DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
KEAHLIAN GRAFIKA & DASAR DKV
KELAS XII
PENYUSUN
Akbar. M, S. Pd
LEMBAR PENGESAHAN
MODUL AJAR
Mata pelajaran : DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Jenjang : Kelas XII / Fase F
Program Keahlian : DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Bidang Keahlian : SENI DAN EKONOMI KREATIF
Kompetensi Keahlian : DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
Berdasarkan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan
Sekolah Menengah Kejuruan PGRI 3 MALANG
Tahun Pelajaran 2024/2025
Telah disetujui dan disahkan
Malang, Januari 2025
Kepala Kepala Bidang TIK & Industri Kreatif
SMK PGRI3 Malang
M. Lukman Hakim, ST, MM Yanri Nur Wibowo, ST
RUANG LINGKUP
Penyusun : Akbar Muhammad
Nama Sekolah : SMK PGRI3 Malang
Tahun Penyusunan : 2024
Fase / Kelas / Semester : F/ SMK Kelas XII/GANJIL
Kode Modul : M.A. 11.3.01 DKV
Alokasi Waktu : 8 X 6 JP @45 Menit
Kompetensi Awal : Sebelum mempelajari modul ini peserta didik harus bisa
memaksimalkan kegunaan tools yang sering digunakan
pada adobe ilustrator dan memahami semiotika.
Profil Pelajar Pancasila : Karakter Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan
dalam modul ini adalah: Beriman, bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia selama
proses pembelajaran; Kreatif; Bernalar kritis; Mandiri
Sarana dan Prasarana : Sarana Pembelajaran
Laptop/PC, LCD Proyektor, Software, Mouse, Wacom,
modul ajar, pensil, kertas, scanner.
Prasarana Pembelajaran
Perangkat keras; Perangkat Lunak, Jaringan internet, lab.
DKV.
Target Peserta Didik : Peserta didik reguler/ tipikal.
Peserta didik dengan kesulitan belajar
Peserta didik dengan pencapaian tinggi
Program Keahlian : Desain Komunikasi Visual
Pendekatan : Problem Solving
Moda Pembelajaran : Luring
Metode Pembelajaran : Diskusi, Tanya Jawab, Penugasan dan Unjuk Kerja
INFORMASI KHUSUS
Elemen: : Menerapkan desain berbagai produk cetakan dan packaging/
kemasan secara manual menggunakan perangkat lunak desain
Deskripsi : Lingkup pembelajaran meliputi pengetahuan, keterampilan, dan
sikap dalam menerima, membaca, memahami, dan
melaksanakan perintah melalui panduan tertulis (brief) untuk
suatu proyek desain yang diberikan oleh pemberi tugas.
Kemampuan ini merupakan kompetensi yang menentukan
penyelesaian tugas secara tepat. Secara umum isi dari Design
Brief sebagai berikut:
● Latar belakang proyek.
● Tujuan/obyektif yang ingin dicapai.
● Ruang lingkup pekerjaan.
● Khalayak sasaran yang dituju.
● Media yang digunakan.
● Strategi kreatif dan konsep perancangan
● Tenggat waktu penyelesaian pekerjaan.
●Para pihak yang terlibat dan peranannya dalam
pekerjaan.
Capaian Pembelajaran : Pada fase F, peserta didik mampu menerima, membaca,
memahami, dan melaksanakan perintah melalui panduan
tertulis (brief) untuk merancang visual secara tepat dalam suatu
proyek desain yang diberikan oleh pemberi tugas.
Panduan/acuan tersebut meliputi: latar belakang proyek,
tujuan/obyektif yang ingin dicapai, ruang lingkup pekerjaan,
khalayak sasaran yang dituju, media yang digunakan, strategi
kreatif dan konsep perancangan, tenggat waktu penyelesaian
pekerjaan, para pihak yang terlibat dan peranannya dalam
pekerjaan. Peserta didik mampu melakukan pembiasaan sesuai
SOP, mampu berkolaborasi dan komunikasi dengan tim maupun
pihak terkait.
KOMPONEN INTI
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 : Desain Grafika
1. TUJUAN PEMBELAJARAN
Dengan menambah rujukan melalui kegiatan literasi, menggali informasi secara offline dan
online, berdiskusi dan bekerjasama dengan teman , peserta didik dapat kreatif agar mampu :
a. Menyimpulkan ruang lingkup desain berdasarkan project brief dengan benar
b. Menyusun creative brief dari design brief yang disepakati dengan tepat
c. Merencanakan media desain sesuai tujuan desain dengan baik
d. Menampilkan rancangan visual secara tepat dalam suatu proyek desain (iklan) dengan
benar
2. PEMAHAMAN BERMAKNA
Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan mampu merancang sebuah konsep
kreatif desain (creative brief) dari sebuah brief agar desain yang dihasilkan dapat memenuhi
keinginan dan harapan hingga memberikan hasil yang nyata.
3. MODEL PEMBELAJARAN
Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL)
4. RINGKASAN MATERI
Peserta didik memahami materi mengenai design brief, adalah sebagai berikut :
a. Brief
- Design brief
- Creative brief
b. Logo
c. GSM ( Graphic Standart Manual )
5. KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
ALOKASI
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN WAKTU
Pada Elemen Melaksanakan Desain Brief 6 JP @45
Menit
Pertemuan 1
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, ucapan syukur
dan mengawali pembelajaran dengan bacaan berdoa.
2. Guru memberi semangat dan motivasi pada siswa dengan
menggunakan strategi seperti yel – yel yang dibuat di kelas
tersebut.
