SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1-1
1.1 SAFETY GENERAL
1.1.1 PENGERTIAN UMUM
Pengertian safety secara umum adalah :
• Suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman (bebas
dari kecelakaan) sehat dan nyaman.
• Mutu suatu keadaan aman atau kebebasan dari bahaya dan kecelakaan.
Beberapa hal yang menunjang diberlakukannya Safety di perusahaan-perusahaan pada
umumnya :
I. UNDANG-UNDANG NO. 01 TAHUN 1970
∗ Tenaga Kerja ditempat kerja harus sehat dan selamat
∗ Proses Produksi harus aman dan efisien
∗ Pengusaha menyediakan tempat dan lingkungan kerja yang aman
II. UNDANG-UNDANG NO. 23 TAHUN 1992
∗ Kesehatan Kerja diwujudkan guna mencapai produktivitas
∗ Kesehatan Kerja meliputi pelayanan kesehatan, pencegahan penyakit dan
menyediakan syarat kerja
∗ Setiap pekerja harus bekerja dengan sehat dan tidak bahaya
1.1.2 PENGAWASAN TERHADAP 4 M
Manusia
Tidak ada
kecelakaan
Mesin
Lingkungan
Pengawasan Kerja yang aman
Terhadap 4 M
Material
Lingkungan
kerja aman
Metode
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1-2
1.1.3 DASAR – DASAR PENGERTIAN KESELAMATAN KERJA
1. Bahwa kecelakaan dapat terjadi karena ada penyebabnya
2. Yang memungkinkan terjadinya kecelakaan harus dicegah atau dihilangkan untuk
menghindari terjadinya kecelakaan.
3. Setiap pekerjaan dapat dilakukan dengan aman dan selamat, Untuk itu dapat
diambil langkah – langkah :
• Mengetahui pekerjaan yang akan dilakukan
• Mengetahui bahaya – bahaya dari pekerjaan yang akan dilakukan.
1.1.4 SEJARAH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
1. Zaman purbakala
Manusia bertahan dari kondisi alam : baju dari bulu hewan, alas kaki dari kulit
dan sebagainya
2. Tahun 1700 SM.
Hamurabi dari babylonia telah membuat aturan keselamatan terhadap bangunan –
bangunan ( bila bangunan yang dikerjakan menimbulkan bencana kematian maka
kontraktornya dihukum mati )
3. Zaman Mozai ( 5 abad setelah Hamurabi )
Setiap bangunan yang tinggi harus dipagar.
4. Zaman Romawi ( Th. 80)
Mulai diterapkan pemakaian masker untuk kerja berdebu.
5. Revolusi Industri ( Inggris)
Mulai ditemukan mesin uap penerapan K3.
6. Amerika ( Setelah Th 1850)
Dimulai peraturan safety baik secara sektoral maupun nasional.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1-3
1.1.5 HUBUNGAN KESELAMATAN KERJA DENGAN PRODUKSI
Produksi : kualitas + kuantitas + keselamatan kerja
1. Untuk mencapai produksi maka perlu keselamatan kerja, artinya tidak ada
kecelakaan oleh karena itu perlu pencegahan.
2. Ingat Produksi
Tidak ada produksi jika ada kecelakaan. Oleh karena itu : kecelakaan harus
dicegah atau dihindarkan.
3. Pencegahan merupakan kunci dari produksi
Oleh karena itu pencegahan adalah keselamatan kerja, maka keselamatan kerja
adalah kunci dari produksi.
1.1.6 YANG TERLIBAT DI DALAM KESELAMATAN KERJA
1. Perusahaan
Kehilangan kesempatan memakai tenaga manusia.
2. Pegawai
Untuk ditempatkan pada pekerjaan – pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan
jiwanya dan menjamin bukan saja keselamatan dirinya tetapi juga teman
sekerjanya.
3. Langganan
Hubungan kerja yang lebih baik dan sempurna.
4. Masyarakat
Hubungan kerja masyarakat yang lebih baik dan sempurna.
1.1.7 MANFAAT DAN TANGGUNG JAWAB KESELAMATAN KERJA
~ Manfaat Keselamatan Kerja
1. Mengecilkan ongkos pengeluaran perusahaan
- Menjamin suatu hasil yang baik.
- Menjamin pekerjaan
- Menguntungkan masyarakat.
2. Keuntungan – keuntungan lain
A. Menyelamatkan pegawai dari :
- Kesakitan / penderita sakit, cacat
- Kelihatan waktu berharga
- Kehilangan mencari nafkah
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1-4
B. Menyelamatkan Keluarga dari :
- Kesedihan / kesusahan
- Masa depan yang tidak sempurna
C. Menyelamatkan Perusahaan dari :
- Kehilangan tenaga kerja
- Kehilangan ongkos / biaya
- Kehilangan waktu (melatih & mengganti pegawai baru)
~ Tanggung Jawab
1. Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab semua orang (dari pimpinan
perusahaan sampai dengan bawahan).
2. Keselamatan kerja dilakukan setiap detik / waktu dimana saja.
3. Keselamatan kerja merupakan keadaan yang bebas dari segala bahaya dan
bukannya bekerja dengan bahaya atau kecelakaan.
1.1.8 CARA MENYEMPURNAKAN KESELAMATAN KERJA
Untuk menyempurnakan keselamatan kerja yang baik, maka perlu adanya :
1. Pemeriksaan
2. Keadaan dan pemeliharaan pekerjaan dan tempat yang baik
3. Pemahaman tentang :
- Cara kerja aman dan selamat
- Menaati peraturan – peraturan
- Memberikan instruksi – instruksi yang sempurna
- Memberikan perintah-perintah yang jelas.
4. Gambar – gambar poster keselamatan kerja
5. Pertemuan / diskusi keselamatan kerja
6. Perlombaan keselamatan kerja
7. Memperkuat penataan peraturan-peraturan
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1-5
1.1.9 KECELAKAAN (ACCIDENT)
Suatu kejadian yang tidak direncanakan, tidak diduga semula dan tidak diingini.
Dapat terjadi sewaktu-waktu dan mempunyai sifat yang merugikan terhadap manusia
maupun terhadap alat-alat dan material.
• Tidak direncanakan
Kecelakaan
• Tidak diinginkan
• Tidak diduga
Tindakan tidak aman
Disebabkan
Kondisi tidak aman
Mengakibatkan Kegiatan Terhenti
• Cedera pada manusia
• Kerusakan alat / mesin
• Produksi terganggu
• Penderitaan keluarga
PENYEBAB LANGSUNG KECELAKAAN :
1. Tindakan tidak aman
- Disediakan alat proteksi diri tetapi tidak di pakai
- Menggunakan cara kerja yang berbahaya
- Manggunakan alat yang salah
- Bergerak yang membahayakan
- Bergurau
2. Kondisi Tidak Aman
- Alat proteksi diri tidak tersedia
- Koordinasi kurang
- Tidak ada keinginan menghayati keselamatan kerja
- Reaksinya lamban
- Grogi
- Emosional
- Pemarah
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1-6
3. Phisik
- Terlalu lelah
- Tuli
- Pandangan kurang jelas
- Phisik kurang tepat untuk pekerjaannya
- Cacat jasmani
- Sakit jantung
KERUGIAN KARENA KECELAKAAN
Biaya Langsung
(Berobat, waktu, cacat, barang, pertolongan pertama dan lain-lain
Biaya Tidak Langsung
(Waktu, produksi, pengganti tenaga kerja, asuransi, nilai
kepercayaan perusahaan dan biaya lainnya)
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1-7
BIAYA KECELAKAAN
BERBENTUK GUNUNG ES
Biaya Kecelakaan
Rp. 1 Juta
• Perawatan Dokter
• Biaya Kompensasi
• Kerusakan bangunan, perkakas & alat Biaya Kerusakan/
• Kerusakan hasil produksi & material Kerugian Harta Benda
• Gangguan keterlambatan produksi
• Biaya pemenuhan aturan Rp. 5 Juta
• Biaya peralatan untuk keadaan darurat s/d
• Biaya sewa peralatan
• Waktu untuk penyelidikan Rp.50 Juta
• Gaji selama tidak bekerja Biaya lain-lain
• Biaya penggantian/pelatihan
• Biaya lembur (overtime) Rp. 1 Juta
• Penurunan hasil kerja bagi yang celaka s/d
sewaktu mulai bekerja
Rp. 3 Juta
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1-8
1.1.10 BAGAN KECELAKAAN (ACCIDENT)
Kebijakan dan Keputusan
Penyebab Dasar Faktor Personnel
Faktor Lingkungan
Penyebab Tidak Tindakan Kondisi
Langsung Tidak aman Tidak aman
Terkena Energi
Penyebab Langsung Material - material
Berbahaya
• Kecelakaan atau kejadian berbahaya
• Kerusakan alat dan kerugian harta benda
1.1.11 KECELAKAAN TAMBANG
Pada kecelakaan penyelidikan / pekerjaan pertambangan dalam waktu antara “
Mulai masuk sampai selesai bekerja “ digolongkan dalam kecelakaan tambang.
Klasifikasi kecelakaan tambang di Indonesia :
1. Luka ringan
Korban dalam waktu kurang dari 3 minggu telah dapat bekerja kembali seperti
biasa atau kembali kepada pekerjaan semula.
2. Luka berat
Korban dalam waktu lebih dari 3 minggu baru dapat bekerja kembali seperti
biasa.
3. Mati
Korban meninggal dalam waktu 24 jam sesudah terjadinya kecelakaan.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1-9
1.1.12 FAKTOR MATA RANTAI TERJADINYA KECELAKAAN
1. Faktor Mata Rantai Terjadinya Kecelakaan
a. Keadaan sosial
b. Sifat buruk seseorang
c. Unsafe act / condition
d. Kecelakaan
e. Akibat Kecelakaan
2. Faktor Penyebab Kecelakaan
a. 88 % karena tindakan tidak aman (manusia )
b. 10 % karena kondisi tidak aman ( alat / lingkungan )
c. 2 % karena diluar kemampuan manusia (nasib)
1.1.13 BIAYA YANG TIMBUL AKIBAT KECELAKAAN
1. Langsung
- Gaji dll
- Perawatan / pengobatan
- Kerusakan peralatan / bahan-bahan
2. Tidak Langsung
- Kehilangan waktu
- Karena menolong karyawan yang mendapat kecelakaan
- Mempersoalkan apa yang baru terjadi
- Membina penggantiannya
Pahamilah dengan benar kata-kata peringatan yang ada, niscaya
anda akan terhindar dari bahaya.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 10
PERATURAN KESELAMATAN
Unit Haulpak akan berbahaya bagi manusia dan peralatan lain, keadaan tersebut dapat
timbul jika Unit ;
• Digunakan tujuan yang lain dari yang telah ditentukan.
• Dioperasikan oleh tenaga yang tidak terlatih
• Diubah atau dimodifikasi dengan cara yang salah.
• Tidak mematuhi aturan - aturan keselamatan.
Oleh karena itu sangatlah penting untuk membaca dan mentaati peraturan keselamatan ini
oleh setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan pengoperasian , perawatan dan perbaikan
Unit. Hal ini harus ditegaskan dengan tanda tangan jika dirasa perlu.
Peraturan keselamatan berikut ini dapat dipakai karena :
• Peraturan tersebut dapat digunakan untuk mencegah kecelakaan.
• Peraturan tersebut secara umum dinyatakan aman dan dapat digunakan dijalan
umum.
• Sesuai dengan peraturan khusus di negara setempat.
Penggunaan yang diharapkan.
Seharusnya unit ini hanya digunakan untuk melakukan pemindahan tanah dari jarak sedang
hingga jarak jauh dengan cara dimuati oleh alat pemuat .
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa setiap penggunaan unit dengan tugas yang
berlebihan harus dipertimbangkan sebagai pemakaian yang tidak diharapkan dan dapat
menyebabkab kerusakan pada unit dan dapat menyebabkan jiwa manusia.
Siapa yang berhak untuk mengoperasikan Unit.
Hanya personel yang terlatih dan telah memperoleh hak dengan umur lebih dari 18 tahun
yang diizinkan untuk mengendarai dan mengoperasikan Unit. Pertanggung jawaban untuk
pengoperasian unit harus dengan jelas ditentukan.
Tugas perawatan dan pekerjaan perbaikan harus membutuhkan pengetahuan yang khusus,oleh
karena itu hanya dilaksanakan oleh tenaga yang terlatih.
Memodifikasi dan mengubah Unit.
Dilarang mengubah atau memodifikasi unit tanpa izin karena alasan keselamatan.
Bagian - bagian ( parts ) dan accessories unit yang asli secara khusus dirancang untuk unit
tersebut . Kami tegaskan bahwa beberapa part dan accessories tidak diantarkan sebelum
melalui tahab pengujian . Pemasangan dan pemakaian secara aktif atau pasif. Pabrik tidak
bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan jika menggunakan part atau accessories
yang tidak asli.Catatan keselamatan pada petunjuk pengoperasian dan keselamatan.
Label Peringatan ( Safety Decals ) pada unit
Jangan merusak safety Decals ,jaga agar tetap dapt terbaca dan dapat dipahami maksudnya.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 11
Menghidupkan Engine.
Sebelum menghidupkan Engine.
Yakinkan anda sudah mahir dengan element control,prinsip kerja Unit dan tempat dimana
anda akan bekerja.
Gunakan perlengkapan pengaman anda ( topi pengeaman,sepatu boot pengaman ) .
Yakinkan tidak ada orang disisi samping atau dibawah Unit sebelum Engine hidup.
Gunakan tangga dan pegangan tangan untuk naik ke atas Unit.
Periksalah sebelum menghidupkan Engine :
• Apakah ada ketidak normalan .
• Apakah semua peralatan pengaman telah terpasang secara benar pada tempatnya.
• Apakah kemudi rem ,elemen kontrol,dan buzzer peringatan telah bekerja dengan
benar.
• Apakah unit telah bersih dari grease,oli, bahan bakar, koran.
• Apakah tempat duduk operator telah diatur dengan benar.
• Apakah jendela kabin telah bersih dan wiper kaca depan dalam kondisi yang baik.
