0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
83 tayangan29 halaman

Struktur Organisasi Kapal PT. Indimatam

Dokumen ini menjelaskan struktur organisasi dan tanggung jawab di PT. Indimatam Lines terkait Sistem Manajemen Keselamatan kapal. Nakhoda memiliki wewenang penuh di atas kapal dan bertanggung jawab atas keselamatan serta pengoperasian kapal, sementara awak kapal dibagi dalam tiga departemen dengan tanggung jawab yang jelas. Kebijakan keselamatan dan pencegahan pencemaran juga ditekankan sebagai prioritas utama dalam operasional perusahaan.

Diunggah oleh

patala.manurung
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
83 tayangan29 halaman

Struktur Organisasi Kapal PT. Indimatam

Dokumen ini menjelaskan struktur organisasi dan tanggung jawab di PT. Indimatam Lines terkait Sistem Manajemen Keselamatan kapal. Nakhoda memiliki wewenang penuh di atas kapal dan bertanggung jawab atas keselamatan serta pengoperasian kapal, sementara awak kapal dibagi dalam tiga departemen dengan tanggung jawab yang jelas. Kebijakan keselamatan dan pencegahan pencemaran juga ditekankan sebagai prioritas utama dalam operasional perusahaan.

Diunggah oleh

patala.manurung
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT.

INDIMATAM LINES

ORGANISASI KAPAL
PK-SI-OPR-01

PT. INDIMATAM LINES

Diperiksa oleh: Disahkan oleh:

Designated Person Ashore Direktur

Rev.: 0.0 Eff.: 02 November 2009 Hal.: 1 dari 28

Isi dokumen ini sepenuhnya merupakan rahasia PT. INDIMATAM LINES dan tidak boleh diperbanyak, baik sebagian
maupun seluruhnya kepada pihak lain tanpa iji tertulis dari Direktur
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 2 dari 28

1. Maksud dan Tujuan


Tujuan dari prosedur ini adalah untuk menjelaskan tanggung jawab dan wewenang yang
berhubungan dengan kegiatan kapal dan hubungan kerja diantara awak kapal untuk
menjamin kelancaran penerapan Sistim Manajemen Keselamatan (kapal). Peraturan ini
juga untuk menetapkan tanggung jawab dan wewenang dan bagian yang terkait pada
Organisasi Perusahaan dengan maksud untuk menjelaskan hubungan antara Head
Office dengan Kapal.

2. Ruang Lingkup Penggunaan

Peraturan ini menetapkan tanggung jawab wewenang dan ruang lingkup kegiatan bagi
semua pelaut di atas kapal yang dikelola perusahaan dan semua pegawai yang
berhubungan dengan Sistim Manajemen Kapal.

3. Struktur Organisasi
Organisasi untuk melaksanakan Sistim Manajemen Keselamatn Kapal dapat dilihat pada
Pedoman Manajemen Keselamatan.

4. Tanggung Jawab Organisasi Kapal

4.1 Nakhoda
4.1.1 Nakhoda mempunyai kekuasaan mutlak diatas kapal dan mempunyai
wewenang penuh pada semua tahapan pengoperasian dilaut, dipelabuhan
maupun didarat.
Nakhoda mempunyai wewenang yang sah menurut undang-undang terhadap
semua orang yang berada diatas kapal.

4.1.2 Nakhoda mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk mengambil


keputusan yang mendesak diatas kapal yang dipandang perlu demi
keselamatan kapal dan awak kapal, perlindungan lingkungan hidup, meskipun
keputusan tersebut menyimpang dari peraturan tertulis dalam buku manual
ini.

4.1.3 Nakhoda mempunyai tanggung jawab secara keseluruhan untuk pelaksanaan


Sistim Manajemen Keselamatan Kapal diatas kapal dan mempunyai tanggung
jawab serta wewenang dalam penerapan Sistim Manajemen Keselamatan
Kapal.
Nakhoda akan mendelegasikan sebagian dari wewenangnya dalam penerapan
Sistim Manajemen Keselamatan Kapal kepada Mualim I, KKM, Perwira Radio
dan awak kapal lainnya. Nakhoda bertanggung jawab secara khusus untuk
hal-hal berikut :

a. Melaksanakan kebijakan perusahaan dalam bidang keselamatan dan


lingkungan.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 3 dari 28

b. Memotivasi awak kapal agar selalu memperhatikan dan mematuhi


ketentuan Sistim Manajemen Keselamatan sesuai dengan peraturan
dan prosedur terkait sebagai seorang yang diberi tanggung jawab
untuk pengelolaan dokumen diatas kapal.
c. Membuat / menerbitkan instruksi dan perintah yang memadai untuk
pelaksanaan Sistim Manajemen Keselamatan secara jelas dan mudah
dipahami.
d. Memeriksa dan memastikan agar persyaratan yang ditentukan
dalam Sistim Manajemen Keselamatan diperhatikan dan
melaksanakannya.
e. Meneliti kembali Sistim Manajemen Keselamatan dan melaporkan
kekurangan kepada DPA.
f. Memeriksa dan mengawasi kegiatan bongkar muat, terutama ;
 Dalam hal keamanan muatan
 Kebenaran muatan yang diangkut
 Memberikan pengawasan terhadap muatan selama dalam
pelayarannya.

4.1.4 Dalam hal Nakhoda berhalangan


Jika Nakhoda berhalangan maka tanggung jawab dan wewenang Nakhoda
agar diambil alih oleh Mualim I.

4.2 Penempatan awak kapal


Sistim penempatan awak kapal oleh perusahaan diatur berdasarkan peraturan dari
pemerintah atau instansi terkait.

4.2.1 Departemen diatas kapal


Awak kapal diatas kapal-kapal perusahaan dibagi dalam 3 (tiga) departemen
yang dipimpin oleh masing-masing Kepala Departemen sebagai berikut :
NAMA DEPARTEMEN KEPALA DEPARTEMEN
Departemen Deck Mualim I
Departemen Mesin Kepala Kamar Mesin ( KKM)
Departemen Sipil Markonis

4.2.2 Tanggung jawab umum Kepala Departemen


semua kepala Departemen bertanggung jawab kepada Nakhoda dalam
pelaksanaan administrasi, pengawasan, keselamatan dan keekonomian
kegiatan departemen yang dipimpinnya. Mereka harus memberikan informasi
yang lengkap pada Nakhoda atas semua kegiatan, kondisi perlengkapan dan
perilaku bawahannya.

4.2.3 Perwira Kapal


Semua Perwira kapal bertanggung jawab kepada Nakhoda melalui Kepala
Departemen masing-masing dan harus melaksanakan semua perintah dari
Nakhoda maupun dari Kepala Departemen.

4.2.4 Perwira radio


Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 4 dari 28

Jabatan Perwira Radio adalah Markonis

4.2.5 ABK ( Anak Buah Kapal )


ABK harus melaksanakan dengan baik dan dengan segala kemampuan
mereka pada semua perintah yang dilindungi Undang-Undang dari Nakhoda
maupun dari Perwira yang bertugas, dari Kepala Departemen, Perwira Jaga
atau dari Kepala Kerja.

4.2.6 Instruksi Perusahaan


Instruksi dari perusahaan untuk mengoperasikan kapal diterbitkan dengan
klasifikasi sebagai berikut :
a. Pedoman Kebijakan Pengoperasian kapal
b. Perintah Umum
c. Pemberitahuan Khusus
d. Pengarahan Umum
e. Surat Edaran
f. Korespondensi
g. Pemberitahuan kepada Nakhoda / Distribusi

4.2.7 Buku Pedoman dan Prosedur kerja


Pedoman Kebijakan pengoperasian Kapal merupakan kebijakan dan perintah
dalam pengoperasian kapal perusahaan . Pedoman ini berisi rincian kebijakan
perusahaan, Instruksi umum dan Informasi untuk membantu awak kapal
dalam mengoperasikan kapal dengan aman, efisien dan memenuhi standar
yang benar. Nakhoda harus menerapkan semua ketentuan operasional yang
ditetapkan Buku Pedoman ini dan mengawasi apakah Perwira kapal dapat
melaksanakan dengan benar, keadaan khusus dan kepentingan keselamatan,
Nakhoda dapat bertindak menyimpang dari kebijakan yang telah
ditetapkan, bila dianggap perlu untuk menyelamatkan awak kapal,
kapal dan muatannya serta pencegahan pencemaran lingkungan.
Isi dari Buku Pedoman ini tidak boleh diartikan untuk membebaskan Nakhoda
atau awak kapal lainnya dari tanggung jawab mereka yang ditetapkan oleh
Undang-Undang atau menghalangi mereka menggunakan akal pikiran dan
kebijaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan setiap waktu.
Semua awak kapal wajib mempelajari dan memahami semua isi Buku
Pedoman ini, khususnya terhadap bagian-bagian yang terkait dengan fungsi
dan tugas mereka diatas kapal.
Buku Pedoman ini adalah milik Perusahaan yang sifatnya rahasia, tidak
boleh dibawa turun dari kapal, dan difotocopy tanpa seijin Managing
Director.

4.2.8 Pemberitahuan Kepada Nakhoda / surat Edaran


Pemberitahuan kepada Nakhoda / surat Edaran ditujukan kepada Nakhoda
mengenai topik tertentu yang mungkin hanya berlaku sementara dan
memperkenalkan instruksi yang baru dan instruksi tambahan.

4.2.9 Korespondensi dan Perintah


Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 5 dari 28

Pokok-pokok materi korespondensi dan perintah antara perusahaan dengan


kapal dilaksanakan sesuai ketentuan perusahaan.
5. Kebijakan dan Ketentuan Umum

5.1 Maksud dan Tujuan


Kapal-kapal perusahaan dipersiapkan untuk sarana jasa angkutan yang aman dan
ekonomis bagi kegiatan perusahaan , Keselamatan awak kapal, kapal, lingkungan
dan muatan adalah yang paling diutamakan dalam pengoperasian kapal.

5.2 Kerjasama
Keberhasilan dalam mencapai keselamatan yang tinggi dan standar operasi
tergantung pada kepedulian komunikasi dan kerja sama yang baik antara
karyawan dalam organisasi yaitu Nakdoda, Perwira, awak kapal dan manajemen di
head office. Kerja sama ini dibutuhkan setiap saat dari semua bagian yang terkait.

