Analisis Bangunan
Struktur Inti / Core & Cantilever
Kelompok :
1. Arifah Agustiar 4113210010
2. David Rivaldi 43210017
3. Deddy Firmansyah 411321018
4. Hindarawan Wijaya 4113210036
5. Mustiyat Nopiyana 4113210047
Variasi Sistem Struktur Inti / Core
1.Struktur Inti / Core dengan shearwall
2.Cantilever
3.Buttressed Core (Shear Wall Murni)
4.Buttressed Core Kombinasi Bundle Tube
5.Buttressed Core Kombinasi Outrigger-Belt
Referensi Bangunan
Referensi bentuk paling mendasar dari system struktur inti :
Aspire Tower, Qatar (Struktur Cantilever)
Referensi ketiga bangunan dibawah diambil berdasarkan jenis
struktur buttressed core, untuk mengetahui perkembangan system
structural bangunan high-rise yang paling baru dan mutakhir atau
bisa juga disebut cutting-edge technology :
Tower Palace III, Seoul (Buttressed core + outrigger belt tube)
Burj Khalifa al-arab, Dubai (Buttressed core + bundled tube)
Jeddah Kingdom Tower, Dubai (Buttressed core)
Struktur Inti / Core
Struktur inti / core. Merupakan system struktur yang pada
bagian corenya merupakan struktur utama yang menjadikan
core tersebut berguna sebagai penahan gaya vertikal utama
juga lateral.
Signature Tower (Shear Wall with Outrigger Belt)
Sistem outrigger belt atau sabuk adalah system
O u t r i g g e r
struktur pada bangunan tinggi yang pada lantai
tertentu digunakan seluruhnya khusus untuk
perletakan bracing yang menyatu ke core. Sistem ini
dapat memaksimalkan view dari dalam ke luar
B e l t
berbeda dengan system bracing yang harus ada di
setiap lantai.
Sistem Struktur Kantilever
Pemikulan system lantai dari sebuah inti pusat akan
memungkinkan ruang bebas kolom yang batas kekuatan
platnya adalah batas besar ukuran bangunan. Besi akan banyak
diperlukan ,terutama apabila proyeksi plat juga besar.
Kekakuan plat dapat di tingkatkan dengan menggunakan balok
chamfer.
Aspire Tower Sistem Struktur
Aspire Tower di Qatar dirancang oleh
Hadir Siman. Merupakan bangunan
dengan system Mega Core, atau inti besar
yang ber-materialkan beton bertulang.
Mega core bertugas sebagai penahan
beban vertical dan lateral, dan juga
menopang modul plat lantai kantilever
yang juga memiliki faade berbentuk
lengkung hyperbola.
Plat lantai kantilever ditopang dengan balok tambahan untuk mencapai kekakuan yang sudah
diperhitungkan. Dan pada bagian antar plat juga diberi system gantung.
Agar bangunan membentuk fasad yang
berbentuk lengkung hyperbola maka luasan
plat lantai divariasikan, dengan kriteria disaat
plat lantai yang memiliki luasan terbesar
menggunakan system gantung, dan untuk
plat lantai dengan luasan lebih kecil
menggunakan kantilever.
Buttressed Core
Yang merupakan esensi dari system struktur Buttressed Core
adalah bentuknya yang menyerupai Tripod, yang mana inti /
core bangunan di tengah di-angkur dengan 3 sisi sayap
bangunan yang disebut Buttress. Core di tengah berfungsi
sebagai penahan beban torsional sedangkan sayap bangunan
menahan beban shear. (W. F. Baker & J.J Pawlikowski 2012)
Tower Palace III (Buttressed Core + Indirect Outrigger Belt)
Tower Palace III (Buttressed Core + Indirect Outrigger Belt)
Tower Palace III Sistem Struktur
Sistem pembalokan TPIII menggunakan
komposit dengan kolom beton
bertulang.
Pada system belt atau sabuk terdapat
pada lantai 16 & 55, dengan
menggunakan sabuk shear wall.
Tower Palace III Sistem Struktur
Sistem dinding shear wall indirect outrigger belt
terdiri dari dinding dengan dimensi tinggi 8 m
dengan ketebalan 800mm dan dan di apit oleh plat
lantai dengan ketebalan 300mm pada bagian atas
dan bawah dinding yang menyatu dengan kolom.
yang dimaksud dengan system indirect outrigger
adalah disaat belt atau sabuk tidak menyatu dengan
core, melainkan bagian struktur terluar bangunan,
contohnya pada TPIII adalah kolom.
Burj Khalifa (Buttressed Core + Bundled Tube)
Sistem Struktur Burj Khalifa
Sistem Buttress Burj Khalifa
Pada system struktur buttress core bangunan burj khalifa,
pengaplikasian ini merupakan pengembangan dari system
buttress sebelumnya (Tower Palace III) , sehingga masih
belum sempurna dan masih ada gabungan / kombinasi
dengan struktur lain yaitu Bundled Tube.
