Beban Kerja Perawat dan Dokumentasi Keperawatan
Beban Kerja Perawat dan Dokumentasi Keperawatan
PENELITIAN KUANTITATIF
Disusun Oleh :
i
LEMBAR PENGESAHAN
Oleh :
PANITIA PENGUJI
Mengetahui,
Head of Division Nursing
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami naikkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat kasih
Dalam penyusunan penelitian ini tidak lepas dari kesulitan dan hambatan,
namun berkat bantuan, bimbingan, dukungan dan doa berbagai pihak sehingga
penelitian ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini
tim penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada semua pihak yang
telah membantu dalam proses penyusunan penelitian ini,. Besar harapan penulis
kekurangan, untuk itu tim penulis mengharapkan saran, kritik, dan masukan yang
bersifat membangun dan bermanfaat agar penelitian ini menjadi lebih baik. Sekian
Tim Penulis
iii
DAFTAR ISI
iv
2.4.6 Prinsip Supervisi Keperawatan ..............................................................21
2.4.7 Kegiatan Rutin Supervisor .....................................................................23
2.5 Teori Kinerja dan Perilaku ........................................................................25
2.5.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja .......................................... 27
BAB 3 KERANGKA KONSEP PENELITIAN ....................................................36
3.1 Kerangka Konsep Penelitian ......................................................................... 36
3.2 Variabel Penelitian.......................................................................................... 37
3.2.1 Variabel Independen .................................................................................... 37
3.2.2 Variabel Dependen ....................................................................................... 37
3.3 Hipotesa Penelitian ......................................................................................... 40
3.4 Definisi Operasional ....................................................................................... 40
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN.................................................................45
4.1 Desain Penelitian ............................................................................................ 45
4.2 Populasi ............................................................................................................ 45
4.3 Sampel dan Besar Sampel ............................................................................. 45
4.4 Teknik Sampling ............................................................................................. 46
4.5 Alat Ukur / Instrumen .................................................................................... 46
4.6 Analisa Data .................................................................................................... 49
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................51
LAMPIRAN ...........................................................................................................53
v
DAFTAR TABEL
Tabel 3.2 Variabel analisis hubungan beban kerja perawat dan supervisi dengan
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Diagram Skematis Teori Kinerja (Gibson, Ivancevich, & Donnely,
1997) .................................................................................................26
vii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Lembar Observasi Beban Kerja Perawat Metode Time And Motion
Study ...............................................................................................53
viii
BAB 1
PENDAHULUAN
yang di berikan terhadap pasien baik yang sakit maupun sehat. Kunci utama
baik, berkualitas dan aman bagi pasien dan keluarganya (Wahyuni, K., 2023).
salah satu bentuk praktik keperawatan yang aman, berkualitas tinggi, dan
sangat berguna untuk membantu pasien, perawat dan tenaga kesehatan lainnya
informasi yang diperlukan secara sistematis, kompeten, dan secara moral dan
1
hukum untuk menentukan diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan,
keperawatan dan perbaikan status klien, bila terjadi suatu masalah yang
jasa dan klien sebagai pengguna jasa, maka dokumentasi diperlukan sewaktu-
populasi dunia mengalami nyeri dan setengahnya adalah nyeri kronis. Nyeri
untuk menghilangkan rasa nyeri (Faisol, 2022). Meredakan nyeri pasca operasi
aspek psikologis dari nyeri, mobilisasi, dan kesulitan waktu tidur serta
pengobatan yang tepat, dan evaluasi nyeri selama perawatan pasca operasi,
mendasar (Dang., et al. 2023). Penatalaksanaan nyeri pada pasien post operasi,
yang serius. Hasil audit yang dilakukan oleh tim Nyeri di Siloam Hospital
2
Surabaya didapatkan bahwa target catatan observasi khusus post operasi 100%
pada bulan Juni sebesar 64%, bulan Juli hanya 70%, dan pada bulan Agustus
dibawah target yang ditentukan oleh Siloam Hospitals Surabaya yaitu sebesar
faktor yang mempengaruhi kinerja terdiri dari beberapa faktor yaitu faktor
Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Demsash (2023)
3
Belo Kabupaten Sigi. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya
secara khusus mengenai observasi nyeri pada pasien post operasi belum
Apakah ada hubungan beban kerja perawat dan supervisi kepala ruangan
post operasi
4
3. Menjelaskan hubungan antara supervisi kepala ruangan dengan
post operasi
1.4 Manfaat
1.4.1 Institusi
1.4.2 Praktis
5
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
dan dapat digunakan sebagai bukti bagi tenaga yang berwenang (Dewi, 2011).
