0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan7 halaman

Kompetensi dan Tugas Guru Profesional

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
32 tayangan7 halaman

Kompetensi dan Tugas Guru Profesional

Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
FAKULTAS TEKNIK
Jalan Batam – Kampus Bukit Indah, Blang Pulo - Lhokseumawe
Telepon 0645-41373-40915 Faks. 0645-44450
Laman: http://www.unimal.ac.id

UJIAN TENGAH SEMESTER GENAP 2019/2020

Nama : Misbatul Jannah


Nim : 180730012
Kelas : A1
MK : Profesi Pendidikan

A. Pilhan Berganda

1. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional,


dinyatakan bahwa tugas guru sebagai berikut kecuali…….
A. Merencanakan proses pembelajaran
B. Menilai hasil belajar
C. Melakukan pembimbingan dan pelatihan
D. Memiliki sikap positif

2. Berikut ini yang termasuk organisasi profesi guru yaitu…..


A. PGRI, ISPI, IGI
B. PGRI, IGI, IDI
C. ISPI, IGI, IPBI
D. IPBI, IDI, PGRI

3. Berikut ini yang termasuk kompetensi professional yang harus dimiliki seorang guru
kecuali……
A. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung pelajaran
yang dimampu
B. Berakhlak mulia dan menjadi teladan
C. Mengusai standar kompentensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang
pengebangan yang diampu
D. Mengembangkan materi pembelajaran yang dimampu secara kreatif
4. Karakteristik yang harus diperjuangkan guru untuk menghadapi tantangan abad 21 pada era
revolusi industri 4.0 dapat meliputi dibawah ini kecuali……
A. Life long leaner
B. Kreatif dan inovatif
C. Mengoptimalkan teknologi
D. Menerapkan teacher center
5. Berikut cara peningkatan professional guru kecuali……
A. Menulis artikel
B. Membuat program semester
C. Mengembangkan kompetensi dan performasi guru.
D. Mengkaji jurnal dan buku pendidikan
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
FAKULTAS TEKNIK
Jalan Batam – Kampus Bukit Indah, Blang Pulo - Lhokseumawe
Telepon 0645-41373-40915 Faks. 0645-44450
Laman: http://www.unimal.ac.id

6. Berikut ini yang bukan termasuk keterampilan mengajar guru adalah…..


A. Keterampilan menulis artikel
B. Keterampilan membuka pelajaran.
C. Keterampilan membaca.
D. Keterampilan mengadakan variasi
7. Berikut ini yang termasuk standar nasional pendidikan kecuali…..
A. Standart isi
B. Standart proses
C. Standart kompetensi lulusan
D. Standart rancangan pembelajaran
8. Tugas guru sebagai evaluator adalah…..
A. Membuat dan merumuskan tujuan pembelajaran.
B. Menyiapkan materi yang relevan dengan tujuan
C. Menyediakan sumber belajar dan media
D. Melaksanakan kegiatan evaluasi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah
tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan telah tercapai
9. Berikut ini dua unsur pokok yang terdapat pada kode etik guru Indonesia yakni…….
A. Sebagai landasan moral dan sebagai pedoman tingkah laku.
B. Sebagai landasan moral dan kepentingan anggota
C. sebagai pedoman tingkah laku dan kepentingan anggota
D. kepentingan anggota dan proses pembelajaran
10. Berikut ini yang termasuk prisip supervisi pendidikan kecuali…..
A. Prinsip sistematis
B. Prinsip ilmiah
C. Prinsip demokratis
D. Prinsip kerjasama

B. Isian
1. Jelaskan ruang lingkup profesi pendidikan?
2. Jelaskan 4 kompetensi yang harus dimiliki guru?
3. Jelaskan Menjelaskan kewajiban dan hak guru menurut UU No.20 Tahun 2003?
4. Jelaskan tujuan dan tugas organisasi dalam kaitan peningkatan profesi pendidik?
5. Jelaskan masalah dan tantangan yang dihadapi guru pada abad 21 di era revolusi industri
4.0?
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
FAKULTAS TEKNIK
Jalan Batam – Kampus Bukit Indah, Blang Pulo - Lhokseumawe
Telepon 0645-41373-40915 Faks. 0645-44450
Laman: http://www.unimal.ac.id

