Anda di halaman 1dari 31

CHRONIC KIDNEY DISEASE

AYA SOFIA
AYU TIFANI
ERYANDA AULIA SIREGAR
IDENTITAS
 Nama : Faddhillah
 Umur : 31 tahun
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Status Perkawinan : Belum Menikah
 Agama : Islam
 Pekerjaan : Supir Truk
 Alamat : Idi
 Suku : Aceh
 Tanggal Masuk : 3 Juni 2014, pukul :
18.30 WIB
ANAMNESA
Keluhan utama : Sesak nafas
Telaah :
 Sesak nafas, dirasakan sejak 1 hari yang lalu SMRS.
 Durasi ± 1 jam lamanya.
 Sesak timbul ketika beraktifitas dan menghilang ketika istirahat, saat
makan terlalu banyak.
 Sesak tidak dipengaruhi cuaca dan debu.
 Perut tegang dan penuh dengan air sejak ± 7 bulan yang lalu.
 BAB kurang lancar,
 Sulit berkemih, urin sedikit, dan sakit saat mengedan
 Nyeri pinggang
 Memiliki riwayat cuci darah dan transfusi darah sejak 7 bulan yang lalu
 Berat badan menurun
 Lemas
 Pucat
 Riwayat penyakit terdahulu : Hepatitis C dan hipertensi
 Riwayat penyakit keluarga : Ibu os meninggal karena
stroke
 Riwayat pemakaian obat : Tidak ada
 Riwayat pekerjaan, sosial, : Os dulu bekerja sebagai
ekonomi dan kebiasaan supir lintas. Os tinggal di
daerah pedalaman dan
mempunyai kebiasaan
minum minuman kaleng
(kratindaeng)
ANAMNESA ORGAN

 Jantung : tidak ada kelainan


 Tulang : tidak ada kelainan
 Sirkulasi : tidak ada kelainan
 Otot : ada kelainan
 Saluran Pernafasan : ada kelainan
 Darah : tidak ada kelainan
 Ginjal dan Saluran kencing : ada kelainan
 Endokrin : tidak ada kelainan
 Saluran Cerna : ada kelainan
 Genitalia : tidak ada kelainan
 Hati dan Saluran Empedu : tidak ada kelainan
 Panca Indra : tidak ada kelainan
 Sendi : tidak ada kelainan
 Psikis : tidak ada kelainan
STATUS PRESENTS
KEADAAN UMUM
 Sensorium : Compos mentis
 Tekanan Darah : 160/110 mmHg

 Temperatur : 36,6˚C

 Pernafasan : 28x/m

 Nadi : 80 x/m

KEADAAN PENYAKIT
 Anemia : (+/+) Edema : (-)
 Ikterus : (-/-) Eritema : (-)
 Sianosis : (-) Turgor : normal
 Dispnoe : (+) Sikap Tidur paksa : (+)
KEADAAN GIZI

 BB : 55 kg
 TB : 168 cm
 RBW : (55/168 - 100 ) x 100 % = (80.88%)
 Gizi kurang
PEMERIKSAAN FISIK
A. Kepala B. Leher
Inspeksi Inspeksi
 Rambut : Tidak ada kelainan Kelenjar tyroid : Tidak membesar
 Wajah : Tidak ada kelainan Kelenjar limfe : Tidak membesar
 Alis mata : Tidak ada kelainan Posisi trakea : Medial
 Bulu mata : Tidak ada kelainan Sakit/nyeri tekan : Tidak ada
 Mata : Tidak ada kelainan TVJ : Tidak meningkat
 Hidung : Tidak ada kelainan
 Bibir : Tidak ada kelainan
 Lidah : Tidak ada kelainan
 Gigi : Normal
C. Thorax
Thorax depan Thorax belakang
Inspeksi Inspeksi
 Bentuk : fusiformis Bentuk : fusiformis
 Ketinggalan bernafas : (-) Ketinggalan bernafas : (-)
 Venektasi : (-) Venektasi : (-)

Palpasi Palpasi
 Paru depan : Paru belakang :
 Nyeri tekan : (-) Nyeri tekan : (-)
 Fremitus : kanan = kiri Fremitus : kanan = kiri

Perkusi
 Suara paru : Sonor pada paru kanan dan
paru kiri
 Relatif : ICS V dextra
 Absolut : ICS VI dextra

Auskultasi
 Suara pernafasan : Vesikuler (+)
 Suara tambahan : Ronkhi (-), Wheezing (-)
D. Jantung
 Ictus cordis : Teraba pada ICS V linea
midclavicular sinistra 1 jari ke
lateral
 Batas jantung atas : ICS II linea parasternalis sinistra
 Batas jantung kiri : ICS V medial linea midclavicularis
sinistra
 Batas jantung kanan : linea parasternalis dextra