Dan pada kettinggian tertentu burj khalifa juga
menggunakan struktur baja di ruang yang tidak terdapat
aktivitas yang intensif.
Kombinasi Sistem Struktur
Pada ketinggian yang ditentukan
bangunan pencakar langit
menggunakan metode bracing di lantai
yang berfungsi sebagai ruang service.
Penggunaan system bracing juga
karena untuk mengurangi beban mati
yang berasal dari strukturnya itu
sendiri.
Kingdom Tower (Murni Buttressed Core)
Kingdom Tower (Murni Buttressed Core)
Sistem buttressed core di bangunan kingdom tower,
merupakan pengembangan dari system struktur yang ada di
bangunan burj khalifa. Pengaplikasian di struktur kingdom
tower bisa dikatakan hampir sempurna, karena pada system
buttress akan dikatakan sempurna disaat penggunaan
kolom ditiadakan atau disebut juga Column-free scheme.
Pada bangunan kingdom tower konstruksi murni beton
bertulang, sehingga pekerjaanya menerus dari dasar ke
atas. Berbeda dengan burj khalifa yang pada bagian atasnya
adalah konstruksi steel framing atau rangka baja.
Sistem Struktur Kingdom Tower
Pada bangunan kingdom tower karena bentangan antara
sayap cuku lebar, maka di bagian pertemuan antar tripod
diberi system dilatasi / conjugated beam.
Sistem Struktur Kingdom Tower
TOUR DU MIDI
yang terletak dikota Brussel, Belgia.
Spesifikasi bangunan objek studi kasus :
Berfungsi sebagai bangunan perkantoran/Office building
Jumlah lantai adalah 37 lantai dengan ketinggian dari permukaan tanah
adalah149.5 M
Luas total bangunan 41.000 M2
Kapasitas daya tampung bangunan adalah 3.500 orang
Ketebalan core sebagai inti struktur bangunan adalah 70 CM
Technical service room/ruang service dan mekanikal elektrikal terletak padabase
ment dan lantai atas
Vertical circulation/sirkulasi vertikal terdiri dari 8 (delapan) buah lift dan 1
(sata)buah tangga yang terletak didalam core serta 1 (satu) buah tangga yang
terletakdiluar core
sketsa 3D Bangunan
Tour du Midi
Tempat parkir kendaraan berada di
lantai 3 basement dengan kapasitas
parkir 300 buah mobil Sistem struktur
terdiri dari :
-Balok cantilever yang menggunakan baja
profile
-Core terbuat dari beton komposit yaitu
baja dan beton
Sistem Struktur Kingdom Tower
Gambar disamping merupakan bentuk dari
system buttress kingdom tower, yang
menerus dari dasar bangunan sampai
ketinggian 900m lalu diteruskan dengan tiang
baja sepanjang 100m yang menjadikan total
seluruh bangunan 1km
Variasi Bentuk Buttress / Wings
Gambar diatas merupakan bentuk-bentuk rancangan buttress / sayap bangunan, yang mana pada gambar
pertama merupakan system buttress yang masih memiliki kolom dan merupakan bentuk yang paling
mendasar juga bentuk pertama system buttress.
CANTILEVER A. Detail
Struktur cantilever atau plat cantilever adalah
suatu sistem struktur dimana pemikulan
sistem lantai dari pusat inti pusat bangunan
tinggi (core)
akan memungkinkan sebuah ruang dalam ban
gunan bebas dari kolom.
contohnya seperti aula ataupun sebuah show
room, yang batas kekuatannya adalah batas
terbesar ukuran bangunan dimana
perhitungan dan pemilihanmaterial yang
digunakan adalah meterial yang kaku.
Terutama apabila proyeksi plat adalah besar
kekuatan dapat ditingkatkan dengan
Potongan model struktur dengan bentuk desain
menggunakan teknik pra-tekan. struktur cantilever yang yang di kombinasikan
dengan core
CANTILEVER
Cantilever Structure adalah hubungan struktur antara bidang penjepit dengan
yang dijepit, terjadi pada salah satu pangkalnya saja, sehingga
cenderungujung yang lain menggantung
sehingga memungkinkan ruang yang lebar danbebas kolom.
Namun demikian struktur ini mempunyai keterbatasan, dalam hal beban yang
ditimbulkan oleh bidang yang menggantung dan berhubungan dimensi bidangters
ebut (tebal, panjang, lebar, dan lain-lain)
A.Macam-Macam Bentuk Struktur Cantilever
Yang dimaksud dengan struktur cantilever satu sisi dan struktur cantilever dua
sisi adalah cantilever yang terdapat pada bangnan tinggi, yang
berstruktur rangka. Jadi cantilever bukan sebagai struktur utama tapi hanya pad
a tepi bangunan dimana letak kolom lebih kedalam dari batas lantai 2 dinding.
