Anda di halaman 1dari 27

PEMILIHAN SUBYEK

PENELITIAN
Michael Susanto 112014
Allysa Desita M P 112014253
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana

Definisi

Populasi sekelompok subyek yang


mempunyai karakteristik tertentu.

Populasi target

Populasi terjangkau

Sampel bagian dari populasi yang


dipilih

dengan

cara

tertentu

hingga

dianggap dapat mewakili populasinya

Keuntungan menggunakan
sampel

Lebih murah

Lebih mudah

Lebih cepat

Lebih akurat.

Mewakili populasi

Lebih spesifik

Cara pemilihan sampel

Probability sampling

Setiap subyek dalam populasi mempunyai


kesempatan yang sama untuk dipilih atau
tidak dipilih sebagai subyek penelitian.

Non-probability sampling

Lebih praktis dan mudah dilakukan daripada


probability sampling.

Probability sampling

Simple random sampling

Hitung jumlah subyek dalam populasi yang akan


dipilih subyeknya sebagai sampel penelitian. Setiap
subyek diberi nomor dan dipilih sebagian dari mereka
dengan bantuan tabel angka random.

Keuntungan mudah dilakukan, dan representatif


pada populasi yang besar.

Kekurangan ada sampel yang diambil bisa saja


tidak representatif terutama bila populasinya kecil.

Contoh

Populasi = N = 460
Sampel = n= 50
Jadi sampel yang
didapat nomor 226, 407,
176, 374, 092, 036, 124,
214, dst

Systematic random
sampling

Pada

sampling

sistematik

ditentukan

bahwa dari seluruh subjek yang dapat


dipilih, setiap subjek nomor ke-sekian
dipilih sebagai sampel. Awalnya setiap
subjek diberi nomor. Lalu, bila ingin
diambil 1/n dari populasi, maka tiap
pasien ke-n dipilih sebagai sampel.

Contoh

Contoh
Populasi = 200
Sampel = 20
20/200 = 1/10.
Tentukan angka awal scr random. Misalnya 3
Sampel = 3, 13, 23, 33, 43, . . .

Stratified random
sampling

Pada cara ini sampel dipilih secara acak dalam


tiap strata kemudian hasilnya dapat digabungkan
menjadi satu sampel yang terbebas dari variasi
untuk setiap strata.

Variabel yang sering digunakan untuk stratifikasi


adalah jenis kelamin, umur, ras, kondisi sosialekonomi, status gizi, tempat penelitian (pada
studi multisenter) dan lain-lain.

Contoh

Contoh

Miokarditis difteri
Teori : SGOT pada anak 0-5 tahun lebih tinggi (rerata
330 U) dibanding anak di atas 5 tahun (rerata 100 U)
Populasi : anak usia 0-10 tahun variasi SGOT terlalu
besar bias
Sampling terpisah
0-5 tahun

6-10 tahun

10

10
20 sampel

Cluster sampling

Sampel

dipilih

secara

acak

pada

kelompok individu dalam populasi yang


terjadi secara alamiah, misalnya wilayah
(kecamatan, kelurahan, dst).

Cara ini sangat efisien bila populasi


tersebar luas secara geografis sehingga
tidak mungkin membuat daftar seluruh
populasi tersebut.

Contoh

Contoh

Kejadian karies dentis pada anak SD di Jakarta

Dibutuhkan sampel 6000 anak dari 100


sekolah

Cluster = sekolah random sampling 60


anak/sekolah 6000 anak

Consecutive sampling

Semua

subyek

berurutan

dan

yang

datang

memenuhi

secara
kriteria

pemilihan dimasukkan dalam penelitian


sampai jumlah subyek yang diperlukan
terpenuhi.

Contoh

Convenient sampling

Cara ini merupakan cara termudah untuk


menarik sampel, namun juga sekaligus
merupakan cara yang paling lemah.

Pada

cara

sistematika

ini

sampel

tertentu,

diambil

sehingga

tanpa
jarang

dapat dianggap dapat mewakili populasi


terjangkau,
penelitian.

apalagi

populasi

target

Contoh

Judgmental sampling

Peneliti memilih responden berdasarkan


pada pertimbangan subyektif dan praktis,
bahwa

responden

tersebut

dapat

memberikan informasi yang memadai


untuk menjawab pertanyaan penelitian.