5.3 Undang-undang dan Peraturan Pemerintah


Jika tidak ada pemberlakuan Peraturan Internasional dan peraturan nasional untuk
pencegahan tubrukan dilaut atau Peraturan Navigasi setempat pada perairan
dimana kapal sedang berlayar, kebijakan dan peraturan perusahaan harus diambil
sebagai pedoman bilamana lebih sempurna dari peraturan lainnya.
Isi dari pedoman ini atau instruksi lain yang dikeluarkan perusahaan tidak boleh
ditafsirkan untuk membebaskan Nakhoda, Perwira atau awak kapal dari segala
tanggung jawabnya, sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Internasionl,
Nasional atau peraturan Pemerintah yang harus dipahami sesuai dengan
kecakapan pelaut yang baik.
Undang-undang atau peraturan tersebut harus dipegang teguh dan ditaati
sepenuhnya disamping kebijakan yang tercantum dalam “Buku Pedoman.
Peraturan Internasionl untuk pencegahan tubrukan dilaut atau setiap peratuan
navigasi setempat yang berlaku pada perairan dimana kapal sedang berlayar,
harus ditaati terlepas dari instruksi apapun yang diterima dari perusahaan.

5.4 Kebijakan Pencegahan Pencemaran oleh Minyak


Semua kapal harus memenuhi atau sedapat mungkin melebihi Kriteria konvensi
Internasional mengenai pencegahan pencemaran minyak dilaut sebagaimana
berlaku.
Segala upaya harus dilakukan untuk menampung minyak sisa / bekas diatas kapal
untuk dipompakan ke penampungan di darat. Hal ini akan membantu untuk
memenuhi peraturan pencegahan pencemaran oleh minyak.
Kapal harus tunduk pada setiap peraturan setempat, nasional dan internasional
mengenai pembuangan minyak atau sisa minyak. Bila terjadi pencemaran semua
langkah-langkah yang tepat harus dilakukan untuk membersihkan tumpahan dan
prosedur pelaporan yang benar, harus dilporkan baik kepada perusahaan maupun
Pejabat setempat atau perwakilan Pemerintah.

5.5 Peraturan Garis Muat


Peraturan Internasional dan Peraturan Nasional mengenai garis muat harus
dipatuhi oleh semua Nakhoda kapal perusahaan.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 6 dari 28

5.6 Pergantian Komando


Dalam hal Nakhoda berhalangan/ tidak ada ditempat, maka Perwira Senior bagian
dek yang berada di kapal mengambil alih komando sementara. Perwira ini selama
menjabat mempunyai wewenang penuh untuk mengeluarkan suatu perintah atau
instruksi yang biasanya diberikan oleh Nakhoda.
Perwira yang menjabat akan bertanggungjawab kepada Nakhoda dan perusahaan
untuk semua tindakannya.

5.7 Sertifikat Perwira Kapal


Sertifikat dari para perwira kapal harus asli berikut sertifikat pengukuhan yang
berlaku dibawa keatas kapal dimana mereka ditempatkan dan dapat segera
diperlihatkan bilamana diperlukan. Sertifikat tersebut disimpan dalam satu tempat
yang aman dan selalu siap untuk diperiksa oleh Pejabat yang berwenang.

5.8 Suku Cadang, Perlengkapan dan Perbekalan


Perwira kapal bertanggung jawab atas penyimpanan dan pemeliharaan secara baik
semua barang milik perusahaan. Setiap pengeluaran suku cadang perlengkapan
dan perbekalan memerlukan ijin dari awak kapal penanggung jawab masing-
masing departemen. Pemakai suku cadang, perlengkapan harus efisien dan
ekonomis serta terdata / tercatat dengan baik.

5.9 Rekomendasi Awak Kapal


Surat rekomendasi yang menyangkut awak kapal harus dilakukan oleh Nakhoda
sebagai wakil perusahaan dan Nakhoda wajib membuat laporan kondite, jabatan
dan lamanya bertugas di kapal.

5.10 Surat keluar


Awak kapal perusahaan tidak diperbolehkan menerbitkan artikel apa saja yang
menyangkut kegiatan awak kapal atau materil perusahaan tanpa lebih dahulu
ada persetujuan tertulis dari Direktur.

6. Tata Tertib

6.1 Wewenang
Nakhoda mempunyai wewenang penuh terhadap semua orang diatas kapal.
Wewenang harus tetap terjaga, mereka harus mematuhi perintah yang
dikeluarkan oleh Nakhoda dan setiap kelalaian atau penolakan perintah dianggap
pelanggaran dan dapat dikenakan sanksi yang berat sesuai peraturan.

6.2 Dukungan Perusahaan


Nakhoda dan Perwira Kapal mendapat kepercayaan dari perusahaan dan
bertindak sebagai wakil perusahaan untuk menjaga ketertiban diatas kapal dan
dapat menjatuhkan hukuman yang sesuai bila perlu.

6.3 Kewajiban Perwira Kapal dalam Menjaga Tata Tertib


Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 7 dari 28

Perwira kapal bertindak sebagai wakil nakhoda dalam menjaga dan


melaksanakan tata tertib diatas kapal.
Pelanggaran tata tertib harus segera dilaporkan kepada Nakhoda atau bila yang
bersangkutan tidak ada ditempat, dilaporkan kepada perwira yang menggantikan

6.4 Sangsi Pelanggaran Tata Tertib


Setiap pelanggaran tata tertib harus dikenakan sangsi sesuai dengan persyaratan
peraturan pemerintah dan peraturan perusahaan.

6.5 Pemutusan Hubungan Kerja


Nakhoda mempunyai wewenang penuh untuk memutasikan turun dari kapal
dengan dilengkapi berita acara yang dapat mendukung untuk diusulkan PHK
terhadap perwira atau ABK yang tidak mempunyai kemampuan sesuai
jabatannya atau melakukan pelanggaran disiplin dan yang menolak perintah.
Wewenang ini dilaksanakan dengan pertimbangan dan dengan alasan yang
tepat.
Pemutusan Hubungan Kerja yang diusulkan dari kapal harus ditinjau kembali oleh
Kepala Bagian Personalia atau Direktur sebelum dilakukan Pemutusan Hubungan
Kerja oleh Perusahaan.
Alasan Pemutusan Hubungan Kerja dapat dikenakan terhadap pelanggaran tata
tertib dan persyaratan standar keterampilan yang dipersyaratkan oleh
perusahaan tidak dipenuhi.
Semua kasus pemecatan / PHK harus didokumentasikan dengan baik. Prosedur
pelaksanaan harus disesuaikan dengan bendera kapal, kebangsaan dari awak
kapal yang bersangkutan dan Perjanjian Kerja Laut yang disepakati, untuk lebih
detail mengenai prosedur ini dapat dilihat pada peraturan Perusahaan.

6.6 Penyelundupan dan Perdagangan Pribadi


Dilarang keras melakukan penyelundupan dan perdagangan pribadi (membawa
barang tanpa dilengkapi dokumen yang sah), pelanggaran ketentuan tersebut
dapat diancam PHK sesuai peraturan yang berlaku di Perusahaan. Penyelundupan
adalah suatu tindakan kejahatan yang melawan hukum dan dapat diajukan ke
Pengadilan.

6.7 Kebiasaan tidak jujur / berbohong


Kebiasaan bertindak tidak jujur/ bohong dapat diancam PHK oleh perusahaan.
Apabila ketidakjujuran tersebut berakibat fatal, akan dituntut sesuai Undang-
Undang yang berlaku.

6.8 Minuman Keras, Narkotik, Obat-obaatan Terlarang dan Senjata Tajam/


Api
Minuman keras, Narkotik, Obat-obatan terlarang dan senjata tajam/ api tidak
diperbolehkan dibawa oleh awak kapal ke atas kapal. Peraturan ini harus
diterapkan dengan tegas. Nakhoda harus memeriksa tempat dan barang milik
awak kapal seblum berlayar atau pada kesempatan lain yang memungkinkan.
Apabila Nakhoda menemukan barang-barang yang dapat membahayakan
terhadap awak kapal, keselamatan kapal dan muatan, maka harus diamankan.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 8 dari 28

Barang-barang yang diamankan oleh Nakhoda dibuat catatan dalam Log Book
dengan mengisi pertanyaan apakah barang tersebut dibuang atau disimpan. Jika
akan dibuang harus sesuai dengan prosedur. Bukti penerimaan diberikan untuk
barang-barang yang disimpan.
Di dalam kasus narkotik dan obat-obatan terlarang, laporan lengkap dibuat dan
dikirim kepada Kepala Bagian Personalia atau Direktur dan penguasa setempat
sesuai yang diwajibkan oleh undang-undang yang berlaku.

6.9 Awak Kapal dibawah pengaruh Alkohol, Narkotik dan Obat-Obatan


Terlarang
Tidak seorangpun dibawah pengaruh alkohol, narkotik dan obat-obatan terlarang
diijinkan naik keatas kapal.
Setiap awak kapal yang diketemukan berada di bawah pengaruh alkohol, narkotik
dan obat-obatan terlarang diatas kapal harus dibebaskan dari semua tugas dan
diperintahkan untuk kembali kekamarnya.
Apabila awak kapal tersebut tidak mematuhi atau melawan atasan harus dikawal
ke kamarnya, jika diperlukan dikurung dan dikunci pada ruangan tertutup serta
setibanya kapal di Pelabuhan tujuan dimutasikan turun, diserahkan kepada yang
berwajib dan diusulkan untuk di PHK.

6.10 Hukuman Kurungan Awak kapal


Tindakan pengurungan diperlukan untuk mengekang dan membatasi orang-orang
yang diperkirakan dapat berbuat kekerasan. Orang-orang demikian harus
dibawah pengawasan sampai batas waktu mereka tidak menimbulkan kerugian
terhadap dirinya atau kepada yang lain atau barang-barang milik perusahaan.

