Anda di halaman 1dari 64

Beberapa pemeriksaan untuk menentukan berhentinya sirkulasi darah adalah kecuali a. Magnus b. Diafanus c. Icard d. EKG e.

Winslow

Tes Magnus Pada pangkal jari diberi ikatan yang cukup kuat untuk menghambat aliran vena tetapi tidak sampai emnghambat arteri. Warna jari tersebut akan tetap putih jika sirkulasi darah sudah berhenti. Tes Diafanus Setelah meninggal, warna jaringan di jari tangan akan berwarna kuning pucat, pada orang yang masih hidup akan berwarna merah. Tes Icard Jika pada orang yang masih hidup disuntikkan zat floresen secara hipodermis, maka warna kulitnya akan terlihat kehijauan, sedangkan pada orang yang sudah meninggal dan sudah tidak ditemukan sirkulasi darah, maka kejadian tersebut tidak akan dapat ditemukan. Tes EKG 5 menit setelah kematian, tidak akan dijumpai aktivitas listrik lagi pada EKG Tes Winslow Tes ini untuk emnegtahui berhentinya pernafasan dimana akan terlihat gelombang cairan pada mangkuk yang diletakkan di dada pasien.
ILMU FORENSIK dan TOKSIKOLOGI ED V Hal 54

Seorang pria usia 34 tahun berhasil diselamatkan dari kebakaran yang terjadi di rumahnya. Korban ditemukan dalam keadaan tidak sadar . Berapa konsentrasi CO dalam darah yang dapat menimbulkan gejala tersebut? a. 60-70% b. 20-30% c. 10-20% d. 30-40% e. 70-80%

Konsentrasi Karbon Monoksida dalam darah

Gejala-Gejala

Kurang dari 20%


20% 30% 30-40% 40-50% 60-70% 70-80%

Tidak ada gejala


Nafas menjadi sesak Sakit kepala, lesu, nausea, nadi dan pernafasan meningkat sedikit Sakit kepala, kebingungan, hilang daya ingat, lemah, hilang daya koordinasi gerakan Kebingungan semakin meningkat, setengah sadar Tidak sadar, kehilangan daya mengontrol feses dan urin Koma, nadi menjadi tidak teratur, kematian karena kegagalan pernafasan
ILMU FORENSIK dan TOKSIKOLOGI ED V Hal 334

Seorang wanita usia 25 tahun datang beserta surat visum ke praktek dokter, wanita tersebut mengaku telah mengalami KDRT. Pada pemeriksaan luar tampak memar berwarna kuning pada pelipis kiri, hitam coklat pada paha kanan, biru pada tangan kiri, dan hijau pada perut kiri. Maka, perkiraan saat terjadi memar di pelipis kiri adalah
a. 1-2 jam yang lalu b. beberapa jam sampai 3 hari yang lalu c. Hari keempat d. antara 4-6 hari e. antara 6 -12 hari

Warna
Merah Biru Hitam coklat Hijau Kuning Normal

Usia
Masih baru sekitar 1-2 jam Beberapa jam sampai 3 hari Hari keempat Antara 4 6 hari Antara 6 12 hari 2 minggu

ILMU FORENSIK dan TOKSIKOLOGI ED V Hal 69

Ditemukan mayat janin di dalam sebuah kardus. Dari otopsi ditemukan pusat penulangan pada bagian bawah tulang femur, maka perkiraan usia janin adalah a. 2 bulan b. 3 bulan c. 7 bulan d. 8 bulan e. 9 bulan

Pusat penulangan pada Klavikula Diafisis tulang panjang Iskium Pubis Kalkaneus Manubrium sterni Talus Sternum bawah Distal femur

Umur (bulan) 1,5 2 3 4 5-6 6 Akhir 7 Akhir 8 Akhir 9/ setelah lahir

Proksimal tibia
kuboid

Akhir 9/ setelah lahir


Akhir 9/ setelah lahir

ILMU FORENSIK dan TOKSIKOLOGI ED V ILMU KEDOKTERAN FORENSIK FK UI Hal 69 Hal 31

Alat bukti yang sah menurut KUHAP pasal 184 adalah kecuali

a. Keterangan saksi b. Surat c. Petunjuk d. Keterangan terdakwa e. Keterangan penyidik

