SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 1 of 25
1. Maksud dan Tujuan
Tujuan dari prosedur ini adalah untuk menjelaskan tanggung jawab dan wewenang yang
berhubungan dengan kegiatan kapal dan hubungan kerja diantara awak kapal untuk menjamin
kelancaran penerapan Sistem Manajemen Keselamatan di atas kapal. Peraturan ini juga menetapkan
tanggung jawab dan wewenang dan bagian yang terkait pada organisasi Darat dengan maksud untuk
menjelaskan hubungan antara Perusahaan dengan kapal.
2. Ruang Lingkup Penggunaan
Peraturan ini menetapkan tanggung jawab, wewenang dan ruang lingkup kegiatan bagi semua pelaut
di atas kapal yang dikelola Perusahaan dan semua pegawai Darat serta berhubungan dengan Sistem
Manajemen Keselamatan di atas Kapal.
3. Struktur Organisasi
Organisasi untuk melaksanakan Sistem Manajemen Keselamatan Kapal dapat dilihat pada Pedoman
Manajemen Keselamatan.
4. Penempatan Awak Kapal
Sistem penempatan awak kapal oleh Perusahaan diatur berdasarkan peraturan dari Pemerintah atau
Instasi yang terkait.
4.1. Departemen di atas kapal
Awak kapal di atas kapal-kapal Perusahaan dibagi dalam 2 (dua) Departemen yang dipimpin
oleh masing-masing kepala Departemen sebagai berikut :
No Nama Departement Kepala Departement
1 Department Deck Mualim 1
2 Department Mesin Kapala Kamar Mesin (KKM)
4.2. Tanggung Jawab Umum Kepala Departemen
Semua Kepala Departemen bertanggung jawab kepada Nakhoda dalam pelaksanaan
administrasi, pengawasan, keselamatan dan keekonomian kegiatan Departemen yang
dipimpinnya. Mereka harus memberikan informasi yang lengkap kepada Nakhoda atas
semua kegiatan, kondisi perlengkapan dan perilaku bawahaannya.
4.3. Perwira Kapal
Semua Perwira Kapal bertanggung jawab kepada Nakhoda dan harus melaksankan semua
perintah dari Nakhoda maupun dari kepala Departemen.
4.4. Perwira Radio
Jabatan Perwira Radio adalah Radio Officer/ Marchonist.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 2 of 25
4.5. ABK (Anak Buah Kapal)
ABK harus melaksanakan dengan baik segala kemampuan mereka pada semua perintah yang
dilindungi undang-undang dari Nakhoda maupun dari Perwira Jaga, dari Kepala Departemen.
4.6. Intruksi Perusahaan
Intruksi dari Perusahaan untuk mengoprasikan kapal ditertibkan dengan klasifikasi sebagai
berikut:
1) Pedoman Kebijakan Pengoprasian Kapal
2) Perintah Umum
3) Pemberitahuan Khusus
4) Pengarahan Umum
5) Surat Edaran
6) Korespondensi
7) Pemberitahuan Kepada Nakhoda/ Distribusi
4.7. Buku Pedoman dan Prosedur Kerja
Pedoman Kebijakan Pengoprasian Kapal merupakan kebijakan dan perintah dalam
pengoprasian kapal Perusahaan. Pedoman ini berisi rincian kebijakan Perusahaan, intruksi
umum dan Informasi untuk membantu awak kapal dalam mengoprasikan kapal dengan
aman, efesien dan memenuhi standar yang benar.
Nakhoda harus menerapkan semua ketentuan operasional yang ditetapkan buku pedoman
ini dan mengawasi apakah semua Perwira Kapal dapat melaksanakan dengan benar keadaan
khusus dan kepentingan keselamatan, Nakhoda dapat bertindak menyimpang dari kebijakan
yang telah ditetapkan, bila dianggap perlu untuk menyelamatkan awak kapal, kapal dan
muatannya serta pencegahaan pencemaran lingkungan.
Isi dari buku pedoman ini tidak boleh diartikan untuk membebaskan Nakhoda atau awak
kapal lain dari tanggung jawab mereka yang ditetapkan oleh undang-undang atau
menghalangi mereka yang menggunakan akal pikiran dan kebijaksanaan yang didapat dapat
dipertanggung jawabkan setiap waktu.
Semua awak kapal wajib mempelajari dan memahami semua isi buku Pedoman ini,
khususnya terhadap bagian-bagian yang terkait dengan fungsi dan tugas mereka diatas kapal.
Buku Pedoman ini adalah milik perusahaan yang sifatnya rahasia, tidak boleh dibawa turun
dari kapal dan difoto copy tanpa seijin Direktur.
4.8. Pemberitahuan Kepada Nakhoda/ Surat Edaran
Pemberitahuan Kepada Nakhoda/ Surat Edaran ditunjuk kepada Nakhoda mengenai topik
tertentu yang mungkin hanya berlaku sementara dan memperkenalkan intruksi yang baru
dan intruksi tambahan.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 3 of 25
4.9. Korespondensi dan Perintah
Pokok-pokok materi korespondensi dan perintah antara Perusahaan dengan kapal
dilaksanakan sesuai ketentuan Perusahaan.
5. Kebijakan dan Ketentuan Umum
5.1. Maksud dan Tujuan
Kapal-kapal Perusahaan dipersiapkan untuk sarana jasa angkutan yang aman dan ekonomis
bagi kegiatan Perusahaan, Keselamatan awak kapal, Kapal, Lingkungan dan Muatan adalah
yang paling diutamakan dalam pengoprasian Kapal.
5.2. Kerja Sama
Keberhasilan dalam mencapai keselamatan yang tinggi dan standar operasi tergantung pada
kepedulian komunikasi dan kerjasama yang baik antara karyawan dalam organisasi yaitu
Nakhoda, Perwira, awak kapal, dan Manajemen di Darat. Kerjasama ini dibutuhkan setiap
saat dari semua bagian yang terkait.
5.3. Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah
Jika tidak ada pemberlakuan Peraturan International dan Peraturan Nasional untuk
mencegah tubrukan dilaut atau peraturan navigasi setempat pada perairan dimana kapal
sedang berlayar, kebijakan dan peraturan Perusahaan harus diambil sebagai pedoman
bilamana lebih sempurna dari peraturan lainnya. Isi dari pedoman ini atau intruksi lain yang
dikeluarkan Perusahaan tidak boleh ditasirkan untuk membebaskan Nakhoda, Perwira atau
awak kapal dari segala tanggung jawabnya, sebagaimana dinyatakan dalam undang-undang
International, Nasional atau peraturan pemerintah yang harus dipahami sesuai dengan
kecakapan pelaut yang baik.
Undang-undang atau peraturan tersebut harus dipegang teguh dan ditaati sepenuhnya
disamping kebijakan yang tercantum dalam Buku Pedoman. Peraturan International untuk
pencegahan tubrukan dilaut atau setiap peraturan navigasi setempat yang berlaku pada
perairan dimana kapal sedang berlayar harus ditaati terlepas dan intruksi apapun yang
diterima dari perusahaan.
5.4. Kebijakan Pencegahan Pencemaran Oleh Minyak
Semua kapal harus memenuhi atau sedapat mungkin melebihi kriteria Konvensi International
mengenai pencegahan pencemaran minyak dilaut sebagaimana berlaku. Segala upaya harus
dilakukan untuk penampung minyak sisa/ bekas di atas kapal untuk dipompakan ke
penampungan didarat. Hal ini akan membantu untuk memenuhi peraturan pencegahan
pencemaran oleh minyak. Kapal harus tunduk pada setiap ketentuan setempat, Nasional dan
Internasional mengenai pembuangan minyak atau sisa minyak.
Bila terjadi pencemaran semua langkah-langkah yang tepat harus dilakukan untuk
membersihkan tumpahan dan prosedur pelaporan yang benar. Harus dilaporkan baik kepada
Perusahaan maupun kepada Pejabat setempat atau perwakilan Pemerintah.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 4 of 25
5.5. Peraturan Garis Muat
Peraturan International dan Peraturan Nasional mengenai garis muat harus dipatuhi oleh
semua Nakhoda kapal Perusahaan.
5.6. Pergantian Komando
Dalam hal Nakhoda berhalangan/ tidak ada di tempat, maka Perwira senior bagian deck yang
berada di kapal mengambil alih komando sementara. Perwira ini selama menjabat
mempunyai wewenang penuh untuk mengeluarkan suatu perintah atau intruksi yang
biasanya diberikan oleh Nakhoda. Perwira yang menjabat akan bertanggung jawab kepada
Nakhoda dan Perusahaan untuk semua tindakannya.
5.7. Sertifikat Perwira Kapal
Sertifikat dari para Perwira Kapal harus bersertifikat pengukuhan watch keeping (STCW) yang
berlaku dibawa ke atas kapal dimana mereka ditempatkan dan dapat segera diperlihatkan
bilamana diperlukan. Sertifikat tersebut disimpan dalam satu tempat yang aman dan selalu
siap untuk diperiksa oleh pejabat yang berwenang.
