Anda di halaman 1dari 59

KONSEP STRESS & ADAPTASI

OLEH :
ABRAHAM B. RUMAYARA, S.Kep.,
Ns

A. KONSEP STRESS
1. Pengertian.

Stress adalah suatu keadaan


yang
dihasilkan
oleh
perubahan
lingkungan yang
diterima sebagai
suatu hal
yang menantang, mengancam
dan
merusak
terhadap
keseimbangan seseorang.

Stress adalah kondisi dimana


adanya
respons
tubuh
terhadap perubahan untuk
mencapai keadaan normal
(Tarwoto
&
Wartonah,
2006).

Faktor Penyebab Stress (Stressor)

Stressor dibedakan atas 3


golongan yaitu:
a. Stressor fisik biologik : suhu
dingin, panas, infeksi, rasa
nyeri,
pukulan
dan
sebagainya.
b. Stressor psikologis : takut,
khawatir,
cemas,
marah,
kekecewaan, kesepian, jatuh

c. Stresor sosial budaya:


menganggur,
perceraian,
perselisihan.

2. Penyebab Stress
a. Faktor biologis: kehilangan atau

kekurangan
air,
oksigen,
makanan, cacat, nyeri.
b. Faktor
psikologis:
kehilangan
orang yang dicintai.
c. Faktor sosial: perubahan tempat
tinggal, masalah ekonomi.
d. Faktor
mikrobiologi : kuman
penyakit (Murwani A, 2009).

3. Faktor yang mempengaruhi tanggapan terhadap stressor.

a. Sifat

stressor. Arti stressor


bagi individu dan intensitas
stressor akan memberikan
dampak
yang
berbeda
terhadap individu.
b. Jumlah stressor. Banyaknya
stressor yang harus dihadapi
pada waktu yang sama dapat

c. Pengalaman

yang lalu. Pengalaman


yang lalu mempengaruhi individu
menghadapi stress yang sama.
d. Lama pemaparan stressor. Lamanya
stressor
akan
menurunkan
kemampuan individu untuk mengatasi
stressor karena individu sudah dalam
fase kelelahan, individu kehabisan
tenaga untuk menghadapi stressor
tersebut.


4. Indikator stress.

Iritabilitas

umum,

Perilaku yang terganggu

hipereksitasi atau depresi.

Jantung berdebar

Mulut dan tenggorokan kering

Perilaku

Keinginan untuk menangis,lari

ketidakstabilan emosi.

dan bersembunyi

Tidak mampu berkonsentrasi

Mudah lelah dan kehilangan

Perasaan

minat

kelemahan atau pening

impulsif,

tidak

realitas,

Ansietas
benar-benar

mengambang,
tidak

Tegang, selalu siaga


Gigi gemelatuk

mengetahui mengapa atau

Insomnia

apa yang sedang terjadi

Keringat berlebihan

Gagap atau kelainan bicara


lainnya
Hipermortalitas: tidak bisa
diam

Indikator stress dapat dinilai dari


pemeriksaan
laboratorium
dimana analisa darah dan urine
dapt
digunakan
untuk
menunjukan perubahan kadar
hormon dan pemecahan hormon.
Pengukuran yang dapat dipakai
terhadap stress meliputi kadar
katekolamin, kortikoid, ACTH,
dan eosinofil dalam darah.


5. Reaksi fisiologis terhadap stress.

Reaksi fisiologis menyangkut


kegiatan sistem peredaran
darah dan sistem hormonal
dalam
tubuh.
Untuk
mengatasi keadaan yang
menimbulkan stress, tubuh
mencoba melawan atau
mencoba melarikan diri dari

6. Reaksi psikologis terhadap


stress.

Reaksi psikologis terhadap


stress
disebut
juga
mekanisme
penanganan
atau
koping
mekanisme
yang dibedakan menjadi
strategi
pemecahan
masalah dan mekanisme
pertahanan diri.

a. Strategi pemecahan masalah

Cara yang dapat dilakukan


adalah:
Individu.
Kenal diri sendiri
( identifikasi siapa diri anda,
tanyakan pada orang lain
siapa anda, mintalah umpan
alik jika anda sudah kenal

Turunkan

kecemasan
(identifikasi
penyebab
cemas anda, cari tindakan
yang menurut anda dapat
menurunkan
kecemasan,
lakukan tekhnik relaksasi).