Alat bukti yang sah sesuai dengan ketentuan dalam KUHAP pasal 184 (1) : 1. Keterangan saksi 2. Keterangan ahli 3. Surat 4. Petunjuk 5. Keterangan terdakwa

ILMU KEDOKTERAN FORENSIK FK UI Hal 8

Seorang wanita usia 45 tahun ditemukan dalam keadaan koma di kamar tidurnya. Dari mulutnya, tercium bau alkohol yang sangat kuat. Berapa kadar alkohol dalam darah yang dapat menyebabkan koma?
a. 0,15% b. 0,2% c. 0,2-0,4% d. 0,5% e. 0,6%

Kadar alkohol di dalam darah 0,1% 0,15% 0,2% 0,2-0,4% 0,5%

Efek Orang akan merasa gembira Batas keamanan untuk mengemudi di jalan raya Tingkat intoksikasi menengah Delirium atau stupor Koma

0,6%

Asfiksia darah

ILMU FORENSIK dan TOKSIKOLOGI ED V Hal 297

Ditemukan mayat bayi yang dibuang oleh si ibu ke got dan dari hasil otopsi ditentukan bahwa bayi tersebut lahir mati. Maka si ibu tersebut dikenakan KUHP pasal a. Pasal 341 b. Pasal 342 c. Pasal 343 d. Pasal 181 e. Pasal 308

Pasal 341 KUHP : pembunuhan anak sendiri tanpa rencana ( maksimum 7 tahun penjara ) Pasal 342 KUHP : pembunuhan anak sendiri dengan rencana ( maksimum 9 tahun penjara ) Pasal 343 KUHP : orang lain yang melakukannya / turut melakukan ( pembunuhan biasa ) Pasal 305 KUHP : membuang (menelantarkan) anak dibawah usia 7 tahun ( maksimum 5 tahun 6 bulan)

Pasal 306 KUHP : bila berakibat luka berat atau mati (maksimum 7 tahun s/d 9 tahun )
Pasal 307 KUHP : bila pelaku pada pasal 305 KUHP adalah ayah / ibu ditambah sepertiganya Pasal 308 KUHP : ibu membuang anaknya yang baru lahir ( seperdua dari pasal 305 & 306 KUHP ) Pasal 181 KUHP : menyembunyikan kelahiran / kematian ( 9 bulan )

ILMU KEDOKTERAN FORENSIK FK UI Hal 165

Seseorang ditemukan meninggal tengkurap di tempat tidur. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik dan dokter kepolisian pada tanggal 15 Juni (jam 10.00). Dari jenazah didapatkan lebam mayat warna merah keunguan yang tidak hilang dengan ditekan. Kaku mayat terdapat pada seluruh persendian. Belum ada tanda-tanda pembusukan. Perkiraan saat kematian korban adalah a. Antara jam 8- jam 10 tanggal 15 Juni b. Antara jam 4-jam 8 tanggal 15 Juni c. Antara jam 4- jam 8 tanggal 14 Juni d. Antara jam 10 tanggal 14 Juni- jam 2 tanggal 15 Juni e. Antara jam 4 tanggal 14 juni- jam 4 tanggal 15 Juni

Lebam mayat biasanya mulai tampak 20-30 menit pasca mati, makin lama intensitasnya bertambah dan menjadi lengkap dan menetap setelah 8-12 jam. Sebelum waktu ini, lebam mayat masih dapat hilang pada penekanan dan dapat berpindah jika posisi mayat berpindah.

