0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan8 halaman

200-Article Text-973-1-10-20241105

Dokumen ini menganalisis pengaruh perlintasan sebidang kereta api terhadap karakteristik lalu lintas di Jalan Raya Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan adanya penundaan dan antrean kendaraan yang signifikan pada jam sibuk, dengan kecepatan arus bebas yang menurun dan kerapatan macet yang meningkat akibat perlintasan tersebut. Penelitian ini juga menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan serta perlunya solusi untuk mengurangi kemacetan di area tersebut.

Diunggah oleh

Syahdan Madi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan8 halaman

200-Article Text-973-1-10-20241105

Dokumen ini menganalisis pengaruh perlintasan sebidang kereta api terhadap karakteristik lalu lintas di Jalan Raya Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan adanya penundaan dan antrean kendaraan yang signifikan pada jam sibuk, dengan kecepatan arus bebas yang menurun dan kerapatan macet yang meningkat akibat perlintasan tersebut. Penelitian ini juga menekankan pentingnya keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan serta perlunya solusi untuk mengurangi kemacetan di area tersebut.

Diunggah oleh

Syahdan Madi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS PENGARUH JALAN SEBIDANG DAN KERETA APITERHADAP

KAREKTERISTIK LALU LINTAS


(JL RAYA BOJONG GEDE KABUPATEN BOGOR)
Doni Haidar Nur (1), Heru Parbowo (2)
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, UniversitasJayabaya
Email : Heruhercules65@gmail.com

Abstrak
Perlintasan Kereta Api di Jalan Raya Bojong Gede Jumlah kendaraan yang melintas mendekati
perlintasan antara sebidang jalan raya dan rel kereta api cukup besar sehingga menyebabkan penundaan
maupun antrean kendaraan yang sangat besar pada saat jam puncak di pagi maupun sore hari ketika
aktivitas berangkat atau pulang kerja/sekolah. Selain itu, resiko kemungkinan kecelakaan cukup besar
yang ada di perlintasan sebidang jalan raya dan rel kereta api, keselamatan dan kenyamanan harus
diutamakan bagi pengguna sarana transportasi. Dari hasil analisis wilayah pengamatam awal yakni ruas
yang tidak terpengaruh hambatan rumble strips nilai kecepatan arus bebas 25,277 km /jam, nilai
kerapatan macet 32,720 (satuan mobil penumpang) smp per km dan volume maksimalnya 230,987
(satuan mobil penumpang) smp per km dan pada wilayah pengamatam akhir yakni ruas yang
terpengaruh hambatan rumble strips nilai kecepatan arus bebas 19,450 (satuan mobil penumpang) smp/
km, nilai kerapatan macet 39, (satuan mobil penumpang) smp per km dan volume maksimalnya 196,032
(satuan mobil penumpang) smp /jam. Terjadinya keadaan antrean dan tundaan maksimal selama rentang
waktu 08:09:07 – 08:13:24 : menciptakan waktu untuk melepaskan ta = 2924 detik, waktu dalam
memulihkan tb = 2692 detik, panjang antrean maksimal = 2924 meter, jumlah kendaraan antre N = 68
smp, dan rerata tundaan selama 162 detik.

Kata Kunci : Perlintasan Sebidang Kereta Api, Volume Lalu Lintas, penundaan, Antria