6.11 Perselisihan
Bila terjadi perselisihan atau perkelahian antara awak kapal, persoalan ini harus
segera dibawa kepada Nakhoda
Nakhoda harus mengambil pihak-pihak yang terlibat pertengkaran atau
perkelahian kekantornya, yang dihadiri oleh Mualim I dan KKM serta
memerintahkan kepadanya untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.
Catatan mengenai kejadian dan instruksi yang diberikan harus dicatat dalam Log
Book.
Apabila pertengkaran berlanjut, laporan lengkap dan berita acara mengenai
keadaan itu harus dibuat dan dikirim kepada Kepala Bagian Personalia dn atau
Direktur.
Apabila keharmonisan kapal terganggu dengan serius, pelaku kerusuhan dapat
diturunkan dari kapal dan dibuatkan laporan lengkap dan berita cara oleh
Nakhoda.
Jika menurut pendapat Nakhoda, seorang awak kapal yang selalu menimbulkan
keributan atu emosionaal dapat membahayakan awak kapal yang lain, yang
bersangkutan harus diturunkan dari kapal pada kesempatan pertama dan dibuat
laporan lengkap dan berita acara kepada Kepala Bagian Personalia dan atau
Direktur selanjutnya diusulkan untuk di PHK.

6.12 Pengaduan dan Keluhan


Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 9 dari 28

Nakhoda harus memberikan kesempatan kepada awak kapal untuk menyatakan


pengaduannya dan menyelidiki setiap kasus serta mengambil langkah-langkah
secepatnya untuk menjaga ketenangan diatas kapal.
Keluhan yang wajar diputuskan sesuai prosedur hukum yang dapat
dipergunakan, persetujuan secara musyawarah atau kebijakan perusahaan harus
dilaksanakan sepanjang memungkinkan.

6.13 Kejahatan di Laut


Bila terjadi kejahatan dilaut lepas, Nakhoda harus memberitahukn kepada Kepala
Bagian Personalia dan atau Direktur serta Agen dipelabuhan berikutnya dengan
menggunakan perangkat komunikasi yang tercepat.
Nakhoda harus meminta kepada Agen untuk memberitahukan kepada Polisi dan
Penguasa Pelabuhan setempat bila dianggap perlu.

6.14 Polisi Setempat


Apabila dibutuhkan bantuan Polisi setempat dapat dipanggil pada pelabuhan
tersebut.

7. Tugas dan Tanggung Jawab Awak Kapal

7.1 Pengaturan Tugas Bagi Semua Awak kapal


Dalam Buku pedoman ini tercantum tanggung jawab dari semua awak kapal.
Perlu dipahami bahwa tugas-tugas yang berhubungan dengan tanggungjawab
tersebut harus dilaksanakan dengan aman, benar dan sesuai kecakapan pelaut
yang baik.

7.2 Semua Awak kapal Bertanggungjawab terhadap nakhoda


Semua awak kapal bertanggungjawab terhadap Nakhoda melalui Kepala
Departemen masing-masing dan harus melaksanakan semua perintah
berdasarkan hukum.

7.3 Tanggung Jawab Semua awak Kapal Dalam Hal Keselamatan


Walaupun secara umum tanggung jawab keselamatan pengoperasian kapal
berada di tangan Nakhoda, namun tanggung jawab ini juga berlaku terhadap
semua perwira dan ABK yang harus selalu siaga mencegah terjadinya kecelakaan
dikapal dan pencemaran dilaut.
Semua awak kapal jika mengetahui situasi atau menemukan suatu yang dapat
menimbulkan bahaya terhadap kapal dan muatan, awak kapal, harta benda dan
lingkungan, harus segera dilaporkan kepada Nakhoda, masing-masing Kepala
Departemen atau kepada Mualim jaga atau Masinis jaga. Dengan demikin
langkah-langkah pengamanan dapat dilakukan secepatnya.

7.4 Peraturan Tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan


Perusahaan mewajibkan kepada semua personil melakukan setiap usaha untuk
melindungi lingkungan dan mencegah setiap pencemaran air atau udara yang
berasal dari kapal.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 10 dari 28

7.5 Tingkah Laku


Perusahaan mengharapkan bahwa awak kapal harus bertingkah laku yang baik
dan penuh perhatian terhadap tugasnya dan menunjukkan sikap yang sopan,
bijaksana serta keterbukaan terhadap yang lainnya, sehingga hubungan yang
harmonis antara seluruh awak kapal dapat terselenggara dengan baik pada
setiap keadaan diatas kapal.
7.6 Penampilan
Perusahaan mewajibkan semua Perwia kapal dan awak kapal berpakaian yang
rapi.

7.7 Familiarisasi Terhadap Stasiun Keadaan Darurat dan Perlengkapannya.


Segera setelah ditempatkan diatas kapal, setiap perwira harus mengadakan
familiarisasi terhadap stasiun keadaan darurat serta penggunaan perlengkapan
pemadam kebakaran dan keselamatan jiwa. ABK harus memeriksa daftar stasiun
keadaan darurat yang ditempatkan pada gang-gang dan tempat lainnya yang
mudah terlihat, serta mengadakan familiarisasi tehadap tugas-tugasnya sesuai
daftar stasiun keadaan darurat.

7.8 Familiarisasi perwira


Segera setelah ditempatkan diatas kapal:
a. Semua Mualim harus mengadakan familiarisasi terhadap penataan, susunan
dan pengoperasian semua perlengkapan navigai dan system muatan beserta
perlengkapan yang berada dibawah tanggungjawab Departemen Dek.
b. Semua Masinis harus mengadakan familiarisasi terhadap penataan bangunan
kapal dan mesin-mesin dengan cara pengoperasian dan prosedur
pengoperasian yang aman. Buku-buku petunjuk dari pabrik pembuat harus
dipelajari, KKM harus membantu setiap Masinis dalam mempelajari buku-buku
petunjuk tersebut kalau diperlukan.

7.9 Pemahaman Prosedur Kerja dan Pengkajian Ulang


Perwira yang baru bekerja di Perusahaan, pada saat melapor keatas kapal untuk
pertama kalinya diwajibkan mempelajari dan memeriksa Buku Pedoman,
prosedur dan instruksi dari perusahaan agar dapat secepatnya dipahami dan
dilaksanakan dengan baik.
Perwira yang bertugas kembali setelah melaksanakan cuti harus memeriksa dan
mempelajari ulang Buku Pedoman, prosedur, instruksi dan infomasi lainnya yang
mungkin ada tambahan atau perubahan selama dia menjalani cuti.

7.10 Penggantian Perwira


Bilamana seorang perwira turun dari kapal, adalah tugas dari perwira yang akan
diganti untuk memberikan semua informasi kepada Perwira Pengganti yang
berhubungan dengan tanggung jawab jabatannya.
Perwira yang diganti harus mengadakan serah terima kepada Perwira Pengganti
mengenai semua barang milik kapal, publikasi, dokumen dan perlengkapan yang
menjadi tanggung jawabnya serta menyampaikan kondisi kapal saat itu dengan
sebaik-baiknya.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 11 dari 28

7.11 Perwira Pengganti dan Familirisasi


Perwira tidak dibenarkan meninggalkan kapal sampai Perwira pengganti
melaporkan diri dan melaksanakan serah terima dengan baik serta mengikuti
prosedur familiarisasi.
Dalam kasus keadaan darurat seorang Mualim dapat meninggalkan kapal apabila
diijinkan oleh Nakhoda dan bagi seorang masinis dapat meninggalkan kapal
tanpa pengganti apabila diijinkan KKM serta Nakhoda, apabila tidak mengganggu
jalannya operasi kapal. Apabila waktu tidak mengijinkan untuk mengadakan
prosedur serah terima yang harus dipenuhi, maka perwira yang akan diganti
harus mempersiapkan sebuah memo tertulis untuk perwira pengganti yang
memberikan semua rincian yang berhubungan dengan ketentuan tugasnya dan
setiap informasi yang dapat membantu Perwira pengganti dalam melaksanakan
tugas.
Semua perwira diharap membantu perwira baru dalam melaksanakan
familiarisasi terhadap kapal dan kebijakan perusahaan, peraturan-peraturan dan
prosedur.

7.12 Promosi
Setiap perwira diharapkan memahami / menguasai tugas dan tanggugjawab
untuk jabatan yang lebih tinggi. Dengan demikian, apabila ia dipromosikan atau
timbul keadaan darurat, ia dapat melaksankan tugas dan tanggung jawabnya
dengan tepat guna.
Perwira harus mengambil keuntungan pada setiap kesempatan yang diberikan
untuk menambah pengetahuan dan keterampilan untuk memenuhi kualitas
promosi.
Perwira muda dan bawahan yang dapat menunjukkan kemauan untuk maju harus
diberi dorongan dan bantuan untuk meningkatkan kemampuannya.

7.13 Pelatihan Umum


Semua perwira mempunyai tanggung jawab untuk melatih perwira muda, kadet
dan ABK dalam melaksanakan tugasnya dan membantu mengembangkan
kecakapan untuk meningkatkan kemampuannya. Kepala Deprtemen
bertanggungjawab kepada Nakhoda untuk melatih awak kapal dari
departemennya dalam hal keselamatan dan kecakapan pelaut yang baik untuk
melaksanakan tugasnya. Nakhoda harus menjamin bahwa perwira jaga
dianjungan terlatih dengan baik dalam melaksanakan tugas jaga menggunakan
semua perlengkapan navigasi kapal dan harus memahami serta mampu
melaksanakan sepenuhnya tugas yang dibebankan kepada mereka.
KKM harus menjamin bahwa Masinis jaga terlatih dengan baik dalam
melaksanakan tugas jaga, mengoperasikan semua mesin, perlengkapannya dan
harus memahami dan mampu melaksanakan sepenuhnya tugas yang dibebankan
kepada mereka.

7.14 Pelatihan Penanganan Kapal


Jika keadaan memungkinkan, Nakhoda harus mengijinkan Mualim I untuk
melaksanakan olah gerak kapal agar dapat meningkatkan pengalaman dan
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 12 dari 28

kepercayan diri dalam menangani kapal. Nakhoda harus mendampingi untuk


memberikan petunjuk dan mengatasi olah gerak tersebut.
Sangatlah penting untuk memberikan pelatihan kepada Mualim I mengenai
penanganan kapal untuk mermpersiapkan promosi sebagai Nakhoda.

7.15 Kerjasama dengan Petugas / Pejabat Pemerintah


Semua awak kapal diwajibkan sepenuhnya untuk mengadakan kerja sama
dengan pemerintah, Biro Klasifikasi, Kesehatan dan wakil-wakil Pejabat organisasi
lainnya dalam pemeriksaan rutin kapal, awak kapal dan perlengkapannya.