kegiatan atau tindakan yang dilakukan oleh perawat terhadap pasien sejak pasien
a. Pengkajian Keperawatan
yaitu riwayat status kesehatan masa lalu dan saat ini, pola koping yang
sebelumnya dan saat ini, respon terhadap terapi medis dan intervensi
6
data guna menunjang diagnosa keperawatan harus memiliki
b. Diagnosa Keperawatan
dengan baik, maka mutu pelayanan keperawatan menjadi kurang baik pula
c. Perencanaan Keperawatan
dengan perawat lain seperti apa yang akan diajarkan, apa yang harus
7
untuk pengulangan serta mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan,
d. Implementasi Keperawatan
e. Evaluasi Keperawatan
form yang terstandar. Pengawasan dalam bentuk skala terhadap intensitas nyeri
8
harus ada secara berkala. Dokumentasi yang baik akan memudahkan pemberian
informasi kepada keluarga dan komunikasi antar tim pengelola nyeri (Pinzon,
2016). Isi dari assessment awal nyeri adalah sebagai berikut (Pinzon, 2016) :
Merupakan kualitas nyeri yang dirasakan pasien atau seperti apa (bagaimana)
nyeri dirasakan oleh pasien, seperti seperti tertusuk, panas, terbakar, tertindih
dan sebagainya.
Merurupakan lokasi dimana nyeri dirasakan oleh pasien dan jika terasa
9
dirasakan dan juga seberapa besar rasa nyeri tersebut mempengaruhi aktivitas
bagaimana harapan pasien tentang nyerinya, hasil yang diharapkan dan juga
tentang pentingnya pengurangan rasa nyeri sampai hilang bagi pasien dan
keluarganya.
Setiap orang pernah mengalami nyeri dengan tingkat nyeri yang berbeda.
Nyeri menjadi salah satu alasan dalam mencari perawatan sebagai upaya
suatu bifasik terhadap tubuh manusia yang berimplikasi pada pengelolaan nyeri
Nyeri merupakan salah satu keluhan tersering pada pasien mengalami suatu
bifasik terhadap tubuh manusia yang berimplikasi pada pengelolaan nyeri. Lama
waktu pemulihan pasien post operasi normalnya terjadi hanya dalam satu sampai
dua jam (Potter & Perry, 2005 dalam Simamora et al., 2021).
yang bersifat sebjektif akibat kerusakan jaringan. Perbedaan rentang skala nyeri
pada pasien berbeda-beda mulai dari nyeri yang sangat hebat, nyeri sedang hingga
10
Nyeri pasca operasi harus dinilai dan diberi tatalaksana yang adekuat.
Penatalaksanaan yang tidak adekuat akan dapat berujung pada peningkatan derajat
adekuat. Tatalaksana yang adekuat akan menuntun pada pemulihan yang lebih
cepat, komplikasi yang minimal, risiko nyeri persisten yang lebih kecil, dan
peningaktan kepuasan pasien. Assessment nyeri pasca operasi sama dengan nyeri
pada umumnya, yaitu mencari informasi tentang lokasi, intensitas, kualitas nyeri,
memperberat rasa nyeri, dan dampak nyeri (mis: gangguan tidur, aktivitas, dan
pekerjaan). Pada assessment nyeri diperlukan pula diskusi dengan pasien tentang
pilihan tindakan untuk mengurangi nyeri dan evaluasi terhadap hasil pengobatan dan efek
asesmen awal nyeri dilakukan tiap kali pasien dirawat atau berobat di rumah sakit.
Dokumentasi dilakukan dengan form yang sudah tersandar yaitu form pengkajian
nyeri. Form pengkajian nyeri digunakan apabilan skala nyeri pasien 2 atau lebih
a) Observasi nyeri di ruang pulih sadar lihat ke SPO Pre, Durante, dan Pasca
Anesthesia.
11
c) Lanjutkan observasi tiap 2 jam, selama 3 kali berturut-turut.
d) Lanjutkan observasi tiap 4 jam sampai dengan 24 jam pertama post operasi.
e) Laporkan bila ada peningkatan rasa nyeri kepada Dokter Spesialis Anastesi
Beban kerja adalah volume hasil kerja atau catatan-catatan tentang hasil
pekerjaan yang dapat menunjukkan volume yang dihasilkan oleh sejumlah pegawai
dalam suatu bagian tertentu (Moekjijat, 1998 dikutip dalam Santoso, 2014). Beban
kerja adalah tanggung jawab individu (pekerja) terhadap lancar dan banyaknya
Santoso, 2014). Beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus
diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu
Beban kerja dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu beban kerja obyektif
dan beban kerja subyektif (Groenewegaen & Hutten, 1991 dalam Devi, 2007
12
1) Beban kerja obyektif adalah keseluruhan waktu yang digunakan
saat
13
1) Tidak jelasnya tujuan dan strategi perusahaan bagi anggota organisasi/
perusahaan.
