0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
133 tayangan48 halaman

LAPORAN PPL THINKPLUS Fix

Laporan Praktik Pengalaman Lapangan

Diunggah oleh

Nazilatul Maghfiroh
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
133 tayangan48 halaman

LAPORAN PPL THINKPLUS Fix

Laporan Praktik Pengalaman Lapangan

Diunggah oleh

Nazilatul Maghfiroh
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Laporan

PENERAPAN TEKNIK ABA (APPLIED BEHAVIOR


ANALYSIS) PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI
THINKPLUS PSIKOLOGI LUMAJANG

Laporan PPL II ini ditulis untuk memenuhi salah satu persyaratan


mendapatkan Gelar Sarjana Strata I Pada Program Studi Bimbingan dan
Konseling Islam IAI Syarifuddin Lumajang

Disusun Oleh:

MASFAQUS SHOFA (2021 100 320 262)

NAZILATUL MAGHFIROH (2021 100 320 250)

LUQYANA ZULFAH (2021 100 320 240)

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM


FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN
WONOREJO-LUMAJANG
2024
LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Penerapan Teknik ABA (Applied Behavior Analysis) pada


Anak Berkebutuhan Khusus di Thinkplus Pikologi
Lumajang.
Nama Mahasiswa : Masfaqus Shofa
NIM : 2020100320262
Program Studi : Bimbingan dan Konseling Islam

Nama Mahasiswa : Nazilatul Maghfiroh


NIM : 2020100320250
Program Studi : Bimbingan dan Konseling Islam

Nama Mahasiswa : Luqyana Zulfah


NIM : 2020100320240
Program Studi : Bimbingan dan Konseling Islam

Mengesahkan,

Ketua Program Studi, Pembimbing,

Bambang Subahri,M.Si. Faiqotul Mala, S.S.I., MA.Hum


NIY.19890705146082 NIY.19860101136064

Mengetahui,

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Zainil Ghulam, M.H.I.


NIY. 19780521066018
KATA PENGANTAR

Assalamu`alaikum Wr Wb

Puji Sukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah

melimpahkan Rahmat dan Karunianya, sehingga penyusunan Laporan

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini dapat diselesaikan.

Sholawat dan Salam Allah semoga tercurahkan kepada Sayyidina

Muhammad SAW menjadi uswah bagi seluruh manusia.

Laporan ini memuat hasil dari proses pelaksanaan Praktek Pengalaman

Lapangan (PPL) oleh Mahasiswa. Tanpa bantuan berbagai pihak, Laporan

ini tidak akan terselesaikan dengan baik. Maka dari itu kami sampaikan

terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. H. Satuyar Mufid, MA. Selaku Rektor Institut Agama Islam

Syarifuddin

2. Bapak Zainil Ghulam, M.H.I. selaku Dekan Fakultas Dakwah dan

Komunikasi Islam Institut Agaman Islam Syarifuddin

3. Bapak Bambang Subahri, M.Si selaku Ketua Program Studi Bimbingan

dan Konseling Islam.

4. Ibu Faiqotul Mala, S.S.I., MA.Hum Dosen Pembimbing Lapangan yang

telah membimbing kami dalam melaksanakan PPL II

5. Ibu Dewi Asnawati selaku Direktur Thinkplus Psikologi yang telah

memberikan perizinan untuk melaksanakan PPL II

6. Ibu Ulil Maslakhah selaku Kepala Thinkplus Psikologi yang telah

banyak memberikan arahan, motivasi dan semangat selama PPL II


berlangsung

7. Ibu Alya Dwi Anggraeni selaku Guru Pamong yang telah membimbing

kami

8. Jajaran Terapis Thinkplus Psikologi yang telah bersedia membantu

dalam pelaksanan PPL II

9. Kedua orang tua yang telah mendoakan dan memberikan semangat

dalam pelaksanaan PPL II

Semoga laporan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini dapat

bermanfaat baik bagi pembaca maupun tim penyusun laporan.

Wassalamu’alaikum Wr, Wb.

Lumajang, 10 September 2024

Penulis
DAFTAR ISI

COVER......................................................................................................

LEMBAR PENGESAHAN......................................................................

KATA PENGANTAR...............................................................................

DAFTAR ISI..............................................................................................

DAFTAR TABEL......................................................................................

DAFTAR GAMBAR..................................................................................

DAFTAR LAMPIRAN..............................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang........................................................................................5

B. Maksud dan tujuan PPL.........................................................................7

C. Kegunaan PPL........................................................................................7

D. Tempat PPL............................................................................................8

E. Jadwal waktu PPL...................................................................................9

BAB II TINJAUAN UMUM PPL

A. Sejarah lembaga.....................................................................................10

B. Struktur lembaga....................................................................................11

C. Kegiatan lembaga...................................................................................11

BAB III PELAKSANAAN PPL


A. Bidang kerja............................................................................................13

B. Pelaksanaan kerja....................................................................................14

C. Temuan masalah......................................................................................20

D. Solusi masalah.........................................................................................22

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan..............................................................................................24

B. Saran........................................................................................................24

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................25

LAMPIRAN-LAMPIRAN...........................................................................26
DAFTAR TABEL

Tabel I.1 Jadwal Kegiatan PPL.............................................................................

Tabel II.1 Struktur Thinkplus Psikologi................................................................


DAFTAR GAMBAR

Gambar Layanan Dasar Bimbingan Klasikal............................................................

Gambar Layanan Responsif Konseling Individual....................................................

Gambar Layanan Dasar Individual............................................................................

Gambar Layanan Dukungan Sistem..........................................................................

Gambar Layanan Dasar Informasi.............................................................................

Gambar Layanan Dasar Konseling Kelompok..........................................................

Wawancara Kepala Thinkplus Psikologi...................................................................

Wawancara Orang Tua Klien.....................................................................................

Penarikan Mahasiswa PPL II.....................................................................................


DAFTAR LAMPIRAN

Raport Usia 2-3 Tahun...............................................................................................

Raport Usia 3-4 Tahun...............................................................................................

Raport Usia 4-5 Tahun...............................................................................................

