Anda di halaman 1dari 41

BENTUK KAJIAN ETIKA

Samsudi
1. Aspek Normatif

 Aspek normatif adalah mengacu pada norma


standar moral yang diharapkan dapat
mempengaruhi perilaku, kebijakan,
keputusan, karakter individual dan struktur
profesional.
 Dengan harapan perilaku, dengan segala
unsurnya tetap berpijak pada norma-norma
 baik norma kehidupan bersama maupun
norma moral yang diatur dalam profesi.
 Hal demikian itu bertujuan mancari sasaran dari tujuan
utama etika itu sendiri,
 yakni menemukan, menentukan, membatasi dan
membenarkan kewajiban, hak, cita-cita moral bagi
individu dan masyarakat,
 baik masyarakat pada umumnya maupun masyarakat
profesi.
 Apabila perilaku individu mengacu pada aspek normatif,
diharapkan pencapaian kebenaran dan kepentingan
bersama dapat dicapai.
 Bagi masyarakat profesi, aspek normatif memberi arah
dan pandangan yang jelas pada setiap anggotanya dalam
mematuhi nilai-nilai etis yang disepakati bersama dalam
wadah kode etik.
 Keseimbangan kepentingan masyarakat,
kepentingan organisasi dan pribadi akan dapat
dicapai secara proporsional.
 Dengan demikian pada aspek normatif sasaran
praktisnya adalah memberikan evaluasi berdasarkan
penalaran atas perilaku dan karakter individu,
 lebih berfungsinya organisasi profesi serta
menanggapi respons alternatif dalam menyelesaikan
masalah kongkrit yang ada dalam masyarakat.
2. Aspek Konseptual

 Kajian konseptual berusaha menjernihkan


konsep/ide dasar, prinsip-prinsip dan tipe-tipe
argumen yang digunakan dalam membahas isu-
isu moral dalam wadah etik.
 Kajian konseptual ini untuk mempertajam kode
etik dengan tetap menekankan pada kepentingan
masyarakat dan organisasi profesi itu sendiri.
 Aspek konseptual ini diharapkan dapat
mengembangkan nilai-nilai etis yang telah diatur
dalam kode etik oleh anggota profesi.
 Pengembangan ini tidak hanya mematuhi,
memahami dan melaksanakan standar-
standar etika profesi,
 namun juga berusaha menemukan dan
mewujudkan nilai-nilai moral yang ada dan
berkembang di dalam masyarakat.
3. Aspek Deskriptif

 Kajian deskriptif berkaitan dengan pengumpulan


fakta yang relevan dan spesifik untuk
memberikan gambaran tentang fakta yag
terkait dengan unsur-unsur normatif dan
konseptual.
 Aspek ini menginformasikan fakta yang
berkembang, baik di dalam masyarakat maupun
dalam organisasi profesi itu sendiri,
 sehingga penanganan aspek normatif dan
konseptual dapat direalisasikan.
Cara mengkaji etika

