Bhineka Tunggal Ika
Bhineka Tunggal Ika
1
hubungannya dengan dunia internasional, diharapkan peserta didik memiliki kemampuan
berkebhinekaan global.
Pertanyaan Pemantik
1. Pernahkah kalian melihat taman bunga?
2. Berapa banyak macam bunga yang ada? Apa saja warnanya?
3. Indah bukan? Seperti halnya Indonesia, kita juga banyak perbedaan tetapi menjadikan kita
kaya akan keanekaragaman sebagai kekayaan bangsa bukan sebagai pemecah.
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Pendahuluan (10 menit)
1. Peserta didik berdo’a bersama dan bersyukur kepada Tuhan YME
2. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik
3. Peserta didik melafalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan artinya
4. Peserta didik melihat tayangan video Bhinneka Tunggal Ika melalui PPT atau bisa diakses
di link https://www.youtube.com/watch?v=dUGBT2n0YLA
5. Peserta didik merespon pertanyaan guru yang berkaitan dengan pembelajaran sebelumnya
6. Peserta didik merespon pertanyaan pemantik dari guru
7. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran hari ini
Inti (60 menit)
Sintak Kegiatan
Mengamati
Tahap 1
Pertanyaan Mendasar
(literasi digital_ICT/TPACK)
Menanya
1. Guru menstimulasi peserta didik untuk membuat pertanyaan
terkait proyek video dengan tema “Menjaga Nilai Penting
Kebhinekaan”
2. Peserta didik menyusun pertanyaan terkait proyek video
“Menjaga Nilai Penting Kebhinekaan”
(Critical Thinking)
2
3
Sintak Kegiatan
Mengumpulkan Informasi
(Literasi_Numerasi)
(collaboration_critical thinking_creative_HOTS)
Penutup (10 menit)
1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil belajar hari ini
2. Peserta didik dan guru melakukan kegiatan refleksi
3. Peserta didik menyimak informasi terkait pembelajaran mendatang
4. Peserta didik dan guru mengakhiri pembelajaran dengan berdo’a bersama
4
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 2
Pendahuluan (10 menit)
1. Peserta didik berdo’a bersama dan bersyukur kepada Tuhan YME
2. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik
3. Peserta didik menyanyikan lagu nasional Dari Sabang Sampai Merauke
4. Peserta didik merespon pertanyaan dari guru yang berkaitan dengan pembelajaran
sebelumnya
5. Peserta didik merespon pertanyaan pemantik dari guru
6. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran hari ini
Inti (60 menit)
Sintak Kegiatan
1. Guru melakukan penilaian selama monitoring mengacu pada
rubrik penilaian proyek
2. Peserta didik membahas kelayakan proyek dan membuat
Tahap 5
laporannya sebagai bahan presentasi
Menguji Hasil
3. Guru mengecek kesiapan setiap kelompok untuk memaparkan
hasil proyeknya
(Critical Thinking)
Mengkomunikasikan
(communication_TPACK)
Penutup (10 menit)
1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil belajar hari ini
2. Peserta didik dan guru melakukan kegiatan refleksi
3. Peserta didik menyimak informasi terkait pembelajaran mendatang
4. Peserta didik dan guru mengakhiri pembelajaran dengan berdo’a bersama
Asesmen
Asesmen Sikap : Jurnal Penilaian Sikap
Asesmen Pengetahuan : Tes Tertulis (Uraian)
Asesmen Keterampilan : Rubrik Penilaian
5
Pengayaan dan Remedial
1. Pengayaan
Peserta yang telah mencapai nilai 75 ke atas diberikan pengayaan berupa literasi tentang
“Profil Pelajar Pancasila dalam Menjaga Kebhinnekaan Indonesia” pada link
https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/read/3427/profil-pelajar-pancasila-dalam-menjaga-
kebhinekaan-indonesia.html, kemudian diminta untuk menuliskan rangkumannya.
2. Remedial
Bagi siswa yang belum mencapai nilai 75, diminta untuk membaca kembali bahan bacaan
dan referensi lain (buku paket dll), setelah itu mengerjakan ulang soal evaluasi.
