Anda di halaman 1dari 2

Mengolah Limbah Kebun dan Industri Kelapa Sawit sebagai Pakan Ternak

Luas areal lahan perkebunan kelapa sawit, potensial untuk pengembangan usaha budidaya peternakan. Sebab, sebagai agen biologis penanggulangan gulma, hingga mampu menekan jumlah biaya perawatan dan pengendalian gulma. Terlebih lagi, limbah sawit dapat diolah sebagai pakan ternak. Pemenuhan tingginya permintaan kebutuhan pasar dalam mengkonsumsi sumber protein hewani berupa daging dan susu pada upaya peningkatan taraf kehidupan masyarakat, peningkatan jumlah populasi ternak selayaknya menjadi target pembangunan sub sector peternakan. Dan, pemeliharaan ternak secara intensif menjadi solusinya. Kabupaten Labuhanbatu memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yangcukup besar dalam beberapa decade terakhir. Terlebih setelah komoditi kelapa sawit menjadi tanaman primadona. Dengan luasan areal perkebunan yang ada, baik milik perusahaan milik Negara, swasta nasional dan asing ataupun milik perseorangan (rakyat), dinilai potensial jika dimanfaatkan untuk usaha pengembangan ternak ruminansia. Seperti jenis ternak kerbau, lembu, sapi, domba dan kambing serta jenis rusa-an. Budidaya ternak di areal perkebunan sawit sangat potensi. Karena, ketersediaan jumlah tanaman hijauan sebagai pakan ternak yang efektif dalam pengendalian hama terpadu (PHT). Mampu menekan biaya penggunaan pestisida dan efisien pada penggunaan tenaga kerja. Pendekatan ekologis holistic itu mencipta hubungan harmonis antara ternak dengan tanaman. Sehingga, gulma tumbuh dapat dikendalikan pada jenis rerumputan leguminosa yang cocok dan bermutu pada ternak. Akan tetapi, sebagai kendala, bila dimusim kemarau tiba mutu tanaman hijauan berkurang jumlahnya. Disebabkan, hilangnya energi dan mineral serta protein dari tanaman akibat kekurangan air. Tentu berdampak pada pertumbuhan hewan jadi terlambat dan menurunnya berat badan ternak dan persentase karkas menjadi rendah. Namun, semakin luasnya areal perkebunan kelapa sawit yang juga menghasilkan banyaknya pangkasan pelepah sawit dan dedaunan kelapa sawit, sebagai alternatifnya. Limbah/sampah areal perkebunan itu menjadi pakan untuk ternak. Tak hanya sisa perkebunan, limbah industri pabrik kelapa sawit (PKS) juga dapat dijadikan sebagai pakan ternak. Sehingga, kelapa sawit mulai dari dedaunan, pelepah hingga perasan buah sawit, bukil inti sawit dan Lumpur sawit, seoptimal mungkin dapat diolah sebagai tambahan pada pakan ternak. Sebagai pakan pengganti rumput, pengolahan limbah perkebunan dan industri kelapa sawit dapat dijadikan sebagai alterntif untuk penyediaan ransom, selain itu pengolahannya juga sangat sederhana.

Pelepah Segar Kulit pelepah sawit dikupas secara manual. Bagian daging pelepah dicacah dengan ukuran diameter cacahan sekitar antara 1-4 centimeter. Dapat pula digiling mencapai ukuran yang lebih halus, kemudian diberikan kepada ternak sebagai pakan dasar. Sehingga, dapat menggantikan rumputan berkisar 50-100 persen. Untuk meningkatkan konsumsi pelepah dapat dicampur dengan bahan lainnya, seperti gula, tetea/molase, dedak dan lainnya. Pelepah silase Kulit pelepah dikupas secara manual. Bagian daging dicacah dengan ukuran diameter 2-4 centimeter. Cacahan pelepah segar (300-400 kilogram) dipercikkan air larutan urea (3-4 kg urea per 100 liter air) secara merata pada cacahan. Lalu, dimasukkan kedalam drum dan ditutup rapat menghasilkan hampa udara. Proses fermentasenya dilakukan selama 2-3 minggu. Kemudian dapat diberikan sebagai pakan dasar dan untuk meningkatkan konsumsi peleph juga dapat dicampur dengan pakan lainnya. Seperti, gula, tetea/molase, dedak dan lainnya. Tujuan dari pengolahan pelepah sawit, selain mengatasi kekurangan hijauan sebagai pakan dimusim kemarau juga dapat mempergunakan sisa hasil perkebunan atau hasil ikutan perkebunan. Semen Jilat Suplemen semen jilat salahsatu teknologi berbentuk balok untuk dijilat ternak ruminansia. Disamping mudah memproduksinya dan lebih menguntungkan karena bahan yang dipergunakan dalam pembuatannya juga sederhana dan mudah didapatkan di pasaran. Seperti garam beryodium, semen dan ultra mineral, ember plastic sebagai cetakan serta potongan besi yang ujungnya dibengkokkan seperti huruf C sebagai tempat gantungan. Adapun cara pembuatannya juga relative mudah. Yaitu, semen sebanyak 2,5 kg ditambah garam yodium 7 kg diaduk hingga rata. Kemudian ditambah ultra mineral sebanyak 1 kg dan diaduk hingga rata, lalu sedikit demi sedikit dicampur/tuang air hingga menjadi adonan semen. Setelah adonan merata dengan kekentalan yang relative dapat disesuaikan, dibagi menjadi tiga bagian. Satu bagian untuk satu cetakan (cetakan ember plastic ukuran 0,5 liter air). Pertama-tama potongan besi dimasukkan dengan posisi tegak berdiri, lalu sedikit demi sedikit adonan dituang kedalam ember cetakan keseluruhan. Sehingga, berat adonan lebih kurang 3 kg perbalok. Lalu dikeringkan hingga mengeras. Blok suplemen dapat diberikan kepada ternak selama 40 hari dengan jumlah ternak kambing atau domba sejumlah 10 ekor. Tujuan pemberian sumplemen semen jilat adalah untuk mengurangi ternak memakan pupuk, plastic, kain dan lainnya yang sering dijumpai di lapangan pengembalaan. Kedua, menambah unsure mineral yang dibutuhkan oleh tubuh ternak. Yaitu, unsure mineral makro dan mikro.