Anda di halaman 1dari 31

Pengertian dan Kedudukan

Kajian Lingkungan Hidup Strategis


(KLHS)

PPSDAL Unpad
Maret 2012
Benang Merah Pandangan
Pakar Internasional tentang KLHS

Promosi dan pengembangan metodologi pada kebijakan,


strategi, dan proyek untuk pengambilan keputusan
pembangunan berkelanjutan
Menurut Dalal-Clayton dan Sadler (2005)

KLHS bukan tentang kebijakan, perencanaan, dan program


pembangunan semata, melainkan menjadikannya strategis
dan berkontribusi ke arah keberlanjutan
Partidario dan Barrett dalam Forum PBB, 2006

Memastikan integrasi dimensi lingkungan hidup bernilai


strategis
Partidario dan Barrett dalam Forum PBB, 2006

Terkandung prinsip utama KLHS :


Integrasi prinsip berkelanjutan dalam kebijakan, rencana, dan program pembangunan
Evaluasi pengaruh kebijakan, rencana, dan program terhadap lingkungan hidup
Pelembagaannya dalam pengambilan keputusan
Perkembangan Pendekatan KLHS
Pendekatan KLHS Karakteristik
1 EIA-based SEA atau EIA- Ditujukan untuk penangangan permasalahan lebih ke
mainframe atau KLHS hulu, fokus kepada KRP, integrasi pertimbangan
berbasis pendekatan lingkungan dalam pengambilan keputusan,
AMDAL memperluas alternatif dan penanganan pengaruh
terhadap lingkungan, pemantauan terbatas
2 Sustainability-led SEA Seperti EIA-based SEA dilengkapi penilaian dampak
atau SEA for lingkungan vs ketersediaan SD alam dan jasa
Environmental lingkungan , mempertahankan ketersediaan SD alam
Sustainability Assurance pada batas yang dapat ditoleransi, kompensasi
atau KLHS berbasis dampak, dan pemantauan sistematis terhadap kinerja
keberlanjutan keberlanjutan
3 Integrated Assessment Seperti EIA-based SEA dan Sustainability-led SEA
for Sustainability dilengkapi keselarasan dengan tujuan pembangunan
Assurance atau KLHS ekonomi dan sosial dan ambang batas, evaluasi
terpadu untuk menjamin dampak oleh alternatif vs triple bottom lines sebagai
keberlanjutan trade-off bagi pemangku kepentingan, dan
keseimbangan optimal mencapai keberlanjutan
Mengapa Diperlukan KLHS di Indonesia
Pengambilan keputusan kebijakan, rencana, dan program
perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dan
kumulatif
Permasalahan lingkungan hidup dan pembangunan
berkelanjutan perlu terintegrasikan dalam pengambilan
keputusan
Diperlukan wahana untuk peluang opsi-opsi pembangunan
yang lebih berkelanjutan
Diperlukan sarana kerjasama untuk antara kepentingan
pembangunan dengan kepentingan pelestarian lingkungan
hidup
Diperlukan sarana untuk mendorong penyelesaian masalah
secara
Permasalahan Pembangunan Berkelanjutan

KEGIATAN DAMPAK ANCAMAN


PEMBANGUNAN LINGKUNGAN KEBERLANJUTAN
PEMBANGUNAN

Meningkatnya Kelangkaan ketersediaan


pencemaran dan sumber daya air
Hilangnya lahan produktif
kerusakan lingkungan
ketahanan pangan
hidup Hilangnya
Dmeningkatnya keanekaragaman hayati
degradasi sumber daya Kelangkaan ketersediaan
Sektor dan Daerah alam energi
Meningkatnya dampak Banjir, longsor, dan
perubahan iklim kekeringan.
Meningkatnya Meningkatnya ancaman
ancaman terhadap oleh dampak perubahan
keanekaragaman iklim
hayati Kerusakan sumber daya
dan lainnya alam terbarukan
KLHS
Adalah rangkaian analisis yang sistematis,
menyeluruh dan partisipatif untuk
memastikan bahwa prinsip pembangunan
berkelanjutan telah menjadi dasar dan
terintegrasi dalam pembangunan suatu
wilayah dan/atau kebijakan, rencana,
dan/atau program (KRP)