7.16 Barang Milik Kapal


Perwira bertanggungjawab untuk melindungi barang milik kapal terhadap
kehilangan atau kerusakan dan terhadap penggunaan barang yang berlebihan
atau pemborosan yang dilakukan oleh awak kapal.
7.17 TanggungJawab Nakhoda
Nakhoda bertanggungjawab terhadap kelaikan laut dan keselamatan, efisiensi
dan pengoperasian secara ekonomis dari kapal, serta keselamatan semua awak
kapal, muatan dan perlengkapan diatas kapal serta pencegahan pencemaran
laut.
Nakhoda harus mengetahui / menguasai keadaan seluruh kapalnya, keadaan /
masa berlakunya sertifikat dan surat-surat kapal serta dokumen-dokumen pelaut
awak kapal yang dipersyaratkan.
Dalam melaksanakan tanggungjawabnya, Nakhoda harus menjamin bahwa kapal
dioperasikan sesuai dengan persyaratan yang berkaitan dengan hukum,
peraturan, Buku Pedoman ini dan instruksi perusahaan lainnya serta sepenuhnya
melaksanakan kecakapan pelaut yang baik
.
7.18 Pemegang Tanggung Jawab Jika Nakhoda Berhalangan
Jika Nakhoda berhalangan Mualim senior diatas kapal mengambil alih tugas dan
tangungjawab sebagai Nakhoda Perwira yang dimaksud tercantum dalam Buku
Pedoman ini sebagai perwira yang ditugaskan.

7.19 Keadaan Darurat


Meskipun tercantum dalam Buku Pedoman ini atau dalam instruksi perusahaan
yang lain, dalam kasus keadaan darurat Nakhoda atau perwira yang bertugas
harus melakukan langkah-langkah dalam mengambil keputusan yang diperlukan
untuk melindungi jiwa harta benda dan lingkungan.

7.20 Nakhoda sebagai Wakil Perusahaan


Nakhoda bertindak langsung sebagai wakil perusahaan dan bertindak sebagai
pengambil keputusan dan tindakan yang dilakukan atas nama perusahaan, ia
harus melaksanakan tanggungjawabnya dengan menggunakan akal untuk
mengambil keputusan yang baik setiap saat.
Manajemen Head Office setiap waktu siap memberikan petunjuk dan membantu
Nakhoda di dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

7.21 Penggantian Pimpinan kapal


Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 13 dari 28

Sebelum dilaksanakan penggantian pimpinan kapal, Nakhoda pengganti harus


berkonsultasi dengan Nakhoda diganti mengenai karakteristik, kemampuan olah
gerak, kondisi awak kapal dan masalah-masalah lain yang penting untuk
keamanan dan pengoperasian yang efisien.
Adalah tugas Nakhoda yang diganti untuk memberikan penjelasan kepada
Nakhoda pengganti mengenai informasi yang dapat membantunya di dalam
keamanan, efisiensi dan pengoperasian kapal secara ekonomis.
Jika waktu memungkinkan, Nakhoda pengganti dan Nakhoda yang diganti
langsung melakukan inspeksi terhadap kapal dan setelah itu Nakhoda pengganti
harus mempersiapkan dan menyampaikan laporan tertulis kepada Direktur cq
Manager Operasional hal-hal yang berkaitan dengan kondisi umum kapal dan
perlengkapannya.
Apabila waktu tidak mengijinkan bagi kedua Nakhoda tersebut untuk melakukan
inspeksi bersama, maka Nakhoda yang diganti harus menyiapkan memo tertulis
kepada Manager Operasional hal-hal yang berkaitan dengan operasional untuk
Nakhoda pengganti dan Nakhoda pengganti harus melaksanakan inspeksi dan
menyerahkan laporan sesegera mungkin kepada Direktur.
Nakhoda yang akan diganti harus menyerah terimakan kepada Nakhoda
pengganti semua dokumen kapal dan sertifikat serta semua informasi yang akan
berguna bagi jabatan Nakhoda di masa yang akan datang.

7.22 Nakhoda Mempersiapkan Kapal Berlayar


Sebelum berlayar Nakhoda harus memastikan bahwa kapal laik laut dalam segala
hal, dan diatas kapal tersedia cukup barang-barang, bahan makanan, bahan
bakar, minyak lumas dan air tawar, semua dalam jumlah dan kondisi yang
diisyaratkan untuk keselamatan pelayaran yang dimaksud.
Perwira-perwira harus melakukan istirahat yang cukup sebelum kapal berlayar,
agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik ketika kapal berlayar
meninggalkan pelabuhan. Nakhoda sebelum berlayar harus memastikan tersedia
dan cukupnya peta-peta dan buku-buku navigasi yang terbaru diatas kapal untuk
pelayaran yang dimaksud dan perencanaan pelayaran untuk navigasi telah
dipersiapkan dengan baik dan benar.
Nakhoda harus secepat mungkin memberitahukan kepada masing-masing kepala
Departemen mengenai perencanaan pelayaran berikutnya, agar mereka
diberikan kesempatan untuk membuat persiapan yang diperlukan supaya
rencana pelayaran yang dimaksud dapat terjamin keselamatannya.

7.23 Tanggung Jawab Nakhoda Pada Saat Berlayar


Nakhoda harus berada di atas kapal pada saat kapal berlayar, kecuali bila pada
suatu kondisi yang mengancam jiwanya. Nakhoda bertanggungjawab atas
keamanan bernavigasi kapal. Kapal harus berlayar sesuai dengan prinsip-prinsip
kecakapan pelaut yang baik dengan cara yang ditentukan dalam buku Pedoman
ini seperti yang diisyaratkan oleh peraturan.
Nakhoda diwajibkan untuk memelihara kecakapan pelaut secara tradisional dan
menguasai dengan baik navigasi elektronik, termasuk pelimpahan wewenang
yang sesuai Peraturan dan Undang-Undang yang berlaku kepada Mualim-
Mualimnya.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 14 dari 28

Nakhoda harus membuat ketentuan bahwa Perwira Jaga pada saat bertugas
sepenuhnya familiar dengan peraturan-peraturan pelayaran yang berlaku dan
mewajibkan kapal berlayar dengan mematuhi ketentuan dan peraturan-peraturan
tersebut.

7.24 Kehadiran Nakhoda di Anjungan


Nakhoda harus berada di anjungan pada saat-saat sebagai berikut:
a. Bila dipanggil oleh perwira jaga.
b. Pada saat berlayar di daerah jarak tampak terbatas
c. Jika berada di perairan yang ramai.
d. Selama berlayar di perairan terbatas, Traffic Separation Schemes (TTS) atau
berlayar mendekati daratan.
e. Ketika memasuki atau meninggalkan pelabuhan, naik dok atau turun dok atau
pindah tempat di pelabuhan (dan sandar / lepas sandar).
f. Jika kapal melintasi dekat beting, gugusan karang atau bahaya lainnya
terhadap navigasi. Selama kondisi cuaca buruk dan pada setiap waktu yang
lain dimana kemungkinan kondisi tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi
awak kapal dan kapalnya.
g. Pelayaran menyusuri pantai, alur pelayaran dan berlayar disungai.

7.25 Pelimpahan Tugas dan Tanggung Jawab Nakhoda


Meskipun Nakhoda bertanggung jawab pada keselamatan pengoperasian dan
navigasi kapal, perlu disadari bahwa kondisi terlalu lama di anjugan akan
mengakibatkan keletihan, sehingga menurunkan kewaspadaan dan efisiensi kerja
dari Nakhoda. Oleh sebab itu, Nakhoda perlu merencanakan sebelum
kehadirannya di anjungan dengan menyesuaikan waktu serta memperhatikan
prioritas utama, sehingga dapat mndelegasikan tugas dan tangung jawabnya
kepada Mualim I dengan aman, agar Nakhoda dapat beristirahat cukup.

7.26 Tangung Jawab Nakhoda dalam Pengoperasian Secara Ekonomis


Nakhoda bertanggungjawab untuk memberikan perhatian khusus terhadap awak
kapal dalam pengoperasian kapal secara ekonomis.
Nakhoda harus membuat setiap usaha untuk menekan biaya seminimal mungkin.

7.27 Tanggung Jawab Nakhoda Terhadap Korresponden, Pencatatan dan


Pelaporan
Nakhoda bertanggungjawab terhadap ketelitian dan ketepatan waktu dalam hal
koresponden, pencatatan, pelaporan dan dokumentasi yang diwajibkan oleh
perusahaan atau pejabat pemerintah sehubungan dengan urusan kapal.

7.28 Inspeksi Oleh Nakhoda


Jika keadaan mengijinkan, Nakhoda harus melaksanakan inspeksi kapal setiap
hari. Inspeksi ini harus dijadwalkan agar ruang selalu dalam keadaan bersih:
 Ruang muat diperiksa setiap hari.
 Geladak diperiksa setiap hari
 Ruang makan dan dapur diperiksa setiap hari
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 15 dari 28

 Ruang perbekalan, ruang pendingin bahan makanan, ruang cuci dan toilet
dua kali setiap minggu.
 Ruang-ruang akomodasi setiap minggu.
Sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan Nakhoda bersama-sama dengan
semua Kepala Departemen melaksankan inspeksi kapal secara menyeluruh. Hasil
inspeksi ini dicatat dalam buku harian.

7.29 Tanggug Jawab Nakhoda Terhadap Kesehatan, kesejahteraan dan


sanitasi.
Nakhoda harus memberikan perhatian khusus kepada hal-hal yang dapat
mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan awak kapal dan harus sesuai
dengan standar peraturan pemerintah dan perusahaan, menggunakan
pertimbangan yang baik sesuai dengan kelayakan di dunia pelayaran
Internasional.
Adalah tanggungjawab Nakhoda untuk menjamin agar kasus penyakit dan luka
mendapat pengobatan yang tepat dan meminta advis kepada instansi terkait
melalui sarana telekomunikasi yang tersedia di kapal.
Nakhoda harus menjamin bahwa kapal selalu bersih dan kondisi sanitasi setiap
saat sesuai standar perusahaan serta perundang-undangan dan peraturan yang
berlaku.

7.30 Tanggung Jawab nakhoda Terhadap Muatan


Nakhoda secara menyeluruh bertanggung jawab terhadap keselamatan dan
prosedur pengoperasian yang benar berkaitan dengan penanganan muatan di
dalam kapal.
Memeriksa dan mengawasi kegiatan bongkar-muat muatan terutama :
 Dalam hal keamanan muatan
 Kebenaran muatan yang diangkut
 Memberikan pengawasan terhadap muatan selama dalam pelayarannya.