5.8. Suku Cadang, Perlengkapan dan Perbekalan
Perwira kapal bertanggung jawab atas penyimpanan dan pemeliharaan secara baik semua
barang milik Perusahaan. Setiap pengeluaran suku cadang perlengkapan dan perbekalan
memerlukan ijin dari awak kapal penanggung jawab masing-masing Departement.
Pemakaian suku cadang, perlengkapan dan harus efesien dan ekonomis serta terdata/
tercatat dengan baik.
5.9. Rekomendasi Awak Kapal
Surat rekomendasi yang menyangkut awak kapal harus dilakukan oleh Nakhoda sebagai wakil
Perusahaan dan Nakhoda wajib membuat laporan kondite, jabatan dan lamanya bertugas di
atas kapal.
5.10. Surat Keluar
Awak Kapal tidak diperbolehkan menertibkan artikel apa saja yang menyangkut kegiatan
Awak Kapal atau material Perusahaan tanpa lebih dahulu ada persetujuan tertulis dari
Perusahaan.
6. Tata Tertib
6.1. Wewenang
Nakhoda mempunyai wewenang penuh terhadap semua orang di atas kapal.
Wewenang ini harus tetap terjaga. Mereka harus mematuhi perintah yang dikeluarkan oleh
Nakhoda dan setiap kelalaian atau penolakan perintah dianggap pelanggaran dan dapat
dikenakan sangsi sesuai peraturan.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 5 of 25
6.2. Dukungan Perusahaan
Nakhoda dan Perwira Kapal mendapat kepercayaan dari perusahaan dan bertindak sebagai
wakil perusahaan untuk menjaga ketertiban di atas kapal dan dapat menjatuhkan hukuman
yang sesuai bila perlu.
6.3. Kewajiban Perwira Kapal Dalam Menjaga Tata Tertib
Perwira kapal bertindak sebagai wakil Nakhoda dalam menjaga dan melaksanakan tata tertib
di atas kapal. Pelanggaran tata tertib harus cepat dilaporkan kepada kepala Departemen yang
terkait atau bila yang bersangkutan tidak ada ditempat, dilaporkan langsung kepada
Nakhoda.
6.4. Sangsi Pelanggaran Tata Tertib
Setiap pelanggaran tata tertib harus dikenakan sangsi sesuai dengan ketentuan hukum
bendera kapal dan kebangsaan dari kapal tersebut. Setiap sangsi harus didokumentasikan
dengan baik sesuai dengan persyaratan peraturan Pemerintah dan peraturan Perusahaan.
6.5. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
Nakhoda mempunyai wewenang penuh untuk memutasikan turun dari kapal dengan
dilengkapi berita acara yang dapat mendukung untuk diusulkan PHK terhadap Perwira atau
ABK yang tidak mempunyai kemampuan sesuai jabatannya atau melakukan pelanggaran
disiplin dan yang menolak perintah. Wewenang ini dilaksanakan dengan pertimbangan dan
dengan alasan yang tepat. Pemutusan Hubungan Kerja yang diusulkan dari kapal harus
ditinjau kembali oleh Manager Adm. Umum & HRD sebelum dilakukan Pemutusan Hubungan
kerja oleh Perusahaan. Alasan Pemutusan Hubungan Kerja dapat dikenakan terhadap
pelanggaran tata tertib dan persyaratan standar ketrampilan yang dipersyaratkan oleh
perusahaan tidak terpenuhi. Semua kasus pemecatan/ PHK harus di dokumentasikan dengan
baik. Prosedur pelaksanaan harus disesuaikan dengan bendera kapal, kebangsaan dari awak
kapal yang bersangkutan dan Perjanjian Kerja Laut yang disepakati, untuk lebih detail
mengenai prosedur ini dapat dilihat pada Peraturan Perusahaan.
6.6. Penyelundupan dan Perdagangan Pribadi
Dilarang keras melakukan penyelundupan dan perdagangan pribadi (membawa barang tanpa
dilengkapi dokumen yang sah), pelanggaran ketentuan tersebut dapat diancam PHK sesuai
peraturan yang berlaku di Perusahaan. Penyelundupan adalah suatu tindakan kejahatan yang
melawan hukum dan dapat diajukan ke Pengadilan.
6.7. Kebiasaan Tidak Jujur/ Berbohong
Kebiasaan bertindak tidak jujur/ berbohong, dapat diancam PHK oleh Perusahaan. Apabila
ketidak jujuran tersebut berakibat fatal, akan dituntut sesuai Undang-undang yang berlaku.
6.8. Minuman Keras, Narkotik, Obat-obatan Terlarang dan Senjata Tajam/ Senjata Api
Minuman keras, Narkotik, obat-obatan terlarang dan senjata tajam/ api tidak diperbolehkan
dibawa oleh awak kapal ke atas kapal, Peraturan ini harus diterapkan dengan tegas. Nakhoda
harus memeriksa tempat dan barang milik awak kapal sebelum kapal berlayar atau pada
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 6 of 25
kesempatan lain yang memungkinkan. Apabila Nakhoda menemukan barang-barang yang
dapat membahayakan terhadap Awak Kapal, Keselamatan kapal dan muatan, maka harus
diamankan. Barang-barang yang diamankan oleh Nakhoda, dibuat catatan di dalam Log Book
dengan mengisi pernyataan apakah barang tersebut dibuang atau disimpan. Jika akan
dibuang, harus sesuai dengan prosedur. Bukti Penerimaan diberikan untuk barang-barang
yang disimpan. Didalam kasus Narkotika dan obat-obatan terlarang, laporan lengkap dibuat
dan dikirimkan kepada Manager HR & GA dan Penguasa setempat sesuai yang diwajibkan
oleh undang-undang yang berlaku.
6.9. Awak Kapal Dibawah Pengaruh Alkohol, Narkotik dan Obat-obatan Terlarang
Tidak seorangpun dibawah pengaruh alkohol, narkotik dan obat-obatan terlarang diijinkan
naik ke atas kapal. Setiap awak kapal yang diketahui berada dibawah pengaruh alkohol,
narkotik dan obat-obatan terlarang, serta tindakan asusila di atas kapal harus dibebaskan dari
semua tugas dan diperintah untuk kembali kekamarnya. Apabila awak kapal tersebut tidak
mematuhi atau melawan atasan harus dikawal kekamarnya, jika diperlukan dikurung dan
dikunci pada ruangan tertutup serta setibanya kapal di pelabuhan tujuan, dimutasikan turun,
diserahkan kepada yang berwajib dan diusulkan untuk di PHK.
6.10. Hukuman Kurungan Awak Kapal
Tindakan pengurungan perlu dilakukan untuk mengekang dan membatasi orang-orang yang
diperkirakan dapat berbuat kekerasan. Orang-orang demikian harus dibawah pengawasan
sampai batas waktu mereka tidak menimbulkan kerugian terhadap dirinya atau kepada yang
lain atau barang-barang milk Perusahaan.
6.11. Perselisihan
Bila terjadi perselisihan atau perkelahian antara awak kapal, persoalan ini harus segera
dibawa kepada Nakhoda. Nakhoda harus mengambil tindakan-tindakan tata tertib dengan
mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Perusahaan. Nakhoda harus memanggil pihak-
pihak yang terlibat pertengkaran atau perkelahian ke kantornya, yang dihadiri oleh Mualim I
dan KKM serta memerintahkan kepadanya untuk menyelesaikan perselisihan tersebut.
Catatan mengenai kejadian dan intruksi yang diberikan harus dicatat dalam Log Book.
Apabila pertengkaran berlanjut, laporan lengkap dengan berita acara mengenai keadaan
darurat itu harus dibuat dan dikirim kepada Manager Adm. Umum & HRD. Apabila
keharmonisan kapal terganggu dengan serius, pelaku kerusuhan dapat diturunkan dari kapal
dan dibuatkan laporan lengkap dengan Berita Acara oleh Nakhoda. Jika menurut pendapat
Nakhoda, seorang awak kapal yang selalu menimbulkan keributan atau emosional dapat
membahayakan awak kapal yang lain, yang bersangkutan harus diturunkan dari kapal pada
kesempatan pertama dan dibuat laporan lengkap dan berita acara kepada Manager Adm.
Umum & HRD untuk selanjutnya dilaporkan kepada Direktur agar diusulkan untuk di PHK.
6.12. Pengaduan dan Keluhan
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 7 of 25
Nakhoda harus memberikan kesempatan kepada awak kapal untuk menyatakan
pengaduannya dan menyelidiki setiap kasus serta mengambil langkah-langkah secepatnya
untuk menjaga ketenangan di atas kapal. Keluhan yang wajar diputuskan sesuai prosedur
Hukum yang dapat dipergunakan, persetujuan secara musyawarah atau kebijakan P
erusahaan harus dilaksanakan sepanjang memungkinkan.
6.13. Kejahatan di Laut
Bila terjadi kejahatan dilaut lepas, Nakhoda harus memberitahukan kepada dan Agen di
pelabuhan berikutnya dengan menggunakan perangkat komunikasi yang tercepat. Nakhoda
harus meminta kepada Agen untuk meberitahukan kepada Polisi dan Penguasa Pelabuhan
setempat bila dianggap perlu.