kerja.
tuntutan tugas/pekerjaan
Faktor eksternal beban kerja adalah beban kerja yang berasal dari luar tubuh
1) Tugas-tugas (Task)
a) Bersifat fisik seperti : tempat kerja, tata ruang tempat kerja, alat dan
sarana kerja, kondisi atau medan kerja, sikap kerja, alat bantu kerja dan lain-
lain
14
2) Organisasi kerja Yang dapat mempengaruhi beban kerja seperti : lamanya
Sedangkan faktor internal beban kerja adalah beban kerja yang berasal
dalam tubuh itu sendiri sebagai akibat adanya reaksi dari beban kerja
perubahan perilaku. Karena itu strain secara subyektif berkaitan erat dengan
15
2.4 Konsep Supervisi
luas, meliputi segala bantuan dari pemimpin atau penanggung jawab kepada
perawat yang ditujukan untuk perkembangan para perawat dan staf lainnya dalam
keahlian dan kecakapan para perawat. Supervisi terhadap kinerja perawat pelaksana
personil atau bagian yang bertanggung jawab antara lain (Suyanto, 2008):
1. Kepala ruangan
16
mengawasi perawat pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan baik
ruang perawatan yang menerapkan metode Tim, maka kepala ruangan dapat
Ruang perawatan dan unit pelayanan yang berada di bawah unit pelaksana
mungkin kondisi kerja yang aman dan nyaman, efektif dan efesien. Oleh
karena itu tugas dari seorang supervisor adalah mengorientasikan staf dan
Setiap sasaran dan target dilaksanakan sesuai dengan pola yang disepakati
17
berdasarkan struktur dan hirearki tugas. Sasaran atau objek dari supervisi adalah
pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan, serta bawahan yang melakukan pekerjaan.
Jika supervisi mempunyai sasaran berupa pekerjaan yang dilakukan, maka disebut
meningkatkan kinerja pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan (Suarli dan Bachtiar,
2009). Sasaran yang harus dicapai dalam pelaksanaan supervisi antara lain:
pelaksanaan tugas keperawatan, penggunaan alat yang efektif dan ekonomis, sistem
2008).
keperawatan.
pelaksanan keperawatan.
18
4. Mampu memahami proses kelompok (dinamika kelompok).
5. Memberikan latihan dan bimbingan yang diperlukan oleh staf dan pelaksana
keperawatan.
baik.
menjadi fokus dan menjadi tujuan utama, bukan malah menyibukkan diri mencari
19
3) Berbicara dengan jelas dan lambat
lanjut.
20
5.) Mencatat hasil supervisi dan menyimpan dalam dokumen supervisi.
baik tertulis maupun lisan. Perawat supervisor tidak melihat langsung apa
dari Depkes
memberikan tanda bila ada yang masih kurang dan berikan cacatan tertulis
tersebut harus memenuhi syarat antara lain didasarkan atas hubungan professional
dan bukan hubungan pribadi, kegiatan harus direncanakan secara matang, bersifat
edukatif, memberikan perasaan aman pada perawat pelaksana dan harus mampu
membentuk suasana kerja yang demokratis. Prinsip lain yang harus dipenuhi dalam
21
kegiatan supervisi adalah harus dilakukan secara objektif dan mampu memacu
kebutuhan dan supervisi harus dapat meningkatkan kinerja bawahan dalam upaya
5.) Supervisi merupakan visi, misi, falsafah, tujuan dan rencana yang
spesifik
7.) Supervisi mempunyai tujuan yang berhasil dan berdaya guna dalam
22
harus melakukan dua jenis kegiatan, yaitu kegiatan tugas dan kegiatan supervisi.
