Jurnal Konstruksi ISSN : 2085-8744
UNSWAGATI CIREBON
JURNAL KONSTRUKSI
Analisis Pengembangan dan Peningkatan
Jalan Pada Ruas Jalan Rajagaluh – Panjalin
Teja Faisal Helmi*, Dr. Martinus Agus S**, Arief Firmanto**
*) Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon
**) Staf Pengajar pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon
ABSTRAK
Analisis ini untuk mengetahui berapa besar kontribusi pertambahan Volume lalu lintas akibat
adanya pengalihan arus lalu lintas yang berdampak pada Ruas jalan Panjalin menuju Rajagaluh ini
disebabkan oleh adanya pasar Panjalin. Serta bertujuan untuk mengevaluasi ruas jalan Rajagaluh –
Panjalin untuk dilakukan pengembengan jalan berupa peningkatan jalan. Hasil analisis didapatkan
bahwa nilai DS pada saat penelitian yaitu sebesar 0,56, Setelah di prediksikan bahwa empat tahun
kemudian nilai DS menjadi 0,91 dikarenakan adanya pengalihan arus lalu lintas dari adanya pasar
Panjalin maka dari itu perlu dilakukan peningkatan jalan berupa pelebaran jalan Panjalin – Rajagaluh
dengan kondisi eksisting 6 m kemudian dilebarkan menjadi 8 meter dengan tipe jalan 2 lajur 2 arah
(2/2UD)agar jalan mampu melayani volume lalulintas.
Kata Kunci : Pengalihan Arus Lalulintas, Pasar Panjalin, Kapasitas Jalan, Derajat Kejenuhan, Prediksi
Pertumbuhan Volume Lalu Lintas.
ABSTRACT
This analysis to determine how much contribution the growth of traffic volume due to the
diversion of traffic flows that impact on road section Panjalin towards Rajagaluh is caused by the
market Panjalin. And aims to evaluate the roads Rajagaluh - Panjalin to do development path of
increased road. Results of the analysis showed that the value of the DS when the study is 0.56, Once
predicted that four years later the value of DS to 0.91 due to the diversion of traffic from the market
Panjalin therefore necessary to improve the way in the form of road widening Panjalin - Rajagaluh with
the existing condition of 6 m and then widened to 8 meters with type 2 lane 2-way road (2 / 2UD) to be
able to serve the volume of road traffic.
Keywords: Trafic Diversion, Market Panjain, Capacity Road, Degree of Saturation, increase in Traffic
volume Prediction
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 83
Analisis Pengembangan dan Peningkatan...
1. PENDAHULUAN praktis. Adapun manfaat tersebut adalah
sebagai berikut:
1.1 Latar Belakang
Ruas jalan Rajagaluh – Panjalin yang a. Teoritis
berada di Kabupaten Majalengka ini merupakan Sebagai pengaplikasian ilmu
jalur yang menghubungkan jalan provinsi jalur pengetahuan dalam membangun
Bandung – Cirebon, jalur ini ramai digunakan infrastruktur jalan.
terutama saat arus mudik maupun arus balik b. Praktis
pada hari raya idul fitri ataupun hari besar Menentukan penyelesaian yang tepat
lainya, kemudian diperparah lagi dengan untuk ruas jalan Rajagaluh – Panjalin
adanya pasar Panjalin yang selalu beroperasi
pada hari senin dan kamis sehingga 1.5 KERANGKA PEMIKIRAN
menyebabkan kemacetan akibatnya jalan Semakin Meningkatnya Kegiatan
tersebut di adakannya pengalihan jalur dari arah Masyarakat yang disebabkan oleh berbagai
Cirebon – Bandung dialihkan ke arah macam faktor memiliki pangaruh yang cukup
Rajagaluh, terlebih lagi dengan adanya pintu tinggi terhadap kegiatan lalu lintas di wilayah
gerbang Jalan Tol Cikampek – Palimanan yang tersebut. Semakin padat penduduk semakin
letaknya tidak jauh dari kawasan tersebut banyak pula pengguna jalan maka semakin
sehingga semakin ramai dilalui oleh pengendara tinggi kegiatan lalu lintas. Disini yang menjadi
baik itu kendaraan pribadi maupun transportasi faktor yang sangat berpengaruh terhadap
umum. Kapasitas Jalan. Dengan demikian
Maka dari itu ruas jalan ini perlu dilakukannya metode kuantitatif dengan
dilakukan peningkatan agar mampu mendukung menggunakan literatur Manual Kapasitas Jalan
pengembangan yang terjadi dan naiknya Indonesia (MKJI).