UU No. 32 2009 Pasal 1


Tujuan KLHS
Mengintegrasikan pertimbangan lingkungan hidup dalam
penyusunan KRP untuk meningkatkan manfaat
pembangunan
Memperkuat proses pengambilan keputusan KRP :
berdasarkan pertimbangan lingkungan hidup
Membangun wahana sinergi dan kerjasama kepentingan
sektoral dan kewilayahan dalam menangani permasalahan
lingkungan hidup untuk mencapai tujuan pembangunan
Membantu memperluas alternatif KRP yang relevan
terhadap keberlanjutan pembangunan
Menghasilkan produk KRP yang lebih handal dan akuntabel
dari segi cakupan permasalahan dan proses perencanaannya
Membantu mengurangi dampak negatif pada paras kegiatan
(proyek) melalui arahan keberlanjutan pada paras KRP
Konsepsi Lingkungan Hidup dalam Pembangunan
Berkelanjutan sebagai Landasan Perencanaan KRP
Growth
Efficienc
y
Stability Keterkaitan
Keseimbangan
Keadilan

POVERTY
EQUITY
SUSTAINABILITY
CLIMATE CHANGE

Intergenerational Equity
Values/Culture

Empowerment Resilience/Biodiversity
Inclusion/Consultation Natural Resources
Institution/Governance Pollution
Pelembagaan KLHS di Indonesia
Didasarkan amanat UU No. 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan
diatur melalui PerMen LH No. 09 Tahun 2011 tentang
Pedoman umum KLHS
KLHS berperan sebagai peluang untuk mengintegrasikan
prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
ke dalam proses dan prosedur KRP
Disesuaikan dengan tujuan KLHS dan kepentingan KRP
sebagai subyek KLHS
KLHS berperan sebagai pendukung perencanaan KRP,
bukan untuk membatalkan KRP, melainkan untuk
meningkatkan kualitas proses dan produk KRP
Penyelenggaraan KLHS melekat dalam sistem
perencanaan masing-masing KRP
Pelembagaan KLHS di Indonesia
Penyelenggaraan KLHS adalah rangkaian proses yang
diawali oleh prakarsa penyusunan KRP, pelaksanaan
penyusunan KRP, dan pengintegrasian KLHS ke dalam
KRP
Penyelenggara KLHS adalah instansi Pemerintah atau
pemerintah daerah yang bertanggung jawab sebagai
pemrakarsa KRP
Penanggung jawab KLHS adalah pemrakarsa KRP, yaitu
Menteri/Kepala Lembaga Pemerintah Non-Kementerian,
Gubernur, Bupati/Walikota, pimpinan
Kementerian/Lembaga, atau pimpinan SKPD yang
bertanggung jawab terhadap penyusunan dan evaluasi
KRP yang menjadi subyek KLHS
KLHS dalam Pengambilan Keputusan

KEBIJAKAN
(Policy)

RENCANA KLHS (SEA)


(Plan)

PROGRAM
(Programme)

P R O Y E K
AMDAL (EIA)
Kegiatan
Prinsip Penyelenggaraan KLHS di Indonesia

Penilaian Diri
(Self
Assessment) Partisipatif
(Participative)

