RKJM Sma Pgri
RKJM Sma Pgri
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kondisi ideal yang diharapkan dalam sebuah lembaga pendidikan khususnya
SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU adalah terselenggaranya pelayanan pendidikan
yang dapat memenuhi ketentuan dari PP 19 tahun 2007 tentang Standar Nasional
Pendidikan dengan pemenuhan 8 standar nasional pendidikan yaitu standar isi,
standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar, pengelolaan, standar sarana dan prasarana, standar penilaian
dan standar pembiayaan.
Aka tetapi kondisi yang ada yang dialami oleh SMA PGRI 1
LUBUKLINGGAU hingga saat ini belum dapat memenuhi dari apa yang
disyaratkan oleh ketetntua PP 19 tahun 2007. Dari kedelapan standar tidak satupun
yang dapat terpenuhi. Setiap standar masih ada bagian-bagian yang masih perlu
ditingkatkan dan dikembangkan agar dapat mencapai standar nasional.Berangkat
dari kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang ada di sekolah kami maka kami
susun program kegiatan/kerja untuk dapat mencapai kondidi yang diharapkan dalam
jangka waktu tertentu yaitu selama empat tahun . Program kerja 4 tahunan ini kami
namakan dengan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)ini sebagai acuan Pendidikan di
satuan pendidikan dan sebagai dasar untuk melaksanakan proses pendidikan serta
untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam usaha mencerdaskan anak bangsa di
SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU, pada khususnya dan di Negara Kesatuan
Republik Indonesia pada umumnya. Rencana Kerja Sekolah ini diharapkan dapat
menjadi pedoman dan tuntunan arah langkah bagi seluruh sumber daya manusia di
SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU dalam mengembangkan berbagai kegiatan
pembelajaran yang lebih operasional serta mampu mewujudkan keunggulan sekolah
secara akademik maupun non akademik.
Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) disusun untuk panduan
pelaksanaan program selama 4 tahun ke depan. Penyusunan program ini
dimaksudkan untuk mengembangkan 8 standar nasional pendidikan yaitu standar
isi, standar kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar, pengelolaan, standar sarana dan prasarana, standar penilaian
3
B. Landasan Hukum
Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU ini
dilandasi oleh kebijakan-kebijakan yang dituangkan dalam peraturan perundang-
undangan sebagai berikut:
1. Undang-undang No. 20 tahun 2003; tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-undang No. 25 tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
4. Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Guru
5. Permendiknas No. 13 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Kepala Sekolah
6. Permendiknas No. 22, 23, dan 24 Tahun 2006 tentang SI dan SKL
7. Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
8. Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan
9. Permeniknas nomor 28 tahun 2010 tentang Tugas Tambahan Guru sebagai
Kepala Sekolah
10.Permendiknas No. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian
11.Permendiknas No. 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana
12.Permendiknas No. 69 Tahun 2009 tentang Standar Pembiayaan
13.Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2023/2023
2. Tujuan
a. Menjamin agar perubahan atau tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat
dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko kecil.
b. Tersedianya panduan bagi sekolah dalam memanfaatkan subsidi baik subsidi
dari pemerintah maupun dari nonpemerintah.
c. Pedoman untuk terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar
pelaku sekolah, antar sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten dan antar waktu
d. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif,
berkeadilan, dan berkelanjutan
e. Dapat dijadikan tolak ukur bagi keberhasilan implementasi berbagai
program peningkatan mutu pendidikan di sekolah
f. Membantu sekolah dalam menyusun anggaran secara bijaksana untuk
meningkatkan kualitas pendidikan
g. Untuk memberikan gambaran keadaan sekolah secara menyeluruh di masa
empat tahun mendatang
h. Sebagai pedoman dalam menemukan arah kebijakan sekolah dan landasan
komitmen bersama seluruh komponen sekolah.
i. Sebagai acuan dalam menentukan skala prioritas program sekolah.
j. Untuk memacu peningkatan prestasi sekolah dalam bentuk pengembangan
fisik maupun non fisik
k. Untuk membangkitkan partisipasi orang tua dan masyarakat dalam upaya
berinteraksi secara aktif dalam pengembangan program sekolah.
l. Untuk mendorong pemerintah dan instansi terkait lainnya agar memberikan
pembinaan maupun kerjasamanya dalam program pengembangan sekolah.
D. Metode Penyusunan
1. Pemahaman bersama pengetahuan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM)
kepada semua warga sekolah.