3. Mengecek kehadiran peserta didik.
4. Menjelaskan kegiatan pembelajaran dan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai.
5. Mengingatkan kembali materi sebelumnya mengenai tools
KEGIATAN PENDAHULUAN
yang sering digunakan pada adobe illustrator
6. Mengajukan pertanyaan pemantik yang ada keterkaitannya
dengan materi pelajaran yang akan dilakukan :
A. Apakah kalian pernah melihat logo Chitato?
15 Menit
B. Apa kesan pertama ketika kalian melihat logo tersebut?
C. Menurut kalian berapa biaya yang dihabiskan untuk
membuat ke dua desain logo tersebut?
D. Mengapa dan apa yang membuat ke dua desain logo
tersebut pantas di hargai mahal?
1. Peserta didik melihat refrensi terkait macam – macam logo
menggunakan PPT yang ditampilkan lewat proyektor,
(sehingga peserta didik dapat melaksanakan dimensi Profil
Pelajar Pancasila (P3) pada sub elemen : bernalar kritis
untuk memperoleh memproses informasi dan gagasan, yaitu
KEGIATAN INTI
peserta didik kritis mengklarifikasi dan menganalisis
informasi kompleks dari sumber belajar.)
220 Menit
2. Guru mengarahkan peserta didik untuk merangkum apa aitu
brief dan seberapa pentingnya dalam pembuatan sebuah
desain.
3. Peserta didik diminta untuk menyimpulkan informasi apa
saja yang harus ada dalam desain brief.
4. Peserta didik dirangsang untuk mengajukan pertanyaan atas
materi yang belum dipahami
5. Peserta didik menjawab pertanyaan dari guru dalam bentuk kuis
online (kahoot.it) dengan perangkat smartphone.
Pertanyaan mendasar
6. Guru memberikan tayangan bencmarking logo-logo tentang coffee
branding.
7. Guru memberikan pertanyaan esensial terkait gambar tersebut
a. Pernahkah kalian membuat desain logo yang terkonsep?
b. Menurut kalian apa elemen apa yang harus ada pada
sebuah logo ?
c. Seberapa pentingnya data verbal dan data visual untuk
pembuatan sebuah logo?
8. Guru memberikan tugas membuat sebuah creative brief
untuk sebuah logo coffee shop.
Mendesain logo sesuai brief (persiapan alat, bahan, media, sumber
yang dibutuhkan)
9. Guru meyebutkan alat, bahan dan media yang digunakan dalam
proyek tersebut.
Menyusun jadwal pembuatan
10. Peserta didik berdiskusi dengan guru untuk menentukan
waktu pengerjaan tugas proyek
1. Peserta didik membuat kesimpulan terkait bagaimana merancang
sebuah ide konsep untuk mendapatkan sebuah solusi desain (iklan).
KEGIATAN PENUTUP/REFLEKSI
2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap hasil kegiatan yang sudah
dilaksanakan dengan beberapa pertanyaan:
- Apa yang menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran hari
ini?
- Ada kesulitan yang kamu temukan? 25 Menit
- Apakah kamu mendapatkan pengalaman/ pengetahuan baru
hari ini? (ya/tidak)
3. Peserta didik menyimak rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan
salam penutup.
1. Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran? 10 Menit
2. Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran?
3. Apa saja kesulitan siswa yang dapat diidentifikasi pada kegiatan
pembelajaran?
4. Apakah siswa yang memiliki kesulitan ketika berkegiatan dapat
teratasi dengan baik?
5. Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan
pembelajaran ini?
6. Apakah seluruh siswa dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan
pembelajaran?
7. Apa strategi agar seluruh siswa dapat menuntaskan kompetensi?
ALOKASI
LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN WAKTU
Pada Elemen Melaksanakan Desain Brief
6 JP @45 Menit
Pertemuan 2
1. Guru membuka pembelajaran dengan salam, ucapan syukur
dan mengawali pembelajaran dengan bacaan berdoa.
2. Guru memberi semangat dan motivasi pada siswa dengan
menggunakan strategi seperti yel – yel yang dibuat di kelas
tersebut.
3. Mengecek kehadiran peserta didik.
4. Menjelaskan kegiatan pembelajaran dan tujuan pembelajaran
KEGIA
yang akan dicapai.
TAN
PEND 5. Mengingatkan kembali materi sebelumnya mengenai proses
AHUL kreatif dalam metode problem solving 15 Menit
UAN 6. Mengajukan pertanyaan pemantik yang ada keterkaitannya
dengan materi pelajaran yang akan dilakukan :
a. Dari segi isi, apa yang membedakan creative brief dan
design brief ?
b. Mengapa semiotika sangat berguna dalam pembuatan
konsep kreatif ?
c. Sudahkah kalian siap untuk menyelesaikan tugas dalam
membuat konsep kreatif ini ?
Memonitoring keaktifan dan perkembangan proyek (mendiskusikan
masalah yang muncul selama penyelesaian proyek dengan guru)
1. Peserta didik membentuk kelompok sesuai dengan arahan
guru, dan tiap kelompok berisi 5 peserta didik.
2. Guru memonitor dan mengobservasi kegiatan pelaksanaan
proyek dengan menggunakan lampiran jobsheet, sehingga
peserta didik dapat melaksanakan dimensi Profil Pelajar
Pancasila (P3) dengan sub elemen : gotong royong dan kreatif 220 Menit
KEGIA
TAN untuk memudahkan kegiatan dapat berjalan dengan lancar
INTI dan ringan sehingga menghasilkan suatu hal yang inovatif
Menguji hasil
3. Guru menilai keterampilan siswa dalam kasus problem solving
dengan cara peserta didik mempersentasikan proses kreatif
dalam membuat sebuah konsep kreatif untuk pembuatan
sebuah logo coffee shop.
Evaluasi pengalaman belajar
4. Peserta didik bersama guru melakukan refleksi terhadap
kegiatan dan hasil proyek yang sudah dijalankan.