JAWAB
1. Ruang lingkup profesi pendidikan

2. Empat kompetensi yang harus dimiliki seorang guru professional.

a. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik,


perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan
peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci
setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut;

 Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami


peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif;
memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan
mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
 Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk
kepentingan pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan
kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi
pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin
dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan
strategi yang dipilih.
 Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting)
pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
FAKULTAS TEKNIK
Jalan Batam – Kampus Bukit Indah, Blang Pulo - Lhokseumawe
Telepon 0645-41373-40915 Faks. 0645-44450
Laman: http://www.unimal.ac.id

 Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial:


merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara
berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan
hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery learning); dan
memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program
pembelajaran secara umum.
 Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya,
memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan
berbagai potensi akademik; dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan
berbagai potensi nonakademik.

b. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan


kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi
peserta didik, dan berakhlak mulia. Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan
sebagai berikut:

 Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai
dengan norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai guru;
dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
 Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian
dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru.
 Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang
didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta
menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
 Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang
berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
 Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak
sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan
memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

c. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul


secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali
peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan
indikator esensial sebagai berikut:

 Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki
indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
 Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan
tenaga kependidikan.
 Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta
didik dan masyarakat sekitar.

d. Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan


mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan
substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan
metodologi keilmuannya. Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial
sebagai berikut:

 Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator
esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami
struktur, konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
FAKULTAS TEKNIK
Jalan Batam – Kampus Bukit Indah, Blang Pulo - Lhokseumawe
Telepon 0645-41373-40915 Faks. 0645-44450
Laman: http://www.unimal.ac.id

ajar; memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait; dan menerapkan
konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
 Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai
langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam
pengetahuan/materi bidang studi.

3. Kewajiban dan Hak Guru menurut UU No.20 Tahun 2003.

a. Kewajiban

 Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan


dialogis;
 Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan
memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai
dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya
 Melaksanakan administrasi, pengelolaan,
pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan
pada satuan pendidikan
 Merencanakan danmelaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, mela
kukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi

b. Hak Guru

 Penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial yang pantas dan memadai;


 Penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja;
 Pembinaan karier sesuai dengan tuntutan pengembangan kualitas;
 Perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas dan hak atas hasil kekayaan
intelektual; dan
 Kesempatan untuk menggunakan sarana, prasarana, dan fasilitas pendidikan untuk
menunjang kelancaran pelaksanaan tugas.

4. Tujuan dan tugas organisasi

a. Tujuan Organisasi Profesi Guru

Salah satu tujuan organisasi ini adalah mempertinggi kesadaran sikap, mutu dan
kegiatan profesi guru serta meningkatkan kesejahteraan guru. Sebagaimana dijelaskan dalam
PP No. 38 tahun 1992, pasal 61, ada lima misi dan tujuan organisasi guru, yaitu: meningkatkan
dan/atau mengembangkan (1) karier, (2) kemampuan, (3) kewenangan profesional, (4)
martabat, dan (5) kesejahteraan seluruh tenaga guru. Sedangkan visinya secara umum ialah
terwujudnya tenaga guru yang profesional. Secara umum tujuan organisasi profesi guru adalah
sebagai berikut :

 Meningkatkan dan/atau mengembangkan karier anggota, merupakan upaya dalam


mengembangkan karier anggota sesuai dengan bidang pekerjaan yang diembannya.
Karier yang dimaksud adalah perwujudan diri seorang pengemban profesi secara
bermakna, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain (lingkungannya) melalui
serangkaian aktivitas. Organisasi profesi berperan sebagai fasilitator dan motifator
terjadinya peningkatan karier setiap anggota. Adalah kewajiban organisasi profesi guru
untuk mampu memfasilitasi dan memotifasi anggotanya mencapai karier yang
diharapkan sesuai dengan tugas yang diembannya.
 Meningkatkan dan/atau mengembangkan kemampuan anggota, merupakan upaya
terwujudnya kompetensi guru yang handal. Dengan kekuatan dan kewibawaan
organisasi, para pengemban profesi akan memiliki kekuatan moral untuk senantiasa
meningkatkan kemampuannya.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
FAKULTAS TEKNIK
Jalan Batam – Kampus Bukit Indah, Blang Pulo - Lhokseumawe
Telepon 0645-41373-40915 Faks. 0645-44450
Laman: http://www.unimal.ac.id

