0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan8 halaman

Handout Anuitas Biasa

Dokumen ini membahas tentang anuitas biasa dalam konteks matematika keuangan syariah, termasuk definisi, jenis-jenis anuitas, serta cara menghitung cicilan, jumlah periode, dan nilai anuitas sekarang dan akan datang. Anuitas adalah rangkaian pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala, dan terdapat berbagai contoh serta rumus untuk menghitung nilai-nilai terkait. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan perbedaan antara bunga flat dan bunga efektif.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
39 tayangan8 halaman

Handout Anuitas Biasa

Dokumen ini membahas tentang anuitas biasa dalam konteks matematika keuangan syariah, termasuk definisi, jenis-jenis anuitas, serta cara menghitung cicilan, jumlah periode, dan nilai anuitas sekarang dan akan datang. Anuitas adalah rangkaian pembayaran tetap yang dilakukan secara berkala, dan terdapat berbagai contoh serta rumus untuk menghitung nilai-nilai terkait. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan perbedaan antara bunga flat dan bunga efektif.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HANDOUT ANUITAS BIASA

MATA KULIAH : MATEMATIKA KEUANGAN SYARIAH

Dosen Pengampu : Erika Suciani, [Link]., [Link]

Disusun Oleh :

Nur Leni Lailatulisca

12204183122

JURUSAN TADRIS MATEMATIKA

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG

2021
Tugas Pertemuan : Minggu Ke-tiga

Penyusun : Nur Leni Lailatulisca

Materi : Anuitas Biasa

PENDAHULUAN

Anuitas berasal dari kata bahasa inggris annuity yang dapat didefiniskan
sebagai rangkaian pembayaran atau penerimaan tetap yang dilakukan secara
berkala pada jangka waktu tertentu. Kata annuity asalnya berarti pembayaran
annual (tahunan), akan tetapi seiring berjalannya waktukata anuitas juga
mencakup pembayaran yang dilakukan pada interval waktu yang lain juga,
seperti pembayaran bulanan, tiga bulanan dan seterusnya.
Anuitas bukan barang baru lagi dalam kehidupan ekonomi kita. Tetangga
kita yang menyewa rumah atau Orang tua kita yang membelikan motor untuk
kita secara kredit, atau pun uang tabungan kita di bank yang setiap bulan
mendapatkan bunga, semuanya merupakan contoh konkret dari anuitas.

PEMBAHASAN

A. Definisi Anuitas
Anuitas adalah suatu rangkaian pembayaran atau penerimaan sejumlah uang.
Umumnya sama besar, dengan periode waktu yang sama untuk setiap pembayaran.
Pembayaran bunga pinjaman, bunga deposito, bunga oblogasi, cicilan kredit rumah,
kredit kendaraan, adalah contoh dari anuitas. Persamaan-persamaan untuk anuitas
diturunkan dengan menggunakan asumsi perhitungan bunga yaitu menggunakan bunga
majemuk.
Anuitas secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga macam; anuitas biasa
(ordinary annuity) yaitu jika pembayaran dilakukan setiap setiap akhir periode, anuitas
muka (annuity due) yaitu jika pembayaran dilakukan setiap awal periode, anuitas
ditunda (deferred annuity) yaitu pembayaran yang dimulai setelah beberapa periode.

B. Menghitung Besar Cicilan


Untuk mencari cicilan atau angsuran kita perlu mengetahui persamaan anuitas nilai
sekarang terlebih dahulu. Nilai sekarang anuitas ini adalah nilai sekarang dari
serangkaian pembayaran atau penermaan (arus kas) masa depan dengn jumlah
pembayaran atau penerimaan yang sama besarnya pada setiap periode, dalam jangka
waktu nilai periode. Secara sistematis, nilai anuitas sekarang dapat dirumuskan dengan :

( ( ) )
Keterangan:
PV = Present Value atau nilai di awal periode atau nilai sekarang
i = tingkat bunga per periode
n = jumlah periode
A = anuitas atau pembayaran per periode
( ( ) )
dalam persamaan diatas disebut faktor anutas nilai sekarang dan dinotasikan
dengan ̅ .
Dari persamaan diatas kita dapat menurunkan persamaan baru untuk mencari
cicilan atau angsuran, yaitu A.
̅

( ( ) )

( ( ) )

Contoh :

1. Ani meminjam uang di bang sebesar Rp 10.000.000 dengan bunga 12%. Jika
pinjaman tersebut harus ia lunasi dalam 24 kali cicilan bulanan, berapa besarnya
cicilan yang harus ia bayar setiap bulannya?
Jawab:
PV = Rp 10.000.000
n = 24
i =