Jangan menjalankan Unit jika ada kerusakan pada kontrol lampu, instrument panel atau
kontrol - kontrol yang lain.Jangan menggunakan obyek yang anda tidak kenal,atau jika anda
melakukannya maka amankanlah dari unit.
Men - start Unit
Menghidupkan dan mengoperasikan Unit hanya dapat dilakukan ditempat duduk operator.
Atur semua tuas kontrol pada “posisi netral “ sebelum menghidupkan Unit.
Periksa semua Instrument setelah Engine dihidupkan.
Mengemudikan / menjalankan Unit.
Periksa apakanah ada orang atau rintangan didaerah berbahaya sebelum menghidupkan engie
atau melanjutkan pekerjaan,terutama saat unit berjalan mundur.
Berikan tanda bahaya jika diperlukan,segera hentikan pekerjaan jika ada orang yang berdiri
didaerah bahaya walaupun orang tersaebut terlah diperingatkan.
Mengemudikan Unit.
Jika unitbersentuhan dengan sumber listrik tegangan tinggi maka :
• Jangan meninggalkan tempat duduk operator
• Peringatkan kepada yang lain untuk tidak mendekati unit atau menyentuh.
• Jika keadaan memungkinkan pindahkan unit dari daerah / zona bahaya.
• Putuskan sumber listrik tegangan tinggi tersebut.
Mengemudikan unit didaerah tanjakan dan lekukan.
Jangan mengendarai unit didaerah tanjakan , jika melebihi kemampuan maksimal unit
tersebut.
Kendarailah dengan hati - hati didaerah lekukan dan selalu bergerak lurus saat naik dan turun,
jangan bergerak diagonal ( miring ).
Ganti kecepatan yang lebih lambat dari yang sebelumnya.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 12
Keadaan basah dan tanah longgar ( licin ) mengurangi pelekatan tanah ( cengkeraman roda )
dengan unit pada daerah tanjakan dan lekukan sehingga resiko terjadinya kecelaka sangat
tinggi.
Memarkir Unit
Parkirlah unit ditanah yang datar , kuat dan aman.
Sebelum meninggalkan unit hendaknya :
• Pindahkan tuas maju / mundur posisikan netral.
• Gunakan rem parkir
• Matikan engine dan putar kunci kontak kearah Off ( mati ) .
Jangan meloncat dari atas unit pada saat turun,tetapi gunakan tangga jalan masuk dan
pegangan tangan.
Memarkir di daerah tanjakan dan lekukan.
Amankan ( ganjal ) roda ban dan roda drum dengan pengganjal logam yang sesuai.
Mengisi bahan bakar.
Mengisi bahan bakar dilakukan saat engine sudah dimatikan.
Jangan mengisi bahan bakar diruangan tertutup.
Pekerjaan Perawatan.
Pekerjaan Perawatan harus dilakukan oleh orang yang
terampil dan telah diberi hak (Autorized Personnel).
Personal yang belum mendapat hak tidak boleh
menangani Unit.
Jangan melakukan perawatan saat engine hidup atau
sedang berjalan.
Saat bekerja pada saluran Hidrolik
Turunkan tekanan pada bagian hidrolik sebelum melanjutkan pekerjaan. Oli Hidrolik yang
keluar dengan tekanan tinggi dapat menembus kulit dan menyebabkan luka yang serius.
Mengganti saluran ( Hose ) Hidrolik.
Hose hidrolik harus diperiksa secara seksama dan teratur pada tenggang waktu tertentu.
Hose hidrolik harus segera diganti jika ditemukan :
• Kerusakan pada permukaan luar hose hidrolik ( seperti terluka,terpotong, atau retak ).
• Kerapuan pada permukaan luar saluran hidrolik ( arah retakan pada bahan hose ).
• Perubahan bentuk pada saat menambah atau mengurangi tekanan pada hose
hidrolik,perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang tidak sesuai dengan
bentuk normal hose hidtolik.
• Perubahan bentuk pada lekukan , misalnya kusut, terpisah secara berlapis, atau
bentuk melepuh.
• Ada kebocoran.
• Tidak memenuhi syarat pemasangan.
• Terpisahnya hose hidrolik dari penjepit fitting.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 13
• Karat pada penjepit fitting berakibat menurunkan fungsi dan kekuatannya.
• Kerusakan dan perubahan bentuk pada penjepit fitting yang berakibat menurunkan
fungsi dan kekuatan pada sambungan hose atau pada hose itu sendiri.
Bekerja pada Engine
Pengosongan oil engine dilakukan pada temperatur pengoperasian. Hati - hati karena dapat
menimbulkan luka bakar !
Bersihkan sisa oil yang tercecer, tampunglah oil engine dan buang ditempat yang tidak
membahayakan lingkungan.
Bekerja pada sistem kelistrikan
Putuskan dengan baterai dan lindungi dengan isolasi sebelum memulai bekerja pada sistem
kelistrikan.
Bekerja pada Baterai
Pada saat sedang bekerja pada baterai hindarkan nyala api dan jangan merokok.
Jangan menyentuh asam baterai,luka akbat asam baterai segara dibasuh air bersih dan
konsultasi dengan dokter. Jangan meletakan leralatan keraja ( tools ) diatas baterai.
Pindahkan semua steker ( plug ) dari baterai,pada saat recharging ( pengisian strumm ) agar
terhindar dari kumpulan gas yang mudah meledak.
Pembersihan .
Jangan membersihkan unit saat engine sedang hidup
Jangan menggunakan petrol atau bahan yang lain yang mudah terbakar atau untuk tujuan
pembersihan.
Jangan biarkan bagian - bagian elektrik dan bahan - bahan isolasi menjadi sasaran semprotan
langsung,lindungi peralatan tersebut sebelumnya, jika menggunakan peralatan pembersih
yang bertekanan tinggi.
Setelah selesai mengerjakan perawatan.Pasang kembali semua alat - alat pelindung segera
setelah semua pekerjaan perawatan diselesaikan.
EMERGENCY RESPONSE/TINDAKAN DARURAT
BILA TERJADI KEBAKARAN SAAT DIBAWAH UNIT ( MELAKUKAN
PERAWATAN )
1. Jangan PANIK, TENANGKAN DIRI DAN PIKIRKAN kebakaran apa.
2. Ambil pemadam kebakaran ( APAR )
3. Cabut pin pengunci pemadam
4. Semprotkan pada permukaan api.
5. Jika api tidak padam, gunakan pemadam kebakaran sentral, cabut pin pengunci
6. Menjauh dari unit, setelah mengaktifkan switch pemadam kebakaran.
7. Jika api menjadi besar ( belum padam ), mintalah bantuan orang lain. Atau
8. Laporkan kepada pengawas atau emergancy call.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 14
BILA TERJADI KEBAKARAN SAAT MENGOPERASIKAN TRUCK
1. Jangan PANIK, TENANGKAN DIRI DAN PIKIRKAN kebakaran apa.
2. Hentikan truck dengan rem service.
3. Netralkan Selector switch
4. Pasang rem parkir
5. Cabut pin pungunci pemadam kebakaran automatis yang ada di dalam kabin,
6. Keluarlah dari kabin dan turun ke tanah, setelah mengaktifkan switch pemadam
kebakaran.
7. Jika api menjadi besar ( belum padam ), mintalah bantuan orang lain. Atau
8. Laporkan kepada pengawas atau emergancy call.
BILA STEERING TIBA-TIBA TIDAK BERFUNGSI DENGAN BAIK
1. Jangan PANIK
2. Kurangi kecepatan dengan retarder brake.
3. Arahkan truck pada tempat yang aman dengan sisa-sisa tenaga steering ke pinggir jalan
dan dengan service brake hentikan truck tersebut. Jika steering susah untuk digerakkan
dan tidak memungkinkan untuk mengarahkan truck, gunakan service brake untuk
menghentikan dengan segera.
4. Netralkan selector switch.
5. Pasang rem parkir
6. Matikan engine
7. Ganjalah roda dengan wheel chock.
8. Laporkan pada pengawas.
BILA BRAKE TIBA-TIBA TIDAK BERFUNGSI DENGAN BAIK
Jika retarder tidak berfungsi :
1. Kurangi kecepatan truck dengan service brake.
2. Arahkan truck ke tempat yang aman.
3. Hentikan truck dengan service brake.
4. Netralkan selector switch
5. Pasang rem parkir.
6. Matikan engine
7. Ganjal roda dengan wheel chock
8. Laporkan pada pengawas.
Jika service brake pedal tidak berfungsi :
1. Kurangi kecepatan truck dengan retarder brake.
2. Arahkan truck ke tempat yang aman.
3. Hentikan truck dengan brake lock switch.
4. Netralkan selector switch
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 15
5. Pasang rem parkir.
6. Matikan engine
7. Ganjal roda dengan wheel chock
8. Lakukan check keliling.
9. Laporkan pada pengawas.
Jika service brake pedal dan brake lock tidak berfungsi :
1. Kurangi kecepatan truck dengan retarder brake.
2. Arahkan truck ke tempat yang aman.
3. Hentikan truck dengan parkir brake.
4. Netralkan selector switch
5. Pasang rem parkir.
6. Matikan engine
7. Ganjal roda dengan wheel chock
8. Lakukan check keliling.
9. Laporkan pada pengawas.
Jika service brake pedal , brake lock dan retarder tidak berfungsi :
1. Truck jangan digas.
2. Arahkan truck ke tempat yang aman.
3. Matikan engine ( kunci kontak OFF ) cara menumburkan bumper depan pada safety
berm hanya dilakukan jika engine telah dimatikan namun truck masih meluncur.
4. Netralkan selector switch
5. Pasang rem parkir.
6. Matikan engine
7. Ganjal roda dengan wheel chock
8. Lakukan check keliling.
9. Laporkan pada pengawas.
BILA ENGINE TIBA-TIBA MATI SAAT SEDANG OPERASI :
1. Jangan PANIK
2. Kurangi kecepatan dengan SERVICE BRAKE.
3. Arahkan truck pada tempat yang aman ( pinggir jalan ) Netralkan selector switch.
4. Pasang rem parkir
5. Matikan engine
6. Ganjalah roda dengan wheel chock.
7. Check keliling
8. Laporkan pada pengawas.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 16
BILA TRUCK HARUS DIPARKIR PADA TEMPAT YANG MIRING ( MENANJAK
/ MENURUN )
1. Pasang rem parkir ( untuk membantu mengunci saat engine hidup dapat digunakan brake
lock, walaupun saat engine mati , brake lock tidak akan berfungsi ).
2. Matikan engine
3. Ganjal roda dengan wheel chock.
4. Berikan tanda isyarat bahaya.
BILA LAMPU PANEL PERINGATAN MENYALA SAAT HAULING/
TRAVELLING
1. Lakukan prosedur sesuai dengan fungsi dari panel tersebut.
Baca pada modul Instrument panel untuk keterangan detail dari kasus per kasus pada
instrument panel.
1.1.14 INFORMASI KESELAMATAN KERJA
Sebagian besar accident disebabkan oleh kesalahan dalam mengikuti petunjuk dasar
pengoperasian dan maintenance dari unit tersebut. Untuk menghindarkan accident, baca,
pahami dan ikuti semua petunjuk keselamatan dan peringatan dalam manual ini dan pada unit,
sebelum melakukan pengoperasian dan perawatan.
Untuk memahami pesan keselamatan yang digunakan pada buku ini atau yang terdapat pada
label unit, di bawah ini adalah kata-kata tanda yang digunakan :
Kata ini digunakan pada pesan keselamatan atau label
keselamatan yang ditempat ini terdapat kemungkinan
! DANGER
sangat tinggi terjadinya luka berat atau kematian bila
peringatan tidak diindahkan. Pesan keselamatan atau label
(BAHAYA) keselamatan ini biasanya memberikan penjelasan
bagaimana cara menghindari bahaya tersebut. Kegagalan
menghindari bahaya ini juga dapat mengakibatkan unit
rusak berat.
Kata ini digunakan pada pesan keselamatan atau label
keselamatan yang ditempat ini terdapat kemungkinan
! WARNING
terjadinya situasi yang sangat berbahaya yang akhirnya
dapat menimbulkan luka berat atau kematian bila
(PERINGAT peringatan tidak diindahkan. Pesan keselamatan atau label
AN) keselamatan ini biasanya memberikan penjelasan
bagaimana cara menghindari bahaya tersebut. Kegagalan
menghindari bahaya ini juga dapat mengakibatkan unit
rusak berat.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 17
Kata ini digunakan pada pesan keselamatan atau label
! CAUTION
(PERHATIA
keselamatan untuk bahaya yang bisa menimbulkan luka
ringan dan menengah, jika bahaya tersebut tidak bisa
N) dihindarkan. Peringatan ini bisa juga digunakan untuk
bahaya yang menimbulkan kerusakan unit saja.
Kata ini memberikan arahan tentang langkah apa yang
NOTICE
harus diambil, untuk mencegah terjadinya tindakan yang
(CATATAN)
bisa memperpendek umur unit.
Komatsu tidak bisa memprediksi seluruh kondisi berbahaya yang mungkin timbul pada
aktivitas operation dan maintenance. Oleh karena itu pesan keselamatan pada manual ini dan
pada unit tidak dapat mencakup semua petunjuk keselamatan dan pencegahannya.
Jika ada prosedure atau tindakan yang tidak sesuai dengan rekomendasi atau yang diizinkan
seperti dalam manual ini, maka anda dan yang lain harus memastikan terlebih dulu bahwa
bisa melakukannya dengan cukup aman dan tanpa merusak unit.
Jika anda tidak paham terhadap beberapa prosedur tersebut, silahkan hubungi pihak OTD
Adaro.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 18
1.2 PETUNJUK KESELAMATAN KERJA
1.2.1 UMUM
PERATURAN KESELAMATAN
Dilarang mengoperasikan dan mengadakan perawatan terhadap unit kecuali orang yang
sudah ditraining dan diberi wewenang oleh safety site setempat.
Ikutilah seluruh petunjuk keselamatan, pencegahan kecelakaan dan intruksi kerja selama
melakukan pengoperasian dan perawatan di atas unit.
Bila bekerja bersama dengan operator lain atau beroperasi pada tempat yang lalulintasnya
padat, pastikan bahwa rekan kita tahu tujuan dan strategi pekerjaan tersebut, dan mereka
memahami tentang rambu-rambu tangan yang digunakan.
