0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan40 halaman

Bhineka Tunggal Ika

Diunggah oleh

nirmanisa91
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
66 tayangan40 halaman

Bhineka Tunggal Ika

Diunggah oleh

nirmanisa91
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA

Penyusun : Siti Tunziah, S.Pd


Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Ambarawa
Fase / Kelas : D / VII
Semester / Tahun : Genap / 2022-2023
Alokasi Waktu : 4 JP @ 40 menit (2 pertemuan)
Jumlah Peserta Didik : 32
Materi Pokok : Bhinneka Tunggal Ika
Sub Materi : Menjaga Nilai Penting Kebhinekaan
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Elemen Profil Pelajar Pancasila
Bhinneka Tunggal Ika a. Bernalar Kritis
b. Kreatif
c. Gotong Royong
d. Berkebhinekaan Global
Sarana dan Prasarana
Tempat : Ruang kelas dan luar kelas (lingkungan
sekolah) Alat dan Bahan : Laptop, LCD, Proyektor, Speaker, HP
Materi dan Sumber Ajar : PPT, Video, Bahan Ajar
Target Peserta Didik Model Pembelajaran
a. Peserta didik regular Project Based Learning (PjBL)
b. Peserta didik dengan kesulitan belajar
c. Peserta didik dengan pencapaian tinggi
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diharapkan:
a. Peserta didik mampu menemukan nilai penting kebhinekaan dengan tepat (C3)
b. Peserta didik mampu menganalisis upaya menjaga kebhinekaan dengan benar (C4)
c. Peserta didik mampu menunjukkan upaya menjaga nilai penting kebhinekaan dalam
kehidupan nyatanya dengan baik (A4)
d. Peserta didik mampu membuat dan menyajikan sebuah video tentang perilaku menjaga
kebhinekaan Indonesia secara berkelompok (P5)
Pemahanan Bermakna
Peserta didik sudah mengetahui keragaman Indonesia meliputi gender, suku, budaya, agama, ras
dan antargolongan tetapi belum memahami secara nyata pentingnya menjaga kebhinekaan
Indonesia. Sebagai contoh, masih terdapat kasus pembullyan secara nyata oleh peserta didik
meskipun dalam konteks bercanda. Peserta didik memanggil temannya yang memiliki kulit hitam
dengnan panggilan “Ambon”. Melalui pembelajaran kali ini, harapannya peserta didik memiliki
rasa kebhinekaan dan saling menghormati atas keragaman yang ada sehingga tercipta rasa
persatuan sebagai bangsa Indonesia sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam

1
hubungannya dengan dunia internasional, diharapkan peserta didik memiliki kemampuan
berkebhinekaan global.
Pertanyaan Pemantik
1. Pernahkah kalian melihat taman bunga?
2. Berapa banyak macam bunga yang ada? Apa saja warnanya?
3. Indah bukan? Seperti halnya Indonesia, kita juga banyak perbedaan tetapi menjadikan kita
kaya akan keanekaragaman sebagai kekayaan bangsa bukan sebagai pemecah.
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Pendahuluan (10 menit)
1. Peserta didik berdo’a bersama dan bersyukur kepada Tuhan YME
2. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik
3. Peserta didik melafalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dan artinya
4. Peserta didik melihat tayangan video Bhinneka Tunggal Ika melalui PPT atau bisa diakses
di link https://www.youtube.com/watch?v=dUGBT2n0YLA
5. Peserta didik merespon pertanyaan guru yang berkaitan dengan pembelajaran sebelumnya
6. Peserta didik merespon pertanyaan pemantik dari guru
7. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran hari ini
Inti (60 menit)
Sintak Kegiatan
Mengamati

1. Guru menyampaikan topik tentang “Menjaga Nilai Penting


Kebhinekaan” melalui PPT
2. Peserta didik menyimak tayangan film pendek “Ampuhnya
Persatuan Indonesia” melalui PPT atau dapat diakses di
youtube dengan link https://www.youtube.com/watch?v=0B-
oEISreNA

