Statistika untuk Kelas 10: Panduan Lengkap
Statistika untuk Kelas 10: Panduan Lengkap
1
kesimpulan data tersebut, yang umumnya berbentuk angka yang
disusun dalam daftar atau diagram digunakan istilah statistik.
2
2. Populasi dan Sampel
3
Gambar 1. Populasi dan sample
Sumber: http://www.mikirbae.com/2016_11_20_archive.html
5
langkah penelitian selanjutnya. Ada empat jenis skala pengukuran,
yaitu:
x 1+ x 2 + x 3+ …+ x n
x=
n
Contoh 1.
M o=t b + ( d 1+d
d1
2)
i
9
Mo = modus
tb = tepi bawah kelas modus
i = panjang kelas/interrval kelas
d1 = frekuensi kelas modus – frekuensi kelas sebelumnya
d2 = frekuensi kelas modus – frekuensi kelas sesudahnya
Contoh 4.
Nilai fi xi
31 – 40 5 35,5
41 – 50 3 45,5
51 – 60 5 55,5
61 – 70 6 65,5
71 – 80 9 75,5
81 – 90 8 85,5
91 – 100 4 95,5
40
Kelas modus adalah kelas ke-5 yaitu 71-80 (karena frekuensinya
10
d2= fmo – fb= 9 – 8= 1 dan d1+ d2= 3+1= 4
M o=t b + ( d 1+d
d1
2)
i
¿ 70 , 5+ ( 34 ) 10
¿ 70 , 5+7 , 5
¿ 78 , 0
a. Untuk n ganjil
Median=x 1
(n +1)
2
b. Untuk n genap
1
Median= (x 1 + x 1 )
2 2 n 2 n+1
11
Contoh 5.
Tentukan median dari data berikut:
86 77 63 89 87 71 86 66 95 81
74 85 78 66 85 87 88 83 96 70
Penyelesaian
Dengan mengurutkan data, diperoleh
63 66 66 70 71 74 77 78 81 83
85 85 86 86 87 87 88 89 95 96
1
Median= (x 10+ x 11 )
2
1
¿ ( 83+85 )=84
2
( )
n
−f
2 k
Median=t b + .p
F med
n = jumlah frekuensi
Contoh 6.
f =50
• fmed = 11, n = 50
13
( )
n
−f
2 k
Median=t b + .p
F med
( )
50
−24
2
Median=74 ,5+ .9
11
Median=75 , 32
14
Gambar 1 Polygon frekuensi Simetris
Sumber: sciencestruck.com
15
Jika kumpulan data dibagi menjadi 4 bagian yang sama, maka
didapat 3 pembagian dan tiap pembagian itu dinamakan kuartil. .
Langkah 1
Langkah 2
Contoh 1.
Jika data sebagai berikut :
20, 21, 22, 24, 26, 27, 30, 31, 31, 33, 35, 35, 35, 36, 37 (n=15)
Maka
Langkah 1. Menentukan median Q 2:
16
x1 x2 x3 x4 x5 x6 x7 x8 x 9 x 10 x 11 x 12 x 13 x 14 x 15
20 21 22 24 26 27 30 31 31 33 35 35 35 36 37
Q2
Langkah 1. Menentukan Q 1 dan Q 3:
20 21 22 24 26 27 30 31 31 33 35 35 35 36 37
Q1 Q2 Q3
Jadi Q 1= 24, Q 2=31 dan Q 3= 35
Contoh 2.
Jika data sebagai berikut :
20, 21, 22, 24, 26, 27, 30, 31, 31, 33, 35, 35, 35, 36, 37, 39 (n=16)
Maka
Langkah 1. Menentukan median Q 2:
20 21 22 24 26 27 30 31 31 33 35 35 35 36 37 39
31+31
Q 2= =31
2
Langkah 1. Menentukan Q 1 dan Q 3:
20 21 22 24 26 27 30 31 31 33 35 35 35 36 37 39
Q1 Q2 Q3
24+ 26 35+35
Jadi Q 1= =25 , Q2=31 dan Q3= = 35
2 2
n = banyak data
p = panjang interval
Contoh 2.
