Anda di halaman 1dari 20

Gangguan Perilaku

( Conduct Disorder)
Disusun Oleh :
Fachrulrrozi
Lara Meiza Anindia
Rizki Febrian
Siti Nur Fauzia

Dokter Pembimbing :
dr. Isa Multazam Noor, Sp.KJ

KEPANITERAAN KLINIK STASE ILMU JIWA


RUMAH SAKIT JIWA KLENDER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
ILUSTRASI KASUS
seorang laki-laki 14 tahun siswa kelas IX SMP di bawa ke
yankes dengan keluhan bertindak agresif, membangkang, suka
mencuri, berbohong, suka bolos sekolah, prestasi menurun
sejak 3 tahun terakhir. Dalam 6 bulan terakhir pasien menjadi
pemarah, mudah mengamuk karena hal kecil, menghabiskan
banyak waktu di kafe dengan jaringan internet dan suka
refreshing dengan rekan yang satu fikiran dengannya di restoran.
Dia menolak untuk datang ke sekolah dan sering gagal
menyelesaikan tugas yang diberikan gurunya. Pasien sudah
berulang kali ditegur pihak sekolah. Pasien mencuri uang dari
orang tuanya. Namun mereka tidak pernah menghiraukan
karena sifat suka menyerang dari pasien. Tidak ada riwayat
trauma otak atau kejang.
Riwayat penyakit dahulu pasien pernah mengalami
hiperaktivitas di rumah sejak usia 3 tahun dan gangguan
aktivitas dan perhatian sejak usia 4 tahun selama di TK. Ini
menyebabkan kekerasan orang tua dalam usia pertumbuhan.
kepada Dari diagnosis sebelumnya diketahui pasien menderita
ADHD tipe campuran yang membaik sebagian dengan terapi
perilaku dan konseling orang tua. Terapi terputus setelah 2
tahun kemudian. Gejala muncul kembali 3-4 tahun kemudian
dengan tambahan perilaku menentang, sering mengamuk,
menolak mengikuti peraturan di sekolah maupun di rumah.
riwayat keluarga diketahui ayah pasien mengkonsumsi
alcohol dan rumah tangga yang tidak harmonis antara kedua
orang tua.
riwayat kelahiran dan tumbuh normal. Tidak ada riwayat
kejang demam di masa kanak-kanaknya.
pemeriksaan status mental ditemukan sikap yang berhati-hati
terhadap pemeriksa. Pasien sedikit bicara dan afek yang iritabel. Tidak
ada gangguan persepsi yang diperoleh. Fungsi kognitif normal.
EEG dan MRI otak, dan pemeriksaan darah (termasuk fungsi
tiroid) dalam batas normal.
IQ di uji dengan Wechsler intelligence scale for children (WISC)
IV dan hasilnya 95 (normal). Childrens apperception tes (CAT)
menunjukkan sikap orang tua yang bermusuhan.
pasien dalam terapi risperidone 3 mg sebelum tidur dan
natrium valproate 800 mg/hari dosis terbagi. Selama follow-up dalam
4 minggu dan 3 bulan, pasien menunjukkan perbaikan yang cukup
bagus dan terus dilanjutkan dengan penatalaksanaan.
Daftar Masalah
Laki-laki 14 tahun
Agresif
Suka membangkang
Suka mencuri
Prestasi menurun
Memiliki riwayat hiperaktivitas
Memiliki riwatar ADHD
Gejala kambuh saat putus obat
Keluarga kurang harmonis
Kriteria Diagnosis DSM IV
Pola perilaku berulang dan tetap yang melanggar hak-hak dasar orang
lain atau norma sosial konvensional yang terwujud dalam bentuk 3
atau lebih kriteria dibawah ini dalam 12 bulan terakhir dan minimal 1
kriteria diantaranya berlangsung dalam 6 bulan terakhir :

1. Agresi Terhadap Orang Lain dan Hewan


Sering marah dan meledak-ledak dan melempar barang-barang
kelas ke lantai setelah diberi tugas.
Sering mengeluarkan kata-kata kotor dan berteriak bahwa ia tidak
akan mengerjakan tugas.
Menyuruh siswa lain untuk tutup mulut dan menggunakan kata
senonoh.
Sering melakukan kegiatan buruk pada binatang seperti melempar
kucing yang ia temukan di pinggir jalan sehingga terlempar ke
tengah jalan dan terlintas mobil.
Kriteria Diagnosis DSM IV

2. Merusak atau menghancurkan kepemilikan


(properti)
- Secara sengaja menimbulkan kebakaran
dengan tujuan menyebabkan kerusakan
yang serius
- Secara sengaja menghancurkan barang milik
orang lain
Kriteria Diagnosis DSM IV