1. Peserta didik membuat kesimpulan terkait dengan materi
proses membuat konsep kreatif dengan metode problem
solving sehingga apa yang dipelajari pada hari ini bermanfaat.
KEGIA 2. Peserta didik melakukan refleksi terhadap hasil kegiatan yang
TAN sudah dilaksanakan dengan beberapa pertanyaan:
PENUT - Apa yang menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran 25 Menit
UP/RE hari ini?
FLEKSI - Ada kesulitan yang kamu temukan?
- Apakah kamu mendapatkan pengalaman/ pengetahuan
baru hari ini? (ya/tidak)
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
1. Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran?
2. Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran?
3. Apa saja kesulitan siswa yang dapat diidentifikasi pada kegiatan
pembelajaran?
REFLE 4. Apakah siswa yang memiliki kesulitan ketika berkegiatan dapat
KSI teratasi dengan baik? 10 Menit
GURU 5. Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan
pembelajaran ini?
6. Apakah seluruh siswa dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan
pembelajaran?
7. Apa strategi agar seluruh siswa dapat menuntaskan kompetensi?
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 12
ASESMEN
BENTUK TES
JENIS TES
Profil Pelajar Pancasila Tertulis Perfoma
Diagnostik Penilaian sikap dan sosial Jawaban singkat
Formatif Unjuk kerja / proses
konsep kreatif /
portofolio
Sumatif
JENIS ASESMEN TEKNIK ASESMEN
Asesmen Awal Digabungkan dengan pertanyaan pemantik.
Asesmen Formatif (Proses) Peserta didik diminta untuk membuat sebuah
solusi konsep kreatif dalam pembuatan desain
sesuai dengan brief yang sudah diberikan oleh klien
(guru) sehingga desain yang di hasilkan tepat
sasaran dan tidak terjadi misskomunikasi visual.
Asesmen Sumatif
Modul Ajar : DKV 13
RANCANGAN PENILAIAN SIKAP SOSIAL & SPIRITUAL
MATA PELAJARAN : DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
KELAS/ SEMESTER : XI/ GANJIL
PROGRAM KEAHLIAN : DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
ELEMEN/ KONTEN : Menerapkan Desain Grafika
DIMENSI PROFIL PELAJAR : 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
PANCASILA dan berakhlak mulia.
2. Bergotong-royong.
3. Bernalar Kritis
4. Kreatif
PERIODE PENILAIAN :
AKHLAK BERNA SKOR PREDI
N AKHLAK KOLAB KREA
NAMA SISWA BERAGA LAR NILAI KAT
O PRIBADI ORASI TIF
MA KRITIS
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
dst
Predikat Nilai :
A : 90 – 100
B : 80 - 89
C : 70 - 79
D :60 - 69
E : 50 – 59
Modul Ajar : DKV 14
Rancangan Asesmen Formatif
Waktu dilakukan : Setiap pertemuan pada akhir materi
Persiapan : Menyiapkan Job sheet
Pelaksanaan : Arahkan siswa untuk unjuk kerja, beri waktu yang cukup
Tindak lanjut : Melakukan pengolahan pada hasil asesmen
Waktu Jenis
Tujuan Pembelajaran
Pelaksanaan Asesmen
1. Peserta didik mampu Menganalisis dan Menyusun Pada akhir Unjuk kerja
creative brief (solusi) untuk pengembangan konsep penyampaian
desain berdasarkan project brief dengan tepat materi
2. Peserta didik dapat menyimpulkan ruang lingkup desain Pada akhir Unjuk kerja
berdasarkan project brief dengan benar penyampaian
materi
3. Peserta didik mampu merencanakan media desain Pada akhir Unjuk kerja
sesuai tujuan desain dengan baik penyampaian
materi
4. Peserta didik mampu menampilkan rancangan visual Pada akhir Unjuk kerja
secara tepat dalam suatu proyek desain (iklan) dengan penyampaian
benar materi
a. Pengayaan
Peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pengayaan dalam bentuk materi yang lebih
kompleks dalam cakupan Capaian Pembelajaran sebagai kebutuhan pengetahuan tambahan mengenai
pembuatan Graphic Standart Manual.