Raport Usia 5-6 Tahun...............................................................................................

Catatan Lapangan (Field Note)


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Bimbingan dan Konseling

di Sekolah merupakan salah satu kegiatan latihan yang harus dilaksanakan

oleh setiap mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling dalam

rangka peningkatan ketrampilan dan pemahaman mengenai berbagai aspek

kependidikan dan pemberian berbagai bentuk program layanan bimbingan

dan konseling yang dapat diberikan oleh seorang guru pembimbing, untuk

memenuhi persyaratan pembentukan tenaga kependidikan yang bertugas

memberikan layanan bimbingan di sekolah yang profesional.1

Program studi Bimbingan dan Konseling Islam berkewajiban

menyiapkan dan menghasilkan guru pembimbing yang memiliki nilai dan

sikap serta pengetahuan dan ketrampilan yang profesional. Dengan

kemampuan tersebut diharapkan alumni program studi Bimbingan dan

Konseling Islam dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya kelak

sebagai guru pembimbing dalam rangka membantu tercapainya tujuan

pendidikan. Bimbingan dan konseling islam merupakan prodi dengan mata

kuliah yang beragam salah satunya adalah psikologi perkembangan.2

Psikologi perkembangan, yaitu cabang dari ilmu psikologi

yang mempelajari secara sistematika perkembangan perilaku manusia

1
Dhuwi Prasetyo, “Laporan Individu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) SMK Muhammadiyah
Tempeh”, jurnal (2015) h. 9
2
SIFA Institut Agama Islam Syarifuddin, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam.
secara ontogenetik, yaitu mempelajari proses-proses yang mendasari

perubahan-perubahan yang terjadi didalam diri, baik perubahan

dalam bentuk jasmani, perilaku maupun fungsi mental manusia

sepanjang rentang hidupnya (life-span), yang biasanya dimulai dari sejak

konsepsi hingga usia lanjut.3 Pada kenyataannya perkembangan anak tidak

selalu sama dan beberapa dari mereka memiliki keterbatasan, keterlambatan

dan ketertinggalan dalam perkembangannya seperti Speech Delay, Attention

Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Retardasi Mental (RTM) dan

Autisme.4 Oleh karena itu mahasiswa diterjunkan langsung ke lapangan guna

mengetahu praktek dari penanganan dari masalah masalah perkembangan

tersebut.

Thinkplus Psikologi Asnawati merupakan layanan konsultasi

psikologi dengan berbagai aspek, seperti konseling, assesmen anak, remaja

dan dewasa. Thinkplus Psikologi juga membuka kelas stimulasi, terapi serta

home schooling untuk menjadi wadah bagi anak-anak yang memiliki

gangguan perkembangan atau kurang stimulus. Dengan profesionalitas yang

tinggi serta pelayanan yang prima Thinkplus mampu memberikan lulusan

anak yang memiliki gangguan perkembangan dengan baik.5

Salah satu pendekatan yang digunakan dalam terapi di Thinkplus

adalah pendekatan Applied Behavior Analysis (ABA) yaitu proram terapi

dengan pendekatan untuk memahami dan mengubah perilaku seseorang.

3
Rochmah, E. Y. (2014). Psikologi Perkembangan (Sepanjang Rentang Hidup). Ponorogo:
STAIN Po Press.
4
Istiqlal, A. N. (2021). Gangguan Keterlambatan Berbicara (Speech Delay) Pada Anak Usia 6
Tahun. PRESCHOOL, 209-210.
5
https://ruangthinkplus.com/ diakses pada 23 September 2024 15:16
Program ini terstruktur serta terdiri dari serangkaian strategi dan teknik yang

digunakan untuk mengajarkan keterampilan baru serta mengurangi perilaku

yang tidak sesuai.6

Pendekatan ABA adalah metode yang diperkenalkan oleh Ivar O

Lovaas dengan prinsip dasar metode ABA merupakan cara pendekatan dan

penyampaian materi anak autis yang harus dilakukan melalui kontak mata

yang lama dan konsisten tegas tanpa kekerasan. Metode ABA merupakan

salah satu metode terapi yang diterapkan pada anak berkebutuhan khusus

khususnya anak autis dengan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan

sehingga proses terapi bisa berjalan efektif.7

Berdasarakan latar belakang tersebut serta pentingnya penelitian

yang relevan akan probelematika ADHD maka kami menyusun laporan

dengan judul “Penerapan Pendekatan Applied Behavior Analysis (ABA)

terhadap Anak Autis di Thinkplus Psikologi Lumajang” penelitian ini

bertujuan agar dapat menjadi solusi bagi anak yang memiliki hambatan,

gangguan, dan keterlambatan pada perkembangannya. Kami berharap

dengan adanya laporan ini dapat membantu para pembaca sebagai ilmu dan

referensi yang bermanfaat di dunia pendidikan dan sosial.

6
Masfaqus Shofa, observasi, Thinkplus Psikologi Lumajang, 1 Agustus 2024
7
Hildawati, “Penerapan Metode Aba (Applied Behavior Analysis) Dalam Meningkatkan
Kemampuan Perilaku, Interkasi Sosial, Bahasa Dan Komunikasi Anak Autis”, Jurnal Paedagogia
Vol. 7, 2018, hlm. 50-52.
B. Maksud dan Tujuan PPL

Praktek bimbingan dan konseling di sekolah dimaksudkan agar

mahasiswa dapat mempraktekkan teori yang diperoleh selama kuliah.

Praktik bimbingan dan konseling memberikan kesempatan kepada

mahasiswa untuk menunjukkan semua kompetensi yang telah dimiliki di

bawah arahan guru dan dosen pembimbing. PPL BK di sekolah bertujuan

agar mahasiswa memperoleh pengalaman faktual khususnya tentang

pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah, dan umumnya tentang

proses pembelajaran siswa serta kegiatan-kegiatan kependidikan lainnya,

sehingga mahasiswa dapat menggunakan pengalamannya sebagai bekal

untuk membentuk profesi konselor di sekolah (guru pembimbing) yang

profesional.

