0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan7 halaman

MOTOPEN Kelompok 4

Dokumen ini membahas pengelolaan pertambangan di Indonesia yang memiliki dampak positif dan negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Sektor pertambangan berkontribusi pada perekonomian negara namun juga menyebabkan kerusakan lingkungan seperti pencemaran dan hilangnya keanekaragaman hayati. Untuk mengatasi dampak negatif, diperlukan riset, monitoring, pengolahan limbah, dan reklamasi.

Diunggah oleh

Milky Way
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan7 halaman

MOTOPEN Kelompok 4

Dokumen ini membahas pengelolaan pertambangan di Indonesia yang memiliki dampak positif dan negatif terhadap lingkungan dan masyarakat. Sektor pertambangan berkontribusi pada perekonomian negara namun juga menyebabkan kerusakan lingkungan seperti pencemaran dan hilangnya keanekaragaman hayati. Untuk mengatasi dampak negatif, diperlukan riset, monitoring, pengolahan limbah, dan reklamasi.

Diunggah oleh

Milky Way
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

PENGELOLAAN PERTAMBANGAN YANG BERDAMPAK


LINGKUNGAN DI INDONESIA

RENI RAHAYU HUTAGAOL


Universitas Palangka Raya, Kampus UPR, Palangka Raya,
renirahayuhutagaol@gmail.com
RAPHAEL MARTIN JUNIKA SIRAIT
Universitas Palangka Raya, Kampus UPR, palangka Raya,
raphaelmartinjunika06@gmail.com
ANALDO SIDABUTAR
Universitas Palangka Raya, Kampus UPR, palangka Raya,
sidabutaranaldo@gmail.com

ABSTRAK
Usaha pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan
Kata kunci :
dalam rangka, pengelolaan, dan pengusahaan mineral dan barubara
Pertambangan, Dampak, Cara yang melipiti penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan,
Mengatasi konstruksi penambangan pengelolaan dan pemurnian, pengangkutan
dan penjualan serta kegiatan pascatambang (Pasal 1 butir 6 Undang –
Undang No.4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan
Batubara). Sektor pertambangan di Indonesia merupakan salah satu
sektor yang memiliki dampak positif dan negatif terhadap
lingkungan, masyarakat dan negara. Adapun cara mengatasi dampak
negatif dari usaha pertambangan terhadap lingkungan dan
masyarakat di sekitarnya antara lain riset dan analisa lingkungan
sebelum pelaksanaan program, pengecekan berkala dan monitoring ,
mengolah limbah sisa kegiatan perusahaan, menghindari zona
lindung dan konservasi, dan pelaksanaan reklamasi.

1. PENDAHULUAN
Pertambangan adalah rangkaian seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan
pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksploitasi, studi kelayakan,
kontruksi, penambangan, pengolahan, pemurnian, pengangkutan, penjualan serta kegiatan tahap
pascatambang. Kegiatan pertambangan sering kali di kaitkan dengan kerusakan lingkungan, kerusakan
lingkungan yang terjadi sering kali di akibatkan oleh perusahaan yang tidak memperhatikan lingkungan
dalam melakukan kegiatan penambangan. Selain itu limbah hasil pertambangan yang tidak diolah dengan
baik juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Pertambangan dapat menyebabkan kerusakan
lingkungan yang serius dalam satu kawasan dan wilayah. Potensi kerusakan yang terjadi tergantung dari
faktor kegiatan pertambangan itu sendiri.
Indonesia sebagai salah satu negara yang dianugerahi sumber daya alam berlimpah termasuk bahan
galian pertambangan. Di dalam ketentuan pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dinyatakan bahwa “bumi dan air dan
kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikelola oleh negara yang dan digunakan sebesar besarnya
untuk kemakmuran rakyat. Usaha pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam
rangka, pengelolaan, dan pengusahaan mineral dan barubara yang melipiti penyelidikan umum, eksplorasi,
2

