i
ALAT UKUR ANEMOMETER
(MAKALAH)
Nama : Umunailil A`laini
NPM : 1713022001
Prodi : Pendidikan Fisika 2017
Dosen Pengampu : Prof. Dr. Agus Suyatna, M.Si
B. Anggit Wicaksono, S.Pd., M.Si
Program Studi Pendidikan Fisika
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan
Universitas Lampung
2018
i
ii
Kata Pengantar
Assalamu`alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Puji syukur senantiasa selalu kita ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
limpahan Rahmat,Taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang
telah menunjukan jalan kebaikan dan kebenaran di dunia dan akhirat kepada umat manusia.
Makalah ini di susun guna memenuhi tugas mata kuliah Instrumentasi Fisika dan juga
untuk khalayak umum sebagai bahan penambah ilmu pengetahuan serta informasi yang semoga
bermanfaat.
Makalah ini disusun dengan segala kemampuan penulis dan semaksimal mungkin.
Namun, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini tentu tidaklah sempurna dan
masih banyak kesalahan serta kekurangan.Maka dari itu penulis sebagai penyusun makalah ini
mohon kritik, saran dan pesan dari semua yang membaca makalah ini.
Wa’alaikumsalam Warohmatullohi wabarokatuh
Bandarlampung, 7 Oktober 2018
Penulis
ii
iii
DAFTAR ISI
Halaman
COVER..........................................................................................................................................i
KATA PENGANTAR...................................................................................................................ii
DAFTAR ISI..................................................................................................................................iii
DAFTAR GAMBAR.....................................................................................................................iv
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...............................................................................................................1
B. Rumusan Masalah ..............................................................................................................1
C. Tujuan Makalah...................................................................................................................1
BAB II. PEMBAHASAN
A. Definisi, fungsi dan prinsip kerja alatAnemometer.............................................................2
B. Jenis-jenis Anemometer......................................................................................................4
C. Bagian-Bagian serta Fungsi dari Anemometer LUTRON LM-81AM...............................9
D. Merawat Anemometer ......................................................................................................15
BAB III. PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................................................17
B. Saran .................................................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA
iii
iv
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1 Prinsip Kerja Anemometer..............................................................................................4
Gambar 2 Jenis Anemometer Pengukur kecepatan Angin..............................................................6
Gambar 3 Anemometer Analog.......................................................................................................8
Gambar 4 Contoh dari Jenis Anemometer Digital...........................................................................9
Gambar 5 Bagian-Bagian Alat Anemometer.................................................................................10
Gambar 6 Keadaan Awal Anemometer........................................................................................13
Gambar 7 Kalibrasi Alat ...............................................................................................................14
Gambar 8 Hasil Percobaan.............................................................................................................14
iv
1
1
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada zaman dahulu, orang masih kesusahan ketika ingin mengukur kecepatan angin dan
tekanan angin untuk memperkirakan cuaca. Sekarang, hal ini dapat diatasi yaitu dengan
adanya alat anemometer. Alat ini dapat memudahkan siapa saja yang ingin mengetahui
kecepatan angin, tekanan angin dan arah angin. Namun, ternyata masih banyak orang yang
belum tahu apa itu anemometer, jenis anemometer dan fungsi anemometer.
Oleh karena itu, penulis membuat makalah ini dengan harapan dapat membantu siapa saja
untuk mengetahui apa anemometer, jenis dari anemometer dan fungsi anemometer.
B. Rumusan Masalah
Rumusan bedasarkan latar belakang tersebut adalah :
1. Bagaimana penggunaan anemometer analog dan digital ?
2. Bagaimana cara pengkalibrasian anemometer analog dan digital ?
3. Apa Bagian-bagian dan prinsip Anemometer?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari makalah anemometer ini adalah :
1. Dapat mengetahui penggunaan anemometer analog dan digital.
2. Dapat mengetahui cara pengkalibrasian anemometer analog dan digital.
3. Dapat mengetahui bagian –bagian dan Prinsip Anemometer.
ii
iii
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi, fungsi dan prinsip kerja alat Anemometer
1. Definisi dan Fungsi Anemometer
Anemometer adalah sebuah alat ukur untuk mengukur kecepatan angin, badan
meteorologi dan geofisika atau BMKG Indonesia untuk prakiraan cuaca
(Widyaherma.2017).