Lihat kembali daftar sebelumnya
18
Nilai fi Frek. Kumulatif
31 – 40 5 5
41 – 50 3 8
Kelas Q1 51 – 60 5 13
61 – 70 6 19
Kelas Q2 71 – 80 9 28
Kelas Q3 81 – 90 8 36
91 – 100 4 40
40
1
n−f 2
Q2= 2 20−19
( t b 2 ) + F . p=70 , 5+ 9 .10=70 , 5+1 ,1=71, 6
2
19
3
n−f 3
Q3= 4 30−28
( t b 3 ) + F . p=80 , 5+ 8 .10=80 ,5+2 , 5=83 ,0
3
20 21 22 24 26 27 30 31 31 33 35 35 35 36 37 39
x min Q Q2 Q3 x maks
1
Jangkauan (R) adalah selisih antara nilai maksimum dan nilai minimum
R = Xmaks - Xmin
H=Q 3−Q1
1
Qd = (Q - Q )
2 3 1
20
1 1
Pada data diatas, simpangan kuartil (Qd) = (Q3 - Q1) = . 10 = 5
2 2
1
L=1 H
2
1
Untuk data di atas L = 1 x 5 = 7,5
2
Nilai yang letaknya satu langkah dibawah nilai Q 1 (kuartil bawah)
dinamakan Pagar Dalam (PD) sedangkan nilai yang letaknya satu
langkah di atas Q3 (kuartil atas) dinamakan pagar luar (PL).
Untuk data diatas
PD = Q1 – L= 25 – 7,5= 17,5 PD = Q1 – L
7. Simpangan rata-rata
Simpangan rata-rata (SR) dari sekumpulan data kuantitatif x1, x2, x3,.... xn
adalah
n
|x i−x| x = rata-rata hitung
SR=∑
i=1 n n = banyaknya ukuran
22
k
|x i−x|f i
SR=∑
i=1 ∑ fi
Contoh 5.
Dari data bilangan 4, 5, 5, 6, 6, 7, 7, 8, 9, 9, tentukan simpangan
rata-ratanya
Penyelesaian
4 +5+5+6+ 6+7+7+ 8+9+ 9
Rata-rata x= =¿6,6
10
n
|x i−x| |x 1−x|+|x 2−x|+… ..|x n−x|
SR=∑ =
i=1 n n
=
|4−6 , 6|+2|5 , 6 , 6|+2|6 , 6 , 6|+ 2|7 ,6 ,6|+|8 , 6 , 6|+ 2|9 ,6 ,6|
10
2 ,6+ 3 ,2+1 , 2+0 , 8+1 , 4+ 4 , 8 14
= = =1 , 4
10 10
23
√∑
k
S= ¿¿ ¿ ¿
i=1
√∑
k
S= ¿¿ ¿ ¿
(I) atau i=1
√∑ (∑ )
k 2 n 2
xi f i xi f i
S= −
i=1 n i=0 n
atau (II)
atau (III)
√ ( )
k 2 n 2
di f i df
S= p ∑ − ∑ ni i
i=1 n k=1
x i−x
di = simpangan, d i=
n
Contoh 6.
Dari data 6, 8, 7, 9, 10, hitunglah simpangan bakunya
Penyelesaian
24
6+8+ 7+9+10
x= =8
5
s= √ ¿ ¿ ¿
s= √ ¿ ¿ ¿
s=
√ 4 +0+1+1+ 4
5
=
√10
5
=√ 2
Contoh 7.
Nilai Frekuensi
50 – 54 4
55 – 59 8
60 – 64 14
65 – 69 35
70 – 74 27
75 – 79 9
80 – 84 3
100
25
n
di f i 12 x −x
Rata-rata hitung x=x s + p ∑ =67+5 =67 , 6 ; (di-( i )
i=1 n 100 p
√
k
I. S= ∑ ¿¿ ¿ ¿
i=1
√ ( ) √
2 2
( )
k n 2
xi f i xi f i 461240 6760
II. S= ∑ n
− ∑ n
=
100
−
100
=− √ 42, 64=6 , 5
i=1 i=0
√ ( )
k 2 n 2
d f df
III. S= p ∑ In i − ∑ ni i
i=1 k=1
√ ( )
2
172 12
¿5 −
100 100
¿ 5 √ 1 , 72−0,0144
¿ 5 √1,7056=√ 25 x 1,7056=√ 42 , 64=6 , 5
26
Gambar 2. Standar Deviasi
Sumber: www.statisticshowto.datasciencecentral.com
9. Ragam (varian)
27
Dari suatu populasi x1, x2, x3,.... xN (N cukup besar), yang dimaksud
ragamnya ialah
N
1
o 2=
N
∑ ¿¿
i=1
Hal ini berarti ragam sama dengan kuadrat dari simpangan baku.
Jika kumpulan data sebanyak N buah itu, diambil sampul
sebanyak n buah sehingga terdapat x1, x2, x3,.... xn, makakumpulan
data ini disebut contoh (sampul) berkurang n. Jika rata-rata
hitung dari sampel ini (rs), maka ragamnya (s2) adalah
n
1
s2= ∑ ¿¿
n−1 i=1
Contoh 8.
