0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan5 halaman

Pembinaan Administrasi Cegah Stunting

Dokumen ini membahas kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk mencegah stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana, Dumai Kota. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kebersihan lingkungan dalam pencegahan stunting. Dengan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, diharapkan prevalensi stunting dapat diturunkan secara signifikan.

Diunggah oleh

Ristiana Eka
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan5 halaman

Pembinaan Administrasi Cegah Stunting

Dokumen ini membahas kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk mencegah stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana, Dumai Kota. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kebersihan lingkungan dalam pencegahan stunting. Dengan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait, diharapkan prevalensi stunting dapat diturunkan secara signifikan.

Diunggah oleh

Ristiana Eka
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jurnal Pengabdian Masyarakat

Available online at:http://ejournal.stia-lk-dumai.ac.id/index.php/pesat


Vol. 3, No. 1, Februari 2024, pp. 175-179

Pembinaan Administrasi dalam Mencegah Stunting


di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana
Kecamatan Dumai Kota

Variza Aditiya1, Siltia Hema Rida2


1,2, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning Dumai
E-mail: variza.aditiya@gmail.com
Abstrak
Kata Kunci Salah satu ancaman terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah masalah
Aksi percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil survei status gizi Balita pada tahun 2022,
Mencegah prevalensi stunting Indonesia sebesar 21,6 persen. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung
Stunting KB) diharapkan menjadi sebuah potensi untuk pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam
upaya penurunan stunting. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)
ini dilaksanakan sebagai salah satu peran aktif dosen untuk terjun ke masyarakat dalam
mendharmabaktikan ilmu pengetahuan dan keahliannya yang konstruktif untuk lebih
meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting.

Abstract
One of the threats to improving the quality of human resources is the problem of accelerating
Keywords the reduction of stunting. Based on the results of a survey on the nutritional status of toddlers
Action in 2022, the prevalence of stunting in Indonesia is 21.6 percent. Quality Family Villages
Prevent (Kampung KB) are expected to have the potential to empower communities and families in
Stunting efforts to reduce stunting. Therefore, this Community Service (PKM) activity is carried
out as one of the active roles of lecturers to go out into the community to dedicate their
knowledge and expertise. which is constructive to further increase community
empowerment in stunting prevention.

1. Latar Belakang subur, masyarakat, balita, remaja dan lansia.


Sedangkan sasaran tidak langsungnya meliputi tokoh-
Kampung KB merupakan satuan wilayah tokoh masyarakat, organisasi masyarakat (PPKBD,
setingkat RW, Dusun atau yang setara dengan kriteria sub PPKBD, organisasi pemuda, dll), petugas lapangan
tertentu dimana terdapat keterpaduan program dan provider.
pembangunan antara program kependudukan,
Keluarga berencana, serta pembangunan keluarga Stunting merupakan salah satu masalah
dan pembangunan sector terkait dalam upaya kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia,
meningkatkan kualitas hidup keluarga dan begitu juga di Kota Dumai. Stunting adalah istilah
masyarakat. Kampung KB mempunyai tujuan untuk yang digunakan dalam kesehatan dan perkembangan
meningkatkan kualitas keluarga dan masyarakat anak untuk menggambarkan kondisi di mana anak
melalui program KKBPK (Kependudukan Keluarga tidak mencapai tinggi badan dan pertumbuhan fisik
Berencana dan Pembangunan Keluarga) yang yang seharusnya sesuai dengan usianya. Stunting
terintegrasi dengan sektor pembangunan lainnya. terjadi ketika anak mengalami kekurangan gizi kronis,
terutama pada masa awal kehidupannya, yang dapat
Hal tersebut sesuai dengan amanat Presiden mempengaruhi perkembangan otak, tubuh, dan organ
Republik Indonesia kepada BKKBN (Badan lainnya. Stunting merupakan indikator kekurangan gizi
kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang
agar dapat menyusun kegiatan/program yang dapat tidak memenuhi batas normal untuk usia anak tersebut
memperkuat upaya pencapaian target/sasaran (Akhyar et al., 2023).
pembangunan Bidang Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana. Sasaran Kampung KB terdiri Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh
dari sasaran langsung dan sasaran tidak langsung. Unicef, anak-anak yang mengalami stunting memiliki
Sasaran langsung meliputi keluarga, pasangan usia risiko yang lebih tinggi untuk mengalami masalah

