MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
BAHASA INDONESIA SD KELAS 4
INFORMASI UMUM
A. IDENTITAS MODUL
Penyusun : Risi Surpita
Instansi : SDN 010 Linggang Bigung
Jenjang Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase / Kelas : B/4
Tema : Pantun Anak
Hari/Tanggal : Kamis , 24 April
Alokasi Waktu : 2 x 35 Menit
B. KOMPETENSI AWAL
Mengenal ciri-ciri pantun anak (jumlah,baris,rima dan isi)
Membaca pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat.
Menemukan makna isi pantun anak secara sederhana
Menyusun pantun anak sederhana dengan memperhatikan rima
dan isi
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu:
Membaca dan memahami pantun anak dengan lafal, intonasi,
dan jeda yang tepat.
Mengidentifikasi ciri-ciri pantun anaksecara sederhana
Menemukan makna isi pantun anak secara sederhana
C. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Kreatif: Mengembangkan ide dalam bentuk pantun.
Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME: Menghargai keindahan bahasa dan makna
positif dari pantun.
Bernalar kritis: Menganalisis struktur dan makna pantun.
D. SARANA DAN PRASARANA
Buku bacaan sesuai tema
Kertas
Alat tulis dan warna
E. TARGET PESERTA DIDIK
Siswa kelas IV SD
Mampu bekerja dalam kelompok kecil
F. JUMLAH PESERTA DIDIK
Minimum 8 Peserta didik, Maksimum 15 Peserta didik
G. MODEL PEMBELAJARAN
Model pembelajaran tatap muka
KOMPONEN INTI
A. TUJUAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Menjelaskan pengertian dan ciri-ciri pantun.
2. Membuat pantun anak yang menarik sesuai dengan ciri-ciri pantun.
3. Membacakan pantun yang telah dibuat secara percaya diri.
B. PEMAHAMAN BERMAKNA
Melalui pembelajaran pantun anak, peserta didik memahami bahwa
pantun merupakan salah satu bentuk ekspresi sastra yang digunakan
untuk menyampaikan pesan, nilai, dan nasihat dengan cara yang
menyenangkan, berima, dan mudah diingat. Pantun juga dapat
mencerminkan budaya dan kebiasaan masyarakat, serta melatih
kreativitas dalam berbahasa.
C. PERTANYAAN PEMANTIK
Apa itu pantun? Apakah kamu pernah mendengar atau membaca
pantun sebelumnya?
Mengapa pantun anak biasanya terdengar lucu atau
menyenangkan?
Bagaimana cara kita membuat pantun yang baik dan menarik?
Apa pesan yang bisa kita sampaikan melalui pantun anak?
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Kegiatan Pendahuluan
1. Guru memberi salam, menyapa peserta didik (menanyakan
kabar, mengecek kehadiran dan kesiapan peserta didik dll),
serta menyemangati peserta didik.
2. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang apa yang
akan dilakukan selama proses pembelajaran dan apa tujuan
dari kegiatan pembelajaran.
3. Salah satu peserta didik memimpin doa sebelum memulai
pelajaran serta mengondisikan agar peserta didik bisa belajar
dengan semangat.
4. Guru menyapa peserta didik dan mengajak mereka berbincang
sebentar. Guru menanyakan kabar siswa, apakah ada peserta
didik yang datang terlambat, dan apa alasannya.
[Link] memberikan pertanyaan pematik tentang pengalaman
peserta didik dengan pantun
Kegiatan Inti
1. Guru menjelaskan ciri-ciri pantun anak (struktur 4 baris , Rima a-b-
a-b, isi dan ringan dan lucu)
2. Peserta didik membaca pantun anak dengan lafal dan intonasi
yang tepat secara bergiliran.
3. Diskusi Bersama untuk memahami isi dan pesan dari pantun yang
di baca.
4. Peserta didik mencoba Menyusun pantun anak secara individu /
berkelompok berdasarkan tema yang ditentukan (misalnya :
sekolah,bermain,persehabatan)
5. Perwakilan siswa membacakan pantun hasil karya mereka
Kegiatan Penutup
1. Guru mengajak siswa menyimpulkan materi pelajaran bersama-
sama.