Pendahuluan
kemungkinan terjadinya kecelakaan di
Transportasi merupakan sarana perlintasan sebidang kereta api juga
perpindahan fisik orang atau barang cukup besar sehingga menimbulkan
dari suatu tempat ke tempat lain pada kerugian tidak hanya bagi pengguna
waktu tertentu dengan menggunakan jalan raya, namun juga bagi KAI.
orang, mesin, ataupun hewan. Secara Kebakaran KRL JABODETABEK juga
umum perkembangan transportasi dapat menghambat perjalanan dan
berkaitan dengan perkembangan menghentikan aktivitas angkutan kereta
manusia, ekonomi, budaya, dan sosial api. Kereta Api memperoleh prioritas
di suatu wilayah. Serta kebutuhan akan pada perlintasan dan pengendara yang
transportasi bagi warga kabupaten melewati perlintasan sebidang kereta
Bogor dan sekitarnya. Salah satu api, perlu mengutamakan kereta api
permasalahan yang dihadapi adalah sebab berdasar Pasal 91 Ayat 1 UU No.
kemacetan lalu lintas akibat adanya 23 Tahun 2007 mengenai
perlintasan jalur kereta api di jalan raya perkeretaapian, persimpangan jalur
Bojong Gede. Kapasitas kendaraan yang kereta api dan jalan raya tidak
melintas di dekat jalan tol dan dirancang sesuai dengan ketentuan.
persampingan kereta api sangat padat, Setidaknya prinsip tidak ada elevasi.
sehingga mengakibatkan kemacetan Flyover dan underpass juga tidak
kendaraan dan antrean panjang pada jam digunakan. Dengan demikian, tidak
sibuk pagi dan sore hari untuk akan terjadi persimpangan sebidang atau
berangkat kerja serta sekolah. kecelakaan lalu lintas.
Kabupaten Bogor tergolong salah satu Rumusan Masalah
kabupaten yang dari beberapa Berdasarkan perrmasalahan yang sudah
penyangga ibu kota negara, mengingat peneliti jabarkan di atas, didapat
Bogor dan DKI Jakarta hanya berjarak rumusan seperti:
40 km. Kabupaten Bogor sendiri berada 1. Bagaimana hubungan volume,
di antara 106⁰ BT dan 6⁰26 LS. kecepatan maupun kerapatan lalu-
Kemudin, secara geografis bojong gede lintas yang ada di ruas jalan yang di
Kab. Bogor,dekat perbatasan dengan pegaruhi hambatan akibat
kota depok. Seiring bertambahnya perlintasan kereta api
jumlah penduduk dan meningkatnya mempergunkan pendekatan model
aktivitas serta mobilitas manusia, linier Greenshield ?
tentunya diperlukan peningkatan 2. Berapa nilai tundaan dan Panjang
transportasi darat.Selain itu, risiko Aterian ketika pintu perlintasan
tertutup oleh metode gelombang

Jurnal Teknik Sipil -Arsitektur Volume 23 No. 1, Mei 2024 123


kejut (shoch wave) ? tempuh diperoleh besaran kecepatan
Tujuan Penelitian rerata waktu maupunkecepatan rerata
Kajian ini bermaksud guna menganalisis ruang. Kerapatan hendak terhitung
kinerja lalu lintas karena ada perlintasan sesuai data volume dan kecepatan
sebidang kereta api. Jalan Raya bojong kendaraannya.
Gede Kabupaten Bogor. Adapun kajian 2. Besaran volume lalu lintas didapat
ini bertujuan : melalui pencatatan jumlah kendaraan
1. Memperoleh hubungan volume, yang melintasi titik observasi di lokasi
kecepatan ataupun kerapatan lalu kajian sesuai jenis kendaraan,
lintas yang ada di ruas jalan. selanjutnya penelitikonversikan
2. Memperoleh nilai tundaan dan menjadi satuan mobil penumpang.
antrian ketika pintu perlintasan 3. Mengukur kecepatan setempat
tertutup oleh metode gelombang kendaraan dengan pencatatan waktu
kejut. tempuh guna melintasi jarak tertentu
Metode Penelitian yang sudah direncanakan: Berikutnya,
Lokasi Penelitian guna memperoleh variabel kerapatan,
makabisa melaksanakan pembagian
jumlah volume dengan kecepatan.
Pengumpulan Data
Alat Survey
Selama mengumpulkan data, maka
memerlukan alat penunjang, meliputi:
1. Stop watch digital, sebagai pencatat
waktu tempuh kendaraan yang
melintasi penggal jalan maupun
(Sumber: Google Maps, Google Earth) penghitung seberapa lama waktu pintu
perlintasantertutup.
Pilot Survey
2. Meteran, sebagai pengukur penggal
Kajian ini terlaksana di perlintasan sebidang jalan dan geometrik lokasi kajian.
Jalan raya Bojonggede Bogor. Sebelum 3. Alat tulis sebagai pencatat data.
mengambil data secara lengkap, peneliti perlu
melaksanakan survei pendahuluan yang 4. Penanda batas observasi
menjadi pertimbangan bersifat pencegahan 5. Transportasi bagi pengamat.
dengan tahapseperti :
- Memprediksi atau mengukur kondisi 6. Tabel survei volume lalu lintas, sebagai
kualitas data yang hendak peneliti penghitung seberapa banyak kendaraan
ambil. yang melewati bidang observasi sesuai
jenis kendaraan.
- Memprediksi kebutuhan terkait ukuran
sampel yang hendak peneliti ambil. Periode Pengamatan