Tingkatkan

harga
diri
(identifikasi
asek
positif
yang anda miliki, mulai
menggali
kemampuan
positif yang anda miliki)

Persiapan

diri
(tingkatkan
kemampuan kognitif, berdoa,
mencari
informasi,
diskusi
dengan orang yang sudah punya
pengalaman bekerja, identifikasi
kebutuhan yang perlu disiapkan.
Pertahankan
dan tingkatkan
yang sudah baik.

Dukungan
sosial
(keluarga,
teman, dan masyarakat).
Pemberian

dukungan terhadap
peningkatan kemampuan kognitif.
Ciptakan
lingkungan keluarga
yang sehat, misalnya waktu
berdikusi dengan keluarga.
Berikan bimbingan mental dan
spiritual untuk individu tersebut
dari keluarga.

Berikan bimbingan khusus

untuk individu,
konseling.

misalnya

b. Mekanisme pertahanan diri.


Mekanisme
pertahanan
diri
prosesnya tidak disadari, dipakai
untuk
melindungi
diri
dari
kecemasan.
Mekanisme
pertahanan diri tidak memecahkan
masalah, dipakai dalam waktu
yang
singkat
dan
bersifat
sementara sebelum dilakukan cara
pemecahan masalah.

Mekanisme pertahanan diri


meliputi:
Penolakan/pengingkaran (menolak

untuk menyadari apa yang jelas


terjadi.
Pengalihan (mengalihkan perasaan
yang tidak menyenangkan dan
agresif berkaitan dengan benda
dan bertentangan dengan norma
masyarakat)

Proyeksi (menyalahkan orang

lain untuk tidak kemampuan


pribadinya
atas
kesalahannya).
Rasionalisasi ( menggunakan
alasan yang dapat diterima
untuk menjelaskan tingkah
laku yang tidak sesuai).
Regresi.

7. Tahapan stress.
Stress yang dialami sesorang
dapat melalui tahapan :
Tahapan stress tersebut
dibagi menjadi enam tahap
yaitu:

a. Tahap pertama.
Merupakan tahap yang ringan
dari
stress
yang
ditandai
dengan
adanya
semangat
ekerja
keras,
penglihatan
tajam, tidak seperti pada
umumnya.
Merasa
mampu
melakukan
pekerjaan
yang
tidak
seperti
biasanya,
kemudian merasa senang akan

b. Tahap kedua
Adanya perasaan letih sewaktu
bangun pagi yang semestinya
segar. Terasa lelah sesudah
makan siang, cepat leleah
menjelang
sore,
sering
mengeluh lambung atau perut
tidak nyaman, denyut jantung
berdebar-debar
lebih
dari
biiasanya. Otot-otot punggung

c. Tahap ketiga
Pada
tahap
ketiga
ini
seseaorang
mengalami
gangguan
seperti
pada
lambung dan usus seperti
adanya keluhan gastritis, BAB
tidak teratur, ketegangan otot
semakin terasa, perasaan tidak
tenang, gangguan pola tidur
seperti sukar mulai untuk tidur,

d. Tahap keempat.
Tahap ini seseorang akan mengalami gejala
seperti
gejala
pekerjaan
yang
menyenangkan terasa membosankan,semula
tanggap terhadap situasi menjadi kehilangan
untuk merespon secara adekuat. Tidak
mampu melakukan kegiatan sehari-hari,
adanya gangguan pola tidur, sering menolak
ajakan, karena tidak bergairah. Kemampuan
mengingat dan konsentrasi menurun karena
adanya perasaan ketakutan dan kecemasan
yang tidak diketahui penyebabnya.

e. Tahap kelima.
Stress tahap ini ditandai dengan
adanya kelelahan fisik secara
mendalam.
Tidak
mampu
menyelesaikan pekerjaan yang
ringan
dan
sederhana.
Ganguan
pada
sistem
pencernaan semakin berat dan
perasaan
ketakutan
dan
kecemasan
semakin

f. Tahap keenam.
Tahap ini merupakan tahap
punca
dan
seseorang
mengalami
panik
dan
perasaan takut mti dengan
ditemukan gejala seperti
detak
jantung
semakin
keras
susah
bernafas,
terasa
gemetar
seluruh

8. Manajemen Stress
Untuk
mencegah
dan
mengatasi stress agar tidak
sampai ke tahap yang
paling berat, maka dapat
dilakukan dengan cara:
a. Pengaturan diet dan
nutrisi.
b. Istirahat dan tidur.

c. Olahraga dan latihan teratur.


d. Berhenti merokok
e. Tidak mengkonsumsi
f.
g.
h.
i.

minuman keras.
Pengaturan berat badan.
Pengaturan waktu.
Terapi psikofarmako.
Terapi somatik.

j.

