Anda di halaman 1dari 61

RS Bhayangkara Sartika Asih

FK UKRIDA

ERITROPAPULOSKUAMOSA
DERMATOSIS

Chastine F. Pranata
11.2015.467
Golongan penyakit kulit dengan
efloresensi utama:
eritema, papula, skuama
Penyebab diketahui Penyebab tidak diketahui
• Dermatomikosis superfisial • Psoriasis vulgaris
• Lues/ Sifilis tipe II • Parapsoriasis
• Morbus Hansen • Pitiriasis rosea
• Dermatitis seboroik
• Eritroderma
• Lichen planus
• Pityriasis rubra pilaris
PSORIASIS
PSORIASIS
(PSORIASIS VULGARIS)

Penyakit yang penyebabnya autoimun, bersifat kronik dan


residif, ditandai dengan adanya bercak-bercak eritema
berbatas tegas dengan skuama yang kasar, berlapis-lapis
dan transparan; disertai fenomena tetes lilin, Auspitz, dan
Kobner
epidemiologi
USIA
• Early :
• Puncak  22 tahun (anak-anak  ± 8 tahun)
• Cenderung lebih parah dan bersifat jangka panjang
• Biasanya riwayat keluarga yang menderita psoriasis (+)

• Late : ± 55 tahun

SEX: pria = wanita


etiologi
FAKTOR GENETIK FAKTOR IMUNOLOGIS
• Bila orangtua psoriasis (-)  • Antigen yang sering
resiko 12% berhubungan dengan
psoriasis :
• Bila salah 1 orangtua (+) 
HLA-B13, -B17, -Bw57, dan –
resiko 34 – 39%
Cw6 (merupakan APC bagi
• Bila kedua orangtua (+)  sel T CD8+  terlibat secara
resiko 41% fungsional pada
patogenesis psoriasis)
patogenesis
• Proliferasi epidermis: pembentukan epidermis (turn
over time) lebih cepat, hanya 3 – 4 hari, sedangkan
pada kulit normal 27 hari  “penyakit autoimun”

• Pada lesi psoriasis :


• Terdapat sekitar 17 sitokin yang produksinya ber(+)
• Lesi matang  dermis penuh dgn sebukan sel T CD4
• Lesi baru  sel T CD8
faktor pencetus
• Stres psikis  pencetus utama
• Infeksi lokal  streptococcus
• Trauma (fenomena Kobner)
• Endokrin  puncak insidens : pubertas & menopause
• G3 metabolik  hipokalsemia, dialisis
• Obat-obatan  beta blocker, litium, antimalaria,
penghentian mendadak KS sistemik
• Alkohol
• Merokok
gejala klinis
• GATAL
• Kelainan kulit terdiri atas :
• Eritema sirkumskrip & merata

• Skuama berlapis2, kasar, dan berwarna


putih spt. Mika, serta transparan

• Besar kelainan bervariasi : lentikular,


numular atau plakat, dapat berkonfluensi
Fenomena tetesan lilin Fenomena auspitz Fenomena koebner
pemeriksaan penunjang
• Diagnosis umumnya klinis

• Histopatologi
• Epidermis: parakeratosis, akantosis, penipisan epidermis
di atas papila dermis, rete ridges memanjang, str
granulosum lenyap, mikroabses Munro
• Dermis: papila dermis melebar, infiltrat mononukleus,
vasodilatasi, hipervaskularisasi
Pustular
Psoriasis Pustulosa
• ↑ kemotaksis PMN

• Kausa: rebound steroid sistemik, obat, iritasi kulit, infeksi, sinar


matahari, idiopatik

• Generalisata (von • Akrodermatitis kontinua


Zumbusch) • Impetigo herpetiformis
• Palmoplantar
• Anular
PSORIASIS PUSTULOSA
GENERALISATA (VON ZUMBUSCH)
• Laboratorium • Histopatologi
• Leukositosis PMN, • Epidermis: parakeratosis,
limfopenia rete ridges memanjang
• ↑ LED • Dermis: infiltrat
• Globulin ↑, albumin  mononukleus, neutrofil

• Biakan pus negatif bermigrasi ke epidermis,


pustul Kogoj
Anular pustular psoriasis

Palmoplantar Pustulosis Acrodermatitis continua


Kelainan kuku (50%)
–Khas  pitting nail / nail pit ;
berupa lekukan-lekukan miliar
–Tdk khas :
• Kuku keruh, tebal
• Bagian distalnya terangkat krn
terdpt lap.tanduk di bwhnya
(hiperkeratosis subungual)
• Onikolisis
• Kelainan sendi (artritis
psoriatik)  10 – 15% kasus
–Bersifat poliartikular, sendi
interphalangs distal,
terbanyak usia 30 – 50 thn
–Sendi membesar, kemudian
terjadi ankilosis dan lesi kistik
subkorteks
psoriasis area and
severity index (PASI)

