0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan15 halaman

Kel 3 - Aauf - TR, MR, PR

Dokumen ini adalah makalah tentang alat ukur anemometer dan avometer yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah alat-alat ukur fisika. Makalah ini mencakup sejarah, cara kerja, komponen, dan cara penggunaan kedua alat tersebut. Tujuan penulisan adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang alat ukur ini dan manfaatnya dalam pengukuran kecepatan angin dan arus listrik.

Diunggah oleh

Raihan Asyifa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan15 halaman

Kel 3 - Aauf - TR, MR, PR

Dokumen ini adalah makalah tentang alat ukur anemometer dan avometer yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah alat-alat ukur fisika. Makalah ini mencakup sejarah, cara kerja, komponen, dan cara penggunaan kedua alat tersebut. Tujuan penulisan adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang alat ukur ini dan manfaatnya dalam pengukuran kecepatan angin dan arus listrik.

Diunggah oleh

Raihan Asyifa
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MINI RISET, REKAYASA IDE, PROJECT

ALAT UKUR ANEMOMETER DAN AVOMETER

DOSEN PENGAMPU:
DR. YUNI WARTY, S.PD., M.SI

DISUSUN OLEH:
GRACE JASELYN SIBURIAN (4223321018)
MARIA PUTRIGUNA SINAGA (4223321014)

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
(The Character of Building University)
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmatnya pada kita sehingga tugas ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
Adapun tugas ini adalah sebagai makalah dalam mata kuliah alat-alat ukur fisika.
Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terimakasih
yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
tugas ini, khususnya kepada Dosen pembimbing Dr. Yuni Warty,M.Si dan
Rugaya,M.Si yang telah memberikan tugas dan petunjuk kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas ini.
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk pemenuhan tugas mata kuliah
Alat-alat Ukur Fisika. Semoga dengan adanya tugas ini dapat bermanfaat untuk
kita dan pembaca dimasa yang akan datang.
Kami telah berupaya semaksimal mungkin dalam penyelesaian tugas ini,
namun kami menyadari bahwa tugas ini belum sempurna baik dari segi isi,
tulisan, maupun kualitasnya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan
saran yang membangun untuk memperbaiki tugas ini. Akhir kata kami
mengharapkan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Medan, 26 November 2022

Kelompok 3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................................2


DAFTAR ISI ............................................................................................................................................3
BAB I .....................................................................................................................................................4
PENDAHULUAN.....................................................................................................................................4
LATAR BELAKANG..............................................................................................................................4
TUJUAN.............................................................................................................................................4
BAB II ....................................................................................................................................................5
PEMBAHASAN.......................................................................................................................................5
ANEMOMETER ..................................................................................................................................5
SEJARAH PENEMUAN ANEMOMETER ............................................................................................5
GAMBAR DAN KOMPONEN ANEMOMETER ...................................................................................5
CARA KERJA ALAT SECARA FISIKA ..................................................................................................5
SKALA ALAT UKUR .........................................................................................................................7
CARA MENGGUNAKAN ANEMOMETER ..........................................................................................7
CONTOH CARA PENGGUNAAN DAN CARA MEMBACA HASIL PENGUKURAN ..................................8
AVOMETER .......................................................................................................................................9
SEJARAH PENEMUAN AVOMETER..................................................................................................9
GAMBAR DAN KOMPONEN ALAT...................................................................................................9
CARA KERJA................................................................................................................................. 10
SKALA ALAT UKUR ....................................................................................................................... 11
CARA MENGGUNAKAN ALAT UKUR ............................................................................................. 11
CONTOH CARA PENGGUNAAN DAN CARA MEMBACA HASIL PENGUKURAN CONTOH CARA
PENGGUNAAN DAN CARA MEMBACA HASIL PENGUKURAN ........................................................ 12
BAB III ................................................................................................................................................. 14
PENUTUP ............................................................................................................................................ 14
Kesimpulan ..................................................................................................................................... 14
Saran .............................................................................................................................................. 14
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Anemometer merupakan sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui


kecepatan angin dan sering digunakan demi kepentingan di bidang geofisika,
meteorologi maupun stasiun prakiraan cuaca. Anemometer sendiri diambil dari
bahasa Yunani yaitu “anemos” yang berarti angin. Sedangkan Voltmeter adalah
alat ukur kelistrikan yang digunakan untuk mengukur besaran arus listrik
tegangan dan juga hambatan listrik pada rangkaian elektronika.