7.31 Tanggung Jawab Nakhoda dalam Mengadakan Rapat Keselamatan


 Minimal setiap 1 (satu) bulan sekali, Nakhoda mengadakan dan memimpin
Rapat Keselamatan yang dihadiri seluruh awak kapal.
 Rapat membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan Sistem
Manajemen Keselamatan dan kesiapan awak kapal dan peralatannya
terhadap situasi darurat yang mungkin terjadi.
 Hasil rapat dibuatkan notulen dan daftar hadir serta dilaporkan kepada
DPA.

7.32 Tanggung Jawab Mualim I


Mualim I adalah Kepala Departemen Deck dan sebagai Perwira pengganti apabila
Nakhoda berhalangan. Mualim I bertindak sebagai pengawas langsung pekerjaan
di bagian dek yang sifatnya sangat berbahaya.
Mualim I bertanggung jawab kepada Nakhoda meliputi:
a. Menyelenggarakan tugas jaga navigasi.
b. Administrasi, pengawasan, pengoperasian yang aman dan ekonomis di
Departemen Dek, pemeliharaan semua ruangan dan perlengkapan dibawah
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 16 dari 28

tanggungjawabnya, dan ketepatan waktu dalam mempersiapkan semua


ruangan serta mengadakan pencatatan secara teliti dan benar.
c. Menyelenggarakan Buku Harian Deck, Buku Olah Gerak, Buku Catatan
Pembuangan Sampah, dan buku-buku catatan lainnya yang ada kaitannya
dengan Departemen deck dengan baik dan benar.
d. Memeriksa dan mengawasi kegiatan bongkar-muat muatan
e. Untuk pemeliharaan dari semua perlengkapan keselamatan, keselamatan jiwa
dan pemadam kebakaran, kecuali ditentukan secara khusus untuk
Departemen Mesin.
f. Sebagai Perwira pencegah kecelakaan bekerja sama dengan Masinis I. Untuk
menjamin kondisi kerja yang aman di atas kapal dan mengawasi semua
tingkat pekerjaan, khususnya yang berhubungan dengan kegiaan di deck,
agar dilaksanakan dengan aman sesuai dengan kecakapan pelaut yang baik.
g. Melaksanakan inspeksi yang dianggap perlu atau diperintahkan oleh Nakhoda.
h. Mengawasi pelatihan kadet deck.
i. Melaksanakan perawatan, pemeliharaan dan pengamanan pada skoci
penolong dan perlengkapannya.
j. Melaksanakan perawatan dan pemeliharaan dan pengamanan pada baju
pelampung, pelampung keselamatan dan perlengkapannya.
k. Melaksanakan pengawasan dan pengamanan pada Life Raft dan
perlengkapannya.
l. Melaksanakan pengawasan dan pengamanan pada alat-alat isyarat bahaya,
selang-selang dan nozzle pemadam, botol-botol pemadam api yang portable
dan alat-alat keselamatan jiwa dan pemadam kebakaran lainnya.
m. Menyelenggarakan dan memelihara alat-alat keselamatan jiwa dan pemadam
kebakaran.

7.33 Mualim I Mempersiapan Kapal Berlayar


Sebelum pemberangkatan kapal dari pelabuhan, Mualim I harus menjamin bahwa
anak buah Departemen Deck sudah lengkap, barang-barang dan perlengkapan
yang sudah cukup untuk pelayaran yang direncanakan, serta mengadakan
keamanan siap berlayar semua bagian yang menjadi tanggungjawab Departemen
Deck, terutama memberikan perhatian khusus terhadap keseimbangan kapal
(Stabilitet Kapal), penutupan kedap air seperti : Lobang bukan tanki ceruk (peak)
tanki muatan / bahan bakar. Mualim I mempersiapkan dan menjamin bahwa
persediaan air tawar cukup untuk pelayaran yang dimaksud.
Mualim I harus memeriksa dan melengkapi pelengkapan skoci penolong sebelum
berlayar. Mualim I harus memeriksa dan melengkapi peralatan keselamatan dan
pemadam kebakaran sesuai yang dipersyaratkan sebelum kapal berlayar.
Mualim I harus mengadakan inspeksi dan pengujian terhadap semua pekerjaan
yang menjadi tanggungjawabnya sebelum kapal meninggalkan dermaga atau
tempat berlabuh.

7.34 Mualim I – Kewajiban pada waktu Mutasi Naik ke Kapal


Pada waktu mutasi naik kapal, Mualim I harus melapor kepada Nakhoda, jika
Nakhoda berada ditempat dan kemudian langsung mengadakan inspeksi
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 17 dari 28

menyeluruh terhadap bagian-bagian kapal yang menjadi bagian tanggung jawab


departemennya, harus didampingi oleh Mualim I yang digantikan.
Mualim I pengganti juga harus memeriksa dan meyakinkan bahwa catatan-
catatan bagian Departemen deck dan buku-buku publikasi termasuk buku
catatan pembuangan sampah terselenggara dengan baik. Jika ditemukan kondisi
yang tidak memuaskan agar dilaporkan kepada Nakhoda.

7.35 Mualim I-kewajiban Pada saat Perbaikan kapal.


a. Membuat laporan kepada Ka. Armada tembusan Direktur tentang kerusakan
yang terjadi diatas kapal dan meminta petunjuk tentang cara perbaikan yang
harus dilaksanakan.
b. Membuat rencana kerja selama kapal dalam perbaikan dengan persetujuan /
petunjuk Manager Operasional tembusan Manager Teknik.
c. Mengawasi dan membuat laporan perkembangan selama kapal dalam
perbaikan.

7.36 Tanggung Jawab Mualim II


Mualim II bertanggungjawab kepada Nakhoda mengenai hasil kerja dan tindakan
yang seharusnya sebagai seorang Mualim Jaga dan Perwira Navigasi.
Bilamana bertugas menangani muatan atau Ballast, Mualim II bertanggung jawab
kepada Nakhoda melalui Mualim I.
Mualim II adalah Perwira Navigasi. Apabila lebih dari satu Mualim II diatas kapal,
Nakhoda akan menetapkan satu orang dari mereka ditunjuk sebagai Perwira
Navigasi.
Mualim II bertanggungjawab terhadap hal-hal sebagai berikut:
a. Melaksanakan tugas jaga berlayar.
b. Melaksanakan tugas jaga di Pelabuhan
c. Mempersiapkan perencanaan pelayaran sesuai petunjuk Nakhoda.
d. Menarik garis haluan di peta berdasarkan petunjuk & persetujuan dari
Nakhoda.
e. Memeriksa tersedianya peta-peta dengan koreksi terakhir dan buku-buku
navigasi untuk keperluan pelayaran yang direncanakan dan melakukan
koreksi sesuai dengan informasi terakhir yang ada di kapal.
f. Menentukan posisi kapal tengah hari dan menyiapkan posisi kapal tengah
hari.
g. Merawat dan memelihara semua peralatan dan navigasi serta menyiapkan
semua laporan dan pencatatan yang terkait, termasuk:
 Gyro compass dan perlengkapannya.
 Magnetic compass dan perlengkapannya
 Radar dan perlengkapannya termasuk peralatan anti tubrukan (ARPA).
 Satelite Navigator
 Global Positioning Syatem (GPS)
 Chronometer dan jam kapal
 Barometer dan semua peraltan meteorology
 Echo Souner
 Speed Log
 Sextant dan Azimuth
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 18 dari 28

 Lampu-lampu Navigas
 Perlengkapan Facsimile Cuaca
 Perlengkapan NAVTEX
 Perlengkapan pemeriksa kesehatan.
Perbaikan dan pemeliharaan terhadap perlengkapan tersebut menjadi
tanggung jawab Mualim II dan dilakukan sesuai dengan instruksi pabrik
pembuat. Kecuali perbaikan perlengkapan elektronik yang menjadi
tanggungjawab Mualim II, dilakukan oleh Perwira Radio atau teknisi dari
darat.
h. Melaksanakan perawatan dan pemeliharaan sosok benda termasuk bendera-
bendera, lampu-lampu navigasi dan alat-alat isyarat.
i. Melaksanakan pengamanan ruang kemudi, ruang peta dan navigasi serta
instrumennya termasuk teropong, teleskop, lampu aldis dan handy talky
selama kapal berada di Pelabuhan.
j. Memelihara handy talky, teropong, dan teleskop
k. Menyiapkan setiap laporan cuaca yang dibutuhkan,bekerjasama dengan
Perwira Radio.
l. Melaksanakan tugas sebagai Perwira kesehatan, mempersiapkan dan
menjamin bahwa persediaan peralatan keselamatan dan obat-obatan cukup
untuk pelayaran dimaksud.

7.37 Mualim II-Mempersiapkan kapal berlayar


a. Memeriksa buku-buku navigasi dan peta-peta yang dibutuhkan untuk
pelayaran diatas kapal dan mengoreksi dengan baik, perencanaan pelayaran
termasuk garis-garis haluan di peta sesuai prsetujuan Nakhoda.
b. Memeriksa fungsi semua perlengkapan navigasi dengan baik.
c. Menjalankan Gyro Compass pada waktu yang cukup sebelum berlayar.
d. Memeriksa ketepatan Gyro Compass dan semua repeater dengan Master
Compass.
e. Menghidupkan, mencocokkan dan melaksanakan inspeksi terhadap semua
peralatan navigasi di anjungan serta mempersiapkan perlengkapan
komunikasi (handy talky)
f. Memeriksa data perencanaan pelayaran dengan baik dalam ambang batas
keselamatan yang disetujui oleh Nakhoda yang harus dilaksanakan pada
navigasi elektronik.

7.38 Mualim II-Kewajiban Pada waktu mutasi Naik Kapal.


Pada waktu mutasi naik ke kapal, Mualim II harus melapor kepada Nakhoda jika
berada di tempat atau jika tidak ada ditempat melapor kepada perwira deck yang
bertugas. Mualim II pengganti agar berkonsultasi dengan Mualim II yang diganti
mengenai hal-hal yang menjadi tanggungjawabnya dan pada kesempatan
pertama harus melakukan inspeksi secara pribadi.
Apabila diketemukan kondisi tidak memuaskan harus dilaporkan oleh Mualim II
pengganti kepada Nakhoda.