175
Jurnal Pengabdian Masyarakat
Available online at:http://ejournal.stia-lk-dumai.ac.id/index.php/pesat
Vol. 3, No. 1, Februari 2024, pp. 175-179

kesehatan lainnya, seperti infeksi saluran pernapasan, Adanya regulasi dari Pemerintah Provinsi yaitu
masalah gizi, dan gangguan pertumbuhan (Akhyar et Gubernur lebih memperkuat dan merupakan salah
al., 2023). Terdapat sembilan kabupaten/kota di satu strategi penyelenggaraan Kampung Keluarga
Provinsi Riau dengan prevalensi stunting turun Berkualitas yaitu pengintegrasian program
diantaranya Kabupaten Kuansing turun 4,6 persen, pembangunan sumber daya manusia berbasis keluarga.
Indragiri Hulu turun 6,9 persen. Selanjutnya,
Kampung Keluarga Berkualitas Keberkahan
Pelalawan turun 10,0 persen, Kampar turun 11,2
Bersama Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai
persen, Rokan Hulu turun 3,8 persen, Bengkalis
Kota dibentuk pada tanggal 29 Agustus 2017. Setiap
turun 13,5 persen, Rokan Hilir turun 15,0 persen,
kegiatan dan program yang dilaksanakan di Kampung
Kepulauan Meranti turun 5,8 persen, dan Kota
KB dapat dirasakan kebaikan dan manfaatnya
Dumai turun 10,2 persen.
bersama-sama terutama dalam memenuhi kebutuhan
Sementara itu, terdapat kenaikan angka stunting masyarakat. Adanya Peraturan Peraturan Presiden No
di tiga kabupaten/kota, yakni Indragiri Hilir naik 0,1 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan
persen, Siak naik 3,0 persen, dan Kota Pekanbaru Stunting membuat Kampung KB Keberkahan
naik 5,4 persen. Pencegahan dan penurunan stunting Bersama lebih inisiatif dan inovasi sehingga
merupakan salah satu isu strategis dalam prioritas mempunyai inovasi berupa GAZING (Gazebo Infaq
pembangunan baik nasional maupun Provinsi Riau. Stunting) yang berkolaborasi dari Pokja Agama,
Kota Dumai salah satu kabupaten/kota di Riau yang Reproduksi, Pendidikan dan Pembinaan Lingkungan.
angka stunting nya menurun hingga 10,2 persen
GAZING dimanfaatkan sebagai wadah
dibandingkan pada tahun 2021. Namun demikian
pertemuan pemberian KIE bagi keluarga berisiko
tidak menutup kemungkinan angka stunting itu bisa
stunting dengan pemberian makanan bergizi dari
naik lagi kalau pemerintah dan masyarakat lalai
infaq kelompok perwiridan dari kelompok poktan,
dalam mengawal angka stunting di Kota Dumai.
dasa wisma yang ada Kelurahan Laksamana.
Untuk itu diperlukannya kerjasama antara pemerintah,
