Anda di halaman 1dari 4

STANDAR KOMPETENSI MINIMAL GURU

Jurnal Belajar
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pengembangan Profesi Guru
yang dibimbing oleh Ibu Prof. Dr. Hj. Mimin Heni Irawati, M.S
Dinar Valentin Dyah A.M.P.P./ 130341614791
26 Oktober 2015
A. Hasil Belajar
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia kompetensi berarti kekuasaan
untuk menentukan atau memutuskan suatu hal, sedangkan pengertian dasar
kompetensi adalah kemampuan atau kecakapan. Kompetensi adalah seperangkat
pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki dihayati dan dikuasai
oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Kompetensi guru merupakan kemampuan/kecakapan seorang guru
(pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai) yang diperoleh melalui
pendidikan dan pelatihan sehingga dapat melaksanakan tugasnya sebagai seorang
guru dengan baik. Sesuai PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasioanal
Pendidikan pasal 28 (3), kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru
sebagai agen pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta
didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta
didik untuk mengaktualisasikan berbagai kompetensi yang dimilikinya. Aspek
yang terdapat dalam kompetensi pedagogik diantaranya adalah
a. Menguasai karakteristik peserta didik baik dari aspek fisik, moral,
spiritual, sosial, kultural, emosional, maupun intelektual.
b. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran, sehingga guru
dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik
peserta didik dan membuat peserta didik termotivasi untuk terus belajar.
c. Mengembangkan kurikulum, guru harus mampu menyusun silabus sesuai
dengan tujuan dan membuat serta menggunakan RPP sesuai dengan tujuan
dan lingkungan pembelajaran.
d. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik, guru mampu menyusun
dan melaksanakan rancangan pembelajaran yang mendidik secara lengkap,

materi pembelajaran dan sumber belajar yang sesuai dengan karakteristik


peserta didik. Guru dapat memanfaatkan teknologi informasi komunikasi
untuk kepentingan pembelajaran.
e. Mengembangkan potensi peserta didik, guru dapat menganalisis potensi
setiap peserta didik dan mengidentifikasi pengembangan potensi peserta
didik melalui program pembelajaran yang mendukung untuk aktualisasi
potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.
f. Melakukan komunikasi dengan peserta didik, guru mampu berkomunikasi
secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik serta bersikap
antusias dan positif.
g. Menilai dan mengevaluasi pembelajaran, guru mampu menyelenggarakan
penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan, melakukan
evaluasi atas efektivitas proses dan hasil belajar serta menggunakan
informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remidial
dan pengayaan, dan mampu menggunakan hasil analisis penilaian dalam
proses pembelajarannya.
2. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil,
dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak
mulia.
a. Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial, yakni
bertindak sesuai dengan norma hukum, norma sosial, bangga sebagai
guru, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
b. Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial, yakni
menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan
memiliki etos kerja sebagai guru.
c. Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial, yakni menampilkan
tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan
masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
d. Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial, yakni memiliki
perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki
perilaku yang disegani.
e. Kepribadian yang berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki
indikator esensial, yakni bertindak sesuai dengan norma religius (iman
dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang
diteladani peserta didik.

3. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran


secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik
memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Guru profesional adalah orang
yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan
sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan
kemampuan maksimal. Guru profesional adalah orang yang terdidik dan
terlatih dengan baik, serta memiliki pengalaman yang kaya di bidangnya.
Kompetensi profesional seorang guru diantaranya mencakup: menguasai
landasan kependidikan, bahan pengajaran, mampu menyusun program
pengajaran, melaksanakan program pengajaran, serta menilai hasil dan proses
belajar mengajar.
4. Kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari
masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta.
Indikasinya, guru mampu berkomunikasi dan bergaul secara harmonis peserta
didik, sesama pendidik, dan dengan tenaga kependidikan, serta dengan orang
tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
B. Hal yang belum dipahami
Saya belum memahami karakteristik kompetensi yang dikemukakan oleh
Spencer dan Spencer.
C. Permasalahan beserta Pemecahannya
Apakah di Indonesia apakah uji kompetensi untuk guru? Apabila ada kapan
diselenggarakan? Bagaimana tata cara pelaksanaannya?
Jawab: Ada. Waktu Pelaksanaan Uji Kompetensi Guru tahun 2015 untuk
sistem online berlangsung antara tanggal 9-27 November 2015 secara serentak
di seluruh Indonesia. Waktu pelaksanaan UKG Offline dilaksanakan serentak
di seluruh Indonesia selama 1 (satu) hari, jadwal pelaksanaan akan ditentukan
kemudian diantara tanggal pelaksanaan UKG online atau setelah UKG online
selesai. UKG dilakukan dengan cara guru menjawab soal, selain tes penilaian
kompetensi guru juga dilakukan oleh pengawas melalui sidak , serta pengumpulan portofolio oleh guru.
D. Hal yang menarik

Hal yang menarik dari pembelajaran ini adalah video yang sangat
menyentuh mengenai guru yang sangat berkompeten dan menyayangi
muridnya, serta terus memotivasi muridnya ketika muridnya putus asa. Selain
video, permainan di akhir pembelajaran juga sangat menarik, namun
sayangnya permainan ini tidak melibatkan seluruh siswa, sehingga ada siswa
yang tersisihkan. Dari segi materi hal yang menarik adalah bahwa setiap
profesi memiliki kompetensi yang harus dicapai agar dapat dikatakan sebagai
pekerja yang profesional, dan sebagai calon guru saya harus mulai
memperbaiki diri agar memenuhi 4 kompetensi guru, yaitu kompetensi
pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial.
E. Rencana ke depan
Setelah mempelajari materi ini, saya ingin mempersiapkan diri menjadi
seorang guru yang kompeten, tidak hanya kompeten di bidang profesional
(materi) saja, namun kompeten disegala bidang, baik pedagogik, kepribadian,
maupun sosial, sehingga kelak setelah saya lulus saya dapat menjadi sarjana
pendidikan yang kompeten dan mampu mendidik dengan baik.