Tahap 1
Pertanyaan Mendasar

(literasi digital_ICT/TPACK)
Menanya
1. Guru menstimulasi peserta didik untuk membuat pertanyaan
terkait proyek video dengan tema “Menjaga Nilai Penting
Kebhinekaan”
2. Peserta didik menyusun pertanyaan terkait proyek video
“Menjaga Nilai Penting Kebhinekaan”
(Critical Thinking)
2
3
Sintak Kegiatan
Mengumpulkan Informasi

a. Peserta didik membentuk kelompok kerja secara heterogen


(4 orang)
b. Peserta didik membagi tugas dalam kelompok (ketua,
sekretaris, dll)
Tahap 2 c. Peserta didik menyimak informasi dari guru tentang proyek
Mendesain Perencanaan pembuatan video “Menjaga Nilai Kebhinekaan Indonesia”
Proyek d. Peserta didik berdiskusi untuk menyusun rencana proyek
pembuatan video pendek meliputi: pemilihan tema aksi dalam
video pendek, pembagian tugas dalam proyek video pendek,
persiapan alat, bahan, media, dan sumber yang dibutuhkan

(Collaboration & Creativty)

Mengasosiasi (Mengolah Informasi)

1. Guru bersama peserta didik membuat kesepakatan jadwal


proyek secara umum (tahapan proyek sampai pengumpulan
dan presentasi)
Tahap 3 2. Peserta didik secara berkelompok menyusun jadwal proyek
Menyusun Jadwal masing-masing
Pembuatan 3. Peserta didik mencatat jadwal dan persiapan (naskah,
pemain, adegan, tempat, dan sarana prasarana yang digunakan
dalam proyek video pendek)

(Literasi_Numerasi)

1. Guru membagikan LKPD


2. Peserta didik secara berkelompok mengisi LKPD sesuai tugas
kelompok masing-masing
3. Peserta didik melaksanakan setiap tahapan sesuai rencana
Tahap 4 proyek
Memonitor Keaktifan dan 4. Peserta didik mendiskusikan masalah (berbasis HOTS) yang
Perkembangan Proyek muncul dengan didampingi guru
5. Guru memantau perkembangan tahapan pebuatan proyek video
pendek

(collaboration_critical thinking_creative_HOTS)
Penutup (10 menit)
1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil belajar hari ini
2. Peserta didik dan guru melakukan kegiatan refleksi
3. Peserta didik menyimak informasi terkait pembelajaran mendatang
4. Peserta didik dan guru mengakhiri pembelajaran dengan berdo’a bersama

4
Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 2
Pendahuluan (10 menit)
1. Peserta didik berdo’a bersama dan bersyukur kepada Tuhan YME
2. Guru mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik
3. Peserta didik menyanyikan lagu nasional Dari Sabang Sampai Merauke
4. Peserta didik merespon pertanyaan dari guru yang berkaitan dengan pembelajaran
sebelumnya
5. Peserta didik merespon pertanyaan pemantik dari guru
6. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pembelajaran hari ini
Inti (60 menit)
Sintak Kegiatan
1. Guru melakukan penilaian selama monitoring mengacu pada
rubrik penilaian proyek
2. Peserta didik membahas kelayakan proyek dan membuat
Tahap 5
laporannya sebagai bahan presentasi
Menguji Hasil
3. Guru mengecek kesiapan setiap kelompok untuk memaparkan
hasil proyeknya
(Critical Thinking)
Mengkomunikasikan

1. Peserta didik mengirimkan video pendeknya ke guru untuk


dipresentasikan secara bergantian
2. Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok
dengan menampilkan video pendeknya melalui PPT
Tahap 6
3. Kelompok lain memberikan tanggapan baik berupa pertanyaan,
Evaluasi Pengalaman
kritik, saran atau peneguhan (dukungan pendapat)
Belajar
4. Kelompok presentasi membuat kesimpulan sesuai dengan
masukan kelompok lain.
5. Guru memberi penegasan bersama peserta didik atas presentasi
yang dilakukan

(communication_TPACK)
Penutup (10 menit)
1. Peserta didik bersama guru menyimpulkan hasil belajar hari ini
2. Peserta didik dan guru melakukan kegiatan refleksi
3. Peserta didik menyimak informasi terkait pembelajaran mendatang
4. Peserta didik dan guru mengakhiri pembelajaran dengan berdo’a bersama
Asesmen
Asesmen Sikap : Jurnal Penilaian Sikap
Asesmen Pengetahuan : Tes Tertulis (Uraian)
Asesmen Keterampilan : Rubrik Penilaian

