TIKI-T
Short Form
Apa itu TIKI?
TIKI merupakan singkatan dari Tes Intelegensi Kolektif Indonesia. Tes ini disusun
atas kerjasama Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran dengan Department of
Industrial and Organizational Psychology and Test Development Vrije Universiteit. Tes
ini bertujuan untuk mengukur potensi intelegensi individu berdasarkan daya tangkap,
logika berpikir, ketelitian, potensi menghitung dan daya abstraksi sesuai dengan standar
Indonesia.
TIKI memiliki tiga kelompok yaitu TIKI Dasar (TIKI-D) untuk siswa SD sampai
SMP kelas 8, TIKI Menengah (TIKI-M) diperuntukkan bagi siswa SMP kelas 9 hingga
SMA, serta TIKI Tinggi (TIKI-T) dapat diberikan pada mahasiswa dan orang dewasa,
dan dapat digunakan pada berbagai level jabatan.
Pada TIKI-T terdapat dua format, yaitu format panjang dan format pendek. TIKI-T
format panjang terdiri dari 11 subtes, sedangkan TIKI-T format pendek (short form)
terdiri atas 4 subtes.
TIKI telah membuktikan dirinya dalam menangkap kecerdasan seseorang
(persepsi, pemikiran logis, akurasi, potensi kalkulasi, dan kekuatan abstraksi). Tes ini
telah umum digunakan dalam tes psikologi dan masih berhasil menganalisis potensi
kecerdasan individu.
Apa saja aspek kecerdasan yang diukur oleh TIKI-T Short Form?
● Berhitung angka (arithmetics) mengukur kemampuan untuk menangani angka
dan hubungan antar angka.
● Gabungan bagian (components) mengukur kemampuan untuk memanipulasi
dan mentransformasikan komponen-komponen yang terpisah menjadi suatu
kesatuan.
● Hubungan kata (word relation) mengukur kemampuan verbal individu.
● Abstraksi non-verbal (figure classification) mengukur kemampuan abstraksi
non verbal dengan mengklasifikasikan gambar-gambar yang diberikan.
Berapa lama waktu pengerjaan TIKI-T Short Form?
Total waktu pengerjaan secara keseluruhan untuk TIKI-T short form yaitu, 30
menit.
● Berhitung angka, diberi waktu 7 menit.
● Gabungan bagian, diberi waktu 7 menit.
● Hubungan kata, diberi waktu 5 menit.
● Abstraksi non-verbal, diberi waktu 12 menit.
Bagaimana TIKI-T Short Form diadministrasikan?
Tes ini dapat diadministrasikan secara individual maupun kelompok, online
maupun offline. Peserta tes diminta untuk mengerjakan soal sesuai dengan instruksi
yang diberikan dan waktu yang ditetapkan dengan tepat dan cepat.
● Berhitung angka, diukur melalui 40 soal. Peserta tes diminta untuk
menyelesaikan sejumlah operasi matematika seperti penjumlahan,
pengurangan, pengalian dan pembagian.
● Gabungan bagian, diukur melalui 26 soal. Peserta tes diminta untuk memilih 2
dari enam gambar kompleks yang mampu membentuk suatu gambar utuh dari
komponen yang sama.
● Hubungan kata, diukur melalui 40 soal. Peserta tes diminta untuk
mengidentifikasi dua dari empat kata yang memiliki arti sama atau berlawanan.
● Abstraksi Non-Verbal, diukur melalui 30 soal. Peserta tes diminta untuk
mengidentifikasikan gambar mana yang paling sesuai dengan empat gambar
pada kolom soal.
Apakah TIKI-T Short Form ini sudah memenuhi persyaratan alat tes yang baik?
Seberapa reliabel TIKI-T Short Form ini?
Reliabilitas skor tes merupakan derajat keajegan (konsistensi) di antara dua skor
hasil pengukuran pada objek yang sama, meskipun menggunakan alat ukur, skala dan
waktu yang berbeda. Untuk melihat reliabilitas suatu alat ukur, diperlukan nilai koefisien
reliabilitas yang didapatkan dari perhitungan statistik. Koefisien reliabilitas merupakan
koefisien keajegan atau kestabilan hasil pengukuran. Alat ukur yang reliabel akan
memberikan hasil pengukuran yang stabil dan konsisten untuk mengukur hal yang
sama walaupun pada waktu yang berbeda.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, tes ini sudah memenuhi persyaratan
reliabilitas yaitu dengan koefisien konsistensi internal yaitu 0.94. Namun, Global
Talentlytica Indonesia menguji kembali reliabilitas tes ini pada 26.664 partisipan
menggunakan rumus Alpha Cronbach. Setelah dilakukan pengujian, ditemukan bahwa
TIKI-T Short Form telah memenuhi persyaratan reliabilitas, yaitu dengan koefisien α =
0.713. Konsistensi hasil antarwaktu juga ditunjukkan dari analisis korelasi yang
signifikan secara statistik terhadap 112 partisipan yang mendapatkan TIKI sebanyak
dua kali (rIQ = 0,566, p < 0,001). Hasil ini menunjukkan konsistensi TIKI dalam
memberikan hasil dari struktur internal tes maupun pengujian antarwaktu yang
memenuhi standar umum untuk sebuah alat tes. Perhitungan statistika dilakukan
menggunakan bantuan JASP.
Seberapa valid TIKI-T Short Form ini?
Validitas merujuk pada derajat dari fakta dan teori yang mendukung interpretasi
skor tes dan merupakan pertimbangan paling penting dalam pengembangan tes, atau
dengan kata lain validitas adalah sejauh mana alat ukur itu mampu mengukur apa yang
seharusnya diukur. Uji validitas konstruk dilakukan terhadap alat tes TIKI untuk
membuktikan kesesuaian model pengukuran dari konstruk dengan teori dasarnya.
Global Talentlytica Indonesia telah menguji validitas alat tes ini menggunakan
metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan bantuan program JASP. Uji CFA
dilakukan berdasarkan data dari pengguna Talentlytica Online Platform (N = 26.664).
Hasil uji CFA dikatakan valid atau mempunyai model good fit ketika memiliki skor Root
Mean Square Error of Approximation (RMSEA) kurang dari 0.08, serta skor
Comparative Fit Indices (CFI) dan Tucker Lewis Indices (TLI) lebih dari 0.90 (Hooper
dkk, 2008).
Tabel 1. Hasil Uji Validitas Konstruk TIKI
Value Keterangan
RMSEA 0.079 Valid
CFI 0.981 Valid
TLI 0.942 Valid
Hasil di atas menunjukkan bahwa semua indeks akurasi model memenuhi
standar akurasi model dengan kategori good fit. Oleh karena itu, dapat disimpulkan
bahwa konstruk model alat tes TIKI ini memiliki kesesuaian dengan data yang
diperoleh, sehingga dapat dikatakan valid.
Selain itu, hasil uji CFA juga menerangkan tingkat hubungan antara indikator
dengan variabelnya (factor loadings), dan pada alat tes TIKI ini ditemukan hasil berikut
ini.