekurangan di sisi lainnya. Oleh karenanya kami terbuka untuk menerima kritik dan saran
baik dari pihak internal maupun ekternal dalam rangka menuju standarisasi yang lebih baik.

Anda mungkin juga menyukai