2. Penyusunan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) melalui diskusi dan
musyawarah bersama guru dan komite sekolah
3. Sosialisasi Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) kepada wali murid atau
masyarakat pada umumnya dan semua pihak ( stake holder ) yang berkepentingan
terhadap sekolah
6
E. Kerangka Pemikiran
1. Kesinambungan Antar Program
Penyelenggaraan pendidikan berjalan dengan efektif dan efisien serta terarah
diperlukan perencanaan yang baik. Program dan perencanaan disusun bertahab dan
hirarkhis. Bertahab dimaksudkan bahwa program disusun berdasarkan waktu
pencapaian, dicapai dalam waktu satu tahun ( Rencana Kerja Tahunan ), Program
yang diselesaikan selama kurun waktu 4 (empat ) tahun disebut Rencana Kerja
Jangka menengah ( RKJM ), sedangkan jika selesai mebutuhkan waktu 8 ( delapan )
tahun atau lebih disebut Program jangka Panjang. Rencana Kerja Tahunan, Rencana
Kerja Jangka Menengah (RKJM) saling kerkaitan dan berkelanjutan. Keberhasilan
Rencana Kerja Tahunan akan berpengaruh terhadap Rencana Kerja Jangka Menengah
(RKJM), dan keberhasilan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) akan
memberikan dampak keberhasilan rencana Program jangka Panjang.
pembiayaan serta standar penilaian. Dari delapan standar tersebut jika belum
memenuhi angka minimal maka sekolah harus memprioritaskan rencana kerja pada
aspek-aspek yang belum memenuhi SNP.
BAB II
KONDISI UMUM
B.Kondisi Sekarang
Cita-cita Kemendiknas dalam pembangunan pendidikan nasional lebih menekankan
pada pendidikan transformatif, yaitu menjadikan pendidikan sebagai motor penggerak
perubahan dari masyarakat berkembang menuju masyarakat maju. Untuk mewujudkan hal
tersebut kemudian pemerintah kemudian menetapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP)
sebagai acuan pelaksanaan pendidikan di seluruh Indonesia dan dalam rangka menjamin
mutu pendidikan nasional.
Analisis kondisi saat ini menggambarkan tingkat ketercapaian pelaksanaan program
dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada. Keberhasilan saat ini akan menjadi
pedoman dan petunjuk waktu yang akan datang , sedangkan kekurangan merupakan
kesenjangan antara harapan dan kenyatan yang ada sehingga perlu direfleksi aktor ketidak
berhasilan dan menjadikan progran bagi waktu/tahun berikutnya. Berikut secara lengkap
digambarkan analisis kondisi saat ini yang meliputi 8standar nasional pendidikan .
Berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah (EDS) di SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU.
Jika dibandingkan dengan SNP maka kondisi saat ini dapat dideskripsikan sebagai berikut:
dan olahraga
7. Gudang v v
8. Laboratorium v Perlu
IPA,
pengadaan
TIK, Bahasa
9. sirkulasi v v
12
10 Ruang kantin v v
11 Ruang khusus v v
Inklusi
6. Standar Pengelolaan
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan standar pengelolaan diantaranya:
a. Mengembangkan visi, misi serta tujuan sekolah dengan mekanisme yang
akuntabel serta sesuai dengan SNP kemudian mengimplementasikannya dalam
seluruh kegiatan pendidikan di sekolah
b. Melakukan kemitraan dengan pihak-pihak terkait yang dapat mendorong
cepatnya proses pendidikan yang berkualitas, seperti departemen-departemen,
instansi pemerintah, penegak hukum, lembaga sosial dan swadaya masyarakat,
serta perusahaan- perusahaan yang komitmen dengan pendidikan
c. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bersahabat di tengah
pemukiman penduduk yang heterogen dan majemuk
d. Melaksanakan pelayanan mutu pendidikan serta evaluasi PTK minimal setahun
sekali
7. Standar Pembiayaan
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan standar pembiayaan diantaranya:
a. Efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran sekolah dengan memperhatikan
skala prioritas yang telah ditetapkan oleh aturan yang berlaku
b. Akuntabilitas dalam pelaporan sesuai mekanisme yang telah di atur dalam
peraturan terkait
8. Standar Penilaian
Tantangan yang dihadapi berkaitan dengan standar penilaian diantaranya:
a. Melaksanakan penilaian dengan menggunakan teknik penilaian yang berlaku
dan diakui tingkat akurasinya
b. Melakukan penilaian secara adil, sahih, menyeluruh dan transparan menyangkut