5
Pengayaan dan Remedial
1. Pengayaan
Peserta yang telah mencapai nilai 75 ke atas diberikan pengayaan berupa literasi tentang
“Profil Pelajar Pancasila dalam Menjaga Kebhinnekaan Indonesia” pada link
https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/read/3427/profil-pelajar-pancasila-dalam-menjaga-
kebhinekaan-indonesia.html, kemudian diminta untuk menuliskan rangkumannya.
2. Remedial
Bagi siswa yang belum mencapai nilai 75, diminta untuk membaca kembali bahan bacaan
dan referensi lain (buku paket dll), setelah itu mengerjakan ulang soal evaluasi.
Refleksi Peserta Didik dan Guru
1. Peserta didik diminta menyampaikan perasaan dan pengalaman saat mengikuti pembelajaran.
2. Guru mencatat hal-hal/peristiwa yang terjadi saat proses pembelajaran, terkait dengan:
a. Momen terbaik apa yang saya rasakan ketika melakukan kegiatan ini?
b. Apa saja yang tidak berjalan dengan baik saat saya melakukan kegiatan? Mengapa?
c. Solusi apa saja yang memungkinkan dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut?

Sumber Referensi:
1. cdn-gbelajar.simpkb.id. Keragaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Modul Belajar
Mandiri bagi Calon Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Diakses pada 28
November 2022, dari https://cdn-
gbelajar.simpkb.id/s3/p3k/PGSD/PPKN/Modul%20 Pembelajaran/
PPKn_Pembelajaran-4.pdf

2. OfficialiNews.com. Bhinneka Tunggal Ika. Diakses pada 29 November 2022, dari situs
https://www.youtube.com/watch?v=dUGBT2n0YLA

3. radioedukasi.kemdikbud.go.id. (2022, 5 Oktober). Profil Pelajar Pancasila dalam Menjaga


Kebhinnekaan Indonesia. Diakses pada 28 November 2022, dari
https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/read/3427/profil-pelajar-pancasila-dalam-menjaga-
kebhinekaan-indonesia.html

4. tvpendidikan. Juara #1 – Film Pendek (Ampuhnya Persatuan Indonesia). Diakses pada 28


November 2022, pada situs https://www.youtube.com/watch?v=0B-oEISreNA
Glosarium
Bullying : segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh
satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang
lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

6
7
BAHAN BACAAN
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Penyusun : Siti Tunziah, S.Pd
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Ambarawa
Fase / Kelas : D / VII
Semester / Tahun : Genap / 2022-2023
Materi Pokok : Bhinneka Tunggal Ika
Sub Materi : Menjaga Nilai Penting Kebinekaan
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

KERAGAMAN DALAM BHINNEKA TUNGGAL IKA

1. Makna Bhinneka Tunggal Ika


Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan yang terdapat dalam Lambang Negara
Indonesia Garuda Pancasila tepatnya pada pita yang dicengkeram oleh Garuda. Lambang ini
dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh Presiden
Soekarno dan diresmikan pemakaiannya sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang
Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11 Februari 1950. Penggunaan lambang negara
diatur dalam UUD 1945 pasal 36A dan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan
Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Kalimat Bhinneka Tunggal Ika terdapat dalam buku Sutasoma, karangan Mpu Tantular
pada masa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Dalam buku Sutasoma (Purudasanta),
pengertian Bhinneka Tunggal Ika lebih ditekankan pada perbedaan bidang kepercayaan juga
keanekaragam agama dan kepercayaan di kalangan masyarakat Majapahit.
Kata Bhinneka Tunggal Ika dapat pula dimaknai bahwa meskipun bangsa dan negara
Indonesia terdiri atas beraneka ragam suku bangsa yang memiliki kebudayaan dan adat-istiadat
yang bermacam-macam serta beraneka ragam kepulauan wilayah negara Indonesia namun
keseluruhannya itu merupakan suatu persatuan yaitu bangsa dan negara Indonesia.
Keanekaragaman tersebut bukanlah merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru
keanekaragaman itu bersatu dalam satu sintesa yang pada gilirannya justru memperkaya sifat
dan makna persatuan bangsa dan negara Indonesia.
Bagi bangsa Indonesia semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan dasar untuk
mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Perwujudan semboyan Bhinneka Tunggal Ika
dalam kehidupan sehari-hari dilakukan dengan cara hidup saling menghargai antara masyarakat
yang satu dengan yang lainnya tanpa memandang suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat,
warna kulit dan lain-lain. Seperti diketahui Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri
dari beribu-ribu pulau dimana setiap daerah memiliki adat istiadat, bahasa, aturan, kebiasaan
dan lain-lain yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya tanpa adanya kesadaran sikap
untuk menjaga Bhinneka tunggal Ika pastinya akan terjadi berbagai kekacauan di dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika kita harus
membuang jauh- jauh sikap mementingkan dirinya sendiri atau daerahnya sendiri tanpa peduli
kepentingan bersama. Bila hal tersebut terjadi pastinya negara kita ini akan terpecah belah.