Penyempurnaan
KRP (Planning
Improvement) Peningkatan
Kapasitas dan Memberi
Pembelajaran Pengaruh Akuntabel
Sosial (Capacity pada (Accountable)
Pengambilan
Building and Social Keputusan
Learning) (Influencing
Decision
Making)
Pokok-pokok Kebijakan KLHS
Menekankan pertimbangan lingkungan hidup
dalam penyusunan KRP
Meningkatkan kualitas muatan dan proses
penyusunan KRP, sehingga dapat mencegah
kerusakan dan pencemaran lingkungan serta
menjamin pembangunan berkelanjutan
Menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses
pengambilan keputusan yang berlaku
Melibatkan seluas mungkin pemangku
kepentingan sesuai keluasan rentang KRP,
pengambil keputusan, dan pemangku kepentingan
Subyek KLHS
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) beserta
rencana rincinya pada tingkat nasional, provinsi dan
kabupaten/kota
Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP),
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
nasional, provinsi, dan kabupaten/kota
Kebijakan, rencana, dan/atau program (KRP) yang
berpotensi menimbulkan dampak dan/atau risiko
lingkungan penapisan (screening)
UU No. 32 Tahun 2009 Pasal 15 ayat (2)
Penapisan KRP Wajib KLHS
Penapisan KRP yang berpotensi menimbulkan dampak
dan/atau risiko lingkungan hidup dilakukan berdasarkan
kriteria (Penjelasan UU PPLH No. 32 Tahun 2009 Pasal 15
ayat 2 huruf b)
Meliputi dampak dan risiko :
perubahan iklim
kerusakan, kemerosotan, dan/atau kepunahan
keanekaragaman hayati
peningkatan intensitas dan cakupan wilayah bencana banjir,
longsor, kekeringan, dan/atau kebakaran hutan dan lahan
penurunan mutu dan kelimpahan sumber daya alam
peningkatan alih fungsi kawasan hutan dan/atau lahan
peningkatan jumlah penduduk miskin atau terancamnya
keberlanjutan penghidupan sekelompok masyarakat
peningkatan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan
manusia
Karakteristik Proses Perumusan KRP
sebagai Landasan Penyelenggaraan KLHS
Proses membangun konsensus (concensus building)
KLHS memperkuat proses membangun kesepakatan
Dinamika proses teknokratik, partisipatif, dan birokratik
Proses perumusan KRP melibatkan berbagai pemangku
kepentingan, sehingga KLHS berada dalam dinamika
proses teknokratik, partisipatif dan birokratik untuk
saling mempengaruhi, dialog, dan negosiasi
Didukung komunikasi dan dialog
KLHS menekankan pada proses komunikasi dan dialog
yang efektif
Pentingnya peran personal dan proses informal
KLHS mengakomodasikan peran aktor-aktor personal
melalui jalur komunikasi informal sebagai pendukung
proses formal
Proses KRP Proses KLHS

Menganalisis konteks,
perumusan masalah, dan a) Pengkajian pengaruh KRP
kajian dasar perencanaan terhadap permasalahan
lingkungan hidup di suatu
Membangun tujuan, wilayah
sasaran, strategi, dan b) Perumusan alternatif
prioritas penyempurnaan KRP
c) Rekomendasi perbaikan
Mengembangkan untuk pengambilan
konsepsi dan memilih keputusan KRP yang
alternatif rencana mengintegrasikan prinsip
pembangunan
Merumuskan program, berkelanjutan
kegiatan, pentahapan,
dan pembiayaan
1
Integrasi KLHS dalam Perencanaan KRP
Bersamaan dengan Setelah
Penyusunan KRP KRP Ditetapkan

KLHS diselenggarakan
pada :
Penjabaran KRP ke dalam
KLHS diselenggarakan penyusunan rencana
mengikuti proses lebih rinci atau rencana
berdimensi waktu lebih
penyusunan KRP pendek
Evaluasi berkala KRP
Jika terjadi tuntutan
spesifik pemangku
kepentingan
Skema Alternatif Pelaksanaan Integrasi
Menyatu Terpadu Terpisah
(Embedded) (Integrated) (External)

KRP KLHS KRP

KLHS
KLHS
KRP

KLHS KLHS diselenggarakan KLHS


diselenggarakan pararel dan diselenggarakan
menyatu dengan terintegrasi dengan setelah penyusunan
penyusunan KRP penyusunan KRP KRP
Pengintegrasian KLHS dalam KRP
Kontekstual dan melekat pada KRP
Mengikuti proses dan prosedur penyusunan dan penetapan
KRP
Memperhatikan peraturan terkait dengan penyelenggaraan
KRP. Misal :
PP No. 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana
Pembangunan Nasional
PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan,
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah
PP No. 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang
PerMenDagri No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP No. 8
Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan,
Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
Daerah
Hal yang Diintegrasikan Melalui KLHS

KLHS diintegrasikan ke dalam KRP berkenaan dengan :