 Mempelajari etika pada didasarkan pada


evaluasi dari kemungkinan multi tafsir.
 Penafsiran harus didasarkan pada nilai-nilai
yang tekandung di dalam norma-norma dan
aturan-aturan yang berlaku dan dipatuhi oleh
masyarakat atau kelompok masyarakat.
 Oleh karena manusia menggunakan norma-
norma atau aturan-aturan sebagai pedoman
perilaku.
 Kemungkinan multi tafsir dapat dipahami dengan
cara :
 Etika dipelajari berdasarkan ketentuan dan
peraturan-peraturan yang harus diikuti atau
 apakah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
dapat diterapkan pada perilakunya;
 Etika dapat dipelajari dengan gambaran, termasuk
di dalamnya adalah persoalan luas tentang manusia.
 Misalnya : perbedaan kedudukan antara sistem
peraturan dan sistem nilai dalam kehidupan manusia
 serta bagaimana menghubungkan aspek lain dalam
hidupnya.
 Etika dapat dipelajari dengan suatu pengandaian.
 Misalnya : ingin mengangkat anak terlantar, maka
apa yang akan dilakukan ?
 Hal demikian dipengaruhi oleh lingkungan sosial
masyarakatnya,
 bagaimana faktor kebiasaan yang ada di dalam
masyarakat,
 tata cara yang diterapkan,
 hak dan kewajiban yang timbul akibat
pengangkatan itu, dsb.
Hubungan antara Etika dan Profesi
 Nilai lebih abstrak daripada norma (nilai
berada di belakang norma).
 Norma adalah anggapan-anggapan yang
memberi petunjuk bagaimana seseorang
harus berbuat atau tidak berbuat yang sedikit
atau banyak mengikat perbuatan seseorang
dalam masyarakat atau suatu kelompok
masyarakat.
 Jadi norma adalah petunjuk hidup untuk
berbuat atau tidak berbuat.
 Aspek nilai merupakan aspek dalam atau aspek batiniah
(kejiwaan) yang ada di balik/belakang norma.
 Sedangkan aspek norma merupakan aspek luar/lahiriah
yang nampak dan terwujud dalam aturan maupun
perumusan peraturan perundang-undangan.
 Dalam kerangka hubungan ini, norma mempunyai
kegunaan evaluatif atau normatif untuk menilai profesi,
profesional dan perilaku.
 Norma inilah yang membedakan antara norma pada
umumnya, yang diterapkan pada setiap orang; dengan
norma profesi.
 Sehingga etika profesi merupakan hal yang sangat
dominan dilihat dalam sistem norma.
 Etika memperhatikan dan
mempertimbangkan perilaku manusia dalam
pengambilan keputusan moral,
 mengarahkan dan menghubungkan
penggunaan akal budi individual dengan
obyektivitas
 untuk menentukan kebenaran atau kesalahan
perilaku seseorang terhadap orang lainnya.
 Seorang profesionalis dalam kaitannya
tanggungjawab sosial, memerlukan etika,
 yang dimana etika pengertiannya dibedakan
dengan moralitas.
 Karena moralitas adalah kseluruhan norma-
norma, nilai-nilai dan sikap moral
seseorang/masyarakat.
 Sedangkan etika adalah bagian dari filsafat atau
pemikiran kritis normatif tentang moralitas.
ETIKA PROFESI
 Etika profesi merupakan etika sosial dalam
etika khusus mempunyai tugas dan tanggung
jawab kepada ilmu dan profesi yang
disandangnya.
 Dalam hal ini para ilmuwan harus berorientasi
pada rasa sadar akan tanggung jawab profesi
dan tanggung jawab sebagai ilmuwan yang
melatar belakangi corak pemikiran ilmiah dan
sikap ilmiahnya.
 Etika profesi yang tertua adalah etika
kedokteran,
 yang merupakan prinsip-prisip moral atau
azas-azas ahlak yang harus diterapkan oleh
para dokter dalam hubungannya dengan
 pasien, teman sejawatnya dan masyarakat
pada umumnya.
 Berkaitan dengan kode etik pertama untuk profesi
dokter dikenal dengan sumpah Hippocrates sebagai
sumpah tertua.
 Hippocrates adalah filsuf Yunani kuno yang hidup pada
awal abad V SM, seorang dokter yang digelari sebagai
bapak Ilmu Kedokteran.
 Menurut ahli sejarah, belum tentu sumpah ini
merupakan buah pena Hippocrates sendiri,
 namun setidak-tidaknya berasal dari kalangan murid-
muridnya dan meneruskan semangat profesional yang
diwariskan dari dokter Yunani tersebut.
 Setiap manusia siapapun dan apapun
profesinya membutuhkan perenungan-
perenungan atas moralitas yang terkait
dengan profesinya.
 Renungan terhadap moralitas tersebut
merupakan pekerjaan etika.
 Norma moral yang secara khusus muncul
diantara mereka ang memiliki profesi khusus.
 Moral ini adalah moral keilmuan yang memiliki
ruang lingkup yang secara khusus, namun
tanggungjawab serta kewajiban moral itu
berlaku juga baginya.
 Hal ini diperlukan dalam menghadapi masa
depan yang semakin rumit dan sulit, yang
bahkan akan semakin besar manakala
 para ilmuwan tidak memiliki cita-cita masa
depan tentang peran manusia dan
kemanusiaannya.
 Sebaliknya jika mereka tetap siap, maka akan
menikmati hasil ilmu serta mampu menghindarkan
diri dari dampak negatif.
 Pentingnya memiliki moral dan ahlak bagi para
ilmuwan adalah moral Pancasila sebagai moral
bangsa dan ahlak sebagai moral religi atau atau
moral agama
 perlu mendampingi dan melekat bagi para pekerja
ilmu.
 Para ilmuwan sebagai orang yang profesional
dalam bidang keilmuan sudah barang tentu mereka
juga memiliki visi moral yaitu moral khusus sebagai
ilmuwan profesional.
PERAN ILMUWAN DALAM PROFESI
 Pada hampir semua negara sedang berkembang dewasa
ini timbul pertanyaan mendasar yang pada hakekatnya
mengenai kemerosotan etik dalam proses kehidupan
kemasyarakatan.
 Mulai timbul kecemasan akan tatanilai baru yang
berkembang didalam masyarakat, bahwa yang penting
adalah hasil akhir (out come) dan yang penting adalah
jumlah (quantum).
 Tentang cara (means) untuk mencapai hasil akhir tidaklah
penting, sehingga petimbangan kualitas, profesional dan
etika tidak lagi menjadi ukuran.
 Sepertinya hidup kembali semboyan: tujuan menghalalkan
cara atau the end justifies the means.
Standar Etika Profesi
 Etika profesi berbeda dengan ajaran moral
umum dan hukum;
 Menaruh perhatiannya pada cita-cita tertentu
serta praktik-praktik yang berkembang di luar
tanggung jawab dan hak-hak previlege (hak
istimewa) profesi seseorang.
 Profesi etika diterapkan pada kelompok-
kelompok fungsional tertentu yang merupakan
pernyataan usaha untuk menegaskan
situasinya, sehingga peran atau fungsi
kelompok-kelompok tersebut menjadi jelas.
Tujuan pokok standar etika profesi