Refleksi Peserta Didik dan Guru
1. Peserta didik diminta menyampaikan perasaan dan pengalaman saat mengikuti pembelajaran.
2. Guru mencatat hal-hal/peristiwa yang terjadi saat proses pembelajaran, terkait dengan:
a. Momen terbaik apa yang saya rasakan ketika melakukan kegiatan ini?
b. Apa saja yang tidak berjalan dengan baik saat saya melakukan kegiatan? Mengapa?
c. Solusi apa saja yang memungkinkan dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut?
Sumber Referensi:
1. cdn-gbelajar.simpkb.id. Keragaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Modul Belajar
Mandiri bagi Calon Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Diakses pada 28
November 2022, dari https://cdn-
gbelajar.simpkb.id/s3/p3k/PGSD/PPKN/Modul%20 Pembelajaran/
PPKn_Pembelajaran-4.pdf
2. OfficialiNews.com. Bhinneka Tunggal Ika. Diakses pada 29 November 2022, dari situs
https://www.youtube.com/watch?v=dUGBT2n0YLA
6
7
BAHAN BACAAN
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Penyusun : Siti Tunziah, S.Pd
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Ambarawa
Fase / Kelas : D / VII
Semester / Tahun : Genap / 2022-2023
Materi Pokok : Bhinneka Tunggal Ika
Sub Materi : Menjaga Nilai Penting Kebinekaan
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
1
2. Keragaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika
1) Mata Pencaharian
Indonesia merupakan negara kepulauan dan memiliki kondisi alam yang berbeda-
beda, seperti dataran tinggi/pegunungan maupun dataran rendah/pantai sehingga
masyarakat yang tinggal didaerah tersebut harus menyesuaikan cara hidupnya dengan
alam disekitarnya. Kondisi alam juga mengakibatkan perbedaan mata pencaharian ada
yang sebagai petani, nelayan, pedagang pegawai, peternak dan lain-lain sehingga
kebhinnekaan mata pencaharian tersebut dapat menjalin persatuan karena saling
membutuhkan.
2) Ras
Letak Indonesia sangat strategis sehingga Indonesia menjadi tempat persilangan jalur
perdagangan. Banyaknya kaum pendatang ke Indonesia mengakibatkan terjadinya
akulturasi baik pada ras, agama, kesenian maupun budaya. Ras di Indonesia terdiri dari
Papua Melanesoid yang berdiam di Pulau Papua, dengan ciri fisik rambut keriting, bibir
tebal dan kulit hitam. Ras weddoid dengan jumlah yang relatif sedikit, seperti orang
Kubu, Sakai, Mentawai, Enggano dan Tomuna dengan ciri-ciri fisik, perawakan kecil,
kulit sawo matang dan rambut berombak. Selain itu ada Ras Malayan Mongoloid
berdiam di sebagian besar kepulauan Indonesia, khususnya di Kepulauan Sumatera dan
Jawa dengan ciri-ciri rambut ikal atau lurus, muka agak bulat, kulit putih sampai sawo
matang. Kebhinnekaan tersebut tidak mengurangi persatuan dan kesatuan karena tiap
ras saling menghormati dan tidak menganggap ras nya paling unggul
3) Agama
Masuknya kaum pendatang baik yang berniat untuk berdagang maupun menjajah
membawa misi penyebaran agama yang mengakibatkan kebhinnekaan agama di
Indonesia. Ada agama Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu
serta aliran kepercayaan. KeBhinnekaan agama sangat rentan akan konflik, tetapi
dengan semangat persatuan dan semboyan Bhinneka tunggal ika konflik tersebut dapat
dikurangi dengan cara saling toleransi antar umat beragama. Setiap agama tidak
mengajarkan untuk menganggap agamanya yang paling benar tetapi saling
menghormati dan menghargai perbedaan sehingga dapat hidup rukun saling
berdampingan dan tolong menolong di masyarakat.
4) Budaya
Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.
Budaya memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM kearah yang
lebih baik. Masuknya kaum pendatang juga mengakibatkan kebhinnekaan budaya di
Indonesia sehingga budaya tradisional berubah menjadi budaya yang modern tanpa
menghilangkan budaya asli Indonesia sendiri seperti budaya sopan santun, kekeluargaan
dan gotong royong. Budaya tradisional dan modern hidup berdampingan di masyarakat
tanpa saling merendahkan satu sama lain.