- Penentuan periode observasi yang dirasa Data lalu lintas kerap kali diulang sesuai
memiliki peranan vital. jam, hari maupun musim. Penentuan
waktu survei yang layak bergantung ke
Survei pendahuluan terlaksana guna tujuan survei. Guna merepresentasikan
mendukung tahap mengumpulkan data. keadaan lalu lintas pada jam puncak, survey
Survei pendahuluan ialah survei dengan terlaksana selama 3 hari, yakni Senin,
skala kecil dan memiliki peranan vital, Jumat, dan Minggi saat jam sibuk seperti
terkhusus supaya survei bisa terlaksana pagi (pukul 07.00 sampai 09.00 wib), dan
seefisien maupun seefektif mungkin. sore (pukul 16.00 hingga 18.00 wib).
Dalam tahapan ini, peneliti akan meninjau Survei tidak terlaksana ketika lalu lintas
lapangan secara langsung untuk terpengaruh oleh peristiwa yang tidak
penyelidikan lokasi. Selanjutnya, sesudah biasa, misal kecelakaan, hari libur,
seluruh tahap di atas sudah peneliti perbaikan jalan maupun terjadi bencana
pertimbangkan, maka melaksanakan alam.
survei. Mengumpulkan Data Primer
Variabel yang di Ukur Data yang diperlukan pada kajian ini
Dalam kajian ini, data yang dibutuhkan diperoleh melalui pengamatan langsung.
pada kondisi di lapangan ialah: Jenis data yang peneliti butuhkan, seperti:
1. volume kendaraan (V) maupun waktu 1. Data volume lalu lintas
tempuh kendaraan selama melintasi Observasi bisa terlaksana secara manual
penggal jalan tertentu. Data waktu atau visual dengan penghitung manual