Hal substantif : integrasi kajian lingkungan dengan
kajian teknis perencanaan dan sosial-ekonomi
Proses dan prosedur perencanaan KRP
Integrasi KLHS dalam KRP disesuaikan dengan proses,
prosedur, dan tata cara perencanaan KRP
Prasyarat : proses dan prosedur yang berlaku dalam
perencanaan KRP perlu dikenali dan dipahami
Mekanisme Penyelenggaraan KLHS

UU No. 32 Tahun 2009 Pasal 15 ayat (3)


KLHS dilaksanakan melalui mekanisme :
Pengkajian pengaruh KRP terhadap kondisi
lingkungan hidup di suatu wilayah
Perumusan alternatif penyempurnaan KRP
Rekomendasi perbaikan untuk pengambilan
keputusan KRP yang mengintegrasikan prinsip
pembangunan berkelanjutan
sesuai telaah posisi, lingkup, dan konteks terhadap KRP
Mekanisme Penyelenggaraan KLHS
UU No. 31 Tahun 2009 Ps. 15 ayat (3)

REKOMENDASI
PENGKAJIAN PERBAIKAN KRP
PERUMUSAN
PENGARUH KRP yang
PENAPISAN ALTERNATIF
terhadap kondisi LH mengintegrasikan
PENYEMPURNAAN
suatu wilayah prinsip
DAN MITIGASI KRP
pembangunan
berkelanjutan

Dokumentasi, Akses Publik, dan Penjaminan Kualitas


Tahapan Utama Penyelenggaraan KLHS
Tahap Proses Tujuan
1 Pemahaman konteks KLHS Memahami proses dan prosedur KRP dan
dalam KRP dan identifikasi menelaah permasalahan lingkungan hidup
peluang untuk dalam pembangunan berkelanjutan yang
mengintegrasikan ke dalam perlu diintegrasikan dalam KRP
proses dan prosedur KRP
2 Pelibatan pemangku Memastikan substansi KLHS merupakan
kepentingan dan aktor kunci kepentingan bersama dan menjadi
pengambil keputusan prioritas pengambilan keputusan
3 Konsultasi isu strategis Menghasilkan kesepakatan tentang
lingkungan hidup dalam permsalahan lingkungan hidup dalam
pembangunan berkelanjutan pembangunan berkelanjutan yang harus
dikaji dan dipertimbangkan dalam KRP
4 Kajian pengaruh dan perumusan Memprakirakan dampak dan risiko
alternatif lingkungan oleh KRP dan merumuskan
alternatif penyempurnaan KRP dan
mitigasinya
5 Formulasi rekomendasi bagi Merumuskan perbaikan KRP berdasarkan
perbaikan KRP kesepakatan
Pengkajian Pengaruh KRP terhadap
Kondisi Lingkungan Hidup
Identifikasi dan pelibatan masyarakat dan
pemangku kepentingan lainnya
Identifikasi isu strategis lingkungan hidup dalam
pembangunan berkelanjutan : relevan dan
signifikan di wilayah perencanaan
Identifikasi muatan KRP yang berpotensi
menimbulkan pengaruh terhadap isu strategis
lingkungan hidup
Telaah pengaruh KRP terhadap isu strategis
lingkungan hidup di wilayah perencanaan
Perumusan Alternatif Penyempurnaan KRP

Pengembangan berbagai alternatif perbaikan muatan


KRP atau mitigasi pengaruh yang ditimbulkan dengan
pertimbangan :
Memberi arahan atau rambu mitigasi terkait dengan
KRP yang diprakirakan menimbulkan dampak
lingkungan atau bertentangan dengan kaidah
pembangunan berkelanjutan
Menyesuaikan ukuran, skala, dan lokasi usulan KRP
Menunda, memperbaiki urutan atau waktu, atau
mengubah prioritas pelaksanaan KRP
Mengubah muatan KRP
Rekomendasi Penyempurnaan KRP
Rekomendasi perbaikan atau penyempurnaan KRP
berdasarkan alternatif dan mitigasi yang ditelaah
Rekomendasi sesuai dengan urgensi, konteks dan situasi
KRP
Rekomendasi merupakan pilihan yang bersifat saling
menguntungkan di antara berbagai kepentingan dalam
lingkup memperbaiki rumusan, muatan, dan materi KRP
Rekomendasi memberi manfaat yang lebih luas bagi
keberlanjutan KRP
Rekomendasi mengusulkan alternatif dan mitigasi yang
rasional dan dapat dilaksanakan dalam batasan sumber
daya yang ada
Kondisi Eksisting dan Kecenderungan Arahan Pembangunan Normatif
KLHS Aspek Pembangunan Komprehensif
Kondisi lingkungan
Rencana hidup
Pembangunan (20dan
Tahun) : Fisik,Lingkungan, Ekonomi, Sosial,
Visi kecenderungannya Budaya, dan Pertahanan-Keamanan
Misi Isu strategis lingkungan hidup dalam Strategi Makro
Arahan pembangunan
Pembangunan Jangka Panjang : Tujuan dan Indikator Relatif
berkelanjutan Kualitatif
- Tujuan
- Strategi
Dimensi Makro Tatanan Ruang
Prioritas Makro dan Tahapan Pembangunan (5 tahunan) Evaluasi dan Persetujuan

