Laporan
PENERAPAN TEKNIK ABA (APPLIED BEHAVIOR
ANALYSIS) PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI
THINKPLUS PSIKOLOGI LUMAJANG
Laporan PPL II ini ditulis untuk memenuhi salah satu persyaratan
mendapatkan Gelar Sarjana Strata I Pada Program Studi Bimbingan dan
Konseling Islam IAI Syarifuddin Lumajang
Disusun Oleh:
MASFAQUS SHOFA (2021 100 320 262)
NAZILATUL MAGHFIROH (2021 100 320 250)
LUQYANA ZULFAH (2021 100 320 240)
PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM SYARIFUDDIN
WONOREJO-LUMAJANG
2024
LEMBAR PENGESAHAN
Judul : Penerapan Teknik ABA (Applied Behavior Analysis) pada
Anak Berkebutuhan Khusus di Thinkplus Pikologi
Lumajang.
Nama Mahasiswa : Masfaqus Shofa
NIM : 2020100320262
Program Studi : Bimbingan dan Konseling Islam
Nama Mahasiswa : Nazilatul Maghfiroh
NIM : 2020100320250
Program Studi : Bimbingan dan Konseling Islam
Nama Mahasiswa : Luqyana Zulfah
NIM : 2020100320240
Program Studi : Bimbingan dan Konseling Islam
Mengesahkan,
Ketua Program Studi, Pembimbing,
Bambang Subahri,M.Si. Faiqotul Mala, S.S.I., MA.Hum
NIY.19890705146082 NIY.19860101136064
Mengetahui,
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Zainil Ghulam, M.H.I.
NIY. 19780521066018
KATA PENGANTAR
Assalamu`alaikum Wr Wb
Puji Sukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah
melimpahkan Rahmat dan Karunianya, sehingga penyusunan Laporan
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini dapat diselesaikan.
Sholawat dan Salam Allah semoga tercurahkan kepada Sayyidina
Muhammad SAW menjadi uswah bagi seluruh manusia.
Laporan ini memuat hasil dari proses pelaksanaan Praktek Pengalaman
Lapangan (PPL) oleh Mahasiswa. Tanpa bantuan berbagai pihak, Laporan
ini tidak akan terselesaikan dengan baik. Maka dari itu kami sampaikan
terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. H. Satuyar Mufid, MA. Selaku Rektor Institut Agama Islam
Syarifuddin
2. Bapak Zainil Ghulam, M.H.I. selaku Dekan Fakultas Dakwah dan
Komunikasi Islam Institut Agaman Islam Syarifuddin
3. Bapak Bambang Subahri, M.Si selaku Ketua Program Studi Bimbingan
dan Konseling Islam.
4. Ibu Faiqotul Mala, S.S.I., MA.Hum Dosen Pembimbing Lapangan yang
telah membimbing kami dalam melaksanakan PPL II
5. Ibu Dewi Asnawati selaku Direktur Thinkplus Psikologi yang telah
memberikan perizinan untuk melaksanakan PPL II
6. Ibu Ulil Maslakhah selaku Kepala Thinkplus Psikologi yang telah
banyak memberikan arahan, motivasi dan semangat selama PPL II
berlangsung
7. Ibu Alya Dwi Anggraeni selaku Guru Pamong yang telah membimbing
kami
8. Jajaran Terapis Thinkplus Psikologi yang telah bersedia membantu
dalam pelaksanan PPL II
9. Kedua orang tua yang telah mendoakan dan memberikan semangat
dalam pelaksanaan PPL II
Semoga laporan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) ini dapat
bermanfaat baik bagi pembaca maupun tim penyusun laporan.
Wassalamu’alaikum Wr, Wb.
Lumajang, 10 September 2024
Penulis
DAFTAR ISI
COVER......................................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN......................................................................
KATA PENGANTAR...............................................................................
DAFTAR ISI..............................................................................................
DAFTAR TABEL......................................................................................
DAFTAR GAMBAR..................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN..............................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang........................................................................................5
B. Maksud dan tujuan PPL.........................................................................7
C. Kegunaan PPL........................................................................................7
D. Tempat PPL............................................................................................8
E. Jadwal waktu PPL...................................................................................9
BAB II TINJAUAN UMUM PPL
A. Sejarah lembaga.....................................................................................10
B. Struktur lembaga....................................................................................11
C. Kegiatan lembaga...................................................................................11
BAB III PELAKSANAAN PPL
A. Bidang kerja............................................................................................13
B. Pelaksanaan kerja....................................................................................14
C. Temuan masalah......................................................................................20
D. Solusi masalah.........................................................................................22
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan..............................................................................................24
B. Saran........................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................25
LAMPIRAN-LAMPIRAN...........................................................................26
DAFTAR TABEL
Tabel I.1 Jadwal Kegiatan PPL.............................................................................
Tabel II.1 Struktur Thinkplus Psikologi................................................................
DAFTAR GAMBAR
Gambar Layanan Dasar Bimbingan Klasikal............................................................
Gambar Layanan Responsif Konseling Individual....................................................
Gambar Layanan Dasar Individual............................................................................
Gambar Layanan Dukungan Sistem..........................................................................
Gambar Layanan Dasar Informasi.............................................................................
Gambar Layanan Dasar Konseling Kelompok..........................................................
Wawancara Kepala Thinkplus Psikologi...................................................................
Wawancara Orang Tua Klien.....................................................................................
Penarikan Mahasiswa PPL II.....................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN
Raport Usia 2-3 Tahun...............................................................................................
Raport Usia 3-4 Tahun...............................................................................................
Raport Usia 4-5 Tahun...............................................................................................
Raport Usia 5-6 Tahun...............................................................................................