 Standar etika menjelaskan dan menetapkan


tanggung jawab kepada klien, lembaga (institution)
dan masyarakat pada umumnya;
 Standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam
menentukan apa yang harus diperbuat apabila
menghadapi dilema etika dalam pekerjaannya;
 Standar etika membiarkan profesi menjaga
reputasi atau nama dan fungsi profesi dalam
masyarakat melawan kelakkuan yang jahat dari
anggota-anggota tertentu;
 Standar etika mencerminkan/ membayang
kan penghargaan moral dan komunitas.
 Dengan demikian standar etika menjamin
bahwa para anggota profesi akan mentaati
peraturan perundangang-undangan etika
profesi dalam pelayanannya;
 Standar etika merupakan dasar untuk
menjagfa perilakiu dan integritas atau
kejujuran dari tenaga ahli profesi sendiri.
Profesi

 Profesi adalah pekerjaan dengan keahlian khusus


sebagai mata pencahariannya;
 Suatu profesi dapat didefinisikan secara singkat sebagai
jabatan seseorang, kalau profesi tersebut tidak bersifat
komersial, mekanis, pertanian dsb.
 Profesi atau profession ialah suatu jenis pekerjaan yang
karena sifatnya menuntut pengetahuan yang tinggi,
khusus dan latihan istimewa.
 Professional job ialah suatu jenis tugas, pekerjaan atau
jabatan yang memerlukan standar kualifikasi keahlian
dan perilaku tertentu.
Pengertian profesi
 Melayani masyarakat, merupakan karier yang
akan dilaksanakan sepanjang hayat (tidak
berganti-ganti pekerjaan);
 Memerlukan bidang ilmu dan ketrampilan tertentu
di luar jangkauan khalayak umum (tidak semua
orang dapat melakukannya);
 Menggunakan hasil penelitian dan aplikasi dari
teori ke praktek (teori baru, dikembangkan dari
hasil penelitian);
 Memerlukan latihan yang khusus dengan waktu
yang lama;
 Terkendali berdasarkan lisensi baku dan atau mempunyai
persyaratan masuk (untuk menduduki) jabatan tertentu
dibutuhkan ijin atau persyaratan tertentu;
 Otonomi dalam membuat keputusan tentang ruang
lingkup kerja tertentu (tidak diatur oleh pihak luar);
 Menerima tanggung jawab terhadap keputusan yang
diambil dan unjuk kerja yang ditampilkan berhubungan
dengan layanan yang diberikan (langsung bertanggung
jawab terhadap apa yang diputuskan, tidak dipindahkan
ke atasan atau instansi yang lebih tinggi). Mempunyai
sekumpulan unjuk kerja yang baku,
 Mempunyai komitmen terhadap jabatan dan
klien; dengan penekanan terhadap layanan
yang akan diberikan.
 Menggunakan administrator untuk
memudahkan profesinya; relatif bebas dalam
supervisi dalam jabatan (misalnya dokter
memakai tenaga administrasi untuk rekam
medik, sementara tidak ada supervisi dari luar
terhadap pekerjaan dokternya;
 Mempunyai organisasi yang diatur oleh
anggota profesi sendiri;
 Mempunyai asosiasi profesi untuk
mengetahui dan mengakui keberhasilan
anggotanya;
 Mempunyai kode etik untuk menjelaskan hal-
hal yang meragukan atau menyangsikan
yang berhubungan dengan layanan yang
diberikan;
 Mempunyai kadar kepercayaan yang tinggi
dari publik dan kepercayaan diri setiap
anggotanya;
 Mempunyai status sosial dan ekonomi yang
tinggi (bila dibandingkan dengan jabatan
lainnya).
 Yang dimaksud pekerjaan profesi; profess berarti
menyatakan, mengakui
 Profesio berarti pengakuan tentang pekerjaan tertentu;
 Profesi adalah sebutan atau jabatan dimana orang yang