6.14. Polisi Setempat
Apabila dibutuhkan bantuan Polisi setempat dapat dipanggil pada pelabuhan tersebut
7. Tugas dan Tanggung Jawab Awak Kapal
7.1. Pengaturan Tugas Bagi Semua Awak Kapal
Dalam buku pedoman ini, tercantum tanggung jawab dari semua awak kapal. Perlu dipahami
bahwa tugas-tugas yang berhubungan dengan tanggung jawab tersebut harus dilaksanakan
dengan aman, benar dan sesuai kecakapan pelaut yang baik.
Semua Awak Kapal Bertanggung Jawab Terhadap Nakhoda. Semua awak kapal bertanggung
jawab kepada Nakhoda melalui Kepala Departement masing-masing dan harus
melaksanakan semua perintah berdasarkan hukum.
7.2. Tanggung Jawab Semua Awak Kapal Dalam Hal Keselamatan
Walaupun secara umum tanggung jawab keselamatan pengoprasian kapal berada ditangan
Nakhoda, namun tanggung jawab ini juga berlaku terhadap semua Perwira dan ABK yang
harus selalu siaga untuk mencegah terjadinya kecelakaan di kapal dan pencemaran di laut.
7.3. Semua awak kapal jika mengetahui situasi atau menemukan sesuatu yang dapat
menimbulkan bahaya terhadap kapal dan muatannya, awak kapal, harta benda dan
lingkungan, harus segera dilaporkan kepada Nakhoda, masing-masing kepala Departemen
atau kepada Mualim jaga atau Masinis jaga, dengan demikian langkah-langkah pengamanan
dapat dilakukan secepatnya.
7.4. Peraturan Tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan
Perusahaan mewajibkan kepada semua personil melakukan setiap usaha untuk melindungi
lingkungan dan mencegah setiap pencemaran air atau udara yang berasal dari kapal.
7.5. Tingkah Laku
Perusahaan mengharapkan bahwa awak kapal harus bertingkah laku yang baik dan penuh
perhatian terhadap tugasnya dan menunjukan sikap yang sopan, bijaksana serta keterbukaan
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 8 of 25
terhadap yang lainnya, sehingga hubungan yang harmonis antara seluruh awak kapal dapat
terselenggara dengan baik pada setiap keadaan di atas kapal.
7.6. Penampilan
Perusahaan mewajibkan semua Perwira Kapal dan awak kapal berpakaian yang rapi dan
memakai seragam kerja apabila sedang bertugas jaga.
7.7. Familirisasi Terhadap Stasiun Keadaan Darurat dan Perlengkapannya
Segera setelah ditempatkan di atas kapal, setiap Perwira harus mengadakan familirisasi
terhadap stasiun keadaan darurat serta penggunaan perlengkapan pemadam kebakaran dan
keselamatan jiwa. ABK harus memeriksa daftar stasiun keadaan darurat yang ditempatkan
pada gang-gang dan tempat lainnya yang mudah terlihat, serta mengadakan familirisasi
terhadap tugasnya sesuai daftar stasiun keadaan darurat.
7.8. Familirisasi Perwira
Segera Setelah Ditempatkan di Atas Kapal :
1) Semua Mualim harus mengadakan familirisasi terhadap penataan, susunan dan
pengoprasian semua perlengkapan navigasi dan sistem muatan beserta perlengkapan
yang berada di bawah tanggung jawab Departemen Deck.
2) Semua Masinis harus mengadakan familirisasi terhadap semua penataan bangunan
kapal dan mesin-mesin dengan cara pengoprasian yang aman. Buku-buku petunjuk dari
pabrik pembuat harus dipelajari, KKM harus membantu setiap Masinis dalam
mempelajari buku-buku petunjuk tersebut kalau diperlukan.
7.9. Pemahaman Prosedur Kerja dan Pengkajian Ulang
Perwira yang baru bekerja di Perusahaan, pada saat melapor ke atas kapal untuk pertama
kalinya, diwajibkan mempelajari dan memeriksa Buku Pedoman, prosedur dan intruksi dari
Perusahaan, agar dapat secepatnya dipahami dan dilaksanakan dengan baik. Perwira yang
bertugas kembali setelah melaksanakan cuti harus memeriksa dan mempelajari ulang semua
Buku Pedoman, Prosedur, Intruksi dan Informasi lainnya yang mungkin ada tambahan atau
perubahan selama dia menjalani cuti.
7.10. Pergantian Perwira
Bilamana seorang Perwira turun dari kapal, adalah tugas dari Perwira yang akan diganti
semua informasi kepada Perwira pengganti yang berhubungan dengan tanggung jawab
jabatannya. Perwira yang diganti harus harus mengadakan serah terima kepada Perwira
pengganti mengenai semua barang milik kapal, publikasi, dokumen dan perlengkapan yang
menjadi tanggung jawabnya serta menyempaikan kondisi kapal saat itu dengan sebaik-
baiknya.
7.11. Perwira Pengganti dan Familirisasi
Perwira tidak dibenarkan untuk meninggalkan kapal sampai perwira pengganti melaporkan
diri dan melaksanakan serah terima dengan baik serta mengikuti prosedur familirisasi. Dalam
kasus keadaan darurat seorang Mualim dapat meninggalkan kapal apabila diijinkan oleh
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 9 of 25
Nakhoda dan bagi seorang Masinis dapat meninggalkan kapal tanpa pengganti apabila
diijinkan KKM serta Nakhoda, apabila tidak menggangu jalannya operasi kapal.
Apabila waktu tidak mengijinkan untuk melaksanakan prosedur serah terima yang harus
dipenuhi, maka Perwira yang akan diganti harus mempersiapkan sebuah memo tertulis untuk
Perwira pengganti yang memberikan semua rincian yang berhubungan dengan ketentuan
tugasnya dan setiap informasi yang dapat membantu Perwira pengganti dalam
melaksanakan tugas. Semua Perwira diharap membantu Perwira baru dalam melaksanakan
familirisasi terhadap kapal dan kebijakan Perusahaan, peraturan-peraturan dan prosedur.
7.12. Promosi
Setiap Perwira diharapkan memahami/ menguasai tugas dan tanggung jawab untuk jabatan
yang lebih tinggi. Dengan demikian, apabila ia dipromosikan atau timbul keadaan darurat, ia
dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan tepat guna. Perwira harus
mengambil kesempatan yang diberikan untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan
untuk memenuhi kualifikasi promosi. Perwira Muda dan bawahan yang dapat menunjukan
kemauan untuk maju harus diberikan dorongan dan bantuan untuk peningkatan
kemampuannya.
7.13. Pelatihan Umum
Semua Perwira mempunyai tanggung jawab untuk melatih Perwira Muda, Kadet dan ABK
dalam melaksanakan tugasnya, dan membantu mengembangkan kecakapan untuk
meningkatkan kemampuannya. Kepala Departemen bertanggung jawab kepada Nakhoda
untuk melatih awak kapal dari Departemennya dalam hal keselamatan dan kecakapan pelaut
yang baik untuk melaksanakan tugasnya.
Nakhoda harus memastikan bahwa Perwira jaga di anjungan terlatih dengan baik dalam
melaksanakan tugas jaga, menggunakan semua perlengkapan navigasi kapal dan harus
memahami serta mampu melaksanakan sepenuhnya tugas yang dibebankan kepada mereka.
KKM harus menjamin bahwa Masinis jaga terlatih dengan baik dalam melaksanakan tugas
jaga, mengoprasikan semua mesin, perlengkapannya harus memahami dan mampu
melaksanakan sepenuhnya tugas yang dibebankan kepada mereka.
7.14. Pelatihan Penanganan Kapal
Jika keadaan darurat memungkinkan, Nakhoda harus mengijinkan Mualim I untuk
melaksanakan olah gerak kapal agar dapat meningkatkan pengalaman dan keperayaan diri
dalam menangani kapal. Nakhoda harus mendampingi untuk meberikan petunjuk dan
mengawasi olah gerak tersebut. Sangatlah penting untuk memberikan pelatihan kepada
Mualim I mengenai penanganan kapal untuk mempersiapkan promosi sebagai Nakhoda.
7.15. Kerja Sama Dengan Penguasa/ Pejabat Pemerintah
Semua awak kapal diwajibkan sepenuhnya untuk mengadakan kerjasama dengan
Pemerintah, Biro Klasifikasi, Kesehatan dan wakil-wakil Pejabat organisasi lainnya dalam
pemeriksaan rutin kapal, awak kapal dan perlengkapannya.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 10 of 25
7.16. Barang Milik Kapal
Perwira bertanggung jawab untuk melindungi barang milik kapal terhadap kehilangan atau
kerusakan dan terhadap penggunaan barang yang berlebihan atau pemborosan yang
dilakukan oleh awak kapal.
7.17. Tanggung Jawab Nakhoda Terhadap Kelaikan Kapal
Nakhoda bertanggung jawab terhadap kelaikan laut dan keselamatan, efisiansi dan
pengoprasian secara ekonomis dari kapal, serta keselamatan semua awak kapal, muatan dan
perlengkapan di atas kapal serta pencegahan pencemaran laut.