Catatan Lapangan (Field Note)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Bimbingan dan Konseling
di Sekolah merupakan salah satu kegiatan latihan yang harus dilaksanakan
oleh setiap mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling dalam
rangka peningkatan ketrampilan dan pemahaman mengenai berbagai aspek
kependidikan dan pemberian berbagai bentuk program layanan bimbingan
dan konseling yang dapat diberikan oleh seorang guru pembimbing, untuk
memenuhi persyaratan pembentukan tenaga kependidikan yang bertugas
memberikan layanan bimbingan di sekolah yang profesional.1
Program studi Bimbingan dan Konseling Islam berkewajiban
menyiapkan dan menghasilkan guru pembimbing yang memiliki nilai dan
sikap serta pengetahuan dan ketrampilan yang profesional. Dengan
kemampuan tersebut diharapkan alumni program studi Bimbingan dan
Konseling Islam dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya kelak
sebagai guru pembimbing dalam rangka membantu tercapainya tujuan
pendidikan. Bimbingan dan konseling islam merupakan prodi dengan mata
kuliah yang beragam salah satunya adalah psikologi perkembangan.2
Psikologi perkembangan, yaitu cabang dari ilmu psikologi
yang mempelajari secara sistematika perkembangan perilaku manusia
1
Dhuwi Prasetyo, “Laporan Individu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) SMK Muhammadiyah
Tempeh”, jurnal (2015) h. 9
2
SIFA Institut Agama Islam Syarifuddin, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam.
secara ontogenetik, yaitu mempelajari proses-proses yang mendasari
perubahan-perubahan yang terjadi didalam diri, baik perubahan
dalam bentuk jasmani, perilaku maupun fungsi mental manusia
sepanjang rentang hidupnya (life-span), yang biasanya dimulai dari sejak
konsepsi hingga usia lanjut.3 Pada kenyataannya perkembangan anak tidak
selalu sama dan beberapa dari mereka memiliki keterbatasan, keterlambatan
dan ketertinggalan dalam perkembangannya seperti Speech Delay, Attention
Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Retardasi Mental (RTM) dan
Autisme.4 Oleh karena itu mahasiswa diterjunkan langsung ke lapangan guna
mengetahu praktek dari penanganan dari masalah masalah perkembangan
tersebut.
Thinkplus Psikologi Asnawati merupakan layanan konsultasi
psikologi dengan berbagai aspek, seperti konseling, assesmen anak, remaja
dan dewasa. Thinkplus Psikologi juga membuka kelas stimulasi, terapi serta
home schooling untuk menjadi wadah bagi anak-anak yang memiliki
gangguan perkembangan atau kurang stimulus. Dengan profesionalitas yang
tinggi serta pelayanan yang prima Thinkplus mampu memberikan lulusan
anak yang memiliki gangguan perkembangan dengan baik.5
Salah satu pendekatan yang digunakan dalam terapi di Thinkplus
adalah pendekatan Applied Behavior Analysis (ABA) yaitu proram terapi
dengan pendekatan untuk memahami dan mengubah perilaku seseorang.
3
Rochmah, E. Y. (2014). Psikologi Perkembangan (Sepanjang Rentang Hidup). Ponorogo:
STAIN Po Press.
4
Istiqlal, A. N. (2021). Gangguan Keterlambatan Berbicara (Speech Delay) Pada Anak Usia 6
Tahun. PRESCHOOL, 209-210.
5
https://ruangthinkplus.com/ diakses pada 23 September 2024 15:16
Program ini terstruktur serta terdiri dari serangkaian strategi dan teknik yang
digunakan untuk mengajarkan keterampilan baru serta mengurangi perilaku
yang tidak sesuai.6
Pendekatan ABA adalah metode yang diperkenalkan oleh Ivar O
Lovaas dengan prinsip dasar metode ABA merupakan cara pendekatan dan
penyampaian materi anak autis yang harus dilakukan melalui kontak mata
yang lama dan konsisten tegas tanpa kekerasan. Metode ABA merupakan
salah satu metode terapi yang diterapkan pada anak berkebutuhan khusus
khususnya anak autis dengan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan
sehingga proses terapi bisa berjalan efektif.7
Berdasarakan latar belakang tersebut serta pentingnya penelitian
yang relevan akan probelematika ADHD maka kami menyusun laporan
dengan judul “Penerapan Pendekatan Applied Behavior Analysis (ABA)
terhadap Anak Autis di Thinkplus Psikologi Lumajang” penelitian ini
bertujuan agar dapat menjadi solusi bagi anak yang memiliki hambatan,
gangguan, dan keterlambatan pada perkembangannya. Kami berharap
dengan adanya laporan ini dapat membantu para pembaca sebagai ilmu dan
referensi yang bermanfaat di dunia pendidikan dan sosial.
6
Masfaqus Shofa, observasi, Thinkplus Psikologi Lumajang, 1 Agustus 2024
7
Hildawati, “Penerapan Metode Aba (Applied Behavior Analysis) Dalam Meningkatkan
Kemampuan Perilaku, Interkasi Sosial, Bahasa Dan Komunikasi Anak Autis”, Jurnal Paedagogia
Vol. 7, 2018, hlm. 50-52.
B. Maksud dan Tujuan PPL
Praktek bimbingan dan konseling di sekolah dimaksudkan agar
mahasiswa dapat mempraktekkan teori yang diperoleh selama kuliah.
Praktik bimbingan dan konseling memberikan kesempatan kepada
mahasiswa untuk menunjukkan semua kompetensi yang telah dimiliki di
bawah arahan guru dan dosen pembimbing. PPL BK di sekolah bertujuan
agar mahasiswa memperoleh pengalaman faktual khususnya tentang
pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah, dan umumnya tentang
proses pembelajaran siswa serta kegiatan-kegiatan kependidikan lainnya,
sehingga mahasiswa dapat menggunakan pengalamannya sebagai bekal
untuk membentuk profesi konselor di sekolah (guru pembimbing) yang
profesional.
Alasan dan tujuan kami memilih tempat PPL di Thinkplus
Psikologi adalah agar bisa menyalurkan ilmu dan mengasah kemampuan
dalam menangani anak ABK dengan baik dan efektif sesuai dengan ilmu
pengetahuan yang telah kami dapatkan juga agar bisa mendapatkan pelajaran
baru untuk kami sampaikan kepada masyarakat luas mengenai problemaika
ABK beserta solusinya.
