0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan5 halaman

Tulu Uuuuuuu Ung

Diunggah oleh

wahyuningsih466
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan5 halaman

Tulu Uuuuuuu Ung

Diunggah oleh

wahyuningsih466
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Remaja
A. Definisi Remaja
Masa remaja adalah masa pematanag fisik yang cepat, terutama terjadi pada masa
remaja awal (Santrock, 2021). Ini termasuk perubahan hormonal dan fisik. Ciri-ciri dan
proporsisi tubuh berubah seiring dengan berkembangnya individu menjadi reproduktif.
Remaja adalah periode dalam kehidupan seseorang yang berada antara masa kanak-kanak
dan masa dewasa. Definisi remaja secara umum mencakup berbagai aspek pertumbuhan dan
perubahan yang terjadi pada individu selama periode ini, baik dari segi fisik, kognitif,
emosional, maupun sosial. Terjadi perbedaan masa pubertas antara anak laki-laki dan
Perempuan. Pada umumnya, pubertas pada anak laki-laki akan terjadi di akhir masa remaja
atau sekitar usia 17 tahun (Santrock, 2021). Sedangkan pada anak Perempuan, tercatat telah
terjadi perubahan masa pubertas karena dipengaruhi perkembangan zaman dan perubahan
hormonal. Pubertas pada anak Perempuan dapat terjadi pada usia 9-15 tahun, lebih cepat
dibandingkan anak laki-laki. Sedangkan menurut menurut Erikson (2010), masa remaja
adalah salah satu dari tujuh tahap perkembangan psikososial yang penting dalam kehidupan
seseorang. Erikson menekankan pada pentingnya pengalaman awal dan akhir dalam proses
perkembangan, serta bagaimana konflik-konflik psikososial pada setiap tahap mempengaruhi
perkembangan identitas dan fungsi ego.
Masa remaja adalah periode yang penting dan dinamis dalam kehidupan seseorang, di
mana terjadi perubahan fisik, kognitif, emosional, dan sosial yang signifikan. Perbedaan
dalam masa pubertas antara anak laki-laki dan perempuan menunjukkan bahwa proses
pertumbuhan tidak seragam, dan setiap individu memiliki jalur perkembangan yang unik.
Dengan memahami tantangan dan kebutuhan remaja pada masa ini, orang tua, pendidik, dan
profesional lainnya dapat memberikan dukungan yang tepat untuk membantu mereka tumbuh
menjadi dewasa yang sehat dan berfungsi dengan baik.
B. Ciri-Ciri Masa Remaja
Ciri-ciri masa remaja adalah sebagai berikut (Santrock, 2021):
a. Perkembangan Fisik:
Pubertas: Masa remaja ditandai dengan pubertas, yang melibatkan perubahan hormonal
yang menyebabkan perkembangan fisik seperti pertumbuhan tinggi dan berat badan,
perkembangan organ reproduksi, perubahan suara, dan munculnya jaringan lemak dan
otot.
b. Perkembangan Kognitif:
 Penalaran Abstrak: Remaja mulai mampu berpikir dalam konteks abstrak dan
hipotetis, melakukan penalaran deduktif dan induktif.
 Kemampuan Memecah Masalah: Mereka menjadi lebih mahir dalam memecahkan
masalah kompleks dan menggunakan strategi pemecahan masalah yang lebih efektif.
 Kemampuan Berpikir Kritis: Remaja mulai mampu menganalisis informasi secara
kritis dan mengevaluasi argumen dengan lebih baik.
c. Perkembangan Emosional:
 Emosi yang Lebih Kompleks: Remaja mulai mengalami emosi yang lebih kompleks
dan mampu memahami nuansa emosional yang lebih halus.
 Kemandirian Emosional: Mereka belajar untuk menjadi lebih mandiri dalam
mengelola emosi mereka dan kurang tergantung pada orang tua atau figur autoritas
lainnya.
 Pengembangan Identitas Emosional: Remaja mulai mengeksplorasi identitas
mereka dan bagaimana emosi mereka mempengaruhi identitas tersebut.
d. Perkembangan Sosial:
 Pembentukan Persahabatan yang Lebih Erat: Remaja mulai membentuk
persahabatan yang lebih erat dan mendalam dengan teman sebaya.
 Hubungan Romantis: Mereka mulai mengeksplorasi hubungan romantis dan
belajar bagaimana menjalin hubungan intim.
 Identitas Sosial: Remaja mulai mengeksplorasi identitas sosial mereka, termasuk
peran gender, etnisitas, dan orientasi seksual.