studi kelayakan, konstruksi penambangan pengelolaan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan serta
kegiatan pascatambang (Pasal 1 butir 6 Undang – Undang No.4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral
dan Batubara). Pertambangan mempunyai beberapa karakteristik, yaitu tidak dapat diperbaharui (non
renewable) mempunyai resiko relatif tinggi dan pengusahaannya mempunyai dampak lingkungan baik fisik
maupun lingkungan yang relatif lebih tinggi dibandingkan pengusahaan komoditi lain pada umumnya. Sektor
pertambangan di Indonesia merupakan sektor yang berfungsi mendapatkan devisa negara paling besar,
namun keberadaan usaha tambang di Indonesia kini banyak di persoalkan oleh berbagai kalangan dalam
implementasinya, Negara sering dihadapkan pada kondisi dilematis antara pemanfaatan optimal dengan
kerugian lingkungan dan sosial. Ini disebabkan keberadaan kegiatan usaha tambang itu telah menimbulkan
dampak negatif di dalam pengusahaan bahan galian. Pada dasarnya, karena sifatnya yang tidak dapat di
perbaharui tersebut pengusaha pertambangan selalu mencari cadangan terbukti (proven reserves) baru.
Cadangan terbukti berkurang dengan adanya penemuan. Ada beberapa macam risiko dibidang pertambangan
yaitu risiko geologi (eksplorasi ) yang berhubungan dengan ketidakpastian penemuan Cadangan (produksi),
resiko tekologi yang berhubungan dengan ketidakpastian biaya, resiko pasar yang berhubungan dengan
perubahan harga dan resiko kebijakna pemerintah yang berhubungan dengan perubahan pajak dan harga
domestik. Resiko resiko tersebut berhubungan dengan besaran yang mempengaruhi keuntungan usaha, yaitu
produksi, harga, biaya dan pajak usaha yang mempunyai resiko yang lebih tinggi menuntut pengembalian
keuntungan (rate of return) yang lebih tinggi. Walaupun demikian terdapat dampak lingkungan
pertambangan utama adalah pada waktu eksploitasi dan pemakaiannya untuk yang bisa digunakan sebagai
energi (minyak, gas dan Batubara). Dampak lingkungan tersebut dapat berbentuk fisik seperti penggundulan
hutan, pengotoran air (sungai, danau dan laut) serta pengotorann udara untuk energi. Dampak lingkungan
tersebut dapat juga bersifat sosial, yaitu hilangnya mata pencaharian Masyarakat yang tadinya hidup dari
hasil hutan maupun hasil pertambangan itu sendiri. 4 Sebagai contoh dengan cara yang sederhana penduduk
dapat mendulang emas. Dampak lingkungan pertambangan berbeda antara jenis tambang yang satu dengan
yang lain. Tambang yang ada berada jauh di bawah permukaan bumi seperti tambang minyak dan gas
(migas) sehingga penambangannya dilakukan dengan membuat sumur. Oleh sebab itu,penambangannya
relatif tidak membutuhkan daerah yang luas di permukaan. Tambang ada yang digali di permukaan atau
tambang dengan membuat terowongan dekat permukaan seperti batu bara, tembaga, emas dan lain-lain
sehingga relatif membutuhkan daerah yang luas di permukaannya dan sebagai akibat dampak lingkungan
fisik maupun sosialnya lebih besar. Apalagi tambang tersebut tadinya merupakan mata pencaharian penduduk
setempat.5 Di I ndonesia sendiri ada banyak dampak yang terjadi akibat kegiatan pertambangan ada dampak
positif dan juga dampak negatif.
1
Adrian Sutedi, Hukum Pertambangan, Sinar Grafika, Jakarta, 2011, hal.43
2
Adrian Sutedi,Hukum Pertambangan ,Sinar Grafika ,Jakarta.2011,hlm.1
3
H.Salim Hs,Hukum Pertambangan Indonesia,Raja Grafindo persada,Jakarta 2005 hlm.5
4
Muhammad Akib ,Hukum Lingkungan Perspektif Global dan Nasional, Rajawali Pers,
Jakarta,2014,.hlm 41
5
Wisnu arya wardana, Dampak Pencemaran Lingkungan, Andi Offset,Jakarta,2004,.hlm 86

2.PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pertambangan dan Lingkungan