C. Kegunaan PPL
Pelaksanaan PPL ini berguna bagi mahasiswa dan Thinkplus
Psikologi dengan adanya kontribusi kerja serta solusi masalah yang
dilakukan bersama maka kegiatan yang dilakukan juga akan lebih optimal.
Kegunaan PPL bagi mahasiswa antara lain:
1. Untuk menambah ilmu yang lebih luas
2. Untuk menambah wawasan baru
3. Untuk menemukan problematika sebagai pembelajaran
4. Untuk menyelaraskan ilmu yang didapatkan dengan kondisi lapangan
Kegunaan PPL bagi Thinkplus Psikologi antara lain:
1. Untuk menambah kontribusi keja
2. Untuk memudahkan pendampingan klien
3. Untuk kolaborasi ide bersama
D. Tempat PPL
PPL dilakukan di Thinkplus Psikologi yaitu sebuah layanan
konsultasi psikologi yang beralalmat di Jl. Gajah Mada Gang Melon No.Kav
2 Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. 8
Thinkplus Psikologi merupakan layanan pengembangan sumberdaya
manusia yang berfokus pada psikotes, asesmen, training dan outbond.
Asesmen atau konsultasi awal ditangani langsung oleh psikolog untuk
mengetahui diagnosa klien yang kemudian mendapat rekomendasi tindakan
8
Thinkplus Psikologi Lumajang https://maps.app.goo.gl/vDzNThyLEZNm9XXd6. Diakses pada
23 September 2024 pukul 15:23
lanjutan. Thinkplus Psikologi juga berfokus pada perkembangan anak yang
memiliki keterlambatan atau gangguan tumbuh kembang menurut usianya.9
Thinkplus Psikologi memiliki tiga kelas yang berfokus pada
perkembangan anak yaitu kelas terapi, kelas stimulasi dan home schooling
dengan fasilitas yang sangat mendukung dalam proses pembelajaran seperti
alat tulis, alat peraga, flashcard dan alat musik. Sistem manajemen yang
dimiliki juga sangat baik sehingga sampai saat ini bisa berkembang pesat.10
E. Jadwal Waktu PPL
No KEGIATAN WAKTU
1 Penyerahan maahasiswa PPL Hari ke 1
2 Briffing oleh guru pamong Hari ke 2
3 Membuat rapot mingguan Hari ke 3
4 Membuat flash card Hari ke 4
5 Membuat brosur diet ADHD Hari ke 5
6 Wawancara terapis Hari ke 6
7 Memcoba menangani kelas stimulasi umur 2-3 Hari ke 7
8 Membuat rapot mingguan Hari ke 8
9 Membuat flash card kalimat sederhana Hari ke 9
10 Membuat konten perilaku ADHD Hari ke 10
9
Thinkplus Psikologi Lumajang https://ruangthinkplus.com/. Diakses pada 23 September 2024
pukul 15:16
10
Luqyana Zulfa, wawancara, Thinkplus Psikologi Lumajang, 31 Agustus 2024.
11 Membagikan brosur diet ADHD Hari ke 11
12 Menangani kelas stimulus umur 3-4 Hari ke 12
13 Lomba HUT RI Hari ke 13
14 Mencari kasus Hari ke 14
15 Menangani kelas stimulus umur 5-6 Hari ke 15
16 Membuat flash card angka Hari ke 16
17 Evaluasi tugas oleh guru pamong Hari ke 17
18 Penyuluhan diet ADHD bersama ahli gizi Hari ke 18
19 Melakukan sosialisasi kepada orang tua murid Hari ke 19
20 Mengangani kelas stimulus secara bergantian umur Hari ke 20
2-5
21 Mengangani kelas stimulus secara bergantian umur Hari ke 21
2-5
22 Mewarnai bersama Hari ke 22
23 Menangani kelas stimulus bergantian umur 3-4 Hari ke 23
24 Membuat raport Hari ke 24
25 Rapat kerja dan pembentukan struktur Hari ke 25
26 Memasukkan lingkaran sesuai warna Hari ke 26
27 Membuat konten tentang diet ADHD Hari ke 27
28 Menangani kelas stimulus secara bergantian Hari ke 28
29 Evaluasi program kerja Hari ke 29
30 Membuat flashcard Hari ke 30
31 Wawancara bersama orang tua klien Hari ke 31
32 Senam bersama Hari ke 32
33 Membuat rapot mingguan Hari ke 33
34 Mewarnai bersama Hari ke 34
35 Menangani kelas stimulasi Hari ke 35
36 Olahraga bersama lempar tangkap bola Hari ke 36
37 Kumpulan laporan Hari ke 37
38 Penarikan PPL Hari ke 38
Tabel I.1 Jadwal Kegiatan PPL
BAB II
TINJAUAN UMUM TEMPAT PPL
A. Sejarah Lembaga
Pada tahun 2019 Ibu Dewi Asnawati baru memulai karir dan
masuk pada jajaran CPNS dan kebetulan mendapat banyak job dari kerja
keras sehingga beliau memiliki income yang lebih. Pada satu kesempatan
Ibu Dewi mendapatkan penawaran dari senior psikolog untuk membuka
kelas terapi dengan penawaran awal yaitu Rp.27. 500.000,- untuk pelatihan
akan tetapi pada kesempatan lain Ibu Dewi mendapat tawaran dengan harga
yang bisa diangsur dari senior lain sehingga penghasilan Ibu Dewi sempat
minus. Maka keputusan akhir Ibu dewi dan Ibu Ulil Maslakhah mengikuti
pelatihan ke Malang dengan keadaan belum ada klien sama sekali.
Bulan pertama opening pihak Thinkplus mulai mempromosikan
dan membuka kelas terapi yang bertempat di kediaman saudara Ibu Dewi Jl.