Auskultasi
 Suara katup :
 M1 > M2 A2 > A1
 P2 > P1 A2 > P2
E. Abdomen
Inspeksi Palpasi
 Bengkak : (+) Hepar : Tidak teraba
 Venektasi : (-) Lien : Tidak teraba

 Perkusi Auskultasi
 Nyeri ketok : (-) Peristaltik Usus : (+)

F. Genitalia
Inspeksi
 Luka : (-)
 Nanah : (-)

G. Ekstremitas
1. Extremitas atas
Inspeksi Palpasi
 Edema : (-) Arteri radialis : teraba
 Merah : (-) Gangguan fungsi motorik : (-)
Gangguan Fungsi motorik : (-)

2. Extremitas bawah
Inspeksi Palpasi
 Edema : (-) Arteri Dorsalis Pedis : teraba
 Pucat : (-) Arteri Tibialis Posterior : teraba
 Rumple leed test: (-)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan Hematologi Hasil Normal


Hemoglobin 8,0 gr% Males 14-18
Leukosit 10.300 mm³ 5.000-10.000
Hematokrit 13,1% Males 40-50
Trombosit 215.000 150.000-350.000
Pemeriksaan urin Hasil Normal
Ureum 227 mg/dl 15-40mg/dl
Kreatinin 22,1 mg/dl 0,5-1,5
Nilai LFG
LFG (ml/menit/1,73m²) =

=
= 3,76 ml/mn/1,73m2
Diagnosis Banding  Kalium dibatasi (40-70 m€q) hindari
1. Chronic Kidney Disease (CKD) Stage V buah dan sayur
e.c Hipertensi Essensial stage II  Retruksi cairan = jumlah urin sehari + IWL
2. Gagal Ginjal Akut = 100 + 500
3. Sindroma Nefrotik = 600 ml
 Bisa diberikan asam amino esensial
Diagnosis Klinis murni (kidmin)
Chronic Kidney Disease (CKD) Stage V  Kebutuhan kalori = 35 kal/kgBB

Penatalaksanaan Anjuran
 Pemeriksaan darah dan urin rutin
Farmakologis :
 Pemeriksaan ureum/kreatinin
 Cefotaxime 1gr/hari
 Pemeriksaan KGDS
 Furosemid 1A/6jam
 Captopril 25mg 3x1
 Paracetamol 500mg 3x1
 Indikasi HD : LFG 3,76 ml/mn/1,73m2

Nonfarmakologis :
 Bed Rest
 Diet rendah protein
 Natrium dibatasi (1-3g/hari)
PERKEMBANGAN SELAMA RAWAT INAP
Tanggal S O A P
03-06-2014 - Sesak nafas -TD : 160/110 mmHg CKD stage V -Cefotaxime 1g/hari
- Lemas -HR : 80x/mnt ec Hipertensi -Bignat 500mg 3x1
- Perut -RR : 28x/mnt grade II -Asam folat 3x1
membesar -T : 36,6°C -Amoxiclap
- BAK(+) -Anemis (+/+) -Concor 2,5mg 2x1
- BAB(+) -Asites (+) -Lasix

04-06-14 - Sesak nafas -TD : 140/90 mmHg CKD stage V -Ringer Laktat 20 gtt/i
- Lemas -HR : 80x/mnt ec -Cefotaxime 1g/hari
- Perut terasa -RR : 24x/mnt Hipertensi -Bicnat 500mg 3x1
penuh -T : 36,5°C -Asam folat 3x1
Essensial
- Sulit BAK(+) -Conjungtiva Anemis -Amoxiclav 2x1
- Sulit BAB(+) (+/+) Grade II -Concor 2,5mg 2x1
-Asites (+) -Lasix 40mg 1x1
-Pungsi Asites 3 botol
aqua besar, ±4,5 L
PERKEMBANGAN SELAMA RAWAT INAP
Tanggal S O A P
05-06-2014 - Sesak nafas -TD : 130/90 mmHg CKD stage V -Cefotaxime 1g/hari
- Perut terasa -HR : 76x/mnt ec Hipertensi -Bicnat 500mg 3x1
penuh -RR : 20x/mnt Essensial -Asam folat 3x1
- Sulit BAK(+) -T : 36,5°C Grade II -Amoxiclav 2x1
- Sulit BAB(+) -Conjungtiva Anemis -Concor 2,5mg 2x1
- BB (+/+) -Lasix 40mg 1x1
-Asites (+)
CHRONIC KIDNEY DISEASE

