0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
145 tayangan8 halaman

Re-desain Pelabuhan Murhum Bau-Bau

Re-desain Pelabuhan Murhum kota Bau-bau akan menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernakular dan bertujuan untuk memenuhi kriteria terminal pelabuhan yang layak digunakan pengunjung dengan mempertimbangkan budaya lokal.

Diunggah oleh

febi rachmawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
145 tayangan8 halaman

Re-desain Pelabuhan Murhum Bau-Bau

Re-desain Pelabuhan Murhum kota Bau-bau akan menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernakular dan bertujuan untuk memenuhi kriteria terminal pelabuhan yang layak digunakan pengunjung dengan mempertimbangkan budaya lokal.

Diunggah oleh

febi rachmawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Re-desain Pelabuhan Murhum kota

Bau-bau dengan pendekatan Neo-


Vernakular
Febi rachmawati
60100115059
Latar belakang
Pengertian pelabuhan
• Menurut undang-undang No.17 tahun
2008 yang dimaksud dengan PELABUHAN
ialah terdiri dari daratan dan perairan
yang memiliki batas-batas tertentu dan
sebagai tempat kegiatan pemerintah dan
kegiatan pengusahaan yang dipergunakan
sebagai tempat kapal bersandar, naik
turun penumpang, dan atau tempat
bongkar muat barang, berupa terminal
dan tempat berlabuh kapal dan memiliki
fasilitas keselamatan dan keamanan
pelayaran dan kegiatan penunjang
pelabuhan dan sebagai tempat
pemindahan intra dan antarmoda
transportasi.
Letak kota Buton
Secara geografis kota Bau-bau terletak di bagian
selatan garis khatulistiwa di antara 5.21° – 5.33°
Lintang Selatan dan di antara 122.30° – 122.47° Bujur
Timur. Kota Baubau berada di Pulau Buton yang
terletak di sebelah tenggara jazirah Pulau Sulawesi.
Pulau ini diapit oleh lautan, yaitu Laut Banda di
sebelah utara dan timur, kemudian Laut Flores di
sebelah selatannya, sedangkan di sebelah barat
terdapat Selat Buton dan Teluk Bone. Dari sisi letak
secara nasional, Kota Baubau merupakan kota yang
memiliki letak strategis. Kota Baubau adalah daerah
penghubung (connecting area) antara Kawasan Barat
Indonesia (KBI) dengan Kawasan Timur Indonesia
(KTI).
Letak kota Buton
Dalam rangka desentralisasi wewenang (otonomi
daerah), maka pembangunan Kota Baubau berbasis
kepulauan untuk membangun masa depan dengan
memanfaatkan nilai strategis Kota Baubau yang
terletak pada Kawasan Wallacea dan pusat segitiga
karang dunia (coral triangle). Posisi geografis yang
stategis ini juga menjadikan Baubau memiliki
peranan penting dalam jalur pelayaran nasional.
Pelabuhan Murhum Bau-bau merupakan pintu
gerbang utama ke kota Bau-bau melalui transportasi
laut sehingga menjadikan pelabuhan Murhum
menjadi salah satu penggerak otonomi daerah.
Kekurangan pelabuhan
Murhum Buton
kondisi fasilitas terminal penumpang di pelabuhan
Murhum saat ini masih belum memadai, karena tidak
terdapatnya terminal kedatangan dan keberangkatan
untuk penumpang kapal pelayaran lokal. Sehingga
tidak memiliki sirkulasi yang jelas antara penumpang
pelayaran lokal dan nasional. Susunan ruang yang
tidak terorganisir dengan baik, ruang-ruang terminal
pada pelabuhan tersebut tidak disusun berdasarkan
fungsi dan sifatnya, sehingga tidak adanya
pengelompokan antara ruang-ruang publik, semi-
publik, privat, dan servis. Dari permasalahan tersebut
maka perlu dilakukan re-desain pada terminal
pelabuhan Murhum Bau-bau.
Tema pendekatan desain
Re-desain Pelabuhan Murhum kota Bau-bau akan
menggunakan tema arsitektur neo-vernakular.
Arsitektur Neo-Vernacular merupakan suatu
paham dari aliran Arsitektur Post-Modern yang
lahir sebagai respon dan kritik atas modernisme
yang mengutamakan nilai rasionalisme dan
fungsionalisme yang dipengaruhi perkembangan
teknologi industri. Arsitektur Neo-Vernacular
merupakan arsitektur yang konsepnya pada
prinsipnya mempertimbangkan kaidah-kaidah
normative, kosmologis, peran serta budaya lokal
dalam kehidupan masyarakat serta keselarasan
antara bangunan, alam,dan lingkungan.
Tujuan re-desain pelabuhan
Murhum Buton
Dengan demikian re-desain
terminal pelabuhan Murhum kota
Bau-bau akan memenuhi kriteria-
kriteria yang meliputi : re-desain
pelabuhan Murhum diharapkan
layak digunakan pengunjung dan
akan menggunakan prinsip-prinsip
arsitektur Neo-Vernakular.

Anda mungkin juga menyukai