pendokumentasian)
masing tahap
keperawatan
23
meliputi:
di arahkan
Selain cara supervisi yang telah diuraikan, beberapa model supervisi dapat
1. Model konvensional
mengerjakan tugas. Model ini sering tidak adil karena hanya melihat sisi
sehingga sulit terungkap sisi positif, hal-hal yang baik ataupun keberhasilan
tidak hanya mencari kealahan atau masalah saja. Oleh karena itu supervisi
yang dilakukan dengan model ini memilki karasteristik sebagai berikut yaitu,
24
Supervisi model klinis bertujuan untuk membantu perawat pelaksana dalam
percaya sehingga hubungan antara perawat dan supervisor akan terbuka dan
berpengaruh terhadap kinerja, yaitu : faktor individu, faktor psikologis, dan faktor
Faktor Psikologis
a. Persepsi
b. Peran
c. Sikap
d. Kepribadian
e. Motivasi
f. Kepuasan Kerja
Faktor Individu
a. Kemampuan
b. Keterampilan
c. Latar Belakang Perilaku / Kinerja
Keluarga 25
d. Pengalaman Kerja
e. Tingkat Sosial
f. Demografis
Faktor Organisasi
a. Struktur Organisasi
b. Desain Pekerjaan
(Beban Kerja)
c. Kepemimpinan
(Supervisi)
d. Sistem Penghargaan
(reward system)
kepribadian, pola belajar, dan motivasi. Variabel ini banyak dipengaruhi oleh
untuk meningkatkan motivasi kerja yang pada akhirnya secara langsung akan
organisasi. Kinerja yang tidak efektif dari tiap tingkatan merupakan bagi
26
2.5.1 Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
1) Faktor individu
keterampilan dan kemampuan perawat, (2) faktor latar belakang, (3) faktor
demografis.
diemban oleh karyawan dalam hal ini adalah seorang perawat. Hal yang
2) Faktor organisasi
prasarana, bangunan fisik dan fasilitas, dan juga penunjang lainnya baik
27
b. Kepemimpinan adalah kegiatan yang mempengaruhi bawahan melalui
Donnely, 1997).
dari individu yang terlibat dalam organisasi itu dan kinerja juga akan
pribadi pimpinan ataupun tujuan organisasi. Imbalan terdiri dari dua hal
imbalan yang muncul dari dalam diri karyawan terdiri atas penyelesaian,
atau imbalan yang ersal dari luar pegawai terdiri dari finansial,
28
untuk memulai dan mengakhiri tugas yang diembannya. Imbalan
menantang atau tugas yang baginya merupakan tugas baru dan sulit.
kinerja adalah gaji pokok, tunjangan hari tua, tunjangan makan, tunjangan
diberikan oleh pimpinan atau rekan kerja, berupa status dan pengakuan
29
Imbalan yang khusus dari pimpinan adalah promosi atau jenjang
adalah prestasi dan senioritas. Jika prestasi dapat secara tepat dinilai,
dapat dalam dua sudut pandang, yaitu secara objektif dan secara subjektif.
kerja yang diajuakan tentang perasan kelebihan beban kerja, ukuran dari
juga dipengaruhi oleh kondisi dan suasana dari tempat seperti kebisingan,
terdiri dari 6 aspek yaitu : beban kerja fisik, kognitif, tekanan waktu,
30
beban bagi perawat. Beban kerja fisik seperti mengantar klien ke ruang
operasi, ruangan yang sempit, bunyi monitoring, AC, dll. Beban kerja
informasi yang terjadi dalam waktu yang singkat seperti penggunaan baju
dari kondisi keparahan penyakit dan akuitas klien seperti kondisi klien
keluarga agar klien cepet sembuh, dll. Beban kerja kuantitatif merupakan
3) Faktor psikologis
Variabel ini terdiri atas sub variabel persepsi, sikap, pola belajar, dan
31
a. Persepsi merupakan proses kognitif yang digunakan untuk menafsirkan
berbeda dalam melihat situasi yang ada. Sehingga pendekatan yang harus
dilakukan seorang manajer kepada karyawan dalam hal ini perawat adalah
perilaku. Komponen afeksi dipelajari dari orang terdekat berupa sikap dan
dan kenyakinan seseorang. Unsur penting bagi kognitif terdiri atas adalah
keyakinan evaluatif yang diwujudkan dalam bentuk kesan yang baik atau
32
tidak baik yang dimiliki terhadap orang atau objek. Komponen perilaku
c. Kepribadian merupakan pola perilaku dan proses mental yang unik, yang
setiap orang
33
yang dilakukan oleh seseorang dengan terjadinya perubahan setiap saat
merupakan dorongan yang ada atau muncul dari dalam diri untuk
berfokus pada isi (content) atau disebut sebagai content motivation theory
34
BAB 3
Faktor Psikologis
1. Persepsi
2. Peran
3. Sikap
4. Kepribadian
5. Motivasi
6. Kepuasan Kerja
Faktor Individu
1. Kemampuan Perilaku / Kinerja
2. Keterampilan
3. Latar Belakang Kelengkapan Dokumentasi
Keluarga Keperawatan Obervasi Nyeri pada
4. Pengalaman Kerja Pasien Post Operasi
5. Tingkat Sosial
6. Demografis
Faktor Organisasi
1. Struktur Organisasi
2. Desain Pekerjaan
(Beban Kerja)
3. Kepemimpinan
(Supervisi)
4. Sistem Penghargaan
(reward system)
Keterangan :
: Diteliti
: Tidak Diteliti
36
3.2 Variabel Penelitian
1. Beban kerja perawat metode time and motion study yang terdiri dari 2 sub
Tabel di bawah ini adalah tabel variabel penelitian yang merincikan variabel
independen dan dependen serta sub variabel dan indicator dalam penelitian ini.