1
2. Keragaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika

a. Kebhinnekaan Bangsa Indonesia

1) Mata Pencaharian
Indonesia merupakan negara kepulauan dan memiliki kondisi alam yang berbeda-
beda, seperti dataran tinggi/pegunungan maupun dataran rendah/pantai sehingga
masyarakat yang tinggal didaerah tersebut harus menyesuaikan cara hidupnya dengan
alam disekitarnya. Kondisi alam juga mengakibatkan perbedaan mata pencaharian ada
yang sebagai petani, nelayan, pedagang pegawai, peternak dan lain-lain sehingga
kebhinnekaan mata pencaharian tersebut dapat menjalin persatuan karena saling
membutuhkan.
2) Ras
Letak Indonesia sangat strategis sehingga Indonesia menjadi tempat persilangan jalur
perdagangan. Banyaknya kaum pendatang ke Indonesia mengakibatkan terjadinya
akulturasi baik pada ras, agama, kesenian maupun budaya. Ras di Indonesia terdiri dari
Papua Melanesoid yang berdiam di Pulau Papua, dengan ciri fisik rambut keriting, bibir
tebal dan kulit hitam. Ras weddoid dengan jumlah yang relatif sedikit, seperti orang
Kubu, Sakai, Mentawai, Enggano dan Tomuna dengan ciri-ciri fisik, perawakan kecil,
kulit sawo matang dan rambut berombak. Selain itu ada Ras Malayan Mongoloid
berdiam di sebagian besar kepulauan Indonesia, khususnya di Kepulauan Sumatera dan
Jawa dengan ciri-ciri rambut ikal atau lurus, muka agak bulat, kulit putih sampai sawo
matang. Kebhinnekaan tersebut tidak mengurangi persatuan dan kesatuan karena tiap
ras saling menghormati dan tidak menganggap ras nya paling unggul
3) Agama
Masuknya kaum pendatang baik yang berniat untuk berdagang maupun menjajah
membawa misi penyebaran agama yang mengakibatkan kebhinnekaan agama di
Indonesia. Ada agama Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu, Budha dan Konghucu
serta aliran kepercayaan. KeBhinnekaan agama sangat rentan akan konflik, tetapi
dengan semangat persatuan dan semboyan Bhinneka tunggal ika konflik tersebut dapat
dikurangi dengan cara saling toleransi antar umat beragama. Setiap agama tidak
mengajarkan untuk menganggap agamanya yang paling benar tetapi saling
menghormati dan menghargai perbedaan sehingga dapat hidup rukun saling
berdampingan dan tolong menolong di masyarakat.
4) Budaya
Budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam
rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan cara belajar.
Budaya memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku SDM kearah yang
lebih baik. Masuknya kaum pendatang juga mengakibatkan kebhinnekaan budaya di
Indonesia sehingga budaya tradisional berubah menjadi budaya yang modern tanpa
menghilangkan budaya asli Indonesia sendiri seperti budaya sopan santun, kekeluargaan
dan gotong royong. Budaya tradisional dan modern hidup berdampingan di masyarakat
tanpa saling merendahkan satu sama lain.

2
5) Gender
Perbedaan jenis kelamin adalah sesuatu yang sangat alami, tidak menunjukkan
adanya tingkatan. Anggapan kuat bagi laki-laki dan lemah bagi perempuan, adalah tidak
benar. Masing-masing mempunyai peran dan tanggungjawab yang saling membutuhkan
dan melengkapi. Zaman dahulu kaum perempuan tidak diberi kesempatan yang sama
untuk mengembangkan potensinya dan seringkali tugasnya dibatasi hanya sekitar rumah
saja. Pekerjaan rumah yang itu-itu saja, dianggap tidak banyak menuntut kreativitas,
kecerdasan dan wawasan yang luas, sehingga perempuan dianggap lebih bodoh dan
tidak terampil. Sekarang ini perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk
sekolah, mengembangkan bakat dan kemampuannya. Banyak kaum wanita yang
menduduki posisi penting dalam jabatan publik.