Alasan dan tujuan kami memilih tempat PPL di Thinkplus

Psikologi adalah agar bisa menyalurkan ilmu dan mengasah kemampuan

dalam menangani anak ABK dengan baik dan efektif sesuai dengan ilmu

pengetahuan yang telah kami dapatkan juga agar bisa mendapatkan pelajaran

baru untuk kami sampaikan kepada masyarakat luas mengenai problemaika

ABK beserta solusinya.

C. Kegunaan PPL

Pelaksanaan PPL ini berguna bagi mahasiswa dan Thinkplus

Psikologi dengan adanya kontribusi kerja serta solusi masalah yang


dilakukan bersama maka kegiatan yang dilakukan juga akan lebih optimal.

Kegunaan PPL bagi mahasiswa antara lain:

1. Untuk menambah ilmu yang lebih luas

2. Untuk menambah wawasan baru

3. Untuk menemukan problematika sebagai pembelajaran

4. Untuk menyelaraskan ilmu yang didapatkan dengan kondisi lapangan

Kegunaan PPL bagi Thinkplus Psikologi antara lain:

1. Untuk menambah kontribusi keja

2. Untuk memudahkan pendampingan klien

3. Untuk kolaborasi ide bersama

D. Tempat PPL

PPL dilakukan di Thinkplus Psikologi yaitu sebuah layanan

konsultasi psikologi yang beralalmat di Jl. Gajah Mada Gang Melon No.Kav

2 Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. 8

Thinkplus Psikologi merupakan layanan pengembangan sumberdaya

manusia yang berfokus pada psikotes, asesmen, training dan outbond.

Asesmen atau konsultasi awal ditangani langsung oleh psikolog untuk

mengetahui diagnosa klien yang kemudian mendapat rekomendasi tindakan

8
Thinkplus Psikologi Lumajang https://maps.app.goo.gl/vDzNThyLEZNm9XXd6. Diakses pada
23 September 2024 pukul 15:23
lanjutan. Thinkplus Psikologi juga berfokus pada perkembangan anak yang

memiliki keterlambatan atau gangguan tumbuh kembang menurut usianya.9

Thinkplus Psikologi memiliki tiga kelas yang berfokus pada

perkembangan anak yaitu kelas terapi, kelas stimulasi dan home schooling

dengan fasilitas yang sangat mendukung dalam proses pembelajaran seperti

alat tulis, alat peraga, flashcard dan alat musik. Sistem manajemen yang

dimiliki juga sangat baik sehingga sampai saat ini bisa berkembang pesat.10

E. Jadwal Waktu PPL

No KEGIATAN WAKTU

1 Penyerahan maahasiswa PPL Hari ke 1

2 Briffing oleh guru pamong Hari ke 2

3 Membuat rapot mingguan Hari ke 3

4 Membuat flash card Hari ke 4

5 Membuat brosur diet ADHD Hari ke 5

6 Wawancara terapis Hari ke 6

7 Memcoba menangani kelas stimulasi umur 2-3 Hari ke 7

8 Membuat rapot mingguan Hari ke 8

9 Membuat flash card kalimat sederhana Hari ke 9

10 Membuat konten perilaku ADHD Hari ke 10

9
Thinkplus Psikologi Lumajang https://ruangthinkplus.com/. Diakses pada 23 September 2024
pukul 15:16
10
Luqyana Zulfa, wawancara, Thinkplus Psikologi Lumajang, 31 Agustus 2024.
11 Membagikan brosur diet ADHD Hari ke 11

12 Menangani kelas stimulus umur 3-4 Hari ke 12

13 Lomba HUT RI Hari ke 13

14 Mencari kasus Hari ke 14

15 Menangani kelas stimulus umur 5-6 Hari ke 15

16 Membuat flash card angka Hari ke 16

17 Evaluasi tugas oleh guru pamong Hari ke 17

18 Penyuluhan diet ADHD bersama ahli gizi Hari ke 18

19 Melakukan sosialisasi kepada orang tua murid Hari ke 19

20 Mengangani kelas stimulus secara bergantian umur Hari ke 20

2-5

21 Mengangani kelas stimulus secara bergantian umur Hari ke 21

2-5

22 Mewarnai bersama Hari ke 22

23 Menangani kelas stimulus bergantian umur 3-4 Hari ke 23

24 Membuat raport Hari ke 24

25 Rapat kerja dan pembentukan struktur Hari ke 25

26 Memasukkan lingkaran sesuai warna Hari ke 26

27 Membuat konten tentang diet ADHD Hari ke 27

28 Menangani kelas stimulus secara bergantian Hari ke 28

29 Evaluasi program kerja Hari ke 29

30 Membuat flashcard Hari ke 30


31 Wawancara bersama orang tua klien Hari ke 31

32 Senam bersama Hari ke 32

33 Membuat rapot mingguan Hari ke 33

34 Mewarnai bersama Hari ke 34

35 Menangani kelas stimulasi Hari ke 35

36 Olahraga bersama lempar tangkap bola Hari ke 36

37 Kumpulan laporan Hari ke 37

38 Penarikan PPL Hari ke 38

Tabel I.1 Jadwal Kegiatan PPL


BAB II
TINJAUAN UMUM TEMPAT PPL
A. Sejarah Lembaga

Pada tahun 2019 Ibu Dewi Asnawati baru memulai karir dan

masuk pada jajaran CPNS dan kebetulan mendapat banyak job dari kerja

keras sehingga beliau memiliki income yang lebih. Pada satu kesempatan

Ibu Dewi mendapatkan penawaran dari senior psikolog untuk membuka

kelas terapi dengan penawaran awal yaitu Rp.27. 500.000,- untuk pelatihan

akan tetapi pada kesempatan lain Ibu Dewi mendapat tawaran dengan harga

yang bisa diangsur dari senior lain sehingga penghasilan Ibu Dewi sempat

minus. Maka keputusan akhir Ibu dewi dan Ibu Ulil Maslakhah mengikuti

pelatihan ke Malang dengan keadaan belum ada klien sama sekali.