Jurnal Teknik Sipil -Arsitektur Volume 23 No. 1, Mei 2024 124


(hand counter), yaitu pencatatan jumlah waktu yang dibutuhkan oleh kecepatan
kendaraan yang melintasi titikobservasi Gelombang 3 (Usw3) melintasi segmen
yang sudah peneliti tentukan dengan sepanjang L yang dinyatakan menjadi t2
interval setiap lima belas menit.Peneliti dalam satuan jam. Waktu yang
akan menyuvei jneis kendaraan dan dibutuhkan kendaraan untuk ke keadaan
membaginya menjadi tiga, normal, yakni t1, serta volume lalu
sepertisepeda motor (MC), kendaraan lintas berguna agar bsia menentukan
ringan (LV), dan kendaraa berat (HV). jumlah kendaraan yang terjadi tundaan.
Pencatatan terbagi di setiap wilayah Berikutnya, jumlah kendaraan dan data
periode observasi. t1 maupun t2 dan volume kendaraan bisa
2. Data geometrik terhitung besaran tundaan satu periode
Dalam memperoleh data geometric waktu penutupan.
didapat melalui mengukur secara Penentuan Besar Tundaan Selama
langsung di lapangan. Data yang Satu Hari sesudah memperoleh nilai
diperlukan, seperti: tundaan dalam keadaan pintu tertutup,
a. Lebar jalan berikutnya akan menghitung besar tundaan
selama satu hari. Perihal ini penelitilakukan
b. Jumlah maupun jarak rumble strips
dengan mempertimbangkan jumlah kereta
c. Denah wilayah kajian yang melintas selama satu hari: pada
3. Data kecepatan kajian ini diperoleh waktu efektif dua
Kecepatan didapat melalui pembagian belas jam dan variasi volume per jam.
jarak tempuh dengan waktu. Dat aini Akibat ada nilai yang bervariasi dari lama
peneliti peroleh dengan pencatatan waktu pintu perlintasan tertutup, berarti akan
yang diperlukan kendaraan selama mengambil satu nilai untuk dijadikan unit
melintasi jarak tertentu, selanjutnya waktu: nilai rerata lama.
membaginya dengan panjang jarak itu. Tahapan Pekerjaan
Data kecepatan didapat untuk seluruh jenis Pada sebuah kajian dibutuhkan
kendaraan. Prosedur dalam mengambil kerangka kerja berupa diagram alir
sampel ialah kendaraan terdepan dari suatu (flowchart) yangberisi tahapan penelitian.
peleton dijadikan sampel atas dasar Maksud dari prosedur tertera pada
pertimbangan kendaraan kedua, serta penjelasan berikut
memperikirakan kendaraan yang memiliki
selisih kecepatan yang tidak cukup besar.
Namun, supaya lebih cermat, kendaraan
posisi tengah maupun paling belakang pun
akan peneliti jadikan sampel.
1. Data lama waktu untuk menutup pintu
perlintasan
Data ini peneliti peroleh melalui
pencatatan waktu pintu tertutup 45°
hinggapintu terbuka 45°. Melalui selisih
waktu ini bisa diperoleh lama pintu
perlintasan itu tertutup.
2. Menghitung Tundaan dan Antrean
mempergunakan Metode Gelombang
Kejut Tundaan karena pintu perlintasan
yang ditutup akan peneliti hitung Pembahasan
menggunakan metode gelombang kejut. Data Lalu Lintas
Indikator penghitungan, yaitu
kecepatan, volume kendaraan maupun Data volume lalu lintas didapat sesuai
estimasi waktu penutupan pintu hasil observasi yang di dapatkan hasil
perlintasan. Sesudah memperoleh observasi survei pendahuluan maupun
besaran gelombang kejut, maka akan pengambilan data di lapangan. Pada bab
menghitung waktu pertemuan keempat ini akan menyajikan data lalu
gelombang kejut 1 (Usw1 ) dengan lintas hasil survei lapangan, informasi data
gelombang Kejut 2 (Usw2) yang terjadi yang kumpulkan meliputi jumlah dan
di belakang perlintasan sebidang jalan waktu tempuh kendaraan. Berikutnya,
dengan jalur rel dengan simbol t1 menganalisis data agar mendapat data