Psikoterapi (terapi dengan


menggunakan
tekhnik
psikologis yang disesuaikan
dengan kebutuhan seseorang,
terapi
ini
dapat
meliputi
psikoterapi
suportif
dan
psikoterapi
reedukatif,
psikoterapi rekonstruktif dan
psikoterapi kognitif.

Psikoterapi Suportif
Terapi ini memberikan
motivasi,
semangat,
dan
dorongan agar pasien yang
bersangkutan tidak merasa
putus asa dan diberi keyakinan
serta
percaya
diri
(self
confindence)
bahwa
dia
mampu
mengatasi
stresor
psikososial
yang
sedang

Psikoterapi Reedukatif
Terapi
ini
memberikan
pendidikan ulang dan koreksi
bila
dinilai
bahwa
ketidakmampuan
mengatasi
stres,
kecemasan,
dan
depresinya
itu
dikarenakan
faktor psiko-edukatif masa lalu
dikala
yang
bersangkutan
dalam
periode
anak
dan

Psikoterapi Rekonstruktif
Terapi dimaksudkan untuk
memperbaiki
kembali
kepribadian
yang
telah
mengalami goncangan akibat
stresor psikososial yang tidak
mampu diatasi oleh pasien
yang bersangkutan.

Psikoterapi Kognitif
Terapi digunakan untuk
memulihkan
fungsi
kognitif
pasien,
yaitu
kemampuan
untuk berpikir secara rasional,
konsentrasi, dan daya ingat.
Selain itu yang bersangkutan
mampu membedakan nilai
nilai moral etika mana yang
baik dan buruk, mana yang

k. Terapi psikologis.
Terapi ini dengan menggunakan
pendekatan
agama
dalam
menghadapi masalah psikologis,
mengingat dalam mengatasi atau
mempertahankan
kehidupan
seseorang harus secara fisik, psikis,
sosial, dan spiritual sehingga stress
yang dialami dapat diatasi.

Daftar Pustaka
Murwani,A. 2009. Pengantar konsep
dasar
keperawatan.
Penerbit
Fitramaya, Yogyakarta.
Smeltzer, S.C. & Bare, B.G. 2002.
Buku Ajar Keperawatan MedikalBedah Brunner & Suddarth. Vol 2.
Penerbit Buku kedokteran EGC,
Jakarta.
Tarwoto
&
Wartonah,
2006.
Kebutuhan Dasar Manusia dan
Proses
Keperawatan,
Edisi
3,

KONSEP ADAPTASI
A. Pengertian
Adaptasi merupakan suatu
proses
perubahan
yang
menyertai
individu
dalam
berespon terhadap perubahan
yang ada di lingkungan dan
dapat mempengaruhi keutuhan
tubuh baik secara fisiologis
maupun psikologis yang akan

2. Jenis Adaptasi
A. Adaptasi Fisiologis
Adaptasi
ini
merupakan
proses penyesuaian tubuh
secara alamiah atau secara
fisiologis
untuk
mempertahankan
keseimbangan dari berbagai
faktor yang menimbulkan

Adaptasi secara fisiologis dapat dibagi


mnjadi dua yaitu :
1. LAS (local adaptation syndrom).
Apabila kejadian atau proses adaptasi
bersifat lokal maka disebut LAS (local
adaptation syndrom). Miasalnya ketika
daerah tubuh atau kulit terkena infeksi,
maka akan terjadi daerah sekitar kulit
tersebut kemerahan, nyeri, panas dan
lain-lain yang sifatnya lokal atau pada
daerah yang terkena.