Bulan pertama opening pihak Thinkplus mulai mempromosikan

dan membuka kelas terapi yang bertempat di kediaman saudara Ibu Dewi Jl.

Gajah Mada Gang Melon No.Kav 2 Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan

Lumajang, Kabupaten Lumajang. Klien yang mendaftar pertama kali

bernama Beryl anak dari rekan Ibu Dewi ketika bekerja di Dinas Sosial

sebelum diangkat menjadi CPNS dengan biaya terapi yang sangat terjangkau

dengan pendapatan yang hanya berkisar Rp.5000,-

Pada pertengahan tahun 2020 mulai banyak murid atau klien yang

mendaftar dan tentunya membutuhkan tenaga tambahan agar terapi dan

pembelajaran berjalan lebih efektif. Staff baru yang diterima dalam

perekrutan staff baru bernama Ibu Lelly Putri Ria Karisma. Tahun 2020

akhir anak-anak menjalani terapi lalu lulus secara bersamaan dengan adanya
covid-19 yang memberlakukan sistem lockdown maka Thinkplus tidak

beroperasi untuk sementara waktu. Dengan adanya desakan dari orang tua

murid yang mendapat rekomendasi terapi dari psikolog untuk membuka

kembali Thinkplus Psikologi maka pembelajaran dibuka kembali pada tahun

2021.

Sampai saat ini tahun 2024, Thinkplus Psikologi berdiri dengan

berbagai pelayanan yang meliputi kelas stimulasi, kelas terapi dan home

schooling yang berhasil berkembang pesat serta menjadi rujukan dari

psikiater dan dokter spesialis anak yang memiliki gangguan

perkembangan.11

Visi:

Menjadi Biro Psikologi & Konsultan Sumber Daya Manusia Yang Kredibel

Dengan Standar Berkualitas dan Hasil Maksimal

Misi:

1. Memberikan pelayanan dan pengalaman yang professional kepada

pelanggan secara konsisten.

2. Memahami kebutuhan pelanggan dan menghadirkan solusi yang tepat

sasaran.

3. Menjadi mitra perusahaan untuk bertumbuh dan meningkatkan

produktivitas.12

11
Luqyana Zulfa, Wawancara kepada Ibu Dewi Asnawati, Thinkplus Psikologi Lumajang, 10
Agustus 2024
12
Thinkplus Psikologi Lumajang https://ruangthinkplus.com/. Diakses pada 23 September 2024
pukul 15:16
B. Struktur Lembaga

Tabel II.1 Struktur Thinkplus Psikologi

1. Direktur

a. Manajerial strategi untuk kemajuan Thinkplus Psikologi

b. Melakukan supervisi staff

c. Melakukan evaluasi terhadap kinerja staf

d. Menyetujui anggaran belanja

e. Melakukan pengadaan rapat dengan semua jajaran staf

f. Menerapkan visi misi perusahaan

2. Asisten Psikolog

a. Melakukan administrasi, asesmen, intervensi, dan evaluasi

b. Melakukan tes dan penilaian psikologis

c. Mengamati dan mencatat perilaku pasien

d. Merancang program perawatan dan terapi

e. Memantau kemajuan pasien

f. Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi


g. Memberikan konsultasi kepada penyedia layanan perawatan primer

dan pendidik kesehatan

h. Mempersiapkan catatan tertulis dan representasi statistik tentang

perilaku klien

3. Manajer Sumber Daya Manusia (SDM)

a. Merekrut, mewawancarai, dan mempekerjakan karyawan baru

b. Mengelola program pelatihan dan pengembangan karyawan

c. Mengawasi perselisihan dan prosedur disiplin karyawan

d. Menangani hubungan karyawan

e. Memastikan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja

f. Mengelola program tunjangan dan kompensasi karyawan

g. Memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan

h. Memastikan karyawan merasa dihargai dan puas dengan

pekerjaannya

i. Menciptakan budaya kerja yang positif

j. Membangun sistem pemberian upah secara adil sesuai dengan

kinerja karyawan

4. Manajer Pengembangan

a. Merancang dan menerapkan program yang membangun

keterampilan dan kompetensi karyawan

b. Menilai kebutuhan pelatihan

c. Mengembangkan kurikulum

d. Mengembangkan jangkauan publikasi di sosial media


5. Manajer Layanan Psikolog

a. Mengembangkan dan melaksanakan rencana strategis tujuan jangka

panjang

b. Perluasan layanan

c. Peningkatan kualitas

d. Pertumbuhan berkelanjutan

e. Pengelolaan anggaran

f. Pemantauan pengeluaran

g. Mengidentifikasi dan merespons peluang atau tantangan finansial

6. SPV Terapi

a. Memastikan praktik terapi menyediakan perawatan yang etis dan

berpusat pada klien

b. Meninjau dan menilai rencana perawatan untuk memastikan tujuan

jangka pendek dan jangka panjang pasien tercapai

c. Memberikan layanan kepada staf

d. Membantu staf terapi

7. Staf Terapi

a. Melakukan terapi yang dibutuhkan klien.

b. Melacak kemajuan klien

c. Membuat penyesuaian pada terapi yang diberikan sesuai kebutuhan.

8. SPV Kelas Stimulasi

a. Memastikan praktik stimulasi menyediakan perawatan yang etis dan

berpusat pada klien


b. Meninjau dan menilai rencana perawatan untuk memastikan tujuan

jangka pendek dan jangka panjang pasien tercapai

c. Memberikan layanan kepada staf

d. Membantu staf kelas stimulasi

9. Staf Kelas Stimulasi

a. Melakukan stimulasi yang dibutuhkan klien.

b. Melacak kemajuan klien

c. Membuat penyesuaian pada perawatan yang diberikan sesuai

kebutuhan.