Chronic Kidney Disease (penyakit ginjal kronik)


adalah suatu proses patofisiologis dengan
etiologi yang beragam, mengakibatkan
penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan
pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal
Kriteria penyakit ginjal kronik, antara lain :
1.Kerusakan ginjal (renal damage) yang terjadi
lebih dari 3 bulan
2.Laju filtrasi glomerulus (LFG) kurang dari
60ml/menit/1,73m² selama 3 bulan, dengan
atau tanpa kerusakan ginjal.
KLASIFIKASI
LFG (ml/menit/1,73m²) = *)

*) pada perempuan dikalikan 0,85


Klasifikasi Penyakit Ginjal Kronik Atas Dasar Derajat Penyakit
Derajat Penjelasan LFG (ml/menit/1,73m2)
1 Kerusakan ginjal dengan LFG normal atau
2 Kerusakan ginjal dengan LFG ringan
3 Kerusakan ginjal dengan LFG sedang
4 Kerusakan ginjal dengan LFG berat
5 Gagal ginjal
EPIDEMIOLOGI
Klasifikasi Penyakit Ginjal Kronik Atas Dasar Diagnosis Etiologi
Penyakit Tipe mayor (contoh)
Penyakit ginjal diabetes Diabetes tipe 1 dan 2
Penyakit ginjal non diabetes Penyakit glomerular (penyakit autoimun, infeksi
sistemik, obat, neoplasia)

Penyakit vascular (penyakit pembuluh darah


besar, hipertensi, mikroangiopati)

Penyakit tubulointertisial (pielonefritis kronik,


batu, obstruksi, keracunan obat)

Penyakit kistik (ginjal polikistik)

Penyakit pada transplantasi Rejeksi kronik

Keracunan obat (siklosporin/takrolimus)

Penyakit recurrent (glomerular)

Transplant glomerulopathy
PATOFISIOLOGI
GAMBARAN KLINIK

 Sesuai dengan penyakit yang mendasari


 Sindrom uremia

 Gejala komplikasinya antara lain, hipertensi,


anemia, osteodistrofi renal, payah jantung,
asidosis metabolik, gangguan keseimbangan
elektrolit (sodium, kalium, khlorida).
GAMBARAN LABORATORIUM
 Sesuai dengan penyakit yang mendasarinya.
 Penurunan fungsi ginjal berupa peningkatan kadar
ureum dan kreatinin serum, dan penurunan LFG
yang dihitung mempergunakan rumus Kockcroft-
Gault.
 Penurunan kadar hemoglobin, peningkatan kadar
asam urat, hiper atau hipokalemia, hiponatremia,
hiper atau hipoklroremia, hiperfosfatemia,
hipokalsemia, asidosis metabolic.
 Kelainan urinalisis meliputi, proteiuria, hematuri,
leukosuria, cast, isostenuria.
GAMBARAN RADIOLOGI

 Foto polos abdomen


 Pielografi antegrad atau retrograde dilakukan
sesuai indikasi.
 Ultrasonografi ginjal atau batu ginjal, kista,
massa, kalsifikasi.
 Pemeriksaan pemindaian ginjal atau renografi
dikerjakan apabila ada indikasi.
PENATALAKSANAAN
Derajat LFG (ml/mnt/1,73m²) Rencana tatalaksana

1 ≥90 -terapi penyakit dasar,


kondisi komorbid,
evaluasi pemburukan
(progression), fungsi
ginjal, memeperkecil
resiko kardiovaskular.
2 60-89 -menghambat
pemburukan
(progression) ginjal
3 30-59 -evaluasi dan terapi
komplikasi
4 15-29 -persiapan untuk terapi
pengganti ginjal
5 <15 -terapi pengganti ginjal
TERAPI FARMAKOLOGIS
1. Kontrol tekanan darah
 Penghambat EKA atau antagonis reseptor Angiotensin II
 Penghambat kalsium
 Diuretik
 Pada pasien DM, kontrol gula darah → Koreksi anemia dengan
target Hb 10-12 g/dl
 Kontrol hiperfosfatemia: polimer kationik (Renagel), Kalsitrol
 Koreksi asidosis metabolik dengan target HCO3 20-22 mEq/l
 Koreksi hiperkalemia
 Kontrol dislipidemia dengan target LDL,100 mg/dl dianjurkan
golongan statin
 Terapi ginjal pengganti.
TERAPI NON FARMAKOLOGIS
Pengaturan asupan protein
Pembatasan Asupan Protein pada Penyakit GGK
LFG ml/menit Asupan protein g/kg/hari Fosfat g/kg/hari