2
5) Gender
Perbedaan jenis kelamin adalah sesuatu yang sangat alami, tidak menunjukkan
adanya tingkatan. Anggapan kuat bagi laki-laki dan lemah bagi perempuan, adalah tidak
benar. Masing-masing mempunyai peran dan tanggungjawab yang saling membutuhkan
dan melengkapi. Zaman dahulu kaum perempuan tidak diberi kesempatan yang sama
untuk mengembangkan potensinya dan seringkali tugasnya dibatasi hanya sekitar rumah
saja. Pekerjaan rumah yang itu-itu saja, dianggap tidak banyak menuntut kreativitas,
kecerdasan dan wawasan yang luas, sehingga perempuan dianggap lebih bodoh dan
tidak terampil. Sekarang ini perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk
sekolah, mengembangkan bakat dan kemampuannya. Banyak kaum wanita yang
menduduki posisi penting dalam jabatan publik.
Sumber:
cdn-gbelajar.simpkb.id. Keragaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Modul Belajar Mandiri
bagi Calon Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Diakses pada 28 November 2022,
dari https://cdn-gbelajar.simpkb.id/s3/p3k/PGSD/PPKN/Modul%20 Pembelajaran/PPKn_
Pembelajaran-4.pdf
4
BAHAN PENGAYAAN
Foto: www.panduanmengajar.com
Pada era modern kali ini kehidupan sosial menjadi global. Tidak lagi terbatas oleh sekat
wilayah. Hal ini dapat berpengaruh pada perubahan karakter anak-anak Indonesia. Mereka dapat
mengakses informasi dunia luar. Sehingga mereka dapat mengetahui kebudayaan dari luar
Indonesia lebih mudah. Pengaruh kebudayaan luar bisa berdampak positif dan negatif. Sehingga
perlu adanya pendidikan karakter untuk menjaga dari dampak negatif yang muncul, salah satunya
perubahan gaya hidup remaja saat ini, yang dianggap tidak berkarakter Pancasila. Oleh karena itu,
Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan
program Profil Pelajar Pancasila.
Kemendikbudristek meluncurkan Profil Pelajar Pancasila sebagai Rencana Strategis
Kementerian tahun 2020-2024. Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai
pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila. Dikutip dari laman Kemendikbudristek, Profil Pelajar Pancasila memiliki enam ciri
utama, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebhinekaan global,
bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
Salah satu profil Pelajar Pancasila adalah karakter berkebhinekaan global. Kebhinekaan
artinya beraneka ragam, bermacam-macam, beragam, dan lain-lain, yang mengarah kepada
banyaknya perbedaan dalam kehidupan. Kebhinekaan lebih tertuju pada nilai nasional, yaitu
beraneka ragamnya terdapat suku bangsa, ras, agama, budaya, bahasa, dan lain-lain yang ada pada
negara Indonesia.
Terdapat tiga elemen dalam pembentukan Profil Pelajar Pancasila yang berkebhinekaan global, yaitu
1. Mengenal dan menghargai budaya
2. Kemampuan komunikasi inter kultural dalam berinteraksi dengan sesama
3. Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan
Maka pelajar yang memiliki Profil Pancasila yang berkebinekaan global memiliki semangat untuk
mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitas dan tetap berpikiran terbuka dalam
berinteraksi dengan budaya lain. Sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan semakin
mempersatukan bangsa.
● Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menemukan nilai penting kebinekaan dengan tepat (C3)
2. Peserta didik mampu menganalisis upaya menjaga kebinekaan Indonesia dengan
benar (C4)
3. Peserta didik mampu menunjukkan upaya menjaga nilai penting kebinekaan
dalam kehidupan nyatanya dengan baik (A4)
4. Peserta didik mampu membuat dan menyajikan sebuah video tentang
perilaku menjaga kebinekaan Indonesia secara berkelompok (P5)
1. Nilai Penting Kebinekaan
1 2 3 4
dibanding yang lain.
Jadi ….
Karena setiap orang atau kelompok memiliki kelebihan masing-masing, maka tidak ada orang
atau kelompok yang boleh merasa lebih hebat dari orang atau kelompok lainnya.