pertumbuhan lalu lintas. 1.5.1 Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran di
1.2 FOKUS MASALAH atas maka diajukan hipotesis ( Dugaan
Adapun batasan - batasan yang Sementara ) sebagai berikut :
digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini a. Volume lalu lintas mengalami
yaitu: peningkatan yang sangat tinggi pada saat
a. Ruas jalan yang dikaji hanya pada ruas jam–jam sibuk, diantaranya pada
jalan Rajagaluh – Panjalin. aktivitas ekonomi berlangsung (pasar),
b. Pengaruh adanya pengalihan arus kemudian aktivitas pendidikan dan
Lalulintas yang di sebabkan oleh pasar aktivitas–aktivitas yang lain yang
panjalin (hambatan samping). memerlukan perjalanan.
c. Menganalisis tikungan yang dirasa cukup b. Keadaan geometrik jalan seperti : Lebar
berbahaya. jalur dan lajur, tidak adanya median /
pemisah jalan. Kemudian hambatan
1.3 TUJUAN ANALISIS bahu/ kerb jalan dan gradient jalan.
Adapun tujuan dari analisis ini yaitu :
a. Mengevaluasi ruas jalan yang akan 1.6 LOKASI KAJIAN
mengalami perubahan signifikan akan Lokasi kajian pada ruas jalan Rajagaluh
kapasitas dan kekuatan, mendapatkan – Panjalin adalah sebagai berikut:
data layak tidaknya dilakukan
peleberan pada ruas tersebut.
b. Melakukan analisis tentang Panjalin Km.Cn 25+100
peningkatan yang terjadi besarnya
presentase volume kendaraan yang
melintas pada ruas jalan Rajagaluh –
Panjalin
1.4 KEGUNAAN PENELITIAN Rajagaluh Km.Cn. 36+400
Hasil penulisan yang berhasil dihimpun
KM0+000.K0+000
diharapkan dapat memberi sesuatu yang
bermanfaat baik secara teoritis maupun secara
Gambar 1.1 Peta Ruas Jalan Rajagaluh - Panjalin
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 84
Teja Faisal Helmi, Martinus Agus, Arief Firmanto
Walaupun demikian diperlukan parameter
yang dapat menunjukkan kondisi ruas jalan
2. LANDASAN TEORI DAN TINJAUAN atau yang akan dipakai untuk desain.
PUSTAKA
2.1 Definisi Jalan Parameter tersebut adalah volume, kecepatan,
Jalan merupakan prasarana perhubungan kepadatan, tingkat pelayanan dan derajat
darat dalam bentuk apapun yang meliputi kejenuhan. Hal yang sangat penting untuk dapat
semua bagian jalan, termasuk bagian merancang dan mengoperasikan system
pelengkap dan perlengkapannya yang transportasi dengan tingkat efisiensi dan
diperuntukkan bagi lalu lintas. keselamatan yang paling baik.
Menurut Undang-undang Jalan Raya No. a. Traffic Counting
13 Tahun 1980 menjelaskan bahwa “Jalan Traffic counting adalah perhitungan
adalah suatu prasarana hubungan darat dalam volume lalu lintas pada ruas jalan yang
bentuk apapun, tidak terbatas pada bentuk dikelompokkan dalam jenis kendaraan dan
jalan yang konvensional yaitu jalan pada periode waktunya. Jenis kendaraan dibagi
permukaan tanah, akan tetapi juga jalan yang dalam 4 kelompok kendaraan yaitu:
melintas sungai besar/laut, dibawah permukaan 1) Mobil penumpang atau kendaraan
tanah dan air (terowongan) dan diatas ringan (LV)
permukaan tanah (jalan layang), meliputi 2) Kendaraan berat (HV)
segala bagian jalan termasuk bangunan 3) Sepeda motor (MC)
pelengkap dan perlengkapannya yang 4) Kendaraan tak bermotor (UM)
diperuntukkan bagi lalu lintas (kendaraan, b. Volume Lalu Lintas
orang atau hewan)”. Volume lalu-lintas adalah jumlah
Bangunan pelengkap jalan adalah kendaraan yang melewati suatu titik
bangunan yang tidak dapat dipisahkan dari persatuan waktu pada lokasi tertentu. Untuk
jalan, antara lain : jembatan, overpass ( lintas mengukur jumlah arus lalu-lintas, biasanya
atas ), Underpass (lintas bawah), tempat dinyatakan dalam kendaraan per hari, smp
parkir, gorong-gorong, tembok penahan dan per jam, dan kendaraan permenit. (MKJI
saluran air jalan. Yang termasuk perlengkapan 1997)
jalan antara lain : rambu-rambu jalan,rambu- Data volume dapat berupa :
rambu lalu-lintas, tanda-tanda jalan, pagar 1) Volume berdasarkan arah arus :
pengaman lalu-lintas, pagar dan patok daerah (a) Dua arah
milik jalan. (b) Satu arah
2.2 Klasifikasi Jalan (c) Arus lurus
Berdasarkan UU No. 34 tahun 2006 (d) Arus belok, baik belok kiri, maupun
tentang jalan, dalam rangka pengaturan belok kanan
penggunaan dan pemenuhan kebutuhan 2.4 Analisa Kebutuhan Pelebaran
angkutan, maka jalan dikelompokan kedalam a. Kapasitas Dasar
beberapa kelas, yang didasarkan pada fungsi Dalam MKJI, kapasitas ruas jalan dibedakan
jalan dan kemampuan menerima muatan untuk: jalan perkotaan (urban road), jalan luar
rencana sumbu terberat, baik konfigurasi kota (inter-urban road), dan jalan bebas
rencana sumbu kendaran maupun hambatan (motorway).