mata pelajaran yang disampaikan serta perilaku siswa terkait budi pekerti
Hasil evaluasi diri ecara detail dan rinci upaya dan rekomendasi yang diperoleh dari
hasil EDS untukmasing-masing standar adalah sebagai berikut:
13
A.Standar Isi
ASPEK) REKOMENDASI
Kegiatan Ekskul Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler sesuai minat siswa
Pendokumentasian dan pelaporan kegiatan ekstrakurikuler
Beban Belajar Pemenuhan Jam Belajar
Struktur Kurikulum Struktur kurikulum telah sesuai pedoman dari BSNP
Pengembangan Pengintegrasian Pengembangan Karakter dalam Mata Pelajaran
Kurikulum Mengembangkan KTSP dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan
B.Standar Proses
Aspek REKOMENDASI
Ekstrakurikuler Peningkatan dalam setiap item kegiatan ekstrakurikuler
Pelaksanaan Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis
pembelajaran penelitian tindakan kelas
Optimalisasi pemanfaatan alat peraga
Pembelajaran dengan prisip aktif learning dengan
menggunakan berbagai media dan metode pembelajaran
Optimalisasi penerapan model-model pemeblajaran
inovatif ( problem base learning, CTL, Group
discussion, cooperative learning )
Mengembangkan pembelajaran berbasis ICT
Proses pembelajaran perlu memperhatikan karakteristik
peserta didik (pembelajaran berdiferensiasi)
Kualitas Peningkatan efektifitas pemanfaatan waktu pembelajaran
pengelolaan kelas Peningkatan pemahaman karakteristik siswa yang
memerlukan kebutuhan khusus
C. Standar Kelulusan
di masyarakat
16
D.Standar PTK
ASPEK REKOMENDASI
Kualifikasi Perlu Tenaga pustakawan berijasah S1 yang linerar
tenaga Perlu Tenaga BK berijasah S1 yang linerar
Kependidikan
Kompetensi Guru Perlu peningkatan komptensi guru melalui diklat dan
seminar
Semua guru sudah S1, hanya sebagai besar belum
memiliki sertifikat pendidik
17
ASPEK REKOMENDASI
Laboratorium TIK Mangajukan proposal Lab TIK
Laboratorium bahasa Mengusahakan laboratoriun bahasa, mengusulkan proposal
Lab
Bahasa pada dinas
Tempat bermain/olah Tempat bermain ada,aman hanya masih perlu perindang
agar
raga
tidak terlalu panas
Sirkulasi Peningkatan kebersihan , dan perlu juga ruang sirkulasi
yang
menghubungkan gedung yang berhadapan
Gudang Terlalu sempit dan tidak muat menanpung kearsipan yang
ada
di sekolah, sehingga perlu adanya pembuatan gudang yang
memadai
Jamban Sudah memenuhi rasio 1 : 20 tapi perlu peningkatan
kebersihan
dan penyediaan air bersih ketika di musim kemarau
Ruang UKS Administarsi cukup lengkap namun perlu sarana dipan dan
alat-
alat serta obat-obatan ringan
Ruang tempat Sudah sesuai standar ukurannya namun kelengkapan
beribadah adaministrasi dan sarana pendukung yang tidak lengkap
Ruang guru Ruang guru masih belum ada almari dan rak untuk guru
perlu kiranya diusahakan mebelair untuk guru-guru .
perlu juga penataan ruang guru yang menjadikan para
guru nyaman
menempati ruang tersebut
Ruang Pimpinan Ruang pimpinan ukuran memenuhi standar namun
sarana parasaran belum memenuhi standar
Akan diusahakan almari data untk arsip sekolah
Laboratorium IPA Belum punya laboratorium ipa. Mengkomunikasikan dan
mengajukan proposal ke dinas pendidikan
Ruang Perpustakan Gedung perpustakan mengalami rusak berat dari segi
tanah, dinding, lantai .Penyampaian laporan tingkat
kerusakan kepada dinas pendidikan
Ruang perpustakaan masih membutuhkan sarana untuk
menunjang administrasi perpustakaan
18
ASPEK REKOMENDASI
Mengusahakan laptop untukmemperlancar pendataan dan
aministrasi perpustakaan
Ruang kelas Ada 6 ruang kelas tetapi mebelair meja kursi murid
semua ruang kelas rusak .
Mengajukan proposal ke dinas pendidikan sampai
sekarang belum ada hasilnya. Ruang kelas belum ada
sarana untuk pembelajaran dengan menggunakan IT.
Pengajuan bantuan
pembelajaran e-Learning
Bangunan 90 % bangunan kuat kokoh. Bangunan ruang Perpustakaan
yang kuarang kuat karena pengaruh kondisi tanah
Lahan Kondisi lahan wilayah SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU
mencukupi dan berada pada tempat yang datar , sehingga
memudahkan penataan ruang dan bangunan, Juga berada di
tengah-tengan masyarakat yang mendukung tercapainya
standar jumlah siswa , meskipun juga masih akan
ditingkatkan pencapaian standar siswa setiap rombel.