sebagai penghitung panjang jarak di volume, kecepatan rerata ruang maupun
belakang perlintasan sebidang jalan dan kerapatan untuk ruas jalan yang peneliti
jalan rel: kendaraan terakhir terjadi kaji. Data lalu lintas tertera di Tabel 4.1.
tundaan, yang disimbolkan L dan
dinyatakan ke satuan kilometer.
Selanjutnya, menghitung estimasi
Jurnal Teknik Sipil -Arsitektur Volume 23 No. 1, Mei 2024 125
Tabel 4. 4 Volume maksimum per 15
menit pada lokasi pengamatan 2
Untuk perhitungan data lalu lintas di
ambil yang paling tertinggi pada hari
Senin, 19 Mei 2024 dengan total 114136
Kendaraan/Hari, Volume lalulintas yang
ditinjau merupakan lalulintas yang
melewati lokasi pengamatan 1 dan lokasi
pengamatan 2, dicatat berdasarkan jenis
kendaraan yang terdiri dari Motor cycle
(MC), Lig Vehicle (LV) dan Heavy
Vehicle (HV) dengan interval waktu 15
Data Kecepatan Ruang Rata-rata
menit. Data hasil pengamatanini
Kendaraan
mencerminkan kondisi nyata atau akual
Parameter kecepatan selama
yang di amati langsung, data lalu lintas
menganalisis hubungan antara volume,
yang ada pada hari senin dapat dilihat pada
kecepatan dan kerapatan lalu lintas
Tabel 4.2.
merupakan kecepatan rerata ruang (Ūsr).
Kecepatan rata-rata ruang (Ūsr) didapat
melalui hubungan antara kecepatan
setempat (Ūt) dengan standar deviasi (S)
dimana Ūsr = Ūt - ( S²/ Ūt). Data kecepatan
setempat diperoleh dari hasil bagi antara
jarak pengamatan yang dilakukan dengan
waktu tempuh kendaraan. Data waktu
Selanjutnya, pengambilan data satu jam tempuh survei lapangan terlaksana dengan
maksimal, yakni pada pukul 16.00 - 17.00 pencatatan waktu yang diperlukan
sebagai tahap hitungan berikutnya, Data kendaraan untuk melintasi jarak
ini akan peneliti konversikan ke satuan pengamatan. Adalah data kecepatan sesaat
mobil penumpang berdasar faktor konversi atau titik spoot. Sesuai survei pendahuluan
untuk setiap jenis kendaraan (Tabel 2.3). didapatkan kecepatan rerata kendaraan <
Pukul 16.00 hingga 16.15 WIB pada lokasi 40 km/jam sehingga berdasarkan Tabel 2.1
pengamatan 1 panjang lintasan pengamatan yang
Q = (MC × EMP MC) + (LV × EMP LV) dianjurkan adalah 25 m.
+ (HV × EMP HV) Survey waktu tempuh kendaraan dalam
periode 15 menit dari pukul 16:00 hingga
= (430*0.4) + (65*1) + (6*1.3) 16:15 WIB dengan jarak Pengamatan 25
= 244,8 smp/15 menit, m. Data waktu tempuh(5.99 detik)
diknversi menjadi kecepatan setempat
data selengkapnya pada Tabel 4.3. sehingga diperoleh Ūt = (25*10-3) /
Pukul 16.00 hingga 16.15 WIB pada (5.99*3.6*10-3) km/jam = 15,03 km per
lokasi pengamatan 2 jam. Dengan standar deviasi sebesar 1,40
Q = (MC × EMP MC) + (LV × EMP LV) km per jam, diperoleh Ūsr = 15,03 -
+ (HV × EMP HV) (1,40²/ 15,03) = 14,89 km per jam.
Sesuai hasil yang didapat terkait
= (420*0.4) + (60*1) + (2*1.3) kecepatan rata-rata ruang tersebut , dapat
dianalisis bilapada lokasi observasi yang
= 230,6 smp/15 menit, data terletak jauh sebelum perlintasan dan pada
ruas yang belum mengalami hambatan,
selengkapnya pada Tabel 4.4. pengendara dapat menentukan kecepatan
Tabel 4. 3 Volume maksimum per 15 sesuai keinginannya.
menit pada lokasi pengamatan 1 Perkiraan kecepatan di kisar 18,82 km
per jam – 25,34 km/ per jam. Sementara
itu lokasi pengamatan kedua, pengemudi
mengalami hambatan karena adanya alat
pengendali kecepatan (misalnya rumble
strip) dan akan memasuki area perlintasan
kereta api sehingga kecepatan menjadi
berkurang. Rentang kecepatan yang terjadi
antara 12,24 km/jam – 16,87 km/jam.