Gajah Mada Gang Melon No.Kav 2 Kelurahan Kepuharjo, Kecamatan
Lumajang, Kabupaten Lumajang. Klien yang mendaftar pertama kali
bernama Beryl anak dari rekan Ibu Dewi ketika bekerja di Dinas Sosial
sebelum diangkat menjadi CPNS dengan biaya terapi yang sangat terjangkau
dengan pendapatan yang hanya berkisar Rp.5000,-
Pada pertengahan tahun 2020 mulai banyak murid atau klien yang
mendaftar dan tentunya membutuhkan tenaga tambahan agar terapi dan
pembelajaran berjalan lebih efektif. Staff baru yang diterima dalam
perekrutan staff baru bernama Ibu Lelly Putri Ria Karisma. Tahun 2020
akhir anak-anak menjalani terapi lalu lulus secara bersamaan dengan adanya
covid-19 yang memberlakukan sistem lockdown maka Thinkplus tidak
beroperasi untuk sementara waktu. Dengan adanya desakan dari orang tua
murid yang mendapat rekomendasi terapi dari psikolog untuk membuka
kembali Thinkplus Psikologi maka pembelajaran dibuka kembali pada tahun
2021.
Sampai saat ini tahun 2024, Thinkplus Psikologi berdiri dengan
berbagai pelayanan yang meliputi kelas stimulasi, kelas terapi dan home
schooling yang berhasil berkembang pesat serta menjadi rujukan dari
psikiater dan dokter spesialis anak yang memiliki gangguan
perkembangan.11
Visi:
Menjadi Biro Psikologi & Konsultan Sumber Daya Manusia Yang Kredibel
Dengan Standar Berkualitas dan Hasil Maksimal
Misi:
1. Memberikan pelayanan dan pengalaman yang professional kepada
pelanggan secara konsisten.
2. Memahami kebutuhan pelanggan dan menghadirkan solusi yang tepat
sasaran.
3. Menjadi mitra perusahaan untuk bertumbuh dan meningkatkan
produktivitas.12
11
Luqyana Zulfa, Wawancara kepada Ibu Dewi Asnawati, Thinkplus Psikologi Lumajang, 10
Agustus 2024
12
Thinkplus Psikologi Lumajang https://ruangthinkplus.com/. Diakses pada 23 September 2024
pukul 15:16
B. Struktur Lembaga
Tabel II.1 Struktur Thinkplus Psikologi
1. Direktur
a. Manajerial strategi untuk kemajuan Thinkplus Psikologi
b. Melakukan supervisi staff
c. Melakukan evaluasi terhadap kinerja staf
d. Menyetujui anggaran belanja
e. Melakukan pengadaan rapat dengan semua jajaran staf
f. Menerapkan visi misi perusahaan
2. Asisten Psikolog
a. Melakukan administrasi, asesmen, intervensi, dan evaluasi
b. Melakukan tes dan penilaian psikologis
c. Mengamati dan mencatat perilaku pasien
d. Merancang program perawatan dan terapi
e. Memantau kemajuan pasien
f. Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi
g. Memberikan konsultasi kepada penyedia layanan perawatan primer
dan pendidik kesehatan
h. Mempersiapkan catatan tertulis dan representasi statistik tentang
perilaku klien
3. Manajer Sumber Daya Manusia (SDM)
a. Merekrut, mewawancarai, dan mempekerjakan karyawan baru
b. Mengelola program pelatihan dan pengembangan karyawan
c. Mengawasi perselisihan dan prosedur disiplin karyawan
d. Menangani hubungan karyawan
e. Memastikan keselamatan dan kesehatan di tempat kerja
f. Mengelola program tunjangan dan kompensasi karyawan
g. Memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
h. Memastikan karyawan merasa dihargai dan puas dengan
pekerjaannya
i. Menciptakan budaya kerja yang positif
j. Membangun sistem pemberian upah secara adil sesuai dengan
kinerja karyawan
4. Manajer Pengembangan
a. Merancang dan menerapkan program yang membangun
keterampilan dan kompetensi karyawan
b. Menilai kebutuhan pelatihan
c. Mengembangkan kurikulum
d. Mengembangkan jangkauan publikasi di sosial media
5. Manajer Layanan Psikolog
a. Mengembangkan dan melaksanakan rencana strategis tujuan jangka
panjang
b. Perluasan layanan
c. Peningkatan kualitas
d. Pertumbuhan berkelanjutan
e. Pengelolaan anggaran
f. Pemantauan pengeluaran
g. Mengidentifikasi dan merespons peluang atau tantangan finansial
6. SPV Terapi
a. Memastikan praktik terapi menyediakan perawatan yang etis dan
berpusat pada klien
b. Meninjau dan menilai rencana perawatan untuk memastikan tujuan
jangka pendek dan jangka panjang pasien tercapai
c. Memberikan layanan kepada staf
d. Membantu staf terapi
7. Staf Terapi
a. Melakukan terapi yang dibutuhkan klien.
b. Melacak kemajuan klien
c. Membuat penyesuaian pada terapi yang diberikan sesuai kebutuhan.
8. SPV Kelas Stimulasi
a. Memastikan praktik stimulasi menyediakan perawatan yang etis dan
berpusat pada klien
b. Meninjau dan menilai rencana perawatan untuk memastikan tujuan
jangka pendek dan jangka panjang pasien tercapai
c. Memberikan layanan kepada staf
d. Membantu staf kelas stimulasi
9. Staf Kelas Stimulasi
a. Melakukan stimulasi yang dibutuhkan klien.
b. Melacak kemajuan klien
c. Membuat penyesuaian pada perawatan yang diberikan sesuai
kebutuhan.
10. SPV Home Schooling
a. Memastikan praktik pembelajaran menyediakan materi dan
pengembangan yang etis dan berpusat pada klien
b. Meninjau dan menilai rencana pembelajaran untuk memastikan
tujuan jangka pendek dan jangka panjang tercapai
c. Memberikan layanan kepada staf
d. Membantu staf home schooling
11. Staf Home Schooling
a. Melakukan pembelajaran yang dibutuhkan klien.
b. Melacak kemajuan klien
c. Membuat penyesuaian pada pembelajaran yang diberikan sesuai
kebutuhan
C. Kegiatan Lembaga
1. Kegiatan Hari Aktif
Kegiatan hari aktif di Thinkplus Psikologi mulai hari senin
sampai jum'at adalah pembelajaran dan terapi anak yang meliputi
pengembangan motorik, emosional, bahasa, kognitif, pre akademik,
seni dan art terapi. Namun dengan pembagian kelas sesuai dengan
kebutuhan anak, kegiatan yang dilakukan juga berbeda karena
menyesuaikan dengan waktu pembelajaran yang telah dijadwalkan.