Pencegahan stunting tidak hanya tentang perbaikan
stakeholder yang berkait, pihak swasta, sekolah
gizi, tetapi juga tentang lingkungan, dan
tinggi dan masyarakat dalam mengawal dan
mengembangkan gaya hidup sehat sejak dini juga
memperhatikan angka stunting di Kota Dumai,
menjadi perhatian khusus, karena lingkungan yang
sehingga angka stunting di Kota Dumai menjadi nol
pada dasarnya tidak sehat, air yang tidak bersih, gaya
(0).
hidup sehat, dan lainnya juga dapat mengganggu gizi
Stunting merupakan ancaman terhadap kualitas anak dan kesehatan. Stunting disebabkan oleh
hidup, produktivitas, dan daya saing terhadap beberapa faktor, salah satunya adalah kebersihan
pembangunan sumber daya manusia, sebagai dampak yang buruk. Sebanyak 67 persen stunting disebabkan
dari terganggunya pertumbuhan otak dan oleh sanitasi yang buruk, antara lain kurangnya akses
perkembangan metabolisme tubuh dalam jangka terhadap air bersih, pengelolaan sampah yang tidak
panjang. Selain itu juga, stunting dapat terstruktur, dan 42,4 persen karena pengelolaan
mempengaruhi kemampuan anak belajar, sampah yang buruk (Marta et al., 2022)
menyebabkan keterbelakangan mental dan
munculnya penyakit kronis di tubuh anak. Kampung
Keluarga Berkualitas diharapkan menjadi ujung 2. Metode
tombak untuk mengatasi masalah stunting.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM)
Sejak adanya Instruksi Presiden Nomor 3 ini dilaksanakan di Kampung KB Kelurahan
Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Laksamana Kecamatan Dumai Kota pada:
Kampung Keluarga Berkualitas mendukung
keterlibatan lintas sektor di Kampung Keluarga
Berkualitas dengan mensinergikan program dan Hari/Tanggal : Senin/13 Maret 2023
kegiatan dari Kementerian/Lembaga berbasis Pukul : 09.00 WIB s.d. Selesai
desa/kelurahan menjadikan kegiatan yang ada di Tempat : Gazebo Balai KB
Kampung KB semakin aktif dan sangat berdampak Kelurahan Laksamana
positif bagi masyarakat Kelurahan Laksamana
khususnya karena ditambah dengan Regulasi berupa
Surat Keputusan Wali Kota Dumai Tahun 2023 Metode yang diterapkan dalam kegiatan PKM
dengan nomor: 476/200/2023 Tentang Kampung ini adalah Penyuluhan/ Pelatihan dan Simulasi
Keluarga Berkualitas Tingkat Kota Dumai sehingga (education approach). Menurut Samsudin (1987),
semua lintas sektor dan lintas program terpusat di
Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota.