 Meningkatkan dan/atau mengembangkan kewenangan profesional anggota, merupakan


upaya para profesional untuk menempatkan anggota suatu profesi sesuai dengan
kemampuannya. Organisasi profesi keendidikan bertujuan untuk megembangkan dan
meningkatkan kemampuan kepada anggotanya melalui pendidikan atau latihan
terprogram.
 Meningkatkan dan/atau mengembangkan martabat anggota, merupakan upaya
organisasi profesi guru agar anggotanya terhindar dari perlakuan tidak manusiawi dari
pihak lain dan tidak melakukan praktik melecehkan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan
memasuki organisasi profesi keendidikan anggota sekaligus terlindungi dari perlakuan
masyarakat yang tidak mengindahkan martabat kemanusiaan dan berupaya memberikan
pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan standar etis yang disepakati.
 Meningkatkan dan/atau mengembangkan kesejahteraan, merupakan upaya organisasi
profesi keendidikan untuk meningkatkan kesejahteraanlahir batin anggotanya. Dalam
teori Maslow, kesejahteraan ini mungkin menempati urutan pertama berupa kebutuhan
fisiologis yang harus dipenuhi. Banyak kiprah organisasi profesi keendidikan dalam
meningkatkan kesejahteraan anggota. Asprasi anggota melalui organisasi terhadap
pemerintah akan lebih terindahkan dibandingkan individu.

b. Tugas organisasi
 Pertama, penyelenggaraan proses belajar mengajar, yang menempati porsi terbesar dari
profesi keguruan.
 Kedua, tugas yang berhubungan dengan membantu murid dalam mengatasi masalah
belajar pada khususnya dan masalah-masalah pribadi yang akan berpengaruh terhadap
keberhasilan belajarnya.
 Ketiga, di samping kedua hal tersebut, guru harus memahami bagaimana sekolah itu
dikelola, apa peranan guru di dalamnya, bagaimana memanfaatkan prosedur serta
mekanisme pengelolaan tersebut untuk kelancaran tugas-tugasnya sebagai guru.

5. Masalah dan tantangan yang dihadapi guru pada abad 21 di era revolusi industri 4.0?

Tantangan pendidikan pada era revolusi industri 4.0 ini khususnya di Indonesia bukan lagi
hanya berbicara pada masalah klasik yaitu pemerataan dan pemenuhan akses, sarana prasarana
Pendidikan tetapi juga berbicara mutu lulusan yang mampu bersaing dengan tuntutan
perkembangan. Pendidik dituntut untuk bisa beradaptasi dengan zaman, dituntut menguasai lebih
duluan teknologoi agar dapat menyesuaikan dengan peserta didik, jangan sampai peserta didik
sudah berada pada revolusi industry 3.0 sementara pendidiki masih seputar revolusi industry 2.0,
peserta didik sudah memasuki era digital 4.0 sedangkan guru masih bergelut pada era 3.0 kalau
sudah situasi demikian yang terjadi maka dipastikan pincang sehingga titik temu antara guru dengan
peserta didik tidak akan ada. Meskipun perkembangan Pendidikan belum bisa secara optimal
mengikuti kecepatan akibat revolusi industri tersebut tetapi salah satu upaya yang perlu dilakukan
untuk menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 ini adalah melalui peningkatan kualitas guru agar
mampu mengajarkan materi dengan pendekatan penerapan penggunaan Teknologi informasi (TI)
dalam proses belajar mengajar kalau tidak maka akan semakin jauh ketinggalan oleh zaman dan ini
berefek pada mutu lulusan.

Seorang pendidik harus bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan


kualitas proses belajar mengajar pada setiap jenjang pendidikan. Upaya ini dilakukan agar dapat
mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan kompetensi global dan mampu
beradaptasi pada era yang ada, meskipun teknologi informasi berkembang demikian cepat dan
sumber-sumber belajar begitu mudah diperoleh, peran guru sebagai pendidik tidak dapat
tergantikan oleh kemajuan teknologi tersebut ketika mampu beradaptasi.

