2.
1 Pengertian Data Statistik
Data mempunyai peranan yang sangat penting untuk statistik. Data merupakan unsur
pokok yang harus diperoleh dalam suatu penelitian, riset, maupun observasi. Setiap kegiatan
yang berkaitan dengan statistik selalu berhubungan dengan data. Data merupakan satuan
terkecil yang diwujudkan dalam bentuk angka, huruf, atau simbol gambar yang
menggambarkan nilai suatu variabel tertentu sesuai dengan kondisi data di lapangan. Data
statistik adalah bagian tunggal dari informasi faktual yang direkam untuk tujuan analisis.
Menurut Soemantri (2006), data statistik merupakan sejumlah informasi yang dapat
memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau masalah, yang berbentuk angka.
Sedangkan menurut Subana (2000), data statistik adalah sejumlah informasi yang dapat
memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau masalah yang berupa angka-angka.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa data statistik adalah kumpulan informasi berupa angka
yang diperoleh dari hasil pengamatan, perhitungan dan pengukuran suatu variabel yang
menggambarkan masalah.
Untuk memperoleh kesimpulan yang tepat dan benar, maka data yang dikumpulkan
dalam pengamatan harus nyata dan benar. Syarat data yang baik yaitu:
a. Data harus objektif (sesuai dengan keadaan sebenarnya)
b. Data harus mewakili (representative)
c. Data harus up to date
d. Data harus relevan dengan masalah yang akan dipecahkan
2.2 Macam-macam Data Statistik
Riduwan (2002) membagi dua jenis data berdasarkan sifat dan bentuknya, yaitu data
kuantitatif dan data kualitatif. Pada prinsipnya metode statistik bekerja untuk data yang
bersifat kuantitatif, atau data kualitatif yang sudah dikuantitatifkan.
a. Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data dalam bentuk angka sebagai hasil pengamatan atau
pengukuran yang dapat dihitung dan diukur. Data kuantitatif merupakan data
yang memiliki harga yang berubah-ubah atau bersifat variabel. Misalnya data
tentang berat badan, harga barang-barang, yang dapat diukur dan dinyatakan
dalam bentuk angka. Contohnya; Fatur beratnya 30 kg, Annisa tingginya 120
cm, sepatu itu harganya Rp 75.000, Salsa dapat menyelesaikan tugas itu dalam
waktu 1 jam.
Berdasarkan nilainya, data kuantitatif dibagi lagi menjadi dua, yaitu sebagai
berikut.
- Data Diskrit
Data diskrit adalah data yang satuannya selalu bulat dalam bilangan asli,
tidak berbentuk pecahan. Contoh: Jumlah kendaraan bermotor di parkiran,
Jumlah mahasiswa di kelas, Jumlah computer di laboratorium, Jumlah
Fakultas di Universitas A.
- Data Kontinu
Data kontinu adalah data yang satuannya dapat berupa bilangan bulat atau
pecahan. Data kontinu merepresentasikan pengukuran; nilai yang mungkin
tidak dapat dihitung dan hanya dapat dijelaskan menggunakan interval pada
garis bilangan real. Variable dalam kumpulan data ini sering kali memiliki
titik desimal dengan angka disebelah kanan yang direntangkan sejauh
mungkin. Contoh: Perubahan berat badan, Perubahan suhu tubuh, Perubahan
tinggi badan, Jarak antarkota.
b. Data kualitatif
Data kualitatif merupakan data atribut, yaitu data yang bukan berbentuk bilangan
dan tidak dapat dioperasikan dengan matematik. Data kualitatif yang
dikuantitatifkan dapat dilakukan dengan cara memberi skor, rangking, maupun
dengan cara pemberian indeks.
Berdasarkan cara penyusunannya (skala), data statistik dibagi menjadi empat jenis,
yaitu:
a. Data Nominal
Data nominal adalah data statistik yang memuat angka yang tidak memiliki
makna. Angka yang terdapat dalam data ini hanya merupakan tanda/ simbol dari
objek yang akan dianalisis. Contohnya data yang berkaitan dengan jenis
kewarganegaraan seseorang, yakni WNI (warga negara Indonesia) dan WNA
(warga negara asing). Agar data tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan
statistik, data tersebut harus diubah menjadi angka.