kesesuaiannya dengan ketentuan teknologi alat Persamaan dasar untuk menghitung kapasitas
transportasi. ruas jalan dalam MKJI (1997) adalah sebagai
Jalan dibagi menjadi beberapa jenis: berikut:
a. Berdasarkan Status 1. Jalan Perkotaan:
b. Berdasarkan Peranannya C = Co x FCw x FCSP x FCSF x FCCS
c. Berdasarkan Kapasitas, Fungsi dan 2. Jalan Luar Kota:
Pengelolaannya C = Co x FCw x FCSP x FCSF
d. Berdasarkan Pembinaannya 3. Jalan Bebas Hambatan:
C = Co x FCw x FCSP
2.3 Karakteristik Lalu Lintas Dimana :
Arus lalu lintas merupakan interaksi yang C =kapasitas ruas jalan (smp/jam)
unik antara pengemudi, kendaraan, dan jalan. Co =kapasitas dasar (smp/jam)
Tidak ada arus lalu lintas yang sama bahkan FCw =faktor penyesuaian lebar jalur lalu-
pada kendaraan yang serupa, sehingga arus lintas
pada suatu ruas jalan tertentu selalu bervariasi. FCSP =faktor penyesuaian pemisahan arah
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 85
Analisis Pengembangan dan Peningkatan...
FCSF =faktor penyesuaian akibat hambatan Tabel 2.3. Faktor Penyesuaian Kapasitas Untuk
samping Lebar Jalur Lalu Lintas (FCw)
Lebar FCw
FCCS =faktor penyesuaian ukuran kota Jalur
Jala Jalan
Tipe Lalu Jalan
n Bebas
1. Kapasitas Dasar Ruas Jalan Jalan lintas Perkot
Luar Hambata
efektif aan
Kapasitas dasar (Co) ditetapkan dengan (Wc)(m)
Kota n
mengacu pada tabel berikut : Enam Per Lajur
atau 3,00 0,92 0,91
empat 3,25 0,96 0,96 0,96
Tebel 2.1. Kapasitas Dasar Ruas Jalan lajur 3,50 1,00 1,00 1,00
Kapasitas Dasar terbagi 3,75 1,04 1,03 1,03
(smp/jam) atau
Tipe
Tipe Jala Jalan jalan
Alinye Jalan Catatan
Jalan n bebas satu
men perko
luar hamba arah 4,00
taan
kota tan (6/2D)
Enam Datar 1.650 1.900 2.300 atau
atau Bukit 1.850 2.250 (4/2D)
empat Per Lajur
jalur Per lajur Empat 3,00 0,91 0,91
terbagi Gunun Lajur
1.800 2.150 3,25 0,95 0,96
atau jalan g tak
3,50 1,00 1,00
satu arah terbagi
(4/2D) 3,75 1,05 1,03
Datar 1.500 1.700
Empat 4,00
Bukit 1.650
jalur tak Per lajur Total dua
Gunun arah
terbagi 1.600
g
5,0 0,56 0,69
Dua 6,0 0,87 0,91
Datar 2.900 3.100 3.400
Dua jalur Lajur 6,5 0,96
Total dua
tak tak 7,0 1,00 1,00 1,00
Bukit 3.000 3.300 arah
terbagi terbagi 7,5 1,04
Gunun
2.900 3.200 (2/2D) 8,0 1,1,4 1,08
g
9,0 1,25 1,15
Sumber : MKJI, 1997
10,0 1,29 1,21
11,0 1,34 1,27
2. Kriteria Penentuan Tipe Alinyemen
Tipe alinyemen untuk jalan luar kota dan Sumber : MKJI, 1997
jalan bebas hambatan ditentukan dengan
mengacu pada kriteria yang disajikan pada 4. Faktor Penyesuaian Kapasitas Untuk
tabel berikut. Pemisah Arah (FCsp)
Faktor penyesuaian kapasitas untuk
Tebel 2.2. Kriteria Penentuan Tipe Alinyemen pemisahan arah (FCSP) ditetapkan dengan
mengacu pada table 2.4.