2. Guru memberikan penguatan dan motivasi belajar.
3. Menutup pelajaran dengan salam
[Link]
Refleksi Peserta Didik
Guru dapat memandu siswa dengan pertanyaan reflektif berikut:
Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang pantun?
Apakah kamu merasa senang membuat pantun sendiri? Mengapa?
Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling kamu sukai?
Apa kesulitan yang kamu hadapi saat membuat pantun?
Apa manfaat membuat dan membaca pantun bagi kamu?
F. ASESMEN / PENILAIAN
Asesmen Formatif
Observasi saat membaca pantun (intonasi ,lafal,jeda)
Tanya jawab untuk memahami isi pantun
Penilaian hasil karya pantun anak dari segi struktur dan isi
Rubrik Penilaian Karya Pantun
Skor Maksimal :20
Nilai Akhir : ( Jumlah Skor : 20 ) x 100
Aspek Skor Skor 3 Skor 2 Skor 1
yang 4(Sangat (Baik) (Cukup) (Perlu
diNilai Baik) Bimbingan
)
Struktur 4 baris, 4 baris dan Ada Struktur
Pantun rima a-b- rima benar, kesalahan tidak
a-b , tetapi dalam sesuai
pembuka pembuka jumlah (baris dan
dan isi dan isi baris atau rima
jelas kurang rima salah)
seimbang
Kesesuai Sangat Cukup Kurang Tidak
an isi sesuai sesuai sesuai sesuai
dengan dengan dengan dengan dengan
Tema tema tema , tema, tema
anak- masih atau pantun
anak, relevan menyimp anak
relevan ang
dan
menarik
Kreativita Gagasan Gagasan Gagasan Gagasan
s dan Segar, cukup unik biasa dan tidak jelas
Keunikan lucu dan dan kurang atau
ide Menarik menghibur menarik meniru
Pengguna Bahasa Bahasa Bahasa Banyak
an baku dan cukup baik, kurang kesalahan
Bahasa sesuai masih ada tepat, Bahasa
kaidah, sedikit beberapa dan sulit
mudah kesalahan kata sulit di
dipahami dipahami mengerti
Pelafalan Sangat Cukup jelas, Kurang Tidak
dan jelas, intonasi jelas, Jelas, Sulit
intonasi ekspresif, kurang intonasi Dimengert
(jika intonasi bervariasi datar i
dibacaka tepat
n)
G. KEGIATAN PENGAYAAN DAN REMEDIAL
A. KEGIATAN REMEDIAL
Ditujukan untuk peserta didik yang belum mencapai capaian
pembelajaran.
Tujuan: Membantu peserta didik memahami kembali struktur dan isi
pantun anak.
Kegiatan:
Mengulang penjelasan tentang ciri-ciri pantun dengan bantuan
gambar dan contoh konkret.
Mencocokkan potongan baris pantun menjadi pantun utuh.
Latihan membaca pantun dengan bimbingan guru untuk
memperbaiki lafal dan intonasi.
Menyusun pantun dengan menggunakan lembar kerja terstruktur
(sudah tersedia rima atau kata kunci).
Diskusi kelompok kecil bersama guru untuk memahami isi pantun
secara perlahan.
B. KEGIATAN PENGAYAAN
Ditujukan untuk peserta didik yang telah melampaui capaian
pembelajaran.
Tujuan: Mengembangkan kreativitas dan memperluas kemampuan
berbahasa.
Kegiatan:
Membuat pantun anak dengan tema yang lebih variatif (misalnya:
lingkungan, kesehatan, teknologi).
Menyusun dan membacakan pantun dalam bentuk pantun berbalas
dengan teman sekelompok.
Menciptakan pantun dalam bentuk mini buku atau poster dengan
ilustrasi menarik.
Menggabungkan pantun dengan lagu sederhana dan
menampilkannya di depan kelas.