Nakhoda harus mengetahui/ menguasai keadaan keseluruhan kapalnya, keadaan/ masa
berlakunya sertifikat dan surat-surat kapal serta dokumen-dokumen pelaut awak kapal yang
dipersyaratkan. Dalam melaksanakan tanggung jawabnya, Nakhoda harus menjamin bahwa
kapal dioperasikan sesuai dengan persyaratan yang berkaitan dengan Hukum, Peraturan,
Buku Pedoman ini dan intruksi Perusahaan lainnya serta sepenuhnya melaksanakan
kecakapan pelaut yang baik.
7.18. Pemegang Tanggung Jawab, Jika Nakhoda Berhalangan
Jika Nakhoda berhalangan Mualim senior di atas kapal mengambil alih tugas dan tanggung
jawab sebagai Nakhoda. Perwira yang dimaksud tercantum dalam Buku Pedoman ini sebagai
Perwira yang ditugaskan.
7.19. Keadaan Darurat
Dalam kasus keadaan darurat Nakhoda atau Perwira yang bertugas harus melakukan
langkah-langkah dalam mengambil keputusan yang diperlukan untuk melindungi jiwa, harta
benda dan lingkungan.
7.20. Nakhoda Sebagai Wakil Perusahaan
Nakhoda bertindak langsung sebagai wakil Perusahaan bertindak sebagai pengambil
keputusan dan tindakan yang dilakukan atas nama Perusahaan. Ia harus melaksanakan
tanggung jawab dengan menggunakan akal untuk mengambil keputusan yang baik setiap
saat. Manajemen darat setiap waktu siap memberikan petunjuk dan membantu Nakhoda
didalam melaksanakan tugas-tugasnya.
7.21. Penggantian Pimpinan Kapal
Sebelum dilaksanakan penggantian Pimpinan kapal, Nakhoda pengganti harus berkonsultasi
dengan Nakhoda yang diganti mengenai karakteristik, kemampuan olah gerak, kondisi awak
kapal dan masalah-masalah lain yang penting untuk keamanan dan pengoprasian yang
efesien. Tugas Nakhoda yang diganti untuk memberikan penjelasan kepada Nakhoda
pengganti mengenai informasi yang dapat membantunya didalam keamanan, efesiensi dan
pengoprasian kapal secara ekonomis.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 11 of 25
Jika waktu memungkinkan, Nakhoda pengganti dan Nakhoda yang diganti langsung
melakukan inspeksi terhadap kapal dan setelah itu Nakhoda pengganti harus mempersiapkan
dan menyampaikan laporan tertulis kepada Manager Armada mengenai hal-hal yang
berkaitan dengan kondisi umum kapal dan perlengkapannya. Apabila waktu tidak
mengijinkan bagi kedua tersebut untuk melakukan inspeksi bersama, maka Nakhoda yang
diganti harus mempersiapkan memo tertulis mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
operasional untuk Nakhoda pengganti dan kemudian harus melaksanakan inspeksi serta
menyerahkan laporannya kepada. Nakhoda yang akan digantikan harus menyerah terimakan
kepada Nakhoda pengganti semua dokumen kapal dan sertifikat serta semua informasi yang
akan berguna bagi jabatan Nakhoda dimasa yang akan datang.
7.22. Nakhoda Mepersiapkan Kapal Berlayar
Sebelum berlayar Nakhoda harus memastikan bahwa kapal laik laut dalam segala hal, dan di
atas kapal tersedia cukup barang-barang, bahan makanan, bahan bakar, minyak lumas dan
air tawar, semua dalam jumlah dan kondisi yang diisyaratkan untuk keselamatan pelayaran
yang dimaksud. Para perwira harus melakukan istirahat yang cukup sebelum kapal berlayar,
agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik ketika kapal berlayar meninggalkan
pelabuhan.
Nakhoda sebelum berlayar harus memastikan, tersedia dan cukupnya peta-peta dan buku
navigasi yang terbaru di atas kapal untuk pelayaran yang dimaksud dan perencanaan
pelayaran untuk navigasi telah dipersiapkan dengan baik dan benar. Nakhoda harus
memastikan bahwa Mualim I atau Perwira Jaga telah memeriksa sesuai cheklist anjungan
persiapan berlayar antara lain tentang perlengkapan anjungan, perlengkapan kemudi, kamar
mesin telah siap, trim dan stabilitas telah dihitung dan dalam keadaan aman, semua
penumpang telah pada posisi sesuai yang disediakan, semua mobil dan kendaraan lainnya
telah dalam keadaan terikat baik dan aman, pintu telah ditutup dan terkunci semua dalam
keadaan baik dan form cheklist telah ditanda tangani oleh Mualim I/ Perwira jaga.
7.23. Tanggung Jawab Nakhoda Pada Saat Berlayar
Nakhoda harus berada di atas kapal pada saat kapal berlayar, kecuali bila pada suatu kondisi
yang mengancam jiwanya. Nakhoda bertanggung jawab atas keamanan bernavigasi kapal.
Kapal harus berlayar sesuai dengan prinsip-prinsip kecakapan pelaut yang baik dan dengan
cara yang ditentukan dalam buku Pedoman ini seperti yang diisyratkan oleh peraturan.
Nakhoda diwajibkan untuk memelihara kecakapan pelaut secara tradisional dan menguasai
dengan baik navigasi elektronik, termasuk pelimpahan wewenang yang sesuai Peraturan dan
Undang-undang yang berlaku kepada Mualim-Mualimnya. Nakhoda harus membuat
ketentuan bahwa Perwira jaga pada saat bertugas sepenuhnya familiar dengan peraturan-
peraturan pelayaran yang berlaku dan mewajibkan kapal berlayar dengan mematuhi
ketentuan dari peraturan-peraturan tersebut.
7.24. Kehadiran Nakhoda di Anjungan
Nakhoda harus berada di anjungan pada saat-saat sebagai berikut :
1) Bila dipanggil oleh Perwira jaga.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 12 of 25
2) Pada saat berlayar didaerah jarak tampak terbatas.
3) Jika berada diperairan yang ramai.
4) Selama berlayar diperairan terbatas, Traffic Separation Schemes (TSS) atau berlayar
mendekati daratan.
5) Ketika memasuki atau meninggalkan pelabuhan, naik dok atau turun dok atau pindah
tempat di pelabuhan (dan sandar/ lepas sandar).
6) Jika kapal melintas dekat dengan beting, gugusan karang atau bahaya lainnya terhadap
navigasi.
7) Selama kondisi cuaca buruk dan pada setiap waktu yang lain dimana kemungkinan
kondisi tersebut dapat menimbulkan bahaya bagi awak kapal, dan kapalnya.
8) Pelayaran menyusuri pantai, alur pelayaran dan berlayar di sungai.
7.25. Pelimpahan Tugas dan Tanggung Jawab Nakhoda
Nakhoda bertanggung jawab pada keselamatan pengoprasian dan navigasi kapal, perlu
disadari bahwa kondisi terlalu lama dianjungan akan mengakibatkan keletihan, sehingga
menurunkan kewaspadaan dan efesiensi kerja dari Nakhoda. Oleh sebab itu, Nakhoda perlu
merencanakan sebelum kehadiranya di anjungan dengan menyesuaikan waktu serta
memperhatikan prioritas utama, sehingga dapat mendelegasikan tugas dan tanggung
jawabnya kepada Mualim I dengan aman, agar Nakhoda dapat beristirahat dengan cukup.
7.26. Tanggung Jawab Nakhoda Dalam Pengoprasian Secara Ekonomis
Nakhoda bertanggung jawab untuk meberikan perhatian khusus terhadap awak kapal dalam
pengoprasian kapal secara ekonomis. Nakhoda harus menjamin bahwa pengguna barang-
barang dan perlengkapan tidak boros, dan tidak menyimpan perbekalan serta bahan
makanan yang berlebihan agar penggunanya di atas kapal dapat dilaksanakan secara
ekonomis. Nakhoda harus membuat setiap usaha menekan biaya seminimal mungkin.
7.27. Tanggung Jawab Nakhoda Terhadap Koresponden, Pencatatan dan Pelaporan
Nakhoda bertanggung jawab terhadap ketelitian dan ketepatan waktu dalam hal
koresponden, pencatatan, pelaporan dan dokumentasi yang diwajibkan oleh Perusahaan
atau Pejabat Pemerintah sehubungan dengan urusan kapal.
7.28. Inspeksi Oleh Nakhoda
Nakhoda harus melaksanakan inspeksi kapal setiap hari. Inspeksi ini harus dijadwalkan agar
ruang selalu dalam keadaan bersih :
1) Geladak muatan diperiksa setiap hari diyakinkan muatan dalam keadaan tetap baik
dan terhadap bahaya kebakaran.
2) Ruang makan dan dapur sudah diperiksa setiap hari.
3) Ruang perbekalan, ruang pendingin bahan makanan, ruang cuci dan toilet dua kali
setiap minggu.