Kaku mayat mulai tampak kira-kira 2 jam setelah mati klinis, dimulai dari daerah luar tubuh (otot-otot kecil) ke arah dalam (sentripetal). Setelah mati klinis 12 jam kaku mayat menjadi lengkap, dipertahankan selama 12 jam dan kemudian menghilang dengan urutan yang sama.
Pembusukan baru tampak kira-kira 24 jam pasca mati berupa warna kehijauan pada perut kanan bawah yaitu daerah sekum yang isinya lebih cair dan penuh bakteri serta dekat dengan dinding perut.
Ilmu Kedokteran Forensik FK UI hal 28

Ditemukan mayat wanita usia 40 tahun di dalam kantor. Dari hasil pemeriksaan luar tampak lebam mayat merah gelap, kaku mayat lengkap. Pada pemeriksaan dalam tampak paru merah gelap, krepitasi kedua paru. Di pembuluh darah jantung tampak massa putih berukuran 1 x 2 cm. Hepar merah gelap, konsistensi padat kenyal. Kemungkinan mekanisme kematian karena a. Tamponade jantung b. Infark miokard c. Atherosklerosis d. Hipertrofi ventrikel kanan e. Trombus pada jantung

Penilaian kardiovaskular harus menyediakan informasi berkaitan dengan poin-poin penting tertentu. Hal ini mencakup dokumentasi dari: 1. adanya lesi vascular ekstrakardiak, seperti rupture aneurisma berry atau diseksi aneurisma akut atau hematom aorta; 2.kardiomegali (dilatasi dan/atau hipertrofi); 3.perluasan penyakit arteri koroner, terutama arteriosclerosis koroner; 4. perluasan nekrosis, fibrosis, atau lesi miokard lainnya; 5. lesi katup atau congenital jantung; 6.derajat arteriosclerosis umum; dan 7.perluasan arteriolonefrosklerosis dengan tambahan perubahan yang dipengaruhi usia sebagai indikator durasi dan keparahan hipertensi sistemik.

Seoran dokter menemukan sebuah kardus yang berisi bayi di depan rumahnya. Tali pusat bayi tersebut masih tersambung dengan plasenta. Dokter tersebut kemudian melakukan pertolongan pada bayi tersebut dan melaporkan kejadian tersebut pada kepolisian dan pihak RS setempat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan pelaku orang tua bayi tersebut yang telah menelantarkan anaknya. Penyidik kemudian meminta keterangan kepada dokter tersebut. Apakah jenis alat bukti yang dapat diminta oleh penyidik kepada dokter tersebut sehubungan dengan permintaan keterangan kepada dokter tersebut? a. Keterangan saksi ahli b. Visum et repertum c. Keterangan saksi d. Keterangan saksi ahli e. Laporan medis

KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA (KUHAP) NOMOR 8 TAHUN 1981 27.Keterangan saksi adalah salah satu alat bukti dalam perkara pidana yang berupa keterangan dari saksi mengenai suatu peristiwa pidana yang ia dengar sendiri, Ia lihat sendiri dan ia alami sendiri dengan menyebut alasan dan pengetahuannya itu.

28.Keterangan ahli adalah keterangan yang diberikan oleh seorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan.

Seorang pria ditemukan lemas dengan kulit kebiruan dan tanpa mengeluarkan busa, pasien ditemukan di dalam mobil yang masih hidup mesinnya dengan semua jendela tertutup, apa yang terjadi pada pasien ini?

a. Keracunan karbondioksida b. Keracunan oksigen c. Keracunan karbomonoksida d. Keracunan sianida e. Keracunan NO2

Lebam mayat dapat dipergunakan untuk menentukan penyebab kematian, misalnya pada keracunan CO atau CN maka lebam akan berwarna merah terang; warna kecoklatan pada keracunan anilin, nitrit, nitrat, dan sulfonal. Lebam mayat berwarna cherry pink colour pada keracunan CO, merah terang pada keracunan CN, kecoklatan pada keracunan nitrit, nitrat, anilin, fenasetin, dan kina.