b. Remidial
Peserta didik yang belum tuntas atau belum mencapai nilai standar Kriteia Minimal maka akan diberikan
review pembelajaran atau bahkan pembelajaran ulang sesuai dengan kebutuhan
Modul Ajar : DKV 15
KISI – KISI TES FORMATIF
MENERAPKAN DESAIN BRIEF
LE
BENTUK SOAL
VE L
KO
ELEMEN SUB KONTEN INDIKATOR GN
ELEMEN KLS SOAL ITI
PROSES PROYE K PORTOFOLIO
F
Menerapka Konsep XI a. Brief Peserta didik
n Desain kreatif - Design dapat
Brief (Desain Brief menyimpulkan
brief) - Creative ruang lingkup
Brief desain
b. Logo berdasarkan C5 V
c. GSM project brief
(Graphic
Standart
Manual)
Peserta didik
mampu
menyusun
creative brief C6 V
dari design
brief yang
disepakati
Peserta didik
mampu
merencanakan
media desain C6 V
sesuai tujuan
desain
Peserta didik
mampu
menampilkan
rancangan
C6 V
visual secara
tepat dalam
suatu proyek
desain (iklan)
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 16
INSTRUMEN PENILAIAN
Penilaian
NO Aspek Kurang Cukup Sangat
Kompeten Skor
Kompeten Kompeten Kompeten
1 2 3 4
Persiapan (25%)
Memahami brief yang di
1
peroleh dari klien
Menyiapkan dan
2 menetukan alat, bahan dan
Media
Proses (50%)
Pemahaman data visual dan
3
data verbal
Membuat catatan dan mind
4
Mapping
5 Menentukan logo matrik
Menampilkan alternatif
6
Desain
Hasil (25%)
7 Konsep creative brief
Jumlah Skor
Nilai = (Skor perolehan : Skor maksimal) x 10
Nilai = (…………………………. : 40 ) x 10 = ……………….. Predikat = ……………………
Keterangan :
Predikat :
Nilai 91 – 100 : Amat
Baik Nilai 76 – 90 :
Baik
Nilai 61 – 75 : Cukup
Nilai ≤ 60 :
Kurang
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 17
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Kurang Cukup Kompete Sangat
kompete kompete n (76-90) Kompeten
n n (91-100)
(0-60) (61-75)
Secara kreatif peserta didik Peserta Didik Peserta Didik Peserta Didik Peserta Didik
membuat catatan mind tidak dapat mampu mampu mampu
mapping menentukan menentukan menentukan menentukan
keyword keyword keyword keyword ide
seperti ide dalam bentuk dalam bentuk utama,
utama, ide utama ide utama, prioritas,
prioritas, prioritas, dan penerapan
penerapan penerapan media, dan
media, dan media menyusun
menyusun 5W1H
5W1H
Secara kelompok peserta Peserta Didik Peserta Didik Peserta Didik Peserta Didik
didik mampu menampilkan tidak dapat mampu mampu mampu
beberapa ikon untuk logo menampilkan menampilkan menampilkan menampilkan
matriks beberapa ikon dua ikon untuk empat ikon enam ikon
yang sesuai pembuatan untuk untuk
untuk logo pembuatan pembuatan
pembuatan logo logo
sebuah logo
Secara kelompok peserta Peserta didik
Peserta didik Peserta didik Peserta didik
didik membuat beberapa tidak dapat mampu mampu mampu
alternatif logo membuat membuat membuat membuat
alternatif logo
1 alternatif 2 alternatif 3 alternatif
sesuai tema logo sesuai logo sesuai logo sesuai
brief yang tema brief tema brief tema brief
ditentukan yang yang yang
ditentukan ditentukan ditentukan
Secara kelompok peserta Peserta didik Peserta didik Peserta didik Peserta didik
didik mampu tidak mampu mampu mampu mampu
menyampaikan/menampilkan menyampaikan menyampaikan menyampaikan menyampaikan
solusi konsep kreatif dalam konsep kreatif konsep kreatif konsep kreatif konsep kreatif
pembuatan desain yang sudah dalam bentuk dalam bentuk dalam bentuk
dalam brand guide brand guide brand guide,
pembuatan dan mockup mockup dan
creative brief social media
post
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 18
DAN KESIMPULAN SETELAH MELIHAT BEBERAPA REFERENSI LOGO YANG TELAH DITAMPILKAN DI PPT
MELALUI PROYEKTOR.
Nama :. …………………………………………
No. Absen : ………………………………………….
Tugas : Menyimpulkan desain logo
Mata Pelajaran : Desain Komunikasi Visual
Elemen : Menerapkan Desain
Kemasan
1. Buatlah rangkuman dan kesimpulan terkait macam-macam dan lemen logo yang sudah
ditampilkan
Jawaban:
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 20
Tes Keterampilan
Kelompok : ………………………………………….
Anggota : 1. ……………………………………..
2. .........................................
3. .........................................
4. .........................................
5. .........................................
No. Absen : ………………………………………….
Tugas : Membuat sebuah Creative Brief
Mata Pelajaran : Menerapkan Desain Brief
A. Tujuan Pembelajaran :
e. Setelah memahami materi, Peserta didik dapat menyimpulkan ruang lingkup desain
berdasarkan project brief dengan benar
f. Setelah memahami materi, Peserta didik mampu menyusun creative brief dari design brief
yang disepakati dengan tepat
g. Setelah memahami materi, Peserta didik mampu merencanakan media desain sesuai
tujuan desain dengan baik
h. Setelah memahami materi, Peserta didik mampu menampilkan rancangan visual secara
tepat dalam suatu proyek desain (iklan) dengan benar
B. Langkah Kerja/Jobsheet
No. Langkah Kerja Instruksi Kerja
1 Memahami brief yang diberikan Menentukan tema dan gaya desain yang
(data verbal dan data visual) akan digunakan
2 Membuat catatan dan mind Menentukan ide utama
mapping Prioritas
Display
Tujuan brief
3 Menyiapkan ikon untuk Merancang keywoard
pembuatan logo matriks Membuat ikon sebanyak-banyaknya yang
berhubungan dengan brief
4 Merancang sebuah alternatif Memadukan dua ikon untuk dijadikan 3
desain alternatif desain
Menampilkan stlycapes yang akan
disajikan
5 Elemen desain yang akan Tentukan warna-warna yang akan
digunakan tipografi warna nama digunakan
sesuai karakter brief Tentukan jenis huruf yang akan digunakan
Gunakan huruf yang keterbacaannya jelas
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 21
6 Menyampaikan/menampilkan Presentasi tentang konsep kreatif yang
solusi konsep kreatif dalam akan dituangkan dalam desain logo coffee
pembuatan desain
shop
Brief untuk desainer
Judul :
kami menginginkan sebuah logo tentang coffee shop yang akan kita buat dalam bentuk gerai,
saya ingin desainer mencarikan nama yang cocok untuk logo kami.
Penjelasan mengenai perusahaan dan target marketnya
Coffee Shop kami adalah Coffee shop modern dengan rasa kopi kekinian yang disukai oleh
masyarakat Indonesia. Tempat Hangout untuk segmen target berusia 17 tahun sampai dengan
45 tahun penikmat kopi , ada energisitas di coffee shop tsb jika dimungkinkan menggunakan
konsep industrial
Indistri
Coffee Shop
Nama Yang di cantumkan pada logo
Nama bebas sesuai konsep kreatif para desainer dengan tagline “ini kopi lokal”
Warna yang diinginkan
Bebas sesuai dengan kreatif para desainer
Informasi tambahan untuk desainer
Saya ingin design yang mudah di ingat, mencermin cooffe shop kekinian dan logo dapat di
aplikasikan di beberapa media. Mohon di bantu untum memberikan filosiopi logonya. Terima
kasih
Referensi konsep logo yang di inginkan :
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 22
FORMAT PENILAIAN
No Keterangan Nilai
1. Judul Proyek
2. Tujuan
3. Kelompok
Anggota 1.