Alat anemometer biasa dipakai untuk menebak cuaca melewati hembusan atau
kecepatan angin dan arah angin. Sebab itu,perlengkapan ini sering dipakai pada
sebuah sistem pengawasan seperti early warning system untuk menolong
mendeteksi cuaca buruk dan bencana yang diprovokasi oleh kecepatan angin yang
tinggilaksana badai, angin topan, angin puting beliung, dan sejenisnya. Agar bisa
mendeteksi kecepatan angin, perangkat ini mengenali evolusi pada sejumlah sifat
jasmani dari desakan fluida pada sebuah perlengkapan mekanis yang dimasukkan
pada sebuah aliran (Linkedin.2018).
2. Fungsi Anemometer
Secara garis besar fungsi anemometer adalah mengukur kecepatan angin dan
tekanan anign dalam fenomena terjadinya angin. Berikut ini adalah fungsi lain
dari anemometer :
1. Mengukur kecepatan angin dan kecepatan gas .
iii
iv
2. Mengukur kecepatan angin dengan mendeteksi sinar laser yang terpantul dari
partikel udara yang bergerak dengan anometer Doppler Laser.
3. Mengukur kecepatan angin dengan mengirim gelombang suara antara
transduser yang terpasang dan bagaimana kecepatan terpengaruh dengan
anemometer ultrasonik.
4.Menentukan perkiraan cuaca dan tekanan angin pada kondisi tertentu
(Alliswell.2015).
3. Prinsip Kerja Alat Anemometer
Berikut ini adalah prinsip kerja anemometer secara umum , antara lain :
- Angin memiliki tekanan yang kuat pada baling-baling yang berbentuk cekung.
- Bagian yang terkena tekanan (bagian cekung) akan berputar satu arah dengan
Perputaran angin.
- Bagian poros dari baling-baling dihubungkan dengan dinamo kecil.
- Baling-baling yang berputar akan menghasilkan kecepatan angin yang
berbanding lurus dengan kecepatan angin.
- Arus yang dihasilkan baling-baling dihubungkan dengan galvanometer dalam
satuan kecepatan knot , meter per detik (m/s) , kilometer per jam (km/jam)
(Alliswel.2015).
Cara kerja anemometer dari sudut pandang lain yaitu dengan memanfaatkan rotasi
yang terjadi saat angin menggerakan mangkok pada perangkat ini. Seperti yang
sudah diketahui bahwa anemometer mangkok adalah jenis yang paling banyak
digunakan. Initer diri dari beberapa mangkok yang menempel pada ujung lengan
horizontal terpasang pada poros vertikal. Penangkapan dalam mangkok angin
menyebabkan mangkok berputar. poros yang terhubung keperangkat yang
memberikan kecepatan angin dalam mil per jam, kilometer per jam, atau knot.
Poros dihubungkan ke generator listrik, jumlah arus
iv
v
yang dihasilkan oleh generator bervariasi dengan kecepatan angin.
Gambar 1 Prinsip kerja anemometer (Alliswel.2015)
B. Jenis-jenis Anemometer
1. Jenis anemometer ada dua yaitu anemometer pengukur kecepatan angin (Velocity
anemometer) dan anemometer pengukur tekanan angin (pressure anemometer) :
Anemometer pengukur kecepatan angin , antara lain :
a. Anemometer cup (mangkuk)
Anemometer ini diciptkana oleh Dr. John ThomasRommey Robinson dari Armagh
Observator tahun 1846. Anemometer ini memiliki tiga cup setengah lingkaran yang
terpasang pada ujung horizontalnya. Angin yang melewati cup akan memberikan
tekanan gerak pada cup untuk memutar. Putaran poros cup inilah yang menghasilkan
v
vi
kecepatan angin rata-rata selama periode waktu yang ditetapkan. Anemometer ini
digunakan untuk standar industri dalam penilaian studi sumber daya angin.
b. Anemometer Kincir Angin
Anemometer ini berbentuk panjang vertikal yang bergerakannya selalu sama (konstan).