Forensik FK UI hal 74

Ditemukan mayat di dalam sebuah kamar kosong dalam keadaan tergantung. Kasus gantung diri, tali jerat tidak begitu jelas, posisi ada di bawah horizontal. Maka kasus diatas tergolongkan dalam kasus

a. Gantung dengan seluruh tubuh tergantung b. Gantung dengan sebagian tubuh di lantai c. Cekikan d. Penjeratan e. Crush asfiksia

Hal-hal penting yang perlu kita perhatikan pada kasus jeratan, antara lain : 1. Arah jerat mendatar / horisontal. 2. Lokasi jeratan lebih rendah daripada kasus penggantungan. 3. Jenis simpul penjerat. 4. Bahan penjerat misalnya tali, kaus kaki, dasi, serbet, serbet, dan lain-lain. 5. Pada kasus pembunuhan biasanya kita tidak menemukan alat yang digunakan untuk menjerat. Pemeriksaan otopsi pada kasus jeratan (strangulation by ligature) mirip kasus penggantungan (hanging) kecuali pada : Distribusi lebam mayat yang berbeda. Alur jeratan mendatar / horisontal. Lokasi jeratan lebih rendah.

PENGGANTUNGAN

PENJERATAN

Wanita usia 35 tahun ditemukan tergantung. Dari hasil pemeriksaan ditemukan bekas jeratan serong dari depan ke belakang atas, dasar cokelat tua dan ditemukan bengkak pada tepi jejas. Wajah berwarna gelap, sklera merah, terdapat kebiruan pada bibir dan ujung ekstremitas. Pada pemeriksaan dalam ditemukan bendungan pada semua organ dalam. Tidak terdapat tanda kekerasan lain. Apakah penyebab kematiannya? a. Sumbatan pada jalan napas b. Pembendungan pembuluh darah c. Kerusakan organ dalam d. Sianotik kulit dan mukosa e. Jeratan bagian leher

Pada pemeriksaan luar mayat asfiksia : a. Muka dan ujung-ujung ekstremitas sianotik (warna biru keunguan) yang disebabkan tubuh mayat lebih membutuhkan HbCO2 daripada HbO2. b. Tardieus spot pada konjungtiva bulbi dan palpebra. Tardieus spot merupakan bintik-bintik perdarahan (petekie) akibat pelebaran kapiler darah setempat. c. Lebam mayat cepat timbul, luas, dan lebih gelap karena terhambatnya pembekuan darah dan meningkatnya fragilitas/permeabilitas kapiler. Hal ini akibat meningkatnya kadar CO2 sehingga darah dalam keadaan lebih cair. Lebam mayat lebih gelap karena meningkatnya kadar HbCO2. d. Busa halus keluar dari hidung dan mulut. Busa halus ini disebabkan adanya fenomena kocokan pada pernapasan kuat.

Pada pemeriksaan dalam mayat asfiksia : a. Organ dalam tubuh lebih gelap & lebih berat dan ejakulasi pada mayat laki-laki akibat kongesti / bendungan alat tubuh & sianotik. b. Darah termasuk dalam jantung berwarna gelap dan lebih cair. c. Tardieus spot pada pielum ginjal, pleura, perikard, galea apponeurotika, laring, kelenjar timus dan kelenjar tiroid. d. Busa halus di saluran pernapasan. e. Edema paru. f. Kelainan lain yang berhubungan dengan kekerasan seperti fraktur laring, fraktur tulang lidah dan resapan darah pada luka.

Seorang wanita usia 21 tahun datang bersama ibunya ke klinik. Ibu mengeluh anaknya berpergian bersama pacarnya selama 4 bulan. Ibunya ingin mengetahui apakah anaknya masih perawan. Ibunya meminta untuk dilakukan pemeriksaan. Anaknya tampak diam dan murung. Sebagai dokter, apa yang Anda lakukan?
a. Melakukan pemeriksaan dan memberitahukan hasilnya kepada ibu pasien b. Melakukan pemeriksaan dan tidak memberitahukan hasilnya kepada ibu pasien c. Menolak melakukan pemeriksaan dan memberikan edukasi kepada ibu pasien. d. Menolak melakukan pemeriksaan dan menyarankan untuk melapor ke polisi e. Membuat informed consent kemudian periksa