LAMPIRAN
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Kelas/Fase: IV / B
Tema: Pantun Anak
Alokasi Waktu: 1 x 60 menit
Tujuan: Peserta didik dapat mengenal, membaca, dan membuat pantun
anak dengan benar dan kreatif.
A. Petunjuk Pengerjaan
Bacalah soal dengan cermat!
Kerjakan dengan jujur dan kreatif!
Tulis jawabanmu di tempat yang tersedia!
B. Kegiatan 1: Mengenal Ciri Pantun Anak
1. Bacalah pantun berikut!
Pergi ke pasar membeli roti,
Roti dibeli berwarna coklat.
Anak pintar rajin mengaji,
Supaya hidup jadi selamat.
2. Jawablah pertanyaan di bawah ini:
a. Berapa jumlah baris dalam pantun di atas?
✍️_________________
b. Apa rima pantun tersebut (misalnya: a-b-a-b)?
✍️_________________
c. Apa pesan yang ingin disampaikan dalam pantun itu?
✍️_________________
C. Kegiatan 2: Membuat Pantun Sendiri
Petunjuk: Buatlah 1 pantun anak dengan tema “persahabatan”!
Tuliskan pantunmu di bawah ini:
✍️
Baris 1: _______________
Baris 2: _______________
Baris 3: _______________
Baris 4: _______________
D. Refleksi Diri
Berilah tanda centang (✔) pada pernyataan yang sesuai dengan dirimu!
Pernyataan ✔
Saya tahu jumlah baris dan rima dalam pantun
Saya bisa membaca pantun dengan lafal dan intonasi yang benar
Saya bisa membuat pantun anak sederhana
Saya senang belajar tentang pantun
[Link] BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
📘 Bahan Bacaan untuk Guru
1. Pengertian Pantun
Pantun adalah salah satu bentuk puisi lama yang terdiri atas 4 baris,
memiliki rima silang (a-b-a-b), dan biasanya menyampaikan pesan atau
nasihat secara tersirat.
2. Ciri-ciri Pantun Anak:
Terdiri dari 4 baris
Baris 1 dan 2 = sampiran
Baris 3 dan 4 = isi
Bersajak a-b-a-b
Isi ringan, lucu, menghibur, dan sesuai dengan dunia anak-anak
3. Tujuan Pembelajaran Pantun Anak:
Mengenalkan bentuk sastra lisan dan tulisan
Melatih kreativitas berbahasa
Menanamkan nilai moral atau sosial melalui pantun
4. Strategi Pembelajaran:
Gunakan contoh pantun yang relevan dan dekat dengan kehidupan siswa
Libatkan siswa dalam aktivitas membaca berantai dan membuat pantun
berbalas
Berikan umpan balik positif untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa
📗 Bahan Bacaan untuk Peserta Didik
Apa itu Pantun?
Pantun adalah puisi lama yang lucu dan berima. Biasanya terdiri dari 4
baris, dan isinya memberi nasihat atau cerita menarik.
Contoh Pantun Anak:
Main layangan di waktu petang,
Benangnya putus jatuh ke kali.
Bersama teman hati pun senang,
Bermain riang setiap hari.
Ciri-ciri Pantun:
4 baris
Bersajak a-b-a-b
Dua baris pertama biasanya tidak berkaitan langsung (sampiran)
Dua baris terakhir adalah isi pantun (pesan atau nasihat)
Yuk, buat pantunmu sendiri!
Tema pantun: bermain, sekolah, keluarga, alam, atau persahabatan.
[Link]
Pantun ,Bentuk puisi lama yang terdiri atas empat baris, berima
silang (a-b-a-b), dengan dua baris pertama sebagai sampiran dan
dua baris terakhir sebagai isi.
Pantun Anak,Jenis pantun yang bertemakan dunia anak-anak,
seperti bermain, persahabatan, sekolah, dan nasihat ringan, yang
disesuaikan dengan usia dan pengalaman anak.