Pertambangan adalah rangkaian seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan
dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksploitasi, studi kelayakan,
kontruksi, penambangan, pengolahan, pemurnian, pengangkutan, penjualan serta kegiatan tahap
pascatambang. Kegiatan pertambangan seringkali di kaitkan dengan kerusakan lingkungan, kerusakan
lingkungan yang terjadi sering kali di akibatkan oleh perusahaan yang tidak memperhatikan lingkungan
dalam melakukan kegiatan penambangan. Selain itu limbah hasil pertambangan yang tidak diolah dengan
baik juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Pertambangan dapat menyebabkan kerusakan
lingkungan yang serius dalam satu kawasan dan wilayah. Potensi kerusakan yang terjadi tergantung dari
faktor kegiatan pertambangan itu sendiri.
Indonesia sebagai salah satu negara yang dianugerahi sumber daya alam berlimpah termasuk bahan galian
pertambangan. Di dalam ketentuan pasal 33 ayat (3) UUD 1945 dinyatakan bahwa “bumi dan air dan
kekayaan alam yang tekandung didalamnya dikelola oleh negara yang dan digunakan sebesar besarnya untuk
kemakmuran rakyat. Usaha pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam
rangka,pengelolaan, dan pengusahaan mineral dan barubara yang melipiti penyelidikan umum, eksplorasi,
3

studi kelayakan, konstruksi penambangan pengelolaan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan serta
kegiatan pascatambang (Pasal 1 butir 6 Undang – Undang No.4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral
dan Batubara).

2.2 Dampak Pertambangan di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam, salah satunya hasil tambang
(batubara, minyak bumi, gas alam, timah). Di era globalisasi ini, setiap negara membangun
perekonomiannya melalui kegiatan industri dengan mengolah sumber daya alam yang ada di negaranya.
Hal ini dilakukan agar dapat bersaing dengan negara lain dalam memajukan perekonomiannya. Oleh
karena itu, banyak perusahaan dari sektor privat maupun sektor swasta yang mengolah hasil tambang
untuk diproduksi.
Munculnya industri-industri pertambangan di Indonesia mempunyai dampak positif dan dampak negatif
bagi masyarakat dan negara. Dampak positif adanya industri pertambangan antara lain:
1) Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat
Dengan adanya kegiatann pertambangan menjadi salah satu dampak yang besar bagi masyarakat
Indonesia dimana menjadi sarana terciptanya lapangan pekerjaan yang di baru bagi masyarakat
Indonesia yang akan berdampak mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia. Namun tingkat
persaingan untuk mendapatkan posisi sebagai salah satu bagian dari pekerja di industri
pertaambangan juga mempunyai banyak tahapan yang harus di lalui.
2) Hasil produksi tambang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun
pasar internasional
Sebagai contoh Indonesia sebagai salah satu penghasil batubara terbesar mempunyai peran penting
dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik dan pasar internasional, dimana di Indonesia sendiri
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahwa kebutuhan batubara di pasar
domestik merupakan prioritas. Terdapat sejumlah kebijakan pemerintah yang mewajibkan para
pemilik pertambangan batubara mementingkan kebutuhan batubara domestik, sebelum melakukan
ekspor ke pasar internasional. Ketika kebutuhan pasar domestik telah terpenuhi sesuai dengan apa
yang dibutuhkan perusahaan industri pertambangan tersebut dapat melakukan kegiatan ekspor agar
dapat berkontribusi ke jenjang pasar internasional yang dimanah hasil hasil ekspor tersebut memiliki
dampak baik bagi perekonomian negara.
3) Meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi negara
Pertambangan merupakan salah satu sumber pendapatan bagi negara Indonesia. Di Indonesia
pertambangan mempunyai peran yang sangat penting dalam pertumbuhan ekonomi negara
diantaranya sebagai sumber devisa yang dimana pertambangan menyediakan devisa bagi negara
melalui ekspor pertambangan seperti batubara, minyak bumi, timah, dan mineral mineral berharga
lainnya, lalu sebagai sumber pemasukan negara, pemasukan negara dari sektor pertambangan
berasal dari royalti, pajak dan deviden dari perusahaan pertambangan. Hal hal tersebut menjadi
peran yang sangat penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.
4) Industri pertambangan juga dapat menarik investasi asing untuk menanamkan modalnya di
Indonesia
Industri pertambangan dapat menarik investasi asing karena laba yang di peroleh dari suatu
perusahaan pertambangan dapat menjadi nilai perusahaan untuk menarik para investor. Selain itu
Indonesia juga mempunyai potensi cadangan bahan galian tambang yang tinggi seperti batubara,
nikel, minyak dan gas bumi, bijih timah, tembaga, dan emas. Hal ini dapat menjadi nilai dari
perusahaan yang akan menarik para investor. Dengan adanya investasi asing ini bisa membawa
sebuah dampak yang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara.
5) Mengembangkan teknologi dan keterampilan
Pertambangan memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi dan keterampilan, terutama
karena kebutuhan untuk meningkatkan efsiensi, keamanan, dan keberlanjutan, dalam indsutri
pertambangan.