PERLENGKAPAN SAFETY
Pastikan semua guards dan covers terpasang pada tempatnya dengan benar. Segera
perbaiki bila ada guards dan covers yang mengalami kerusakan.
Pastikan anda memahami cara menggunakan perlengkapan safety seperti safety lock lever
(1) dan seat belt, gunakanlah peralatan itu sebagaimana mestinya.
Jangan pernah melepaskan perlengkapan safety. Pastikan peralatan tersebut selalu dalam
kondisi normal.
Penyimpangan atau penggunaan perlengkapan safety yang tidak sesuai dengan instruction
manual dapat mengakibatkan luka yang serius.
PAKAIAN DAN ALAT PELINDUNG DIRI
Hindari menggunakan pakaian dan perhiasan yang
kedodoran. Karena dapat tersangkut pada control lever
dan peralatan lainnya, dan mengakibatkan luka yang
serius bahkan kematian.
Jangan menggunakan pakaian yang basah oleh minyak
atau oli, karena sangat mudah terbakar.
Gunakanlah safety helmet, safety glasses, safety shoes, masker, atau sarung tangan pada
saat mengoperasikan atau mengadakan perawatan terhadap unit. Selalu gunakan safety
goggles, safety helmet, sarung tangan, dan perlengkapan keselamatan lainnya bila
ditempat kerja anda banyak terdapat material halus yang beterbangan, khususnya pada
saat mengoperasikan breaker atau pada saat membersihkan air cleaner dengan udara
bertekanan. Serta check selaluapakah ada peralatan dekat dengan engine.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 19
MODIFIKASI ILEGAL
Mengadakan modifikasi terhadap unit tanpa izin atau recomendasi dari komatsu akan
menimbulkan bahaya.
Sebelum mengadakan modifikasi, mintalah saran dari komatsu distributor. Komatsu tidak
akan bertanggung jawab terhadap kejadian kecelakaan, luka-luka atau kerusakan unit yang
disebabkan oleh modifikasi tanpa izin.
MENINGGALKAN UNIT
Posisikan gear shift lever pada posisi netral dan parking brake lever pada posisi
PARKING.
Turunkan dump body, posisikan dump body lever pada posisi HOLD, aktifkan safety lock
dump body lever.
Matikan engine, cabut key switch (kunci kontak) dan pastikan semua safety lock pada
posisi terkunci / aktif dengan benar.
MENAIKI DAN MENURUNI UNIT
Sebelum menaiki atau menuruni, bersihkan pegangan tangan dan injakan kaki dari grease,
oli dan lumpur.Pastikan komponen – komponen tersebut dalam keadaan bersih dan
perbaiki segera apabila ada kerusakan atau kekendoran bolt dan nut.
Jangan pernah menaiki atau menuruni unit dengan melompat dan jangan menaiki atau
menuruni unit pada saat unit berjalan.
Pada saat menaiki atau menuruni unit, harus selalu menghadap ke unit. Gunakan tumpuan
dengan 2 tangan dan 1 kaki ( three body contact ).
Jangan pernah menggunakan control lever sebagai pegangan pada saat menaiki atau
menuruni unit.
Pada saat membawa peralatan / tool dari atau ke unit, selalu gunakan bantuan orang lain
atau menggunakan tali untuk menarik.
Gunakan anak tangga dan pegangan yang lain pada saat menaiki atau menuruni unit
seperti yang ditunjukkan anak panah.
~ A : Jika akan naik atau turun unit dari pintu sebelah kiri.
~ B : Jika akan naik atau turun unit dari pintu sebelah kanan.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 20
PENCEGAHAN KEBAKARAN UNTUK FUEL, OIL DAN ANTIFREEZE
Fuel, oil dan antifreeze akan terbakar apabila dibawa terlalu dekat dengan lidah api.
Secara khusus fuellah yang mudah terbakar dan sangat berbahaya. Selalu perhatikan
dengan teliti hal-hal dibawah ini :
Jauhkanlah sumber api atau nyala rokok dari bahan yang mudah terbakar.
Matikan engine dan jangan merokok selama pengisian fuel.
Kencangkan semua tutup fuel dan oil.
Berikanlah ventilasi yang baik pada tempat pengisian dan penyimpanan fuel.
Tempatkan fuel dan oil disuatu tempat tertentu, dan jangan izinkan orang yang tidak
berkepentingan memasukinya.
Jangan meninggalkan tempat pada saat mengisi fuel atau oil.
YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA SAAT MENANGANI UNIT DALAM
KONDISI PANAS
Bila engine baru saja dimatikan setelah beroperasi, maka kondisi air pendingin, engine oil,
hydraulic oil semua pada temperature yang tinggi dan radiator serta hydraulic tank masih
bertekanan pula. Usaha coba-coba untuk membuka tutup, mendrain oli dan air pendingin atau
mengganti filter bisa menimbulkan luka bakar. Selalu tunggulah sampai temperaturenya
turun, dan ikuti prosedure khusus pada saat melakukan pekerjaan-pekerjaan ini.
Untuk menjaga agar air panas tidak menyembur keluar.
1. Matikan engine.
2. Tunggu hingga temparatur turun.
3. Buka tutup secara pelan-pelan.
Untuk menjaga agar oil panas tidak menyembur keluar.
1. Matizan engine.
2. Tunggu hingga temperatur Turín.
3. Buka tutup secara pelan-pelan.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 21
PENCEGAHAN BAHAYA DEBU ASBES
Debu asbes bisa sangat berbahaya bila terhisap oleh pernapasan. Komatsu tidak tidak
menggunakan asbes untuk product-productnya, tetapi bila tempat kerja anda terdapat material
yang mengandung asbestos fibers, lakukanlah hal-hal berikut ini :
Jangan menggunakan udara bertekanan sebagai pembersih.
Gunakanlah air untuk membersihkan debu asbes.
Bila kondisinya sangat berbahaya karena banyaknya debu
asbes di udara, usahakan memasang blower di belakang
tempat duduk anda.
Gunakan perlengkapan pernapasan yang sudah standart bila
diperlukan. Jangan mengizinkan seorangpun memasuki areal
pekerjaan selama operasi berlangsung.
PENCEGAHAN LUKA KARENA PERLENGKAPAN KERJA
Jangan memasukkan atau meletakkan tangan, lengan atau anggota tubuh anda yang lain di
antara dua komponen yang bergerak, seperti contohnya diantara peralatan kerja dengan
cylinder, atau antara unit dengan perlengkapan kerja. Apabila control lever digerakkan, jarak
antara dua benda yang bergerak tersebut bisa berubah, dan ini bisa menyebabkan kerusakan
alat atau luka-luka pada manusia. Bila diperlukan, kuncilah terlebih dahulu komponen yang
bergerak tersebut menjadi fix, baru mendekat kearah komponen tersebut.
PEMADAM KEBAKARAN DAN KOTAK P3K
Untuk menanggulangi bila terjadi korban luka-luka atau jika terjadi
kebakaran, lakukanlah hal-hal sbb.
Pastikan bahwa ditempat tersebut telah tersedia alat pemadam
kebakaran. Bacalah label pemakaian agar anda memahami
dengan benar petunjuk penggunaannya.
Tempatkanlah kotak P3K pada posisinya dan periksalah secara
berkala serta tambahkan isinya bila perlu.
Pahamilah langkah apa yang harus dilakukan bila terjadi
kebakaran atau jika koban luka-luka.
Buatlah daftar nomer telephone dan radio yang harus dihubungi
bila terjadi keadaan darurat (dokter, ambulance, team rescue)
dan tempatkan nomer tersebut pada lokasi peralatan
komunikasi agar semua orang bisa melakukan kontak bila
diperlukan.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 22
PENGGUNAAN KABIN “ ROPS “
Jika unit dilengkapi dengan ROPS, jangan melepas atau mengganti ROPS tersebut saat
unit beroperasi
ROPS ( Roll Over Protective Structure ) dipasang untuk menjaga operator dari goncangan
pada saat didalam unit. ROPS dibuat tidak hanya untuk membantu menahan beban saat
unit mengalami goncangan tetapi juga untuk mengurangi tenaga hentakan.
Komatsu ROPS telah distandartkan dengan kondisi dan peraturan semua negara – negara
didunia, tetapi jika ada perubahan bentuk / kerusakan saat terjadi goncangan atau unit
terbalik, maka akan menurunkan kemampuannya dan tidak bisa dijamin berfungsi
sebagaimana mestinya, Hubungi Komatsu Distributor jika mau melakukan perbaikan.
Pada saat mengoperasikan unit yang dilengkapi dengan ROPS, gunakan selalu sabuk
keselamatan.
YANG HARUS DIPERHATIKAN UNTUK ATTACHMENT
Pada saat memasang atau menggunakan peralatan tambahan, baca terlebih dahulu
instruction manualnya dan informasi dalam buku ini yang berhubungan dengan peralatan
tersebut.
Jangan menggunakan peralatan yang tidak direcomendasikan oleh pabrik atau distributor
unit. Penggunaan peralatan yang salah akan menimbulkan permasalahan keselamatan
kerja, standar operation tidak terpenuhi dan memperpendek umur unit.
Jika terjadi kecelakaan, luka-luka yang diakibatkan oleh penggunaan peralatan yang tidak
direcomendasikan, komatsu tidak akan bertanggung jawab.
1.2.2 KESELAMATAN KERJA SELAMA OPERASI
1.2.2.1 SEBELUM MENGHIDUPKAN ENGINE
SAFETY DITEMPAT KERJA
Sebelum memulai operasi, periksa areal kerja mungkin ada kondisi yang tidak biasa
sehingga menimbulkan bahaya.
Pelajari kondisi medan dan material di tempat kerja, dan tentukan methode terbaik,
teraman dan paling efisien untuk mengerjakannya.
Buatlah lokasi kerja sebisa mungkin rata dan keras sebelum memulai pengoperasian..
Bila diperlukan beroperasi di jalan raya, lindungilah pejalan kaki dan kendaraan yang
lewat dengan menempatkan seorang traficman atau membuat pagar pembatas dengan
memasang tulisan “No Entry” yang mengelilingi lokasi kerja.
Jika beroperasi didaerah berair, check kedalaman, serta derasnya air tersebut. tidak
diperbolehkan pada bagian axel kena air.
Pasanglah tanda “No Entry” dan lakukan langkah-langkah lainnya untuk mencegah
adanya seseorang mencoba mendekati atau memasuki lokasi kerja. Apabila seseorang
terlalu dekat dengan unit, hal itu dapat mengakibatkan orang tersebut
tertabrak/terpukul/terlindas yang mengakibatkan luka berat atau kematian.
Rawat dan peliharalah jalan yang dilewati unit ini untuk menjamin keselamatannya.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 23
PENCEGAHAN KEBAKARAN
Bersihkan diseputaran engine dari kotoran yang mudah terbakar.
Check fuel serta oil dari kebocoran, jika ada yang bocor segera perbaiki jika tidak bisa
terjadinya kebakaran.
pastikan pemadam terpasang di unit.
Jangan operasikan unit dekat dengan api.
KABIN
Jangan ada yang ketinggalan kunci-kunci/spare part yang
ketinggalan di kabin, hal ini dapat menggangu control lever.
letakan pada tempatnya.
Pastikan lantai kabin bersih dari kotoran oil, grease dan lainya.
Check safety belt serta peralatan lainya, dan gunakan selalu
safety belt.
VENTILASI.
Jika menstart engine pastikan kabin dalam keadaan
terbuka,untuk mencegah sisa pembakaran masuk dalam ruang
kabin hal ini sangat berbahaya..
PASTIKAN SPION JENDELA SERTA LAMPU-LAMPU BERSIH.
Bersihkan kotoran pada permukaan jendela lampu untuk mempermudah penglihatan.
Atur kaca spion agar penglihatan operator lebih mudah dari tempat duduknya, dan harus
bersih setiap hari.
periksa perlengkapan unit seperti lampu depan belakang, dan pastika semua lampu dalam
keadaan baik.
SAAT MENGHIDUPKAN ENGINE
Kelilingilah unit sekali lagi sebelum memasuki kabin, untuk memastikan bahwa tidak
ada seseorang atau benda yang dapat mengganggu dilokasi unit kita.
Jangan sekali-kali menghidupkan engine bila warning tag terpasang pada control lever.
Sebelum menghidupkan engine, bunyikan klakson 1X (satu kali) sebagai tanda
peringatan.
Operasikanlah unit hanya bila pada posisi duduk pada operators seat.
Apabila ada orang lain di atas unit, orang tersebut hanya boleh duduk pada assistant’s
seat.
Jangan melakukan short sirkuit pada starting motor untuk menghidupkan engine. Hal ini
tidak hanya sangat berbahaya, tapi juga dapat merusak unit.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 24
YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT TRAVELLING
Sebelum mengoperasikan unit selalu.
Bunyikan klakson sebagai peringatan.
pastikan tidak ada orang diseputaran unit, check belakang unit tidak ada orang.
Mintalah bantuan pada orang lain, jika ragu-ragu ketika akan mundur.
Jika beroperasi daerah yang berbahaya atau pada cuaca kurang bagus, minatalah bantuan
oaring lain jadi traficmant.
Jangan memberi ijin atau memperbolehkan orang lain masuk ke daerah unit yang sedang
operasi.
TRAVELING.
Ketika melintasi area, gunakan pada speed rendah ketika merubah arah, untuk menghidari
belok secara tiba-tiba.
Posisikan dump body pada FOAT saat traveling.
Ketika engine mati secara tiba-tiba,maka steering tidak akan berfungsi dn ini sangat
berbahaya untuk dioperasikan, segera aktifkan brake dan berhenti.
TRAVELLING PADA LOKASI YANG MIRING / SLOPES
Travelling di kemiringan bisa berakibat terbalik atau tergelincir.
Jangan membelokan langsung arah kesisi yang miring, pastikan aman sebelum keposisi
miring tersebut.
Jangan travelling di atas rerumputan, daun-daun yang jatuh, atau plat baja yang basah.