Kelas terapi dan home schooling memiliki dua jam pembelajaran
dimulai dari jam 08:00 pagi dengan tiga sesi temu dalam satu hari.
Kegiatan yang dilakukan meliputi senam, pengembangan motorik,
emosional, bahasa, kognitif, pre akademik, seni dan art terapi.
Kelas stimulasi dimulai dari jam 08:00-15:00 sore dengan
kegiatan pembelajaran dari jam 08:00-10:30 pagi meliputi senam,
merangkak, pengembangan motorik, emosional, bahasa, kognitif, pre
akademik, seni dan art terapi. Jam 10:30-11:30 dilanjutkan dengan
pembiasaan makan siang bersama yang didampingi terapis kemudian
istirahat dan tidur siang pada pukul 11:30-13:30, jam istirahat ini
digunakan para terapis untuk makan siang. Pukul 13:30 anak
dibiasakan bangun lalu mandi dan menyiapkan barang-barangnya
sebelum pulang.13
2. Kegiatan Hari Non-aktif
13
Masfaqus Shofa, Field Note, Lumajang, kamis 01 Agustus 2024
Kegiatan yang dilakukan terapis di hari non-aktif yaitu hari
sabtu adalah evaluasi program kerja yang didampingi langsung oleh
direktur Thinkplus Psikologi Dewi Asnawati M. Psi, Psikolog. Hal ini
bertujuan untuk melakukan evaluasi kendala kegiatan pembelajaran
dalam satu minggu dan melakukan motivasi program baru. Para terapis
juga mempersiapkan materi untuk minggu selanjutnya beserta raport
harian anak mulai dari kelas terapi, kelas stimulasi dan kelas home
schooling.14
3. Kegiatan Triwulan15
Kegiatan tri wulan merupakan kegiatan yang dilakukan
setiap tiga bulan sekali antara direktur, terapis dan orang tua.
Pertemuan rutin ini dipergunakan untuk mewadahi keluhan atau
kecemasan orang tua agar bisa tersampaikan dan terjawab dengan
mendatangkan ahli.
Kegiatan triwulan yang telah kami ikuti berupa penyuluhan
Diet ADHD bersama Ahli Gizi RSUD. Dr. Haryoto Lumajang agar
orang tua bisa menerapkan diet di rumah saat anak pulang atau di hari
libur. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi jawaban pertanyaan -
pertanyaan orang tua mengenai himbauan diet yang dilakukan di
Thinkplus Psikologi.16
14
Masfaqus Shofa, Field Note, Lumajang, sabtu, 03 Agustus 2024
15
Triwulan adalah istilah untuk sistem penanggalan yang berarti tiga bulan berturut-turut. Istilah
ini berasal dari bahasa Jawa, yaitu tri yang berarti tiga dan wulan yang berarti bulan.
16
Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 24 Agustus 2024.
BAB III
PELAKSANAAN PPL
A. Bidang Kerja
Bidang kerja pelaksanaan Praktik Lapangan Lapangan berdasarkan
program studi di lembaga yaitu penyusunan program BK komprehensif
untuk memberikan bantuan kepada setiap peserta didik agar dapat
mengembangkan diri seoptimal mungkin. Hal ini bertujuan agar dapat
memberikan kontribusi positif dan bisa melaksanakan pembelajaran yang
lebih efektif. Bimbingan komprehensif dikemas dalam empat komponen,
yaitu:17
1. Layanan Dasar
Layanan dasar yang kami terapkan di kelas stimulasi adalah
pendampingan pembelajaran sesuai kemampuan dan usia anak,
pembiasaan kegiatan sehari-hari dan kemandirian. Hal ini bertujuan agar
anak-anak dapat melakukan kegiatan secara mandiri dan untuk
menyusul perkembangan sesuai usia.18
Selaras dengan teori dari layanan dasar mencakup lima layanan
yaitu diantaranya adalah layanan klasikal, layanan orientasi, layanan
informasi, layanan bimbingan kelompok, dan layanan pengumpulan
data. Layanan dasar sangat berperan di sekolah untuk membantu peserta
didik dalam mengembangkan potensinya seoptimal mungkin dan
17
Gysbers, N. & Henderson, P. 2005. Developing & Managing Your School Guidance and
Counseling Program, American Counseling Association.
18
Nazilatul Maghfiroh, Fieldnote, Lumajang 12 Agustus 2024
membantu mengembangkan kehidupan pribadi, sosial, kemampuan
belajar dan perencanaan karir.19
2. Layanan Responsif
Layanan responsif yang kami terapkan pada saat pembelajaran
adalah mengkondisikan anak yang tantrum atau hiperaktif ketika
pendamping terapis sedang melaksanakan pembelajaran. Hal ini
bertujuan agar pembelajaran berjalan dengan optimal dan tidak
terganggu pada saat perekaman video.20
Sesuai dengan teori layanan reponsif adalah pemberian bantuan
terhadap konseling/siswa yang memiliki masalah dan memerlukan
bantuan dengan segera. Layanan responsif merupakan jawaban atau
tanggapan yang membantu bagi siswa yang sedang membutuhkan solusi
yang relevan dengan segera, karena jika tidak dibantu akan mengalami
kesulitan dalam proses pencapaian tugas perkembanganya.21
3. Layanan Perencanaan Individual
Layanan perencanaan individual yang kami lakukan adalah
membuat raport penilaian mingguan bekerja sama dengan pihak
Thinkplus Psikologi dalam menentukan materi pembelajaran
menggunakan teori melston dan melakukan penyuluhan diet ADHD.
