Anda di halaman 1dari 10

PERBAIKAN GIZI

MASYARAKAT
Dadi Argadiredja, dr., MPH.
Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran UNISBA

Latar Belakang
Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat
yang perlu ditanggulangi
Masalah gizi yang utama di Indonesia:
Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)
Anemia Gangguan Besi (AGB)
Kurang Energi Protein (KEP)
Kurang Vitamin A (KVA)

Faktor risiko:
Perilaku (pengetahuan)
Tingkat sosial ekonomi
Pelayanan kesehatan

Pendahuluan
Pengertian Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat :
kegiatan mengupayakan peningkatan status gizi masyarakat
Melibatkan berbagai profesi baik kesehatan dan non
kesehatan

Kegiatan di puskesmas meliputi:


Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)

Upaya Perbaikan Gizi Institusi (UPGI)


Upaya Penanggulangan Kelainan Gizi
Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG)

Pendahuluan

Kegiatan lainnya:
1.
2.
3.

Penyuluhan gizi
Deteksi dini
Pelayanan gizi rawat jalan (dalam gedung dan luar
gedung)
4. Pembinaan gizi pada keluarga, posyandu dan institusi
5. Pencatatan dan pelaporan
6. Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi
7. Manajemen Program Perbaikan Gizi
8. Koordinasi lintas program dan lintas sektoral Tim
Pangan dan Gizi tingkat desa dan Puskesmas
9. Kerjasama dengan organisasi lain
10. Evaluasi Program Kesehatan Gizi Wilayah & Pelayanan
Gizi di puskesmas

UPGK - UPGI - SKPG


UPGK : upaya perbaikan gizi keluarga tujuan
keluarga sadar gizi (kadarzi)
UPGI : pelayanan dilakukan pada institusi : sekolah,
pesantrean, panti asuhan, pabrik, embarkasi haji,
dll.
SKPG terdiri dari:

Pemantauan status gizi


Pemantauan konsumsi gizi
Pemantauan tinggi badan anak baru masuk sekolah
Pemantauan indeks massa tubuh
Survey cepat kelainan gizi
Pelacakan kejadian luar biasa

Upaya Penanggulangan
Kelainan Gizi
Meliputi:
Pencegahan dan penanggulangan gangguan akibat
kekurangan yodium (GAKY)

Pencegahan dan penangggulangan anemia besi


(AGB)
Pencegahan dan penanggulangan kurang kalori
energi protein (KEP) dan kurang energi kronis (KEK)
Pencegahan dan penanggulangan kekurangan
vitamin A (KV A)
Pencegahan dan penanggulangan gizi lebih

Deteksi Dini Kelainan


Gizi
Pengukuran antropometri (BB-TB; LiLA)
Pemeriksaan laboratorium sederhana

Menentukan status gizi:


KEP pada balita
KEK pada WUS dan ibu hamil
Anemia
Gizi lebih

Pencatatan dan
Pelaporan
Cakupan SKDN
Jumlah balita BGM

Cakupan distribusi Vit A pada bayi dan


balita, Fe pada ibu hamil dan WUS,
Yodium pada penderita GAKY
Cakupan PMT-AS
Cakupan PMT-P

Indikator Keberhasilan
Pembinaan Kesehatan Wilayah Peningkatan
peran serta masy
Peningkatan psp kader kes, guru uks, lsm
Penurunan angka KEP, defisiensi gangguan gizi

Pelayanan Puskesmas
Peningkatan ketrampilan staf puskesmas
Terselenggaranya penyuluhan terpadu
Terselenggaranya pelayanan kes holistik

TERIMA KASIH