Selain dari dampak positif, pertambangan juga mempunyai dampak negatif diantaranya
4

yaitu:

1. Dampak terhadap lingkungan

Kegiatan pertambangan batubara merupakan kegiatan eksploitasi sumber daya alam yang tidak
dapat diperbaharui, dimana dalam kegiatan penambangan dapat berdampak pada rusaknya ekosistem.
Seorang ahli lingkungan, menyatakan bahwa dampak negatif pertambangan dapat menyebabkan
kerusakan ekosistem, pencemaran udara, air, dan tanah, penurunan produktivitas lahan, kepadatan tanah
bertambah, terjadinya erosi dan sedimentasi, terganggunya ekosistem flora dan fauna, gerakan tanah atau
longsoran.
a. Penurunan produktivitas lahan
Pertambangan dapat mempengaruhi penurunan produktivitas lahan yang terjadi karena beberapa
hal yaitu pencemaran air tanah, limbah pertamabanga yang mengandung zat beracun dan logam
berat yang dapat meresap ke dalam tanah. Zat-zat tersebut dapat merusak kualitas tanah, dimana
hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Lalu perubahan susunan
tanah, tanah galian batubara biasanaya tersusun terbalik dengan lapisan atas (top soil) berada di
bawah lapisan bawah (sub soil). Yang ketiga ada air asam tambang, yang dimana air asam
tambang dapat merusak pH tanah dan mempengaruhi kesuburan tanah. Lalu terakhir kerusakan
lapisan top soil, lapisan top soil dan serasah merupakan sumber karbon untuk mikroba tanah,
yang berperan penting dalam penyediaan unsur hara.
b. Tingkat kepadatan tanah yang bertambah
Tingkat kepadatan tanah yang bertambah di sebablan karena adanya tanah galian terbalik,
tekanan air hujan dan juga penutupan pori.
c. Terjadinya erosi dan sedimentasi
Kegiatan pertambangan dapat menyebabkan terjadinya erosi karena tanah hasil pemboongkaran
yang telah di tumpuk di area terbuka atau yang sering disebut sebagai disposal area. Area ini
adalah area yang rawan terhadap erosi terutama saat terjadi hujan deras. Sedimentasi, kegiatan
pertambangan yang di lakukan di tepi sungai dapat menyebabkan terjadinya sedimentasi sungai
dimana sedimentasi ini dapat mempengaruhi bentuk, kedalaman, lebar dan juga debit sungai.
d. Pencemaran udara dan air
Usaha pertambangan dapat menimbulkan berbagai macam gangguan, antara lain pencemaran
akibat debu dan asap yang mengotori udara dan air, limbah air, serta buangan tambang yang
mengandung zat-zat beracun.
e. Gerakan tanah atau longsoran
Pertambangan yang dilakukan tanpa mengindahkan keselamatan kerja dan kondisi geologi
lapangan dapat menimbulkan tanah longsor, ledakan tambang, keruntuhan tambang, dan gempa.
f. Terganggunya ekosistem flora dan fauna
Kegiatan pertambangan dapat menghilangkan vegetaasi asli yang menyebabkan hilangnya flora
dan fauna alami. Hilangnya flora dan fauna alami aka menyebabkan kerusakan rantai makanan
dan mengurangi keanekaragaman hayati.