Sebaliknya, juga tidak boleh ada orang atau kelompok yang merasa lebih rendah
dari yang lain karena semuanya sama di hadapan hukum.
Yang harus kita upayakan adalah ….
antarorang atau antarkelompok harus bekerja sama satu sama lain sehingga dapat membent
Merencanak
Bentuk
an &
Kelompok Melaksanaka
(4-5 orang) n Proyek
Tahap Tahap
1 3
4
E
d
i
t
d
a
n
t
a
h
Gambaran Rencana Proyek
Tema /
0
Menentuka
n tema dan
Adegan reka
adegan
02
(skrip)
Pemain/
Menentuka
RENCANA
Kru n
personilny
a
03
0 Latar/
Tempat
Memilih tempat
sesuai tema
1
Kelas :
Kelompok :
LKDP Menjaga Nilai Penting Kebinekaan Anggota Nama Lengkap No
Kelompok Absen
Anak-anak, setelah kalian belajar tentang menjaga nilai 1
penting kebinekaan, silahkan kalian rencanakan proyek 2
film pendek kelompok kalian dalam LKPD berikut ini! 3
4
5
Judul Video
What (apa)
Tema apa yang
akan
ditampilkan
When (kapan)
Pagi-siang-sore-
malam
Where (dimana)
Who (siapa)
Pemain/Kru
Alat-alat yang
dibutuhkan
How
(bagaimana
kejadiannya)
Adegan apa saja
yang akan
ditampilkan
2
NASKAH VIDEO (SKRIP)
3
ASESMEN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Penyusun : Siti Tunziah, S.Pd
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Ambarawa
Fase / Kelas : D / VII
Semester / Tahun : Genap / 2022-2023
Materi Pokok : Bhinneka Tunggal Ika
Sub Materi : Menjaga Nilai Penting Kebhinekaan
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diharapkan:
a. Peserta didik mampu menemukan nilai penting kebinekaan dengan tepat (C3)
b. Peserta didik mampu menganalisis upaya menjaga kebinekaan Indonesia dengan benar (C4)
c. Peserta didik mampu menunjukkan upaya menjaga nilai penting kebinekaan dalam
kehidupan nyatanya dengan baik (A4)
d. Peserta didik mampu membuat dan menyajikan sebuah film pendek tentang perilaku
menjaga kebinekaan Indonesia secara berkelompok (P5)
1
ASESMEN PEMBELAJARAN
A. Asesmen Sikap
No Nama SR 1 SR 2 SS 1 SS 2 Nilai Akhir
Kategori:
4 : baik sekali
3 : baik
2 : sedang
1 : kurang
Keterangan:
Sikap Religius : Berdoa sebelum dan sesudah belajar dengan khidmat
1
Sikap Religius : Cinta kebersihan (diri dan lingkungannya_kelas/sekolah)
2
Sikap Sosial 1 : Menghormati keputusan dalam kelompok, melaksanakan keputusan dengan
penuh tanggung jawab
Sikap Sosial 2 : Menghormati persamaan hak dan kewajiban dalam kelompok (hak
berpendapat, mengucapkan kalimat dengan sopan)
2
B. Asesmen Pengetahuan
Kunci Jawaban:
3
Nama : …………………………….
2. Soal Asesmen Pengetahuan Kelas : …………………………….
No. : …………………………….
Anak-anak, sebagai evaluasi atas pembelajaran pada hari ini, lengkapilah tabel berikut dengan
uraian kata-kata sendiri (pendapat masing-masing)!
4
C. Asesmen Keterampilan
Kategori:
4 : baik sekali
3 : baik
2 : sedang
1 : kurang
Keterangan:
Indikator 1 (I-1) : Bernalar kritis, peserta didik memaparkan rencana proyeknya pada LKPD
Indikator 2 (I-2) : Kreatif, mengerjakan proyek video pendek dengan penuh kreativitas
Indikator 3 (I-3) : Gotong royong, kerjasama membuat dan mempresentasikan video pendek
Indikator 4 (I-4) : Berkebinekaan global, menghargai perbedaan dalam kelompok dan kelas