b. Makna Bhinneka Tunggal Ika bagi Bangsa dan Negara


Walaupun bangsa kita berbeda dan beragam dalam hal suku bangsa, mata
pencaharian, bahasa daerah, agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME, ras/keturunan
serta gender tetapi harus tetap berada dalam satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan
dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan semboyan Bhinneka
Tunggal Ika. Kita harus dapat menerapkan persatuan dalam kehidupan sehari-hari yaitu
hidup saling menghargai antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya tanpa
memandang suku bangsa, agama, bahasa, adat istiadat, warna kulit dan lain-lain. tanpa
adanya kesadaran sikap untuk menjaga Bhinneka Tunggal Ika akan terjadi berbagai
kekacauan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang setiap orang akan hanya
mementingkan dirinya sendiri atau daerahnya sendiri tanpa perduli kepentingan bersama.
Bila hal tersebut terjadi di negara kita ini akan terpecah belah, oleh sebab itu marilah kita
jaga Bhinneka Tunggal Ika dengan sebaik- baiknya agar persatuan bangsa dan negara
Indonesia tetap terjaga dan kita pun haruslah sadar bahwa menyatukan bangsa ini
memerlukan perjuangan yang panjang yang dilakukan oleh para pendahulu kita dalam
menyatukan wilayah Republik Indonesia menjadi negara kesatuan.

c. Hal-hal yang Dapat Merusak Persatuan dan Kesatuan Bangsa


1. Prasangka
Prasangka adalah sikap yang bisa positif maupun negatif berdasarkan keyakinan
stereotip atau pemberian label kita tentang anggota dari kelompok tertentu. Prasangka
yang berbasis ras kita sebut rasisme, sedangkan yang berbasis etnis disebut etnisisme.
Dalam prasangka, emosi memaksa kita untuk menarik kesimpulan atas dasar prasangka
buruk tanpa memakai pikiran dan pandangan kita terhadap fakta yang nyata. Karena itu,
bila prasangka sudah menghinggapi seseorang, orang tidak dapat berpikir logis dan
objektif dan segala apa yang dilihatnya akan dinilai secara negatif.
2. Stereotip
Stereotip yaitu pemberian sifat tertentu terhadap seseorang berdasarkan kategori yang
bersifat subyektif, hanya karena dia berasal dari kelompok yang lain. Pemberian sifat itu
bisa sifat positif maupun negatif. stereotipe adalah keyakinan seseorang untuk
menggeneralisasikan sifat-sifat tertentu yang cenderung negatif tentang orang lain
karena dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman tertentu. Keyakinan ini
menimbulkan penilaian yang cenderung negatif atau bahkan merendahkan kelompok
lain. Ada
3
kecenderungan untuk memberi “label” atau cap tertentu pada kelompok tertentu dan
yang termasuk problem yang perlu diatasi adalah stereotip yang negatif atau
memandang rendah kelompok lain.
3. Etnosentrisme
Etnosentrisme yaitu paham yang berpandangan bahwa manusia pada dasarnya
individualistis yang cenderung mementingkan diri sendiri, namun karena harus
berhubungan dengan manusia lain, maka terbentuklah sifat hubungan yang antagonistik
(pertentangan). Supaya pertentangan itu dapat dicegah, perlu ada folkways (adat
kebiasaan) yang bersumber pada pola-pola tertentu. Mereka yang mempunyai folkways
yang sama cenderung berkelompok dalam suatu kelompok yang disebut etnis.
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk menetapkan semua norma dan nilai budaya
orang lain dengan standar budayanya sendiri.
4. Rasisme
Rasisme yaitu suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa
perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau
individu – bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras
yang lainnya.

d. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika


1) Perilaku inklusif (merasa dirinya hanya merupakan sebagian dari kesatuan dari
masyarakat yang lebih luas)
2) Sikap rukun dan damai
3) Musyarawah untuk mencapai mufakat
4) Sikap kasih sayang dan rela berkorban

3. Harmonisasi dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika


Konsep harmoni berasal dari bahasa Yunani dari kata harmonia yang berarti terikat secara
serasi. Harmoni sosial dapat dimaknai sebagai sebuah keadaan masyarakat yang anggotanya
saling berhubungan secara baik dan saling menghargai satu sama lain, sejalan dan serasi
dengan tujuan masyarakatnya.
a. Prinsip Harmoni dalam Keberagaman Sosial
1) Mengedepankan semangat egalitarianisme atau kesetaraan
2) Saling pengertian antara sesama anggota masyarakat
3) Mengutamakan toleransi yang tinggi
4) Mengutamakan kerjasama antara sesama anggota masyarakat
5) Menjunjung tinggi keterbukaan
6) Penghargaan kepada orang berdasarkan prestasi, bukan prestise seperti keturunan
kesukuan, ras, dan lain-lain