37
13. Mengukur TTV/ vital
sign
14. Menerima pasien baru
15. Pendidikan Kesehatan
16. Persiapan operasi
17. Melakukan anamnesa
pada pasien
18. Menimbang berat badan
pasien
19. Membantu mobilisasi
pasien
20. Melakukan oral hygiene
pasien
21. Melakukan genital
hygiene pasien
22. Memasang kateter urin
23. Melepas kateter urin
24. Memasang NGT
25. Melepas NGT
26. Memasang infus
27. Melepas infus
28. Mengganti cairan
parenteral
29. Memasang syringe pump
30. Melakukan pemberian
nebulizing
31. Mengecek GDA Pasien
32. Melakukan pemberian
transfusi darah
33. Mengambil darah
34. Melakukan injeksi
35. Memberi kompres hangat
36. Memperbaiki posisi
pasien
37. Mengantarkan pasien ke
suatu ruangan (operasi,
laboratorium, dll)
38. Memberikan edukasi pada
pasien
39. Melakukan inform
consent
40. Pemenuhan spiritual
pasien
41. Menjemput pasien
II. Tindakan Tidak Langsung
1. Pendokumentasian
asuhan keperawatan
2. Telekomunikasi dengan
38
ruang lain
3. Pendataan pasien bru
4. Timbang terima pasien
5. Persiapan dan sterilisasi
alat
6. Mengantar visit pasien
7. Membuat inventaris dan
sterilisasi obat
8. Melakukan inventaris alat
kesehatan
9. Memasukkan data
administrasi ke komputer
10. Menyiapkan pasien yang
akan pulang
11. Melakukan discharge
planning
12. Melakukan kolaborasi
dengan tenaga medis
lainnya
13. Melakukan kewaspadaan
universal precaution
14. Memeriksa kelengkapan
lembar instruksi
pemberian obat
15. Mengirim sampel darah
16. menyiapkan pasang infus
17. menyiapkan rawat luka
18. membimbing mahasiswa
profesi
Tindakan 1. Datang dan absensi
nonproduktif 2. Makan dan minum
3. Mengobrol
4. Tidur
5. Main HP / telpon pribadi
6. Menulis buku catatan
pribadi
7. Berganti pakaian dan
berhias
8. Toilet
39
keperawatan
observasi nyeri pada
pasien post operasi
Dependen : 5. Kelengkapan
Dokumentasi 6. Keakuratan
Keperawatan
observasi nyeri pada
pasien post operasi
operasi
operasi
Tabel 3.2 Variabel analisis hubungan beban kerja perawat dan supervisi
dengan kelengkapan dokumentasi keperawatan observasi nyeri pada pasien
post operasi di ruang rawat inap
40
tertentu 5. Memenuhi Beban
dengan kebutuhan kerja
metode integritas jaringan tinggi
observasi. (rawat luka) >80%
6. Memenuhi Beban
kebutuhan oksigen kerja
7. Menyiapkan sedang
spesimen lab 60%-
8. Memenuhi 80%
kebutuhan rasa Beban
nyaman dan aman kerja
9. Observasi pasien rendah
10. Melakukan <80%
resusitasi
11. Perawatan jenazah
12. melakukan
tindakan EKG
13. Mengukur TTV/
vital sign
14. Menerima pasien
baru
15. Pendidikan
Kesehatan
16. Persiapan operasi
17. Melakukan
anamnesa pada
pasien
18. Menimbang berat
badan pasien
19. Membantu
mobilisasi pasien
20. Melakukan oral
hygiene pasien
21. Melakukan genital
hygiene pasien
22. Memasang kateter
urin
23. Melepas kateter
urin
24. Memasang NGT
25. Melepas NGT
26. Memasang infus
27. Melepas infus
28. Mengganti cairan
parenteral
29. Memasang syringe
pump
30. Melakukan
41
pemberian
nebulizing
31. Mengecek GDA
Pasien
32. Melakukan
pemberian
transfusi darah
33. Mengambil darah
34. Melakukan injeksi
35. Memberi kompres
hangat
36. Memperbaiki
posisi pasien
37. Mengantarkan
pasien ke suatu
ruangan (operasi,
laboratorium, dll)
38. Memberikan
edukasi pada
pasien
39. Melakukan inform
consent
40. Pemenuhan
spiritual pasien
41. Menjemput pasien
42
10. Menyiapkan pasien
yang akan pulang
11. Melakukan
discharge planning
12. Melakukan
kolaborasi dengan
tenaga medis
lainnya
13. Melakukan
kewaspadaan
universal precaution
14. Memeriksa
kelengkapan lembar