Tantangan seorang pendidik tidak berhenti pada kemampuan menerapkan teknologi


informasi pada proses belajar mengajar akan tetapi ada 6 kompetensi yang diharapkan dimiliki
guru 4.0 yaitu :
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
FAKULTAS TEKNIK
Jalan Batam – Kampus Bukit Indah, Blang Pulo - Lhokseumawe
Telepon 0645-41373-40915 Faks. 0645-44450
Laman: http://www.unimal.ac.id

a. Critical Thinking and Problem solving (keterampilan berpikir kritis dan pemecahan
masalah). Yaitu kemampuan untuk memahami sebuah masalah yang rumit,
mengkoneksikan informasi satu dengan informasi lain, sehingga akhirnya muncul berbagai
perspektif, dan menemukan solusi dari suatu permasalahan. Kompetensi ini dimaknai
kemampuan menalar, memahami dan membuat pilihan yang rumit; memahami interkoneksi
antara sistem, menyusun, mengungkapkan, menganalisis, dan menyelesaikan masalah. ini
sangat penting dimiliki peserta didik dalam pembelajaran abad ke 21. Guru era 4.0 harus
mampu meramu pembelajaran sehingga dapat mengekspor kompetensi ini kepada peserta
didik.
b. Communication and collaborative skill ( keterampilan komunikasi dan kolaborasi).
kemampuan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang harus diterapkan guru dalam
pembelajaran guna mengkonstruksi kompetensi komunikasi dan kolaborasi.
c. Creativity and innovative skill ( keterampilan berpikir kreatif dan inovasi). Revolusi
mengkehendaki peserta didik untuk selalu berpikir kreatif dan inovatif, ini perlu agar
mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja berbasisi revolusi industry 4.0. Tentu
seorang guru harus terlebih dahulu dapat kreatif dan inovasi agar bisa menularkan kepada
peserta didiknya.
d. Information and communication technology literacy ( Literasi teknologi informasi dan
kominikasi ). Literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi kewajiban guru
4.0, ini harus dilakukan agar tidak ketinggalan dengan peserta didik. Literasi Teknologi
infomasi dan komunikasi merupakan dasar yang harus dikuasai agar mampu menghasilkan
peserta didik yang siap bersaing dalam menghadapi revolusi industry 4.0.
e. Contextual learning skill. Pembelajaran ini yang sangat sesuai diterapkan guru 4.0 ketika
sudah menguasai TIK, maka pembelajaran kontekstual lebih mudah diterapkan. Saat ini TIK
salah satu konsep kontekstual yang harus diketahui oleh guru, materi pembelajaran berbasis
TIK sehingga guru sangat tidak siap jika tidak memiliki literasi TIK. Materi yang bersifat
abstrak mampu disajikan lebih riil dan kontekstual menggunakan TIK.
f. Information and media literacy (literasi informasi dan media). Banyak media informasi
bersifat sosial yang digeluti peserta didik. Media sosial seolah menjadi media komunikasi
yang ampuh digunakan peserta didik dan salah satu media pembelajaran yang dapat
dimanfaatkan guru 4.0. Kehadiran kelas digital bersifat media sosial dapat dimanfaatkan
guru, agar pembelajaran berlangsung tanpa batas ruang dan tanpa waktu.

Revolusi industri 4.0 telah menyusup pada berbagai bidang termasuk bidang Pendidikan
lawan kita sekarang adalah tidak hanya pada pemerataan pendidikan akan tetapi mutu lulusan ikut
di dalamnya, maka perlu upaya untuk beradaptasi dengan matang yaitu guru diharapkan dapat
menerapkan pembelajaran berbasis Teknologi informasi dan komunikasi sebab kalau tidak siap
maka akan semakin ketinggalan, peningkatan kualitas pendidik menjadi prioritas agar mampu
beradaptasi, menghasilkan peserta didik sesuai tuntutan zaman dan posisi guru tidak tergantikan
kepada siswa. Salah satu cara menghadapi tantangan era digital ini adalah peningkatan kualitas
guru menjadi guru 4.0 melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) cara pemanfaatan dan penerapan
TIK dalam pembelajaran, diklat tentang kompetensi guru menuju guru 4.0.

Anda mungkin juga menyukai