2.
4.
3.
4.
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 23
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 24
MODUL AJAR
DASAR KEAHLIAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
1. TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
PDK 1. Menerapkan materi informasi yang berkaitan dengan prinsip-prinsip
perancangan visual.
PDK 2. Menjelaskan pengetahuan dasar komunikasi. PDK
3. Membedakan komponen komunikasi.
PDK 4. Menerapkan pengetahuan dasar komunikasi.
2. KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
1.1 Menjelaskan prinsip-prinsip perancangan visual.
1.2 Menerapkan prinsip-prinsip perancangan visual.
2.1 Menjelaskan pengetahuan dasar komunikasi.
3.1 Membedakan komponen komunikasi.
4.1 Menerapkan pengetahuan dasar komunikasi.
3. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pertama (9 x 45 menit)
Langkah Deskripsi Alokasi
Pembelajaran Waktu
Pendahuluan 1. Peserta didik menjawab salam yang diberikan oleh guru. 20 menit
2. Salah satu peserta didik memimpin berdoa sebelum
memulai pelajaran.
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 25
3. Peserta didik diberikan kesempatan untuk melakukan literasi
dengan cara membaca lewat HP atau komputer di LMS
melajah id.
4. Peserta didik merespon apersepsi yang disampaikan oleh
guru terkait materi yang telah diberikan sebelumnya untuk
dikaitkan dengan materi selanjutnya yang akan disampaikan
melalui pertanyaan pemantik.
5. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang
disampaikan oleh guru.
Kegiatan Inti 1. Peserta didik menyimak tayangan video tentang prinsip 365
perancangan visual, pengetahuan dasar komunikasi, dan
komponen komunikasi dalam perancangan komunikasi visual menit
menggunakan media: infocus, laptop (Bernalar kritis, melalui
kritis mengklarifikasi serta menganalisis gagasan dan informasi yang
kompleks dan abstrak dari berbagai sumber. Memprioritaskan suatu
gagasan yang paling relevan dari hasil klarifikasi dan analisis.).
2. Peserta didik bertanya terkait pemapamaran yang diberikan
guru tentang prinsip perancangan visual, pengetahuan dasar
komunikasi, dan komponen komunikasi dalam perancangan
komunikasi visual (Bernalar kritis, melalui mengajukan pertanyaan
untuk menganalisis secara kritis permasalahan yang kompleks dan
abstrak).
3. Peserta didik menyimak jawaban terkait pertanyaan yang
diajukan kepada guru.
4. Peserta didik membentuk kelompok belajar sesuai
arahan dari guru.
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 26
5. Peserta didik mengerjakan lembar kerja yang diberikan guru.
6. Peserta didik melaksanakan diskusi sesuai kelompoknya
masing-masing secara proaktif di bawah bimbingan dan
arahan guru (Bergotong- royong, melalui membangun tim dan
mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai
dengan target yang sudah ditentukan).
7. Peserta didik memperesentasikan hasil diskusi
kelompoknya dan kelompok lain memberi komentar
terhadap presentasi yang disajikan.
8. Peserta didik menyempurnakan hasil presentasi kelompoknya
berdasarkan masukan dari kelompok lain.
9. Peserta didik di tiap kelompok menyimpulkan hasil
diskusi kelompoknya.
Kegiatan 1. Peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang 20 menit
Penutup sudah dilaksanakan dan ditulis dalam buku catatan
masing-masing.
2. Peserta didik memperoleh umpan balik dari guru
terkait proses dan hasil pembelajaran.
3. Peserta didik mendapatkan informasi dari guru terkait
dengan pertemuan selanjutnya.
4. Peserta didik melakukan pembersihan di kelas
5. Salah satu peserta didik memimpin doa untuk
mengakhiri pelajaran.
6. Peserta didik menjawab salam penutupan yang
diberikan oleh guru.
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 27
4. ASESMEN
Asesmen Awal : 1. Menurut kalian, apa saja prinsip-prinsip dalam
merancang karya desain komunikasi visual?
2. Menurut kalian, apa saja komponen yang harus ada
dalam komunikasi?
Asesmen Formatif : 1. Presentasi hasil diskusi kelompok tentang prinsip-
prinsip perancangan visual.
2. Presentasi hasil diskusi kelompok tentang pengetahuan dasar
komunikasi dan komponen komunikasi dalam perancangan
komunikasi visual.
Asesmen Sumatif : 1. Jelaskan 5 prinsip perancangan visual yang Anda
ketahui! (Bobot skor 20)
2. Terapkan 5 prinsip perancangan visual dalam sebuah karya
desain sederhana! (Bobot skor 20)
3. Jelaskan yang Anda ketahui tentang komunikasi!?
4. Jelaskan perbedaan 5 komponen yanga ada dalam
komunikasi!
5. Terapkan 5 komponen komunikasi dalam sebuah karya
desain sederhana!