Perkembangan pada tahap remaja, yaitu usia 10-20 tahun Erikson (2010)
menjabarkan bahwa remaja mencari jawaban tentang siapa mereka sebagai individu yang
berdiri sendiri dari orang tua dan keluarga mereka. Mereka mengeksplorasi berbagai peran
sosial, ideologi, dan identitas gender untuk menemukan identitas yang stabil. Konflik utama
pada tahap ini adalah antara upaya untuk membentuk identitas yang koheren dan risiko
mengalami kargaşa identitas, di mana remaja merasa bingung dan tidak yakin tentang siapa
mereka sebenarnya.
Ciri-Ciri Masa Remaja Menurut Erikson
1. Eksplorasi Identitas:
 Remaja mengeksplorasi berbagai aspek identitas mereka, termasuk peran sosial,
minat, bakat, dan nilai-nilai.
 Mereka mungkin mengalami perubahan yang signifikan dalam gaya rambut, pakaian,
dan ekspresi diri sebagai bagian dari pencarian identitas.
2. Konformitas dan Rebelian:
 Remaja sering mencoba menyesuaikan dengan norma kelompok sebaya, tetapi juga
mungkin menunjukkan perilaku rebel untuk menegosiasikan kemandirian mereka.
 Konflik dengan orang tua sering terjadi saat remaja mencoba menegosiasikan batasan
dan kemandirian.
3. Pengembangan Intimasi:
 Pada akhir masa remaja, individu mulai mencari hubungan intim dan mendalam
dengan orang lain, baik dalam persahabatan maupun hubungan romantis.
 Kemampuan untuk membentuk hubungan yang intim dan saling menghargai menjadi
penting pada tahap ini.
4. Pengambilan Keputusan Karier:
 Remaja mulai mempertimbangkan pilihan karier dan pendidikan yang akan
mempengaruhi masa depan mereka.
 Mereka mungkin mengalami tekanan untuk membuat keputusan yang akan
menentukan arah hidup mereka.
Masa remaja adalah periode yang penting dan dinamis dalam kehidupan seseorang, di
mana terjadi perubahan fisik, kognitif, emosional, dan sosial yang signifikan. Dari
perkembangan fisik yang cepat selama pubertas hingga peningkatan kemampuan kognitif dan
emosional, remaja mengalami transformasi yang mendalam. Mereka mencari identitas diri
mereka, menegosiasikan kemandirian, dan mulai membentuk hubungan intim dengan orang lain.
Tantangan dalam memilih jalur karier juga menjadi bagian dari proses ini. Dengan memahami
ciri-ciri masa remaja ini, orang tua, pendidik, dan profesional lainnya dapat memberikan
dukungan yang tepat untuk membantu remaja menegosiasikan tantangan-tantangan ini dan
tumbuh menjadi dewasa yang sehat dan berfungsi dengan baik. Secara keseluruhan, masa remaja
merupakan masa yang kritis untuk pembentukan identitas dan penyesuaian sosial, yang
memerlukan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar.

C. Tantangan, Dukungan, dan Intervensi Masa Remaja


Tantangan, dukungan, dan intervensi masa remaja merupakan bagian yang tidak dapat
dipisahkan dari perkembangan remaja. Beberapa hal yang mempengaruhi adalah sebagai
berikut (Erikson, 2010; Berk, 2012):
a. Tantangan Masa Remaja:
 Konflik dengan Orang Tua: Remaja mungkin mengalami konflik dengan orang tua
mereka saat mencoba menegosiasikan kemandirian dan batasan.
 Tekanan Sosial: Mereka mungkin mengalami tekanan dari teman sebaya untuk
sesuai dengan norma kelompok.
 Stres Akademik dan Karier: Remaja mungkin mengalami stres akademik dan
tekanan untuk memilih jalur karier.
b. Dukungan dan Intervensi:
 Komunikasi yang Terbuka: Menciptakan lingkungan di mana remaja merasa aman
untuk berbagi pikiran dan perasaan mereka.
 Pendidikan tentang Kesehatan Reproduksi: Memberikan informasi yang akurat
tentang kesehatan reproduksi dan hubungan seksual.
 Bimbingan Karier: Membantu remaja dalam menjelajahi minat dan bakat mereka
serta mempersiapkan mereka untuk dunia kerja.
 Menciptakan Lingkungan yang Mendukung: Memberikan lingkungan yang aman
dan mendukung di mana remaja merasa bebas untuk mengeksplorasi identitas
mereka.
 Komunikasi yang Terbuka: Menciptakan saluran komunikasi yang terbuka di mana
remaja merasa nyaman untuk berbagi pemikiran dan perasaan mereka.
 Bimbingan dan Dukungan: Memberikan bimbingan dan dukungan untuk membantu
remaja dalam membuat keputusan penting mengenai pendidikan dan karier.