Sedikit saja unit melewati lokasi yang miring, dapat menyebabkan unit tergelincir ke
samping, untuk itu gunakanlah speed rendah dan pastikan unit berjalan searah dengan
kemiringan.
Pada saat perjalanan menurun, gunakan retarder brake untuk menurunkan kecepatan unit.
Jangan membelokkan steering secara tiba-tiba dan jangan gunakan foot brake kecuali
dalam kondisi darurat.
Jika engine mati di kemiringan, fungsikan brake secara penuh, lalu aktifkan parking brake
dan amankan unit.
MEMASTIKAN PENGLIHATAN BAIK
Jika beroperasi daerah yang berdebu atau kotor, pasang lampu depan dan lampu kerja
yang lain, jika perlu pasang lampu ditempat kerja.
Hentika pengoperasian jika penglihatan berkurang, seperti kabut, salju, hujan deras,
tunggu samapai kondisi normal kembali.
MENGOPERASIKAN DI DAERAH SALJU
Beroperasi daerah salju atau es, maka memungkinkan terjadinya slip, operasikan pada
kecepatan rendah dan hindari menghidupkan engine, memutar ataupun berhenti
mendadak.
Harus sangat berhati-hati beroperasi daerah salju, kemungkinan jalan akan akan tertimbun
salju hingga tak terlihat jalan lagi.
Jika beroperasi pada daerah salju/es maka gunakan roda jenis rantai.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 25
MENCEGAH KERUSAKAN DUMP BODY
Pada saat kerja di terowongan, dibawah jembatan, rangakian kabel listrik, atau tempat
ketinggian yang terbatas, selalu operasikan unit berhati-hati dan trurunkan dump body
penuh sebelum mengoperasikan unit.
JANGAN MENDEKATI KABEL BERTEGANGAN TINGGI
Jangan sampai unit menyentuh kabel jaringan listrik. Pada kasus kabel bertegangan tinggi,
pada saat mendekatinya akan menimbulkan electric shock.
Untuk mencegah terjadinya accident, selalu lakukan hal-hal sebagai berikut:
Ö Pada lokasi kerja yang terdapat bahaya tersentuh kabel jaringan listrik, mintalah saran
kepada perusahaan kelistrikan untuk memeriksa dan menentukan langkah apa yang
harus dilakukan sebelum memulai pengoperasian.
Ö Pakailah sepatu yang memakai sol dari karet, sarung tangan karet, lapisi tempat duduk
dengan lapisan karet, berhati-hatilah terhadap bagian dari komponen yang tidak
terlapisi karet yang berhubungan dengan chasis jangan sampai tersentuh badan.
Ö Gunakanlah seseorang yang dapat memberikan peringatan apabila unit akan tersentuh
jaringan listrik.
Ö Mintakan perusahaan kelistrikan untuk memeriksa tegangan kabel sebelum memulai
operasi.
Voltage Min.safety
distance
Low 100 . 200 V
voltage 6.600 V 3m
33.000 V 4m
Very 66.000 V 5m
High 154.000 V 8m
Voltage 187.000 V
275.000 V 10 m
500.000 V
SAAT DUMPING
Sebelum mulai dumping pastikan tidak ada orang atau peralatan dibelakang unit
Hentikan unit pada posisi yang rata, periksa kembali bahwa tidak ada orang atau
peralatan dibelakang unit. Beri tanda, lalu operasikan dump body perlahan-lahan. Jika
diperlukan, gunakan pengganjal ban ataupun tempatkan seorang pemberi aba-aba.
Jika dumping di area slope, kestabilan unit akan menurun dan ini berbahaya karena unit
dapat terguling. Lakukan dumping secara extra hati-hati.
Jangan menjalankan unit pada saat dump body masih pada posisi naik/ raise.
Lakukan dumping secara perlahan-lahan, jika dumping batu yang besar.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 26
BEROPERASI DI DAERAH LEMBEK
Hindari memasuki daerah yang lembek, karena akan menyulitkan unit keluar dari area
tsb.
Hindari beroperasi didekat jurang, tebing dan parit yang dalam. Mungkin tanah di
tempat tersebut labil, jika tanah tersebut longsor maka unit dapat terperosok sehingga
dapat mengakibatkan luka serius atau mati. Ingat selalu bahwa setelah hujan lebat,
blasting, gempa bumi , tanah ditempat tersebut tidak stabil
Kondisi tanah yang dekat dengan parit adalah loose/ lembek, sehingga jika unit
beroperasi ditempat itu maka tanah tersebut dapat longsor karena beban unit dan dapat
mengakibatkan unit terperosok.
Jika unit beroperasi pada daerah yang mudah menyebabkan unit terbalik, maka
gunakan ROPS dan pasanglah sabuk pengaman
YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT LOADING
Pastikan sekeliling area aman, hentikan unit pada posisi yang benar dengan alat loading
sehingga beban akan merata di vessel
Jangan meninggalkan kabin operator pada saat loading
MEMARKIR UNIT
Parkir unit ditempat yang aman dan rata.
Jika unit diparkir didaerah slope, gunakan selalu pengganjal roda untuk mencegah unit
bergerak sendiri
Jika unit diparkir dijalan umum, buatkan tanda seperti : bendera, rambu-rambu atau
penerangan untuk memberikan peringatan atau pemberitahuan kepada unit yang lain
Sebelum meninggalkan unit, turunkan dump body penuh, posisikan parking brake pada
posisi PARKING, matikan engine dan kunci semua control lever, lepas master key.
Selalu pastikan pintu kabin dalam kondisi tertutup sebelum anda meninggalkan unit.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 27
BATTERY
PENCEGAHAN BAHAYA YANG DITIMBULKAN BATTERY
Electrolyte battery mengandung cairan sulfuric acid / asam belerang dan battery tersebut
menghasilkan gas hydrogen. Gas hydrogen adalah bahan yang sangat mudah meledak, dan
kesalahan dalam penanganannya dapat menimbulkan luka yang serius atau kebakaran. Untuk
menghindari permasalahan tersebut lakukan hal-hal sebagai berikut :
Jangan gunakan battery yang level electrolytenya di bawah garis LOWER LEVEL, karena
ini dapat mengakibatkan ledakan. Selalu lakukan pemeriksaan level electrolyte secara
periodik, dan tambahkan dengan air yang sudah didistilisasi sampai levelnya mencapai
garis UPPER LEVEL.
Jangan merokok atau mendekatkan sumber api ke battery.
Bila sedang melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan battery, SELALU gunakan
safety glasses dan sarung tangan karet.
Apabila tangan atau pakaian anda terkena cairan electrolyte battery, segera basuh lokasi
tersebut dengan air.
Bila cairan electrolyte battery mengenai mata anda, segera basuh mata anda dengan air
sebanyak-banyaknya lalu periksakan ke doctor saat itu juga.
Apabila anda secara tidak terduga terminum cairan electrolyte battery, segera minumlah
air atau susu sebanyak-banyaknya, telur mentah, atau minyak sayur. Panggillah dokter
atau badan penanggulangan keracunan saat itu juga.
Bila membersihkan bagian atas dari battery, sapu dengan bersih, laplah dengan kain.
Jangan menggunakan gasoline, thinner, atau cairan pelarut lain serta deterjent.
Kencangkan tutup battery dengan baik.
Jika battery electrolyte membeku, jangan dilakukan pengecasan terhadap battery atau
menstart engine menggunakan sumber tenaga lain. Ini berbahaya karena battery bisa
terbakar. Apabila mengecas battery atau menstart engine menggunakan sumber tenaga
lain, tunggu sampai battery electrolyte mencair, lalu periksa apakah tidak ada kebocoran
cairan, baru lakukan starting.
Selalu lepaskan terlebih dahulu battery dari unit sebelum melakukan pengecasan/charging
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 28
STARTING DENGAN BOOSTER CABLES
Jika terdapat kesalahan di dalam menyambungkan booster cables, ini bisa mengakibatkan
kebakaran. Untuk menghindarinya, selalu lakukanlah hal-hal sebagai berikut:
Gunakan dua orang untuk pekerjaan ini : satu orang duduk di operators seat.
Bila menggunakan unit lain untuk membatu unit yang sedang problem, berhati-hatilah
jangan sampai unit yang bermasalah dan unit yang normal saling bersentuhan satu sama
lain.
Saat menyambungkan booster cables, putarkan kedua starting switch (unit yang normal
dan unit yang bermasalah) keposisi OFF.
Pastikan untuk menyambungkan kabel positivenya (+)
terlebih dahulu pada saat memasang booster cables.
Lepaskan kabel ground atau negativenya (-) terlebih dahulu
pada saat melepaskannya.
Terakhir, pada saat menyambungkan ground cable ke frame
dari upper structure, akan terjadi percikan bunga api, jadi
usahakan menyambungkannya sejauh mungkin dengan
battery.
MENARIK UNIT
YANG HARUS DIPERHATIKAN SAAT MELAKUKAN PENARIKAN
Bila terjadi kesalahan methode pada saat pemilihan seling atau penarikannya, ini akan
menimbulkan luka yang serius. Untuk itu lakukan hal-hal sebagai berikut :
Selalu gunakan methode towing / penarikan seperti yang diberikan di dalam buku
operation and maintenance ini. Jangan gunakan methode lain.
Gunakanlah sarung tangan kulit saat menangani wire rope / seling.
Bila melakukan persiapan penarikan yang dilakukan oleh dua atau lebih pekerja, tentukan
tanda / aba-aba yang digunakan, dan ikuti aba-aba tersebut dengan benar.
Selalu paskan posisi seling pada sisi kiri dan kanan terhadap hooks, dan kuncilah pada
posisi tersebut.
Apabila engine pada unit yang bermasalah tidak mau hidup atau ada kesalahan pada brake
system, selalu hubungilah komatsu distributor.
Jangan pernah berdiri atau berada di antara posisi unit penarik dan unit yang ditarik.
Sangat berbahaya bila melakukan penarikan unit pada slope/ lokasi yang miring, jadi
pilihlah lokasi yang kemiringannya paling landai. Jika tidak terdapat lokasi yang landai,
kurangi atau ratakan lokasi terlebih dahulu sebelum melakukan penarikan.
Pada saat melakukan penarikan, selalu gunakan seling yang kemampuannya memang
mencukupi.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 29
Jangan menggunakan seling yang terburai (A), diameternya mengecil (C), atau seling
yang kusut (B).
Jangan gunakan hook penarikan ringan untuk menarik unit lain.
KESELAMATAN KERJA SAAT MAINTENANCE / PERAWATAN UNIT
SEBELUM DILAKUKAN MAINTENANCE UNIT
HUBUNGI DISTRIBUTOR KOMATSU BILA ADA PERMASALAHAN
Melakukan perbaikan permasalahan yang tidak tercantum di dalam operation and
maintenance manual ini, seperti contohnya kerusakan yang tidak terduga, hubungilah komatsu
distributor untuk memperbaikinya.
WARNING TAG
Selalu pasangkan warning tag “DO NOT OPERATE” pada work equipment control lever
(1), untuk memperingatkan orang lain bahwa anda sedang memperbaiki unit. Dan
pasangkan warning tag tambahan di sekeliling unit bila diperlukan.
Bila ada orang lain yang menghidupkan engine atau menggerakkan peralatan kerja pada
saat anda sedang memperbaiki unit, maka anda bisa mengalami luka yang serius.
MUTU TOOLS / KUNCI-KUNCI
Gunakanlah hanya tools yang masuk dalam daftar tugas.
Menggunakan tools yang rusak, kualitas rendah, keliru, tools
pengganti, bisa mengakibatkan luka pada pekerja. Yang
berbahaya sekali adalah kepala pahat atau hammer yang pecah-
pecah, pecahannya dapat terbang dan mengenai mata anda
sehingga menimbulkan kebutaan.
PERIODE PENGANTIAN PART
Periode pengantian part harus dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan.
Ganti dengan berkala komponent yang baru, jika tidak akan nampak cacat atau memburuk.
Ganti atau perbaiki komponent yang rusak, jika tidak akan berakibat kerusakan
diberikutnya.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 30
MATIKA ENGINE SEBELUM MAINTENANCE
Jika akan inspeksi atau maintenance, cari tempat yang datar/aman dan turunkan dump
body,serta matikan engine.
Jika engine ingin di running selama service guna membersihkan radiator, shift selector
harus pada posisi Netral da parking brake posisi On dan harus dilakukan 2 orang. satu
orang duduk di kabin jika engine tak bisa stop, Jika tidak jangan gerakan control lever.
ketika service, harus berhati-hati jangan menyentuh benda yang bergerak serta baju jangan
sampai tersangkut.
pasang balok/ganjal di ban.
Jika servive pada posisi dump body terangkat, dump lever harus pada posisi HOLD, serta
pasang safety pin pada body.
SELAMA MELAKUKAN PERAWATAN
PEKERJA
Hanya pekerja yang diberi wewenang yang boleh memasuki area selama melakukan
perawatan. Jika diperlukan, tempatkanlah penjaga yang mengawasi di tempat tersebut.
Berikanlah perhatian extra saat melakukan grinding, welding, dan saat menggunakan sledge
hammer / palu yang besar.
PERALATAN
Tempatkan pada posisi yang aman jangan sampai terjatuh, jika ini terjadi maka berakibat
fatal.
BEKERJA DI BAWAH UNIT
Hentikan unit ditempat yang kokoh, rata dan aman, dan sebelum service / perbaikan,
pastikan dump body telah diturunkan..
Selalu ganjallah ban dengan baik dengan menggunakan balok.
Jangan pernah bekerja di bawah unit sebelum anda yakin unit telah di jack-up secara
aman.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 31
UNIT HARUS BERSIH
Tumpahan oil atau grease, atau peralatan tool yang tak standar/rusak sangat berbahaya
memungkinka terjadi slip , perhatikan mesin selalu bersih.
Jika air masuk dalam rangkaian electrik, ini sangat berbahaya dan unit tidak akan
bergerak secara tak terduga. Jangan air atau uap untuk membersihkan sensor, conector
atau bagian-bagian dalam kabin.
ATURAN SAAT MENGISI FUEL ATAU OIL
Bahan baker & oil yang tumpah bisa mengakibatkan slip, maka selalu bersihkan.
Selalu kencangkan tutup fuel & oil .