4) Ruang-ruang akomadasi setiap minggu.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 13 of 25
Sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan Nakhoda bersama-sama dengan semua Kepala
Departemen, melaksanakan inspeksi kapal secara menyeluruh. Hasil dari inspeksi ini dicatat
dalam buku harian
7.29. Tanggung Nawab Nakhoda Terhadap Kesehatan, Kesejahteraan dan Sanitasi (Kebersihan)
Nakhoda harus memberikan perhatian khusus kepada hal-hal yang dapat mempengaruhi
kesehatan dan kesejahteraan awak kapal dan harus sesuai dengan standar peraturan
Pemerintah dan Perusahaan, menggunakan pertimbangan yang baik sesuai dengan
kelayakan di dunia pelayaran International. Tanggung jawab Nakhoda untuk menjamin agar
kasus penyakit dan luka mendapat pengobatan yang tepat dan meminta saran/ masukan
kepada instansi terkait melalui sarana telekomunikasi yang tersedia di kapal. Nakhoda harus
menjamin bahwa kapal selalu bersih dan kondisi sanitasi perundang-undangan dan
peraturan yang berlaku.
7.30. Tanggung Jawab Nakhoda Terhadap Muatan
Nakhoda secara menyeluruh bertanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan
penumpang dan kendaraan serta muatan lainnya selama :
1) Dalam proses embarkasi penumpang dan kendaraan di Pelabuhan.
2) Selama dalam pelayaran.
7.31. Tanggung Jawab Nakhoda Dalam Mengadakan Rapat Keselamatan (Safety Meeting)
1) Minimal setiap tiga bulan sekali, Nakhoda mengadakan dan memimpin Rapat
Keselamatan (Safety Meeting) yang dihindari seluruh awak kapal.
2) Rapat membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan Sistem Manajemen
Keselamatan dan kesiapan awak kapal dan peralatannya terhadap situasi darurat
yang mungkin terjadi.
3) Hasil rapat dibuatkan notulen dan daftar hadir serta dilaporkan kepada DPA.
8. DEPARTEMEN DECK
8.1. Mualim I
Mualim I adalah Kepala Departemen Deck dan sebagai Perwira pengganti apabila Nakhoda
berhalangan. Mualim I bertindak sebagai pengawas langsung setiap pekerjaan di bagian deck
yang sifatnya sangat berbahaya.
8.1.1. Mualim I bertanggung jawab kepada Nakhoda meliputi :
1) Menyelenggarakan tugas jaga navigasi.
2) Administrasi, pengawasan, pengoprasian yang aman dan ekonomis di deck
Departemen, pemeliharaan semua ruangan dan perlengkapan di bawah
tanggung jawabnya, dan ketetapan waktu dalam mempersiapkan semua
ruangan serta mengadakan pencatatan secara teliti dan benar.
3) Menyelenggarakan Buku Harian deck, Buku Olah Gerak, Buku Catatan Minyak
dan Buku-buku catatan lainya, yang ada kaitannya dengan Departemen Deck
dengan baik dan benar.
4) Memeriksa dan mengawasi kegiatan pemuatan meyakinkan bahwa stabilitas
kapal dalam keadaan baik.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 14 of 25
5) Untuk pemeliharaan dari semua perlengkapan kesalamatan, keselamatan jiwa
dan pemadam kebakaran, kecuali ditentukan secara khusus untuk
Departemen Mesin.
6) Sebagai Perwira Keselamatan bekerjasama dengan Masinis I.
7) Untuk menjamin kondisi kerja yang aman di atas kapal dan mengawasi semua
tingkat pekerjaan, khususnya yang berhubungan dengan kegiatan di deck, agar
dilaksanakan dengan aman sesuai dengan kecakapan pelaut yang baik.
8) Melaksanakan inspeksi yang dianggap perlu atau yang diperintahkan oleh
Nakhoda.
9) Mengawasi pelatihan kadet deck.
10) Melaksanakan perawatan, pemeliharaan dan pengamanan pada sekoci
penolong dan perlengkapannya.
11) Melaksanakan pengawasan dan pemeliharaan pada baju pelampung,
pelampung keselamatan dan perlengkapannya.
12) Melaksanakan pengawasan dan pemeliharaan pada life raft dan
perlengkapannya
13) Melaksanakan pengawasan dan pengamanan pada alat-alat isyarat bahaya,
selang-selang dan nozzle pemadam, botol-botol pemadam api yang portable
dan alat-alat keselamatan jiwa dan pemadam kebakaran lainnya.
14) Menyelenggarakan dan memelihara alat-alat keselamatan jiwa dan pemadam
kebakaran.
8.1.2. Mualim I mempersiapkan kapal berlayar
Sebelum pemberangkatan kapal dari pelabuhan, Mualim I harus menjamin bahwa
anak buah kapal Departemen Deck sudah lengkap, barang-barang dan perlengkapan
cukup untuk pelayaran yang direncanakan, serta mengadakan keamanan siap
berlayar semua bagian kapal yang menjadi tanggung jawab Departemen Deck,
terutama memberikan
Perhatian khusus terhadap keseimbangan kapal (stabilitas kapal) penutupan kedap
air seperti : lubang bukan tanki ceruk (peak tank) tanki muatan/ bahan bakar.
8.1.3. Mualim I – Kewajiban pada waktu mutasi naik ke kapal
Pada waktu muatasi naik kapal Mualim I harus melapor kepada Nakhoda jika
Nakhoda berada di tempat dan kemudian langsung melakukan inspeksi menyeluruh
terhadap bagian-bagian kapal yang menjadi bagian tanggung jawab Departemennya,
harus didampingi oleh Mualim I yang akan digantikan.
Mualim I pengganti harus juga memeriksa dan meyakinkan bahwaa catatan-catatan
bagian Departemen Deck dan buku-buku publikasi termasuk buku catatan minyak
terselenggara dengan baik. Jika ditemukan kondisi yang baik memuaskan agar
dilaporkan kepada Nakhoda.
8.1.4. Mualim I – Kewajiban pada saat perbaikan kapal
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 15 of 25
1) Membuat laporan kepada melalui Nakhoda tentang kerusakan yang terjadi di
atas kapal dan meminta petunjuk tentang cara perbaikan yang harus
dilaksanakan.
2) Membuat rencana kerja selama kapal dalam perbaikan dengan persetujuan/
petunjuk Bagian Perawatan & Perbaikan.
3) Mengawasi dan membuat laporan perkembangan selama kapal dalam
perbaikan.
8.2. Mualim II
Mualim II bertanggung jawab kepada Nakhoda mengenai hasil kerja dan tindakan yang
seharusnya sebagai seorang Mualim jaga dan Perwira Navigasi. Bilamana bertugas
menangani muatan atau ballast. Mualim II bertanggung jawab kepada Nakhoda. Mualim II
adalah Perwira Navigasi. Apabila lebih dari satu Mualim II di atas kapal, Nakhoda akan
menetapkan satu orang dari mereka ditunjuk sebagai Perwira Navigasi.
8.2.1. Mualim II bertanggung jawab terhadap hal-hal sebagai berikut :
1) Melaksanakan tugas jaga berlayar.
2) Melaksanakan tugas jaga di pelabuhan
3) Mempersiapkan perencanaan pelayaran sesuai petunjuk dari Nakhoda.
4) Menarik garis haluan di peta berdasarkan petunjuk dan persetujuan dari
Nakhoda.
5) Memeriksa tersedianya peta-peta dengan koreksi terakhir BPI & NTM dan
buku-buku navigasi untuk keperluan pelayaran yang direncanakan dan
melakukan koreksi sesuai dengan informasi terakhir yang ada di kapal.
6) Menentukan posisi kapal tengah hari dan meyiapkan laporan posisi tengah
hari.
7) Merawat dan memelihara semua peralatan dan perlengkapan navigasi serta
meyiapkan semua laporan dan pencatatan yang terkait termasuk
a. Gyro compass dan perlengkapannya.
b. Magnetic Compass dan perlengkapannya.
c. Radar dan perlengkapannya termasuk peralatan anti tubrukan (ARPA)
d. Decca Navigator.
e. Satelit Navigator.
f. Global Positioning System (GPS)
g. Chronometer dan Jam Kapal
h. Barometer dan semua peralatan Meteorologi
i. Echo Sounder.
j. Speed Log.
k. Sextant dan Azimuth
l. Lampu-lampu navigasi
m. Perlengkapan Facsimile Cuaca
n. Perlengkapan NAVTEX
o. Perlengkapan pemeriksa kesehatan
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 16 of 25
Perbaikan dan pemeliharaan terhadap perlengkapan tersebut menjadi tanggung
jawab Mualim II dan dilakukan sesuai dengan instruksi pabrik pembuat. Kecuali
perbaikan perlengkapan elektronik yang menjadi tanggung jawab Mualim II,
dilakukan oleh perwira Radio atau teknisi dari darat.
1) Melaksanakan pengamanan ruang kemudi, ruang peta dan Navigasi serta
intrumennya termasuk teropong, teleskop, lampu aldis handy talky selama
kapal berada di pelabuhan.