Sumber:
cdn-gbelajar.simpkb.id. Keragaman dalam Bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Modul Belajar Mandiri
bagi Calon Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Diakses pada 28 November 2022,
dari https://cdn-gbelajar.simpkb.id/s3/p3k/PGSD/PPKN/Modul%20 Pembelajaran/PPKn_
Pembelajaran-4.pdf

4
BAHAN PENGAYAAN

Profil Pelajar Pancasila dalam Menjaga Kebhinekaan Indonesia

Foto: www.panduanmengajar.com

Pada era modern kali ini kehidupan sosial menjadi global. Tidak lagi terbatas oleh sekat
wilayah. Hal ini dapat berpengaruh pada perubahan karakter anak-anak Indonesia. Mereka dapat
mengakses informasi dunia luar. Sehingga mereka dapat mengetahui kebudayaan dari luar
Indonesia lebih mudah. Pengaruh kebudayaan luar bisa berdampak positif dan negatif. Sehingga
perlu adanya pendidikan karakter untuk menjaga dari dampak negatif yang muncul, salah satunya
perubahan gaya hidup remaja saat ini, yang dianggap tidak berkarakter Pancasila. Oleh karena itu,
Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan
program Profil Pelajar Pancasila.
Kemendikbudristek meluncurkan Profil Pelajar Pancasila sebagai Rencana Strategis
Kementerian tahun 2020-2024. Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai
pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila. Dikutip dari laman Kemendikbudristek, Profil Pelajar Pancasila memiliki enam ciri
utama, yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkebhinekaan global,
bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
Salah satu profil Pelajar Pancasila adalah karakter berkebhinekaan global. Kebhinekaan
artinya beraneka ragam, bermacam-macam, beragam, dan lain-lain, yang mengarah kepada
banyaknya perbedaan dalam kehidupan. Kebhinekaan lebih tertuju pada nilai nasional, yaitu
beraneka ragamnya terdapat suku bangsa, ras, agama, budaya, bahasa, dan lain-lain yang ada pada
negara Indonesia.
Terdapat tiga elemen dalam pembentukan Profil Pelajar Pancasila yang berkebhinekaan global, yaitu
1. Mengenal dan menghargai budaya
2. Kemampuan komunikasi inter kultural dalam berinteraksi dengan sesama
3. Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan
Maka pelajar yang memiliki Profil Pancasila yang berkebinekaan global memiliki semangat untuk
mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitas dan tetap berpikiran terbuka dalam
berinteraksi dengan budaya lain. Sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan semakin
mempersatukan bangsa.

Penulis: Gita Kurnia Graha / Editor: Arik


Sumber: https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/read/3427/profil-pelajar-pancasila-dalam-menjaga-
kebhinekaan-indonesia.html
5
https://id-static.z-dn.net/files/d30/7b33bb28e0a5a0e5503295d0f327427e.jpg
MARI KITA SIMAK VIDEO BERIKUT INI
https://www.youtube.com/watch?v=dUGBT2n0YLA
MENJAGA KEBINEKAAN
INDONESIA
Bab 4 Bhinneka Tunggal Disusun Oleh: Siti Tunziah,
Ika S.Pd
Fase D/ Kelas 7/Semester SMP Negeri 1 Ambarawa
Genap
Tahun Ajaran 2022/2023
Capaian Pembelajaran

● Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan


antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

● Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu menemukan nilai penting kebinekaan dengan tepat (C3)
2. Peserta didik mampu menganalisis upaya menjaga kebinekaan Indonesia dengan
benar (C4)
3. Peserta didik mampu menunjukkan upaya menjaga nilai penting kebinekaan
dalam kehidupan nyatanya dengan baik (A4)
4. Peserta didik mampu membuat dan menyajikan sebuah video tentang
perilaku menjaga kebinekaan Indonesia secara berkelompok (P5)
1. Nilai Penting Kebinekaan

Setiap orang maupun kelompok masyarakat selalu memiliki kelebihan masing-


masing. Tidak ada orang atau kelompok masyarakat yang tidak memiliki kelebihan

1 2 3 4
dibanding yang lain.
Jadi ….
Karena setiap orang atau kelompok memiliki kelebihan masing-masing, maka tidak ada orang

atau kelompok yang boleh merasa lebih hebat dari orang atau kelompok lainnya.
Sebaliknya, juga tidak boleh ada orang atau kelompok yang merasa lebih rendah
dari yang lain karena semuanya sama di hadapan hukum.
Yang harus kita upayakan adalah ….
antarorang atau antarkelompok harus bekerja sama satu sama lain sehingga dapat membent

masyarakat yang kuat karena dapat menggabungkan kelebihan masin-masing.