Hal ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan setiap anak kepada
19
Yusuf, S, & Nurikhsan, J. (2011). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya
20
Mashfaqus Shofa, Fieldnote, Lumajang 13 September 2024
21
Achmad Juntika Nurihsan, Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling. (Bandung: PT. Refika
Aditama. 2007) h. 33.
orang tua masing-masing juga agar orang tua bisa menerapkan diet di
rumah.22
Sesuai dengan teori layanan perencanan individual dapat
diartikan sebagai layanan bantuan kepada semua siswa agar mampu
membuat dan melaksanakan perencanaan masa depannya, berdasarkan
pemahaman akan kekuatan dan kelemahan dirinya.23
4. Layanan Dukungan Sistem
Layanan dukungan sistem yang kami lakukan adalah membuat
fasilitas pembelajaran seperti flashcard abjad, angka dan hewan untuk
melengkapi alat peraga pembelajaran agar bisa mempermudah
pembelajaran. Melihat dari padatnya kegiatan yang berlaku di Thinkplus
Psikologi sehingga staff tidak bisa memaksimalkan jam kerja dalam
melengkapi fasilitas pembelajaran.24
Dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan
manajeman tata kerja, infrastruktur (misalnya teknologi informasi dan
komunikasi, dan pengembangan kemampuan profesional konselor atau
guru bimbingan dan konseling secara berkelanjutan, yang secara tidak
langsung memberikan bantuan kepada siswa dalam memfasilitasi
22
Nazilatul Maghfiroh, Fieldnote, Lumajang 24 Agustus 2024
23
Syamsul Yusuf & Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan Dan Konseling, (Bandung: PT.
Remaja Roso Akarya. 2008) , h. 27
24
Luqyana Zulfa, Fieldnote, Lumajang 3 Agustus 2024
kelancaran perkembangan siswa dan mendukung efektivitas pelaksanaan
layanan bimbingan dan konseling.25
B. Pelaksanaan Kerja
Setelah pelaksanaan briefing pada hari pertama bersama guru
pamong yaitu Ibu Alya Dwi Anggraeni dan Ibu Ulil Maslakhah selaku
kepala Thinkplus Psikologi, maka kami mulai menyusun dan melaksanakan
beberapa layanan konseling di Thinkplus Psikologi meliputi:
1. Layanan Dasar
Layanan dasar adalah pemberian bantuan kepada klien yang
mencakup sikap, perilaku positif, pengembangan diri dan pembiasaan
yang baik. Pada layanan ini kami bekerja sama dengan memberikan
layanan sesuai jadwal yang telah berlaku. Pada jam pembelajaran kami
melaksanakan pembelajan kepada masing-masing anak sesuai dengan
usia perkembangannya.26
Layanan yang kami lakukan bertujuan untuk mengoptimalkan
perkembangan agar tidak menyalahi teori perkembangan menurut usia
masing-masing. Juga agar dapat melihat perkembangan yang belum bisa
dicapai sehingga stimulasi yang diberikan bisa ditingkatkan agar bisa
menyusul perkembangan sesuai teori. Saat pelaksanaan senam kami
25
Muh farozin, Dkk. “Program Bimbingan Dan Konseling Kelas XI SMA Negeri 1 Kalasan tahun
ajaran 2015/2016”. tesis, Januari 2006 diakses pada tanggal 20 Agustus 2019, dari situs
https;//khoerulanwarbk.files.wordpress.com.
26
Nazilatul Maghfiroh, Fieldnote, Lumajang 2 September 2024
mendampingi anak-anak agar bisa menirukan gerakan yang
dicontohkan. Hal ini bertujun untuk melatih motorik kasar anak.27
Makan dan minum pada jam 11.00 siang merupakan salah satu
terapi dan bentuk layanan dasar. makan nasi, sayur, buah yang sehat
untuk di konsumsi. Bagi anak anak yang belum mampu secara mandiri
makan, maka kami bantu untuk menyuapi dan memberikan pengertian
bahwa sayur, buah, dan makanan sehat yang lain adalah makanan yang
baik untuk tubuh. Setelah makan maka kami memberikan intruksi
minum air putih secara mandiri. Mulai dari membuka botol, kemudian
minum secara perlahan, menutup botol kembali, lalu mengembalikan
botol ke tas.28
Pada saat jam tidur ada sebagian anak- anak yang tidak
kooperatif dan rawan tantrum akan tetapi bagi anak yang sudah mampu
mengerti jadwal tidur sudah bisa tidur tanpa bantuan terapis atau minum
susu. Jam tidur dimulai dari jam 12.00 hingga 13.00 siang.29
2. Layanan Responsif
Layanan responsif diterapkan ketika anak tantrum dan tidak
kooperatif seperti menangis dan mulai hilang kendali dengan berlari,
berteriak, serta tidak patuh pada intruksi. Layanan yang harus segera
dilakukan adalah memeluk dan menenangkan emosi anak dengan cara
27
Luqyana Zulfa, Field note, Lumajang 9 Agustus 2024
28
Nazilatul Maghfiroh, Field note, Lumajang 13 Agustus 2024.
29
Masfaqus shofa, Field note, Lumajang 30 Agustus 2024
memberikan rasa aman, menghilangkan perilaku negatif dengan cara
penegasan intonasi dan kontak mata secara berulang.30
Sebagaimana yang dijelaskan dalam teori yang menyebutkan
bahwa terapi ABA adalah metode tata laksana perilaku yang
berkembang sejak puluhan tahun, ditemukan pisikolog Amerika,
Universitas California Los Angeles, Amerika Serikat, Ivar O. Lovaas
memulai experiment dengan cara mengaplikasikan teori B.F Skinner,
Operant Conditioning.