2) Memelihara handy talky teropong dan teleskop.
3) Bekerjasama dengan KKM untuk mempersiapkan voyage report secara teliti
dan tepat waktu.
4) Menyiapkan setiap laporan cuaca yang dibutuhkan bekerjasama dengan
perwira Radio.
5) Melaksanakan tugas sebagai Perwira Kesehatan, mempersiapkan dan
menjamin bahwa persediaan peralatan kesehatan dan obat-obatan cukup
untuk pelayaran dimaksud.
8.2.2. Mempersiapkan kapal berlayar
1) Memeriksa buku-buku navigasi dan peta-peta yang dibutuhkan untuk
pelayaran di atas kapal dan mengoreksi dengan baik, perencanaan pelayaran
termasuk garis-garis haluan di peta sesuai persetujuan Nakhoda.
2) Memeriksa fungsi semua perlengkapan navigasi dengan baik.
3) Menjalankan Gyro Compass pada waktu yang cukup sebelum berlayar
4) Memeriksa ketepatan Gyro Compass dan semua repeater dengan master
compass
5) Menghidupkan, mencocokan dan melaksanakan inspeksi terhadap semua
peralatan Navigasi di anjungan serta mempersiapkan perlengkapan
komunikasi (Handy Talky)
6) Memeriksa data perencanaan pelayaran dengan baik dalam ambang batas
keselamatan yang disetujui oleh Nakhoda yang harus dilaksanakan pada
navigasi elektronik.
8.2.3. Kewajiban pada waktu mutasi naik ke kapal
Pada waktu mutasi naik ke kapal, Mualim II harus melapor kepada Nakhoda jika
berada di tempat atau jika tidak ada ditempat melapor kepada Perwira deck yang
bertugas.
Mualim II pengganti agar berkonsultasi dengan Mualim II yang diganti mengenai hal-
hal yang menjadi tanggung jawabnya dan pada kesempatan pertama harus
melaksanakan inspeksi secara pribadi. Apabila diketemukan kondisi yang tidak
memuaskan harus dilaporkan oleh Mualim II pengganti kepada Nakhoda.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 17 of 25
8.3. Mualim III
8.3.1. Tanggung jawab Mualim III :
1) Mualim III bertanggung jawab kepada Nakhoda mengenai hasil kerja dan
tindakan yang seharusnya sebagai seorang Perwira Jaga dan Perwira
Keselamatan.
2) Bilamana berugas menangani muatan atau ballast, Mualim III bertanggung
jawab terhadap hal-hal sebagai berikut :
a. Melaksanakan tugas jaga berlayar.
b. Melaksanakan tugas jaga di pelabuhan.
c. Melaksanakan perawatan, pemeliharaan dan pengamanan pada
alat keselamatan dan pemadam kebakaran sesuai arahan Mualim I.
8.3.2. Mualim III harus memeriksa dan melengkapi perlengkapan sekoci penolong sebelum
kapal berlayar. Mualim III harus memeriksa dan melengkapi peralatan keselamatan
dan pemadam kebakaran sesuai yang dipersyaratkan sebelum kapal berlayar.Mualim
III harus mengadakan inspeksi dan pengujian terhadap semua pekerjaan yang
menjadi tanggung jawabnya sebelum kapal meninggalkan dermaga atau tempat
berlabuh.
8.3.3. Kewajiban pada waktu mutasi naik ke kapal
Pada waktu mutasi naik ke kapal, Mualim III harus melapor kepada Nakhoda jika
berada ditempat atau jika tidak ada ditempat agar melapor kepada Perwira deck
yang bertugas. Mualim III pengganti agar berkonsultasi dengan Mualim III yang
diganti mengenai hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya dan pada kesempatan
pertama harus melaksanakan inspeksi secara pribadi. Apabila diketemukan kondisi
yang tidak memuaskan harus dilaporkan oleh Mualim III pengganti kepada Nakhoda.
8.4. Serang / Bosun
Serang / Bosun bertanggung jawab kepada Mualim I mengenai hal-hal sebagai berikut :
1) Pengaturan dan pelaksanaan pemeliharaan rutin deck, pengawasan kerja harian Juru
Mudi dan Kelasi.
2) Pengaturan tugas Juru Mudi dan Kelasi dalam rangka pengaturan bongkar muat,
sandar/ labuh dan mengevaluasi hasil kerja mereka.
3) Siaga di haluan pada saat kapal olah gerak dan menyiapkan jangkar pada saat let go
(lego)/ heave up (hibob).
4) Merawat kapal, tugas di haluan untuk jangkar dalam posisi kapal olah gerak dan
mencatat serta melaporkan semua pelaksana kerjanya kepada Mualim I.
8.5. Juru Mudi
Juru Mudi bertanggung jawab kepada Serang mengenai hal-hal berikut :
1) Pada saat kapal berlayar, bertugas jaga di anjungan melaksanakan siaga dan
menangani ke mudi kapal.
2) Menyiapkan bendera-bendera, alat-alat pemadam di deck dan perlengkapan lainnya
seperti yang diperintahkan oleh Mualim I atau Mualim Jaga.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 18 of 25
3) Memelihara dan menjaga kebersihan di anjungan serta bagian-bagian kapal lainnya
seperti yang diperintahkan oleh Mualim I.
4) Menerima dan menghitung secara rutin dengan teliti menganai air tawar di atas kapal.
5) Menghidupkan/ mematikan penerangan di deck dan navigasi
6) Mencatat dan melaporkan semua pelaksanaan kerjanya kepada mualim I.
8.6. Kelasi
Kelasi bertanggung jawab kepada serang mengenai hal-hal berikut:
1) Menjaga kebersihan deck, gang akomodasi, ruangan kamar mandi dan WC umum dan
membuang sampah.
2) Mengetok, dan menyikat dan mengecat deck, lambung railing, pipa-pipa, struktur
serta peralatan deck lainnya.
3) Memberi pelumasan sling, derek, engsel-engsel pintu dan peralatan deck lainya
4) Siaga di haluan pada saat kapal olah gerak dan menyiapkan jangkar dan tali tambat
dalam rangka sandar dan labuh.
5) Memantau volume minyak pada waktu jaga muat/ bongkar
6) Memasang/ melepas selang muatan.
7) Mengawasi ketegangan tali pada waktu kapal sandar.
8) Mengawasi tangga kapal dan tangga pandu pada waktu kapal berlabuh/ sandar.
9) Melaksanakan/ menjaga keamanan kapal, ronda keliling deck pada saat kapal sandar/
berlabuh.
8.7. Juru Masak (Koki) dan Pelayan
Juru Masak & Pelayan bertanggung jawab kepada Mualim I mengenal hal-hal berikut :
1) Penyiapan makan dan minum,
a. Mengajukan dan menyiapkan kebutuhan bahan makanan sesuai menu.
b. Mengatur penempatan/ penyimpanan bahan-bahan makanan basah/ kering
kedalam gudang.
c. Memasak makan sesuai menu dengan memperhatikan nilai-nilai gizi serta
syarat-syarat kesehatan.
d. Menyiapkan, menghindangkan makanan dan minuman di salon Perwira & ABK.
2) Pemeliharaan kebersihan/ kerapihan dapur serta peralatannya dan pengadaan bahan-
bahan makanan basah/ kering.
a. Menyiapkan usulan kebutuhan alat-alat dapur.
b. Menjaga kebersihan/ kerapihan dapur, makanan, tempat penyimpanan
makanan dan alat-alat dapur.
c. Melaksanakan pengadaan bahan-bahan makanan kering/ basah yang
diperlukan untuk pelayaran yang dimaksud.
3) Melaksanakan tugas seperti yang diperintahkan oleh Nakhoda/ Perwira-perwira.
9. DEPARTEMEN MESIN
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 19 of 25
9.1. KKM
KKM adalah Kepala Departemen Mesin dan bertanggung jawab kepada Nakhoda mengenai
administrasi, pengawasan dan keselamatan operasi pada Departemen Mesin.
9.1.1. KKM bertanggung jawab untuk pengoprasian, pemeliharaan dan pebaikan yang tepat
guna pada semua mesin perlengkapan deck, mesin pendingin bahan makanan, dapur
dan perlengkapan lainnya seperti yang telah ditetapkan.
9.1.2. Tanggung jawab yang berhubungan dengan sistem muatan dan mesin perlengkapan
deck akan dilakukan bekerja sama dengan Mualim I.
9.1.3. Untuk melaksanakan pengawasan yang ketat terhadap semua kegiatan Departemen
Mesin, KKM agar setiap saat meberitahukan mengenai hal berikut :
1) Tingkah laku dan kemampuan awak kapal Departemen Mesin
2) Pemakaian dan persediaan yang ada mengenai bahan bakar, dan minyak
pelumas.
3) Kondisi dari mesin penggerak utama mesin bantu dan mesin kemudi termasuk
kinerja terakhir peralatan-peralatan tersebut, perbaikan yang dibutuhkan,
persediaan dan penggunaan suku cadang Departemen Mesin.