2.3 Pertambangan Yang Berdampak Lingkungan di Indonesia

Industri pertambangan di Indonesia sangat beragam diantaranya tambang terbuka (open pit mining),
tambang bawah tanah (Surface mining) dan tambang bawah air (underwater mining). Industri
pertambangan ini mempunyai dampak lingkungan yang berbeda beda tergantung dengan kebijkan
perusahaan masing masing dalam mengatasi dampak lingkungan yang terjadi.
1. Tambang Terbuka
Tambang terbuka (open pit mining) adalah teknik penambangan yang dilakukan di atas
permukaan bumi untuk mengekstraksi mineral atau bijih. Dalam penambangan terbuka pekerja
behubungan secara langsung dengan udara luar. Beberapa jenis metode tambang di antaranya
open pit (open cast, open mine, open cut) quarry , srip mine, dan alluvial mine. Bebrapa
Metode tambang terbuka merupakan metode penambangan paling umum digunakan di seluruh
5

dunia, namun tambang terbuka dapat merusak lingkungan karena memerlukan banyak vegetasi,
lapisann tanah atas, dan pemindahan batu. Contoh tambang terbuka di Indonesia yaitu PT.
Kaltim Prima Coal.
2. Tambang bawah tanah
Tambang bawah tanah ataur sering disebut sebagai underground mining adalah motode
penambangan yang dimana pengerjaan nya tidak berhubungan langsung dengan udara luar atau
proses pengambilan mineral atau batuan dari dalam bumi.melalui terowongan atau jalan yang di
bangun sebagai akses untuk masuk ke dalam. Contoh tambang bawah tanah di Indonesia yaitu
PT. Freeport Indonesia.
3. Tambang bawah air
Tambang bawah air atau sering sebagai underwater mining atau tambang bawah laut adalah
proses pengambilan mineral atau batuan dari bawah laut. Penambangan ini di lakukan di area
dengan tingkat akttivitas panas bumi yang tinggi. Contoh tambang bawah air di Indonesia yaitu
tambang emas di perairan Bayah, Lebak Banten.

Dari ketiga metode penambangan di atas ada dampak lingkungan yang terjadi di antaranya yaitu:
1) Tambang timah di Pulau Bangka
Pertambangan di pulau bangka yang menyebabka terjadinya kerusakan ekosistem pesisir dan
mangrove serta pencemaran laut.
2) Tambang nikel di Pulau Gebe, Halmahera Tengah , Maluku Utara
Pertambangan nikel di pulau Gebe yang menyebabkan hilangnya komoditas pangan seperti sagu dan
kopra.

2.4 Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan Akibat Kegiatann Operasial Pertambangan

Pencemaran lingkungan yang terjadi dalam berbagai ranah, mulai dari pencemaran udara melalui
limbah asap, kemudian pencemaran air sungai dan laut, hingga pencemaran kualitas tanah yang menjadi
tak subur. Karena itu, perihal mengenai cara mengatasi pencemaran lingkungan sebenarnya sampai saat
ini masih menjadi tugas para perusahaan tambang. Perusahaan harus memikirkan lingkungan dan
masyarakat yang hidup di sekitarnya. pencegahan pencemaran lingkungan di daerah sekitar tambang
dapar di lakukan dengan beberapa cara di antaranya :
1. Riset dan analisa lingkungan sebelum pelaksanaan program
Kegiatan perusahaan pertambangan bukanlah kegiatan seperti pada umumnya. Hal ini dikarenakan
disetiap proses produk pasti menghasilkan limbah, yang sulit untuk terurai oleh mikroorganisme
yang ada di lingkungan. Karena itu, perusahaan tidak boleh melakukan kegiatan kerja, tanpa
melakukan riset dan survey langsung mengenai kondisi lingkungan saat itu. Pendataan kondisi
lingkungan tidak bisa hanya dilakukan sekali saja, melainkan harus berkala dan berkali-kali, selama
perusahaan tersebut masih berdiri di sana. Salah satu cara mengatasi pencemaran lingkungan adalah
dengan tidak menjalankan program kerja yang sekiranya beresiko bagi lingkungan dan masyarakat
sekitar. Maka perlu diadakan survey secara berkelanjutan, agar data yang ada di lapangan tidak
kadaluarsa.
2. Pengecekan berkala dan monitoring
Selanjutnya adalah pengadaan evaluasi dan monitoring keadaan lingkungan. Hal ini bertujuan untuk
mengetahui kesesuaian antara pelaksanaan program yang dijalankan oleh perusahaan pertambangan,
dengan kondisi lingkungan. Dengan begitu kita bisa menghindari kerusakan lingkungan secara
berkala, karena keterlambatan pengecekan. Jika pada pengecekan terjadi ketidaksesuaian kondisi,
maka program yang dijalankan bisa dihentikan sementara, dan dicarikan solusi lain.
3. Mengolah limbah sisa kegiatan perusahaan
Cara Mengatasi Pencemaran Lingkungan berikutnya berkaitan dengan limbah produksi. Perusahaan
tambang tidak bisa semena-mena dalam memperlakukan hasil kegiatan produksinya, sebab pasti
menghasilkan limbah berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu, terdapat prosedur khusus yang
harus dilakukan oleh perusahaan tambang, terkait dengan pembuangan limbah tersebut.
6