Jurnal Teknik Sipil -Arsitektur Volume 23 No. 1, Mei 2024 126


Tabel 4. 5 Perhitungan kecepatan ruang
rata-rata dari hasil survei waktu tempuh
kendaraan lokasi pengamatan 1.

Data Waktu dan Lama Penutupan Pintu


Perlintasan
Waktu dan durasi penutupan pintu
perlintasan diperoleh melalui pengamatan
selama jam penelitian yaitu pagi hari pukul
07.00 – 09.00 dan sore hari pukul 16.00 –
18.00 di lokasi penelitian, dari pengamatan
ini dapat diketahui kapan waktu pintu
perlintasan kereta api ditutup (dari mulai
Tabel 4. 6 Perhitungan kecepatan ruang ditutup hingga dibuka kembali).
rata-rata dari hasil survei waktu tempuh Perhitungan durasi penutupan pintu
kendaraan lokasi pengamatan 2. dimulai saat pintu berada pada posisi 45°
dari arah vertikal hingga pintu terbuka 45°
dari arah horizontal. Selanjutnya data
waktu dan lama penutupan pintu
perlintasan dapat dilihat pada Tabel 4.9.
Tabel 4. 9 Data waktu dan lama penutupan
pintu perlintasan hasil survei

Perhitungan Kerapatan
Setelah volume lalulintas (V) dan
kecepatan rata rata ruang (Ūsr),diketahui,
dapat dihitung kerapatan yang terjadi yaitu
dengan membagi volume lalulintas dengan
kecepatan.
Berdasarkan data dari lokasi pengamatan
1 selama interval 15 menit periode waktu
16.00 - 16.15 WIB dengan volume
lalulintas (V) = 186,6 smp/15 menit dan
kecepatan rata-rata ruang (Ūsr) = 22,15
km, sehingga diperoleh kerapatan (D) =
(186,6/22,15) smp = 8,4 smp/15menit.
Data volume lalulintas, kecepatan dan
Sesuai pemaparan di atas, jelas
kerapatan selengkapnya disajikan dalam
terliat bahwa selama periode
Tabel4.7 – 4.8
pengamatan pagi pukul 07.00 hingga
Tabel 4. 7 Perhitungan volume, kecepatan
09.00 WIB dan pukul 16.00 hingga
dan kerapatan lokasi pengamatan 1
18.00 WIB, pintu perlintasan ditutup
sejumlah 52 kali. Frekuensi penutupan
yang tinggi saat volume lalu lintas
meningkat akan mengakibatkan
kerugian berupa kehilangan waktu
karena penundaan dan antrean.Lamanya
waktu penutupan mengakibatkan durasi
antrean akan lama dan lebih Panjang
memunculkan kerugian waktu serta
pencemaran udara akibat emisi gas
buang kendaraan.
Tabel 4. 8 Perhitungan volume, kecepatan
dan kerapatan lokasi pengamatan 2

Jurnal Teknik Sipil -Arsitektur Volume 23 No. 1, Mei 2024 127


Hubungan antara Volume Lalu Lintas, • Mencari nilai a
Kecepatan maupun Kerapatan
Untuk memperoleh hubungan antara
tiga variabel, maka data terkait volume,
kecepatan, dan kerapatan lalu lintas,data • Mencari nilai b
yang terkait pada dua arah tersusun ke
daftar (Tabel 4.11 hingga 4.12).
selanjutnya, hubungan antara volume lalu
lintas (V), kecepatan (Ūsr) dan kerapatan Proses analis regresi linear akan
(D) dianalis dengan menggunakan menghasilakan sebuah persamaan yang
pemodelan greenshield. Perhitungan menjelaskan antara volume, kecepatan
dilakukan secara regresi linear dan kerapatan.
mengggunakan Microsoft Excel 2019.
Tabel 4. 11 Hitungan regresi linear
Menganalisis perhitungan melalui Greenshild.
Analis regresi linear antara Ūsr dengan D Lokasi a b
menggunakan prosedur greenshield. Pengamatan
Mencari persamaan yang mendekati dari 1 25,277 -0,184
prosedur bentuk linear, sesuai hubungan 2 19,450 -0,430
yang ada di Pers. 2.9 - 2.10agar
memperoleh nilai y, x, a dan b. Tabel 4. 12 Persamaan hubungan
Tabel 4. 10 Variabel dan konstanta regresi Kecepatan (Ūsr), Volume V dan
linier. Kerapatan D.

Kecepatan berhubungan dengan


kerapatan: Hubungan Kecepatan dengan
Kerapatan
Greenshield Ūsr = Ūf – (Ūf/Dj)D Kecepatan dan kerapatan
berhubungan terbalik, yang terlihat bila
Diperoleh melalui data observasi (Tabel penurunan kecepatan saat kerapatan
meningkat . Terjadinya kecepatan volume
4.7) :ΣD =122,40 bebas (f) terjadi ketika kerapatan sama
ΣV = 2697,9 seperti nol. Sebaliknya kecapatan sama
dengan nol, kerapatan sampai kondisi
ΣŪsr = 353,72 macet (Dj/jam density). Uraian di bawah
memperjelas hubungan antara kecepatan
ΣD² = 979,94 arus bebas dan kerapatan macet pada
wilayah observasi.
n = 16 Tabel 4. 13 Kecepatan Uf dan Dj.
• Mencari nilai a Lokasi Ūf Dj
Pengamatan
1 25,277 32,720
2 19,450 39,134
• Mencari nilai b

Diperoleh melalui data observasi (Tabel


4.8) :