10. SPV Home Schooling

a. Memastikan praktik pembelajaran menyediakan materi dan

pengembangan yang etis dan berpusat pada klien

b. Meninjau dan menilai rencana pembelajaran untuk memastikan

tujuan jangka pendek dan jangka panjang tercapai

c. Memberikan layanan kepada staf

d. Membantu staf home schooling

11. Staf Home Schooling

a. Melakukan pembelajaran yang dibutuhkan klien.

b. Melacak kemajuan klien

c. Membuat penyesuaian pada pembelajaran yang diberikan sesuai

kebutuhan
C. Kegiatan Lembaga

1. Kegiatan Hari Aktif

Kegiatan hari aktif di Thinkplus Psikologi mulai hari senin

sampai jum'at adalah pembelajaran dan terapi anak yang meliputi

pengembangan motorik, emosional, bahasa, kognitif, pre akademik,

seni dan art terapi. Namun dengan pembagian kelas sesuai dengan

kebutuhan anak, kegiatan yang dilakukan juga berbeda karena

menyesuaikan dengan waktu pembelajaran yang telah dijadwalkan.

Kelas terapi dan home schooling memiliki dua jam pembelajaran

dimulai dari jam 08:00 pagi dengan tiga sesi temu dalam satu hari.

Kegiatan yang dilakukan meliputi senam, pengembangan motorik,

emosional, bahasa, kognitif, pre akademik, seni dan art terapi.

Kelas stimulasi dimulai dari jam 08:00-15:00 sore dengan

kegiatan pembelajaran dari jam 08:00-10:30 pagi meliputi senam,

merangkak, pengembangan motorik, emosional, bahasa, kognitif, pre

akademik, seni dan art terapi. Jam 10:30-11:30 dilanjutkan dengan

pembiasaan makan siang bersama yang didampingi terapis kemudian

istirahat dan tidur siang pada pukul 11:30-13:30, jam istirahat ini

digunakan para terapis untuk makan siang. Pukul 13:30 anak

dibiasakan bangun lalu mandi dan menyiapkan barang-barangnya

sebelum pulang.13

2. Kegiatan Hari Non-aktif

13
Masfaqus Shofa, Field Note, Lumajang, kamis 01 Agustus 2024
Kegiatan yang dilakukan terapis di hari non-aktif yaitu hari

sabtu adalah evaluasi program kerja yang didampingi langsung oleh

direktur Thinkplus Psikologi Dewi Asnawati M. Psi, Psikolog. Hal ini

bertujuan untuk melakukan evaluasi kendala kegiatan pembelajaran

dalam satu minggu dan melakukan motivasi program baru. Para terapis

juga mempersiapkan materi untuk minggu selanjutnya beserta raport

harian anak mulai dari kelas terapi, kelas stimulasi dan kelas home

schooling.14

3. Kegiatan Triwulan15

Kegiatan tri wulan merupakan kegiatan yang dilakukan

setiap tiga bulan sekali antara direktur, terapis dan orang tua.

Pertemuan rutin ini dipergunakan untuk mewadahi keluhan atau

kecemasan orang tua agar bisa tersampaikan dan terjawab dengan

mendatangkan ahli.

Kegiatan triwulan yang telah kami ikuti berupa penyuluhan

Diet ADHD bersama Ahli Gizi RSUD. Dr. Haryoto Lumajang agar

orang tua bisa menerapkan diet di rumah saat anak pulang atau di hari

libur. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi jawaban pertanyaan -

pertanyaan orang tua mengenai himbauan diet yang dilakukan di

Thinkplus Psikologi.16

14
Masfaqus Shofa, Field Note, Lumajang, sabtu, 03 Agustus 2024
15
Triwulan adalah istilah untuk sistem penanggalan yang berarti tiga bulan berturut-turut. Istilah
ini berasal dari bahasa Jawa, yaitu tri yang berarti tiga dan wulan yang berarti bulan.
16
Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 24 Agustus 2024.
BAB III
PELAKSANAAN PPL
A. Bidang Kerja
Bidang kerja pelaksanaan Praktik Lapangan Lapangan berdasarkan

program studi di lembaga yaitu penyusunan program BK komprehensif

untuk memberikan bantuan kepada setiap peserta didik agar dapat

mengembangkan diri seoptimal mungkin. Hal ini bertujuan agar dapat

memberikan kontribusi positif dan bisa melaksanakan pembelajaran yang

lebih efektif. Bimbingan komprehensif dikemas dalam empat komponen,

yaitu:17

1. Layanan Dasar

Layanan dasar yang kami terapkan di kelas stimulasi adalah

pendampingan pembelajaran sesuai kemampuan dan usia anak,

pembiasaan kegiatan sehari-hari dan kemandirian. Hal ini bertujuan agar

anak-anak dapat melakukan kegiatan secara mandiri dan untuk

menyusul perkembangan sesuai usia.18

Selaras dengan teori dari layanan dasar mencakup lima layanan

yaitu diantaranya adalah layanan klasikal, layanan orientasi, layanan

informasi, layanan bimbingan kelompok, dan layanan pengumpulan

data. Layanan dasar sangat berperan di sekolah untuk membantu peserta

didik dalam mengembangkan potensinya seoptimal mungkin dan

17
Gysbers, N. & Henderson, P. 2005. Developing & Managing Your School Guidance and
Counseling Program, American Counseling Association.
18
Nazilatul Maghfiroh, Fieldnote, Lumajang 12 Agustus 2024
membantu mengembangkan kehidupan pribadi, sosial, kemampuan

belajar dan perencanaan karir.19

2. Layanan Responsif

Layanan responsif yang kami terapkan pada saat pembelajaran

adalah mengkondisikan anak yang tantrum atau hiperaktif ketika

pendamping terapis sedang melaksanakan pembelajaran. Hal ini

bertujuan agar pembelajaran berjalan dengan optimal dan tidak

terganggu pada saat perekaman video.20

Sesuai dengan teori layanan reponsif adalah pemberian bantuan

terhadap konseling/siswa yang memiliki masalah dan memerlukan

bantuan dengan segera. Layanan responsif merupakan jawaban atau

tanggapan yang membantu bagi siswa yang sedang membutuhkan solusi

yang relevan dengan segera, karena jika tidak dibantu akan mengalami

kesulitan dalam proses pencapaian tugas perkembanganya.21

3. Layanan Perencanaan Individual

Layanan perencanaan individual yang kami lakukan adalah

membuat raport penilaian mingguan bekerja sama dengan pihak

Thinkplus Psikologi dalam menentukan materi pembelajaran

menggunakan teori melston dan melakukan penyuluhan diet ADHD.