B. TUJUAN
1) untuk memenuhi tugas rekayasa ide, mini riset dan tugas project mata kuliah
alat-alat ukur fisika.
2) mengetahui sejarah pada anemometer dan avometer
3) mengetahui gambar dan komponen-komponen pada anemometer dan avometer
4) mengetahui cara kerja anemometer dan avometer
5) mengetahui skala dan cara menggunakan alat ukur anemometer dan avometer
6) mengetahui cara menggunakan an cara membaca hasil pengukuran pada
anemometer dan avometer
BAB II
PEMBAHASAN
ANEMOMETER
A. SEJARAH PENEMUAN ANEMOMETER
Anemometer adalah alat pengukur kecepatan angin yang sering digunakan dalam
bidang meteorologi dan geofisika untuk memperkirakan cuaca. Kata anemometer
berasal dari bahasa Yunani yaitu anemos yang berarti "angin". Orang pertama yang
menggunakan alat ini adalah Leon Battista Alberti pada tahun 1450. Selain
mengukur kecepatan angin, alat ini juga mengukur tekanan angin. Anemometer
harus disimpan di tempat terbuka. Baling-baling anemometer akan bergerak ketika
tertiup angin.
Karena adanya alat pencacah pada anemometer, maka jumlah putaran dalam satu
detik pada hari itu dapat dihitung kecepatan anginnya. Biasanya ada dua jenis
anemometer, yaitu: anemometer yang mengukur kecepatan angin dan anemometer
yang mengukur tekanan angin. Anemometer kecepatan lebih banyak digunakan
daripada anemometer tekanan. Jenis anemometer kecepatan yang paling sederhana
adalah yang thermal anemometer, atau juga dikenal sebagai hot-wire anemometer
karena mengubah perubahan suhu menjadi kecepatan angin.

B. GAMBAR DAN KOMPONEN ANEMOMETER

C. CARA KERJA ALAT SECARA FISIKA


Cara kerja anemometer dari sudut pandang lain yaitu dengan memanfaatkan
rotasi yang terjadi saat angin menggerakkan mangkok pada perangkat ini. Seperti
yang sudah diketahui bahwa anemometer mangkok adalah jenis yang paling
banyak digunakan titik ini terdiri dari beberapa mangkok yang menempel pada
ujung lengan horizontal terpasang pada poros vertikal. Penangkapan dalam
mangkok angin menyebabkan mangkok berputar,poros yang terhubung ke
perangkat yang memberikan kecepatan angin dalam mil per jam, km/jam, atau
Knot. Poros dihubungkan ke generator listrik, jumlah arus yang dihasilkan oleh
generator bervariasi dengan kecepatan angin.
Cara kerja anemometer pada jenis terbaru dapat diketahui melalui anemometer
modern yaitu anemometer kincir. Anemometer kincir angin dalam hal ini harus
sejajar dengan arah angin agar berfungsi dengan benar titik sebuah baling-baling
angin, melekat pada ekor anemometer didorong sampai baling-baling menghadap
ke angin titik selain itu ada pula anemometer hot-wire. Sebuah anemometer hot-
wire menggunakan kawat sangat tipis yang dipanaskan sampai suhu yang lebih
tinggi dari suhu udara di sekitarnya. Elektronik dalam tubuh instrumen menghitung
kecepatan angin berdasarkan hambatan listrik dari kawat. Anime yang terjadi ini
cukup akurat untuk menentukan kecepatan angin
D. SKALA ALAT UKUR
Anemometer digital memiliki tiga skala pengukuran yaitu meter/sekon, km/jam, dan
north. Pada anemometer digital pengukuran dapat dilakukan berulang-ulang dan
data akan otomatis tersimpan dalam memori.
E. CARA MENGGUNAKAN ANEMOMETER
Untuk mendapatkan fungsi Anemometer dengan semaksimal mungkin, kita harus
menggunakan Anemometer dengan cara yang baik dan benar tentu sesuai prosedur
penggunaan alat tersebut. Pengukuran Anemometer yang tepat dilakukan dengan
memegang Anemometer secara vertikal.
Untuk memastikan Anemometer bekerja dengan efektif, kita harus menstabilkan
Anemometer dengan penyangga, agar saat penggunaan alat tersebut berjalan dengn
stabil, dan biasanya kecepatan angin akan muncul secara otomatis pada spedometer
yang terdapat pada layar LCD Anemometer.
Cara penggunaannya adalah :
a) Tentukan dari mana datangnya arah angin.
b) Nyalakan anemometer dengan menekan tombol power.
c) Layar tampilan (display) menghadap ke arahmu dan angin yang
datang dari arah belakang tampilan layar.
d) Lihat angka yang menunjukkan kecepatan angin pada layar
tampilan.
e) Apabila angka kecepatan angin sudah konstan, tekan tombol hold,
kemudian catat hasilnya.
F. CONTOH CARA PENGGUNAAN DAN CARA MEMBACA HASIL
PENGUKURAN