ALTERNATIF DPRD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA


Naskah Akademik
Misi pembangunan jangka panjang
Strategi pembangunan
Naskah Hukum
Prioritas pembangunan Evaluasi dan Persetujuan

BIRO HUKUM PEMDA PROVINSI/KABUPATEN/KOTA KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Rancangan Perda RPJP


Perda RPJP Provinsi/Kabupaten/Kota
PENGAJUAN OLEH GUBERNUR/KABUPATEN/KOTA
RPJP Pada Level Lebih Tinggi
Kondisi Eksisting dan Kecenderungan
KLHS
Evaluasi Kondisi dan Kecenderungan Perkembangan 5
Kondisi
Tahun lingkungan hidup dan kecenderungan 5
Terakhir RTRW
Provinsi/Kabupaten/Kota Naskah Hukum
tahun
Kinerja terakhir 5 Tahun Terkahir
Pembangunan
Isu Strategis
Isu strategis Pembangunan 5 Tahun
lingkungan yang
hidup Akan Datang
dan BIRO HUKUM PEMDA
Visi dan Misi
pembangunan berkelanjutan Gubernut/Bupati/Walikota Terpilih
PROVINSI/KABUPATEN/
KOTA
- Pelampauan daya dukung dan daya tampung
Rencana Pembangunan
- Penurunan kinerja danJangka
kualitasMenengah
jasa ekologis
(5 Tahun) N
- Inefisiensi pemanfaatan SDA
Visi Antara (5 Tahun) a
- Penurunan keanekaragaman hayati
Misi Antara (5 Tahun)
- Dampak
Strategi dan risiko
Pembangunan lingkungan
(Elaborasi hidup negatif s
Misi Jangka
Alternatif 1 Alternatif 2
k Evaluasi dan Penetapan Evaluasi dan Penetapan Melalui
- Kerentanan
Menengah) : terhadap perubahan iklim a Melalui Keputusan Perda Provinsi/Kabupaten/Walikota
Pengaruh
- Kebijakankumulatif
Pembangunanprogram dan kegiatan h Gubernur/Bupati/Walikota
- Indikator Kinerja Program (Kuantitatif
utama
dan/atau Kualitatif untuk 5 Tahun)
DPRD PROVINSI/KABUPATEN/KOTA
Kebijakan Keuangan dan Pembiayaan Pembangunan : A
- Makro Ekonomi : PDRPB dan Target k
ALTERNATIF PROGRAM DAN KEGIATAN
Pertumbuhan Ekonomi a
- Struktur
Alternatif Perekonomian
skenario pertumbuhan ekonomi dan d Evaluasi dan Persetujuan
- Investasi
penduduk e
- Perspektif
Alternatif Pendapatan
program Provinsi/Kabupaten/Kota
dan kegiatan utama
- Pola Distribusi Pendapatan m KEMENTERIAN DALAM NEGERI
Alternatif tahapan pembangunan I
- Pengelolaan Anggaran Pembiayaan
Pengaturan lebih rinci dalam rencana kerja tahunan
Program dan Pembiayaan Program Pembangunan k Keputusan Perda RPJM Daerah
Gubernur/Bupati/Walikota Provinsi/Kabupaten/Kota
PERSIAPAN KEBIJAKAN TERKAIT
Penganggaran penyusunan RTRW RPJP Nasional,KLHS : ANALISIS
Provinsi, DAN SINTESIS
Kabupaten/Kota
Kajian awal - RTRW
Pelampauan daya Provinsi
Nasional, dukung dan daya tampung lingkungan
(berbatasan),
Perumusan metodologi - Kabupaten/Kota
Dampak dan risiko (dalam
negatif terhadap
Provinsilingkungan
dan berbatasan)
Rencana kerja dan pembentukan tim - Penurunan kinerja
Kebijakan Sektoral layanan dan jasa ekosistem