Score: (0), 1-9% (1), 10-29% (2), 30-49%


(3), 50-69% (4), 70-89% (5) or 90-100% (6).
diagnosa banding
• Dermatofitosis : gatal sekali, pd sediaan lsg ditemukan jamur
• Sifilis std.II (sifilis psoriasiformis) : riwayat sanggama tersangka
(coitus suspectus), pembesaran KGB menyeluruh, dan tes
serologik u/ sifilis (+)
• Dermatitis seboroik : skuamanya berminyak dan kekuning2an ;
predileksi : t4 yg seboroik
penatalaksanaan
• Sesuai usia, tipe penyakit, luas, letak lesi, riwayat
pengobatan, penyakit terkait
• Pertimbangkan kronisitas penyakit
• Hindarkan faktor pencetus

• Topikal: kortikosteroid, tar, antralin, kalsipotrien, tazaroten


• Fototerapi: UVB, PUVA
• Sistemik: Metotreksat, siklosporin, golongan retinoid, terapi
biologik
Sistemik

• Kortikosteroid : p.eritroderma & p.pustulosa generalisata

• Prednison dosis rendah 30-60mg/kgbb/hari

• Sitostatik : metotreksat 2,5-5mg/hari selama 14 hari

• DDS ( diaminodifenilsulfon) 2x100mg/hari

• Siklosporin A 1-4mg/kgBB/hari
Topikal
• Preparat ter : 2 – 5 % dapat dikombinasi dengan asam
aslisilat 3-5%, LCD 3%

• Kortikosteroid ( triamcinolone 0,1%, Hidrokortisone 1-2,5%)

• Ditranol ( antralin ), (salep) mencegah iritasi

• Penyinaran : PUVA, UVB

• Calcipotriol ( sintetik vit D )


prognosis
• Baik
• Bersifat residif
PARAPSORIASIS
PARAPSORIASIS
Penyakit kulit yang belum diketahui penyebabnya, pada
umunya tanpa keluhan, kelainan kulit terutama berupa
eritema dan skuama, perjalanannya kronik
Parapsoriasis gutata Parapsoriasis Parapsoriasis en
variegata plaques

papul miliar – lentikular, bentuknya seperti bercak eritoskuamosa,


eritema dan skuama, zebra; terdiri atas permukaan datar, bulat,
dapat hemoragik, skuama dan eritema atau lonjong, d 2,5cm
kadang berkonfluensi, yang bergaris – garis dengan sedikit skuama,
umumnya simetrik berwarna merah
jambu, coklat, atau
agak kuning

•badan, lengan, paha •badan, bahu, tungkai •badan & ektremitas


P. gutata P. variegata P. en plaques
histopatologi
• Parapsoriasis gutata
< infiltrat limfositik di sekitar pd superfisial, hiperplasia epidermal
yang ringan, dan < spongiosis setempat
• Parapsoriasis variegata
Epidermis tampak menipis disertai parakeratosis setempat, pada
dermis terdapat infiltrat menyerupai pita terutama terdiri dari
limfosit
• Parapsoriasis en plaques
Gambaran tidak khas, mirip dermatitis kronik
Diagnosa banding : Ptiriasis rosea, Psoriasis
Pengobatan :
•Penyinaran UV / KS topikal (psoriasis)

•Kalsiferol, preparat ter, obat antimalaria, derivat sulfon, obat


sitostatik, vit E

•Akut: eritromisin, tetrasiklin

Prognosis : Kronis dan residif, tidak ada obat pilihan dan


sebagian menjadi mikosis fungoides
Acute guttate parapsoriasis

Small plaque

Large plaque
DERMATITIS SEBOROIK
DERMATITIS SEBOROIK
Radang kulit  merah, berminyak, dan mengelupas
pada area badan dimana terdapat kelenjar
sebasea
Yeast  Pityrosporum ovale  diduga
pertumbuhan ragi  mengiritasi kelenjar sehingga
muncul kemerahan dan kulit mengelupas  belum
terbukti
epidemiologi

• Laki laki > wanita


• Sering pada orang tua
• Terdapat pada 85% penderita AIDS
tanda
&
gejala
tata laksana
tidak dapat disembuhkan namun dapat di kontrol
dengan higiene yang baik

• Frequent washing
• Sunlight inhibits the growth of the yeast;
• antifungal shampoos & topical steroids.
PITIRIASIS ROSEA
PITRIASIS ROSEA
Penyakit kulit yang belum diketahui penyebabnya,
dimulai degan sebuah lesi inisial berbentuk eritema
dan skuama halus
Kemudian disusul dengan lesi2 yg kecil di badan,
lenan, paha atas dan tersusun sesuai dengan
lipatan kulit dan biasanya menyembuh dalam 3-8
minggu
Epidemiologi
• Didapati pada semua umur, terutama usia 15-40th
• Wanita = pria