7.39 Tanggung jawab Mualim III


Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 19 dari 28

a. Mualim III bertangung jawab kepada Nakhoda mengenai hasil kerja dan
tindakan yang seharusnya sebagai seorang Mualim Jaga dan Perwira Navigasi.
b. Bilamana bertugas menangani muatan atau ballas, Mualim III bertanggung
jawab kepada Nakhoda melalui Mualim I. Mualim III bertanggung jawab
terhadap hal-hal sebagai berikut:
 Melaksanakan tugas jaga berlayar
 Melaksanakan tugas jaga diPelabuhan
 Mempersiapkan perawatan, pemeliharaan dan pengamanan pada
skoci penolong dan perlengkapannya.
 Mempersiapkan perawatan dan pemeliharaan pada baju pelampung,
pelampung keselamatan dan perlengkapannya.
 Melaksanakan pengawasan dan pengamanan pada alat-alat isyarat
bahaya, selang-selang dan nozzle pemadam, botol-botol pemadam api
yang portable dan alat-alat keselamatan jiwa dan pemadam kebakaran
lainnya.
 Menyelenggarakan dan memelihara alat-alat keselamatan jiwa dan
pemadam kebakaran sesuai arahan Mualim I

7.40 Mualim III-Mempersiapkan kapal Berlayar


Mualim III harus memeriksa dan melengkapi perlengkapan sekoci penolong
sebelum kapal berlayar. Mualim III harus memeriksa dan melengkapi peralatan
keselamatan dan pemadam kebakaran sesuai yang dipersyaratkan sebelum
kapal berlayar.
Mualim III harus mengadakan inspeksi dan pengujian terhadap semua pekerjaan
yang menjadi tanggung jawabnya sebelum kapal meninggalkan dermaga atau
tempat berlabuh.
7.41 Mualim III-Kewajiban Pada Waktu Mutasi Naik Ke kapal
Pada waktu mutasi naik ke kapal, Mualim III harus melapor kepada Nakhoda jika
berada di tempat atau jika tidak ada di tempat melapor kepda Perwira Dek yang
bertugas. Mualim III pengganti agar berkonsultasi dengan Mualim III yang diganti
mengenai hal-hal yang menjadi tanggungjawabnya dan pada kesempatan
pertama harus melakukan inspeksi secara pribadi.
Apabila diketemukan kondisi yang tidak memuaskan harus dilaporkan oleh
Mualim III pengganti kepada Nakhoda.

7.42 Tugas-tugas Kadet Deck


Kadet deck diberikan tugas-tugas yang berhubungan dengan peningkatan profesi
mereka selanjutnya. Mereka bertanggung jawab kepada Nakhoda melalui Mualim
I terhadap hasil kerja dari pelaksanaan tugasnya.
Jadwal pelatihan yang ditentukan oleh perusahaan harus diikuti dan
dilaksanakan.
Kadet harus diberikan kesempatan belajar.

7.43 Tugas-Tugas dan Tanggug Jawab juru Mudi


Juru mudi bertanggung jawab kepada Mualim I mengenai hal-hal sebagai berikut:
a. Pada saat kapal berlayar, bertugas jaga anjungan melaksanakan siaga dan
menangani kemudi kapal.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 20 dari 28

b. Menyiapkan bendera-bendera, alat pemadam di deck dan perlengkapan


lainnya seperti yang diperintahkan oleh Mualim I atau Mualim jaga.
c. Memelihara dan menjaga kebersihan di anjungan serta bagian-bagian kapal
lainnya seperti yang diperintahkan oleh Mualim I
d. Menerima dan menghitung secara rutin dengan teliti mengenai air tawar
diatas kapal.
e. Menghidupkan dan mematikan penerangan di deck dan navigasi.
f. Mencatat dan melaporkan semua pelaksanaan kerjanya pada Mualim I.

7.44 Tugas dan tanggung jawab Serang


Serang bertanggung jawab kepada Mualim mengenai hal-hal sebagai berikut:
a. Pengaturan dan pelaksanan pemeliharaan rutin deck, pengawasan kerja
harian juru mudi dan kelasi.
b. Pengaturan tugas juru mudi dan kelasi dalam rangka pengaturan bongkar-
muat muatan, sandar/ labuh dan mengevaluasi hasil kerja mereka.
c. Siaga di haluan pada saat kapal olah gerak dan menyiapkan jangkar pada
saat lego / hibob.
d. Mencatat dan melaporkan semua pelaksanaan kerjanya pada mualim I

7.45 Tugas & tanggung jawab Kelasi


Kelasi bertanggung jawab kepada Mualim I mengenai hal-hal sebagai berikut:
a. Menjaga kebersihan deck, gang akomodasi, ruangan kamar mandi dan WC
umum dan pembuangan sampah.
b. Mengetok, menyikat dan mengecat deck, lambung, railing, pipa-pipa, struktur
serta peralatan dek lainnya.
c. Memberi pelumas pada sling, Derek, engsel-engsel pintu dan peralatan deck
lainnya.
d. Siaga di haluan pada saat kapal olah gerak dan menyiapkan jangkar dan tali
tambat dalam rangka sandar dan labuh.
e. Memantau volume minyak pada waktu jaga muat/ bongkar.
f. Memasang/ melepas selang muatan.
g. Mengawasi ketegangan tali pada waktu kapal sandar.
h. Mengawasi tangga kapal dan tangga pandu pada waktu kapal berlabuh/
sandar.
i. Melaksanakan/ menjaga keamanan kapal, ronda keliling dek pada saat kapal
sandar/ berlabuh.

7.46 Tanggung jawab Perwira radio


Jabatan Perwira Radio bertanggung jawab atas keseluruhan pengoperasian dan
pemeliharaan pada stasiun radio kapal.
Perwira Radio disamping melaksanakan tugas-tugas rutinnya dapat membantu
pemeliharaan dan perbaikan sarana elektonika yang lain atas permintaan
Nakhoda dan KKM, tanpa membantu tugas jaganya. Dalam hal perwira
administrasi dan layanan tidak ada di kapal, nakhoda melaksanakan tugas
administrasi, keuangan, permakanan dan layanan dikapal. Pada saat kapal
berolah gerak di pelabuhan, nakhoda berada dianjungan untuk stand by
melaksanakan komunikasi dengan pihak-pihak yang berwenang.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 21 dari 28

7.46.1 Perwira Radio-Kewajiban pada waktu Mutasi naik kapal


Adalah tanggung jawab Perwira radio yang digantikan untuk
memberikan kepada Perwira Radio yang menggantikan semua informasi
terkait mengenai instalasi radio, kondisi dan pengoperasiannya dan juga
memberikan informasi mengenai administrasi, keuangan, permakanan
dan layanan di kapal.
Percobaan terhadap instalasi dan perlengkapannya agar dilakukan
sampai yakin dianggap aman dan dipergunakan dengan baik dan
memenuhi persyaratan, Nakhoda agar diberitahukan setiap ada
kekurangan/ kelainan.
7.46.2 Perwira radio-Kewajiban sebagai Pemegang Administrasi, Keuangan dan
Permakanan.
a. Dokumen-dokumen dan sertifikat pelaut dan awak kapal sesuai
persyaratan, sertifikat dan surat-surat kapal sesuai persyaratan,
keuangan dan dokumen-dokumen lainnya harus diperiksa dan harus
lengkap/ cukup diatas kapal.
b. Membuat laporan Rekapitulasi Pendapatan kapal kepada kantor
sesuai dengan tata cara pelaporan lewat radio (khusus untuk kapal
radio dan penumpang)
c. Mengawasi kondisi dan perawatan peralatan dapur beserta
kelengkapannya.
d. Koordinator belanja atau perbekalan makanan di kapal.
e. Membuat Laporan absensi ABK sesuai dengan tata cara pelaporan
lewat radio.
7.46.3 Perwira Radio-Persiapan Kapal Layar
Sebelum kapal berangkat dari pelabuhan, perwira Radio agar
memastikan bahwa juru masak sudah lengkap berada diatas kapal.
Persediaan dan perlengkapan maknan di atas kapal cukup untuk
pelayaran yang direncanakan, serta pesawat dan peralatan yang
menjadi tanggungjawabnya telah dipersiapkan dengan baik dan benar.

7.47 Tugas dan Tanggung Jawab Juru Masak dan pelayan


Juru masak dan pelayan bertanggungjawab kepada Perwira Radio mengenai hl-
hal sebagai berikut :

7.47.1 Penyimpan makanan dan minuman


a. Mengajukan dan menyiapkan kebutuhan bahan makanan sesuai
menu.
b. Mengatur penempatan atau penyimpanan bahan-bahan makanan
basah/kering ke dalam gudang
c.Memasak makanan sesuai menu dengan memperhatikan nilai-nilai gizi
serta syarat-syarat kesehatan
d. Menyiapkan, menghidangkan makanan dan minuman di salon
Perwira dan ABK
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 22 dari 28

7.47.2 Pemeliharaan kebersihan dan kerapihan dapur serta peralatannya dan


pengadaan bahan-bahan makanan basah/kering
a. Menyiapkan usulan kebutuhan alat-alat dapur
b. Menjaga kebersihan dan kerapihan dapur, makanan, tempat
menyimpan makanan dan alat-alat dapur
c.Melaksanakan pengadaan bahan-bahan makanan basah/kering yang
diperlukan untuk pelayaran dimaksud.

7.47.3 Melaksanakan tugas seperti yang diperintahkan oleh Nakhoda/ Perwira-


perwira

7.48 Tanggung Jawab KKM


KKM adalah Kepala Departemen Mesin dan bertanggung jawab kepada Nakhoda
mengenai administrasi, pengawasan, keselamatan dan penghematan operasi
pada Departemen Mesin.

7.48.1 Dalam hal pengoperasian kapal tanggung jawab KKM adalah:


a. Untuk pengoperasian, pemeliharaan dan perbaikan yang tepat
guna pada semua mesin-mesin dan perlengkapan listrik, mesin
perlengkapan deck, mesin pendingin bahan makanan, dapur dan
perlengkapan lainnya seperti yang telah ditetapkan.
b. Tanggung jawab yang berhubungan dengan system muatan dan
mesin perlengkapan dek akan dilakukan bekerja sama dengan
Mualim I.
7.48.2 Untuk melaksanakan pengawasan yang ketat terhadap semua kegiatan
Departemen Mesin, KKM agar setiap saat memberitahukan mengenai
hal-hal sebagai berikut:
a. Tingkah laku dan kelakuan awak kapal Departemen Mesin.
b. Pemakaian dan persediaan yang ada mengenai bahan bakar dan
minyak lumas.
c. Kondisi dari mesin-mesin penggerak utama mesin Bantu, dan
mesin kemudi termasuk kinerja terakhir peralatan-peralatan
tersebut, perbaikan yang dibutuhkan, persediaan dan
penggunaan suku cadang Departemen Mesin.