Sampiran, Dua baris pertama dalam pantun yang biasanya
menggambarkan sesuatu secara imajinatif atau berhubungan
dengan alam; berfungsi sebagai pengantar dan memiliki hubungan
bunyi dengan isi.
Isi, Dua baris terakhir dalam pantun yang mengandung pesan,
nasihat, atau tujuan utama pantun.
Rima, Persamaan bunyi pada akhir baris dalam puisi, termasuk
pantun. Pantun biasanya memakai pola rima a-b-a-b.
Irama, Alunan atau ritme yang muncul ketika pantun dibaca
dengan suara, sering kali memberi kesan menyenangkan terutama
pada pantun anak.
Bait, Satu unit pantun yang terdiri atas empat baris.
Nasihat, Pesan moral atau pelajaran hidup yang disampaikan
dalam pantun anak, biasanya secara ringan dan menyenangkan.
Puisi Lama, Kategori puisi yang berkembang sebelum pengaruh
sastra modern, termasuk pantun, gurindam, dan syair.
Bahasa Kiasan, Penggunaan kata atau ungkapan yang bermakna
tidak langsung, sering dipakai dalam sampiran pantun untuk
keindahan bahasa.
[Link] PUSTAKA
o Chaer, A. (2009). Sastra Indonesia: Pengantar Apresiasi. Jakarta:
Rineka Cipta.
o Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta:
Balai Pustaka.
o Effendy, B. (2016). Pantun: Warisan Budaya Nusantara. Jakarta:
Pustaka Pelajar.
o Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku Guru dan
Siswa Bahasa Indonesia Kelas IV SD/MI Kurikulum 2013. Jakarta:
Kemendikbud.
o Yudiono, K. S. (2005). Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Grasindo.
Mengetahui,
Kepala Sekolah Supervisor 2
( Wandelina Ekowati,[Link]) ( Kornelis,[Link])
NIP :19661104 200105 2 002 NIP : 198207282023211005
Mahasiswa
(RISI SURPITA)
NIM :858450168
DOKUMENTASI KEGIATAN
HARI /TANGGAL : KAMIS, 24 APRIL 2025
LEMBAR OBSERVASI KEMAMPUAN MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN
Nama Mahasiswa/NIM : Risi Surpita /858450168
Mata Pelajaran/Tema : Bahasa Indonesia
Kelas : IV ( Empat )
Hari/Tanggal : Kamis 24 April 2025
Pokok Bahasan : Pantun Anak
No Aspek yang di Observasi Kemunculan Komentar
Ada Tidak Ada
1. Menyediakan pijakan ( Keterampilan
membuka Pelajaran)
2. Memberikan tuntutan ( keterampilan
bertanya)
3. Melibatkan siswa sebanyak mungkin
dalam kegiatan pembelajaran
(keterampilan bertanya)
4. Penjelasan konsep oleh guru
(keterampilan menjelaskan)
5. Melaksanakan pembelajaran dengan
menggunakan metode yang bervariasi
dan memberi pengalaman langsung
kepada siswa (keterampilan mengadakan
variasi)
6. Memberikan contoh ( keterampilan
mengadakan variasi)
7. Menggunakan media yang tepat
( keterampilan mengadakan variasi)
8. Memberikan penguatan ( Keterampilan
membimbing diskusi kelompok)
9. Membimbing diskusi ( keterampilan
memberi penguat)
10. Melakukan penilaian hasil dan proses
belajar (keterampilan menutup pelajaran)
11. Keterampilan mengajar kelompok dan
perorangan
12. Memberikan balikan ( keterampilan
penutup)
KESIMPULAN : berdasarkan hasil observasi mahasiswa sudah menunjukan kemampuan mengolah kelas
dan memfasilitasi pembelajaran dengan baik.