Jangan gunakan fuel untuk mencuci komponent.
Jangan sampai tertutup ventilasi cover fuel & oil.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 32
RADIATOR WATER LEVEL.
Jika akan mengisi air radiator, hentikan engine dan radiator
harus dingin.
Pelan-pelan ketika membuka tutup radiator untuk
membuang tekanan udara yang dihasilkan panas radiator.
MENGGUNAKAN PENERANGAN
Ketika memeriksa fuel, oil, battery electrolyte, atau cairan
pembersih kaca, selalulah menggunakan penerangan dengan anti
explosion spesifications. Jika menggunakan lampu tidak sesuai
dengan spesification ini, berbahaya karena bisa meledak.
PERHATIAN DENGAN BATTERY
Ketika akan memperbaiki electrik system, lepas dahulu
sambungan negative (-) maka aliran arus battery akan terputus.
MENAGANI HOSE TEKANAN TINGGI
Jangan melipat hose tekanan tinggi dengan benda keras,atau melipat dengan pipa/karet hal ini
akan terjadi keretakan.Selalu perbaiki hose yang pecah baik fuel atau oil, jika oil fuel bocor
bisa mengakibatkan kebakaran.
PERHATIAN DENGAN OIL BERTEKANAN YANG TINGGI.
Ingat semua perangkat circuit bertekanan.
Jangan menambah, mengurangi oil serta perawatan atau inspeksi sebelum merelise
internal pressure.
Jika ada kebocoran bertekanan walaupun kecil, ini sangat berbahaya jika mengenai kulit
atau mata. Gunakan selalu safety glass dan gloves, serta gunakan cardboard atau papan
tipis untuk mengecheck kebocoran.
Jika terkena semburan oil dengan tekanan tinggi segera consultasi ke paramedis/doctor.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 33
PERHATIAN KETIKA MAINTENANCE PADA KONDISI
PRESSURE/TEMPERATUR TINGGI
Setelah selesai operasisemua component engine harus didinginkan serta pressure. Jika kondisi
masih panas membuksa atau membuang oil/air serta membuka filter hal ini bisa
mengakibatkan semburan/ledakan. Tunggu beberapa saat sampai temp turun setelah itu
laksanakan perawatan.
PERHATIAN FAN & BELT
Perhatikan perputaran fan & belt hati-hati jangan sampai tersangkut.
Jika sampai ada yang tersangkut (peralatan) maka akan melayang, jangan sampai
tersentuh.
MEMBUANG MATERIAL
Jangan sampai membuang sampah oil disembarang tempat.
selalu buang oil bekas pada tempatnya, jangan sampai berkececeran di tanah.
Patuhi peraturan hukum membuang barang yang berbahaya seperti oil minyak, filter dll.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 34
PENANGANAN TIRES / BAN
Jika ban atau rim ditangani secara salah, maka ini akan berakibat ban akan pecah ataupun rim
akan terhambur, dan ini dapat menyebabkan luka yang serius dan kematian.
Agar perawatan ban aman, maka lakukan langkah-langkah sebagai berikut :
Saat perawatan, pelepasan, perbaikan, dan pemasangan ban dan rim, selalu gunakan
perlengkapan dan teknik khusus yang telah ada. Pastikan anda sudah memahaminya dan
telah menghubungi bengkel perbaikan ban terdekat.
Selalu gunakan ban yang sesuai dengan spesifikasinya dan pastikan pula tekanan angin
ban sesuai standartnya.
Saat pengisian angin pada ban, pastikan bahwa tidak ada orang di sekitar area kerja dan
gunakan air chuck untuk menjepitnya yang pas dengan air valvenya.
Saat pengisian angin, sekali-kali periksa tekanan anginnya agar tekanannya tidak terlalu
berlebihan. Jika rim tidak terpasang normal, rim dapat pecah dan terhambur saat proses
pengisian angin pada ban. Oleh karena itu, pasang guard di sekitar ban dan jangan bekerja di
depan rim, tapi di sisi tread/alur ban.
Penurunan tekanan angin yang tidak normal dan pemasangan rim yang abnormal
mengindikasikan adanya masalah pada rim. Pastikan anda telah menghubungi bengkel
ban terdekat untuk memperbaikinya.
Jangan menyetel tekanan angin ban pada saat setelah
unit travelling dengan kecepatan tinggi atau bekerja
dengan beban yang berat.
Jangan melakukan proses pemanasan atau pengelasan
di dekat area pemasangan ban. Jangan mendekatkan
api ke ban.
YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT PENYIMPANAN BAN
Simpan ban di warehouse/gudang, dimana hanya
orang yang berwenang saja yang boleh masuk. Jika
anda harus menyimpannya di tempat terbuka, pagari
dengan menggunakan ban yang diberdirikan, lalu
pasang tanda “Dilarang Masuk”.
Berdirikan ban pada tanah yang rata, lalu ganjal
secara aman sehingga tidak bergerak atau jatuh saat
orang yang tidak berwenang menyentuhnya. Jika ban
diletakkan seperti gambar di samping, maka akan
menyebabkan ban tertekan dan cepat rusak.
Jika ban terjatuh, segera berdirikan lagi. Konstruksi
ban itu berat. Oleh karena itu, jika anda mencoba
untuk mengangkatnya, maka akan berakibat luka yang
serius.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 35
1.3 TASK SPECIFIC PROCEDURE (TSP)
1.3.1 MELAKUKAN UJI COBA UNIT (SHE/01//164/TSP)
TASK SPESIFIC PROCEDURE
PROSEDUR TUGAS SPESIFIK
PT PAMAPERSADA NUSANTARA
COMPILED BY CONTROLLED BY APPROVED BY TSP REF NUMBER
DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI NOMOR REF PTS
HEAD OFFICE
SHE / 01 / 164 / TSP
SAFETY
REVISION /
DEPARTMENT DIVISION HEAD DIVISION HEAD
STAFF S, H & E OPERATIONS REVISI
0
EFFECTIVE FROM 1 JANUARY 2001 NUMBER OF PAGES THEE
TANGGAL EFEKTIF 1 JANUARI 2001 HALAMAN TIGA
TITLE OF TSP / JUDUL PTS
DO GROUND TEST UNIT
MELAKUKAN UJI COBA UNIT
APPLICABLE OCCUPATIONS / JABATAN
All / Tiap Safety Standard File Holders Safety Standards Master File
TASK STEP
TASK STEPS IN SEQUENCE SAFETY CONTROLS AND MOTIVATION
LANGKAH
URUTAN LANGKAH TUGAS PENGENDALIAN KESELAMATAN & MOTIVASI
TUGAS
1 Periksa Alat pelindung Diri Bisa mengakibatkan terbentur, jatuh, harus mengacu
Ikrar Keselamatan Perusahaan, kegiatan pertama dan
pakai APD untuk mengurangi resiko cedera.
APD (Helm, sepatu, kaca mata dan rompi reflektif)
harus diperiksa dalam keadaan baik
Orang yang bekerja harus sudah menerima training
khusus memperbaiki alat yang bersangkutan.
Pastikan tubuh dalam keadaan sehat dan fit.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 36
2 Siapkan alat dan peralatan Ketidak hati-hatian bisa menyebabkan cedera akibat
tersandung jatuh, cedera punggung atau kejatuhan
barang, maka diharuskan :
- Perhatikan tempat berjalan dan aktivitas, jangan
berlari di lingkungan work shop.
- Gunakan teknik mengangkat/ membawa barang
manual dengan benar
- Alat dan peralatan atau komponen yang
diusahakan diletakkan dalam tool box atau kotak
orsinalnya
- Pastikan alat dan peralatan yang dipilih dalam
keadaan baik dan standar, sesuai dengan
rekomendasi shop manual
3 Tambahkan fluida kerja Untuk menghindari terjadinya pencemaran lingkungan
atau cedera akibat terpapar fluida mesin, maka
perhatikan :
- Cairan hidrolik ditambahakan saat sirkuit
hydraulic ada dalam suhu kerja. Pasang
penampung tumpahan sebelum cairan
ditambahkan.
- Bersihkan leher lubang pengisian/ nozzle grease
sebelum selang pengisian dipasang, pastikan tidak
tercampur benda asing.
- Tambahkan fluida kerja (oil, mesin, hidrolis,
minyak rem dsb) sampai batas yang
direkomendasikan dengan hati-hati, hindari
cipratan. Atur posisi tubuh sehingga jauh dari
aliran fluida.
- Acculmulator ditambah dengan gas Nitrogen, ikuti
tata cara penanganan tabung gas yang benar.
- Setelah perbaikan/ penggantian silinder hidrolik,
pipa atau komponen hidrolik lainnya, lakukan
flushing dan air bleeding sesuai rekomendasi.
4 Lakukan tes jalan Sebelum tes jalan dilakukan :
- Pastikan semua alat, peralatan kerja dan
komponen yang tidak terpakai sudah disingkirkan
dari atas unit dan dikembalikan ketempatnya.
- Gunakan ceklis pemeriksaan yang standar
- Periksa lingkungan sekitar dari barang, material
atau aktifitas orang lainnya.
- Lakukan pemeriksaan berjalan berkeliling unit.
- Hati-hati saat memeriksa, perhatikan tempat
berjalan/ berpijak.
Pada saat dilakukan tes jalan bisa mengakibatkan
cedera akibat terkena gerakan unit, tabrakan atau
kerusakan pada unit maka tata cara berikut harus
dipatuhi.
- Hanya orang yang sudah dilatih khusus yang boleh
mengoperasikan alat.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 37
- Sebelum mesin dihidupkan, bunyikan klakson 1
kali tunggu 15 detik, setelah aman hidupkan
mesin.
- Lakukan tes jalan sesuai rekomendasi shop
manual.
Selama berada dalam cabin operator harus memakai
sabuk pengaman.
5 Lakukan pencatatan Agar tidak tersandung atau terjatuh maka :
- Jangan membaca/ menulis sambil berjalan
- Baca/ tulis harus dilakukan di tempat yang
penerangannya cukup.
6 Kembalikan alat peralatan kerja Agar alat kerja tidak rusak, atau mengalami cedera
punggung atau terjatuh, maka perhatikan :
- Periksa kembali semua alat dan peralatan kerja,
bersihkan dengan hati-hati
- Alat/ spesial tool yang berukuran besar atau berat
dipindahkan dengan alat angkat/ angkut. Ikuti tata
cara penggunaan alat angkut yang benar.
7 Bersihkan tempat kerja Untuk menghindari cedera akibat terpeleset,
tersandung jatuh atau tergores, maka perhatikan :
- Bersihkan tempat kerja dari sisa-sisa sampah atau
komponen bekas.
- Buang ke tempat sampah yang sesuai jenisnya.
- Sampah logam yang berujung tajam disingkirkan
dengan sekop.
- Genangan air/ sisa pelumas dibersihkan dengan
pasir atau serbuk kayu.
- Jika perlu, lantai pelataran dibersihkan dengan
detergen dan air.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 38
1.3.2 MENGOPERASIKAN HAUL TRUCK (SHE/01/034/TSP)
TASK SPESIFIC PROCEDURE
PROSEDUR TUGAS SPESIFIK
PT PAMAPERSADA NUSANTARA
COMPILED BY CONTROLLED BY APPROVED BY TSP REF NUMBER
DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI NOMOR REF PTS
HEAD
OFFICE SHE/ 01 / 034 / TSP
SAFETY
DEPARTMENT DIVISION HEAD DIVISION HEAD REVISION / REVISI
STAFF S, H & E OPERATIONS 0
EFFECTIVE FROM 1 JANUARY 2001 NUMBER OF PAGES FOUR
TANGGAL EFEKTIF 1 JANUARI 2001 HALAMAN EMPAT
TITLE OF TSP / JUDUL PTS
OPERATING HAUL TRUCK / MENGOPERASIKAN HAUL TRUCK
APPLICABLE OCCUPATIONS / JABATAN
All / Tiap Safety Standard File Holders Safety Standards Master File
TASK TASK STEPS IN SEQUENCE
STEP URUTAN LANGKAH SAFETY CONTROLS AND MOTIVATION
LANGKAH PENGENDALIAN KESELAMATAN & MOTIVASI
TUGAS
TUGAS
1 Periksa APD Bisa mengakibatkan terbentur, jatuh, harus mengacu
Ikrar Keselamatan Perusahaan, kegiatan pertama dan
pakai APD untuk mengurangi resiko cedera.
APD (helm, sepatu pelindung, sarung tangan katun dan
kulit, dan jaket pelampung) harus diperiksa dan
dipastikan dalam keadaan baik.
Orang yang bekerja harus dalam keadaan sehat jasmani
dan rohani, sudah di training khusus mengoperasikan alat
dan memiliki izin mengoperasikan alat dan memakai
kartu izin mengoperasikan alat yang berlaku
2 Pelaksanaan & Perawatan Bisa mengakibatkan terbentur, terjatuh, terkilir, terjepit,
Harian P2H harus diperhatikan :
- Saat melihat bagian bawah unit gunakan helm
pelindung dan kaca mata.
- Berjalan ditempat yang stabil, perhatikan pijakan
kaki dan selalu berpengangan saat naik/ turun
- Keseimbangan tubuh, posisi tangan dan jari saat
membuka/ tutup kabin/ mesin.
- Saat memeriksa mesin, hati-hati terhadap bagian
mesin yang berputar jangan sampai terjepit.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 39
3 Naik/ turun unit Bisa mengakibatkan cedera akibat terpeleset jatuh, maka
perhatikan hal-hal berikut :
- Bersihkan dulu anak tangga dan pegangan tangga
dari lumpur, grease atau kotoran penyebab licin
lainnya.
- Tubuh harus menghadap unit saat naik/ turun
berpegangan dan gunakan teknik kontak tiga titik.
4 Travelling Mengoperasikan truck angkutan (dengan atau tanpa
muatan) bisa mengakibatkan operator cedera, tabrakan,
atau unit rusak, maka operator harus :.
- Selama berada dalam kabin harus menggunakan
sabuk pengaman. Orang yang tidak berkepentingan
dilarang menumpang truck angkutan.
- Patuhi semua aturan lalu lintas, dan konsentrasi pada
kondisi sekitar.