Di dalam teori tersebut disebutkan suatu pola perilaku akan
menjadi mantap jika perilaku itu diperoleh si pelaku (penguat positif)
karena mengakibatkan hilangnya hal-hal yang tidak diinginkan
(penguatan negatif) sementara suatu perilaku tertentu akan hilang jika
perilaku tersebut di ulang terus menerus dan mengalami sesuatu yang
tidak menyenangkan (hukuman) atau hilangnya hal-hal yang
menyenangkan si pelaku (penghapusan).31
Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode
ABA merupakan metode yang mengajarkan kedisiplinan dimana pada
kurikulumnya telah dimodifikasi dari aktifitas sehari-hari dan
dilaksanakan secara konsisiten untuk meningkatkan perilaku signifikan.
Kepatuhan kontak mata merupakan kunci utama dalam penerapan
metode ABA (Applied Behavior Analysis), tanpa peguasaan tersebut
anak autis akan sulit diajarkan aktivitas-aktifitas perilaku yang lain.
30
Nazilatul Maghfiroh, Field note, Lumajang 27 aguztus 2024
31
Handojo, Y. 2009. Autisme: pada anak. PT. Bhuana Ilmu Populer Kelompok Gramedia. Jakarta.
Tujuan metode ABA (Applied Behavior Analysis) Menurut
Gina Green (2008) adalah:
a. Untuk membangun berbagai keterampilan penting
b. Mengurangi perilaku bermasalah pada individu dengan gangguan
autism dan terkait dari segala usia
c. Untuk mengubah perilaku penting dalam cara yang bermakna
d. Melatih kemandirian anak.32
3. Layanan Perencanaan Individu
Pada layanan ini kami bekerja sama dengan Thinkplus untuk
membentuk dan membuat rapot mingguan menggunakan rapot milstone.
Rapot milestone adalah tahapan atau pencapaian perkembangan anak
yang ditandai dengan kemampuan atau perilaku fisik tertentu yang
dicapai anak pada usia tertentu.33
Penggunaan rapot ini kombinasi antara bubling atau target
capaian tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus dan milestone atau
tagert capaian anak normal. Dengan mengkombinasikan ke dua target
capaian tersebut diharapkan mampu menstimulasi anak dengan lebih
baik.34
4. Layanan dukungan sistem
Layanan dukungan system yang kami lakukan selama di Thinkplus
Psikologi meliputi:
32
Gina Green. Autism and ABA. (Jakarta: Gramedia, 2008), h. 22
33
Nazilatul Maghfiroh, Field note, Lumajang 10 Agustus 2024.
34
Wawancara Ibu Ulil Maslakhah, Jum’at 20 september 2024
1. Membuat flash card
Flash card merupakan media pembelajaran visual yang
berbentuk kartu berupa gambar, tulisan, teks, tanda atau simbol.
Flash card yang kami dibuat di think plus memiliki beberapa ragam.
2. Membersamai lomba 17 agustus 2024
Perayaan agustus kami bekerja sama dengan think plus
mengadakan lomba yang dapat dijangkau sesuai dengan
kemampuan anak berkebutuhan khusus, seperti makan kerupuk,
memindahkan bendera dan memindahkan bola.
3. Membantu Terapis
Kegiatan yang dilakukan adalah membantu kegiatan terapis
yang mulai kewalahan dengan anak hiperaktif sehingga kegiatan
tidak bisa berjalan dengan efektif. Seperti ketika melakukan
pembelajaran motorik kasar, dalam kegiatan ini terapis memerlukan
pendamping tambahan agar dapat mengganti posisinya dalam
melakukan pembelajaran.
C. Temuan Masalah
1. Kualifikasi Pendidikan Terapis
Pendidikan terakhir sebagian terapis khususnya kelas stimulasi
adalah SMA, hal ini tentunya berpengaruh pada model dan proses
pembelajaran di Thinkplus Psikologi.
2. Fasilitas kelas
Fasilitas kelas bagi anak ABK tentu harus lebih lengkap dan
memadai agar bisa menunjang pembelajaran agar lebih optimal seperti meja
khusus, ruang kedap suara dan alat peraga pembelajaran masing masing
terapis.
3. Ruang Administrasi
Ruang administrasi di Thinkplus Psikologi belum disediakan
sehingga tamu atau pendaftar baru tidak memiliki ruang terima untuk
melakukan komunikasi dengan pihak Thinkplus Psikologi. Ruangan yang di
alih fungsikan menjadi ruang administrasi sementara adalah ruang depan.
4. Ruang Tunggu
Ruang tunggu bagi orang tua anak kelas terapi yang memiliki jadwal
terapi dua jam pembelajaran belum disediakan. Hal ini mendapat usulan
langsung dari wali murid melihat jarak yang ditempuh dari rumah cukup
jauh dan tidak memungkinkan untuk pulang.
D. Solusi Masalah
Dari permasalahan yang telah kami temukan di Thinkplus Psikologi
maka solusi yang bisa diterapkan untuk mengembangkan kualitas layanan
adalah sebagai berikut:
1. Pelatihan Khusus
Pelatihan khusus bagi terapis anak berkebutuhan khusus (ABK)
penting untuk mengembangkan empati, pemahaman, dan keahlian dalam
bekerja dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Pelatihan ini juga
dapat mengajarkan cara berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang tua
siswa dan staf pendidikan lainnya.
2. Pengajuan Fasilitas
Solusi untuk mengatasi fasilitas yang kurang memadai adalah dengan
mengajukan pelengkapan fasilitas kelas seperti meja ABK kepada Manager
SDM, menyusun flashcard, dan ruang kedap suara untuk mencapai
pembelajaran yang efektif.
Fasilitas yang memadai bagi anak berkebutuhan khusus akan
berdampak kepada hasil belajar yang di capai oleh anak berkebutuhan
khusus sehingga tercapainya tujuan pembelajaran di sekolah.
3. Pembangunan Ruang Administrasi
Melihat kebutuhan akan pentingnya fungsi ruang administrasi untuk
melayani wali murid maka pembagunan ruang administrasi ini sangat
diperlukan. Hal ini bertujuan untuk melengkapi fasilitas penunjang
pelayanan Thinkplus Psikologi.