2. GAS (general adaptation


syndrom).
Apabila reaksi lokal tidak dapat
diatasi, dapat menyebabkan
gangguan
secara
sistemik.
Tubuh akan melakukan proses
penyesuaian
seperti
panas
seluruh tubuh, berkeringat dll.
Keadaan ini disebut sebagai

Adaptasi fisiologis, dibagi melalui 3


tahap yaitu:

1. Tahap alarm reaction.


Tahap ini merupakan tahap
awal dari proses adaptasi.
Disini individu siap untuk
menghadapi
stressor
yang
akan masuk dalam tubuh.
Tahap ini dapat diawali dengan
kesiagaan,
yakni
terjadi
perubahan fisiologis berupa

2. Tahap resistensi (stage of


resistance)
Merupakan tahap kedua dari
fase adaptasi secara umum
yaitu tubuh akan melakukan
proses apenyesuaian dengan
mengadakan
berbagai
perubahan dalam tubuh yang
berusaha
untuk
mengatasi

3. Tahap terakhir (stage of


exhaustion)
Tahap
ini
dapat
ditandai
dengan
adanya
kelelahan,
apabila selama proses adaptasi
tidak
mampu
mengatasi
stressor yang ada, maka dapat
menyebar ke seluruh tubuh.
Efeknya dapat emnyebabkan

b. Adaptasi psikologis

Merupakan
proses
penyesuaian
secara
psikologgis akibat stressor
yang ada dengan cara
memberikan
mekanisme
pertahanan
diri
dengan
harapan dapat melindungi
diri atau bertahan dari hal

Dalam proses adaptasi secara


psikologis terdapat dua cara
untuk mempertahankan diri
dari berbagai stresor yaitu
antara lain:

1. Task oriented reaction.


Reaksi
ini
merupakan
koping
yang
digunakan
dalam mengatasi masalah
dengan berorientasi pada
proses
penyelesaian
masalah, meliputi afektif
(perasaan),
kognitif
dan
psikomotor.

2. Ego oriented reaction.


Reaksi ini dikenal dengan
mekanisme pertahanan diri
secara psikologis agar tidak
menganggu psikologis yang
lebih
dalam.
diantara
mekanisme pertahanan diri
yang dapat digunakan untuk
melakukan proses adaptasi
psikologis antara lain:

a. Rasionalisasi
Merupakan suatu usaha untuk
menghindari
dari
masalah
psikologis
yang
selalu
memberikan
alasan
secara
rasional, sehingga masalah
yang dihadapi dapat teratasi.

b. Displacement
Merupakan upaya untuk
mengatasi
masalah
psikologis
dengan
melakukan
pemindahan
tingkah laku ke objek lain,
contoh
seseorang
yang
terganggu akibat situasi
ramai maka temannya yang

c. Kompensasi
Upaya
untuk
mengatasi
masalah
dengan
cara
kepuasan pada situasi yang
lain seperti seseorang yang
memiliki masalah karena
menurunnya
daya
ingat
maka akan menonjolkan
kemampuan
yang

d.Proyeksi
Merupakan
mekanisme
pertahanan
diri
dengan
menempatkan sifat diri sendiri
ke sifat orang lain, seperti
dirinya
membenci
kepada
orang
lain
kemudian
mengatakan kepada orang lain
bahwa
orang
lain
yang
membencinya.

e. Represi
Upaya
untuk
mengatasi
masalah
dengan
cara
menghilangkan
pikiran
masa
lalu
yang
buruk
dengan melupakannya atau
menyimpan ke alam tidak
sadar
dan
sengaja
dilupakan.

f. Supresi
Upaya
untuk
mengatasi
masalah
dengan
menekan
masalah yang tidak diterima
dengan sadar dan individu
tidak mau memikirkan hal-hal
yang kurang menyenangkan.

g. Denial
Upaya
untukm
mempertahankan
diri
dengan
cara
penolakan
terhadap
masalah
yang
dihadapi ataua tidak mau
menerima kenyataan yang
dihadapinya.

c. Adaptasi Sosial Budaya


Merupakan
cara
untuk
mengadakan
perubahan
dengan
melakukan
proses
penyesuaian
perilaku
yang
sesuai dengan norma yang
berlaku
di
masyarakat,
berkumpul dengan masyarakat
dalam
kegiatan
kemasyarakatan.

d. Adaptasi spiritual.
Proses
penyesuaian
diri
dengan
melakukan
perubahan perilakun yang
didasarkan pada keyakinan
atau
kepercayaan
yang
dimiliki sesuai agama yang
dianutnya.apabila
mengalami stress seseorang

Selesai