c. Anemometer Lasser Dopler
Anemometer ini menggunakan sinar cahaya dari laser yang terbagi menjadi dua balok,
dengan satu yang disebarkan dari anemometer. Partikulat yang mengalir bersama dengan
molekul udara yang dekat dengan tempat keluar balok mencerminkan lampu kembali ke
detektor, yang diukur relatif terhadap sinar laser asli. Ketika partikel-partikel dalam
gerakan besar akan menghasilkan pergeseran Doppler untuk mengukur kecepatan angin
di sinar laser yang akan digunakan untuk kecepatan partikel udara disekitar anemometer.
d. Anemometer Sonic
Anemometer yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk mengukur kecepatan
angin.
e. Anemometer Hot-wire
Anemometer yang menggunakan kawat halus untuk pengukuran . Adanya udara
yang melewati Hot-wire akan menyebabkan pendinginan pada kawat. Kawat yang
halus memiliki frekuensi yang lebih sensitiv dibandingkan pengukuran lainnya.
Anemometer ini digunakan untuk studi arus turbulen (Alliswel:2015).
vi
vii
Gambar 2 jenis anemometer pengukur kecepatan angin (Alliswel.2015)
Anemometer pengukur tekanan angin antara lain :
a. Anemometer Piring (plate)
Anemometer ini adalah anometer pertama untuk mengukur tekanan angin. Anometer ini
menggunakan piring yang diletakan dari atas sehingga mampu dilewati oleh angin.
Anemometer ini sangat baik untuk daerah yang tinggi karena berbentuk plate memiliki
hasil pengukuran yang baik jika digunakan untuk tempat yang lebih tinggi.
b. Anemometer tabung (tube)
Anemometer ini teridiri dari tabung kaca berbentuk U yang berisi cairan manometer (Pengukur
tekanan). Anemometer ini memiliki postur yang salah satu ujungnya membungkuk menghadapi
vii
viii
angin dan ujung vertikal yang lain sejajar dengan aliran angin. Anemometer ini paling praktis
dan terkenal.
Jika angin bertiup ke mulut tabung menyebabkan cairan manometer meningkat dari
peningkatan cairan manometer ini menghasilkan indikasi tekanan angin
(Alliswell:2015).
2. Adapun jenis-jenis Anemometer Berdasarkan cara kerjanya saat ini terdapat dua jenis
anemomoter yaitu anemometer digital dan anemometer analog (manual), antara lain :
a. Anemometer Analog
Pada awalnya pengukuran kecepatan angin menggunakan sistem analog atau manual.
meski sudah terdapat anemometer digital, anemometer analog masih digunakan.
Kelebihan dari anemometer analog ini adalah :
- Anemometer analog dapat menerima angin dari arah manapun
- Anemometer analog dapat dipasang pada ketinggian yang bervariasi, mulai dari 1-10
meter.
- Dengan menggunakan anemometer analog, anda dapat mengetahui kecepatan angin
perharinya.
Kekurangan Anemometer Analog
- Jika dipasang pada ketinggian mencapai 10 meter, maka untuk menghidari kerusakan
anemometer tersebut harus dilengkapi dengan anti petir.
- Anemometer analog harus dipasang secara terpisah, tidak boleh dekat dengan alat-
alat atau benda yang dapat jadi penghalang
- Sebelum pemasangan harus dilakukan perhitungan terlebih dahulu, agar hasil yang
didapat maksimal(Herma:2017).
viii
ix
Gambar 3 anemometer analog (Herma.2017)
b. Anemometer Digital
Anemometer memiliki ukuran yang kecil, mudah untuk dibawa kemana saja serta
dilengkapi dengan layar display untuk menampilkan hasil pengukuran. Cara
penggunaan anemometer digital sangat mudah. Terdapat 3 skala pengukuran
menggunakan anemometer digital yaitu km/jam, meter/detik dan north.
Sama halnya dengan anemometer analog, anemometer digital juga memiliki kelebihan
dan kekurangan.