176
Jurnal Pengabdian Masyarakat
Available online at:http://ejournal.stia-lk-dumai.ac.id/index.php/pesat
Vol. 3, No. 1, Februari 2024, pp. 175-179

b. Memastikan anak mendapatkan gizi yang baik


penyuluhan adalah sistem pendidikan non formal c. Membawa anak ke posyandu untuk
tanpa paksaan menjadikan seseorang sadar dan yakin mendapatkan imunisasi dan pemeriksaan
bahwa sesuatu yang diajarkan itu akan membawa ke kesehatan
arah perbaikan dari hal-hal yang dikerjakan atau d. Menjaga kebersihan lingkungan
dilaksanakan sebelumnya Teknik penyuluhan yang Selain partisipasi aktif, masyarakat juga perlu
digunakan adalah teknik komunikasi informatif dan memahami dan melaksanakan administrasi yang terkait
teknik komunikasi persuasif. dengan pencegahan stunting, seperti:
Teknik komunikasi informatif adalah proses
penyampaian pesan yang sifatnya "memberi tahu" a. Pencatatan dan pelaporan data stunting
atau memberikan penjelasan kepada orang lain. b. Pendataan keluarga berisiko stunting
Sasarannya yaitu kader posyandu dan masyarakat. c. Pemberian intervensi spesifik dan sensitif
Teknik komunikasi persuasif merupakan suatu teknik kepada keluarga berisiko stunting
komunikasi yang dilakukan agar orang lain bersedia Setelah penyampaian materi, dilanjutkan
menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan dengan diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, peserta
suatu perbuatan atau kegiatan dan lain sebagainya dapat memberikan pertanyaan dan mendapatkan
sesuai dengan yang diharapkan. Melalui pendekatan penjelasan langsung dari narasumber.
komunikatif diharapkan terjalin interaksi sosial yang Acara pertama PKM Pencegahan Stunting di
interaktif antara Tim PKM dan peserta yang Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan
konstruktif, kondusif, dan dinamis selama kegiatan. Laksamana Kecamatan Dumai Kota ditutup dengan
foto bersama dan penyerahan cinderamata kepada
Adapun tahapan kegiatan yang dilaksanakan, narasumberPeran masyarakat dalam bidang kesehatan
meliputi: a) perkenalan; b) penyajian materi oleh adalah keadaan dimana individu, keluarga maupun
narasumber; c) penyampaian informasi terkini masyarakat umum ikut serta bertanggung jawab
tentang pembinaan administrasi dalam pencegahan terhadap kesehtan diri, keluarga ataupun kesehatan
stunting; d) interaktif tanya jawab; serta e) foto masyarakat lingkungannya (Dep Kes RI, 1997, hal 5).
bersama dan ramah tamah. Oleh itu, peran masyarakat dalam mencegah stunting
adalah kunci dalam upaya mengatasi masalah
kesehatan ini secara efektif. Tujuan peran masyarakat
3. Hasil dan Pembahasan untuk:
Kegiatan pertama pada pelaksanaan PKM 1. Meningkatkan peran dan kemandirian, dan
Pencegahan Stunting di Kampung Keluarga kerjasama dengan lembaga-lembaga non
Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan pemerintah yang memiliki visiyang sesuai;
Dumai Kota diawali dengan acara pembukaan yang 2. Meningkatkan kuantitas jejaring
khidmat. Acara ini diawali dengan sambutan dari kelembagaan dan organisasi non pemerintah
Ketua PKM, yang menyampaikan tujuan dan harapan dan masyarakat;
dari kegiatan PKM ini. 3. Memperkuat peran aktif masyarakat dalam
Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KB setiap tahap dan proses pembangunan melalui
Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota. peningkatan jaringan kemitraan dengan
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan masyarakat.
dukungan penuh terhadap kegiatan PKM ini dan Sebagai bentuk kepedulian, STIA Lancang
berharap agar kegiatan ini dapat memberikan Kuning Dumai menyerahkan bantuan peralatan
manfaat bagi masyarakat dalam mencegah stunting. memasak kepada pengurus Kampung KB, yang dapat
Sebagai acara puncak, narasumber yang dilihat pada Gambar 1.
kompeten menyampaikan materi Pembinaan
Administrasi dalam Mencegah Stunting di Kampung
Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana
Kecamatan Dumai Kota. Materi ini disampaikan
dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh
peserta.
Intisari dari materi tersebut adalah bahwa
masyarakat memiliki peran penting dalam
pencegahan stunting. Peran ini dapat dilakukan
melalui partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan
yang terkait dengan pencegahan stunting, seperti:

a. Mengikuti penyuluhan dan edukasi tentang


stunting
Gambar 1. Penyerahan Bantuan
177
Jurnal Pengabdian Masyarakat
Available online at:http://ejournal.stia-lk-dumai.ac.id/index.php/pesat
Vol. 3, No. 1, Februari 2024, pp. 175-179

c. Prevalensi stunting dalam masyarakat berkurang.


Kegiatan PKM ini merupakan salah satu upaya
untuk mencapai target nasional dalam penurunan angka
stunting. Dengan kerjasama dan komitmen dari semua
pihak, diharapkan stunting dapat diatasi dan generasi
penerus bangsa dapat tumbuh dan berkembang dengan
optimal..