Seorang dokter yang diminta, tidak punya hak untuk melakukan penolakan jika memang diminta oleh penyidik. Hal ini jelas tertulis pada pasal179 KUHAP ayat (1) yang menyatakan, Setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan. Keterangan ahli yang diberikan oleh dokter, harus dibuat secara tertulis. Hal ini jelas dijelaskan dalam pasal 184 KUHAP. Keterangan ahli yang dibuat secara tertulis inilah yang kemudian dapat berperan sebagai alat bukti yang seperti yang dijelaskan di pasal 133 KUHAP ayat (2), permintaan keterangan ahli sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan secara tertulis, yang dalam surat itu disebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka atau pemeriksaan mayat atau pemeriksaan bedah mayat .

Untuk dapat membuat Visum et repertum, seorang dokter harus menunggu surat permintaan visum yang dibuat oleh pihak penyidik. Di dalam surat tersebut harus jelas tertulis mengenai pemeriksaan yang akan dilakukan (pasal 133 KUHAP)

Berpedoman kepada PerMenKes tentang persetujuan tindakan medis maka yang menadatangani perjanjian adalah pasien sendiri yang sudah dewasa (diatas 21 tahun atau telah menikah) dan dalam keadaan sehat mental. (pasal 11 BAB IV PerMenKes No.585). Membuat surat keterangan medis seperti surat keterangan sakit, sehat, kematian, laporan kejadian luar biasa, laporan medikolegal serta keterangan medis lain sesuai kewenangannya termasuk visum et repertum dan identifikasi jenasah

Beberapa pasien dengan berbagai jenis kelamin dan usia, dibawa ke IGD karena keracunan setelah makan singkong bakar. Jenis racunnya adalah a. Sianida b. Solanin c. Chaconine d. Asam oksalat e. Glikoalkaloid

Kentang Penyebab keracunan singkong ialah asam sianida yang terkandung di dalamnya. Diketahui bahwa dengan merendam singkong terlebih dahulu di dalam air dalam jangka waktu tertentu, kadar asam sianida (HCN) dalam singkong akan berkurang oleh karena HCN akan larut di dalam air. Kentang Racun alami yang dikandung kentang termasuk dalam golongan glikoalkaloid dengan dua macam racun utama yaitu solanin dan chaconine. Bayam Sayuran yang satu ini banyak dikonsumsi karena kandungan gizi yang melimpah. Namun, jika tidak hati-hati bayam bisa meracuni akibat asam oksalat yang banyak terkandung dalam bayam. Tomat Bagi penggila sambal, tomat merupakan sayuran yang paling banyak dikonsumsi. Namun, hati-hati terhadap tomat hijau yang memiliki racun alami jenis glikoalkaloid yang dapat menimbulkan perasaan mual dan nyeri perut.

Apel Ternyata buah ini berbahaya, tapi untungnya hanya bagian biji saja. Buah ini ternyata menyimpan banyak bahaya dalam biji kecilnya. Para ilmuwan berhasil menemukan bahwa biji apel mengandung cyanogenic glycoside, atau sianida. Ikan Buntal Penampilannya memang lucu, tapi ikan ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Ikan ini mengandung tetrodotoksin (TTX), racun kuat yang akan melumpuhkan otot dan akhirnya korban akan mati karena kehabisan nafas. Seledri Seledri, tanaman sayuran ini mengandung senyawa psoralen yang termasuk racun golongan kumarin. Rebung Rebung atau pucuk bambu. Racun alami dalam rebung masuk dalam golongan glikosida sianogenik.