Mengetahui
Kepala Sekolah Supervisor 2
Wandelina Ekowati,[Link] Kornelis, [Link]
NIP.19661104 200105 2 002 NIP : 198207282023211005
No Hp:085250395148 No Hp : 081257791838
LEMBAR REFLEKSI SETELAH MELAKUKAN PEMBELAJARAN
Nama : Risi Surpita
NIM 858450168
Program Studi : S1 PGSD
UPBJJ : 50/Samarinda
A. REFLEKSI TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN YANG TELAH DILAKUKAN
1. Apakah kegiatan pembuka pelajaran yang saya lakukan dapat mengarahkan dan mempersi-
apkan siswa mengikuti pelajaran dengan baik?
Ya Karena Pembukaan pembelajaran yang saya lakukan dapat mempersiapkan siswa
mengikuti pelajaran . saya memulai dengan menyapa siswa , Menyampaikan tujuan
pelajaran , serta memberikan pertanyaan pematik yang relevan, sehingga siswa
menjadi fokus dan termotivasi untuk belajar.
2. Bagaimana tanggapan siswa terhadap materi/ bahan ajar yang saya sajikan? (apakah materi
terlalu tinggi, terlalu rendah, atau sesuai dengan kemampuan awal siswa)
Secara umum , materi yang saya sajiakan sudah sesuai dengan kemampuan awal siswa.
Saya juga menyesuaikan penyampaian materi dengan Bahasa yang mudah di pahami
dan memberi contoh konkret agar siswa lebih mudah menangkap materi yang saya
ajarkan .
3. Bagaimana respons siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan? (apakah media
sesuai dan mempermudah siswa menguasai kompetensi/materi yang di ajarkan)
Respon Siswa sangat positif , karena Media yang saya gunakan sangat mempermudah
siswa mempelajarinya bahkan menguasainya dan materi nya juga sesuai apa yang saya
ajarkan
4. Bagaimana tanggapan siswa terhadap metode/teknik pembelajaran yang saya gunakan?
Respon siswa terhadap metode yang saya ajarkan sangat membantu siswa dalam
memahami pelajaran yang saya ajarkan
5. Apakah siswa dapat menangkap penjelasan/intruksi yang saya berikan dengan baik?
Ya,Siswa dapat dengan cepat menangkap apa yang saya intruksikan dikarenakan saya
memberikan penjelasan dengan baik dan benar.
B. REFLEKSI TERHADAP IMPLEMENTASI RPP
1. Apakah rencana pelaksanaan pembelajaran yang saya susun dan berjalan sebagaimana
mestinya?
(jika tidak seluruhnya, apakah saya telah melakukan penyesuaian rencana pembelajaran
dengan baik?)
Rencana pelaksanaan pembelajaran yang saya susun sudah Sebagian besar telah berjalan
sesuai dengan yang di rencanakan . beberapa penyesuaian saya lakukan di lapangan untuk
menyesuaikan dengan kondisi siswa dan waktu yang tersedia, sehingga pembelajaran
tetap berjalan dengan lancar.
2. Apakah kelemahan-kelemahan saya dalam menyusun rencana pelaksanaan pembela-
jaran dan melakukan pembelajaran? Dalam hal apa saja? Apakah dalam hal pen-
guasaan materi, penggunaan bahan media,penggunaan dan teknik pembelajaran,
pengelolaan kelas, komunikasi dan pendekatan terhadap siswa, penggunaan waktu,
serta penilaian belajar?
Saya menyadari masih ada kelemahan dalam memilih media pembelajaran yang paling
tepat dan menarikminat siswa, selaian itu , dalam pelaksanaan pembelajaran saya perlu
meningkatkan pengelolaan waktu agar seluruh aktivitas dalam RPP dapat tercapai secara
maksimal
3. Apakah ada rencana pelaksanaan pembelajaran yang tidak dapat dilaksanakan?
Jika ada, apa yang harus saya lakukan untuk mengganti rencana pelaksanaan
pembelajaran semula?
Seluruh bagian dari rencana pembelajaran telah saya laksanakan , meskipun beberapa
kegiatan perlu di sesuaikan secara sederhana. Untuk kedepannya , saya akan mempersiapkan
alternatif kegiatan agar lebih fleksibel dan menghadapi kondisi di luar rencana.