Pelibatan peran - Inefisiensi pemanfaatan sumber daya alam
KLHS : ISU STRATEGIS masyaratakat - Kerentanan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim
Kondisi lingkungan hidup dan kecenderungannya (PP No. 68/2010) ANALISIS
- Penurunan KECENDERUNGAN
ketahanan keanekaragaman DAN PREDIKSI
hayati
Isu strategis lingkungan hidup dan pembangunan
Daya dukung dan daya tampung lingkungan
Gambaran fisik,
berkelanjutan, lingkungan,
terutama sumber daya
terkait perubahan iklim alam,
,
Keterkaitan antar wilayah
peningkatan
ekonomi, danGRK, kenaikan
sosial muka
wilayah laut,
dan isuintensitas dan
perencanaan KLHS : PENGARUH RENCANA TERHADAP LINGKUNGAN
frekuensi extreem events; Keterkaitan intra wilayah
tata peningkatan
ruang intensitas dan Skenario perkembangan dan pertumbuhan terhadap daya dukung
cakupan wilayah bencana banjir, longsor, kekeringan, atau lingkungan hidup
kebakaran hutan dan lahan; kerusakan, kemerosotan, Skenario
Pelibatan peran perkembangan terhadap kerentanan keanekaragaman hayati
kepunahan, atau perubahan signifikan terhadap ekosistem masyarakat Skenario SKENARIO DAN
perkembangan KONSEP
terhadap RENCANA
kinerja TATAjasa
dan kualitas RUANG
ekologis
dan
penyangga
KONDISIkeanekaragaman
WILAYAH DANhayati; berkurangnya
KECENDERUNGAN Kapasitas adaptasi terhadap bencana letusan gunung dan dampak
pemangku kepentingan
kawasan berfungsi
Wilayah lindung; gangguan terhadap ketahanan
administratif ikutannya
pangan; penurunan mutu dan kelimpahan sumberdaya (PP No. 68/2010) RENCANA TATA RUANG
Geologi, hidrogeologi, dan bencana geologi Pengaruh kumulatif dalam konstelasi wilayah sekitarnya dan yang lebih
alam; peningkatan alih fungsi Tujuan, kebijakan, dan strategi tata runag
Hidrologi, sumber daya air,kawasan hutangenangan
banjir dan dan/atau luas
lahan; peningkatan jumlah penduduk miskin atau (Arahan) rencana struktur ruang : sistem pusat dan
Sumber daya alam, lingkungan, dan hayati
penurunan kesejahteraan masyarakat hirarki infrastruktur
Demografi dan kecenderungannya
KLHS : ALTERNATIF
(Arahan)
Pelibatan rencana
peran DANruang
pola EVALUASI RENCANA
: kawasan lindung dan
Sosial dan budaya
Skenariobudidaya
pertumbuhan
masyarakat dan ekonomi dan penduduk
Ekonomi dan keuangan Pusatpemangku
kegiatan
Rencanadan intensitasnya
kepentingan strategis
kawasan
Tingkat kesejahteraan Sistem dan jaringan transportasi ruang
Arahan pemanfaatan
(PP No. 68/2010)
Prasarana dan sarana dasar Penggunaan lahan
Arahan pengendalian pemanfaatan ruang
Penggunaan lahan Alternatif fasilitas dan utilitas dan sumbernya
Kelembagaan dan pengembangan kapasitas
Konservasi dan kawasan lindung Alternatif program pembangunan dan kewilayahan
Pembiayaan
Alternatif pembangunan
tahapan pembangunan
Terima Kasih