Etiologi
• Belum diketahui, kemungkinan virus
etologi
manifestasi klinik
• Gatal

• Herald patch (lesi ptama)  badan (soliter, oval, anular, D =


± 3cm, di tengah  hipopigmentasi)

• Ruam : eritema & skuama halus di pinggir

• Lesi berbentuk pohon cemara tbalik (4-10 hari setelah herald


patch); lokasi : badan, lengan atas proximal, & paha atas

• Urtikaria, vesikel, & papul  anak


Pityriasis rosea (initial Pityriasis rosea (rash)
Herald patch phase)
diagnosis banding
• Tinea korporis  eritema & skuama di pinggir dan anular
• Gatal # tlalu berat
• Skuama kasar
• Sediaan KOH (+)

• Tatalaksana: simptomatik (gatal  sedativa, obat topikal 


bedak asam salisilat yg dibubuhi mentol ½ -1 %)

• Prognosis : baik  sembuh spontan 3-8 minggu


ERITRODERMA
ERITRODERMA
(DERMATITIS EKSFOLIATIVA)
Kelainan kulit ditandai adanya eritema di hampir
seluruh tubuh, biasanya disertai skuama
patofisiologi
 Tergantung faktor penyebab yang menyebabkan
dilatasi kapiler  kehilangan panas & cairan
hipotermi & dehidrasi

 Terjadi peningkatan epidermal turn over, sehingga


terbentuk skuama berlebihan yang mengandung
protein, asam nukleat dan asam amino bebas.
gejala klinis
• Dimulai dengan eritem yang cepat meluas dalam waktu
beberapa hari, diikuti deskuamasi. Skuama : kecil & tipIs,
besar & kasar

• Skuama melekat pada 1 sisi kadang-kadang pada sentral

• Sering disertai infeksi sekunder

• Gatal-gatal

• Menggigil merupakan keluhan yang menetap


manifestasi klinis
• Alergi obat secara sistemik
- Anamnesis : riwayat minum obat/jamu.
- Alergi timbul secara akut (kurang lebih 10
hari).
- Berupa eritema universal tanpa skuama,
setelah sembuh baru timbul eritema.
• Perluasan penyakit kulit
Psoriasis :
- Karena penyakitnya sendiri atau pengobtan yang terlalu
kuat.
- Eritema yang tidak merata.(Eritema meninggi pada tempat
predileksi psoriasis)
Dermatitis Seboroika pada bayi (Leiner’s disease)
- Dermatitis seboroika yang meluas
- Etiologi belum diketahui dengan jelas
- Usia : >>> 4 – 20 minggu.
- KU penderita baik.
- Eritema universal disertai skuama kasar.
• Penyakit sistemik termasuk keganasan
- Digolongkan dalam CTCL (Cutaneous T-Cell Lymphoma)
- >>> pada manula.
- Eritema universal meah membara + skuama dan sangat gatal.
- Pada 1/3 penderita : splenomegali, limfadenopati
superfisial, alopesia, hiperpigmentasi, hiperkeratotik
palmoplantar, kuku distrofia.
- Laboratorium : Limfoma atipik disebut sel sezary
universal erythema, thickening of the skin
cutaneous T-cell
psoriasis drug induced lymphoma

heavy scaling. scalp and nail involvement. massive


scaling + maximal dilatation of skin capillaries  protein
loss + heat dissipation + high-output cardiac failure.

increased skin folds, universal redness, a fine brawny scaling

the degree of erythema and thickness is not uniform. brownish


hue. hair loss, massive involvement of palms & soles with diffuse
hyperkeratoses, cracks, & fissures. Generalized lymphadenopathy.
diagnosis &
diagnosis banding
DIAGNOSIS
Klinis ditemukan keradangan kulit yang eritematus
disertai deskuamasi hingga ≥ 90% luas permukaan
tubuh.

DIAGNOSIS BANDING
Dermatitis, Psoriasis vulgaris, Drug
Eruption,Limfoma/Leukemia,Pemfigus, Pityriasis
Rubra Pilaris,Likhen Planus, Dermatofitosis, Skabies
penyulit prognosis
 Hipotermi Eritroderma o.k alergi obat
 Dekompensasi kordis → prognosis > baik
 Kegagalan sirkulasi perifer
daripada o.k keganasan
 Tromboflebitis
 Infeksi sekunder pada kulit Sindrom sezary → prognosis
dan paru
buruk (infeksi / mikosis
fungiodea)
tatalaksana
 Perbaiki cairan tubuh
 Eliminasi faktor-faktor pencetus
 Kortikosteroid sistemik “tappering off”
 Antibiotika untuk mencegaf infeksi sekunder
 Antihistamin/antipruritus
 Topikal : emolient (oleum coccos, hidrokortison 1%)
 Diit tinggi protein