Misalkan 30 orang siswa di suatu kelas diukur berat badannya,
hasilnya sebagai berikut
42 43 45 47 48 49 50 51 52 54 42 44 45 47 48
42 44 46 48 48 49 51 52 53 55 49 50 51 52 55
1
x= ( 42+ 43 …+55 )=48 , 4
30
28
1
Ragam populasinya = ¿
30
atau s2 =
Contoh 9.
Hitunglah ragam dan simpangan baku dari data sampel berikut:
Nilai fi
31 – 40 4
41 – 50 3
51 – 60 11
61 – 70 21
71 – 80 33
81 – 90 15
91 – 100 3
Jumlah 90
Jawab:
Untuk memudahkan perhitungan dapat dibuat tabel berikut:
29
41 – 50 45,5 3 136,5 24,8 615,04 1845,12
51 – 60 55,5 11 610,5 14,8 219,04 2409,44
61 – 70 65,5 21 1375,5 4,8 23,04 483,84
71 – 80 75,5 33 2491,5 5,2 27,04 892,32
81 – 90 85,5 15 1282,5 15,2 231,04 3456,60
91 – 100 95,5 3 286,5 25,2 635,04 1905,12
Jumlah 90 6325 15845,6
= = 70,3
Ragam = s2 = = = 178,04
30
Nilai Titik fi fi xi xi2 fixi2
Tengah (xi)
31 – 40 35,5 4 142 1260,25 5041
41 – 50 45,5 3 136,5 2070,25 6210,75
51 – 60 55,5 11 610,5 3080,25 33882,75
61 – 70 65,5 21 1375,5 4290,25 90095,25
71 – 80 75,5 33 2491,5 5700,25 188108,25
81 – 90 85,5 15 1282,5 7310,25 109653,75
91 – 100 95,5 3 286,5 9120,25 27360,75
Jumlah 90 6325 460352,5
Jadi diperoleh:
Ragam = s2 =
= =
=
= 178,04
Boxplot sangat baik digunakan untuk data dengan jumlah observasi besar
karena hanya diperlukan 5 angka untuk mengkonstruksinya. Mudah dan
cepat untuk mengkonstruksi boxplot karena tidak perlu menggambar
32
semua titik observasi dalam boxplot. Oleh karena hanya lima titik
observasi penting saja yang terlihat, maka gambaran data dapat terlihat
lebih jelas.
Contoh 1.
Kelompok I: 25 30 45 48 50 60 65 70 74 78 80 85 91 92 94
95
Kelompok II: 20 36 45 50 50 51 52 54 60 65 66 68 77 80 95
Penyelesaian
33
Kelompok I:
nilai statistik minimum = 25,
nilai statistik maksimum = 96
1 1
Median ( Q2 )= ( x 8 + x 9 )= ( 70+74 )=72
2 2
1 1
( Q1 ) = 2 ( x 4 + x 5 )= 2 ( 48+ 50 )=49
1 1
( Q3 ) = 2 ( x 12+ x 13 )= 2 ( 85+ 91 )=88
L= 1,5 x 39 = 58,5
L= 1,5 x 18 = 27
PD= 50 – 27 = 23
PL= 68 + 27 = 95
34
Karena nilai statistik minimum (20) < nilai PD (23),
maka nilai 23 merupakan suatu pencilan.
1. Kecondongan Positif
Jika jarak median ke maksimum lebih besar daripada jarak
median ke mininum, maka box plot miring positif.
2. Kecondongan Negatif
Jika jarak median ke minimum lebih besar dari jarak median
ke maksium, maka box plot miring secara negatif.
3. Simetris
Dikatakan simetris jika mediannya berjarak sama dari nilai
maksimum dan minimum.
36
1) Daftar distribusi Frekuensi
Contoh 7.
121 – 140 25
161 – 180 40
181 – 200 60
121 – 220 35
221 – 240 25
241 – 260
37
(161.000 s.d 180.000) ada 40 pegawai dan seterusnya. Jumlah
seluruh pegawai ( ∑f ) sebanyak 200 orang.
Selisih antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas dalam interval
kelas yang sama disebut panjang interval kelas atau panjang kelas.
Panjang interval kelas (P) = tepi atas kelas – tepi bawah kelas
38
(121 + 140) =
1
Pada contoh diatas, titik tengah kelas pertama =
2
130,5
(1) Tentukan jangkauan (J), yaitu nilai statistik maksimum, dan nilai
statistik minimum.
(2) Tentukan banyaknya kelas (K) yang diperlukan. Biasanya paling
banyak 15 kelas, paling sedikit 5 kelas. Cara terbaik untuk
menentukan banyaknya kelas adalah dengan aturan Struges,
sebagai berikut:
Banyak kelas (K) = 1 + 3,3 log n dengan n = banyaknya data.