Naik + Lengkung Tabel 2.4. Faktor Penyesuaian Kapasitas
Tipe
Turun horisontal Untuk Pemisah Arah (FCsp)
Alinyemen
(m/km) (rad/km)
Datar < 10 < 10 Pemisah arah SP 50- 55- 60- 70-
65-35
%-% 50 45 40 30
Bukit 10 – 30 1,00 – 2,5 Dua
Gunung < 30 >2,5 Jala Lajur 1.00 0,97 0,94 0,91 0,88
F n (2/2)
Sumber : MKJI, 1997
Cs Perk Empa
p otaa t 0,98
1.00 0,97 0,955 0,94
3. Faktor Penyesuaian Kapasitas Untuk n Lajur 5
Lebar Jalur Lalu Lintas (FCw) (4/2)
Dua
Faktor penyesuaian kapasitas untuk lebar Jala
Lajur 1.00 0,97 0,94 0,91 0,88
n
jalur lalu-lintas (FCw) ditetapkan dengan F
Lua
(2/2)
mengacu pada table 2.3. Cs Empa
r
p t 0,97
Kot 1.00 0,95 0,925 0,9
Lajur 5
a
(4/2)
Jala Dua
n Lajur 1.00 0.97 0.94 0.91 0.88
F Beb (2/2)
Cs as
p Ha
mba
tan
Sumber : MKJI, 1997
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 86
Teja Faisal Helmi, Martinus Agus, Arief Firmanto
5. Penentuan Kelas Hambatan Samping Tabel 2.6. Tingkat Pelayanan Jalan
Penentuan kelas hambatan samping mengacu
Tingkat
pada tabel 2.5. Pelayanan
Karakteristik DS
Tabel 2.5. Penentuan Kelas Hambatan Kondisi arus bebas dengan
Samping kecepatan tinggi, pengemudi
Jumlah A 0 - 0,2
dapat memilih kecepatan yang
Kelas Berbobot diinginkan tanpa hambatan.
Hamba Kejadian Per Kondisi Khas
tan 200 m (kedua Arusstabil, tapi kecepatan mulai
Kode
Sampi sisi) dibatasi akibat kondisi lalu lintas,
ng Jalan Jalan Jalan Jalan 0-
B pengemudi memiliki kecepatan
(SFC) Perko Luar Perkotaa Luar 0,44
yang cukup untuk memilih
taan Kota n Kota kecepatan.
Perdesa
Daerah an,perta
Arusstabil, tetapi kecepatan dan
Pemukim nian
gerak kendaraan dikendalikan, 0,45 -
Sangat an;jalan atau C
VL <100 <50 pengemudi dibatasi dalam 0,74
rendah dengan belum
memilih kecepatan.
jalan berkemb
samping ang
Arus mendekati tidak stabil,
0,75 -
D kecepatan masih dikendallikan,
Perdesa 0,84
masih ditolerir
an
Daerah
beberap
permuki Volume lalu lintas mendekati
a
man;bebe atau berada pada kapasitas dan 0,85 -
100- 50- banguna E
Rendah L rapa arus yang tidak stabil, kecepatan 1,00
299 150 n dan
kendaraa kadang-kadang berhenti.
kegiatan
n umum Arus yang terhambat, kecepatan
samping
dst rendah, volume dibawah
jalan F >1,00
kapasitas, antrian panjang serta
Daerah terjadi hambatan samping
Kampun
industri;b
g,kegiat
300- 150- eberapa
Sedang M
499 250 toko
an 2.5 PENELITIAN TERDAHULU
pemuki
disisi
man
Penelitian yang pernah dilakukan
jalan berhubungan dengan pengembangan jalan
Daerah Kampun
komersial g,bebera antara lain :
500- 250-
Tinggi H
899 350
;aktivitas pa Perencanaan Pelebaran dan Peningkatan
sisi jalan kegiatan Ruas Jalan Cirebon - KuninganPertama,
tinggi pasar
Daerah Hampir (Adhi Nugroho, 2002).
komersial perkotaa Penelitian dilakukan di Jalan Cirebon -
dengan n,banya
Sangat
VH >900 >350 aktivitas k
Kuningan. Jalan ini berperan sebagai
Tinggi penghubung antara kabupaten Cirebon
pasar pasar/ke
disampin giatan dengan Kabupaten Kuningan. Pertumbuhan
g jalan niaga
kendaraan di Ruas jalan Cirebon - Kuningan
Sumber : MKJI, 1997
makin lama semakin meningkat, hal ini
ditandai dengan mulai banyaknya tundaan
b. Derajat Kejenuhan
diberbagai titik konflik arus lalu lintas
Derajat kejenuhan didefinisikan sebagai
seperti di persimpangan atau tempat-tempat
rasio arus lalu lintas terhadap kapasitas.Untuk
aktifitas masyarakat yang tengah
menghitung derajat kejenuhan ( DS ) dengan
berlangsung.
menggunakan rumus :
Dalam penulisan Skripsi ini dibahas
DS = Q / C
mengenai peningkatan dan pelebaran ruas
Rumus diambil dari Manual Kapasitas Jalan
jalan Cirebon – Kuningan yang juga disertai
Indonesia
tinjauan terhadap perkembangan sosial
( MKJI )
ekonominya.