Setiap orang maupun kelompok juga akan meningkat kualitasnya bila berhubungan dan bekerja sam

 Masyarakat yang menutup diri dan menolak bekerja


sama dengan masyarakat lain yang berbeda tidak akan
dapat maju, dan malah akan menurun.

 Kalau ingin maju, harus siap bekerja sama dengan


gender, suku, pemeluk agama, hingga ras dan
golongan yang berbeda dengan dirinya.
2. Menjaga Kebinekaan

Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kebinekaan Indonesia adalah:


1. Menghargai orang/kelompok yang berbeda
2. Membangun hubungan orang/kelompok yang berbeda
3. Bekerja sama orang/kelompok yang berbeda
SAATNYA MEBUAT PROYEK VIDEO PENDEK
Tugas Kelompok

Merencanak
Bentuk
an &
Kelompok Melaksanaka
(4-5 orang) n Proyek
Tahap Tahap
1 3

k: Ketua Sekretaris Sie.


Tahap 2 Adegan
Bagi Sie. Perlengkapan
Tugas
Kelompo
T ap
penyelesaian
a video pendek
h
a
p

4
E
d
i
t

d
a
n

t
a
h
Gambaran Rencana Proyek

Tema /
0
Menentuka
n tema dan
Adegan reka
adegan

02
(skrip)
Pemain/
Menentuka
RENCANA

Kru n
personilny
a

03
0 Latar/
Tempat
Memilih tempat
sesuai tema

Menyiapkan semua alat yang dibutuhkan


Pilihan Tema

Upaya menjaga kebinekaan Indon


keragaman suku dst
SELAMAT BEKERJA, SUKSES SELALU!
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Penyusun : Siti Tunziah, S.Pd
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Ambarawa
Fase / Kelas : D / VII
Semester / Tahun : Genap / 2022-2023
Materi Pokok : Bhinneka Tunggal Ika
Sub Materi : Menjaga Nilai Penting Kebhinekaan
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL) diharapkan:
a. Peserta didik mampu menemukan nilai penting kebinekaan dengan tepat (C3)
b. Peserta didik mampu menganalisis upaya menjaga kebinekaan Indonesia dengan benar (C4)
c. Peserta didik mampu menunjukkan upaya menjaga nilai penting kebinekaan dalam
kehidupan nyatanya dengan baik (A4)
d. Peserta didik mampu membuat dan menyajikan sebuah film pendek tentang perilaku
menjaga kebinekaan Indonesia secara berkelompok (P5)

1
Kelas :
Kelompok :
LKDP Menjaga Nilai Penting Kebinekaan Anggota Nama Lengkap No
Kelompok Absen
Anak-anak, setelah kalian belajar tentang menjaga nilai 1
penting kebinekaan, silahkan kalian rencanakan proyek 2
film pendek kelompok kalian dalam LKPD berikut ini! 3
4
5

Judul Video
What (apa)
Tema apa yang
akan
ditampilkan
When (kapan)
Pagi-siang-sore-
malam
Where (dimana)

Who (siapa)
Pemain/Kru

Alat-alat yang
dibutuhkan

How
(bagaimana
kejadiannya)
Adegan apa saja
yang akan
ditampilkan

2
NASKAH VIDEO (SKRIP)

No Adegan Pemain Skrip (Dialog)

3
ASESMEN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
Penyusun : Siti Tunziah, S.Pd
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 1 Ambarawa
Fase / Kelas : D / VII
Semester / Tahun : Genap / 2022-2023
Materi Pokok : Bhinneka Tunggal Ika
Sub Materi : Menjaga Nilai Penting Kebhinekaan
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam
bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran Project Based Learning (PjBL) diharapkan:
a. Peserta didik mampu menemukan nilai penting kebinekaan dengan tepat (C3)
b. Peserta didik mampu menganalisis upaya menjaga kebinekaan Indonesia dengan benar (C4)
c. Peserta didik mampu menunjukkan upaya menjaga nilai penting kebinekaan dalam
kehidupan nyatanya dengan baik (A4)
d. Peserta didik mampu membuat dan menyajikan sebuah film pendek tentang perilaku
menjaga kebinekaan Indonesia secara berkelompok (P5)