instruksi pemberian
obat
15. Mengirim sampel
darah
16. Menyiapkan pasang
infus
17. Menyiapkan rawat
luka
18. Membimbing
mahasiswa profesi
Tindakan
Nonproduktif
1. Datang dan absensi
2. Makan dan minum
3. Mengobrol
4. Tidur
5. Main HP / telpon
pribadi
6. Menulis buku
catatan pribadi
7. Berganti pakaian
dan berhias
8. Toilet
43
keperawatan
observasi
nyeri pada
pasien post
operasi
Dependen Dokumentasi a. Kelengkapan Lembar Ordinal 1 =
Y1 : keperawatan observasi Tidak
Dokumentasi yang kelengka- 2 = Ya
keperawatan berfokus pada pan
observasi observasi pendoku- Kriteria
nyeri pada nyeri pada mentasian penilaian
pasien post pasien keperawa- :
operasi dengan post tan
operasi di observasi
ruang rawat nyeri pada
inap. pasien post
operasi
b. Keakuratan Lembar Ordinal Jawaban
1. Ditulis observasi Pernya-
menggunakan tinta keakuratan taan
2. Tidak ada coretan pendoku- Positif
salah tulis mentasian (1,3,4,5)
3. Dapat dibaca dan keperawa- Ya = 2
menggunakan tan Tidak =
bahasa yang lugas observasi 1
4. Jika catatan nyeri pada
bersambung pada pasien post Pernya-
halaman baru atau operasi taan
ada kesalahan Negatif
penulisan, selalu (2)
disertai tanda Ya = 1
tangan dan nama Tidak =
perawat yang 2
melakukan
pendokumentasian
5. Tertulis sesuai
dengan informasi
diagnosis dan rekam
medis
44
BAB 4
METODOLOGI PENELITIAN
atau gejala terjadi, tujuan dari penelitian eksplanatif antara lain untuk
menghubungkan pola yang berbeda tetapi memiliki keterkaitan dan memiliki hasil
dan tiap subjek diukur sekali saja pada suatu waktu (Leavy, 2017). Penelitian cross
sectional dilakukan dengan cara menganalisis dan mengukur beban kerja perawat
keperawatan observasi nyeri pada pasien post operasi di ruang rawat inap.
4.2 Populasi
yang terdiri dari subyek yang memiliki kualitas dan karakteristik tertentu yang telah
terdiri lantai 3 lama dan 3 baru di Siloam Hospitals Surabaya sebanyak 29 Perawat.
Sampel yang mewakili penelitian ini yaitu perawat yang bekerja di Ruang
Rawat Inap Lantai 3 yang terdiri lantai 3 lama dan 3 baru di Siloam Hospitals
45
1. Kriteria Inklusi
b. Perawat Pelaksana
2. Kriteria Eksklusi
Besar sampel pada penelitian ini yang memasuki kriteria inklusi sebesar 23
perawat pelaksana.
Instrumen pada penelitian ini menggunakan lembar observasi yang diisi oleh
1. Lembar observasi beban kerja perawat metode time and motion study
Lembar observasi beban kerja perawat metode time and motion study ini
perawat secara obyektif dengan teknik observasi. Pada lembar tersebut, peneliti
46
perawat pelaksana, tanggal observasi, shift jaga, dan ruang perawatan.
perawat pelaksana, peneliti mengisi kolom pada tabel lembar observasi time
Kolom ini diisi oleh peneliti tentang semua tindakan yang dilakukan oleh
Kolom ini diisi oleh peneliti sesuai dengan waktu setiap tindakan yang
Kolom ini diisi oleh peneliti berdasarkan selisih waktu yang ditunjukkan
Kolom ini diisi oleh peneliti dengan menghitung waktu rata-rata yang
mendapatkan nilai >75% yaitu total skor lebih dari sama dengan 18, supervisi
47
sering dilakukan skor 50-75% yaitu skor 12-17. dan supervisi jarang
dilakukan skor 0-50% yaitu skor 4-11. Penilaian skoring kuesioner supervisi
nyeri pada pasien post operasi terdiri dari 4 kategori, yaitu : Teknik supervisi
dengan total 2 item pada pertanyaan 1 dan 2; prinsip supervisi dengan total 2
item pada pertanyaan 3 dan 4; kegiatan rutin supervisi dengan total 2 item
pada pertanyaan 5 dan 6; dan model supervisi dengan total 1 item pada
pertanyaan 7.