Mayat ditemukan oleh penebang pohon yang tinggal tulangtulang yang di duga korban mutilasi dan ditemukan tulang tengkorak, rahang bawah,tulang panggul, tulang paha. Yang dapat di tentukan pada korban tersebut, KECUALI a. Jenis kelamin b. Ras c. Perkiraan tinggi d. Kesehatan e. Parturitas

Upaya identifikasi kerangka bertujuan untuk membuktikan bahwa kerangka tersebut adalah kerangka manusia, ras, jenis kelamin, perkiraan umur, tinggi badan, parturitas, ciri-ciri khusus, deformitas, dan bila memungkinkan dapat dilakukan superimposisi serta rekonstruksi wajah

Kapita Selekta Kedokteran Edisi 3 Jilid 2 Hal 183

Di dapatkan sesuatu seperti darah pada TKP. Untuk menentukan apakah benar-benar darah dilakukan tes, KECUALI a. Tes Benzidine b. Tes Guaiac c. Tes Fenoftalein d. Tes Leuco Malachite Green e. Tes Lugol

Pemeriksaan kimia untuk darah adalah: 1. Tes Benzidine; positif bila berwarna biru 2. Tes Guaiac; positif bila berwarna biru 3. Tes Fenoftalein; positif bila berwarna ungu 4. Tes Leuco Malachite Green; positif bila berwarna hijau terang 5. Tes Luminal; positif bila berwarna terang dan bercahaya (luminous) Tes Benzidine adalah yang paling baik dan akurat

Ilmu Forensik dan Toksikologi ED V Hal 199

Perempuan 23 thn di dapatkan meninggal di sebuah kamar hotel dalam kondisi tanpa busana oleh TKP yang di lakukan oleh penyidik dengan bantuan dokter menemukan suatu bercak yang di curigai air mani di bedcover. Penyidik kepada dokter untuk memastikan dengan melakukan a. tes metode visual b. analisa kekentalan bercak c. tes metode odor d. tes dengan sinar UV e. analisa sperma

Pemeriksaan Bercak Mani Pada Pakaian Metode visual. Bercak mani berbatas tegas dan warnanya lebih gelap daripada sekitarnya. Bercak yang sudah agak tua berwarna kekuningan. Dibawah sinar ultraviolet, bercak semen menunjukkan flouresensi putih. Bercak pada sutera buatan atau nilon mungkin tidak berflouresensi. Bahan makanan, urin, sekret vagina, dan serbuk deterjen yang tersisa pada pakaian sering berflouresensi juga. Tes kekentalan bercak. Bercak mani teraba kaku seperti kanji. Pada tekstil yang tidak menyerap, bila tidak teraba kaku, masih dapat dikenali dari permukaan bercak yang teraba kasar. Tes odor. Cairan mani merupakan cairan agak putih kekuningan, keruh dan berbau khas. Analisa sperma. Umumnya disepakati dalam 2 3 jam setelah persetubuhan masih dapat ditemukan spermatozoa yang bergerak dalam vaginaDapat disimpulkan bahwa spermatozoa masih dapat ditemukan 3 hari, kadang kadang sampai 6 hari pasca persetubuhan.

Orang meninggal karena HIV setelah rawat inap. Bagaimana melaksanakan kematian? a. Surat kematian langsung dibuat dokter b. Dilakukan rapid test HIV jenazah c. Lapor polisi d. Sesuai universal prosedur

Virus HIV hanya dapat hidup dan berkembang dalam tubuh manusia hidup, maka beberapa waktu setelah penderita HIVAIDS meninggal, virus pun akan mati. Namun dalam perawatan jenazah dengan HIV-AIDS tetap dilaksanakan dengan selalu menerapkan kewaspadaan universal (universal precaution) tanpa mengabaikan tradisi budaya dan agama yang dianutnya. Kewaspadaan universal merupakan tindakan pengendalian infeksi yang dilakukan oleh seluruh tenaga kesehatan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi dan didasarkan pada prinsip bahwa darah dan cairan tubuh dapat berpotensi menularkan penyakit, baik berasal dari pasien maupun petugas kesehatan.
Kewajiban menggunakan kewaspadaan universal ini adalah dengan penggunaan alat pelindung yang terdiri atas penutup kepala, masker, goggle (penutup hidung), sarung tangan steril, dan sepatu boot.