Contoh; Data kewarganegaraan yaitu WNI dan WNA. Simbol WNI adalah
angka 1 dan WNA adalah angka 2.
b. Data Ordinal
Data ordinal adalah data statistik yang mempunyai daya berjenjang, tetapi
perbedaan antara angka yang satu dengan angka yang lainnya tidak tetap. Hal ini
berarti data tersebut tidak memiliki interval yang tetap.
Contohnya hasil kuis statistik dasar dalam suatu kelompok adalah sebagai
berikut:
Ani peringkat ke-1; Banu peringkat ke-2; Cheri peringkat ke-3.
Angka 1 diatas mempunyai nilai lebih tinggi daripada angka 2 maupun angka 3,
tetapi data ini tidak bisa memperlihatkan perbedaan kemampuan antara Ani,
Banu, dan Cheri secara pasti. Peringkat 1 tidak berarti mempunyai kemampuan
dua kali lipat dari peringkat 2 maupun mempunyai kemampuan tiga kali lipat
dari peringkat 3. Perbedaan kemampuan antara peringkat ke-1 dengan peringkat
ke-2 mungkin tidak sama dengan perbedaan kemampuan antar peringkat ke-2
dengan peringkat ke-3.
c. Data Interval
Data interval adalah data yang memiliki interval antara yang satu dan lainnya
sama dan telah ditetapkan sebelumnya. Data interval tidak memiliki titik nol dan
titik maksimum yang sebenarnya. Nilai nol dan titik maksimum tidak mutlak.
Misalnya jika suatu tes kecerdasan menghasilkan nilai yang berkisar antara 0
sampai 200, nilai 0 bukan menunjukkan tempat paling rendah dari prestasi pada
tes tersebut dan nilai 200 menunjukkan nilai tertinggi.
Contoh lain dapat digambarkan sebagai berikut:
Dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa dikenal standar-standar
penilaian sebagai berikut: A = 4, B = 3, C = 2, D = 1
Data Interval
Berdasarkan gambar diatas, dapat disebutkan bahwa:
IPK A = 4, IPK B = 3, IPK C = 2, dan IPK D = 1
Interval antara A dengan B adalah 4 – 1 = 3
Interval antara B dengan C adalah 3 – 2 = 1
Interval antara C dengan D adalah 2 – 1 = 1
Interval antara A dengan C adalah 4 – 2 = 2
Interval antara B dengan D adalah 3 – 1 = 2
Interval antara A dengan D adalah 4 – 1 = 3
Interval antara A dengan D – Interval D dengan C adalah
= (A-C) + (C-D)
= (4-2) + (2-1)
=3
Jadi data interval dapat ditambah maupun dikurangi. Walaupun demikian, tidak
dapat disimpulkan bahwa kepandaian atau keberhasilan A adalah empat kali
keberhasilan B. Demikian pula tidak dapat disimpulkan bahwa keberhasilan A
adalah dua kali B atau tiga kali C.
d. Data Rasio
Data rasio adalah jenis data yang mempunyai tingkatan tertinggi. Data ini selain
mempunyai interval yang sama, juga mempunyai nilai 0 mutlak.
Contoh: Hasil pengukuran panjang, tinggi, berat, luas, volume, dan sebagainya.
Dalam data rasio nilai 0, betul-betul tidak mempunyai nilai. Jadi, nol meter tidak
mempunyai panjang dan nol kilogram tidak mempunyai berat. Dalam data rasio
terdapat skala yang menunjukkan kelipatan, misalnya 20 meter adalah 2 x 10
meter, 15 kg adalah 3 x 5 kg.
Contoh lain misalnya kita mempunyai data panjang A = 10m, B = 20m, C =
30m, dan D = 40m, jika digambarkan akan menghasilkan gambar sebagai
berikut:
Data Rasio
Berdasarkan gambar diatas, maka dapat disimpulkan bahwa panjang D = 4 x A
atau 2 x B. Panjang B dapat disebut sebagai 2 x A atau ½ x D, dan seterusnya.
Daftar Pustaka
Ananda, Rusydi, dan Fadhli, Muhammad. (2018). Statistik Pendidikan: Teori dan Praktik
dalam Pendidikan. Medan: Widya Puspita.
Arisena, Gede M, K. Buku Ajar Pengantar Statistik. Universitas Udayana.
Hidayati, T., Handayani, I., dan Ikasari, I, H. (2019). Statistika Dasar Panduan bagi Dosen
dan Mahasiswa. Purwokerto: Pena Persada.
Syafril. (2010). Statistika. Padang: Sukabina Press.