Kelebihan anemometer digital
- Mudah untuk dibawa
- Hasil pengukuran mudah untuk diamati
- Cocok digunakan untuk pengukuran sesaat
- Dilengkapi dengan skala beaufort
ix
x
Kekurangan anemometer digital
- Penggunaanya terbatas untuk mengukur kecepatan angin saja
- Hanya mampu mengukur kecepatan angin sesaat.
Gambar 3 contoh dari jenis anemometer digital (Herma.2017).
C. Bagian-Bagian serta Fungsi dari Anemometer LUTRON LM-81AM
Pada makalah ini mengkhususkan pada bagian bagian alat dari anemometer
LUTRON LM-81AM. Adapun bagian bagian dari alat anemometer tersebut adalah :
x
xi
Gambar 5. bagian bagian alat anemometer (Umunailil:2018)
1. Tombol Power berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan alat anemometer
2. Tombol hold berfungsi untuk membekukan hasil pengukuran
3. Tombol max/min berfungsi untuk melihat maximum atau minimum pengukuran
kecepatan angin.
4. Tombol unit berfungsi untuk merubah rubah satuan
5. Layar atau display pada anemometer berfungsi untuk melihat hasil pengukuran
6. Baling baling berfungsi untuk tempat mengukur angin.
D. Cara Penggunaan, Pengkalibrasian, dan Perawatan
1. Cara penggunaan anemometer
a. Penggunaan anemometer analog
Anemometer harus ditempatkan diruang lingkup lingkungan terbuka. jadi
prosesnya adalah pada saat tertiup angin, baling-baling yang terdapat pada
xi
xii
anemometer akan bergerak sesuai dengan arah angin yang berhembus. Di
dalam anemometer terdapat alat pencatat yang akan menghitung kecepatan
angin. Hasil yang diperoleh alat akan dicatat, kemudian dicocokkan
dengan Skala Beaufort (Anonim.2018).
Nomor
Kekuatan angina Kecepatan rata-rata (km/jam)
Beaufort
0 Tenang <1
1 Sedikit tenang 1-5
2 Sedikit hembusan angin 6-11
3 Hembusan angin pelan 12-19
4 Hembusan angin sedang 20-29
5 Hembusan angin sejuk 30-39
6 Hembusan angin kuat 40-50
7 Mendekati kencang 51-61
8 Kencang 62-74
xii
xiii
9 Kencang sekali 75-87
10 Badai 88-101
11 Badai dahsyat 102-117
12 Badai topan >118
Tabel skala beaufort (Sugiharyanto.2007).
Pada anemometer tiga mangkok,sensornya terdiri dari tiga atau empat buah
mangkok yang dipasang pada jari-jari yang berpusat pada suatu sumbu vertical
atau semua mangkok tersebut terpasang pada poros vertikal. Seluruh mangkok
menghadap kesatu arah melingkar sehingga bila angin bertiup maka rotor berputar
pada arah tetap.Kecepatan putar dari rotor tergantung kepada kecepatan tiupan
angin. Melalui suatu system mekanik roda gigi, perputaran rotor mengatur system
akumulasi angka penunjuk jarak tiupan angin. Anemometer tipe “cup counter”
hanya dapat mengukur rata - rata kecepatan angin selama suatu periode
pengamatan. Dengan alat ini penambahan nilai yang dapat dibaca dari satu
pengamatan ke pengamatan berikutnya, menyatakan akumulasi jarak tempuh
angin selama waktu dari kedua pengamatan tersebut, sehingga kecepatan
anginnya adalah sama dengan akumulasi jarak tempuh tersebut dibagi lama selang
waktu pengamatannya.
Berikut contoh perhitungan sederhana kecepatan angin yang diukur dengan
anemometer tiga mangkok.
Panjang lingkaran susunan mangkok-mangkok adalah 3 m, dan susunan itu pada
suatu waktu berputar 20 kali dalam waktu 10 detik, maka kecepatan angin dapat
dihitung : [(20x3)/10 m = 6 m/dt]
xiii
xiv
Untuk memudahkan menghitung putaran dari pada piringan anemometer maka salah
satu mangkok diberi warna lain.