Dimana :
DS = Derajat Kejenuhan Analisis Pengembangan Ruas Jalan Sumber
– Cigasong(Feri Abdullah Safari, 2014)
Q = Arus Total Lalu Lintas (SMP/jam)
Tujun dari analisiss analisis
C = Kapasitas (SMP/jam)
pengembangan ruas jalan Sumber –
Cigasong ini adalah melakukan analisis
terhadap ruas jalan Sumber – Cigasong
dengan menitik beratkan analisis terhadap
kapasitas jalan dan derajat kejenuhannya.
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 87
Analisis Pengembangan dan Peningkatan...
Ruas jalan Sumber – Cigasong memiliki Cara
panjang fungsional 26.720 m dengan tipe Sumber Pengumpulan
No. Jenis Data Data Data
jalan 2/2 UD yang menghubungkan 1 Data Primer :
Kabupaten Cirebon dimulai dari Sumber - Observasi
Survei
- Volume Lalu Pencarian Data
sampai batas Kabupaten Majalengka. Dari Lintas
Lapangan
tahun ke tahun jumlah kendaraan yang Data Sekunder
2
melewati ruas jalan Sumber – Cigasong :
- Citra Satelit - Yahho - Download
semakin bertambah, apalagi dengan akan Maps Menggunakan
dibangunnya Bandar Udara yang berada di Program Universal
Kabupaten Majalengaka. Maps Downloader
v7.237
Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis - Data Teknis - Dinas - Reivew Dokumen
kebutuhan pelebaran jalan untuk Jalan Bina Marga
mempersiapkan dengan adanya Bandar Provinsi
Java barat
Udara yang akan beroperasi tahun 2017 - Data - Badan - Browsing
mendatang. Statistik Pusat Internet
Statistik
2.5.1 PERBEDAAN PENELITIAN
Tabel 3.1. Pengumpulan Data
DENGAN SEBELUMNYA
Penelitian yang telah
3.1 KONDISI LOKASI PENELTIAN
dipaparkan di atas memiliki
Wilayah sepanjang ruas jalan Rajagaluh
karakteristik berbeda satu sama lain
- Panjalin merupakan daerah aliran sungai,
baik dari segi tujuan, lokasi, maupun
area persawahan, perumahan, terminal,
metode yang dilakukan. Dalam
pasar dan pertokoaan serta banyak truk yang
penelitian yang berjudul “Analisis
melintas untuk mengangkut hasil Pertanian.
Pengembangan dan Peningkatan
Truk-truk tersebut melintas setiap hari untuk
Jalan Pada Ruas Jalan Rajagaluh
mengangkut material dan kemudian kembali
- Panjalin” ini pada prinsipnya
lagi untuk mengangkut material. Selain truk
sama-sama membahas mengenai
terdapat juga bus-bus yang melintas ruas
peningkatan jalan, akan tetapi lokasi
jalan tersebut. Kontruksi perkerasan jalan
dan metode pembahasan dalam
pada ruas jalan Rajagluh - Panjalin adalah
penelitian ini berbeda.
kontruksi perkerasan lentur (Flexible
Pavement) yaitu perkerasan yang
3. METODOLOGI PENELITIAN DAN
menggunakan aspal sebagai bahan pengikat.
OBJEK PENELITIAN
Lapisan- lapisan perkerasannya bersifat
memikul dan menyebarkan beban lalu lintas
Gambar 3.5 Lokasi awal Rajagaluh Km Cn 36+400
Gambar 3.6 Lokasi akhir Panjalin Km Cn 25+100
3.1.1 Kondisi Geometrik Jalan
Kemiringan tanah di daerah ini
antara 0 % s/d 8 % dengan ketinggian
antara 10 s/d 40 m diatas permukaan
laut (dpl). Morfologi dataran rendah
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 88
Teja Faisal Helmi, Martinus Agus, Arief Firmanto
dan bergelombang meliputi Rajagaluh, belas) jam dimulai dari pukul 06.00-18.00
Leuwimunding dan Panjalin. WIB Adapun data yang diperoleh sebagai
berikut :
Tabel 3.2. Kondisi Geometrik Jalan Tabel 4.1. Pengelompokkan Jenis Kendaraan
No. Jenis Kendaraan Kategori
1. Sepeda Motor Bermotor yang beroda
( MC ) dua atau tiga
2. Kendaraan Ringan ( Mobil pribadi, angkutan
LV ) perkotaan, pick up, mini
bus, dan lainnya yang
sejenis
3. Kendaraan Berat Truck besar, mobil box
( HV ) besar, bus, mobil tangki
air dan lainnya yang
sejenis