1
ASESMEN PEMBELAJARAN
A. Asesmen Sikap
No Nama SR 1 SR 2 SS 1 SS 2 Nilai Akhir

Kategori:
4 : baik sekali
3 : baik
2 : sedang
1 : kurang

Keterangan:
Sikap Religius : Berdoa sebelum dan sesudah belajar dengan khidmat
1
Sikap Religius : Cinta kebersihan (diri dan lingkungannya_kelas/sekolah)
2
Sikap Sosial 1 : Menghormati keputusan dalam kelompok, melaksanakan keputusan dengan
penuh tanggung jawab
Sikap Sosial 2 : Menghormati persamaan hak dan kewajiban dalam kelompok (hak
berpendapat, mengucapkan kalimat dengan sopan)

2
B. Asesmen Pengetahuan

1. Kisi-Kisi Instrumen Asesmen Pengetahuan


No Tujuan Soal Level Kognitif No Soal
Pembelajaran
Peserta didik mampu Tuliskan 5 perbedaan
menemukan nilai (keragaman) yang pada
C1 1
penting kebinekaan bangsa Indonesia! (5 poin)
dengan tepat (C3)
Apa arti dari semboyan
Bhinneka Tunggal Ika? (5
1 C2 2
poin)

Nilai penting apa saja yang


kalian temukan pada
C3 3
keragaman bangsa
Indonesia? (10 poin)
Peserta didik mampu Uraikan dengan kalimatmu
menganalisis upaya sendiri, upaya apa saja yang
menjaga kebinekaan dapat dilakukan untuk C4 4
Indonesia dengan menjaga kebinekaan
benar (C4) Indonesia! (poin 15)
Uraikan upaya apa saja
2
yang telah kamu lakukan
dalam menjaga kebinekaan
(persatuan Indoensia) di C4 5
lingkungan keluarga,
sekolah dan masyarakat!
(15)

Nilai total = 50 x 2 = 100

Kunci Jawaban:

1. Gender, suku, ras, agama, budaya, dan antargolongan


2. Berbeda-beda tetap satu jua
3. Nilai penting dalam kebinekaan Indonesia:
a. Persamaan kedudukan (hak dan kewajiban manusia)
b. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekuatan
c. Persatuan menjadikan lebih kuat
d. Terbuka/menjalin hubungan kerjasama dapat meningkatkan kualitas diri
4. Menghargai, menjalin hubungan, dan kerja sama dengan orang/kelompok yang berbeda
5. Pendapat sendiri

3
Nama : …………………………….
2. Soal Asesmen Pengetahuan Kelas : …………………………….
No. : …………………………….

Anak-anak, sebagai evaluasi atas pembelajaran pada hari ini, lengkapilah tabel berikut dengan
uraian kata-kata sendiri (pendapat masing-masing)!

No. Pertanyaan Jawaban


1 Tuliskan 5 perbedaan (keragaman) yang pada
bangsa Indonesia!
(5 poin)

2 Apa arti dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika?


(5 poin)

3 Nilai penting apa saja yang kalian temukan pada


keragaman bangsa Indonesia?
(10 poin)

4 Uraikan dengan kalimatmu sendiri, upaya apa saja


yang dapat dilakukan untuk menjaga kebinekaan
Indonesia!
(poin 15)

5 Uraikan upaya apa saja yang telah kamu lakukan


dalam menjaga kebinekaan (persatuan Indoensia)
di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat!
(15)

4
C. Asesmen Keterampilan

No Nama I-1 I-2 I-3 I-4 Nilai Akhir

Kategori:
4 : baik sekali
3 : baik
2 : sedang
1 : kurang

Keterangan:
Indikator 1 (I-1) : Bernalar kritis, peserta didik memaparkan rencana proyeknya pada LKPD
Indikator 2 (I-2) : Kreatif, mengerjakan proyek video pendek dengan penuh kreativitas
Indikator 3 (I-3) : Gotong royong, kerjasama membuat dan mempresentasikan video pendek
Indikator 4 (I-4) : Berkebinekaan global, menghargai perbedaan dalam kelompok dan kelas

Anda mungkin juga menyukai