Sehubungan dengan karena adanya perbedaan kecepatan angin dari berbagai
ketinggian yang berbeda, maka tinggi pemasangan anemometer ini biasanya
disesuaikan dengan tujuan atau kegunaannya(Anonim.2011).
b. Penggunaan Anemometer digital
Menggunakan Anemometer Digital sangatlah mudah, anda hanya perlu
memegang Anemometer secara vertikal atau meletakan di atas penyangga. Angka
secara otomatis akan tampil pada speedometer. Adapun cara membaca skala dan
hasil pengukurannya adalah sebagai berikut:
- Keadaan awal pada anemometer, layar masih kosong
Gambar 6. keadaan awal anemometer (umunailil:2018)
xiv
xv
- Tekan tombol POWER untuk menghidupkan display pada anemometer. Kalibrasi alat
dengan memperhatikan baling-baling, apabila baling- baling sudah berhenti dan pada
display telah menunjukkan angka nol maka alat telah terkalibrai.
Gambar 7 kalibrasi alat (Umunailil:2018)
- Mengukur kecepatan angin dan memperhatikan hasil pengukuran, ketika sekiranya
hasil maksimum maka segera tekan HOLD untuk membekukan hasil pengukuran.
Gambar 8 hasil percobaan (Umunailil:2018)
xv
xvi
- Setelah selasai pengukuran, tekan tombol POWER agak lama dan anemometer telah
mati.
2. Pengkalibrasi anemometer
Peralatan anemometer memerlukan proses kalibrasi, kalibrasi dilakukan secara
periodik untuk menjaga nilai akurasi atau ketepatan nilai pada proses pengukuran.
Anemometer dibutuhkan untuk bidang meteorologi, pengamatan terhadap iklim-
iklim, cuaca dan sebagainya.
a. Anemometer analog
Proses kalibrasi anemometer dilakukan secara periodik agar perfomansi dan hasil
pencatatan tetap stabil dan baik. Berikut urutan proses kalibrasi pada
anemometer(Shafiyyah:2009).
1. Baling baling pada anemometer analog harus berada pada keadaan diam atau
terhenti.
2. Dan skala yang ditunjukkan menunjukkan angka nol.
b. Pengkalibrasian Anemometer Digital
Untuk mengkalibrasikan anemometer digital, yaitu dengan memberhentikan kicir
angin pada alat anemometer digital, dan pada display menunjukan angka nol.
3. Merawat Anemometer
1. Anemometer analog
Cara merawat anemometer analog adalah dengan:
xvi
xvii
a. Bersihkan Sangkar Meteorologi dari debu dan lumut sedikitnya satu kali
dalam satu bulan
b. Sangkar dicat satu kali dalam satu tahun dengan menggunakan cat warna
putih.
2. Anemometer digital
Setiap alat-alat laboratorium harus dirawat dengan cara yang benar. Cara
merawat anemometer digital antara lain,
a. Menyimpan anemometer digital ke kotaknya jika tidak sedang digunakan.
b. Anemometer jangan dibanting atau dijatuhkan supaya tidak rusak.
c. Meletakkan alat di tempat semestinya
d. Menghindarkan alat dari bahan-bahan yang dapat mengurangi ke
kalibrasiannya.
e. Hindari anemometer dari tindihan-tindihan benda berat (Asbandi.2012)
xvii
xviii
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Anemometer adalah sebuah alat ukur untuk mengukur kecepatan angin, badan
meteorologi dan geofisika atau BMKG Indonesia untuk prakiraan cuaca.
2. Jenis jenis anemometer berdasarkan fungsinya ada dua, yaitu anemometer untuk
mengukur kecepatan angin dan anemometer mengukur tekanan angin. Sedangkan
jenis berdasarkan cara kerjanya ada dua, yaitu anemometer analog dan
anemometer digital.
3. Bagian bagian anemometer Lutron LM-81AM terdiri atas tombol Power,
Hold,Max/min, unit, layar alat dan kicir angin
4. Cara penggunaan anemometer berdasarkan jenis nya masing masing, cara
pengkalibrasian anemometer adalah dengang terhentinya baling-baling pada
anemometer analog maupun digital.
B. Saran
Dalam menggunakan anemometer analog maupun digital haruslah berhati-hati dan teliti,
apabila tidak teliti dalam menggunakannya maka akan salah dalam membaca hasil
pengukuran.
xviii