Hal ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan setiap anak kepada

19
Yusuf, S, & Nurikhsan, J. (2011). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
20
Mashfaqus Shofa, Fieldnote, Lumajang 13 September 2024
21
Achmad Juntika Nurihsan, Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. (Bandung: PT. Refika
Aditama. 2007) h. 33.
orang tua masing-masing juga agar orang tua bisa menerapkan diet di

rumah.22

Sesuai dengan teori layanan perencanan individual dapat

diartikan sebagai layanan bantuan kepada semua siswa agar mampu

membuat dan melaksanakan perencanaan masa depannya, berdasarkan

pemahaman akan kekuatan dan kelemahan dirinya.23

4. Layanan Dukungan Sistem

Layanan dukungan sistem yang kami lakukan adalah membuat

fasilitas pembelajaran seperti flashcard abjad, angka dan hewan untuk

melengkapi alat peraga pembelajaran agar bisa mempermudah

pembelajaran. Melihat dari padatnya kegiatan yang berlaku di Thinkplus

Psikologi sehingga staff tidak bisa memaksimalkan jam kerja dalam

melengkapi fasilitas pembelajaran.24

Dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan

manajeman tata kerja, infrastruktur (misalnya teknologi informasi dan

komunikasi, dan pengembangan kemampuan profesional konselor atau

guru bimbingan dan konseling secara berkelanjutan, yang secara tidak

langsung memberikan bantuan kepada siswa dalam memfasilitasi

22
Nazilatul Maghfiroh, Fieldnote, Lumajang 24 Agustus 2024
23
Syamsul Yusuf & Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan Dan Konseling, (Bandung: PT.
Remaja Roso Akarya. 2008) , h. 27
24
Luqyana Zulfa, Fieldnote, Lumajang 3 Agustus 2024
kelancaran perkembangan siswa dan mendukung efektivitas pelaksanaan

layanan bimbingan dan konseling.25

B. Pelaksanaan Kerja

Setelah pelaksanaan briefing pada hari pertama bersama guru

pamong yaitu Ibu Alya Dwi Anggraeni dan Ibu Ulil Maslakhah selaku

kepala Thinkplus Psikologi, maka kami mulai menyusun dan melaksanakan

beberapa layanan konseling di Thinkplus Psikologi meliputi:

1. Layanan Dasar

Layanan dasar adalah pemberian bantuan kepada klien yang

mencakup sikap, perilaku positif, pengembangan diri dan pembiasaan

yang baik. Pada layanan ini kami bekerja sama dengan memberikan

layanan sesuai jadwal yang telah berlaku. Pada jam pembelajaran kami

melaksanakan pembelajan kepada masing-masing anak sesuai dengan

usia perkembangannya.26

Layanan yang kami lakukan bertujuan untuk mengoptimalkan

perkembangan agar tidak menyalahi teori perkembangan menurut usia

masing-masing. Juga agar dapat melihat perkembangan yang belum bisa

dicapai sehingga stimulasi yang diberikan bisa ditingkatkan agar bisa

menyusul perkembangan sesuai teori. Saat pelaksanaan senam kami

25
Muh farozin, Dkk. “Program Bimbingan Dan Konseling Kelas XI SMA Negeri 1 Kalasan tahun
ajaran 2015/2016”. tesis, Januari 2006 diakses pada tanggal 20 Agustus 2019, dari situs
https;//khoerulanwarbk.files.wordpress.com.
26
Nazilatul Maghfiroh, Fieldnote, Lumajang 2 September 2024
mendampingi anak-anak agar bisa menirukan gerakan yang

dicontohkan. Hal ini bertujun untuk melatih motorik kasar anak.27

Makan dan minum pada jam 11.00 siang merupakan salah satu

terapi dan bentuk layanan dasar. makan nasi, sayur, buah yang sehat

untuk di konsumsi. Bagi anak anak yang belum mampu secara mandiri

makan, maka kami bantu untuk menyuapi dan memberikan pengertian

bahwa sayur, buah, dan makanan sehat yang lain adalah makanan yang

baik untuk tubuh. Setelah makan maka kami memberikan intruksi

minum air putih secara mandiri. Mulai dari membuka botol, kemudian

minum secara perlahan, menutup botol kembali, lalu mengembalikan

botol ke tas.28

Pada saat jam tidur ada sebagian anak- anak yang tidak

kooperatif dan rawan tantrum akan tetapi bagi anak yang sudah mampu

mengerti jadwal tidur sudah bisa tidur tanpa bantuan terapis atau minum

susu. Jam tidur dimulai dari jam 12.00 hingga 13.00 siang.29

2. Layanan Responsif

Layanan responsif diterapkan ketika anak tantrum dan tidak

kooperatif seperti menangis dan mulai hilang kendali dengan berlari,

berteriak, serta tidak patuh pada intruksi. Layanan yang harus segera

dilakukan adalah memeluk dan menenangkan emosi anak dengan cara

27
Luqyana Zulfa, Field note, Lumajang 9 Agustus 2024
28
Nazilatul Maghfiroh, Field note, Lumajang 13 Agustus 2024.
29
Masfaqus shofa, Field note, Lumajang 30 Agustus 2024
memberikan rasa aman, menghilangkan perilaku negatif dengan cara

penegasan intonasi dan kontak mata secara berulang.30

Sebagaimana yang dijelaskan dalam teori yang menyebutkan

bahwa terapi ABA adalah metode tata laksana perilaku yang

berkembang sejak puluhan tahun, ditemukan pisikolog Amerika,

Universitas California Los Angeles, Amerika Serikat, Ivar O. Lovaas

memulai experiment dengan cara mengaplikasikan teori B.F Skinner,

Operant Conditioning.