Pada gambar di atas, maka pembacaan skala anemometer adalah dari hasil gambar
tersebut kecepatan angin yangg di ukur adalah 6.5 m/s pada kondisi daerah 23.1 °C
AVOMETER
A. SEJARAH PENEMUAN AVOMETER
Perangkat pertama yang bisa dibilang merupakan multimeter pertama muncul
pada tahun 1820. Ini adalah perangkat deteksi arus dengan pergerakan jarum, yang
disebut galvanometer. Galvanometer ini dirancang hanya untuk mendeteksi arus
listrik yang ditunjukkan dengan pergerakan jarum kompas. Meski sangat berguna di
lab, sayangnya perangkat ini berukuran sangat besar dan mudah rusak sehingga tidak
praktis untuk pekerjaan lapangan. Pada tahun 1920, seorang teknisi British Post
Office, Donald Macadie, dianggap sebagai penemu multimeter pertama. Ceritanya
bermula ketika ia merasa berang karena harus membawa banyak alat saat bekerja di
saluran telekomunikasi. Oleh karena itu, dia menciptakan satu alat yang bisa
mengukur ampere, volt, dan ohm. Hasilnya, terciptalah alat yang kemudian dinamai
AVOmeter.
Dibanding multimeter yang kita gunakan sekarang, ukuran AVOmeter itu
sungguh besar. Namun satu dekade setelah multimeter itu tercipta, yaitu pada tahun
1930-an, ukurannya menjadi kian kecil dan portabel serta dilengkapi dengan rentang
dan fitur lainnya. Sejarah voltmeter bermula ketika Westinghouse memperkenalkan
alat pengukur Universal pertama. Awalnya, AVOmeter hanya mengukur arus searah
(DC), hambatan, dan tegangan dalam 13 rentang yang berbeda. Namun, ketika
“penyearah gelombang instrumen oksida tembaga” dibuat, perangkat pengukur ini
ternyata mampu mengukur arus bolak-balik (AC) dan rentangnya naik dari 13
menjadi 20.
B. GAMBAR DAN KOMPONEN ALAT
BAGIAN-BAGIAN MULTIMETER:
1) Jarum penunjuk meter
Berfungsi sebagai penunjuk besaran yang diukur.
2) Skala
Berfungsi sebagai skala pembacaan meter, yaitu : skala tegangan skala arus dan
skala resistor.
3) Zero adjust screw
Berfungsi untuk mengatur kedudukan jarum penunjuk dengan cara memutar
sekrupya ke kanan atau ke kiri dengan menggunakan obeng pipih kecil.
4) Zero Ohm Adjust Knob
Berfungsi untuk mengatur jarum penunjuk pada posisi nol. Caranya, saklar pemilih
diputar pada posisi (ohm), test lead + (merah) dihuungkan ke test lead – (hitam),
kemudian tombol pengatur diputar ke kiri atau ke kanan sehingga jarum menunjuk
pada 0 Ohm.
5) Lubang kutub +
Berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub (+) yang berwarna merah.
6) Positive Terminal(20 A DC Only)
Berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub (+) yang berwarna merah ketika
mengukur Arus DC dari 0 -20 Ampere
7) Range Selector Switch
Berfungsi untuk memilih posisi pengukuran dan batas ukurannya. Ada 4 yaitu :
DCV, DC mA, ACV, dan Ohm.
8) Lubang kutub –
Berfungsi sebagai tempat masuknya test lead kutub (-) yang berwarna hitam.
Display ( Layar Penunjuk ukuran pada multimeter)
Probe ( penghubung / konektor pada multimeter)
Saklar ( berfungsi untuk memilih jenis ukuran satuan yang akan di ukur)
C. CARA KERJA
Alat ukur Multitester ini memiliki cara kerja yang cukup unik. Di dalam alat ini
terdapat sebuah kumparan yang terbuat dari bahan tembaga. Kumparan tersebut
diletakkan di antara dua kutub yaitu Utara dan Selatan. Pada kumparan tersebut
terdapat sebuah jarum ukur atau jarum meter sebagai penunjuk skala. Apabila dua
ujung kumparan tersebut dialiri oleh arus lisrik, maka jarum jam akan bergerak
menuju skala tertentu.
D. SKALA ALAT UKUR
Skala adalah salah satu komponen yang terdapat dalam multitester atau avometer.
Papan skala nilai pengukuran pada avometer yakni:

 Nilai pengukuran tegangan AC


 Nilai pengukuran tegangan DC
 Nilai pengukuran arus listrik

E. CARA MENGGUNAKAN ALAT UKUR


Cara Menggunakan Multimeter untuk Mengukur Tegangan, Arus listrik dan
Resistansi. Berikut ini cara menggunakan Multimeter untuk mengukur beberapa
fungsi dasar Multimeter seperti Volt Meter (mengukur tegangan), Ampere Meter
(mengukur Arus listrik) dan Ohm Meter (mengukur Resistansi atau Hambatan)
 MENGUKUR HAMBATAN
1) Atur posisi saklar ke ohm
2) Pilihlah skala saklar sesuai dengan besarnya hambatan yang akan akan diukur.
Untuk multimeter analog biasanya terdapat huruf X yang artinya adalah kali.
3) Pilihlah skala saklar sesuai dengan besarnya hambatan yang akan akan diukur.
Untuk multimeter analog biasanya terdapat huruf X yang artinya adalah kali
4) Kemudian hubungkan probe ke sumber hambatan. Untuk resistor tidak
berfungsi polaritas sehingga kalian dapat bebas meletakkan di bagian mana
saja.
5) Kemudian lihatlah besarnya Hambatan di display multimeter. Untuk
multimeter analog perlu pengalian terhadap skala yang ditetapkan
sebelumnya di langkah no 2

 MENGUKUR TEGANGAN DC
1) Atur posisi saklar ke DCV
2) Pilihlah skala saklar sesuai dengan tegangan yang akan akan diukur. Jika
diperkirakan tegangan yang diukur kira-kira tidak lebih dari 10 volt maka atur
saklar ke angka 12 volt.
3) Atur saklar ke skala yang lebih besar dari perkiraan tegangan yang diukur.
Hal ini untuk menghindari kerusakan pada multimeter.
4) Kemudian hubungkan probe ke terminal sumber tegangan DC yang ingin di
ukur. Untuk probe yang berwarna merah pada terminal positif (+) sedangkan
untuk probe yang berwarna hitam untuk terminal negatif (-). Ingat jangan
sampai terbalik
5) Kemudian lihatlah besarnya tegangan DC di display multimeter.