F.Standar Pengelolaan
ASPEK REKOMENDASI
Sekolah menerapkan sistem Peningkatan sistim informasi mmanagemen
informasi manajemen yang untuk mencapai tujuan secara optima
mudah diakses oleh warga
sekolah Sekolah menerapkan
sistem informasi manajemen
yang mudah diakses oleh warga
sekolah
Kepala sekolah menerapkan Peningkatan pemanfaatan sumber daya yang
kepemimpinan yang efektif ada secara maksimal untuk mencapai tujuan
ASPEK REKOMENDASI
sekolah. Pemerintah desa dan semua instansi yang
terkait sebagai stake holder sekolah secara
maksimal untuk mencapai tujuan
Sekolah sudah melakukan Sekolah mengikuti peraturan akreditasi yang
berlaku
akreditasi sesuai dengan
peraturan yang berlaku
Kepala sekolah melakukan Peningkatan kegiatan monitoring, evaluasi dan
evaluasi pendayagunaan supervisi serta pemantauan pada guru
pendidik
Sekolah menjalin kemitraan Peningkatan jalinan kerjasama dengan mobil hijau,
dengan lembaga lain KLH danKP4 KP, untuk mempersiapkan sekolah
adiwiyata
Sekolah menciptakan Peningkatan penciptaan kondisi lingkungan
lingkungan yg kondusif untuk sekolah yang rindang sejuk dan nyaman
kegiatan pembelajaran sehingga semua warga sekolah merasa nyaman
bekerja dan belajar di
sekolah
Program peningkatan mutu Melaksanakan program peningkatan mutu secara
sekolah efektif dan efisien
Sekolah menyediakan akses Akses laporan pengelolaan keuangan
laporan pengelolaan keuangan dilakukan setiaap ada pertemuan apa saja,
sekolah secara transparan dan rapotan, rapat komite, rapat pleno, secara
akuntabel lisan dan berkala .
Laporan tertulis baru disampaikan pada
dinas pendidikan.
Mengusahakan laporan tertulis pada masyarakat
Sekolah menyusun pedoman Penyususnan pedoman pengelolaan sekolah
pengelolaan sekolah
Realisasi visi dan misi ke dalam Perlu ada raker secara terprogram untuk
penyusunan
rencana kerja sekolah
RKJM dan RKS
Kepemilikan rencana kerja Perlu ada raker secara terprogram untuk
sekolah penyusuna
RKS
Sosialisasi visi, misi, dan tujuan Sosialisasi visi misi dan tujuan sekolah kepada
warga
sekolah
sekolah/ stake holder sekolah
Cakupan dan Mekanisme Melaksanakan penyusunan visi misi dan tujuan
20
ASPEK REKOMENDASI
Penetapan Visi, Misi dan Tujuan sekolah sesuai dengan mekanisme yang sudah
Sekolah ditetapkan.
G.Standar Pembiayaan
H.Standar Penilaian
BAB III
PROGRAM KERJA JANGKA MENENGAH
A. Visi Sekolah
“CERDAS, BERPRESTASI DAN BERWAWASAN GLOBAL”.
B. Misi Sekolah
1. Menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar yang aktif, kreatif dan inovatif
untuk mencapai daya serap dan ketuntasan belajar yang tinggi
2. Mengoptimalkan bimbingan untuk mengembangkan bakat dan kemampuan
siswa
3. Menumbuhkembangkan penghayatan serta pengamalan ajaran agama
untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta memiliki budi pekerti
luhur.
4. Mengoptimalkan pelaksanaan pendidikan lokal dan global
5. Menumbuhkembangkan minat dan budaya membaca
6. Tetap mengupayakan, mempertahankan keunggulan lokal dan global
(Komputer/TI dan Bahasa Inggris)
7. Membekali ketrampilan hidup di dalam masyarakat sesuai dengan
kemampuan dan potensi yang ada.
8. Mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat
9. Mempersiapkan diri menjadi sekolah berwawasan lingkungan
10. Mengoptimalkan kegiatan ektrakurikuler
11. Meningkatkan pembinaan tim olahraga (sepak bola, bulutangkis dan tenis
meja),
12. Meningkatkan pembinaan lomba mata pelajaran / olimpiade MIPA
B. TUJUAN SEKOLAH
Tujuan Sekolah SMA PGRI 1 LUBUKLINGGAU dalam tahun 2023/2024
1. Meningkatanya nilia rata-rata ANBK minimal 0,50 dalam setiap tahun.
2. Katagori Nilai ANBK berwarna hijau
3. Mampu menyiapkan siswa untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.
4. Mampu meraih prestasi kejuaraan olahraga bulu tangkis, sepak bola dan tenis
meja, dan sepak takraw di tingkat Kabupaten dan propinsi
5. Mampu meraih prestasi kejuaraan dalam kegiatan kompetisi/lomba keagamaan di
tingkat kecamatan
23
C. Sasaran Sekolah
Berdasarkan tantangan nyata yang dihadapi, dapat dirumuskan sasaran sekolah sebagai berikut:
1. Setiap tahun rata-rata ANBK meningkat minimal 0,50
2. Pada tahun 2024 dapat menambah ruang kelas baru, dan ruang computer, perbaikan
ruuang perpustakaan
3. Pada tahun 2025 melengkapi sarana dan fasilitas ruang ibadah, kantin, komputer di
sekolah
4. Tahun pelajaran 2023 sudah dapat mengikuti kegiatan OSN, O2SN, FLS2N dan
Kegiatan lainnya yang diadakan secara resmi maupun tidak resmi. Tahun 2024
sekolah sudah dapat memperoleh peringkat pada kegiatan OSN, O2SN, FLS2N di
tingkat Kabupaten/Kota. Tahun 2026 sekolah sudah dapat memperoleh peringkat
pada kegiatan OSN, O2SN, FLS2N di tingkat Provinsi. Tahun 2027 sekolah sudah
dapat memperoleh peringkat pada kegiatan OSN, O2SN, FLS2N di tingkat Nasional
5. Tahun 2023 membentuk dan melaksanakan tim pelaksana sekolah adiwiyata, Tahun
2024 dapat penghargaan sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten, Tahun 2025 dapat
penghargaan sekolah adiwiyata tingkat Provinsi, dan Tahun 2026 dapat
penghargaan sekolah adiwiyata tingkat Nasional.
6. Pada tahun 2027 nilai akreditasi adalah A dengan peningkatan nilai/skor
7. Pada tahun 2023/2024 sudah terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim
penjamin mutu sekolah.
8. Meningkatanya prosentase siswa yang lancar membaca Al Quran dan rutinitas
menjalankan shalat lima waktu.
24
NO SASARAN FUNGSI-FUNGSI
1. Nilai rata-rata nilai ANBK siswa pada tahun Pendidik, Peserta didik,
2023 Kurikulum,
meningkat Sarana Prasarana, Pembiayaan
2. Menambah ruang kelas baru, dan fasilitas ruang Penyelenggara Sekolah,
lain
Pemerintah
dan laboratorium
3. Melengkapi fasilitas sarana ibadah Sarana prasarana
4. Memfasilitasi siswa mengikuti OSN, O2SN, Peserta didik, pendidik,
FLS2N
5. Nilai akreditasi adalah A atau meningkat Pendidik, Tenaga kependidikan
dari
perolehan tahun sebelumnya
6. Terbentuk tim pengembang kurikulum dan Kurikulum, pendidik,
tim pelaksana
penyelenggara pendidikan
7. Peningkatan prosentase siswa lancar baca Al Peserta didik, Kurikulum,
Quran, Pendidik,
dan rutinitas shalat lima waktu
8. Terlaksananya Pengembangan Diri guru Kurikulum, Pendidik
secara
berkelanjutan
E. Analisis SWOT
Setiap fungsi yang terdapat dalam setiap sasaran kemudian dianalisis lebih lanjut tingkat
kesiapannya dengan mengacu pada kriteria ideal yaitu Standar Nasional Pendidikan,
naskah akademik atau konsep dan pedoman lainnya yang relevan. selain itu dapat juga
dilakukan justifikasi sendiri pada kriteria ideal yang bersifat umum. Bila hasil analisis
ternyata tingkat kesiapan ”siap” pada faktor internal (kondisi telah memenuhi kriteria
ideal) berarti merupakan kekuatan, dan jika ”tidak siap” merupakan kelemahan. Bila
25
hasil analisis ternyata tingkat kesiapan ”siap” pada faktor eksternal (kondisi telah
memenuhi kriteria ideal) berarti merupakan peluang, dan jika ”tidak siap” merupakan
tantangan.
Berdasarkan fungsi pada sasaran yang telah ditentukan, maka dapat diperoleh
analisis SWOT sebagai berikut:
Analisis SWOT Untuk Sasaran: Meningatkan nilai rata-rata ANBK
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Seluruh guru memiliki Guru memiliki sertifikat Seluruh guru sudah
kompetensi dalam kompetensi dalam memiliki kompetensi
pengembangan literasi siswa pengembangan literasi dalam pengembangan
siswa literasi siswa
Eksternal:
Pelatihan peningkatan kompetensi Pengawas sekolah Ada pelatihan oleh
guru terkait penerapan literasi memfasilitasi pengawas sekolah tentang
dalam pembelajaran oleh peningkatan kompetensi penerapan literasi dalam
Pengawas Bina guru terkait penerapan pembelajaran
literasi dalam
pembelajaran
Peserta didik Internal:
Siswa bersemangat, patuh, aktif Siswa aktif dan mau Siswa bersemangat, aktif,
dan bekerja sama dalam belajar bekerjasama dalam patuh dan mau bekerjasama
Eksternal: belajar dalam belajar
Dukungan orang tua yang penuh Orang tua mendukung proses
Tingkat kepercayaan dan
25
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
dalam belajar dukungan orang tua siswa belajar siswa baik di sekolah
dan
cukup kuat
di rumah
Kurikulum Internal:
Pengetatan ketuntasan minimal Materi kurikulum KTSP/KOSP sekolah
dan memaksimalkan program relevan dengan sudah mempertimbangkan
remedial serta pengayaan perkembangan kognitif perkembangan kognitif
peserta didik anak
Eksternal:
Banyaknya variasi Pengembangan kurikulum Pengembangan kurikulum
perkembangan kurikulum baik dengan melibatkan unsur belum melibatkan pihak-pihak
di dalam negeri maupun luar guru, konselor, kepala terkait (eksternal)
negeri sekolah, komite sekolah,
dan nara sumber, dan
pihak-pihak
lain yang terkait.