ΣD = 180,07

ΣV = 2608,1
Hubungan Volume dan Kecepatan
ΣŪsr = 233,68
Hubungan fundamental antara
ΣD² = 2077,26 volume dan kecepatan, yaitu penambahan
volume lalu lintas, menunjukan kecepatan
n = 16 rata-rata ruang akan mengalami penurunan
hingga mencapai kerapatan kriris (volume
Jurnal Teknik Sipil -Arsitektur Volume 23 No. 1, Mei 2024 128
maksimal). Tabel 4. 15 Hitungan antrean maupun
Tabel 4. 14 Nilai volume maksimum. tundaan pada keadaan pintu perlintasan
Persamaan
tertutup dengananalisis gelombang kejut.
Lokasi Vm
volume pengamatan Berdasarkan peritungan mempergunakan
Maksimum gelomang kejut dalam keadaan penutupan
Vm=(UfDj)/4 1 230,987 pintu perlintasan kereta api, maka bisa
2 196,032 memberi simpulan seperti:
1. Rentang waktu penutupan maksimal,
kondisi antrean, dan tundaan maksimal:
a. Terjadinya keadaan antrean dan
tundaan maksimal selama rentang waktu
08:09:07
– 08:13:24 : menghasilkan waktu untuk
pelepaskan ta =3576 detik, waktu dalam
pemulihkan tb = 2692 detik, panjang
antrean maksimal = 3693 meter, jumlah
kendaraan antre N = 68 smp, dan rerata
tundaan selama 389 detik. menunjukkan
bahwa kecepatan di segmen ini sangat
lambat, menunjukkan kemacetan parah.
Tundaan rata-rata juga tinggi, yang
menunjukkan kendaraan membutuhkan
waktu lama untuk bergerak.
2. Kondisi antrean dan penundaan
bergantung jumlah kendaraan yang
masuk dan estimasi waktu perlintasan
Gambar 4. 2 Grafik Hubungan Volume –
tertutup. Semakin banyak kendaraan
Kecepatan
yang masuk, semakin lama estimasi
Berikut adalah grafik hubungan volume waktu penutupan,sehingga
(VA) dengan kecepatan (ωAC). Grafik ini mengakibatkan waktu panjang antrean,
menunjukkan bahwa umumnya volume lalu dan tundaan yang dirasakan pengendara
lintas cenderung meningkat seiring dengan kian besar.
peningkatan kecepatan. 3. Untuk menganalisis lebih detail dan
Hubungan Volume dan Kerapatan memberikan hasil yang lebih akurat,
Model Greenshield sering data harus mencakup waktu-waktu di
merepresentasikan keadaan data mana kecepatan gelombang kejut
sebenarnya. Meskipun nilai volume tinggi, kepadatan rendah, dan tundaan
maupun kerapatan maksimal serta kondisi rendah, dengan tundaan kurang dari
ketika macet mendekati keadaan dari 100 detik
sesunggunya, sesuai uraian di bawah. 4. Berikut adalah beberapa langkah untuk
evaluasi antrian;
a. Analisis Volume Kendaraan (VA)
dan Kecepatan (ωAC): Volume
kendaraan yang tinggi dan kecepatan
rendah biasanya mengindikasikan
adanya antrian.
b. Analisis Waktu Tundaan (ta, tb):
Waktu tundaan yang tinggi juga
merupakan indikasi adanya masalah
dalam aliran lalu lintas
Hitungan Antrean dan Tundaan
c. Panjang Antrian (N): Kita bisa
Dalam kondisi penutupan pintu
menghitung panjang antrian rata-rata
perlintasan, terjadi antrean akibat ada
dan membandingkannya pada
kendaraan yang tidak bisa melintas atau
interval waktu yang berbeda untuk
tertahan dalam rentang waktu tertentu,
melihat kapan dan di mana antrian
yakni selama perlintasan penutupan pintu.
terpanjang terjadi.
Perhitungan tundaan selama tertutupnya
Simpulan
pintu menciptakan nilai tundaan karena
Berdasarkan perhitungan yang di
volume terhalang oleh pintu perlintasan
lakukan mengenai kecepatan, volume, dan
yang tertutup. Pada analisis gelombang
kerapatan serta analisis tundaan dan
kejut, tundaan rata rata terpengaruh oleh
antrean dapat dipahami bila pada wilayah
perkiraan waktu penutupan maupun waktu
pengamatan awal pengemudi dapat
pelepasan antrean.
menentukan kecepatan mereka sesui yang