7.48.3 Dalam hal pengawasan KKM harus bertindak sebagai berikut:


a. Untuk memastikan bahwa semua pekerjaan yang dilakukan oleh
awak kapal Departemen Mesin dilaksanakan dengan aman dan
benar sesuai kecakapan pelaut yang baik.
b. KKM secara pribadi agar mengawasi semua pekerjaan dengan
sifat bahaya yang tidak umum dan agar melihat bahwa semua
tindakan keselamatan diperhatikan dengan cermat.

7.48.4 Dalam hal kegiatan rutin:


a. Untuk persiapan yang semestinya dan pengiriman cara tepat
waktu semu korespondensi, laporan-laporan dan pencatatan
yang berkaitan dengan Departemen Mesin.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 23 dari 28

b. Semua korespondensi dan laporan tersebut harus dikirim melalui


dan ditanda tangani oleh Nakhoda.
c. Ini termasuk persiapan dari Departemen Mesin, laporan
pelayaran yang berkaitan dengan pengoperasian mesin dan
persiapan lapoan harian untuk bahan bakar, minyak pelumas dan
air tawar.

7.48.5 Catatan pabrik pembuat yang berkaitan dengan mesin-mesin dan


perlengkapannya, copy dari semua surat menyurat dan laporan yang
berhubungan dengan Departemen Mesin.

7.48.6 Untuk sering melakukan inspeksi keruangan mesin untuk memastikan


pengoperasian mesin-mesin dengan benar dan melihat bahwa awak
kapal yang mengoperasikan melakukan tugas-tugasnya dengan penuh
perhatian, serta melakukan inspeksi bersama dengan nakhoda
keseluruh bagian kapal sebagaimana diperlukan.

7.48.7 Untuk mengawasi pelatihan kadet mesin.

7.49 KKM-Kewajiban Pada Waktu Mutasi Naik Ke Kapal


Pada waktu mutasi naik kekapal, KKM agar melapor kepada Nakhoda kemudian
melaksanakan inspeksi bersama dengan KKM yang digantikan terhadap bagian-
bagian kapal, mesin-mesin dan perlengkengkapan kapal yang menjadi
tanggungjawabnya.
KKM yang menggantikan agar memastikan kondisi dari ketel uap, mesin utama
dan mesin Bantu, semua kompartemen dan perlengkapan yang menjadi
tanggungjawab Departemen Mesin. Dia juga memastikan jumlah bahan bakar,
minyak pelumas dan air tawar diatas kapal serta persyaratan untuk operasi kapal
yang akan datang. Setiap kondisi yang kurang memuaskan agar dilaporkan
kepada Nakhoda dan Manager Operasional. Jika waktu tidak memungkinkan
untuk melakukan inspeksi bersama, maka KKM yang digantikan harus membuat
memo tertulis kepada KKM yang menggantikan mengenai hal-hal yang berkaitan
dengan operasi kapal.
KKM yang menggantikan agar menerima semua catatan Departemen Mesin,
instruksi pabrik pembuat, gambar-gambar dan buku petunjuk lainnya.
Secepatnya setelah naik kekapal KKM yang menggantikan agar menyiapkan dan
mengirimkan kepada Kepala Bagian Operasional suatu laporan tertulis yang
menyatakan kondisi umum dari Departemen Mesin serta perlengkapannya.
Adalah kewajiban dari KKM yang digantikan untuk memberikan semua informasi
yang membantu dan perlu diperhatikan oleh KKM yang menggantikan dalam
menjalankan tugas Departemen Mesin secara aman, tepat guna dan ekonomis.

7.50 KKM-di Ruangan Mesin


Setiap olah gerak, diperairan sempit kapal sandar/ lepas sandar, naik dok atau
turun dok dan bila Nakhoda memerintahkan untuk stand by, agar KKM berada di
kamar mesin.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 24 dari 28

Bila kondisi stand by memerlukan waktu yang lama, KKM dapat mendelegasikan
tugasnya kepada Masinis I dan pelaksanaannya harus menyesuaikan waktu serta
memperhatikan keselamatan awak kapal dan muatannya yang menjadi prioritas
utama, agar KKM dapat beristirahat dengan cukup.

7.51 KKM-Persiapan Kapal Berlayar


Sebelum kapal berangkat dari pelabuhan, KKM agar memastikan bahwa awak
kapal Departemen Mesin sudah lengkap. Persediaan dan perlengkapan, jumlah
bunker suku cadang, minyak pelumas dan air tawar diatas kapal cukup untuk
pelayaran yang direncanakan, serta peralatan kapal yang menjadi
tanggungjawab Departemen Mesin telah dipersiapkan dengan baik.

7.52 Tanggung Jawab Masinis I


Masinis I adalah pejabat nomer dua untuk Departemen Mesin dan jika KKM
berhalangan, dia akan mengambil tugas dan tanggung jawab KKM.
Masinis I bertanggung jawab kepada KKM mengenai hal-hal berikut:

a. Melakukan tugas jaga di kamar mesin pada waktu kapal berlayar dan
dipelabuhan jika ditetapkan demikian.
b. Kondisi dan pemeliharaan mesin induk dan perlengkapannya.
c. Keselamatan dan efisiensi kegiatan Departemen Mesin sesuai dengan
pengarahan dan kebijaksanaan perusahaan dan yang ditetapkan oleh KKM.
d. Semua pekerjaan pemeliharaan yang berkaitan dengan tugas Departemen
Mesin dan untuk pengawasan yang semestinya terhadap semua personil yang
melaksanakan pekerjaan tersebut
e. Sebagai Masinis I bertanggung jawab dalam pencegahan kecelakaan
bersama Mualim I untuk memastikan kondisi kerja yang aman di atas kapal,
agar memperhatikan bahwa semua pekerjaan , terutama yang berhubungan
dengan kegiatan Departemen Mesin dilaksanakan dengan aman.
f. Melakukan tugas-tugas dan pekerjaan pemeliharaan sesuai jadwal
pemeliharaan terencana.
g. Melaksanakan tugas-tugas dan pekerjaan pemeliharaan sesuai jadwal
pemeliharaan terencana.
h. Merencanakan permintaan bunker dan minyak pelumas.
i. Pengoperasian dan pencatatan indikator pesawat-pesawat kelistrikan.
j. Pengoperasian, menjalankan system-sistem pendingin, system air condition,
panel listrik dan elektro motor.
k. Menyiapkan dan mengganti lampu-lampu penerangan dan lampu-lampu
navigasi apabila yang ada padam.
l. Kebersihan ruangan-ruangan mesin.

7.53 Masinis I- Kewajiban Pada Waktu Mutasi Naik Ke Kapal


Masinis I agar melapor kepada KKM dan kepada Nakhoda pada waktu mutasi naik
kekapal dan agar menanyakan kepada Perwira yang digantikan mengenai
kondisi mesin dan perlengkapan yang menjadi tanggung jawab Departemen
Mesin.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 25 dari 28

Jika mengijinkan, Masinis I dengan ditemani oleh Perwira yang digantikan


melakukan inspeksi ke kamar mesin dan bagian lain yang menjadi tanggung
jawabnya dan melaporkan setiap kekurangan yang ditemukan kepada KKM.

7.54 Tanggung Jawab Masinis II


Masinis II bertanggung jawab kepada KKM mengenai hal-hal berikut:
a. Melakukan tugas jaga di kamar mesin pada waktu kapal berlayar dan di
pelabuhan jika ditetapkan demikian.
b. Kondisi dan pemeliharaan mesin Bantu, kelistrikan, air compressor, pesawat-
pesawat darurat dan perlengkapannya dan sistem pendingin.
c. Melakukan tugas-tugas dan pekerjaan pemeliharaan sesuai jadwal
pemeliharaan sesuai jadwal pemeliharaan terencana.
d. Penerimaan bunker dan membuat laporan pemakaian dan sisa bahan bakar
dan minyak pelumas.
e. Melaporkan dan mencatat pemakaian bahan bakar dan minyak pelumas
kepada KKM.

7.55 Masinis II – Kewajiban Pada Waktu Mutasi Naik Ke Kapal


Masinis II agar melapor kepada KKM dan kepada Masinis I pada waktu mutasi naik
kekapal dan menanyakan kepada perwira yang digantikan mengenai kondisi
mesin dan perlengkapan yang menjadi tanggung jawabnya.
Masinis II dengan ditemani Perwira yang digantikan agar melakukan inspeksi
terhadap semua hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya dan melaporkan
semua kekurangan yang ditemukan kepada KKM.

7.56 Tanggung Jawab Masinis III


Masinis III bertanggung jawab kepada KKM mengenai hal-hl berikut:
a. Melakukan tugas jaga di kamar mesin pada waktu berlayar dan di pelabuhan
jika ditetapkan demikian
b. Kondisi dan pemeliharaan pompa-pompa dan FO/LO Furifier.
c. Melaksanakan tugas-tugas dan pekerjaan pemeliharaan sesuai jadwal
pemeliharaan terencana/ PMS.
d. Kondisi dan pemeliharaan pipa-pipa dan tangki-tangki bahan bakar dan
perlengkapannya.
e. Kondisi dan pemeliharaan pompa-pompa, alat pemindahan panas (heat
exchanger) dan perlengkapannya.

7.57 Masinis III-Kewajiban Pada Waktu Naik Ke Kapal


Masinis III agar melapor kepada KKM dan kepada Masinis I pada waktu mutasi
naik ke atas kapal dan agar menanyakan kepada Perwira yang digantikan
mengenai kondisi mesin dan perlengkapan yang menjadi tanggung jawabnya.
Masinis III dan Perwira yang digantikan agar melakukan inspeksi bersama
terhadap semua hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya dan melaporkan
semua kekurangan yang ditemukan kepada Masinis I.