4. Pembangunan Ruang Tunggu
Ruang tunggu merupakan salah satu elemen penting terutama bagi
bangunan yang berfungsi sebagai tempat pelayanan umum. Perbaikan dan
pengadaan fasilitas di ruang tunggu bertujuan untuk meningkatkan kualitas
pelayanan di Thinkplus Psikologi dengan cara pengajuan proposal
pembangunan kepada manager SDM untuk kemudian disampaikan ke
direktur.
BAB IV
PENUTUP
A. Saran
Kami selaku penulis mengucapkan syukur alhamdulillah atas
terselesaikannya penyusunan laporan PPL yang kami laksanakan di
Thinkplus Psikologi Lumajang. Tentu pada penyusunan tersebut terdapat
banyak kekurangan. Kami meminta saran dan kritik konstruksif guna
perbaikan dikemudian hari. Semoga yang dapat kami laporkan membawa
manfaat. Amin.
B. Kesimpulan
Laporan ini menyimpulkan bahwa penerapan teknik Applied
Behavior Analysis (ABA) di Thinkplus Psikologi memberikan solusi yang
efektif bagi anak berkebutuhan khusus, terutama dalam menangani masalah
perkembangan seperti ADHD dan autisme. Selama pelaksanaan Praktek
Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa dapat menerapkan teori yang
diperoleh dalam konteks nyata, serta mendapatkan pengalaman berharga
dalam bimbingan dan konseling.
Beberapa temuan masalah terkait dengan kualifikasi pendidikan
terapis, fasilitas yang kurang memadai, dan ruang administrasi yang tidak
optimal. Namun, solusi yang diusulkan, seperti pelatihan khusus untuk
terapis dan peningkatan fasilitas, diharapkan dapat meningkatkan kualitas
layanan di Thinkplus Psikologi.
Secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan pentingnya penerapan
metode yang terstruktur dan profesional dalam mendukung perkembangan
anak berkebutuhan khusus, serta kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan
layanan bimbingan dan konseling.
DAFTAR PUSTAKA
Dhuwi Prasetyo, “Laporan Individu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) SMK
Muhammadiyah Tempeh”, jurnal (2015) h. 9
SIFA Institut Agama Islam Syarifuddin, Program Studi Bimbingan dan Konseling
Islam.
Rochmah, E. Y. (2014). Psikologi Perkembangan (Sepanjang Rentang
Hidup). Ponorogo: STAIN Po Press.
Istiqlal, A. N. (2021). Gangguan Keterlambatan Berbicara (Speech Delay) Pada
Anak Usia 6 Tahun. PRESCHOOL, 209-210.
https://ruangthinkplus.com/ diakses pada 23 September 2024 15:16
Masfaqus Shofa, Observasi, Thinkplus Psikologi Lumajang, 1 Agustus 2024
Hildawati, “Penerapan Metode Aba (Applied Behavior Analysis) Dalam
Meningkatkan Kemampuan Perilaku, Interkasi Sosial, Bahasa Dan
Komunikasi Anak Autis”, Jurnal Paedagogia Vol. 7, 2018, hlm. 50-52.
https://maps.app.goo.gl/vDzNThyLEZNm9XXd6 diakses pada 23 September
2024 15:23
https://ruangthinkplus.com/ diakses pada 23 September 2024 15:16
Luqyana Zulfa, Wawancara, Thinkplus Psikologi Lumajang, 31 Agustus 2024.
https://www.thinkpluspsikologi.com/ diakses pada 23 September 2024 15:22
Luqyana Zulfa, Wawancara kepada Ibu Dewi Asnawati, Thinkplus Psikologi
Lumajang, 10 Agustus 2024
Nazilatul Maghfiroh, Wawancara kepada Ibu Dewi Asnawati, Thinkplus
Psikologi Lumajang, 10 Agustus 2024
Masfaqus Shofa, Field Note, Lumajang, 01 Agustus 2024
Masfaqus Shofa, Field Note, Lumajang, 03 Agustus 2024
Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 24 Agustus 2024.
Gysbers, N. & Henderson, P. 2005. Developing & Managing Your School
Guidance and Counseling Program, American Counseling
Association.
Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 12 Agustus 2024
Yusuf, S, & Nurikhsan, J. (2011). Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya
Mashfaqus Shofa, Field Note, Lumajang, 13 September 2024
Achmad Juntika Nurihsan, Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling.
(Bandung: PT. Refika Aditama. 2007) h. 33.
Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 24 Agustus 2024
Syamsul Yusuf & Juntika Nurihsan, Landasan Bimbingan Dan Konseling
(Bandung: PT. Remaja Roso Akarya. 2008) , h. 27
Luqyana Zulfa, Field Note, Lumajang, 3 Agustus 2024
Muh farozin, Dkk. “Program Bimbingan Dan Konseling Kelas XI SMA Negeri 1
Kalasan tahun ajaran 2015/2016”. tesis, Januari 2006 diakses pada
tanggal 20 Agustus 2019, dari situs
https;//khoerulanwarbk.files.wordpress.com.
Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 2 September 2024
Luqyana Zulfa, Field Note, Lumajang. 9 Agustus 2024
Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 13 Agustus 2024.
Masfaqus shofa, Field Note, Lumajang, 30 Agustus 2024
Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 27 aguztus 2024
Handojo, Y. 2009. Autisme: pada anak. PT. Bhuana Ilmu Populer Kelompok
Gramedia. Jakarta.
Gina Green. Autism and ABA. (Jakarta: Gramedia, 2008), h. 22
Nazilatul Maghfiroh, Field Note, Lumajang, 10 Agustus 2024.
Wawancara kepada Ibu Ulil Maslakhah, Thinkplus Psikologi, 20 september 2024
LAMPIRAN
Layanan Dasar Bimbingan Klasikal
Layanan Responsif Konseling Individual
Layanan Dasar Individual
Layanan Dukungan Sistem
Layanan Dasar Informasi
Layanan Konseling Kelompok
Wawancara Kepala Thinkplus Psikologi
Wawancara Orang Tua Klien
Penarikan Mahasiswa PPL II
Raport Usia 2-3 Tahun
Raport Usia 3-4 Tahun
Raport Usia 4-5 Tahun
Raport Usia 5-6 Tahun