- Jika beriringan, saat cuaca cerah jarak antar unit
adalah 4 kali panjang unit terpanjang yang
beroperasi, atau 6 kali jika cuaca buruk atau malam
hari.
- Selama beroperasi semua lampu operasi dan lampu
putar (rotary lamp) harus dinyalakan, bersihkan
kaca-kaca lampu secara teratur selama operasi.
Supaya unit tidak rusak, ikuti petunjuk pengoperasian.
- Periksa rem dan angin sebelum memasuki jalan
menurun.
- Jangan membanting kemudi saat mengemudi
- (menghindari batu, lubang, dsb) secara
- mendadak, cermati jalan yang dilalui.
- Kombinasi transmissi saat menuruni turunan adalah
sama dengan kombinasi transmissi saat melewati
dengan menanjak.
5 Isi muatan Operasi pengisian bisa mengakibatkan tabrakan atau unit
terperosok, maka operator harus :
Ikuti aba-aba pemandu saat berada di lokasi pengisian
muatan, Perhatikan aktifitas unit atau alat berat lain di
lokasi..
6 Bongkar muatan Saat membongkar muatan, bisa mengakibatkan unit
terguling, maka operator harus :
- Ikuti aba-aba pemandu
- Menempatkan unit ditempat yang relatif datar dan
stabil
Untuk End Dump dan Bottom Dump
- Buang muatan jika sudah ada aba-aba pemandu.
Untuk Trailer Side Dump
- Jika membongkar di Hopper, tumpahkan dulu
muatan vessel depan, lanjutkan vessel berikutnya.
- Jika membongkar di Stock Yard, tumpahkan vessel
belakang sambil berjalan pelan, lanjutkan vessel
berikutnya :
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 40
- Untuk unit dengan tail dump, jika lock tail gate
dibuka secara manual, perhatikan jari tangan saat
membukanya, rompi reflektif harus dipakai.
7 Parkir dan manuver parkir Bisa mengakibatkan tabrakan atau unit menggelinding,
maka operator harus :
- Mencari tempat parkir yang datar dan aman
- Perhatikan vessel di belakang terhadap unit atau
bangunan disekitarnya saat manuver
- Setelah berhenti sempurna dan vessel lurus, idle 5
menit, matikan mesin, aktifkan rem parkir, cabut
kunci kontak dan pasang ganjal ban
Jika parkir dalam keadaan darurat, perhatikan,
- Pilih tempat berhenti yang relatif datar dan aman
- Usahakan badan vessel sejajar badan jalan. Atur
posisi parkir sehingga unit lain bisa mengetetahui
keberadaan unit
- Setelah berhenti sempurna, aktifkan rem parkir, idle
5 menit dan matikan mesin. Pasang ganjal ban.
- Cabut kunci kontak jika operator meninggalkan unit
lebih dari 6 meter
- Nyalakan lampu darurat dan lampu rotari
8 Bersihkan unit Bisa mengakibatkan terpeleset jatuh atau terjepit maka :
- Hati-hati saat mencuci unit dari ceceran lumpur, oil,
material yang lain, lakukan dengan keadaan mesin
mati
- Saat membersihkan tempat-tempat yang sempit
gunakan alat bantu, hindari membersihkan dengan
tangan telanjang
- Jangan menyeka kotoran terlalu keras, sehingga
dinding tidak rusak
9 Tangani keadaan darurat Untuk menghindari terjadinya cedera fatal jika terjadi
keadaan darurat, maka hal-hal berikut ini harus
diperhatikan
- Jika terjadi rem blong dan kendaraan cukup pelan (<
30 km/jam), konsentrasi pada kemudi, arahkan
ketepi jalan, bundwall/ tebing
- Jika kecepatan tinggi (> 30 km/jam), konsentrasi
pada kemudi, jangan panik, jangan mencoba
melepas seat belt atau melompat keluar, beri aba-
aba, isyarat lampu dan klakson panjang tidak
terputus, jika mungkin gunakan radio untuk
menyampaikan informasi.
- Jika ban pecah (depan/belakang), jangan gunakan
foot brake (trailer) tapi gunakan trailer brake,
konsentrasi pada kemudi
- Jika timbul api/ asap, arahkan unit ketempat aman,
jika mungkin, aktifkan rem parkir dan rem darurat,
indentifikasi sumber api, jika nyala api tidak terlalu
besaar, gunakan APAR untuk memadamkan api dari
luar.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 41
- Ikuti tata cara penanganan keadaan darurat
1.3.3 MENGOPERASIKAN DUMP TRUCK (SHE/01/035/TSP)
TASK SPESIFIC PROCEDURE
PROSEDUR TUGAS SPESIFIK
PT PAMAPERSADA NUSANTARA
COMPILED BY CONTROLLED BY APPROVED BY TSP REF NUMBER
DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI NOMOR REF PTS
HEAD OFFICE SAFETY SHE / 01 / 035 / TSP
DEPARTMENT DIVISION HEAD DIVISION HEAD REVISION /
STAFF S, H & E OPERATIONS REVISI
0
EFFECTIVE FROM 1 JANUARY 2001 NUMBER OF PAGES SEVEN
TANGGAL EFEKTIF 1 JANUARI 2001 HALAMAN TUJUH
TITLE OF TSP / JUDUL PTS
OPERATING DUMP TRUCK / MENGOPERASIKAN DUMP TRUCK
APPLICABLE OCCUPATIONS / JABATAN
All / Tiap Safety Standard File Holders Safety Standards Master File
TASK STEP TASK STEPS IN SEQUENCE SAFETY CONTROLS AND MOTIVATION
LANGKAH TUGAS URUTAN LANGKAH TUGAS PENGENDALIAN KESELAMATAN & MOTIVASI
1 Periksa Alat Pelindung Diri Bisa mengakibatkan operator terbentur atau tergores,
(APD ) maka harus mengacu dengan Ikrar Keselamatan,
gunakan APD untuk mengurangi resiko cedera.
APD (helm, sarung tangan, sumbat telinga, kacamata,
masker debu dan rompi reflektif) harus diperiksa
dalam keadaan baik.
Hanya orang yang dalam keadaan sehat dan sudah
mendapat pelatihan khusus yang dibolehkan
mengoperasikan alat produksi.
2 Lakukan Pemeriksaan dan Agar tidak terjadi terbentur, terjatuh, terkilir, terjepit,
Perawatan Harian (P2H) terkena suhu panas, atau aki meledak, maka sebelum
mesin hidup harus perhatikan:-
- Pastikan unit diparkir secara aman di lingkungan
yang aman pula.
- Periksalah unit dengan berjalan berkeliling. Hati-
hati saat melihat dibagian bawah, pakai helm dan
sarung tangan.
- Perhatikan tempat berjalan dan pijakan kaki
waktu berkeliling dan naik / turun, berdirilah di
tempat yang stabil, usahakan berpegangan.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 42
Bersihkan lantai dari sisa grease, ceceran oli atau
air sebelum dinaiki.
- Saat membuka / menutup cabin perhatikan jari,
tangan dan keseimbangan.
- Saat memeriksa mesin, perhatikan posisi jari dan
tangan, hati-hati di bagian sempit dan yang bisa
berputar, jangan sampai terjepit.
- Hati-hati pada bagian mesin yang panas (turbo,
saluran buang, radiator). Saat memeriksa
radiator, periksa ketinggian air pada
reservoirnya. Jika tidak dilengkapi reservoir,
periksa radiator jika mesin sudah dingin,
gunakan majun waktu membuka / menutup tutup
radiator, putar sedikit dan tahan, biarkan tekanan
dalam radiator hilang, baru buka tutupnya.
Jangan membuka radiator dengan kaki.
- Waktu memeriksa elektrolit baterai, lakukan
dengan hati-hati,, gunakan senter, jangan
memakai api terbuka (korek api, pemantik rokok
dsb)
Untuk menghidupkan mesin, agar tidak terjadi
tabrakan diharuskan:-
- Sebelum mesin dihidupkan, perhatikan kondisi
sekitar, transmisi harus netral klakson 1x, tunggu
15 detik, atur bukaan gas rendah, hidupkan
mesin.
- Periksa panel-panel indikator, atur putaran mesin
dan uji fungsi alat-alat kerja.
- Periksa dan pastikan fungsi emergency brake,
dan sistem pneumatik bekerja sempurna.
3 Naik / turun unit Untuk menghindarkan cedera akibat terjatuh, maka
saat naik / turun unit harus memperhatikan:-
- Bersihkan dulu anak tangga dan pegangan
tangga dari lumpur, grease atau kotoran
penyebab licin lainnya.
- Tubuh harus menghadap unit saat naik / turun,
berpegangan dan gunakan teknik kontak tiga
titik.
4 Operasikan unit kosongan Kelalaian bisa mengakibatkan tangan terjepit atau
terjatuh dari kabin, maka di awal operasi perhatikan:-
- Hanya operator yang memiliki izin yang boleh
mengoperasikan dump truck.
- Agar tangan / kaki tidak terjepit waktu menutup
pintu, usahakan gunakan satu tangan untuk
menarik handle pintu dan tangan yang lain
berpegangan pada kursi, pastikan kedua kaki
sudah berpijak di lantai kabin, jangan
membanting pintu kabin, tutuplah dengan
perlahan namun pasti.
- Selama berada dalam kabin, sabuk pengaman
harus selalu dipakai, demikian juga helm jika
perlu. Atur posisi kursi agar nyaman.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 43
Kelalaian pada waktu operasi bisa mengakibatkan
tabrakan, unit terguling atau senggolan, maka hal-hal
berikut ini harus dipatuhi:-
- Sebelum pekerjaan dimulai, pastikan operator
mengetahui lokasi dan pekerjaan yang harus
dilakukan. Diskusikan dengan pengawas.
- Jika daerah operasi merupakan daerah baru buat
operator, maka jika perlu dilakukan pemeriksaan
terlebih dulu, diskusikan dengan pengawas.
- Pada dump truck dengan kemudi sebelah kiri dan
berjalan di jalur kiri, operator harus lebih hati-
hati terutama waktu berpapasan, kurangi
kecepatan.
- Kecepatan maksimum truk dalam kondisi
kosongan atau muatan adalah 35 km/jam dalam
keadaan normal.
- Sebelum memasuki turunan / tanjakan, periksa
kerja sistem rem. Jika jarum indikator tekanan
angin turun terlalu cepat, hentikan operasi.
Agar tidak terjadi menabrak mundur, maka
diharuskan:-
Tata cara penggunaan klakson harus diikuti:-
- Satu kali panjang sebelum manuver
- Dua kali pendek sebelum bergerak maju.
- Tiga kali pendek sebelum mundur, atau gunakan
alarm mundur
- Perhatikan kaca-kaca spion sebelum mundur,
jika kondisi terlalu gelap hentikan manuver.
Untuk menghindari kerusakan pada unit, maka
perhatikan:-
- Pilih tempat berjalan yang stabil, hindari roda-
roda berputar slip dengan mengatur
transmisi dan kecepatan.
- Jangan mengemudi dengan mengubah kecepatan
atau arah yang mendadak.
- Ikuti petunjuk pengoperasian alat dengan benar.
- Jika pandangan terhalang atau cuaca buruk,
hentikan unit, parkirlah di tempat yang aman,
ikuti instruksi pengawas.
5 Isi Muatan Jika mengoperasikan unit malam hari, harus
perhatikan :-
- Semua lampu operasi harus dalam keadaan baik
dan dinyalakan
- Hati-hati karena tinggi relatif obyek diatas tanah
malam hari bisa berbeda dibandingkan dengan
siang hari.
Pada saat berada diarea pemuatan (front loading) bisa
mengakibatkana insiden tabrakan, menabrak mundur,
atau unit terperosok, maka prosedur berikut ini harus
diperhatikan :-
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 44
- Berikan klakson atau sinyal lampu pada alat
loading atau alat berat lain yang ada, pastikan
operatornya mengetahui keberadaan unit
- Amati pola keberadaan orang atau kendaraan
ringan lainnya.
- Operator harus bisa mengamati seluruh kegiatan
pemuatan dari depan
- Jangan parkir untuk mengantri hingga tidak bisa
melihat alat loading
- Perhatikan titik pemuatan, jika kurang rata atau
membahayakan , mintalah alat loading atau
dozer untuk mempersiapkannya dahulu
- Jika ada unit lain yang sedang diisi, antrilah pada
jarak dan lokasi yang aman
- Ikuti pola antrian dan manuver pengisian
- Jika truck didepan sudah selesai diisi, mulailah
manuver, mundurlah ke titik pemuatan , jika
bucket alat loading sudah siap menggantung dan
operator alat loading memberikan sinyal klakson.
Mundurlah ke titik pemuatan, sampai operator
alat loading memberikan sinyal klakson, atau
dump body diisi muatan oleh alat loading
- Sebelum bergerak mundur, amati keadaan
belakang dengan melihat kaca spion, atau ikuti
aba-aba pemandu jika ada. Mundurlah dengan
perlahan dan hati-hati
- Usahakan truck dihentikan dalam keadaan serata
mungkin dan stabil
Agar operator tidak terjatuh dan cedera maka pada
saat unit sedang diisi, operator truck dilarang keluar
atau memasuki kabin operator
Semua aturan pada unit operasi kosongan (nomor 3)
diberlakukan pula pada saat mengoperasikan unit
dengan membawa muatan.
Hal-hal berikut ini harus diperhatikan, untuk
menghindari terjadinya tabrakan, senggolan, atau
terguling :-
- Unit dengan keadaan bermuatan akan
mengakibatkan titik berat unit naik keatas,
sehingga berkurang ke stabilanya. Karena itu
pilih tempat berjalan yang relatif rata (tidak
miring kiri/ kanan)
- Kecepatan truck harus disesuaikan dengan
kondisi jalan. Kecepatan unit maksimum edalah
35 km/jam dalam keadaan normal.
- Jangan membututi unit lain, jarak antrian
minimum adalah 50 meter dalam keadaan
normal.
- Jangan sekali-kali menuruni turunan dengan
transmissi netral
- Gunakan klakson atau isyarat lampu jika
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 45
memasuki tikungan, persimpangan atau alat
berat lain. Kurangi kecepatan
- Sebelum memasuki turunan/ tanjakan, periksa
kerja sistim rem. Jika jarum indikator tekanan
angin turun terlalu cepat, hentikan operasi.