7.58 Tanggung Jawab Masinis IV


a. Asisten dari Masinis 1
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 26 dari 28

b. Bertanggung jawab atas alat pemindah panas dan condensor

7.59 Tugas dan Tanggung Jawab Ahli Listrik


Perwira listrik bertanggung jawab kepada KKM melalui Masinis I dalam hal
berikut:
a. Pengoperasian dan pencatatan indikator pesawat-pesawat kelistrikan.
b. Penyiapan usulan permintaan serta mencatat pemakaian dan penerimaan
material atau suku cadang yang diperlukan sesuai kualitas yang telah
ditentukan.
c. Penganalisaan dan pengusulan rencana kerja pemeliharaan dan perbaikan
d. Mengoperasikan, menjalankan system pendingin, system air-condition, panel
listrik dan electromotor.
e. Mencatat indikator-indikator untuk mendeteksi apabila ada kelainan-kelainan
yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
f. Menyiapkan dan mengganti lampu-lampu navigasi apabila ada yang padam
g. Menyusun rencana kerja system air-condition, system mesin pendingin,
electromotor, panel listrik dan instalasi listrik agar dalam keadaan siap pakai.

7.60 Tugas dan Tanggung Jawab Mandor Mesin


Mandor mesin bertanggung jawab kepada Masinis I mengenai hal-hal berikut:
a. Pelaksanaan perawatan peralatan serta menjaga kebersihan/ ketertiban di
lingkungan Departemen Mesin.
b. Mengawasi kerja harian Juru Mesin dan mengatur serta membuat jadwal tugas
jaga Juru Mesin.
c. Menggantikan tugas juru mesin bila berhalangan
d. Membantu pelaksanaan kerja dan melaksanakan perintah dari Masinis I
e. Mengevaluasi hasil kerja mekanik bengkel dan juru mesin
f. Mencatat dan melaporkan semua pelaksanaan, kerjanya kepada Masinis I.

7.61 Tugas dan Tanggung Jawab Fitter/ Welder


a. Melaksanakan pekerjaan pengelasan dan pemasangan pipa-pipa, plat-plat di
deck atau mesin atas petunjuk Masinis I atau Mualim I.
b. Mengajukan permintaan kebutuhan material sehubungan dengan kebutuhan
pekerjaannya.
c. Membantu Masinis 1 untuk kerja harian.

7.62 Tugas dan Tanggung Jawab Juru Mesin (Oiler)


Juru Mesin bertanggung jawab kepada Masinis I melalui Mandor Mesin mengenai
hal-hal berikut:
a. Melaksanakan perintah kerja Masinis jaga pada waktu tugas jaga.
b. Menguasai, mengatasi dan mencatat semua alat-alat indikator pesawat yang
sedang berjalan dan memeriksa minyak pelumas.
c. Melaporkan kepada Masinis jaga apabila ada kelainan-kelainan pada pesawat
yang sedang berjalan.
d. Melaksanakan kerja harian di kamar mesin.
e. Membantu setiap ada tugas yang diperlukan pada waktu olah gerak dan harus
berada di kamar mesin.
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 27 dari 28

f. Membantu mencegah pencemaran laut dan keselamatan kerja,


g. Melaksanakan kebersihan pesawat-pesawat, peralatan kerja serta kamar
mesin.
h. Melaksanakan tugas lainnya seperti yang diperintahkan oleh Masinis I atau
Masinis Jaga.

7.63 Kadet Mesin


Kadet Mesin agar diberikan tugas-tugas yang berhubungan dengan peningkatan
profesi mereka di kemudian hari. Mereka akan bertanggung jawab kepada KKM
atau perwira yang ditunjuk untuk pelaksanaan tugas-tugas mereka. Kadet Mesin
harus diberikan kesempatan untuk belajar.

8 Komite Keselamatan Kapal

8.1 Maksud dan Tujuan


Tujuan dari organisasi keselamatan kapal adalah untuk membantu dan memberi
pertimbangan kepada nakhoda dalam melaksanakan program keselamatan
diatas kapal guna mengurangi kecelakaan awak kapal dan mencegah kerusakan
akibat kecelakaan.

8.2 Struktur Organisasi Keselamatan Kapal


Komite Keselamatan kapal terdiri dari Nakhoda, Kepala Departemen dan Perwitra
lain yang ditunjuk oleh Nakhoda.
Komite Keselamatan Kapal ini bertugas:
a. Menetapkan contoh-contoh yang baik dalam hal keselamatan dan
mengharuskan semua awak kapal untuk memperhatikan tindakan
pengamanan/ keselamatan
b. Menggunakan semua upaya dan inisiatif untuk menetapkan pelaksanaan
kerja yang aman diatas kapal.
c. Bekerja untuk mengurangi kondisi yang tidak aman dikapal semaksimal
mungkin dan bilamana ada penggantian atau penambahan sruktural yang
diperlukan agar diberitahu kepada DPA dengan penjelasan yang rinci.
d. Memberikan saran kepada DPA jika ada pengalaman atau hasil pengamatan
yang dialami dan mungkin berguna bagi kapal lain dalam pencegahan
kebakaran, kerusakan dan kecelakaan awak kapal.
e. Membantu Nakhoda pada setiap penyelidikan terhadap hal-hal yang
menyebabkan kecelakaan atau kebakaran.
f. Mendata permasalahan-permasalahan keselamatan dan menyarankan upaya
penanggulangan jika timbul masalah baru.
g. Mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan awak kapal dan
kebersihan.

8.3 Ketua Komite Keselamatan


Nakhoda adalah sebagai ketua Komite Keselamatan Kapal dan bertanggungjawab
dalam pelaksanaan untuk memanggil dan mengadakan pertemuan-pertemuan
yang harus dihadiri oleh semua anggota. Minimal setiap bulan sekali komite
mengadakan Rapat Keselamatan (Safety Meeting) dan dibuatkan notulen/ risalah
Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 28 dari 28

rapat yang ditandatangani oleh Nakhoda dan Sekretaris Komite Keselamatan


Kapal (Markonis).
Semua arsip surat menyurat dan Komite Keselamatan Kapal harus dirawat dan
disimpan dengan baik.

8.4 Sekretaris Komite Keselamatan Kapal


Nakhoda menunjuk seorang Markonis sebagai sekretarisnya yang akan mencatat
kegiatan-kegiatan komite dan mempersiapkan acara rapat serta mempersiapkan
notulen dan surat menyurat yang diperlukan.

8.5 Pertemuan Komite


Sekurang-kurangnya pertemuan dilaksanakan maksimal setiap tiga bulan sekai,
apabila perlu Nakhoda dapat mengadakan pertemuan tambahan.

8.6 Notulen Komite Keselamatan Kapal


Notulen dari setiap pertemuan Komite Keselamatan Kapal segera dipersiapkan
dan setelah ditanda tangani oleh ketua agar segera dikirimkan kepada DPA.

8.7 Komite Keselamatan


Komite Keselamatan yang dibentuk oleh DPA dalam setiap empat bulan sekali
diharuskan mengadakan pertemuan guna mengamati dan membahas kembali
noulen-notulen dari Komite Keselamatan Kapal. Hasil dari pembahasan ini akan
didistribusikan ke kapal-kapal perusahaan.

8.8 Perwira Keselamatan


Mualim I ( Chief Officer ) ditetapkan sebagai Perwira Keselamatan dan ia
bertanggung jawab pada perawatan seluruh perlengkapan keselamatan kapal
dan peralatan penanggulangan keadaan darurat, dengan pengecualian bahwa hal
khusus yang terjadi menjadi tanggung jawab KKM ( Chief Engineer ).
Pekerjaan perawatan alat-alat keselamatan kapal didelegasikan kepada Perwira
deck lainnya dimana pertanggung jawaban tetap berada pada Mualim I.

9 Penilaian Kinerja Awak Kapal

9.1 Maksud dari Penilaian


Tata cara ini dimaksudkan agar penilaian kinerja dan kecakapan pelaut dapat
dilaksanakan dengan tidak memihak dan dilaksanakan secara efektif.
Hasil dari penilaian digunakan sebagai acuan pada promosi dan rotasi awak
kapal. Selain memberi kesempatan komunikasi yang berkesinambungan antara
penilai dan bawahan. Tata cara ini adalah juga untuk mempermudah acuan dan
pengawasan yang diperlukan untuk pemahaman bagi Manajemen Personalia.
Hasilnya: Tata cara ini menjadikan awak kapal mempunyai kemampuan penuh
yang berhasil guna dan berdaya guna secara maksimal untuk kelancaran operasi.

9.2 Metode Penilaian


Revisi : 0.0
ORGANISASI KAPAL
Tgl Eff. : 02-11-09
PT. BOSOWA LLOYD

ISM CODE PK-SI-OPR-01 Hal. : 29 dari 28

Penilaian dilaksanakan oleh atasan di setiap bagian, awak kapal bagian deck oleh
Mualim I, bagian mesin oleh KKM serta ABK bagian layanan oleh Perwira Radio,
atasan di setiap bagian dinilai oleh Nakhoda.
Nakhoda melaksanakan penilaian secara keseluruhan dari seluruh awak kapal
dan penilaian dilaksanakan setahun sekali (setiap bulan Desember ) atau tiga
bulan pertama dari sign on dan disaat promote atau mutasi jabatan

9.3 Hal-hal yang harus diingatkan kembali selama penilaian awak kapal
a. Penilaian dan orang yang dinilai harus mengetahui dan bekerja satu sama lain
untuk waktu 3 (tiga) bulan atau lebih
b. Penilaian awak kapal harus didasari atas pengamatan dan penilaian terus
menerus .
c. Penilaian harus tidak memihak (harus obyektif)
d. Tolak ukur yang terinci harus dibuat untuk penilaian
e. Awak kapal yang telah dievaluasi harus diberikan bimbingan

9.4 Pedoman untuk penilaian


Pedoman untuk melaksanakan penilaian awak kapal mengacu kepada Formulir
Evaluasi Perwira dan ABK. Sebagai tambahan untuk prestasi kerja, penilai harus
memperhitungkan hal-hal terdaftar dibawah ini mengenai watak-watak kapal,
sudut pandang dan kehidupan sehari-hari :
a. Kejiwaan (rohani)
b. Watak
c. Sikap diatas kapal
d. Kesehatan jasmani
e. Kemampuan dan pengetahuan sesuai jabatannya
f. Kesanggupan untuk maju dan berkembang.
g. Bidang kemajuan pada kedudukan sekarang dan metode-metode untuk
perbaikan
h. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kehidupan (digambarkan secara
singkat)

Anda mungkin juga menyukai