2. Pak Budi akan meminjam uang untuk membeli sebuah mobil seharga Rp
80.000.000 untuk pembelian secara kredit, uang muka yang harus disiapkan Pak
Budi adalah 20% dan harus melunasinya dalam 36 kali angsuran dengan bunga
sebesar 21%. Berapa angsuran perbulan?
Jawab:
Besarnya Pinjaman = 80% x 80.000.000 = Rp 64.000.000
PV = Rp 64.000.000

i =

n = 36
̅

( ( )

C. Menghitung Jumlah Periode


Dari persamaan diatas, kita dapat menurunkan persamaan untuk mencari jumlah
periode atau n dengan cara sebagai berikut:
( ( ) )

( ( ) )

( ( ) )

(( ) )

( ) (( ) )

( )
( )

( )
( )

Contoh: KPR sebesar Rp 210.000.000 dikenakan bunga 18% p.a. jika besarnya
angsuran per bulan adalah Rp 3.783.889,18, dalam berapa lama KPR tersebut lunas?
Jawab:
PV = Rp 210.000.000

A= Rp 3.783.889,18

( ( )
(( ) )

( ( )
( )
n=120 bulan atau 10 tahun.
Jadi, KPR tersebut akan lunas dalam 120 bulan atau 10 tahun.

D. Menghitung Nilai Anuitas Sekarang


Secara umum persamaan anuitas nilai sekarang dirumuskan sebagai berikut:
( ( ) )

Keterangan :
PV = present value / nilai sekarang
i = interest rate / tingkat suku bunga
n = banyak periode (tahun, semester, cawu, triwulan dan bulan)
A = annuity / pembayaran periode

Kegunaan PV (Digunakan untuk menghitung) :


 Cicilan KPR, KPA, KKB (mobil dan montor)
 Cicilan sewa guna usaha
 Tingkat bunga efektif dari suatu pinjaman
 Lamanya periode waktu yang diperlukan
 Nilai sekarang dari rangkaian pembayaran di kemudian hari

Contoh : Tuan Magister meminjam uang ke bank sebesar Rp. 40.000.000 suku bunga
pinjam 18 % p.a. Berapakah besar angsuran pinjaman yang harus dibayar setiap bulan
jika pinjaman tersebut harus dilunasi selama 36 bulan ?

Jawab :

PV = Rp. 40.000.000, i = 18 % p.a. = = 1,5 % per bulan, A= ......?

( ( ) )

( ( ) )
Rp. 40.000.000 =

( )
Rp. 40.000.000 =

( )
Rp. 40.000.000 =

Rp. 40.000.000 = 27,66 sehingga : A = = Rp. 1.446.131, 598 / bulan


E. Menghitung Nilai Anuitas Akan Datang
Persamaan Anuitas nilai akan datang adalah sebagai berikut:
(( ) )

Keterangan:
FV = future value atau nilai pada akhir periode a nilai akan datang.
(( ) )
= disebut faktor anuitas nilai akan datang dan dinotasikan dengan ̀

Kegunaan FV:
 Mencari nilai akhir suatu tabungan atau nilai tabungan pada saat tertentu.
 Lamanya waktu yang diperlukan untuk bisa mencapai jumlah tabungan tertentu.
 Besarnya tabungan yang harus dilakukan setiap periode untuk bisa memperoleh
jumlah tertentu.

Contoh: hitunglah nilai akan datang (FV) dari tabungan Rp 1.000.000 yang disetorkan
setiap tahun selama ta tahun, mulai tahun depan, apabila tigkat bunga adalah 10% p.a.
diperhitungkan tahunan.

Jawab:

n=5

i = 10% = 0,1

A = Rp 1.000.000
(( ) )

(( ) )

F. Bunga Flat dan Bunga Efektif

Tingkat Bunga Flat adalah tingkat bunga yang dihitunga bersasarkan saldo
pinjaman awal. Muncul untuk pelunasan pinjaman dengan angsuran. Tingkat bunga
efektif (trial and error) adalah tingkat bunga yang relevan untuk dipertimbangkan bagi
para peminjam. Besarnya adalah 1,5x lipat tingkat bunga flat.

Kita bisa mendapatkan tingkat bunga efektif yang lebih akurat dengan melakukan
trial and error melalui persamaan anuitas nilai sekarang.

(( ) )

(( ) )
(( ) )

(( ) )

Dengan trial and error, kita akan mendapatkan I = 0,908 % per bulan atau I = 10,896%
p.a. 10,9% p.a.
DAFTAR PUSTAKA

Frensidy ,Budi. 2010. Matematika Keuangan edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.

[Link] diakses pada Kamis, 25 Maret 2021 Pukul 22.05


WIB

Rakhman dan Effendie. 2013. Matematika Aktuaria. Tanggerang Selatan : CV. Dwicitra
Grafindo.

Sunyoto, danang dan Henry Sarnowo. 2013. Matematika Untuk Keuangan dan
Ekonomi. Yogyakarta : CAPS.

Anda mungkin juga menyukai