BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jerawat atau acne vulgaris adalah kelainan berupa peradangan
pada lapisan polisebaseus yang disertai penyumbatan folikel sel-sel mati,
sebum dan penimbuhan bahan keratin yang dipicu oleh bakteri
Propionibacterium acne, Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus
aureus. ( Ni Putu Wintariani., dkk, 2021).
Kerusakan kulit akibat jerawat dapat dicegah dengan menghindari
kosmetik yang mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi kulit
wajah, sebaliknya sebelum terjadinya kerusakan kulit wajah gunakan
kosmetik atau perawatan secara herbal. Perawatan secara herbal berasal
dari tanaman berkhasiat, kulit membutuhkan perawatan agar bersih, sehat
dan bebas dari jerawat. Perawatan kulit herbal sangat populer saat ini
karena menggunakan bahan alami, memiliki sedikit efek samping,
dibandingkan dengan kimia maupun sintesis (Yusriani., dkk,2024).
Kosmetik yang terbuat dari bahan alami semakin diminati sebagai
alternatif yang ramah lingkungan dan memiliki efek samping yang lebih
sedikit. Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah, memiliki
potensi besar dalam pengembangan produk kosmetik berbahan
alam (Paula Mariana Kustiawan., dkk, 2022).
Bahan alam yang mempunyai potensi untuk mengatasi masalah
jerawat adalah daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). Hal ini
disebabkan karena daun belimbing wuluh mengandung beberapa zat aktif
yang berperan sebagai zat antibakteri. Senyawa – senyawa kimia tersebut
adalah Flavonoid, Glikosida, Tanin, Asam Formiat, dan beberapa mineral
terutama kalsium dan kalium, dimana salah satu fungsi dari senyawa
flavonoid dan tanin dapat berfungsi sebagai antibakteri untuk penyakit
kulit (Nia Oktaviani Takamokan & Muh Azril Hardiman Mahulauw, 2024).
B. Masalah Penelitian
1. Apakah ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) dapat
digunakan sebagai toner anti jerawat?
2. Apakah kandungan dari ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa
bilimbi L) yang dapat berperan sebagai antibakteri dan antiseptik?
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui efek toner anti jerawat pada ekstrak daun belimbing
wuluh (Averrhoa bilimbi L).
2. Untuk mengetahui kandungan apa saja yang ada di ekstrak daun
belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) yang dapat berfungsi sebagai
antibakteri.
D. Hipotesa Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk menguji efek toner anti jerawat pada
ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L), dengan tujuan untuk
mengetahui secara ilmiah penggunaan ekstrak daun beilmbing wuluh
(Averrhoa bilimbi L) sebagai antibakteri dan diharapkan akan terus
dilakukan pengembangan penggunaan kosmetik pada ekstrak daun
belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L), sehingga dapat digunakan sebagai
kosmetik yang telah memenuhi persyaratan Badan Pengawas Obat dan
Makanan (BPOM).
DAFTAR PUSTAKA
Ni Putu Wintariani., I Putu Tangkas Suwantara., I Ketut Panji Mahartha.
(2021). Sifat Fisika Kimia Sediaan Vanishing Krim Anti Jerawat
Ekstraak Etanol 96% Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L).
Jurnal Universitas Hindu Indonesia. Vol, 3. No 1.
Nia Oktaviani Takamokan., & Muhammad Azril Hardiman Mahulauw.
(2024). Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Toner Anti Jerawat
Daei Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L) dengan
Variasi Konsentrasi Surfaktan. Journal of Health Sciences Leksia.
Vol, 2. No 5.
Paula Mariana Kustiawan, dkk. 2022. Edukasi Pemanfaatan Bahan Alam
Kosmetik Guna Membangun Kesadaran Masyarakat. Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat. Vo, 5, No 3.
Yusriani., Siti Qomariah., Syarifuddin K.A. 2024. Pembuatan dan Uji Mutu
Sifat Sediaan Toner Wajah Infusa Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa
bilimbi L). Jurnal Kesehatan Yamasi Makassar. Vol, 8 No. 2.