>60 tidak dianjurkan Tidak dibatasi


25-60 0,6-0,8/kg/hari ≤ 10 g
5-25 0,6-0,8/kg/hari atau tambahan ≤ 10 g
0,3 g asam amino esensial atau
asam keton
<60 (sindrom 0,8/kg/hari (=1 gr protein /g ≤9g
nefrotik) proteinuria atau 0,3 g/kg
tambahan asam amino esensial
atau asam keton. (sindrom
nefrotik)
 Pengaturan asupan kalori: 35 kal/kgBB ideal/hari
 Pengaturan asupan lemak: 30-40% dari kalori total dan mengandung
jumlah yang sama antara asam lemak bebas jenuh dan tidak jenuh
 Pengaturan asupan karbohidrat: 50-60% dari kalori total
 Garam (NaCl): 2-3 gram/hari
 Kalium: 40-70 mEq/kgBB/hari
 Fosfor:5-10 mg/kgBB/hari. Pasien HD :17 mg/hari
 Kalsium: 1400-1600 mg/hari
 Besi: 10-18mg/hari
 Magnesium: 200-300 mg/hari
 Asam folat pasien HD: 5mg
 Restriksi cairan = jumlah urin sehari + IWL (Insensible Water Loss)
KOMPLIKASI
Derajat Penjelasan LFG (≥90 Komplikasi
ml/mnt)

1 Kerusakan ginjal dengan ≥ 90 -


LFG normal
2 Kerusakan ginjal dengan 60-89 -Tekanan darah mulai
penurunan LFG ringan
3 Penurunan LFG sedang 30-59 -hiperfosfatemia
-hipokalsemia
-anemia
-hiperparatiroid
-hipertensi
-hiperhomosistinemia
4 Penurunan LFG berat 15-29 -malnutrisi
-asidosis metabolic
-cenderung hiperkalemia
-dislipidemia
5 Gagal ginjal < 15 -gagal jantung
-uremia
PEMBAHASAN
Teori Kasus
1. Gambaran klinis pasien penyakit ginjal kronik 1.Gambaran klinis yang dijumpai pada kasus
meliputi: ini,,antara lain :
a) Sesak nafas
a) Sesuai dengan penyakit yang mendasari seperti
b) Tidur terganggu
diabetes mellitus, infeksi traktus urinarius, batu
c) Sakit kepala
traktus urinarius, hipertensi, hiperurikemi, lupus
d) Nyeri pinggang
eritomatosus sistemik (LES), dan lain sebainya.
e) Nyeri saat berkemih
b) Sindrom uremia, yang terdiri dari lemah, letargi,
f) BAK tidak puas, seperti tertahan
anoreksia, mual muntah, nokturia, kelebihan
g) Kadang-kadang urin disertai darah
volume cairan (volume overload), neuropati
h) Berat badan menurun
perifer, pruritus, uremic frost, perikarditis, kejang-
kejang sampai koma. 2.LFG (ml/menit/1,73m²) =
c) Gejala komplikasinya antara lain, hipertensi,
anemia, osteodistrofi renal, payah jantung, asidosis
metabolik, gangguan keseimbangan elektrolit =
(sodium, kalium, khlorida).
= 3,76 ml/mn/1,73m2
2. Klasifikasi Penyakit Ginjal Kronik atas Dasar Derajat
Penyakit (CKD Stage V)
Derajat I : ≥90 mg/dl (LFG normal atau )
Derajat II : 60-89 mg/dl (LFG ringan)
Derajat III : 30-59 mg/dl (LFG sedang)
Derajat IV :15-29 mg/dl (LFG berat)
Derajat V : <15 mg/dl (gagal ginjal)
3. Gambaran laboratorium penyakit ginjal 3.Hb : 8 gr% (N : 14-18gr%)
kronik meliputi : Leukosit : 10.300 mm3 (N: 5.000-
a) a. Sesuai dengan penyakit yang 10.000)
mendasarinya. Ht : 13,1% (N : 40-50%)
b) b. Penurunan fungsi ginjal berupa Trombosit : 215.000 UIx103 (N:150.000-
peningkatan kadar ureum dan 350.000 UIx103)
kreatinin serum, dan penurunan LFG
yang dihitung mempergunakan rumus Ureum : 227 mg/dl (N:15-40 mg/dl)
Kockcroft-Gault. Kreatinin : 22,1 mg/dl (N:0,5-1,5 mg/dl)
c) c. Kelainan biokimiawi darah meliputi
penurunan kadar hemoglobin,
peningkatan kadar asam urat, hiper
atau hipokalemia, hiponatremia, hiper
atau hipoklroremia, hiperfosfatemia,
hipokalsemia, asidosis metabolik
d) d. Kelainan urinalisis meliputi,
proteiuria, hematuri, leukosuria,
isostenuria.
TERIMA KASIH