3.1.2 Kondisi Perkerasan Jalan
Lapis permukaan pada ruas Rekapitulasi volume lalu lintas
Jalan Rajagaluh - Panjalin hasil survey yang telah dilakukan selama
menggunakan perkerasan lentur 12 jam setiap hari selama 3 (tiga) minggu
(Hotmix). Kondisi perkerasan jalan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
dapat dilihat pada sketsa badan jalan
berikut ini : Tabel 4.5. Rekapitulasi Volume Kendaraan Rata-
RataTiga Minggu
Gambar 3.7 Sketsa Badan Jalan
Rekapitulasi Volume Lalu Lintas Per 3 Minggu
Hari/Tanggal
Jumlah Volume (SMP/Jam)
Arah Pergerakan
Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu Minggu
Rajagaluh - Panjalin 4207 5123 5394 6010 4762 5627 5627
Panjalin - Rajagaluh 4730 5178 4693 7061 4705 5427 5876
Jumlah Volume Lalu Lintas 8937 10301 10087 13071 9467 11054 11504
4.2 Volume Lalu Lintas Jam Puncak
Volume Volume lalu lintas jam puncak
Tabel 3.3. Jumlah Jalur dapat dilihat berdasarkan tabel dan grafik
berikut ini :
Tabel 4.6. Volume Lalu Lintas Jam Puncak Arah
Rajagaluh - Panjalin
Volume Lalu Lintas Jam Puncak Rajagaluh - Panjalin
Jam puncak Volume
Minggu ke- Hari
(WIB) SMP/Jam
Senin 06.00-07.00 737
Selasa 07.00-08.00 608
Tabel 3.4. Klasifikasi Jalan Rabu 06.00-07.00 493
1 Kamis 06.00-07.00 642
Jum'at 11.00-12.00 611
Sabtu 17.00-18.00 525
Minggu 12.00-13.00 599
Senin 06.00-07.00 630
Selasa 15.00-16.00 519
Rabu 14.00-15.00 602
2 Kamis 06.00-07.00 618
4. HASIL DAN PEMBAHASAN Jum'at 11.00-12.00 536
4.1 Analisis Volume Lalulintas Sabtu 17.00-18.00 634
Minggu 12.00-13.00 621
Penelitian dilaksanakan pada ruas Senin
Jalan Rajagaluh – Panjalin yang berada di Selasa 06.00-07.00 542
Kabupaten Majalengka. Untuk Rabu 14.00-15.00 539
pengambilan data lapangan dilaksanakan 3 Kamis 06.00-07.00 708
Jum'at 11.00-12.00 514
selama 21 (dua puluh satu) hari atau 3 Sabtu 12.00-13.00 634
(tiga) minggu terhitung mulai tanggal 3 Minggu 17.00-18.00 573
Agustus s/d 23 Agustus 2015. Penelitian
dilakukan dengan cara menghitung
kendaraan yang lewat selama 12 (dua
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 89
Analisis Pengembangan dan Peningkatan...
Grafik 4.1. FCSF = Faktor penyesuaian hambatan
Grafik Volume Lalu Lintas Jam Puncak Arah Rajagaluh –
Panjalin samping.
Didapatkan hasil analisis pada ruas
jalan Rajagaluh – Panjalin yaitu di dapatkan
hasil sebagai berikut :
C = Co x FCwxFCsp x FCsf
C = 3100 x 0,91 x 1,00 x 0,94
C = 2652 smp/jam
4.4 Perhitungan Derajat Kejenuhan ( Degree
Of Saturation )
Derajat kejenuhan adalah perbandingan dari
volume (nilai arus) lalu lintas terhadap
kapasitasnya. Perhitungan Derajat Kejenuhan
dapat dihitung dengan rumus:
Tabel 4.7. Volume Lalu Lintas Jam Puncak Arah Panjalin – DS = Q/C
Rajagaluh
Dimana ;
Volume Lalu Lintas Jam Puncak Arah Panjalin - Rajagaluh
Jam puncak Volume
DS = Derajat kejenuhan (smp/jam)
Minggu ke- Hari
(WIB) (SMP/Jam) Q = Arus lalu lintas (smp/jam)
Senin 07.00-08.00 846
Selasa 07.00-08.00 505 C = Kapasitas (smp/jam)
Rabu 15.00-16.00 455 Q
1 Kamis 07.00-08.00 833 DS = C
Jum'at 11.00-12.00 509
Sabtu 10.00-11.00 558 1476
Minggu 14.00-15.00 649 DS =
2652
Senin 07.00-08.00 797
Selasa 07.00-08.00 523 DS = 0,56
Rabu 16.00-17.00 463
2 Kamis 11.00-12.00 771
Jum'at 17.00-18.00
17.00-18.00
505 4.5 Prediksi Pertambahan Volume Lalu
Sabtu 515
Minggu 06.00-07.00 769 Lintas
Senin
Selasa 07.00-08.00 505 Berdasarkan data BPS Kabupaten
3
Rabu
Kamis
17.00-18.00
09.00-10.00
420
706
Majalengka, pertumbuhan lalu lintas rata-rata
Jum'at 13.00-14.00 542 pertahun di Kabupaten Majalengka sebesar
Sabtu 06.00-07.00 642
Minggu 12.00-13.00 614 13%.