3. Penipuan atau pencurian


- Masuk ke dalam rumah, gedung atau mobil
orang secara paksa
- Sering berbohong untuk mendapatkan barang
atau pertolongan atau untuk menghindari
kewajiban (yaitu,menipu orang lain)
- Mencuri barang yang bernilai tanpa menemui
korban (misalnya mencuri di toko, tetapi tanpa
memecahkan dan memasuki toko;pemalsuan)
Kriteria Diagnosis DSM IV

4. Pelanggaran peraturan yang serius


- Sering begadang meskipun dilarang orang
tua, dimulai sebelum usia 13 tahun
- Lari dari rumah menginap sedikitnya dua kali
saat tinggal di rumah orang tua atau orang
tua angkat (atau sekali tanpa kembali untuk
periode waktu yang lama)
- Sering bolos dari sekolah,dimulai sebelum
usia 13 tahun
Multiaxial Diagnosis
AXIS I 312.8 Conduct Disorder
AXIS II

AXIS III

AXIS IV

AXIS V
Tinjauan Pustaka
DEFINISI
Conduct disorder dikarakteristikan dengan pola tingkah
laku yang berulang, yang mengganggu hak orang
lain/aturan-aturan sosial.
Kecenderungan pada sebagian remaja adalah tidak
mampu membedakan antara perilaku benar dan salah.
Wujud dari conduct disorder adalah munculnya cara
pikir dan perilaku yang kacau dan sering menyimpang
dari aturan yang berlaku di sekolah
Epidemiologi

Gangguan tingkah laku umum ditemukan selama masa remaja dan


masa anak-anak.
Angka perkiraan gangguan tingkah laku di dalam populasi umum
berkisar dari 1 hingga 10 %
Gangguan ini lebih lazim pada anak laki-laki dibandingkan
perempuan, dan rasionya berkisar dari 4:1 hingga 12:1
Gangguan tingkah laku lebh lazim ditemukan pada anak-anak dari
orangtua yang memiliki gangguan kepribadian antisosial dan
ketergantungan alkohol dibandingkan pada populasi umum.
ETIOLOGI
Faktor Genetik
Faktor kerturunan memang sangat mungkin berperan.

Pengaruh Dari Teman


Penerimaan atau penolakan dari temna-teman seusia, dan afiliasi dengan
teman-teman seusia menunjukkan hubungan kausal dengan oerilaku
agresif, bahkan dengan mengendalikan tingkat perilaku agresif yang
terdahulu.

Sosiokultural
Kelas sosial dan kehidupan kota besar berhubungan dengan insiden
kenakalan.
Tingkat pengangguran tinggi, fasilitas pendidikan rendah, kehidupan
keluarga yang terganggu, dan subkultur yang menganggap perilaku kriminal
suatu hal yang dapat diterima terungkap sebagai faktor-faktor yang
berkontribusi
Penatalaksanaan

Melihat penyebab CD yang belum pasti terungkap dan adanya beberapa


teori penyebabnya, maka tentunya terdapat banyak terapi atau cara dalam
penanganannya sesuai dengan landasan teori penyebabnya.

Terapi medikasi atau farmakologi adalah penanganan dengan menggunakan


obat-obatan. Terapi ini hendaknya hanya sebagai penunjang dan sebagai
kontrol terhadap kemungkinan timbulnya impuls-impuls hiperaktif yang
tidak terkendali.
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa
1. Ritalin (Methylphenidate HCL) merupakan obat
yang paling sering dipergunakan, meskipun
sebenarnya obat ini termasuk golongan stimulan,
tetapi pada ksus hiperaktif sering kali justru
menyebabkan ketenangan bagi pemakainanya.
memilki efek terapi yang cepat, setidaknya untuk 3-
4 jam dan diberikan 2 atau 3 kali dalam sehari.
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa yang dapat diberikan lainya:
1. Dexedrine (Dextroamphetamine)
2. Accharate/Dextroamphetamine sulfate)
3. Desoxyn (Methamphetamine HCL)
4. Adderall (Amphetamine/Dextroamphetamine)
5. Cylert (Pemoline)
6. Busiprone (BuSpar)
7. Clonidine (Catapres)
PENATALAKSANAAN
Non-Medikamentosa
Mengedukasi orang tuanya :
1. Wajarnya, orang tua harus mampu memberikan
hukuman (punisment) pada anak saat ia
memunculkan perilaku yang salah dan memberikan
pujian atau hadiah (reward) saat anak memunculkan
perilaku yang baik atau benar (dalam segi apapun
termasuk sosial dan lainya)
PROGNOSIS

Pada umumnya, anak-anak dengan gejala gangguan tingkah laku


pada usia muda, menunjukkan paling banyak gejala, dan
mengekspresikannya paling sering adalah memiliki prognosis
terburuk.

Gangguan tingkah laku juga berhubungan dengan gangguan


berhubungan zat di kemudian hari.

Prognosis baik diramalkan oleh gangguan tingkah laku ringan,


tidak adanya psikopatologi penyerta dan fungsi intelektual yang
normal.