9.1.4. KKM juga harus memastikan bahwa semua pekerjaan yang dilakukan oleh awak kapal
Departemen Mesin dilaksanakan dengan aman dan benar sesuai kecakapan pelaut
yang baik. KKM secara pribadi agar mengawasi semua pekerjaan dengan sifat bahaya
yang tidak umum dan agar melihat bahwa semua tindakan keselamatan diperhatikan
dengan cermat.
9.1.5. KKM membuat persiapan yang semestinya dan pengiriman secara tepat waktu
semua korespondensi, laporan dan pencatatan yang berkaitan dengan Depeartemen
Mesin. Semua korespondensi dan laporan tersebut harus dikirimkan melalui dan
ditanda tangani oleh Nakhoda. Ini termasuk persiapan dari Depeartemen Mesin,
laporan pelayaran yang berkaitan dengan pengoprasian mesin dan persiapan laporan
harian untuk bahan bakar, minyak lumas dan air tawar.
9.1.6. Minimal 4 (empat) kali sehari melakukan inspeksi ke ruangan mesin untuk
memastikan pengoprasian mesin-mesin dengan benar dan melihat bahwa awak
kapal yang mengoprasikan melakukan tugas-tugasnya dengan penuh perhatian,
serta melakukan inspeksi bersama dengan Nakhoda keseluruh bagian kapal
sebagaimana diperlukan.
9.1.7. Kewajiban pada waktu mutasi naik ke kapal
Pada waktu mutasi naik ke kapal, KKM agar melaporkan kepada Nakhoda kemudian
melaksanakan inspeksi bersama dengan KKM yang di gantikan terhadap bagian-
bagian kapal, mesin-mesin dan perlengkapan kapal yang menjadi tanggung
jawabnya. KKM yang menggantikan agar memastikan dari ketel uap, mesin utama
dan mesin bantu, semua kompartemen dan perlengkapan yang menjadi tanggung
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 20 of 25
jawab Departemen Mesin. Dia juga agar memastikan jumlah bahan bakar, minyak
lumas dan air tawar di atas kapal, serta persyaratan untuk operasi kapal yang akan
datang.
Setiap kondisi yang kurang memuaskan agar dilaporkan kepada Nakhoda untuk
diteruskan kepada Direktur. Jika waktu tidak mengijinkan untuk melakukan inspeksi
bersama, maka KKM yang digantikan harus membuat memo tertulis kepada KKM
yang menggantikan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan operasional kapal. KKM
yang menggantikan agar menerima semua catatan Departemen Mesin, instruksi
pabrik pembuat, gambar-gambar dan buku-buku petunjuk lainnya. Secepatnya
setelah naik kapal, KKM yang menggantikan agar meniliti jumlah dan kondisi
persedian dan suku cadang yang ada di kapal.
KKM yang menggantikan agar menyiapkan dan mengirimkan kepada melalui
Nakhoda ke suatu laporan tertulis yang menyatakan kondisi umum dari Departemen
Mesin serta perlengkapannya. Adalah kewajiban dari KKM yang digantikan untuk
memberikan semua informasi yang membantu dan perlu diperhatikan untuk
memberikan semua informasi yang membantu dan perlu menjalankan tugas
Departemen Mesin secara aman, tepat guna dan ekonomis.
9.1.8. Persiapan kapal berlayar
Sebelum kapal berangkat dari pelabuhan, KKM agar memastikan bahwa awak kapal
Departemen Mesin sudah lengkap. Persediaan dan perlengkapan, jumlah bunker
suku cadang, minyak lumas dan air tawar di atas kapal cukup untuk pelayaran yang
direncanakan, serta peralatan kapal yang menjadi tanggung jawab Departemen
Mesin telah dipersiapkan dengan baik.
9.1.9. Di ruangan mesin
Setiap olah gerak, di perairan sempit kapal sandar/ lepas sandar, naik dok atau turun
dok dan bila Nakhoda telah memerintahkan untuk standby, agar KKM berada di
kamar mesin. Bila kondisi standby memerlukan waktu yang lama, KKM
dapat mendelegasikan tugasnya kepada Masinis I dan pelaksanaannya harus
menyesuaikan waktu serta memperhatikan keselamatan awak kapal, kapal dan
muatannya yang menjadi prioritas utama, agar KKM dapat beristirahat dengan
cukup.
9.2. Masinis I
Masinis I adalah Pejabat nomer 2 untuk Departemen Mesin dan jika KKM berhalangan, dia
akan mengambil tugas dan tanggung jawab KKM.
9.2.1. Masinis I bertanggung jawab kepada KKM mengenai hal-hal berikut :
1) Melakukan tugas jaga di kamar mesin pada waktu kapal berlayar dan di
pelabuhan jika ditetapkan demikian.
2) Kondisi dan pemeliharaan mesin induk, dan perlengkapannya.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 21 of 25
3) Keselamatan dan efesiensi kegiatan Departemen Mesin sesuai dengan
pengarahan dan kebijakan Perusahaan dan yang ditetapkan oleh KKM.
4) Semua pekerjaan pemeliharaan yang berkaitan dengan tugas Depertaemen
Mesin dan untuk pengawasan yang semestinya terhadap semua personil yang
melaksanakan pekerjaan tersebut, terkecuali hal-hal tertentu yang telah
ditetapkan menjadi tugas Masinis II.
5) Sebagai Masinis I bertanggung jawab dalam pencegahan kecelakaan bersama
Mualim I untuk memastikan kondisi kerja yang aman di atas kapal, agar
memperhatikan bahwa semua pekerjaan, terutama yang berhubungan
dengan kegiatan Departemen Mesin dilaksanakan dengan aman
6) Melakukan tugas-tugas dan pekerjaan pemeliharaan sesuai jadwal
pemeliharaan terencana/ PMS
7) Kondisi dan pemeliharaan pompa-pompa, alat pemindahan panas (heat
exchanger) dan perlengkapannya.
8) Melaksanakan tugas-tugas dan pekerjaan pemeliharaan sesuai jadwal
pemeliharaan terancana/ PMS.
9) Melaporkan dan mencatat pemakaian bahan bakar dan minyak pelumas
kepada KKM.
10) Merencanakan permintaan bunker dan minyak pelumas.
11) Pengoprasian dan pencatatan indikator pesawat-pesawat kelistrikan.
12) Pengoprasian, menjalankan sistem mesin pendingin, sistem air condition,
panel listrik dan elektro motor.
13) Menyiapkan dan mengganti lampu-lampu penerangan dan lampu-lampu
navigasi apabila ada yang padam.
9.2.2. Kewajiban pada waktu mutasi naik ke kapal
Masinis I agar melapor kepada KKM dan kepada Nakhoda pada waktu mutasi naik ke
kapal dan agar menanyakan kepada Perwira yang digantikan mengenai kondisi mesin
dan perlengkapan yang menjadi tanggung jawab Departemen Mesin dan
perlengkapan yang menjadi tanggung jawab Departemen Mesin. Jika waktu
mengijinkan, masinis I dengan ditemani oleh Perwira yang digantikan melakukan
inspeksi kekamar mesin dan bagian lain yang menjadi tanggung jawabnya dan
melaporkan setiap kekurangan yang ditemukan kepada KKM.
9.3. Masinis II
9.3.1. Masinis II bertanggung jawab kepada Masinis I mengenai hal-hal berikut :
1) Melakukan tugas jaga di kamar mesin pada waktu kapal berlayar dan di
pelabuhan jika ditetapkan demikian.
2) Kondisi dan pemeliharaan motor bantu, air compressor, pesawat-pesawat
darurat dan perlengkapannya.
3) Melakukan tugas-tugas dan pekerjaan pemeliharaan sesuai jadwal
pemeliharaan terencana PMS.
4) Kondisi dan pemeliharaan pipa-pipa dan tanki-tanki dan perlengkapannya.
5) Kebersihan ruangan-ruangan mesin.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 22 of 25
9.3.2. Kewajiban pada waktu mutasi naik ke kapal
Masinis II agar melaporkan kepada KKM dan kepada Masinis I pada waktu mutasi
naik ke kapal dan menanyakan kepada Perwira yang digantikan mengenai kondisi
mesin dan perlengkapan yang menjadi tanggung jawabnya. Masinis II dengan
ditemani oleh Perwira yang digantikan, agar melakukan inspeksi terhadap semua hal-
hal yang menjadi tanggung jawabnya dan melaporkan semua kekurangan yang
ditemukan kepada KKM.
9.4. Masinis III
9.4.1. Masinis III bertanggung jawab kepada Masinis I mengenai hal-hal berikut :
1) Melakukan tugas jaga di kamar mesin pada waktu kapal berlayar dan di
pelabuhan jika ditetapkan demikian.
2) Kondisi dan pemeliharaan pompa-pompa, alat pemindahan panas (heat
exchanger) dan perlengkapannya.
3) Melaksanakan tugas-tugas dan pekerjaan pemeliharaan sesuai jadwal
pemeliharaan terencana/ PMS.
4) Melaporkan dan mencatat pemakaian bahan bakar dan minyak pelumas
kepada KKM.