pasien post operasi ini merupakan lembar yang digunakan untuk mengamati
nyeri pada pasien post operasi ini, peneliti mengamati dari segi kelengkapan
pengisian data pasien sesuai panduan yang dimiliki oleh Siloam Hospitals
observasi nyeri pada pasien post operasi ini, peneliti mengamati dari segi
keakuratan data pasien sesuai tulisan yang dicatat pada lembar observasi
48
4.6 Analisa Data
1. Proses pengolahan data beban kerja perawat dengan metode time and motion
Surabaya.
TL + TTL
X 100%
Jumlah menit satu 𝑠ℎ𝑖𝑓𝑡 kerja perawat
KP + KSW
X 100%
Jumlah menit satu 𝑠ℎ𝑖𝑓𝑡 kerja perawat
49
Waktu tindakan produktif <60% : Beban kerja rendah
dengan tingkat kemaknaan p < 0,05 yang berarti bila uji statistik
menunjukkan nilai p < 0,05 maka ada hubungan yang signifikan antara
jika :
50
DAFTAR PUSTAKA
51
https://doi.org/10.26714/nm.v1i3.6232
52
Lampiran 1
Kode responden :
Tanggal observasi : Desember 2023
hift jaga : Pagi / Sore / Malam
Ruangan : 3 Lama / 3 Baru Siloam Hospitals Surabaya
A. TINDAKAN PRODUKTIF
1. Langsung
Waktu Frekuensi Rerata waktu
No Tindakan Produktif Langsung
(Jam) Tindakan (Jam)
1. Mengoplos obat pasien
2. Memenuhi kebutuhan cairan dan
elektrolit, nutrisi
3. Memenuhi kebutuhan eliminasi
BAB
4. Memenuhi kebutuhan eliminasi
urine
5. Memenuhi kebutuhan integritas
jaringan (rawat luka)
6. Memenuhi kebutuhan oksigen
7. Menyiapkan spesimen lab
8. Memenuhi kebutuhan rasa
nyaman dan aman
9. Observasi pasien
10. Melakukan resusitasi jantung paru
11. Perawatan jenazah
12. Melakukan tindakan ECG
13. Mengukur TTV / vital sign
14. Menerima pasien baru
15. Pendidikan Kesehatan
16. Persiapan operasi
17. Melakukan anamnesa kepada
pasien
18. Menimbang berat badan pasien
19. Membantu mobilisasi pasien
20. Membantu oral hygiene pasien
21. Membantu genital hygiene pasien
22. Memasang kateter urin
23. Melepas kateter urin
24. Memasang naso gastric tube
(NGT)
25. Melepas naso gastric tube (NGT)
26. Memasang infus
53
27. Melepas infus
28. Mengganti cairan parenteral
29. Memasang syringe pump
30. Melakukan pemberian nebulizing
31. Mengecek GDA pasien
32. Melakukan pemberian tranfusi
darah
33. Mengambil darah
34. Melakukan injeksi
35. Memberi kompres hangat
36. Memperbaiki posisi pasien
37. Mengantarkan pasien ke suatu
ruangan (operasi, laboratorium,
dll)
38. Memberikan edukasi pada pasien
39. Melakukan inform consent
40. Pemenuhan spiritual pasien
41. Menjemput pasien
Total
2. Tidak Langsung
Tindakan Produktif Tidak Waktu Frekuensi Rerata waktu
No
Langsung (Jam) Tindakan (Jam)
1. Pendokumentasian asuhan
keperawatan
2. Telekomunikasi dengan ruangan
lain
3. Pendataan pasien baru
4. Timbang terima pasien
5. Persiapan dan sterilisasi alat
6. Mengantar visit dokter
7. Membuat inventaris dan sterilisasi
obat
8. Membuat inventaris alat
Kesehatan
9. Memasukkan data administrasi ke
computer
10. Menyiapkan pasien yang akan
pulang
11. Melakukan discharge planning
12. Melakukan kolaborasi dengan
tenaga medis lainnya
13. Melakukan kewaspadaan
universal precaution
14. Memeriksa kelengkapan lembar
instruksi pemberian obat
15. Mengirim sampel darah
54
16. Menyiapkan pasang infus
17. Menyiapkan rawat luka
18. Membimbing mahasiswa profesi
Total
B. TINDAKAN NONPRODUKTIF
Waktu Frekuensi Rerata waktu
No Tindakan Nonproduktif
(Jam) Tindakan (Jam)