4. Limbah yang ada, tidak bisa jika langsung di keluarkan ke lingkungan, karena berpotensi akan
menyebabkan pencemaran akut, dan mengganggu kehidupan masyarakat secara simultan. Karena itu
perusahaan tambang harusnya melakukan pengendapan dulu, setelah itu kemudian diolah, sehingga
sudah siap untuk dibuang.
5. Menghindari zona lindung dan konservasi
Pembangunan perusahaan tambang pasti membutuhkan pembebasan lahan. Karena itu perusahaan
bertanggungjawab untuk memperhatikan lokasi pertambangan. Hal ini untuk terhindar dari merusak
kondisi lingkungan, yang bisa berimbas pada eksistensi flora dan juga fauna yang ada di
sana.Perusahaan juga memiliki tanggungjawab penuh, terhadap kelestarian dan keselamatan flora
dan juga fauna yang ada di lingkungan. Jangan sampai kegiatan operasional tambang malah
merusak ekosistem yang ada.
6. Pelaksanaan reklamasi
Pelaksanaan reklamasi merupakan sebuah usaha untuk menanggulangi bekas lahan galian yang telah
ditinggalkan. Hal ini agar bisa dimanfaatkan dalam bentuk lainnya, yang tidak membahayakan
kondisi lingkungan. Perusahaan tambang memiliki kewajiban untuk merencanakan proses
reklamasi,dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan, dan kebutuhan masyarakat di lingkungan
tersebut. Pembiaran bekas galian merupakan hal yang berbahaya. Sebab nantinya beresiko
mencemari lingkungan dengan masih adanya kandungan logam di dalamnya. Bekas lobang galian
ini juga berbahaya karena biasanya menjadi lokasi kecelakaan. Mengingat longgarnya pengawasan
terhadap masyarakat yang memasuki area pertambangan. Karena itu, reklamasi harus dilakukan
secepat dan setepat mungkin agar tidak menimbulkan dampak negatif yang berkepanjangan.

3. KESIMPULAN
Usaha pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka, pengelolaan, dan
pengusahaan mineral dan barubara yang melipiti penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi
penambangan pengelolaan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan serta kegiatan pascatambang (Pasal 1
butir 6 Undang – Undang No.4 tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara). Sektor
pertambangan di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki dampak positif dan negatif terhadap
lingkungan, masyarakat dan negara. Adapun cara mengatasi dampak negatif dari usaha pertambangan
terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya antara lain riset dan analisa lingkungan sebelum
pelaksanaan program, pengecekan berkala dan monitoring , mengolah limbah sisa kegiatan perusahaan,
menghindari zona lindung dan konservasi, dan pelaksanaan reklamasi.
7

DAFTAR PUSTAKA
Adrian Sutedi,2011,Hukum Pertambangan ,Sinar Grafika ,Jakarta.
H.Salim Hs,2005,Hukum Pertambangan Indonesia,Raja Grafindo persada,Jakarta .
Joko Subagya,2002,Hukum Lingkungan Masalah dan Penanggulanganya,Rineka Cipta,Jakarta.
Muhammad Akib ,2014, Hukum Lingkungan Perspektif Global dan Nasional, Rajawali Pers,Jakarta.
https://www.academia.edu/34732783/
PENGELOLAAN_PERTAMBANGAN_YANG_BERDAMPAK_LINGKUNGAN_DI_INDONESIA
https://media.neliti.com/media/publications/132706-ID-none.pdf
https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexetsocietatis/article/view/3169

Anda mungkin juga menyukai