Seorang wanita berusia 35 tahun ditemukan meninggal tergantung dengan jejas serong dari depan ke belakang atas lebar 4 cm, warna dasar coklat tua, tepi bengkak, wajah gelap, sklera merah, mukosa bibir kebiruan, bendungan pada seluruh organ dalam. Tidak ada tanda kekerasan. Kemungkinan diagnosis post mortem adalah a. Sudah meninggal sebelum tergantung b. Masih hidup sebelum tergantung c. Alat gantung tali d. Mati diracun sianida sebelum tergantung e. mati dibekap, kemudian digantung.

Dengan menemukan reaksi tubuh terhadap trauma, maka dapat dipastikan bahwa saat terjadi trauma, yang bersangkutan masih hidup atau dengan perkataan lain, luka terjadi intravital. Reaksi vital yang umum adalah perdarahan berupa ekimosis, petechiae, dan terjadinya emboli.

Pemerikssan jenazah korban yang mati akibat asfiksia adalah : 1. Darah berwarna lebih gelap dan encer, karena fibrinolisin darah yang meningkat pasca mati. 2. Busa halus di dalam saluran pernafasan. 3. Pembendungan sirkulasi pada seluruh organ dalam tubuh sehingga menjadi lebih berat,berwarna lebih gelap, dan pada pengirisan banyak mengeluarkan darah. 4. Petekie pada organ dalam. 5. Edema paru karena hipoksia. 6. Kelainan-kelainan yang berhubungan dengan kekerasan.

Pada pemeriksaan sekret vagina wanita yang telah diperkosa, untuk memeriksa ada atau tidak bukti pemerkosaan, dilakukan pengecatan: a. Giemsa b. Papanicolau c. Hematoksilin eosin d. Metilen blue e. Malachite green

Warnai dengan Malachite green 1% selama 10-15 menit, lalu cuci dengan air mengalir dan setelah itu dicounter stain dengan larutan Eosin Yellowish 1% selama 1 menit, terakhir cuci lagi dengan air; hasilnya kepala sperma tampak merah dan lehernya merah muda, ekornya berwarna hijau.

Forensik FKUI Hal 187

Sesosok mayat bayi ditemukan di dalam kotak kardus di atas tumpukan sampah. Jenazah kemudian diperiksa. Pada pemeriksaan luar dijumpai panjang bayi 45 cm, lingkar kepala 30 cm, lingkar dada 22 cm, tali pusat, dan plasenta masih utuh, dari pemeriksaan paru bayi bernapas. Apakah diagnosa yang paling mungkin?
a. Pembunuhan anak biasa b. Pembunuhan anak sendiri c. Abortus provokatus kriminalis d. Pembunuhan bayi e. Pembunuhan anak

Pembunuhan anak sendiri (infanticide) adalah pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ibu atas anak kandungnya pada saat lahir atau tidak lama kemudian karena takut ketahuan telah melahirkan anak. Dengan demikian berdasarkan pengertian di atas, persyaratan yang harus dipenuhi dalam kasus pembunuhan anak, adalah: 1. Pelaku adalah ibu kandung. 2. Korban adalah anak kandung. 3. Alasan melakukan tindakan tersebut adalah takut ketahuan telah melahirkan anak. 4. Waktu pembunuhan, yaitu tepat pada saat melahirkan atau beberapa saat setelah melahirkan. Untuk itu, dengan adanya batasan yang tegas tersebut, suatu pembunuhan yang tidak memenuhi salah satu kriteria di atas tidak dapat disebut sebagai pembunuhan anak,melainkan suatu pembunuhan biasa.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang dengan pekerjaan sebagai artis mngalami penganiayaan berupa memar di pipi dan luka robek diwajah 5x1x1 cm. Ia mempunyai bakat keloid dan mendatangi IGD untuk dibuatkan visum. Laporan visum apakah yang cocok untuk membuat tuntutan kepada penganiaya si gadis? a. Luka ringan b. Luka yang berharap kesembuhan c. Luka yang menimbulkan cacat tetap d. Luka yang menghambat pekerjaan sehari-hari e. Gangguan jiwa

Kualifikasi luka antara lain: 1. KUHP pasal 352 penganiayaan yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan, jabatan, atau mata pencaharian. 2. KUHP pasal 351 ayat 1 Penganiayaan yang menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan, jabatan, atau mata pencaharian. 3. KUHP pasal 90 ayat 2 Penganiayaan yang menimbulkan luka berat.