Sarana Prasarana Internal:
Tersedianya perpustakaan, Sekolah dilengkapi Ruang kelas masih kurang,
ruang kelas dan laboratorium ruang kelas yang perpustakaan belum
yang cukup sesuai dengan memenuhi
untuk mendukung pembelajaran rasio siswa, perpustakaan, standar, dan belum ada
26
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
student active learning laboratorium laboratorium serta tempat
Eksternal: bermain/berolahraga
Adanya bantuan dari
pemerintah maupun swasta Sekolah menjalin Kemitraan yang
dalam pengadaan ruang kelas, kemitraan dengan pihak dilakukan sekolah
perpustakaan dan lain belum maksimal
laboratorium
Pembiayaan Internal:
Tersedianya anggaran sekolah Sekolah menyusun RKA-S Sekolah menyusun RKA-S
yang memadai untuk sukses dengan pedoman dengan pedoman pengelolaan
peningkatan literasi di sekolah, pengelolaan biaya investasi biaya investasi dan
terutama penyediaan sumber dan operasional operasional
belajar.
Pemerintah Ada subsidi biaya operasional
Eksternal: provinsi/kabupaten sekolah dari Pemerintah
Adanya bantuan dari pemerintah mensubsidi biaya provins dan kabupaten
maupun swasta dalam operasional
peningkatan sekolah
literasi di sekolah
27
1. Analisis SWOT Untuk Sasaran: Menambah ruang kelas baru, perpustakaan dan laboratorium
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Penyelenggar Internal:
a Sekolah Tersedianya perpustakaan, ruang Sekolah dilengkapi Ruang kelas masih kurang,
kelas dan laboratorium yang cukup ruang kelas yang sesuai perpustakaan belum
untuk mendukung pembelajaran dengan rasio siswa, memenuhi standar, dan
student active learning perpustakaan, belum ada laboratorium serta
Eksternal: laboratorium yang tempat
Adanya bantuan dari pemerintah nyaman bermain/berolahraga
maupun swasta dalam pengadaan Sekolah menjalin
ruang kemitraan dengan pihak Kemitraan yang dilakukan
kelas, perpustakaan dan laboratorium lain sekolah belum maksimal
Pemerintah Internal:
mengajukan proposal pengadaan tersedianya sarana Sudah mengajukan proposal
ruang kelas baru, perpustakaan dan dan prasarana belajar pengadaan ruang kelas baru
yang ke
28
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA Tidak
KESIAPAN Siap Siap
Sarana Internal:
Prasaran Tempat Ibadah terintegrasi Tersedianya sarana Belum ada tempat ibadah yang
a dengan sekolah ibadah untuk menunjang terintegrasi di lingkungan
Eksternal: belajar sekolah
Fasilitas dan sarana ibadah
alternatif di sekitar sekolah Ada kerjasama dengan Telah menjalin kerjasama dengan
pengelola tempat ibadah di pengelola tempat ibadah di
sekitar sekolah sekitar sekolah
29
3. Analisis SWOT Untuk Sasaran: Terbentuk kelompok Olimpiade MIPA, Rebana, dan lomba keagamaan
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru Pembina Olempiade OSN, Ada tim Guru Pembina Belum ada tim Guru Pembina
O2SN, FLS2N, dan lomba kelompok Olimpiade kelompok Olimpiade MIPA,
keagamaan OSN, O2SN, FLS2N, PKP, dan lomba keagamaan
Eksternal: dan lomba keagamaan
Pelatihan kisi-kisi sukses olimpiade Belum ada Pelatihan kisi-
MIPA serta banyaknya event lomba Ada Pelatihan kisi-kisi kisi sukses olimpiade MIPA
MIPA, rebana dan keagamaan sukses olimpiade MIPA serta belum banyaknya
serta banyaknya event event lomba OSN, O2SN,
lomba OSN, O2SN, FLS2N, dan
FLS2N,dan keagamaan
keagamaan
Peserta Didik Internal:
Kelompok Olimpiade MIPA, Setiap perlombaan MIPA, selalu berpartisipasi dalam lomba
rOOSN,PKP,
30
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
dan lomba keagamaan rebana dan keagamaan OSN, O2SN, FLS2N,dan
keagamaan
Eksternal: selalu ikut serta
Dukungan yang kuat dari orang tua Orang tua siswa turut
siswa dukungan yang kuat dari orang
berperan serta
tua siswa dalam perlombaan
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Pendidik Internal:
Guru dan Kepala Sekolah Dokumen administrasi Dokumen administrasi guru