5) Merencanakan permintaan bunker dan minyak pelumas.
9.4.2. Kewajiban pada waktu mutasi naik kapal
Masinis III agar melapor kepada KKM dan Kepada Masinis I pada waktu mutasi naik
ke kapal dan agar menanyakan kepada perwira yang digantikan mengenai kondisi
mesin dan perlengkapan yang menjadi tanggung jawabnya. Masinis III dan Perwira
yang pengganti agar melakukan inspeksi terhadap hal-hal yang menjadi tanggung
jawabnya dan agar melaporkan setiap kekurangan yang ditemukan kepada Masinis I.
9.5. Mandor
Mandor bertanggung jawab kepada Masinis I mengenai hal-hal berikut :
1) Pelaksanaan perawatan peralatan serta menjaga menjaga keberishan/ ketertiban
dilingkungan Departemen Mesin.
2) Pengawas kerja harian juru mesin dan mengatur serta membuat jadwal tugas jaga juru
mesin.
3) Mengevaluasi hasil kerja mekanik bengkel dan juru mesin.
4) Mencatat dan melaporkan semua pelaksanaan kerjanya kepada KKM.
5) Penyiapan usulan permintaan serta mencatat pemakaian dan penerimaan material/ suku
cadang yang diperlukan sesuai kulitas dan kuantitas yang telah ditentukan.
6) Penganalisaan dan pengusulan rencana kerja pemeliharaan dan perbaikan.
9.6. Juru Minyak (Oiler)
Juru Minyak bertanggung jawab kepada Mandor mengenai hal-hal berikut :
1) Melaksanakan perintah kerja Masinis dan mencatat semua alat-alat indikator pesawat
yang sedang berjalan dan memeriksa minyak pelumas.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 23 of 25
2) Menguasai, mengatasi dan mencatat semua alat-alat indikator pesawat yang sedang
berjalan dan memeriksa minyak pelumas.
3) Melaporkan kepada masinis jaga apabila ada kelainan-kelainan pada pesawat yang
sedang berjalan.
4) Melaksanakan pekerjaan harian dikamar mesin.
5) Membantu setiap ada tugas yang diperlukan pada waktu olah gerak dan harus berada
dikamar mesin.
6) Membantu mencegah pencemaran laut dan keselamatan kerja.
7) Melaksanakan kebersihan pesawat-pesawat, peralatan kerja serta kamar mesin.
8) Melaksanakan tugas-tugas lainnya seperti yang diperintahkan oleh masinis I atau Masinis
Jaga.
10. Komite Keselamatan di Kapal
10.1. Tujuan
Tujuan dari organisasi keselamatan kapal adalah untuk membantu dan memberi
pertimbangan kepada Nakhoda dalam melaksanakan program keselamatan di atas kapal
guna mengurangi kecelakaan awak kapal dan mencegah kerusakan akibat kecelakaan dan
kebakaran.
10.2. Struktur Komite Keselamatan di Kapal
Komite keselamatan kapal terdiri dari Nakhoda harus dibentuk pada setiap kapal. Komite
Keselamatan Kapal ini bertugas :
1) Menetapkan contoh-contoh yang baik dalam hal keselamatan dan mengharuskan
semua awak kapal untuk memperhatikan tindakan pengamanan/ keselamatan
2) Menggunakan semua upaya dan inisiatif untuk menetapkan pelaksanaak kerja yang
aman di atas kapal.
3) Bekerja untuk mengurangi kondisi yang tidak aman di kapal semaksimal mungkin dan
bilamana ada penggantian atau penambahan struktural yang diperlukan agar
diberitahukan kepada DPA, dengan penjelasan yang rinci.
4) Memberikan saran kepada DPA jika ada pengalaman atau hasil pengamatan yang di
alami dan mungkin berguna bagi kapal lain dalam pencegahan kebakaran, kerusakan
dan kecelakaan awak kapal.
5) Membantu Nakhoda pada setiap peneyelidikan terhadap hal-hal yang menyebabkan
kecelakaan atau kebakaran.
6) Mendata permasalahan-permasalahan keselamatan dan menyarankan upaya
penanggulangan jika timbul permaslahan baru.
7) Mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan awak kapal dan
kebersihan umum.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 24 of 25
10.3. Ketua Komite Kesalamatan di Kapal
Nakhoda dalah sebagai Ketua Komite Keselamatan di kapal dan bertanggung jawab dalam
pelaksanaan untuk memanggil dan mengadakan pertemuan-pertemuan yang harus dihadiri
oleh semua anggota.
10.4. Sekertaris Komite Keselamatan di Kapal
Nakhoda menunjuk seorang Mualim I sebagai sekertaris yang akan mencatat kegiatan-
kegiatan komite dan mempersiapkan acara rapat serta mempersiapkan notulen dan surat
menyurat yang diperlukan.
10.5. Jadwal Pertemuan
Minimal setiap 3 bulan sekali diadakan pertemuan Rapat Keselamatan (Safety Meeting) dan
dibuatkan notulen/ risalah rapat yang ditanda tangani oleh Nakhoda dan sekertaris komite
keselamatan kapal (Mualim I) , Semua arsip surat menyurat dan komite keselamatan kapal
harus dirawat dan disimpan dengan baik.
10.6. Notulen Komite Keselamatan di Kapal
Notulen dari setiap pertemuan Safety Meeting di kapal agar segera dipersiapkan dan setelah
ditanda tangani oleh ketua segera dikirimkan kepada DPA.
10.7. Komite Keselamatan Darat
Komite keselamatan di darat yang diketahui oleh DPA dalam 3 (tiga) bulan sekali diharuskan
mengadakan pertemuan guna mengamati dan membahas kembali notulen-notulen dari
Safety Meeting. Hasil dari pembahasan ini akan didistribusikan ke kapal-kapal Perusahaan.
10.8. Perwira Keselamatan
Mualim I ditetapkan sebagai Perwira Keselamatan dan ia bertanggung jaab pada perawatan
seluruh perlengkapan keselamatan kapal dan peralatan penanggulangan keadaan darurat,
dengan pengecualian bahwa hal yang khusus menjadi tanggung jawab KKM. Pekerjaan
perawatan alat-alat keselamatan kapal didelegasikan kepada Perwira Deck lainnya dimana
pertanggung jawaban tetap berada pada Mualim I.
11. Penilaian Kinerja Awak Kapal
11.1. Maksud Dari Penilaian
Tata cara ini dimaksudkan agar penilaian kinerja dan kecakapan pelaut dapat dilaksanakan
dengan tidak memihak dan dilaksanakan secara objektif. Hasil dari penilaian digunakan
sebagai acuan pada promosi dan rotasi awak kapal. Selain memberi kesempatan komunikasi
yang berkesinambungan antara penilai dan bawahan : Tata cara ini adalah juga untuk
mempermudah acuan dan pengawasan yang diperlukan untuk pemahaman bagi Manajemen
SDM Kapal.
Hasilnya :
Tata cara ini menjadikan awak kapal mempunyai kemampuan penuh yang berhasil guna
dan berdaya guna secara maksimal untuk kelancaran operasi kapal.
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.
SUMBER DAYA DAN PERSONIL
No. : HIS-006-001
Rev. : 00 – 01.05.21
PROSEDUR DI ATAS KAPAL Page : 25 of 25
11.2. Metode Penilaian
Penilaian dilaksanakan oleh atasan disetiap bagian, awak kapal bagian Deck oleh Mualim I
dan bagian Mesin oleh KKM. Atasan disetiap bagian dinilai oleh Nakhoda. Nakhoda
melaksanakan penilaian secara keseluruhan dari seluruh awak kapal dan penilaian
dilaksanakan minimal setahun sekali.
11.3. Hal-hal yang harus diingatkan kembali selama penilaian awak kapal
1) Penilai dan orang yang dinilai harus mengetahui dan bekerja satu sama lain untuk
waktu 3 bulan atau lebih.
2) Penilai awak kapal harus disadari atas pengamatan dan penilai yang terus menurus.
3) Penilai harus tidak memihak (harus objektif).
4) Tolak ukur yang terinci harus dibuat untuk penilaian.
5) Awak kapal yang telah dievaluasi harus diberikan bimbingan
11.4. Pedoman Untuk Penilaian
Pedoman untuk melaksanakan penilaian awak kapal mengacu kepada Form Evaluasi
Perwira dan ABK. Sebagai tambahan untuk prestasi kerja, penilai harus memperhitungkan
hal-hal terdaftar di bawah ini mengenai watak awak kapal, sudut pandang, dan kehidupan
sehari-hari :
1) Kejiwaan
2) Watak
3) Sikap di atas kapal
4) Kesehatan jasmani
5) Kemampuan dan pengetahuan yang sesuai jabatannya
6) Kesanggupan untuk maju dan berkembang
7) Bidang kemajuan pada kedudukan sekarang dan metode-metode untuk perbaikan
8) Faktor-faktor lain yang mempengaruhi kehidupan (digambarkan secara singkat)
PT. HASNUR INTERNASIONAL SHIPPING
ISM Code doc.