Hasil akhir dijadikan bilangan bulat.
jangkauan
banyak kelas
Panjang interval kelas =
(4) Pilih batas bawah kelas pertama, biasanya diambil data terkecil
atau sebuah bilangan lain yang kurang dari data terkecil ini
39
tetapi selisihnya harus kurang dari panjang kelas yang
ditentukan
(5) Tentukan nilai frekuensi tiap kelas dengan sistem turus
(dihitung satu persatu)
Contoh 8.
79 49 48 74 81 98 87 80 80 84
70 91 93 82 78 70 71 92 38 56
74 73 68 72 85 57 65 93 83 86
35 83 73 74 43 86 86 92 93 76
90 72 67 75 80 91 61 72 97 91
81 70 74 99 95 80 53 71 77 63
83 82 60 67 89 63 76 63 88 70
88 79 75 90 81 90 71 88 60 66
Buatlah daftar distribusi frekuensinya dalam kelas-kelas interval
Penyelesaian
40
jangkauan
(3) Panjang kelas (P) =
banyak kelas
64
Jika k=7, maka p= = 9,14. Bisa kita ambil 9 atau 10
7
41
2) Frekuensi Relatif dan frekuensi Kumulatif
42
Contoh 9.
43
Kurva frekuensi komulatifnya, terlihat pada Gambar di bawah
Untuk Q2 (Median)
1 1
Ambil x banyaknya data = x 80 = 40. Dari nilai 40 (pada
2 2
sumbu vertikal) tariklah garis horizontal hingga memotong ozaiv
di satu titik. Dari titik tersebut tarik garis vertikal ke bawah
44
hingga memotong sumbu horizontal (nilai). Ternyata Q2 terletak
di kelas 71-80 (pada gambar kira- kira) Q2= 76,
1
untuk Q1diambil x banyaknya data,
4
3
untuk Q3 diambil x banyaknya data.
4
(ii) Ogive “lebih dari”
Contoh 10.
46
Gambar 10. Histogram dan Poligon Frekuensi
47
C. Dot Plot
Dot plot adalah salah satu jenis grafik yang digunakan untuk
menampilkan distribusi data numerik. Cara kerjanya mirip dengan
histogram, tetapi dot plot menggunakan titik-titik di sepanjang sumbu
horizontal untuk menunjukkan frekuensi atau nilai dari setiap data.
Cara membuat dot plot adalah dengan menempatkan satu titik untuk
setiap data pada sumbu horizontal, sehingga pola titik-titik ini
membentuk pola yang mencerminkan distribusi data. Jika ada beberapa
data yang memiliki nilai yang sama, titik-titik tersebut dapat ditumpuk di
atas satu sama lain atau disebarkan secara merata di sepanjang sumbu
horizontal.
Dot plot sering digunakan ketika dataset relatif kecil atau ketika ingin
menyoroti perbedaan-perbedaan kecil antara data. Ini adalah alat visual
yang sederhana namun efektif untuk menyajikan informasi statistik.
Diagram titik sebenarnya hampir sama dengan diagram batang. Namun
dalam penyajiannya tidak berupa batang, melainkan titik-titik secara
vertikal. Sumbu garis horizonal pada diagram titik menyatakan skala,
sedangkan nilai pengamatan dinyatakan dalam titik di atas skala tersebut.
Diagram titik dapat dimanfaatkan untuk mengetahui distribusi dari satu
variabel. Contoh diagram titik :
48
Dalam sebuah kelas yang terdiri dari 20 anak, diperoleh data berat badan
anak yang akan disajikan dalam diagram titik berikut
Contoh Soal:
Berat badan tim futsal regu Perkasa antara lain: 45, 48, 43, 49, 42, 45,
48, 41, 42, 45, 43 dan 46 kg. sajikan data tersebut dalam bentuk
diagram titik.
Jawab:
Berdasarkan data pada soal dapat di buat table frekuensi:
49
bentuk diagram titiknya adalah :
Contoh Soal:
50
51
Ada banyak jenis-jenis dari visualisasi data, pemilihan visualisasi
data didasarkan pada tujuan dari penggunaan visualisasi tersebut.
Setiap jenis visualisasi biasanya lebih tepat digunakan untuk suatu
tujuan tertentu. Secara garis besar, ada beberapa tujuan
visualisasi yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
2. Distribusi
3. Proporsi
4. Keterhubungan
52
Menunjukkan hubungan antar dua variabel dan dapat melihat
kekuatan hubungan melalui nilai korelasi antar kedua datanya.
Untuk melihat hubungannya dapat digunakan scatterplot.
5. Data Geospasial
53