Sesosok mayat laki-laki dewasa ditemukan di tengah kebun kosong. Pada saat diperiksa didapatkan lebam mayat menghilang saat ditekan dan kekakuan terdapat di otot muka. Kapankah waktu kematian yang paling mungkin? a. < jam b. - 6 jam c. 6 8 jam d. 8 jam e. Tidak dapat ditentukan

Terbentuknya kaku mayat pada tubuh dapat digambarkan dalam bagan sebagai berikut :

Livor mortis is usually evident within 30 min to 2 h after death. In individuals dying a slow lingering death with terminal cardiac failure, livor mortis may actually appear antemortem. Livor mortis develops gradually, usually reaching its maximum coloration at 812 h. At about this time, it is said to become fixed.
Rigor mortis usually appears 24 h after death, and fully develops in 612 h. This can vary greatly. Rigor mortis disappears with decomposition. Cold or freezing will delay the onset of rigor mortis as well as prolong its presence. Rigor mortis, when it develops, involves all the muscles at the same time and at the same rate. However, it becomes most evident in the smaller muscles.

Seorang pelajar ditemukan tergeletak di kamarnya, ditemukan lebam dibagian punggungnya yang tidak hilang dengan penekanan, terdapat kaku mayat. Belum terdapat tanda pembusukan pada jenazah. Perkiraan kematian a. 6-8 jam b. 8-12 jam c. 12-24 jam d. 24-48 jam e. 48-72 jam

Livor mortis is usually evident within 30 min to 2 h after death. In individuals dying a slow lingering death with terminal cardiac failure, livor mortis may actually appear antemortem. Livor mortis develops gradually, usually reaching its maximum coloration at 812 h. At about this time, it is said to become fixed. Rigor mortis usually appears 24 h after death, and fully develops in 612 h. This can vary greatly. Rigor mortis disappears with decomposition. Cold or freezing will delay the onset of rigor mortis as well as prolong its presence. Rigor mortis, when it develops, involves all the muscles at the same time and at the same rate.

Seorang wanita berusia 13 tahun hamil 2 bulan, datang ke sebuah klinik dan meminta untuk dilakukan aborsi. Karena diberi uang, dokter melakukan permintaan wanita tersebut. Tindakan aborsi tersebut termasuk jenis?

a. Abortus provokatus kriminalis b. Abortus spontan c. Abortus provokatus medisinalis d. Abortus terapeutikus e. Abortus akibat kecelakaan

Abortus dalam pengertian kedokteran dapat dibagi menjadi: (hal 159) 1. Abortus spontan 2. Abortus provokatus terapeutikus; yaitu indikasi ibu dan janin, namun belum ada batasan jelas batasan indikasi ibu dan janin yang dapat digolongkan dalam cakupan indikasi. 3. Abortus provokatus kriminalis

Ditemukan jenazah bayi baru lahir di tempat sampah , lengkap dengan plasenta. Ditemukan luka memar pada bibir dan leher. BB dan TB jenazah si bayi normal, plasenta tidak terawat. Pemeriksaan apa yang menunjang otopsi?

a. Tes apung paru b. Tes getah paru c. Tes emboli udara d. Tes prussian blue e. Tes dilusi

Apabila pada kasus penemuan jenazah bayi, maka yang pertama diperiksa adalah apakah anak tersebut dilahirkan hidup. Ciricirinya adalah bila dilakukan tes apung (docimacia pulmonum hydrostatica) akan memberikan hasil positif. Tes emboli dilakukan untuk membuktikan adanya emboli udara yang masuk ke pembuluh darah akibat adanya trauma dada dan trauma daerah mediastinum yang merobek paru-paru dan pembuluh vena. Tes prussian blue adalah tes yang dilakukuan pada kasus keracunan sianida. Tes dilusi dilakukan untuk mengetahui adanya keracunan CO.