Grafik 4.2.
Prediksi pertumbuhan volume lalu lintas
Grafik Volume Lalu Lintas Jam Puncak Arah Rajagaluh – pada 4 tahun ke depan dapat dicari dengan
Panjalin rumus:
Q = VJP x (1 + i) n
Q =Arus total lalu lintas ( SMP/Jam )
VJP = Volume Jam Perencanaan (Dalam
Satuan Mobil Penumpang),
VJP = Volume Lalu Lintas tertinggi
i = Perkembangan lalu lintas
i = (13%) = 0,13(dari data BPS)
n = Umur rencana, n = 4 tahun
(Perkiraan umur rencana)
Q = 1476 x ( 1 + 0,13 )4 = 2406,57
smp/jam/jalur
Jadi, Q = 2407 smp/jam/jalur
4.3 ANALISIS KAPASITAS JALAN Dengan volume lalu lintas sebesar 2407
Perhitungan kapasitas jalan untuk jalan luar smp/jam, dapat dicari derajat kejenuhan :
kota dilakukan dengan menggunakan rumus : Q
C = Co x FCw x FCsf x DS = C
2407
FCsp …… (1) DS = 2652
Diketahui: DS = 0,91
C0 = Kapasitas dasar (smp/jam) Jadi, derajat kejenuhan pada 4 tahun yang
FCW = Faktor penyesuaian lebarjalan akan datang mencapai angka 0,91. Untuk dapat
FCSP = Faktor penyesuaian pemisahan melayani pertambahan volume tersebut, maka
arah harus dilakukan peningkatan jalan berupa
pelebaran jalan.
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 90
Teja Faisal Helmi, Martinus Agus, Arief Firmanto
sebenarnya dan dapat diapakai untuk
4.6 ANALISIS KEBUTUHAN menganalisis geometrik.
PELEBARAN Untuk mengeplotkan trase jalan
Analisis kebutuhan pelebaran dapat exsisting penulis menggunakan software
dilakukan dengan cara membuat beberapa Autocad Map 2004 dengan cara import citra
sampel kebutuhan pelebaran sampai didapat satelit yang sudah berformat GeoTif
nilai DS <0,85 kedalam Autocad Map 2004, kemudian
menghubungan setiap titik as jalan
4.6.1 Check dengan 7 m 2/2 UD menggunakan polyline. Berikut ini
merupakan trase existing jalan Rajagaluh -
C = Co x FCwxFCsp x FCsf
Panjalin :
C = 3100 x 1,00 x 1,00 x 0,94
C = 2914smp/jam/jalur
Q
DS = C
2407
DS = 2914
DS = 0,83… Not ok!!!
4.6.2 Check dengan 8 m 2/2 UD
C = Co x FCwxFCsp x FCsf
C = 3100 x 1,08 x 1,00 x 0,94
C = 3147smp/jam/jalur
Q
DS =
C
2407
DS = 3147 Gambar 4.4 Trase Jalan Rajagaluh – Panjalin
DS = 0, 76…………ok!!!
4.7.1 Alinyemen Horizontal
Berdasarkan dari sampel tersebut maka Alinyemen Horizontal yang
dapat dilihat bahwa ruas jalan Rajagaluh – digunakan dalam pengukuran perhitungan
Panjalin pada 4 tahun kedepan harus analisis perbaikan tikungan ini adalah
ditingkatkan dengan cara melebarkan jalan mengetahuai secara pasti kondisi dan situasi
menjadi 8 meter dengan tipe jalan 2 lajur 2 tikungan yang akan dibahas. Hasil dari
arah (2/2 UD). pengukuran tersebut diketahui bahwa
tikungan tersebut memiliki sudut tikungan
(Δ) Sebesar 630. Maka dengan sudut sebesar
diatas dapat di klasifikasikan bahwa
tikungan tersebut menggunakan jenis
tikungan Spiral – Spiral (S-S).
Berdasarkan keadaan vertikal
sepanjang jalur Rajagaluh – Panjalin relatif
datar oleh karena itu dapat disimpulkan
bahwa keadaan geometrik jalan pada lokasi
yang dibahas memiliki kondisi tanah yang
datar sehingga perbaikan alinyemen
Gambar 4.3 Sketsa Penampang Melintang Vertikal pada Lokasi ini dapat diabaikan.