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 28
Rubrik Penilaian Asesmen Sumatif
Indikator Skor Deskripsi
Menjelaskan 5 prinsip 5 Mampu menjelaskan 5 prinsip perancangan visual
perancangan visual
4 Mampu menjelaskan 4 prinsip perancangan visual
3 Mampu menjelaskan 3 prinsip perancangan visual
2 Mampu menjelaskan 2 prinsip perancangan visual
1 Mampu menjelaskan 1 prinsip perancangan visual
0 Tidak menuliskan jawaban
Menerapkan 5 prinsip 5 Mampu menerapkan 5 prinsip perancangan visual
perancangan visual
dalam sebuah karya 4 Mampu menerapkan 4 prinsip perancangan visual
desain sederhana 3 Mampu menerapkan 3 prinsip perancangan visual
2 Mampu menerapkan 2 prinsip perancangan visual
1 Mampu menerapkan 1 prinsip perancangan visual
0 Tidak membuat
Menjelaskan 5 Mengandung kata pesan, komunikator, komunikan,
komunikasi media, dan efek, kemudian kelima kata tersebut
terangkai dalam satu kalimat yang utuh.
4 Hanya mengandung empat keyword
3 Hanya mengandung tiga keyword
2 Hanya mengandung dua keyword
1 Hanya mengandung satu keyword
0 Tidak menuliskan jawaban
Membedakan komponen 5 Mampu membedakan 5 komponen dalam komunikasi
komunikasi
4 Mampu membedakan 4 komponen dalam komunikasi
3 Mampu membedakan 3 komponen dalam komunikasi
2 Mampu membedakan 2 komponen dalam komunikasi
1 Mampu membedakan 1 komponen dalam komunikasi
0 Tidak menuliskan jawaban
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 29
Menerapkan 5 5 Mampu menerapkan 5 komponen dalam komunikasi
komponen komunikasi
dalam sebuah karya 4 Mampu menerapkan 4 komponen dalam komunikasi
desain sederhana 3 Mampu menerapkan 3 komponen dalam komunikasi
2 Mampu menerapkan 2 komponen dalam komunikasi
1 Mampu menerapkan 1 komponen dalam komunikasi
0 Tidak membuat
Nilai = (skor yang diperoleh/skor maksimal) *100
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 30
5. LAMPIRAN
Lembar Kerja Peserta Didik
a) Petunjuk Kerja:
1) Buat kelompok yang terdiri dari 3-4 orang
2) Siapkan software Power Point
b) Soal
1) Jelaskan 5 prinsip perancangan visual!
2) Terapkan 5 prinsip perancangan visual dalam sebuah karya desain sederhana!
3) Jelaskan pengertian komunikasi!
4) Jelaskan perbedaan dari 5 komponen yang ada dalam komunikasi!
5) Terapkan 5 komponen komunikasi dalam sebuah karya desain sederhana!
c) Rubrik Penilaian Presentasi Kelompok
Nama Kelompok :
Waktu Presentasi :
Materi :
Anggota :
No. Kriteria Penilaian Kurang Cukup Baik Sangat Baik
(20-39) (40-59) (60-79) (80-100)
1. Penguasaan
Materi
2. Alat Peraga &
Power Point
3. Kekompakan
Pembagaian Kerja
4. Penyampaian
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 31
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
1. PRINSIP PERANCANGAN VISUAL
A. Komposisi (Composition)
Merancang/mendesain pada dasarnya adalah hasil penyusunan pengalaman
visual dan emosional dengan memperhatikan elemen-elemen dan prinsip-prinsip desain
yang dituangkan dalam satu kesatuan komposisi yang mantap. Komposisi =
Composition = Componere (asal kata dari bahasa Latin), yang artinya penggabungan.
Pada dasarnya, suatu komposisi merupakan penggabungan dari banyak bagian menjadi
suatu bentuk yang serasi.
Definisi umum: Suatu susunan unsur desain yang digunakan dalam perencanaan
komposisi, yang ditata/di-layout secara serasi/harmony dengan berlandaskan prinsip-
prinsip desain sehingga tercapai kesatuan antara unsur- unsur desain (total
organization). Komposisi sebagai pedoman dasar/arahan umum/wacana berpikir awal
ini mampu mencapai rancangan bentuk abstrak, alamiah, nonobjektif, ornamental,
ataupun struktural.
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 32
Dalam menyusun unsur-unsur untuk membuat suatu karya rancang harus
mengetahui/memperhatikan 4 dasar pokok prinsip seni dan desain berikut ini. Prinsip-
prinsip ini patut dipahami, untuk mendapatkan satu pandangan yang efektif (tepat
guna) terhadap suatu karya seni/desain.
B. Keseimbangan (Balance)
Keseimbangan dapat dicapai dengan menampilkan unsur-unsur desain, seperti
bentuk dan ukuran, warna, tekstur, dan sebagainyaagar unsur-unsur yang ada
dikomposisikan dengan serasi, sepadan, dan memberi kesan mantap serta tepat pada
tempatnya. Secara garis besar, sifat keseimbangan dibagi 2 macam, yaitu:
1) Keseimbangan Nyata (Formal Balance)
2) Keseimbangan Tak Nyata (Informal Balance)
Dalam ilmu dasar desain, bentuk keseimbangan terbagi 2 macam, yaitu Simetris (symmetric)
dan Asimetris (asymmetric).
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 33
Prinsip Dasar: Bilamana pada dua sisi terdapat benda dengan berat dan jarak yang
sama terhadap sumbu khayal/maya, pada kedua belah sisi dari sumbu khayal tersebut
tampak seolah-olah berbobot sama.
1) Simetris/symmetric (Berkesan Statis)
Pada umumnya, yang terjadi bersifat formal balance, tetapi bisa juga informal
balance. Keseimbangan simetris terbagi dalam 2 macam, yaitu axial balance
(berdasar garis sumbu), bentuk yang sama (posisi, letak, ukuran, warna, dan lain-
lain) dalam 2 ruang (kiri-kanan, atas bawah sebagai garis sumbu), dan radial balance
(berdasarkan titik sumbu). Keseimbangan bisa terjadi, baik secara fisik maupun
secara optis. Untuk menghayatinya hanya diperlukan satu titik atau sumbu khayal,
guna menentukan letak objek yang akan disusun menurut prinsip keseimbangan.