4. Kesimpulan 5. Daftar Pustaka


Kegiatan PKM tentang pencegahan stunting telah
dilaksanakan dengan sukses dan mencapai tujuannya. Akhyar, F., Fahrudin, T., Gunawan, P. H., & Mandala, S.
Seluruh peserta, baik kader posyandu maupun (2023). Aksi Cegah Stunting Melalui Aplikasi
masyarakat, mampu memahami pentingnya mencegah Sagita: Status Gizi Balita penting di Indonesia,
dan menurunkan angka stunting. Hal ini terlihat dari
terutama di Desa Lengkong, Jawa Barat. 7(2),
antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan dan
aktifnya mereka dalam diskusi dan tanya jawab. 1116–1128.
Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Margayaningsih, D. W. I. I. (2019). Peran Masyarakat
holistik dan kolaboratif. Pendekatan holistik berarti Dalam Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di
bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek Desa. Unita, 72– 88.
kesehatan, tetapi juga aspek lain yang dapat Marta, A., Purba, C. G., Putri, M. C., Saulina, N., Elvina,
mempengaruhi stunting, seperti gizi, pendidikan, dan N. P., Maulina, N., Permai, P., Ikhsan, R. N.,
sanitasi. Pendekatan kolaboratif berarti bahwa kegiatan
Ramadhan, R. A., Safira, S., & Gusnedi, W. I.
ini melibatkan berbagai pihak terkait, seperti
pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah, dan (2022). Inovasi Mahasiswa Kukerta UNRI 2022
masyarakat. Dalam Pencegahan Stunting di Wilayah Kampung
Dalam upaya mencegah stunting, KB menjadi KB RW 08 Kelurahan Tangkerang Barat.
platform yang memfasilitasi implementasi lima pilar ABDIMAS EKODIKSOSIORA: Jurnal
strategis, yaitu: Pengabdian Kepada Masyarakat Ekonomi,
a. Gizi dan nutrisi yang baik: Memberikan Pendidikan, Dan Sosial Humaniora (e-ISSN:
edukasi dan pendampingan kepada 2809-
masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang
3917), 2(2), 66–
dan pemberian makanan bergizi kepada anak-
anak. 75.https://doi.org/10.37859/abdimasekodiks
b. Perawatan kesehatan yang adekuat: osiora.v2i2.3918
Meningkatkan akses dan kualitas layanan Priyono, P. (2020). Strategi Percepatan
kesehatan bagi ibu hamil dan anak-anak, PenurunanStunting Perdesaan (Studi Kasus
termasuk pemeriksaan kehamilan, imunisasi, Pendampingan Aksi Cegah Stunting di Desa
dan pemberian vitamin. Banyumundu, Kabupaten Pandeglang). Jurnal
c. Pelayanan air bersih dan sanitasi yang
Good Governance, 16(2), 149–
memadai: Meningkatkan akses masyarakat
terhadap air bersih dan sanitasi yang layak 174.https://doi.org/10.32834/gg.v16i2.198
untuk mencegah penyakit dan meningkatkan Purbowati, M. R., Ningrom, I. C., & Febriyanti, R.
kesehatan. W. (2021). Gerakan Bersama Kenali, Cegah, dan Atasi
d. Pendidikan dan kesadaran masyarakat: Stunting Melalui Edukasi Bagi Masyarakat di Desa
Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Padamara Kabupaten Purbalingga. AS- SYIFA:
masyarakat tentang stunting dan cara
Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Kesehatan
pencegahannya.
e. Kolaborasi lintas sektor: Membangun Masyarakat,
kerjasama dan koordinasi antara berbagai 2(1),15.https://doi.org/10.24853/assyifa.2.1.15-
pihak terkait dalam upaya pencegahan 22
stunting. Sari, N. (2021). Partisipasi Masyarakat dalam Program
Setelah PKM ini dilakukan, diharapkan: Kampung KB Selama Covid-19 Ditinjau dari
a. Kader posyandu dan masyarakat mampu Fungsi Keluarga di Kota Dumai. 8.
menciptakan lingkungan yang mendukung
Timisela, N. R., Leatemia, E. D., Polnaya, F. J.,
pertumbuhan dan perkembangan anak-anak
secara optimal. Kembauw, E., Mailoa, M., Nurjannah, N.,
b. Generasi yang lebih sehat dan berkualitas Matulessy, M., Latuconsina, H., Tuharea, R., Fitriani,
tercipta di masa depan. I., & Ayuhan, S. A. (2023).
Implementasi Pemberdayaan Kampung
178
Jurnal Pengabdian Masyarakat
Available online at:http://ejournal.stia-lk-dumai.ac.id/index.php/pesat
Vol. 3, No. 1, Februari 2024, pp. 175-179

Keluarga Berkualitas Dalam Rangka


Percepatan Penurunan Stunting. Jurnal
Ilmu Pengetahuan Sosial, 10(2), 572–
582. http://jurnal.um-
tapsel.ac.id/index.php/nusantara/index
Yulianti, R., & Astari, R. (2020). Jurnal
Kesehatan
Jurnal Kesehatan. Jurnal Kesehatan, 8(1),
10–15.

179

Anda mungkin juga menyukai