𝑆𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑢𝑛𝑗𝑢𝑘


Hasil ukur = 𝑥 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑢𝑘𝑢𝑟
𝑆𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑀𝑎𝑠𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

 MENGUKUR TEGANGAN AC
1) Atur posisi saklar ke ACV
2) Pilihlah skala saklar sesuai dengan tegangan yang akan akan diukur.
Jika diperkirakan tegangan yang diukur kira-kira tidak lebih dari 220
volt maka atur saklar ke angka 300 volt.
3) Atur saklar ke skala yang lebih besar dari perkiraan tegangan yang
diukur. Hal ini untuk menghindari kerusakan pada multimeter.
4) Kemudian hubungkan probe ke terminal sumber tegangan AC yang
ingin di ukur. Untuk tegangan AC tidak ada Polaritas (+) dan (-)
sehingga kalian dapat bebas meletakkan probe di mana saja
5) Kemudian lihatlah besarnya tegangan AC di display multimeter

𝑆𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑢𝑛𝑗𝑢𝑘


Hasil ukur = 𝑥 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑢𝑘𝑢𝑟
𝑆𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑀𝑎𝑠𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙

F. CONTOH CARA PENGGUNAAN DAN CARA MEMBACA HASIL


PENGUKURAN CONTOH CARA PENGGUNAAN DAN CARA
MEMBACA HASIL PENGUKURAN
Apabila batas ukur voltmeter DC (VDC) pada angka 50. Berapa volt tegangan
yang terukur oleh alat ukur tersebut.
Dari gambar di atas kita dapat membaca hasil pengukuran dengan cara kita
mengetahui hasil pengukurannya. Dari gambar dapar kita peroleh:
Skala yang di tunjuk yaitu = 4
Batas ukurnya = 50
Skala maksimal = 10

Jadi dapat kita peroleh :


𝑆𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑡𝑢𝑛𝑗𝑢𝑘
Hasil ukur = 𝑥 𝐵𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑢𝑘𝑢𝑟
𝑆𝑘𝑎𝑙𝑎 𝑀𝑎𝑠𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
4
= x 50
10

= 20 volt
Jadi, besar tegangan DC yg diukur adalah sebesae 20 volt.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Anemometer adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk mengukur kecepatan
angin dan untuk mengukur arah, anemometer merupakan salah satu instrumen
yang sering digunakan oleh balai cuaca seperti Badan Metereologi Klimatologi dan
Geofisika (BMKG). Sedangkan Multimeter adalah sebuah peralatan khusus yang
digunakan untuk mengukur komponen listrik yang terdiri dari 2 kata yaitu "multi"
dan "Meter" berarti Pengukuran Ganda. Dari kata ini dapat kita simpulkan
multimeter adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan pengukuran ganda,
dikatakan pengukuran ganda karena mampu mengukur lebih dari satu varibel

B. Saran
Menurut kami sebagai mahasiswa khususnya jurusan fisika harus dapat memahami
dan dapat menggunakan Anemometer dan Avometer ataupun multimeter dalam
kehidupan sehari-hari. Karena, itu dapat membantu mahasiswa juga dalam hal kecil
maupun hal besar.
DAFTAR PUSTAKA
Pasaribu, M. I., Putra, G., & Anugerah, F. A. (2018). Junaidi,“Mengukur tekanan
udara pada ban secara otomatis dengan kecepatan anemometer,”. J.
Teknol, 15, 11.
Waluyanti, S. (2008). Alat Ukur Dan Teknik Pengukuran Jilid 1. Jakarta:
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal
Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan
Nasional.
Chusni, M. M. Handout Perkuliahan: Pengenalan Alat Ukur.
Jumini, S., & Holifah, L. (2014). Menentukan Kondisi Lingkungan Berdasarkan
Pengukuran Kecepatan Angin Dengan Anemometer Sederhana. Jurnal
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ, 1(2), 144-148.
https://www.suzuki.co.id/tips-trik/fungsi-avometer-bagian-jenis-dan-cara-
kerjanya?pages=all
https://www.pengelasan.net/multimeter/

Anda mungkin juga menyukai