2) Asimetris/ asymmetric
(Berkesan Dinamis)
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 34
Memiliki sifat informal balance, karena bagian-bagiannya (entah itu posisinya,
letaknya, ukurannya, warnanya, atau lainnya) dirancang variatif untuk pencapaian
kedinamisan,. namun, memiliki kesan sama berat/seimbang. Hal ini merupakan
upaya menciptakan penekanan dalam sebuah tampilan visual. Penekanan ini
dilakukan untuk mengurangi unsur kejenuhan visual yang tampil dari sudut visual
yang simetris. Pola asimetris ini pada hakikatnya juga menyentuh upaya aplikasi
golden ratio dalam meningkatkan unsur estetika.
C. Irama (Rhythm)/Gerakan
Merupakan upaya memvisualisasikan unsur gerak pada media grafis yang statis.
Penampilan gerak ini dilakukan untuk mendapatkan unsur dinamis dalam menambah
nuansa penekanan yang informatif. Untuk itu, unsur gerak tidak selalu ditampilkan
dalam visual yang ikonik, tetapi juga permainan psikologi visual yang dapat
mengarahkan mata pengamat. Secara psikologi, mata manusia akan mengarah dari
unsur warna yang gelap ke terang, dan/atau dari area yang kompleks ke area yang
sederhana (simple).
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 35
D. Perbandingan/Proporsi (Proportional)
Suatu perbandingan antara suatu unsur/materi yang satu dengan yang lain,
berhubungan dengan ukuran dan bentuk bidang yang akan disusun untuk menunjukkan
ukuran perbandingan bagian-bagian atau keseluruhan antara serangkaian unsur yang
dikomposisikan. Perbandingan merupakan salah satu prinsip yang menentukan baik-
tidaknya suatu komposisi/struktur/susunan, dan seterusnya dalam mewujudkan bentuk,
bisa merupakan perbandingan ukuran, perbandingan posisi, ataupun perbandingan
ruang (space) yang berelasi dengan satuan ukuran: panjang, lebar, dan tinggi.
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 36
Golden ratio adalah sebuah perbandingan satuan ukuran yang banyak dipakai
dalam membuat sebuat karya seni dan grafis. Perbandingan ukuran ini dapat ditemukan
dengan mengukur pembagian lingkar sebuah kerang, sehingga dipakai sebagai patokan
ukuran proporsi yang sempurna. Seperti halnya ilustrasi Vitruvian Man milik Leonardo
da Vinci, di dalamnya terdapat perbandingan golden ratio yang memperkuat asumsi
kesempurnaan sebuah proporsi tubuh manusia. Saat ini perbandingan satuan ukuran
yang proposional ini banyak dipakai oleh para pencipta seni, terutama yang terkait
dengan pendekatan estetika manusia.
E. Kesatuan (Unity)/Total Organization/Harmony
Keserasian adalah prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan di antara
unsur-unsur desain lainnya. Penggabungan elemen-elemen/ unsur-unsur desain dengan
memperhatikan keseimbangan, irama, perbandingan, dan semuanya dalam suatu
komposisi yang utuh agar nikmat untuk dipandang. Semua hal yang membentuk suatu
rancangan harus ada hubungannya satu sama lain dengan seluruh rancangan sehingga
memberi kesan menjadi satu (hubungan/ikatan antara unsur-unsur yang satu dengan
yang lainnya sebagai suatu bentuk yang tak dapat dipisahkan).
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 37
2. PRINSIP DASAR KOMUNIKASI
Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris, berasal dari bahasa
latin communicare yang berarti membagi sesuatu dengan seseorang, memberikan sebagian
untuk seseorang, tukar-menukar, memberitahukan sesuatu kepada seseorang, bercakap-
cakap, bertukarpikiran, berhubungan, dan berteman (Esti, 2017: 07). Jadi, komunikasi
adalah suatu proses dalam penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan
dengan media tertentu yang berguna untuk membuat pemahaman yang sama diantara
mereka, informasi yang disampaikan dapat memberikan efek tertentu kepada komunikan.
Komunikasi merupakan suatu proses yang di dalamnya terdapat berbagai komponen
sebagai berikut (Esti, 2017: 08).
1) Sumber (source)/komunikator: pihak yang berinisiatif atau berkebutuhan untuk
berkomunikasi. Pihak sumber memiliki gagasan yang akan disampaikan kepada
penerima. Gagasan diubah menjadi pesan melalui proses encoding, yaitu proses mengubah
gagasan menjadi simbol-simbol yang umum (kata, bahasa, tanda, gambar, dst.) sehingga
dapat dipahami oleh penerima.
2) Pesan (message): hal-hal yang bersifat verbal dan/atau nonverbal yang mewakili
perasaan, pikiran, keinginan atau maksud sumber.
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 38
3) Saluran/media (channel): alat/wahana yang digunakan sumber untuk menyampaikan
pesan kepada penerima.
4) Penerima (receiver)/komunikan: orang yang menerima pesan dari sumber. Penerima
pesan ini menerjemahkan/menafsirkan seperangkat simbol verbal dan/atau nonverbal
yang diterima untuk menjadi gagasan yang dapat dipahami. Proses itu disebut
decoding.
5) Efek (effect): apa yang terjadi pada penerima setelah menerima pesan tersebut.
Jenis-jenis komunikasi, yakni:
1) Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal merupakan cara manusia dalam menyampaikan informasi atau
berkomunikasi dengan menggunakan aspek bahasa (Nunung, 2020). Komunikasi
verbal meliputi komunikasi lisan dan tertulis. Contoh komunikasi verbal lisan: orang
yang sedang berinteraksi atau berbincang menggunakan perantara media atau telepon
genggam, orang yang sedang berbincang di suasana rapat, dll. Contoh komunikasi
verbal tulisan seperti mengirim email, saling chating, dll.
2) Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal merupakan cara manusia dalam berkomunikasi tanpa
menggunakan aspek bahasa (Nunung, 2020). Komunikasi nonverbal menggunakan
bahasa tubuh, gerak tubuh, dan ekspresi wajah untuk menyampaikan informasi
kepada orang lain. Contoh komunikasi nonverbal: ekpresi wajah yang takut
menandakan seseorang itu sedang takut, bahasa tubuh orang yang sedang
mengerutkan dahinya menandakan seseorang itu sedang kesal atau marah, sentuhan
orang yang sedang tertawa spontan, maka tak sengaja lawan bicaranya menepuk
bahunya menandakan lawan bicara
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 39
tersebut merasa dihargai, penampilan contohnya dari gaya rambut, berpakaian hingga
cara make up.
3) Komunikasi Visual
Komunikasi visual adalah sebuah proses penyampaian suatu informasi menggunakan
media penggambaran seperti foto, video, bagan, dan grafik.
Berkomunikasi melalui media, tidak semua masyarakat dapat dijadikan sasaran
iklan, karena desain memiliki karakter, warna, isi, gaya yang disesuaikan dengan segmentasi
pasarnya. Desainer harus menciptakan desain yang sesuai dengan strata sosial, ekonomi,
pendidikan, gaya hidup, budaya, seni dan lainnya agar desain akan mencapai sasaran
dengan efektif dan efisien.
Peran unsur-unsur visual yang dirancang merupakan tanda dan simbol komunikasi
yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang yang melihat atau membaca. Tanda ini
sengaja dibuat agar orang mau menerima dan mengikuti pesannya baik langsung maupun
tidak langsung yaitu melalui tahapan-tahapan tertentu. Di dalam proses komunikasi
tahapan ini dikenal dengan singkatan “AIDCA” (Freddy, 2017: 11-12).
1) Attention (perhatian), adalah tahapan pertama dalam komunikasi dimana seseorang
ketika melihat sesuatu obyek termasuk ketika melihat desain iklan, perhatian baru
tertuju pada sasarannya. Perhatian ini disebabkan oleh ada salah satu atau beberapa
unsur yang ada di dalam obyek tersebut membuat seseorang menoleh, menengok,
melihat, istilah lain terperangah dan memandanginya.
2) Interest (daya tarik), adalah tahapan komunikasi kedua, dimana obyek yang dilihat
menciptakan daya tarik lebih daripada hanya sekedar menengok. Daya tarik disini
bukan sekedar perhatian tetapi lebih lanjut untuk mendatangi, mendekat, memegang,
memilih dan mencoba.
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 40
3) Desire (keinginan), adalah tahapan ketiga dimana seseorang mulai berminat untuk
melakukan sesuatu, seperti menanyakan harga, kualitas bahan, produksi dari mana,
merek, motif dan warna.
4) Conviction (keyakinan), adalah tahapan keempat dalam komunikasi, dimana seseorang
telah terpengaruh lebih dalam lagi untuk mengambil kepastian. Keyakinan setelah
melalui tahapan sebelumnya disebabkan adanya unsur unsur dalam obyek atau desain
iklan tersebut memiliki kriteria yang sesuai dengan yang dimiliki, mungkin dari bentuk,
warna, dana, formulasi, bahan, fungsi, manfaat dan mungkin dari aspek prestise (harga
diri).
5) Action (keputusan), adalah tahapan terakhir seseorang mengambil keputusan untuk
membeli obyek atau barang tersebut mungkin sekedar hiasan atau benar-benar dari
aspek fungsionalnya. Jadi setiap orang bila melihat sebuah barang, produk atau desain
iklan khususnya maka proses komunikasi yang dijalankan selalu mempertimbangkan
beberapa fisikalnya, sehingga tidak semua barang komunikasinya diproses secara
cepat, artinya seseorang perhatiannya tidak langsung lompat dari tahap pertama
menuju ketahap kelima yaitu langsung membeli barang.
AIDCA dalam proses komunikasi
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 41
Glosarium
Komposisi : Penggabungan dari banyak bagian menjadi suatu
bentuk yang serasi.
Komunikasi : Proses penyampaian pesan dari komunikator kepada
komunikan dengan media tertentu untuk membuat
pemahaman yang sama diantara mereka sehingga informasi
yang disampaikan dapat memberikan efek tertentu kepada
komunikan.
Mendesain : Hasil penyusunan pengalaman visual dan emosional
dengan memerhatikan elemen-elemen dan prinsip- prinsip
desain dalam satu kesatuan komposisi.
Visual : Dapat dilihat dengan indra penglihat (mata).
Modul Ajar : Desain Komunikasi Visual 42
Daftar Pustaka
a. Adiono, F. 2017. Karya Desain Komunikasi Visual: Kompetensi Profesional Kelompok Kompetensi J.
Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
b. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan
Pendidikan Masyarakat Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan. 2016. Pengantar Desain Grafis.
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
c. Prajarto, N. 2020. Pengantar Ilmu Komunikasi. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
d. Rugminten, E. 2017. Media Promosi 2 Dimensi: Kompetensi Profesional Kelompok Kompetensi C.
Jakarta: Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
e. Link video youtube: https://youtu.be/X-
Q8VRJBpNE https://youtu.be/xQA-
xWx5748 https://youtu.be/24OcvH1cnhg
f. Link teks materi:
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5838921/7-prinsip-dasar-desain-grafis- lengkap-
dengan-unsur-unsurnya
https://vocasia.id/blog/komponen-dalam-komunikasi-serta-hambatannya/
https://ilmukomunikasi.uma.ac.id/2020/11/23/4-jenis-komunikasi/