1. Datang dan absensi
2. Makan dan minum
3. Mengobrol
4. Tidur
5. Main HP / telepon pribadi
6. Menulis buku catatan pribadi
7. Berganti pakaian dan berhias
8. Toilet
Total
Keterangan :
Tinggi : >80%
Sedang : 60%-80%
Rendah : <60%
55
Lampiran 2
KUESIONER SUPERVISI
Kuesioner pelaksaan supervisi yang dilakukan oleh kepala ruangan. Berilah tanda (✓)
pada kolom angka yang ada disebelah kanan pada masing-masing butir pertanyaan
dengan pilihan sebagai berikut :
SL : Selalu dilakukan
SR : Sering dilakukan
KD : Kadang-kadang dilakukan
TP : Tidak pernah dilakukan
No Pernyataan TP KD SR SL
Teknik Supervisi
1 Setiap memberikan pengarahan, kepala ruangan saya
menggunakan kata-kata yang tidak berbelit-belit
2 Kepala ruangan mempunyai catatan hasil supervisi
yang dilakukannya
Prinsip Supervisi
3 Kepala ruangan saya selalu berdiskusi dengan perawat
pelaksana bagaimana mengisi lembar dokumentasi
keperawatan observasi nyeri pasien post operasi
dengan baik
4 Kepala ruangan memberikan motivasi kepada perawat
pelaksana
Kegiatan Rutin Supervisi
5 Kepala ruangan saya menyiapkan materi (format
supervisi, pedoman pengisian dokumentasi
keperawatan observasi nyeri pasien post operasi)
6 Pelaksana supervisi yaitu kepala ruangan
mengidentifikasi kelengkapan dokumentasi
keperawatan observasi nyeri pasien post operasi
Model Supervisi
7 Kepala ruangan saya melakukan supervisi setiap hari
56
Lampiran 3
Kode responden :
Tanggal observasi : Desember 2023
hift jaga : Pagi / Sore / Malam
Ruangan : 3 Lama / 3 Baru Siloam Hospitals Surabaya
No Uraian Ya Tidak
1. Mencatat data umum pasien, mulai dari nama,
umur dan nomor register (tertempel stiker
registrasi pasien terbaru)
2. Menandai bagian pengelolaan nyeri pada kategori
observasi
3. Menuliskan lama hari rawat pasien dan tanggal
observasi dilakukan
4. Mengisi bagian Jam, TD, N, P, S, Skor Nyeri,
SpO2, O2, Skor Sedasi, GCS, Pupil kanan kiri, dan
lama kejang menggunakan angka. Bila tidak
menggunakan, diisi dengan keterangan n/a
5. Mengisi lembar keterangan sesuai kondisi pasien;
- Jenis obat-obatan anestesi (bila ada), kapan
pemberian, dosis pemberian, rute
pemberian,
- dan kondisi terkini pasien
6. Mengisi observasi nyeri sesuai dengan program
observasi nyeri pada post op di SPO
- 1 jam selama 3x berturut-turut
- 2 jam selama 3x berturut-turut
- 4 jam selama 3x berturut-turut
7. Setiap waktu observasi diberikan paraf perawat
yang melakukan observasi nyeri
57
Lampiran 4
Kode responden :
Tanggal observasi : Desember 2023
hift jaga : Pagi / Sore / Malam
Ruangan : 3 Lama / 3 Baru Siloam Hospitals Surabaya
No Uraian Ya Tidak
1. Catatan pada lembar dokumentasi keperawatan 2 1
observasi nyeri pada pasien post operasi ditulis
dengan menggunakan tinta
2. Catatan dokumentasi keperawatan observasi nyeri 1 2
pada pasien post operasi terdapat coretan salah
tulis
3. Catatan yang tertulis pada lembar dokumentasi 2 1
keperawatan observasi nyeri pada pasien post
operasi dapat dibaca dan menggunakan Bahasa
yang lugas
4. Jika catatan bersambung pada halaman baru atau 2 1
ada kesalahan penulisan, selalu disertai tanda
tangan dan nama perawat yang melakukan
pendokumentasian
5. Catatan yang tertulis pada lembar dokumentasi 1 2
keperawatan observasi nyeri pada pasien post
operasi sesuai dengan informasi diagnosis dan
rekam medis
58