Jika mengoperasikan unit malam hari harus
perhatikan :-
- Semua lampu operasi harus dalam keadaan baik
dan dinyalakan
Hati-hati karena tinggi relatif obyek di atas tanah
malam hari bisa berbeda dibandingkan dengan siang
hari.
6 Tumpahkan muatan Bisa mengakibatkan tabrakan atau unit amblas dan
terguling, maka tata cara penumpahan berikut ini
harus diikuti:-
- Pada saat memasuki area penumpahan, operator
harus terlebih dulu mengamati daerah
penumpahan, terutama kabel yang menggantung.
- Jika ada, perhatikan bulldozer atau alat loading
lain, berikan isyarat klakson atau lampu hingga
operator dozer / alat loaading mengetahui
keberadaan unit.
- Ikuti pola penumpahan di area atau instruksi
yang diberikan pengawas atau pemandu jika ada.
- Tata cara penumpahan harus disesuaikan dengan
jenis material yang dibawa.
- Manuver mundur harus dilakukan perlahan dan
hati-hati, operator harus mengamati kaca spion.
- Jangan mundur tepat ke bibir tebing, atau
melewati bundwall, dan hanya berfungsi sebagai
acuan bagi operator. Bukan ganjal untuk
berhenti. Hentikan unit pada jarak minimal 2
meter dari bundwall.
- Jika material yang dibawa berupa lumpur,
material tersebut harus dispreading, dan tidak
ditumpahkan di satu tempat.
Untuk menghindari rusaknya unit, maka tatacara
pengoperasian dump body berikut ini harus diikuti:-
- Naikkan dump body untuk menumpahkan
muatan secukupnya.
- Jika semua muatan sudah ditumpahkan, turunkan
dump body dalam keadaan unit berhenti.
- Hati-hati terhadap kabel yang menggantung.
- Jika muatan terhalang oleh tumpukan, majukan
unit perlahan lurus ke depan, jika muatan sudah
ditumpahkan semua, berhenti dan turunkan
dump body. Jangan menurunkan dump body saat
unit berjalan karena akan merusak mekanisme
dump body.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 46
- Area penumpahan biasanya amat berdebu, maka
manuver truk harus dilakukan dengan perlahan
dan hati-hati. Komunikasi yang baik dengan
dozer dan truk lain bisa dilakukan dengan isyarat
klakson atau lampu.
Penumpahan di crusher bisa mengakibatkan tabrakan
terhadap fasilitas crusher, untuk menghindarinya,
maka perhatikan:-
- Perhatikan area penumpahan di crusher, terutama
dari kemungkinan adanya orang atau kendaraan
ringan lain.
- Ikuti prosedur penumpahan di crusher yang
berlaku, patuhi aturan lalu lintas unit, amati
lampu penuntun di crusher.
- Pada waktu mundur, periksa kedua kaca spion
dengan seksama, jangan teruskan manuver jika
terdapat kendaraan ringan atau unit lain berada di
lajur manuver unit. Crusher biasanya dilengkapi
dengan stopping block, atur posisi unit hingga
tepat tegak lurus stopping block.
- Naikkan dump body cukup untuk menumpahkan
seluruh muatan, setelah seluruh muatan
ditumpahkan, turunkan dump body sebelum
meninggalkan crusher.
- Jika perlu, beritahu operator crusher atau
pengawas kalau lokasi penumpahan kotor dan
perlu dibersihkan.
7 Parkir dan Manuver Parkir Untuk menghindari terjadinya tabrakan saat parkir
atau manuver parkir, maka perhatikan:-
- Carilah tempat yang datar dan aman.
- Saat manuver perhatikan bagian belakang,
terutama daerah blind spot unit atau alat lain
yang parkir atau bangunan di kiri kanan unit.
- Setelah berhenti sempurna dan lurus, aktifkan
rem parkir, biarkan mesin idle 5 menit dan
matikan mesin, cabut kunci kontak.
- Jika parkir dilakukan tidak di lokasi yang
ditentukan (darurat) maka tempatkan rambu
darurat 50 meter di depan dan belakang unit.
- Lampu kecil harus dihidupkan.
8 Tangani keadaan darurat Untuk menghindarkan terjadinya cedera fatal jika
terjadi keadaan darurat, maka harus perhatikan:-
- Jika unit terguling, konsentrasikan pada kemudi,
jangan panik, jangan mencoba melepas seat belt
atau melompat keluar dari kabin.
- Jika mesin mati saat di tanjakan, aktifkan
parking dan emergency brake jika unit tetap
bergerak, arahkan ke bundwall, tabrakkan ban
dengan kemiringan kecil (30 derajat) terhadap
bundwall.
- Jika unit amblas pada HD, maju sedikit, ayunkan
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 47
mundur, maksimum tiga kali, jika tidak berhasil
minta bantuan alat penarik lain.
- Jika unit articulated amblas, coba kombinasi
poros unit.
- Jika timbul api / asap, arahkan unit ke tempat
aman, jika mungkin, aktifkan rem parkir dan rem
darurat. identifikasi sumber api, jika nyala api
tidak terlalu besar, gunakan APAR untuk
memadamkan api dari luar.
- Aktifkan segera sistim pemadam otomatis jika
tersedia.
- Ikuti tata cara penanganan keadaan darurat.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 48
1.3.4 MENANGANI UNIT AMBLAS (SHE/01/128/TSP)
TASK SPESIFIC PROCEDURE
PROSEDUR TUGAS SPESIFIK
PT PAMAPERSADA NUSANTARA
COMPILED BY CONTROLLED BY APPROVED BY TSP REF NUMBER
DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI NOMOR REF PTS
HEAD
OFFICE SHE / 01 / 128 / TSP
SAFETY
DEPARTMENT DIVISION HEAD DIVISION HEAD REVISION / REVISI
STAFF S, H & E OPERATIONS 0
EFFECTIVE FROM 1 JANUARY 2001 NUMBER OF PAGES THREE
TANGGAL EFEKTIF 1 JANUARI 2001 HALAMAN TIGA
TITLE OF TSP / JUDUL PTS
HANDLING OF BOGGED UNIT
MENANGANI UNIT AMBLAS
APPLICABLE OCCUPATIONS / JABATAN
All / Tiap Safety Standard File Holders Safety Standards Master File
TASK STEP TASK STEPS IN SEQUENCE SAFETY CONTROLS AND MOTIVATION
LANGKAH TUGAS URUTAN LANGKAH TUGAS PENGENDALIAN KESELAMATAN & MOTIVASI
1 Periksa Alat Pelindung Diri Bisa mengakibatkan terpeleset, jatuh dan tergores maka
(APD ) harus mengacu Ikrar Keselamatan Perusahaan, gunakan
APD untuk mengurangi resiko cedera.
Pastikan tubuh dalan keadaan sehat dan fit.
APD (helm, sepatu, kacamata, rompi reflektif, dan
sarung tangan) ini harus diperiksa dan dalam keadaan
baik.
2 Lakukan Pemeriksaan dan Agar tidak terjadi terbentur, terjatuh, terkilir, terjepit,
Perawatan Harian (P2H) Unit terkena suhu panas, atau aki meledak, maka sebelum
Penarik mesin hidup harus perhatikan:-
- Periksalah unit dengan berjalan berkeliling. Hati-
hati saat melihat dibagian bawah, pakai helm dan
sarung tangan.
- Perhatikan tempat berjalan dan pijakan kaki waktu
berkeliling dan naik / turun, berdirilah di tempat
yang stabil, usahakan berpegangan. Bersihkan
lantai dari sisa grease, ceceran oli atau air sebelum
dinaiki.)
- Saat memeriksa mesin, perhatikan posisi jari dan
tangan, hati-hati di bagian sempit dan yang bisa
berputar, jangan sampai terjepit.
- Hati-hati pada bagian mesin yang panas (turbo,
saluran buang, radiator). Saat memeriksa radiator,
periksa ketinggian air pada reservoirnya. Jika tidak
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 49
dilengkapi reservoir, periksa radiator jika mesin
sudah dingin, gunakan majun waktu membuka /
menutup tutup radiator, putar sedikit dan tahan,
biarkan tekanan dalam radiator hilang, baru buka
tutupnya. Jangan membuka radiator dengan kaki.
- Waktu memeriksa elektrolit baterai, lakukan
dengan hati-hati,, gunakan senter, jangan memakai
api terbuka (korek api, pemantik rokok).
3 Prosedur Penarikan Untuk menghindarkan kerusakan, terguling unit atau
cedera akibat terjepit, terluka maka perhatikan:-
- Periksa kondisi unit yang amblas untuk
menentukan alat apa dan cara penarikan yang akan
dilakukan.
- Tentukan unit yang akan digunakan untuk
membantu penarikan. Pastikan unit itu dalam
keadaan siap dan berkemampuan lebih besar.
- Unit menarik sebaiknya digunakan sling penarik
khusus.
- Gunakan sling (memiliki identitas) yang
berkekuatan lebih besar dengan unit yang amblas.
- Sling harus memiliki hook/cantolan di kedua
ujungnya.
- Pasangkan hook pada unit yang akan ditarik
terlebih dahulu dan kemudian ke unit penarik.
- Gunakan sackel / hook yang memiliki identitas
(SWL, pabrik pembuat, ukuran, bahan) dan kondisi
(aus, karat, retak, bentuk) yang jelas.
- Apabila antara unit penarik dan unit amblas telah
terhubung dengan baik, unit penarik / unit penahan
akan bergerak secara perlahan dan dikomando oleh
hanya 1 orang.
- Amankan lokasi sekitar penarikan bebas dari
manusia.
- Perhatikan posisi waktu menarik, harus stabil jika
tidak unit bisa terbalik.
- Jika dalam posisi menurun / menanjak,
pertimbangkan untuk memakai unit tambahan
sebagai penahan.
- Setelah bisa ditarik, parkirlah unit tersebut di
tempat yang aman dan lakukan P2H sebelum mesin
dihidupkan, jika ada masalah hubungi mekanik.
- Khusus kendaraan beroda karet seperti mobil
sarana, dump truck dan lain-lain, jika unit amblas
telah ditarik dan akan dibawa ke work shop atau ke
tempat lain, gunakan batang penarik khusus.
4 Selesai Agar alat-alat bantu bisa dipakai kapan saja maka
setelah selesai, semua barang-barang tersebut harus
dibersihkan dari kotoran, debu dan lain-lain.
Kemudian simpanlah ditempat yang aman seperti di
tool room .
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 50
1.3.5 MENDEREK (SHE/01/088/TSP)
TASK SPESIFIC PROCEDURE
PROSEDUR TUGAS SPESIFIK
PT PAMAPERSADA NUSANTARA
COMPILED BY CONTROLLED BY APPROVED BY TSP REF NUMBER
DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI NOMOR REF PTS
HEAD
OFFICE SHE / 01 / 088 / TSP
SAFETY
DEPARTMENT DIVISION HEAD DIVISION HEAD REVISION / REVISI
STAFF S, H & E OPERATIONS 0
EFFECTIVE FROM 1 JANUARY 2001 NUMBER OF PAGES FIVE
TANGGAL EFEKTIF 1 JANUARI 2001 HALAMAN LIMA
TITLE OF TSP / JUDUL PTS
TOWING / MENDEREK
APPLICABLE OCCUPATIONS / JABATAN
All / Tiap Safety Standard File Holders Safety Standards Master File
TASK STEP TASK STEPS IN SEQUENCE SAFETY CONTROLS AND MOTIVATION
LANGKAH TUGAS URUTAN LANGKAH TUGAS PENGENDALIAN KESELAMATAN & MOTIVASI
1 Periksa Alat Pelindung Diri Bisa mengakibatkan terbentur, jatuh dan tergores maka
Periksa Alat Pelindung harus mengacu Ikrar Keselamatan Perusahaan,
(APD ) gunakan Alat Pelindung Diri untuk mengurangi resiko
cedera.
APD (helm, sepatu, sarung tangan pelindung dan rompi
reflektif) harus diperiksa dan dipastikan bersih.
2 Siapkan alat dan peralatan Untuk menghindarkan rusaknya alat kerja dan proses
kerja penderekan terganggu, maka hal-hal berikut ini harus
dilakukan:-
- Penderekan harus dilakukan menggunakan tow
bar, tow bar harus dalam keadaan baik, periksa
tow bar dari kerusakan, patah atau cacat lainnya.
- Tow bar yang dianjurkan adalah dari pipa besi
berdiameter lebih dari 100 mm dengan kekuatan
1.5 kali berat kotor beban yang akan ditarik
- Jika tow bar tidak tersedia, maka gunakan sling
kawat logam (bukan sling nilon), periksa sling
tersebut dari putus, terpuntir, atau cacat lainnya.
Panjang sling adalah 1.8 – 3.5 m.
Sling yang boleh digunakan harus berukuran sesuai
dengan beban, dan dilengkapi dengan mata tarik di
kedua ujungnya.
Jangan gunakan:-
- Kabel ukuran 6 x 7 jika 2 kawat pada satu jalinan
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 51
atau 4 kawat pada seluruh jalinan putus atau rusak
- Kabel ukuran 6 x 19 jika 4 kawat pada satu jalinan
atau 6 kawat pada seluruh jalinan putus atau rusak
- Kabel ukuran 6 x 7 jika 6 kawat pada satu jalinan
atau 10 kawat pada seluruh jalinan putus atau
rusak
Untuk menghindarkan jari tangan tergores atau
mengalami cedera punggung, maka saat memeriksa
harus memperhatikan:-
- Gunakan sarung tangan kulit waktu memeriksa
kawat kabel.
- Gunakan teknik mengangkat yang benar waktu
memindahkan sling.
- Siapkan pula shackle dalam jumlah yang cukup,
dalam keadaan baik dan berukuran sesuai dengan
beban dan jenis sling.
Perhatikan saat mempersiapkan unit penarik:-
- Kendaraan penarik harus dalam keadaan baik,
dilengkapi dengan gardan ganda. Bobot kendaraan
tersebut minimal harus sama dengan beban yang
akan ditarik atau kekuatannya lebih besar dari
beban yang akan di tarik.