Masa remaja adalah periode yang penuh dengan tantangan dan peluang
pertumbuhan. Tantangan seperti konflik dengan orang tua, tekanan sosial, dan stres akademik
serta karier adalah bagian dari proses ini. Namun, dengan dukungan yang tepat, termasuk
komunikasi yang terbuka, pendidikan tentang kesehatan reproduksi, bimbingan karier, dan
lingkungan yang mendukung, remaja dapat menegosiasikan tantangan-tantangan ini dan
tumbuh menjadi dewasa yang sehat dan berfungsi dengan baik. Secara keseluruhan, masa
remaja merupakan masa yang kritis untuk pembentukan identitas dan penyesuaian sosial,
yang memerlukan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Kontribusi Psikologi Perkembangan pada Desain Program
1. Perhatian terhadap Perkembangan Fisik
Psikologi perkembangan membantu memahami bagaimana anak-anak berkembang
secara fisik dan bagaimana mendukung perkembangan motorik mereka. Program yang
dirancang berdasarkan prinsip-prinsip ini, seperti program olahraga dan aktivitas fisik, dapat
membantu meningkatkan kemampuan motorik anak-anak.
2. Interaksi dengan Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif melibatkan kemampuan berpikir, belajar, dan menyelesaikan
masalah. Psikologi perkembangan memberikan wawasan tentang bagaimana anak-anak dan
remaja mengembangkan kemampuan kognitif mereka. Program pendidikan yang dirancang
berdasarkan tahap perkembangan kognitif, seperti metode pengajaran berbasis permainan dan
aktivitas problem-solving, dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak-anak.
3. Pemahaman tentang Perkembangan Emosional
Perkembangan emosional mencakup kemampuan untuk memahami dan mengelola
emosi. Psikologi perkembangan membantu dalam merancang program yang mendukung
perkembangan emosional anak-anak, seperti program yang meningkatkan kesadaran
emosional dan kemampuan regulasi emosi.
4. Pengembangan Sosial yang Dipromosikan
Perkembangan sosial melibatkan kemampuan untuk berinteraksi dan membangun
hubungan dengan orang lain. Psikologi perkembangan memberikan wawasan tentang
bagaimana anak-anak dan remaja mengembangkan kemampuan sosial mereka. Program yang
mendorong interaksi sosial, seperti permainan kelompok dan kegiatan sosial, dapat
membantu meningkatkan kemampuan sosial anak-anak.
5. Perhatian terhadap Faktor Risiko Psikososial
Faktor risiko psikososial adalah faktor yang dapat memberikan dampak negatif pada
perkembangan anak-anak dan remaja. Psikologi perkembangan membantu dalam
mengidentifikasi dan mengurangi faktor risiko ini. Program yang dirancang untuk
meningkatkan dukungan keluarga dan mengurangi pengaruh lingkungan negatif dapat
membantu mengurangi risiko psikososial pada anak-anak.
6. Menentukan teknik pengukuran dan evaluasi dalam pendidikan
Psikologi perkembangan memiliki peran penting dalam perkembangan program, di
mana dalam program-program tersebut tidak terdapat rencana pembelajaran dari tahunan,
semester, hingga harian. Namun juga terdapat aspek pengukuran, evaluasi dan penilaian
pembelajaran. Memahami psikologi anak dan remaja dengan baik, maka pendidik dapat
dengan baik pula menentukan bagaimana cara melakukan pengukuran serta evaluasi pada
pendidikan untuk mengetahui keberhasilah dari proses pembelajaran yang telah dilakukan.
Baştürk (2018) mendefinisikan bahwa mengukur dan mengevaluasi hasil belajar yang
terdapat dalam program pembelajaran merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan.
Hal ini untuk mengetahui apakah tujuan dari pendidikan dapat dicapai atau sejauh mana
tujuan pendidikan telah tercapai. Terdapat tiga hal dasar yang perlu dilakukan dalam
pengukuran dan evaluasi ini yaitu bilişsel davranışların ölçülmesi, duyuşsal davranışların
ölçülmesi, ve psiko-motor davranışların ölçülmesi. Aspek-aspek pengukuran dan evaluasi ini
akan dapat dilakukan dnegan baik jika para pendidik memahami secara mendalam
perkembangan anak didik mereka selama proses pembelajaran dam implementasi program
pendidikan dilaksanakan.
Ketika para pendidik melakukan penilaian dan evaluasi, maka yang ingin diketahui
tidak hanya bagaimana efek proses pembelajaran terhadap perkembangan anak. Namun,
penilaian juga berfungsi untuk menyusun cara mengukur keberhasila atau kegalalan kita
dalam mengajar siswa (Wiles, 2016). Jika suatu program mempunyai tujuan yang luas dan
fleksible, maka yang digunakan untuk mengukur program tersebut cenderung bersifat umum.
Jika program memiliki tujuan yang spesifik, maka yang digunakan untuk mengukur program
tersebut juga lebih spesifik untuk menunjukan hasil. Untuk itu, pending dalam penyusunan
program pendidikan mempertimbangkan aspek-aspek perkembangan psikologi agar
pelaksanaan program dapat diukur keberhasilannya secara spesifik.

Kesimpulan
Psikologi perkembangan memberikan kontribusi yang signifikan dalam merancang program
yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak dan remaja. Dengan
memahami bagaimana anak-anak berkembang secara fisik, kognitif, emosional, dan sosial, serta
bagaimana mengurangi faktor risiko psikososial, kita dapat menciptakan lingkungan yang
mendukung tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, program yang didasarkan pada prinsip-
prinsip psikologi perkembangan sangat penting untuk memastikan anak-anak dan remaja dapat
berkembang secara sehat dan maksimal.

Anda mungkin juga menyukai