Di dalam teori tersebut disebutkan suatu pola perilaku akan

menjadi mantap jika perilaku itu diperoleh si pelaku (penguat positif)

karena mengakibatkan hilangnya hal-hal yang tidak diinginkan

(penguatan negatif) sementara suatu perilaku tertentu akan hilang jika

perilaku tersebut di ulang terus menerus dan mengalami sesuatu yang

tidak menyenangkan (hukuman) atau hilangnya hal-hal yang

menyenangkan si pelaku (penghapusan).31

Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode

ABA merupakan metode yang mengajarkan kedisiplinan dimana pada

kurikulumnya telah dimodifikasi dari aktifitas sehari-hari dan

dilaksanakan secara konsisiten untuk meningkatkan perilaku signifikan.

Kepatuhan kontak mata merupakan kunci utama dalam penerapan

metode ABA (Applied Behavior Analysis), tanpa peguasaan tersebut

anak autis akan sulit diajarkan aktivitas-aktifitas perilaku yang lain.

30
Nazilatul Maghfiroh, Field note, Lumajang 27 aguztus 2024
31
Handojo, Y. 2009. Autisme: pada anak. PT. Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia. Jakarta.
Tujuan metode ABA (Applied Behavior Analysis) Menurut

Gina Green (2008) adalah:

a. Untuk membangun berbagai keterampilan penting

b. Mengurangi perilaku bermasalah pada individu dengan gangguan

autism dan terkait dari segala usia

c. Untuk mengubah perilaku penting dalam cara yang bermakna

d. Melatih kemandirian anak.32

3. Layanan Perencanaan Individu

Pada layanan ini kami bekerja sama dengan Thinkplus untuk

membentuk dan membuat rapot mingguan menggunakan rapot milstone.

Rapot milestone adalah tahapan atau pencapaian perkembangan anak

yang ditandai dengan kemampuan atau perilaku fisik tertentu yang

dicapai anak pada usia tertentu.33

Penggunaan rapot ini kombinasi antara bubling atau target

capaian tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus dan milestone atau

tagert capaian anak normal. Dengan mengkombinasikan ke dua target

capaian tersebut diharapkan mampu menstimulasi anak dengan lebih

baik.34

4. Layanan dukungan sistem

Layanan dukungan system yang kami lakukan selama di Thinkplus

Psikologi meliputi:

32
Gina Green. Autism and ABA. (Jakarta: Gramedia, 2008), h. 22
33
Nazilatul Maghfiroh, Field note, Lumajang 10 Agustus 2024.
34
Wawancara Ibu Ulil Maslakhah, Jum’at 20 september 2024
1. Membuat flash card

Flash card merupakan media pembelajaran visual yang

berbentuk kartu berupa gambar, tulisan, teks, tanda atau simbol.

Flash card yang kami dibuat di think plus memiliki beberapa ragam.

2. Membersamai lomba 17 agustus 2024

Perayaan agustus kami bekerja sama dengan think plus

mengadakan lomba yang dapat dijangkau sesuai dengan

kemampuan anak berkebutuhan khusus, seperti makan kerupuk,

memindahkan bendera dan memindahkan bola.

3. Membantu Terapis

Kegiatan yang dilakukan adalah membantu kegiatan terapis

yang mulai kewalahan dengan anak hiperaktif sehingga kegiatan

tidak bisa berjalan dengan efektif. Seperti ketika melakukan

pembelajaran motorik kasar, dalam kegiatan ini terapis memerlukan

pendamping tambahan agar dapat mengganti posisinya dalam

melakukan pembelajaran.

C. Temuan Masalah

1. Kualifikasi Pendidikan Terapis

Pendidikan terakhir sebagian terapis khususnya kelas stimulasi

adalah SMA, hal ini tentunya berpengaruh pada model dan proses

pembelajaran di Thinkplus Psikologi.


2. Fasilitas kelas

Fasilitas kelas bagi anak ABK tentu harus lebih lengkap dan

memadai agar bisa menunjang pembelajaran agar lebih optimal seperti meja

khusus, ruang kedap suara dan alat peraga pembelajaran masing masing

terapis.

3. Ruang Administrasi

Ruang administrasi di Thinkplus Psikologi belum disediakan

sehingga tamu atau pendaftar baru tidak memiliki ruang terima untuk

melakukan komunikasi dengan pihak Thinkplus Psikologi. Ruangan yang di

alih fungsikan menjadi ruang administrasi sementara adalah ruang depan.

4. Ruang Tunggu

Ruang tunggu bagi orang tua anak kelas terapi yang memiliki jadwal

terapi dua jam pembelajaran belum disediakan. Hal ini mendapat usulan

langsung dari wali murid melihat jarak yang ditempuh dari rumah cukup

jauh dan tidak memungkinkan untuk pulang.

D. Solusi Masalah

Dari permasalahan yang telah kami temukan di Thinkplus Psikologi

maka solusi yang bisa diterapkan untuk mengembangkan kualitas layanan

adalah sebagai berikut:

1. Pelatihan Khusus

Pelatihan khusus bagi terapis anak berkebutuhan khusus (ABK)

penting untuk mengembangkan empati, pemahaman, dan keahlian dalam

bekerja dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Pelatihan ini juga
dapat mengajarkan cara berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang tua

siswa dan staf pendidikan lainnya.

2. Pengajuan Fasilitas

Solusi untuk mengatasi fasilitas yang kurang memadai adalah dengan

mengajukan pelengkapan fasilitas kelas seperti meja ABK kepada Manager

SDM, menyusun flashcard, dan ruang kedap suara untuk mencapai

pembelajaran yang efektif.

Fasilitas yang memadai bagi anak berkebutuhan khusus akan

berdampak kepada hasil belajar yang di capai oleh anak berkebutuhan

khusus sehingga tercapainya tujuan pembelajaran di sekolah.

3. Pembangunan Ruang Administrasi

Melihat kebutuhan akan pentingnya fungsi ruang administrasi untuk

melayani wali murid maka pembagunan ruang administrasi ini sangat

diperlukan. Hal ini bertujuan untuk melengkapi fasilitas penunjang

pelayanan Thinkplus Psikologi.