menjalankan tugas pokok dan fungsi maupun kehiatan guru dan dokumen kegiatan kepala
dan membiasakan dan kepala sekolah harus sekolah belum lengkap dan
mendokumentasikan setiap kegiatan lengkap dan teratur teratur
Eksternal:
31
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Pendampingan dan visitasi sekolah Sebagian guru belum
Guru perlu mendapatkan mengetahui teknis visitasi
pendampingan terkait akreditasi
teknik
visitasi akreditasi
Tenaga Internal:
Kependidikan Kemampuan mengelola Tenaga administrasi Tenaga administrasi
administrasi sekolah mempunyai mempunyai kualifikasi
kualifikasi pendidikan minimal
Eksternal: pendidikan minimal SMA/SMK dan mampu
Tersedianya lulusan SMA/SMK SMA/SMK mengelola administrasi
sekolah
Lulusan SMA/SMK yang
siap kerja Banyaknya lulusan SMA/SMK
yang telah siap kerja
32
5. Analisis SWOT Untuk Sasaran:Terbentuk tim pengembang kurikulum dan tim pelaksana dialog empat bahasa
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
Kurikulum Internal:
Evaluasi KTSP/KOSP KTSP/KOSP dievaluasi KTSP/KOSP sudah
Eksternal: dan dikembangkan dievaluasi dan ditindaklanjuti
Berkembangnya Metode oleh internal sekolah
pembelajaran 4 bahasa dan kurikulum Sudah
Internasional belum ada pengaplikasian
model
mengaplikasikan model
dialog empat bahasa dan
dialog empat bahasa dan
kurikulum
kurikulum internasional
Pendidik Internal:
Tim pelaksana dialog empat bahasa Sudah ada tim belum ada tim pelaksana
Eksternal: pelaksana dialog 4 dialog 4 bahasa
Melimpahnya lembaga bahasa bahasa
belum ada pelatihan dan
Melakukan pelatihan dan
33
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA
KESIAPAN Tidak
Siap
Siap
pembekalan pelaksanaan pembekalan pelaksanaan
komunikasi 4 bahasa komunikasi 4 bahasa
Penyelenggara Internal:
tim pengembang kurikulum Yayasan membentuk tim yayasan belum membentuk
pengembang kurikulum tim pengembang kurikulum
Eksternal: sekolah
Melimpahnya lembaga bahasa dan
lembaga pendidikan bertaraf Kerjasama denggan
lembaga
internasional
/dinas
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA Tidak
KESIAPAN Siap Siap
Kurikulum Internal:
Jumlah jam belajar Al Quran Minimal jumlah jam belajar Jam belajar Al Quran selama 30
34
7. Analisis SWOT Untuk Sasaran: Terlaksananya Pengembangan Diri guru secara berkelanjutan
TINGKAT
KESIAPAN
FUNGSI FAKTOR KRITERIA KONDISI NYATA Tidak
KESIAPAN Siap Siap
Kurikulum Internal:
Perkembangan kurikulum dan Pembelajaran di Para guru cenderung
tuntutan peningkatan kompetensi sekolah menuntut tertinggal oleh kemajuan
guru peningkatan zaman.
kompetensi guru
35
Eksternal:
Banyaknya pihak di luar sekolah Adanya lembaga Banyak lembaga/praktisi
seperti lembaga pendidikan yang dapat pendidikan/praktisi pendidikan yang bisa
membantu menigkatkan kompetensi pendidikan yang bisa dimintai kerjasama untuk
guru diajak kerjasama untuk menigkatkan kompetensi
menigkatkan kompetensi guru
guru
Pendidik Internal:
Mengadakan pengembangan diri Guru wajib Belum semua guru
atas inisiatif sendiri melakukan melakukan pengembangan
Melakukan penelitian tindakan kelas pengembangan diri diri
Eksternal: Setiap guru Masih sangat sedikit guru
Pelatihan PTK oleh Pengawas atau pernah yang melakukan PTK
Dinas Pendidikan melakukan PTK
Lomba PTK tingkat Kabupaten Ada pelayanan pelatihan PTK
Dinas Pendidikan dan setiap tahun diadakan
(Pengawas Bina) lomba PTK
memberikan pelayanan
pelatihan PTK dan
mengadakan lomba PTK
36
16. Mendorong penyelenggara pendidikan agar ikut aktif dan berperan serta dalam
pengembangan kurikulum
17. Melakukan kerjasama dengan lembaga penyelenggara pendidikan bertaraf
internasional dalam pengembangan kurikulum berbasis wawasan global
18. Mengembangkan budaya belajar Al Quran setiap pagi dan optimalisasi peran
orang tua dalam melakukan pemantauan pelaksanaan shalat lima waktu.