Jurnal Teknik Sipil -Arsitektur Volume 23 No. 1, Mei 2024 129


dihendakinya. Namun saat memasuki ke press.
wilayah pengamatan akhir, kecepatan Manual Kapasitas Jalan Indonesia, 1997,
pengemudi cenderung menurun akibat ada Direktorat Jendral Bina Marga.
hambatan lalu lintas yaitu rumble strips, N. R. Voigt,2012, Transportation Depth
dan himbauan akan memasuki dari rambu- Reference Manual for the Civil PE
rambu perlintasan sebidang dan rel kereta Exam, UnitedStates of America.
api Sesuai wilayah observasi : Rahmad Jayanggi,2023,Pengaruh Perlintasan
a. Pada wilayah pengamatan awal (ruas Sebidang Kereta Api Terhadap
yang tidak terpengaruh hambatan Karekterristik Lalu Lintas.Universitas
rumble strips) nilai kecepatan arus Pancasila
bebas (Ūf) adalah 25,277 km/ jam, nilai Setiyaningsih,2007, Karakteristik Lalu lintas
kerapatan macet (Dj) 32,720 satuan Pada Persilangan sebidang jalan,
Mobil Penumpang (smp) per km dan Bandung:Institut Teknologi Bandung.
volume maksimalnya (vm) 230,987 Soedirdjoe,2002 Rekayasa Lalu Lintas,
satuan Mobil Penumpang (smp) per jam. Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Pada wilayah pengamatan akhir (ruas Soedirdjoe,2002 Rekayasa Lalu Lintas,
yang terpengaruh hambatan rumble Bandung: Institut Teknologi Bandung.
strips) nilai kecepatan arus bebas S. Sukirman,1994, Dasar-Dasar Perencanaan
(Ūf)19,450 km/ jam, nilai kerapatan Geometrik Jalan Raya, Bandung: Nova.
macet (Dj) 39,134 satuan Mobil UNDANG-UNDANG REPUBLIK
Penumpang (smp) per km dan volume INDONESIA NOMOR 38 TAHUN
maksimalnya (vm) 196,032 satuan 2004TENTANG JALAN, 2004.
Mobil Penumpang (smp) per jam. Undang-Undang No. 23 Tahun 2007
b. Sesuai analisis tundaan maupun antrean Tentang Perkeretaapian, 2007.
yang dilakukan menggunakan prosedur
gelombang kejut, didapat hasil bila
selama kurun waktu penutupan pada
pukul 08:09:07 – 08:13:24 sebagai
keadaan maksimal: menciptakan
panjang antrean maksimal = 2924
meter, jumlah kendaraan antre N = 68
satuan Mobil Penumpang (smp) , dan
rerata penundaan selama 162 detik.
Saran
Mengukur kecepatan menggunakan
prosedur stopwatch cukup bergantung
pada respons dan ketepatan pengamat,
sehingga diperlukan metode pengukuran
yang lebih baik. Bagi peneliti yang akan
menguji terkait topikini, diharapkan dapat
bekerja lebihoptimal serta memiliki niat
yang kuat untuk mendapatkan data yang
real di lapangan presisi dan akurat. Harapan
hasil perhitungan yang dibuat dari data
yang akurat dapat membantu dan
memberikan masukan terkait ide-ide serta
solusi terhadap permasalahan yang timbul
terkait perlintasan sebidang jalur rel kereta
api.
Daftar Pustaka
A. Alamsayah, 2008, Rekayasa Lalu Lintas,
Malang: UMM Press,
Purnomo, 2012,"Simulasi Kereta Rel Listrik
Dengan Kendali Kecepatan Sistem PWM
Dan Palang Pintu Perlintasan Otomatis
Berbasis Mikrokontroller. .
Arsalia Insyaraa, ,2023, Analisis Akibat
Perlintasan Sebidang Rel Kerta Api.
E. K. MORLOK, 1991, Pengantar Teknik
dan Perencanaan Transportasi, Jakarta:
Erlangga,
F. Hobbs, 1995. Perencanaan dan Teknik
Lalu Lintas, Gajahmada University

Jurnal Teknik Sipil -Arsitektur Volume 23 No. 1, Mei 2024 130

Anda mungkin juga menyukai