Dari data trase jalan existing
4.7 ANALISIS GEOMETRIK terdapat beberapa tikungan, dari gambar
Analisis geometrik dilakukan dengan diatas akan dibahas salah satu tikungan yang
bantuan software Universal Map paling tajam saja yang memiliki tikungan
Downloader v7.237 dan Global Mapper dan memiliki sudut tikungan lebih dari 50
v15.0 dalam membuat citra satelit dengan derajat dan menjadi titik analisis, yaitu
zoom level mencapai 20 kali kemudian di tikungan yang berada di STA 25 + 800
export menjadi format GeoTif sehingga citra sampai dengan 25+900.
satelit tersebut memiliki data koordinat Ruas jalan Rajagaluh - Panjalin
sesuai dengan koordinat bumi yang memiliki fungsi jalan Kolektor dengan
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 91
Analisis Pengembangan dan Peningkatan...
klasifikasi jalan Kelas III C, dalam Kecepatan yang menurun
Pedoman Bina Marga Tata Cara darastis dapat membahayakan
Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota pengendara.
Tahun 1997, untuk jalan kolektor kecepatan
rencana, Vr adalah sebesar 60 – 90 Km/jam. 5.2 SARAN
5.2.1 Pada 4 tahun kedepan ruas jalan
Rajagaluh - Panjalin harus
dilakukan pelebaran jalan menjadi
8 meter dan bahu 1,5 meter untuk
dapat menampung pertambahan
volume lalu lintas.
5.2.2 Perlu adanya Perbaikan tikunga
tepatnya Km Cn 25+800 sampai
dengan Km Cn 25+900.
5.2.3 Perlu di adakannya pemindahan
pasar panjalin agar dapat
menghindari pengalihan arus
lalulintas karena ini mengganggu
kenyamanan pengguna jalan.
Gambar 4.5 Hasil Trase Jalan Rajagaluh –
Panjalin DAFTAR PUSTAKA
5. KESIMPULAN DAN SARAN Safari, Feri Abdulah. Tugas Akhir Analisis
Pengembangan Ruas Jalan Sumber –
5.1 KESIMPULAN Cigasong. Jurusan TeknikSipil, Fakultas
5.1.1 Pertamabahan volume lalu Teknik Universitas Swadaya Gunung
linas pada ruas jalan Jati, 2014.
Rajagaluh - Panjalin pada 4
Tahun kedepan mencapai Direktorat Jenderal BinaMarga, Departemen
angka 2436 smp/jam. Dengan Pekerjaan Umum Republik
kondisi existing lebar jalan 6 Indonesia.1997. Manual Kapasitas
meter dan bahu 1,5 meter, Jalan Indonesia (MKJI). Sweroad dan
maka derajat kejenuhannya PT. BinaKarya, Jakarta.
mencapai nilai 0,92 dengan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
tingkat pelayanan E Volume
Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan.
lalu lintas mendekati atau
berada pada kapasitas dan Nu Ali, Muhammad Isran Ramli, Muralia
arus yang tidak stabil, Hustim. “ Studi Pengembangan Jaringan
kecepatan kadang-kadang Jalan Kabupaten Di Kabupaten Pinrang
berhenti. – Sulawesi Selatan Berbasis Metode
5.1.2 Pada Ruas jalan Rajagaluh – Analisis Multi Kriteria”. 2012 .
Panjalin tepatnya Km Cn Universitas Trisakti.
25+800 – Km Cn 25+900
terdapat tikungan yang tidak Departemen Pekerjaan Umum, 1997, Tata
sesuai dengan parameter Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar
perencanaan jalan yang baik, Kota dan Jalan Perkotaan (No.
sehingga keamanan, 038/TBM/1997). Direktorat Jenderal
kenyamanan dan kecepatan Bina Marga Indonesia.
pengguna jalan tidak terlayani
dengan prima. Departemen Pekerjaan Umum. 1987. Tata Cara
5.1.3 Tikungan P11 jalan existing Perencanaan Tebal Lentur Jalan Raya
tajam dibandingkan dengan dengan Metode Analisa Komponen, SNI
tikungan hasil analisis, maka 1732-1989-F, SKBI-
tikungan tersebut harus dilalui 2.3.26.1987.Yayasan Badan Penerbit PU
kendaraan dengan kecepatan Jakarta.
dibawah 60 Km/jam.
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 92
Teja Faisal Helmi, Martinus Agus, Arief Firmanto
Peraturan Perencanaan Geometrik Jalan Raya
(PPGJR) No. 13 Tahun 1970
Undang-undang Jalan Raya No. 13 Tahun 1980
eprints.undip.ac.id/34317/5/1953_CHAPTER_I
I.pdf
http://repository.maranatha.edu/id/eprint/2862
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/201410
07141751-78-5577/pembangunan-bandara-
kertajati-dikebut/Pemerintah
http://poda-
hentak.blogspot.co.id/2012/02/aspal-dan-jenis-
aspal.html
http://www.kwikku.com/thecold/post1127649
http://www .wikipedia.com
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 93
Analisis Pengembangan dan Peningkatan...
Jurnal Konstruksi, Vol. V, No. 1, Januari 2016 | 94