19. Mengadakan diklat atau workshop guru mengenai kompetensi guru dengan cara
bekerjasama dengan lembaga atau pihak yang berkompeten
20. Mendorong guru untuk melakukan pengembangan diri, inovasi pembelajaran,
penelitian tindakan kelas serta menfasilitasi desiminiasi penelitian tindakan
kelas bagi guru di lingkungan sekolah
H. Jadwal Kegiatan
Jadwal Kegiatan
pembelajaran
berbasis project.
d. Mengoptimalkan dana
BOS untuk Kepala Sekolah
peningkatan
proses
pembelajaran yang bermutu
42
kemudian
ditindaklanjuti
b. Membentuk tim
pengembang
Kepala Sekolah
kurikulum dan
tim
manajemen mutu seklah
3 Pengembangan a. Mengadakan pelatihan
atau
Pembelajaran Kepala Sekolah
workshop sukses olimpiade
OSN, O2SN, FLS2N dan
lainnya
b. Optimalisasi peran
madrasah diniyah dalam
Kepala Sekolah
menunjang peningkatan
siswa yang
khatam Al Quran
44
b. Mempertahankan,
memfasilitasi dan
Kepala Sekolah
mengupayakan tenaga
pendidik dan kependidikan
46
Kepala Sekolah
Penelitian Tindakan Kelas
serta menfasilitasi diklat
penelitian tindakan kelas
bagi guru di
lingkungan sekolah
6 Pengembangan a. Pemenuhan fasilitas
Kepala Sekolah
Sarana dan Prasarana penunjang belajar
Sekolah b. Mengajukan
Kepala Sekolah
proposal bantuan pengadaan
ruang kelas baru,
perpustakaan,
47
laboratorium
48
penunjang
pembelajaran
d. Mengusahakan bantuan
Kepala Sekolah
pengadaan tempat ibadah
7 Pengembangan a. Menjalin kerjasama
Manajemen dengan penduduk sekitar
Sekolah atau lembaga (Takmir
masjid/ Pondok pesantren) Kepala Sekolah
untuk dapat menggunakan
sarana ibadahnya dalam
tempo
sementara
b. Mengajukan bimbingan
Kepala Sekolah
akreditasi kepada dinas
c. Mendorong penyelenggara
pendidikan agar ikut aktif
Kepala Sekolah
dan berperan serta
dalam
pengembangan kurikulum
49
Kepala Sekolah
penyelenggara pendidikan
bertaraf
internasional dalam
pengembangan kurikulum
berbasis wawasan global
8 Pembinaan a. Membentuk tim
Kesiswaan/Ekstrakurik olimpiade OSN
Kepala Sekolah
u ler O2SN, FLS2N,
eskul
lainnya termasuk
keagamaan
beserta guru pembimbingnya
b. Memaksimalkan kegiatan Kepala Sekolah
ekstra kurikuler
9 Budaya dan Meningkatkan kerjasama Kepala Sekolah
antara
Lingkungan Sekolah
warga sekolah dengan
warga sekitar
10 Penanaman Karakter Pembiasaan Kepala Sekolah
(Budi Pekerti) Keteladanan
45
Tabel III.11
RENCANA PENDAPATAN SEKOLAH TAHUN 2023 -2027
Tabel III.12
RENCANA BIAYA DAN SUMBER PENDANAAN 2023-2027
Sumber Pendanaan
Total Lain-
Pemerintah Masyarakat PAS
Program/ Biaya Lain
Kegiatan APBD APBD Alumn Beass
(Rp.00
BOS DAK Masy KS SB
0) Prov Kab i wa
1. Pengembangan
46
Sumber Pendanaan
Total Lain-
Pemerintah Masyarakat PAS
Program/ Biaya Lain
Kegiatan APBD APBD Alumn Beass
(Rp.00
BOS DAK Masy KS SB
0) Prov Kab i wa
Kompetensi
Lulusan
2. Pengembangan
Kurikulum/KTSP
3. Pengembangan
pembelajaran
4.
Pengembangan
sistem penilaian
5. Pengembangan
pendidik dan
tenaga
kependidikan
6. Pengembangan
sarana dan
prasarana
sekolah
7. pengembangan
menejeme
n sekolah
8. Pembinaan
kesiswaan/ekstra
kurikuler
9. Budaya dan
lingkungan
sekolah
10. Penanaman
karakter (Budi
pekerti)
47
Sumber Pendanaan
Total Lain-
Pemerintah Masyarakat PAS
Program/ Biaya Lain
Kegiatan APBD APBD Alumn Beass
(Rp.00
BOS DAK Masy KS SB
0) Prov Kab i wa
11. Non Program
Sekolah
(beasiswa)
48
BAB IV
PENUTUP