Hal-hal diatas mendasari adanya cantilever satu sisi dan dua sisi Dari ilmustatistika
Pada gambar menunjukkan distribusi beban pada kerangka
gridlebar yang lantai lantainya diberi tonjolan konsol/kantilever di
sepanjang pendek bangunan, sedangkan kolom-
kolom disepanjang bangunan tetap berada dalam permukaan bangunan.
Cantilever bersisi satu ini juga memperkaya komposisi arsitektural
sebagai hasil untuk ciri yang diperlukan untuk membedakan berbagai
tampak.
Cantilever satu sisi berhubungan erat dengan penyusunan kembali tampak
pada sisi panjang dari sistem pendek bangunan. Hal-hal yang perludiperhatikan sebagai
berikut :
Sebuah balok cantilever yang bebas tidaklah dengan sendirinya bentuk
struktur yang fasih
Diperhitungkan bagaimana pembebanannya, dimana menonjolnya,
bagaimana menahannya dan hubungan antara bentangan cantilever dan
struktur pendukung.
Balok cantilever harus dihubungkan secara organis kerangkanya,sebab balok
cantilever dan rangka bangunan merupakan satukesatuan yang rigid (kaku)
dan monolit.
Bila cantilever mempunyai proporsi yang sama, maka akan
terjadiperkembangan yang wajar dari dimensi konstruksi lantai.
Cantilever Dua Sisi
Dalam struktur rangka kecuali cantilever di satu sisi dapat pula dipasang
cantilever dikedua sisi sudut bangunan bagian atas.
Gambar disampingmenunjukkan bagaimana cara rangka grid lebar membagi ratakan beban
pada kolom-kolom berikut yakni kolom sudut. Disini kolom sudut mendapat bagian beban yang
sama dideretan kolom tengah
B. Parameter dan Pertimbangan Struktur
* Parameter Struktur
-Kekuatan
Sebuah bangunan haruslah mempunyai kekuatan untuk dapat
berdiri.Kekuatan tegaknya suatu bangunan sangatlah tergantung pada jenisst
ruktur yang digunakan, sehingga beban yang mungkin diterima
olehbangunan dapat diperkirakan dengan cara perhitungan matematis
struktur.
Hal ini perlu dilakukan guna menghindari terjadinya sebuahkecelakaan yang
menyebabkan keugian baik materi maupun jiwa.
Selain itu dengan memperhitungkan sistem struktur terutamabangunan yang
menggunakan struktur cantilever, maka bangunan
tersebut sekiranya dapat menahan beban yang diterima.
Pada perencanaan sebuah bangunan dikenal adanya beberapa jenis bebanyang
sekiranya dapat mempengaruhi bentuk, kekuatan, kestabilan dan
keseimbangan dari bangunan tersebut. Penanganan terhadap faktor diatas dapat
dijelaskan sebagai berikut :
Pada kolom yang tertinggi dengan beban sentris pada sumbu
balokmengakibatkan batang kolom mengalami tekuk akibat gaya yangbekerja.
Besarnya tekuk yang terjadi sangat bergantung padabesarnya beban yang bekerja serta
material yang digunakan.
Hal ini berlaku juga untuk struktur utama pada sebuah bangunan.
Misalnya sebuah bangunan menggunakan Cantilever
sebagaistruktur utama, maka elemen struktur bergerak sehinggamenyebabkan terjadin
ya dari reaksi partikel-partikel struktur cantilever.
Karena dimensi yang tidak tepat dari struktur cantilever maka elemenstruktur
bergerak mengikuti arah beban luar yang bergerak (terjadi tekuk).
Agar elemen struktur mampu memikul beban yang terjadi, maka dimensi
yang melawan gaya tarik akibat gaya luar diperbesar
sehingga elemenstruktur dapat menahan beban yang terjadi.
Struktur cantilever adalah hubungan struktur antara bidang penjepitdengan bagian yang dijepit dan
terjadi pada bagian pangkalnya, sehigga ujung yang lain tergantung.
Pemikul sistem lantai dari sebuah bangunan
Analisa Grafis Perubahan Bentuk
Pada Struktur Kantilever
Dengan sistem cantilever akan
memungkinkan adanya ruang
yang bebas terhadap kolom
dengan kekuatannya sama
besar dengan besarnya ukuran
ruang yang dimaksud.
Kekakuan plat dapat ditingkatk
an denganmenggunakan
teknik-teknik struktur pra-
tekan
Beberapa Contoh Struktur TerCantilever
Kestabilan
Kestabilan dapat tercapai apabila bentuk bangunan secara
keseluruhan mampu menahan gaya yang berasal dari luar
(gaya lateral)yang disebabkan oleh gaya angin dan gempa.
Untuk mengatasi gaya
tersebut diatas digunakan penyelesaian sistem struktur pa
da struktur lantai.
DESIGN BANGUNAN YANG MENGGUNAKAN
STRUKTUR CANTILEVER