4. Pembangunan Ruang Tunggu

Ruang tunggu merupakan salah satu elemen penting terutama bagi

bangunan yang berfungsi sebagai tempat pelayanan umum. Perbaikan dan

pengadaan fasilitas di ruang tunggu bertujuan untuk meningkatkan kualitas

pelayanan di Thinkplus Psikologi dengan cara pengajuan proposal

pembangunan kepada manager SDM untuk kemudian disampaikan ke

direktur.
BAB IV

PENUTUP

A. Saran
Kami selaku penulis mengucapkan syukur alhamdulillah atas

terselesaikannya penyusunan laporan PPL yang kami laksanakan di

Thinkplus Psikologi Lumajang. Tentu pada penyusunan tersebut terdapat

banyak kekurangan. Kami meminta saran dan kritik konstruksif guna

perbaikan dikemudian hari. Semoga yang dapat kami laporkan membawa

manfaat. Amin.

B. Kesimpulan

Laporan ini menyimpulkan bahwa penerapan teknik Applied

Behavior Analysis (ABA) di Thinkplus Psikologi memberikan solusi yang

efektif bagi anak berkebutuhan khusus, terutama dalam menangani masalah

perkembangan seperti ADHD dan autisme. Selama pelaksanaan Praktek

Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa dapat menerapkan teori yang

diperoleh dalam konteks nyata, serta mendapatkan pengalaman berharga

dalam bimbingan dan konseling.

Beberapa temuan masalah terkait dengan kualifikasi pendidikan

terapis, fasilitas yang kurang memadai, dan ruang administrasi yang tidak

optimal. Namun, solusi yang diusulkan, seperti pelatihan khusus untuk

terapis dan peningkatan fasilitas, diharapkan dapat meningkatkan kualitas

layanan di Thinkplus Psikologi.


Secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan pentingnya penerapan

metode yang terstruktur dan profesional dalam mendukung perkembangan

anak berkebutuhan khusus, serta kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan

layanan bimbingan dan konseling.


DAFTAR PUSTAKA

Dhuwi Prasetyo, “Laporan Individu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) SMK


Muhammadiyah Tempeh”, jurnal (2015) h. 9

SIFA Institut Agama Islam Syarifuddin, Program Studi Bimbingan dan Konseling
Islam.

Rochmah, E. Y. (2014). Psikologi Perkembangan (Sepanjang Rentang


Hidup). Ponorogo: STAIN Po Press.

Istiqlal, A. N. (2021). Gangguan Keterlambatan Berbicara (Speech Delay) Pada


Anak Usia 6 Tahun. PRESCHOOL, 209-210.

https://ruangthinkplus.com/ diakses pada 23 September 2024 15:16

Masfaqus Shofa, Observasi, Thinkplus Psikologi Lumajang, 1 Agustus 2024

Hildawati, “Penerapan Metode Aba (Applied Behavior Analysis) Dalam


Meningkatkan Kemampuan Perilaku, Interkasi Sosial, Bahasa Dan
Komunikasi Anak Autis”, Jurnal Paedagogia Vol. 7, 2018, hlm. 50-52.

https://maps.app.goo.gl/vDzNThyLEZNm9XXd6 diakses pada 23 September


2024 15:23

https://ruangthinkplus.com/ diakses pada 23 September 2024 15:16

Luqyana Zulfa, Wawancara, Thinkplus Psikologi Lumajang, 31 Agustus 2024.

https://www.thinkpluspsikologi.com/ diakses pada 23 September 2024 15:22


Luqyana Zulfa, Wawancara kepada Ibu Dewi Asnawati, Thinkplus Psikologi
Lumajang, 10 Agustus 2024

Nazilatul Maghfiroh, Wawancara kepada Ibu Dewi Asnawati, Thinkplus


Psikologi Lumajang, 10 Agustus 2024

Masfaqus Shofa, Field Note, Lumajang, 01 Agustus 2024

Masfaqus Shofa, Field Note, Lumajang, 03 Agustus 2024

Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 24 Agustus 2024.

Gysbers, N. & Henderson, P. 2005. Developing & Managing Your School


Guidance and Counseling Program, American Counseling
Association.

Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 12 Agustus 2024

Yusuf, S, & Nurikhsan, J. (2011). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung:


PT Remaja Rosdakarya

Mashfaqus Shofa, Field Note, Lumajang, 13 September 2024

Achmad Juntika Nurihsan, Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling.


(Bandung: PT. Refika Aditama. 2007) h. 33.

Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 24 Agustus 2024

Syamsul Yusuf & Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan Dan Konseling


(Bandung: PT. Remaja Roso Akarya. 2008) , h. 27
Luqyana Zulfa, Field Note, Lumajang, 3 Agustus 2024

Muh farozin, Dkk. “Program Bimbingan Dan Konseling Kelas XI SMA Negeri 1
Kalasan tahun ajaran 2015/2016”. tesis, Januari 2006 diakses pada
tanggal 20 Agustus 2019, dari situs
https;//khoerulanwarbk.files.wordpress.com.

Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 2 September 2024

Luqyana Zulfa, Field Note, Lumajang. 9 Agustus 2024

Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 13 Agustus 2024.

Masfaqus shofa, Field Note, Lumajang, 30 Agustus 2024

Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 27 aguztus 2024

Handojo, Y. 2009. Autisme: pada anak. PT. Bhuana Ilmu Populer Kelompok
Gramedia. Jakarta.

Gina Green. Autism and ABA. (Jakarta: Gramedia, 2008), h. 22

Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 10 Agustus 2024.

Wawancara kepada Ibu Ulil Maslakhah, Thinkplus Psikologi, 20 september 2024


LAMPIRAN

Layanan Dasar Bimbingan Klasikal

Layanan Responsif Konseling Individual

Layanan Dasar Individual


Layanan Dukungan Sistem

Layanan Dasar Informasi

Layanan Konseling Kelompok


Wawancara Kepala Thinkplus Psikologi

Wawancara Orang Tua Klien

Penarikan Mahasiswa PPL II


Raport Usia 2-3 Tahun
Raport Usia 3-4 Tahun
Raport Usia 4-5 Tahun
Raport Usia 5-6 Tahun

Anda mungkin juga menyukai