- Jika digunakan winch, pastikan kapasitas winch
mencukup dan motor winch dalam keadaan baik
dan ikuti pemeriksaan sling sesuai dengan tata cara
di atas.
3 Pasang tow bar / sling Agar tidak tertabrak unit lain yang beroperasi maka
orang yang bekerja harus memastikan:-
- Helm, sepatu, sarung tangan pelindung dan rompi
pantul harus dipakai.
Untuk menghindarkan kerusakan unit atau cedera
karena terjepit atau tergores, maka:-
- Periksa dan siapkan unit yang akan ditarik, jika
sistem rem dan kemudi tidak berfungsi, unit
tersebut hanya boleh ditarik dengan tow bar.
- Pasang tow bar / sling pada unit yang akan ditarik
terlebih dulu, perhatikan jari tangan saat
pemasangan.
- Jika perlu pasang perisai pada penarik jika,
dikawatirkan sling putus melenting.
4 Derek unit (dari amblas) Untuk menghindarkan cedera fatal akibat lentingan tow
bar / sling, sling putus atau kerusakan alat, maka aturan
berikut ini harus diikuti:-
- Pastikan tidak ada orang atau aktivitas apapun di
sekitar tow bar atau sling, kegiatan penarikan awal
ini harus diawasi oleh pengawas yang bisa
berkomunikasi dengan pengemudi / operator unit
penarik.
- Tarik unit yang amblas keluar dengan
menggunakan unit penarik secara perlahan, dan
bertahap jangan menyentak.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 52
- Pasang rantai pengaman tambahan jika
diperkirakan sling tidak kuat.
- Tidak diizinkan orang naik unit yang ditarik,
kecuali jika dia bisa mengendalikan sistem kemudi
dan/atau rem unit, dan / atau jika unit amblas di
lingkungan yang berbahaya (tepi jurang, sump,
sungai deras dsb)
Agar tidak merusak unit atau terjadi cedera pada orang,
maka diharuskan:-
- Jika unit penarik slip atau unit yang ditarik tidak
bergerak, segera hentikan usaha penarikan,
gunakan unit penarik yang lebih besar dan kuat,
jangan memaksakan torsi unit.
- Tidak diizinkan orang menumpang (kecuali
pengemudi / operator) di atas unit penarik dan
yang ditarik.
- Operator / pengemudi unit yang amblas harus
segera merem unit jika sudah keluar dari amblas
dan berada di formasi yang stabil. Operator /
pengemudi unit penarik harus memperhatikan aba-
aba pengawas / pemandu.
5 Derek unit (jarak jauh) Untuk menghindarkan tow bar / sling putus atau unit
menggelinding, maka hal berikut ini harus dipatuhi:-
- Jika diperkirakan tow bar / sling bisa rusak atau
medan yang akan dilalui berat pasang rantai
pengaman tambahan.
- Unit yang sistem kemudi dan pengeremannya
tidak bisa berfungsi normal hanya boleh ditarik
menggunakan tow bar. Dua unit penarik harus
digunakan, satu sebagai penarik di depan, dan
satunya di belakang untuk menahan unit yang
ditarik / merem di jalan menurun.
Untuk menghindarkan bahaya tabrakan dengan unit
lain, maka aturan berikut ini harus dipatuhi:-
- Penderekan yang dilakukan di jalan angkutan
harus dikawal oleh kendaraan yang berjalan di
depan iring-iringan.
- Semua lampu putar dan lampu darurat harus
dihidupkan.
- Kecepatan maksimum iring-iringan adalah 30
km/jam (A2B) atau 40 km/jam (lainnya)
- Beberapa alat bor hanya diizinkan maksimum 2
kpj untuk jarak dekat, ikuti petunjuk
pengoperasian alat.
- Pada penderekan truk produksi di tanjakan /
turunan hanya boleh dilakukan dengan buldozer,
yang dioperasikan oleh operator berpengalaman.
- Di jalan menanjak, satu buldozer tambahan
dijalankan maju di belakang truk jika truk
menggelinding, naikkan blade untuk menahan truk
dan turunkan ripper.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 53
- Di jalan menurun, satu buldozer tambahan
dijalankan maju di belakang truk jika truk
menggelinding, turunkan blade untuk menahan
truk.
- Tidak diizinkan orang menumpang (kecuali
pengemudi / operator) di atas unit penarik dan
yang ditarik.
6 Lepaskan tow bar / sling - Unit penarik harus mundur secukupnya agar
ketegangan pada tow bar / sling penarik
benar-benar hilang namun sling tetap dalam
keadaan lurus.
Agar tidak cedera akibat tergores atau kejatuhan tow
bar maka perhatikan:-
- Sarung tangan harus dipakai saat melepaskan
shackle.
- Lepaskan shackle dengan hati-hati perhatikan jari
tangan.
- Perhatikan letak kaki waktu tow bar dilepaskan,
kalau perlu, rekan lain memegangi tow bar atau
pasang ganjal di bawah tow bar yang dilepas.
7 Kembalikan alat dan peralatan Kelalaian bisa mengakibatkan alat rusak atau cedera
karena tergores, maka perhatikan hal-hal berikut ini:-
- Periksa kondisi fisik alat-alat yang digunakan, alat
yang rusak atau cacat harus segera disingkirkan
sesuai aturan dan dibuatkan laporannya.
- Bersihkan alat-alat kerja dari kotoran dan simpan
di tempat penyimpanan.
- Perhatikan jari tangan waktu membersihkannya.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 54
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 55
1.3.5 MENGISI BAHAN BAKAR DI STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR
(SHE/01/045/TSP)
TASK SPESIFIC PROCEDURE
PROSEDUR TUGAS SPESIFIK
PT PAMAPERSADA NUSANTARA
COMPILED BY CONTROLLED BY APPROVED BY TSP REF NUMBER
DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI NOMOR REF PTS
HEAD
OFFICE SHE / 01 / 045 / TSP
SAFETY
DEPARTMENT DIVISION HEAD DIVISION HEAD REVISION / REVISI
STAFF S, H & E OPERATIONS 0
EFFECTIVE FROM 1 JANUARY 2001 NUMBER OF PAGES THREE
TANGGAL EFEKTIF 1 JANUARI 2001 HALAMAN TIGA
TITLE OF TSP / JUDUL PTS
REFUELLING AT GAS STATION
MENGISI BAHAN BAKAR DI STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR
APPLICABLE OCCUPATIONS / JABATAN
All / Tiap Safety Standard File Holders Safety Standards Master File
TASK STEP TASK STEPS IN SEQUENCE SAFETY CONTROLS AND MOTIVATION
LANGKAH TUGAS URUTAN LANGKAH TUGAS PENGENDALIAN KESELAMATAN & MOTIVASI
1 Periksa Alat Pelindung Diri Bisa mengakibatkan terbentur, jatuh dan tergores maka
(APD ) harus mengacu Ikrar Keselamatan Perusahaan,
gunakan Alat Pelindung Diri untuk mengurangi resiko
cedera.
APD (helm, sepatu, kacamata pelindung, sarung tangan
karet dan rompi reflektif) harus diperiksa dalam
keadaan baik dan bersih.
2 Siapkan alat dan peralatan Bisa mengakibatkan terjatuh, maka harus
diperhatikan:-
- Pada waktu membawa / mengembalikan peralatan
perhatikan tempat berjalan dari ceceran air,
minyak atau material lain.
Agar tidak timbul bahaya kebakaran, diharuskan:-
- Dilarang merokok atau menggunakan api
terbuka selama berada di lingkungan stasiun
pengisian bahan bakar.
3 Siapkan posisi unit Bisa mengakibatkan tertabrak unit yang masuk, maka
perhatikan:-
- Jangan berdiri di jalur lintasan unit.
- Gunakan rompi reflektif jika bekerja malam hari.
Agar tidak timbul bahaya ledakan atau kebakaran maka
diharuskan:-
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 56
- Sebelum mengisi bahan bakar, arahkan unit untuk
parkir, mesin idle sesaat, matikan mesin dan
aktifkan rem parkir. Pastikan unit dalam keadaan
berhenti stabil.
Mesin unit harus dimatikan selama pengisian
bahan bakar dilakukan.
4 Isikan bahan bakar ke tangki Bisa mengakibatkan terkilir terjepit menghirup uap
bahan bakar bahan bakar, terpeleset jatuh, atau tertabrak maka harus
diperhatikan:-
- Bukalah tutup tangki dengan perlahan dan hati-
hati, gunakan sarung tangan. Jika hari hujan
gunakan payung selama mengisi bahan bakar.
- Jangan menghirup uap bahan bakar yang keluar
dari tangki. Jika perlu pakai masker waktu
mengisi bahan bakar.
- Saat mengisi tangki kedua, hati-hati waktu
berjalan dengan membawa selang bahan bakar,
terhadap genangan, halangan atau material lain.
- Selama bahan bakar diisikan, rem parkir harus
diaktifkan.
- Gunakan rompi reflektif jika bekerja malam hari.
Agar bahan bakar tidak tercecer, maka perhatikan:-
- Pasang wadah penampung di bawah tetesan.
5 Administrasi Catat pada form isian standar dengan benar.
6 Keluarkan unit Bisa mengakibatkan tertabrak atau selang terlindas,
maka yang harus:-
- Jangan berdiri di lintasan unit.
- Driver / operator hanya boleh menghidupkan
mesin jika sudah ada aba-aba bebas dari petugas
pengisi.
- Klakson satu kali, hidupkan mesin dan mulai
manuver ikuti aba-aba petugas pengisi.
- Sebelum aba-aba bebas diberikan, pastikan semua
selang pengisian sudah dirapikan dan tidak
tergeletak di jalur lintasan roda-roda unit.
7 Bersih tempat kerja Bisa mengakibatkan terpeleset jatuh, maka perhatikan:-
- Hati-hati saat membersihkan ruangan dengan
menyiramkan air karena areal jadi sangat licin
karena banyak ceceran lumpur dan bahan bakar.
- Saat mendorong lumpur / air yang berserakan di
lantai dengan cara mendorong dengan sekop karet,
hati-hati jangan sampai terpeleset.
Gulung semua selang pengisian bahan bakar atau atur
selang dengan rapi di tempatnya sebelum
membersihkan tempat kerja.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 57
1.3.7 MENGUNAKAN ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) (SHE/01/135/TSP)
TASK SPESIFIC PROCEDURE
PROSEDUR TUGAS SPESIFIK
PT PAMAPERSADA NUSANTARA
COMPILED BY CONTROLLED BY APPROVED BY TSP REF NUMBER
DIBUAT DIPERIKSA DISETUJUI NOMOR REF PTS
HEAD
OFFICE SHE / 01 / 135 / TSP
SAFETY
DEPARTMENT DIVISION HEAD DIVISION HEAD REVISION / REVISI
STAFF S, H & E OPERATIONS 0
EFFECTIVE FROM 1 JANUARY 2001 NUMBER OF PAGES TWO
TANGGAL EFEKTIF 1 JANUARI 2001 HALAMAN DUA
TITLE OF TSP / JUDUL PTS
USING FIRE EXTINGUISHER
MENGGUNAKAN ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR)
APPLICABLE OCCUPATIONS / JABATAN
All / Tiap Safety Standard File Holders Safety Standards Master File
TASK STEP TASK STEPS IN SEQUENCE SAFETY CONTROLS AND MOTIVATION
LANGKAH TUGAS URUTAN LANGKAH TUGAS PENGENDALIAN KESELAMATAN & MOTIVASI
1 Periksa Alat Pelindung Diri Bisa mengakibatkan terbakar, jatuh dan tergores maka
(APD ) harus mengacu Ikrar Keselamatan Perusahaan, gunakan
Alat Pelindung Diri untuk mengurangi resiko cedera.
APD (helm, sarung tangan, kacamata, masker debu dan
rompi reflektif) harus diperiksa dalam keadaan baik.
2 Umum Alat pemadam api ringan adalah alat yang ringan serta
mudah dilayani oleh satu orang untuk memadamkan api
pada mula terjadinya kebakaran.
Kebakaran dapat dibagi atas:
- Kebakaran benda padat kecuali logam (Gol. A)
- Kebakaran benda cair/gas yang mudah terbakar
(Gol. B)
- Kebakaran instalasi listrik bertegangan (Gol. C)
- Kebakaran Logam (Gol. D)
Alat Pemadam Kebakaran Ringan dapat dibagi atas:
- Jenis cairan (air)
- Jenis busa
- Jenis tepung kering
- Jenis gas
- Penggunaan ini didasarkan sesuai dengan jenis
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT
SAFETY (KESELAMATAN KERJA) 1 - 58
kebakaran yang terjadi.
3 Inspeksi Agar APAR dapat digunakan pada saat dibutuhkan
maka:
- Setiap APAR harus dilengkapi dengan KIP (Kartu
Inspeksi Peralatan) yang mana pemeriksaan paling
lama 6 (enam) bulan sekali.
- Periksa apakah tabung dalam kondisi mulus, tidak
penyok dan tekanan ampere (jika ada) masih
berfungsi dengan baik.
4 Penggunaan Seperti yang dijelaskan diawal bahwa APAR digunakan
pada mula terjadinya kebakaran, yang mana disini api
masih kecil.
Jika terjadi kebakaran maka:
- Segera ambil tabung APAR di lokasi yang terdekat.
- Jika ada ampere tekanan, perhatikan bahwa tabung
APAR masih berfungsi.
- Lepaskan/cabut segel/pin pengaman yang ada pada
pegangan tabung.
- Perhatikan arah angin dengan melihat arah asap
berhembus.
- Segera mendekati arah kobaran api dengan berdiri
searah arah angin (membelakangi kobaran api).
- Pegang selang semprot dan arahkan ke sumber api
dan tangan satu lagi menekan handle/pegangan
APAR.
- Jangan panik, jika api bertambah besar segera cari
pertolongan tambahan.
5 Selesai Agar dapat digunakan untuk masa yang akan datang
maka:
- Tandailah dan segera kumpulkan tabung yang telah
dipakai.
- Segera di isi ulang karena pemakaiannya hanya 1
kali.
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA HD 785-5 Rev. 2
OPERATIONAL TRAINING DEPARTMENT