menyandangnya memiliki pengetahuan khusus yang
diperolehnya melalui minimal training atau pengalaman
lain atau bahkan diperoleh melalui keduanya,
 sehingga dapat membimbing atau memberi
nasehat/saran atau juga melayani orang lain dalam
bidangnya sendiri.
Ciri pekerjaan profesi
 M Yusuf Hanafiah dan Amri Amir :
 Mengikuti pendidikan sesuai standar nasional;
 Pekerjaannya berlandaskan etik profesi;
 Mengutamakan panggilan kemanusiaan
daripada keuntungan;
 Pekerjaannya legal melalui perizinan;
 Anggota-anggotanya belajar sepanjang hayat;
 Anggota-anggotanya bergabung dalam suatu
profesi.
 Frans Magnis Suseno :
 Profesi dibedakan dalam 2 (dua) jenis :
 A. Profesi pada umumnya; dan
 B. Profesi luhur.
 Profesi pada umumnya (A), paling tidak ada 2
(dua) prinsip yang wajib ditegakkan, yaitu :
 1. prinsip agar menjalankan profesinya secara
bertanggung jawab; dan
 2. hormat terhadap hak-hak orang lain.
 Pengertian bertanggung jawab : menyangkut
pekerjaan maupun hasilnya.
 Dalam arti dalam menjalankan pekerjaan
dengan sebaik mungkin dengan hasil yang
berkualitas.
 Selain itu, dituntut agar dampak pekerjaan
yang dilakukan tidak merusak lingkungan
hidup, artinya menghormati orang lain.
 Dalam profesi luhur atau officium nobile,
motivasi utamanya bukan untuk memperoleh
nafkah dari pekerjaan yang dilakukannya;
 Disamping itu terdapat 2 (dua) prinsip
penting, yaitu :
 1. mendahulukan kepentingan orang yang
dibantu; dan
 2. mengabdi pada tuntutan luhur profesi.
 Untuk melaksanakan profesi luhur, dituntut
moralitas tinggi dari pelakunya.
 3 (tiga) ciri moralitas yang tinggi :
 1. berani berbuat dengan bertekat untuk
bertindak sesuai dengan tuntutan profesi;
 2. sadar akan kewajibannya;
 3. memiliki idealisme yang tinggi.
 Unsur profesionalisme :
 1. suatu pekerjaan yang memerlukan
keahlian;
 2. untuk itu perlu mendapatkan latihan
khusus;
 3. memperoleh penghasilan daripadanya.
 Suatu lapangan pekerjaan dapat dikategorikan
sebagai profesi , memerlukan:
 1. pengetahuan profesi;
 2.penerapan keahlian atau competence of
application;
 3. tanggungjawab sosial atau social responsibility
 4. self control;
 5. pengakuan oleh masyarakat atau social
sanction.
 Brandeis
 Sebagai profesi, suatu pekerjaan harus mencerminkan
dukungan yang berupa :
 1. pengetahuan atau intellectual;
 2. diabdikan untuk kepentingan orang lain;
 3. keberhasilan tersebut bukan didasarkan pada
keuntungan financial, namun oleh pengakuan
masyarakat;
 4. didukung oleh adanya organisasi (assosiation) profesi;
dan organisasi tersebut menentukan berbagai
ketentuan yang merupakan kode etik, serta
bertanggungjawab dalam memajukan dan penyebaran
profesi ybs;
 5. ditentukan adanya standar kualifikasi profesi.
Pengetahuan
 Maksudnya bukan hanya pengetahuan yang
didasarkan pada pengalaman manusia,
 namun juga ilmu pengetahuan yang diatur
secara sistematis yang sedemikian rupa yang
substansinya dapat dipertanggungjawabkan.
Pengabdian pada masyarakat

 Secara ideal seorang profesional tetap


mengutamakan dan meningkatkan kualitas
keahliannya agar profesinya semakin
dihargai,
 dan memperoleh penghasilan yang
mencukupi,
 Namun disisi lain juga disediakan ruang,
waktu, tempat dan nuraninya untuk
menolong sesama yang memerlukan
pertolongan sebagai penyandang profesi.