Anda di halaman 1dari 36

ANALISIS SAMBUNGAN

PAKU
- Alat sambung paku masih dijumpai pada
struktur atap, dinding, atau pada struktur
rangka rumah.
- Tebal kayu yang disambung biasanya tidak
terlalu tebal berkisar antara 2 cm sampai
dengan 4 cm
Jenis paku:
- Paku bulat
- Paku ulir

Paku bulat merupakan jenis paku yang lebih mudah


diperoleh daripada paku ulir
Paku ulir (deformed nail) memiliki koefisien gesekan
yang lebih besar daripada paku bulat sehingga
tahanan cabutnya lebih tinggi
Tahanan lateral sambungan dengan alat sambung
paku dihitung berdasarkan ketentuan-ketentuan
yang ada pada SNI-5 Tata Cara Perencanaan
Konstruksi Kayu (2002)
Tahanan Lateral Acuan
Tahanan lateral acuan dari suatu alat sambung
paku baja satu irisan yang:

- dibebani secara tegak lurus terhadap sumbu alat


pengencang
- dipasang tegak lurus sumbu komponen struktur
Diambil sebagai nilai terkecil dari nilai-nilai yang
dihitung menggunakan semua persamaan pada
Tabel 7 dan dikalikan dengan jumlah alat
pengencang
Untuk sambungan dua irisan, tahanan lateral
acuan diambil sebesar dua kali tahanan lateral
acuan satu irisan yang terkecil
Tabel 7. Tahanan lateral acuan satu paku (z) pada
sambungan dengan satu irisan
Dengan:
p = kedalaman penetrasi efektif batang alat
pengencang pada komponen pemegang
Kd = 2,2 : untuk D ≤ 4,3 mm
= 0,38D + 0,56 : untuk 4,3 ≤ D ≤ 6,4 (mm)
= 3,0 : untuk D ≥ 6,4 mm
Re = Fem / Fes
Fe = kuat tumpu kayu
= 114,45G1,84 (N/mm2) dimana G adalah berat
jenis kayu kering oven
Fyb = kuat lentur paku
Tabel 8. Nilai kuat tumpu kayu untuk berbagai nilai
berat jenis kayu

Berat jenis kayu (G)

0,40 0,45 0,50 0,55 0,60 0,65 0,70

Fe 21,21 26,35 31,98 38,11 44,73 51,83 59,40


(N/mm2)

Catatan:
Semakin besar nilai berat jenis suatu kayu, maka
semakin besar nilai kuat tumpunya
- Umumnya alat sambung paku digunakan pada
kayu dengan berat jenis tidak tinggi mengingat
mudahnya paku untuk tekuk (buckling)
- Salah satu penyebab tekuk pada paku adalah
tingginya nilai banding antara panjang dan
diameter paku (angka kelangsingan paku)
sebagai ciri khas alat sambung paku
- Nilai kuat lentur paku dapat diperoleh dari
supplier
Kuat lentur paku untuk berbagai diameter
paku bulat
Berbagai ukuran diameter dan panjang paku
Geometri sambungan paku
Spasi dalam satu baris (a): Pada semua arah garis kerja
beban lateral terhadap arah serat kayu, spasi minimum
antar alat pengencang dalam satu baris diambil sebesar
10D bila digunakan plat sisi dari kayu dan minimal 7D
untuk plat sisi dari baja
Spasi antar baris (b): Pada semua arah garis kerja beban
lateral terhadap arah serat kayu, spasi minimum antar
baris adalah 5D
Jarak ujung (c): Jarak minimum dari ujung komponen struktur ke
pusat alat pengencang terdekat diambil sebagai berikut:
- Untuk beban tarik lateral
15 D untuk pelat sisi dari kayu
10 D untuk pelat sisi dari baja
- Untuk beban tekan lateral
10 D untuk pelat sisi dari kayu
5 D untuk pelat sisi dari baja
Jarak tepi (jarak tepi dengan beban,d, dan jarak tepi tanpa
beban,e): Jarak minimum dari tepi komponen struktur ke pusat alat
pengencang terdekat diambil sebesar:
- 5D pada tepi yang tanpa dibebani
- 10D pada tepi yang dibebani
FAKTOR KOREKSI SAMBUNGAN PAKU

1. Kedalaman penetrasi (Cd)

Tahanan lateral acuan dikalikan dengan


faktor kedalaman penetrasi (p),
sebagai berikut:
Untuk: p ≥ 12 D maka Cd = 1,00
6D ≤ p ≤ 12 D
maka Cd = p/12D
p≤6D maka Cd = 0,00

a. Sambungan paku 2 irisan


b. Sambungan paku 1 irisan
FAKTOR KOREKSI SAMBUNGAN PAKU

2. Serat ujung (Ceg)

Tahanan lateral acuan dikalikan dengan


faktor serat ujung, Ceg = 0.67, untuk
alat pengencang yang ditanamkan ke
dalam serat ujung kayu.

Sambungan paku pada serat


ujung kayu
FAKTOR KOREKSI SAMBUNGAN PAKU

3. Sambungan paku miring (Ctn)

Untuk kondisi tertentu, penempatan paku pada kayu harus


dilakukan secara miring (tidak tegak lurus). Pada
sambungan seperti ini, tahanan lateral acuan harus dikalikan
dengan faktor paku miring, Ctn, sebesar 0,83
FAKTOR KOREKSI SAMBUNGAN PAKU

4. Sambungan diafragma (Cdi)


Faktor koreksi ini hanya berlaku untuk sambungan rangka
kayu dengan plywood seperti pada struktur diafragma atau
shear wall (dinding geser). Nilai faktor koreksi ini umumnya
lebih besar daripada 1,00
CONTOH 1
Rencanakan sambungan perpanjangan seperti gambar di
bawah ini dengan menggunakan alat sambung paku. Kayu
penyusun sambungan memiliki berat jenis 0,5. Asumsikan
nilai sebesar λ 0,8.

Penyelesaian :
Dicoba paku 4”BWG8 (diameter 4,2mm dan panjang 102 mm)
Menghitung tahanan lateral acuan satu paku (Z)

Diameter paku (D) = 4,2 mm


Kuat lentur paku (Fyb) = 620 N/mm2
Kayu samping dan kayu utama dianggap memiliki berat
jenis yang sama yaitu 0,5, maka Fes = Fem = 31,98
N/mm2 dan Re = 1,00
Tebal kay samping (ts) = 25 mm
Penetrasi pada komponen pemegang (p) = 102 – 25 –
50 = 27 mm
KD = 2,2 (untuk paku dengan diameter < 4,3 mm)
Menghitung tahanan lateral acuan satu paku (Z)
Tahanan lateral acuan (Z) satu irisan
Moda kelelehan Is
3,3Dt s Fes 3,3  4,2  25  31,98
Z   5037 N
KD 2,2

Moda kelelehan IIIm

2Fyb (1  2Re ) D 2
k1  (1)  2(1  Re ) 
3Fem p 2

2  620(1  2 1)  4,22


 (1)  2(1  1)   1,22
3  31,98  27 2
Menghitung tahanan lateral acuan satu paku (Z)
Tahanan lateral acuan (Z) satu irisan
Moda kelelehan IIIm
3,3k1DpFem 3,3 1,22  4,2  27  31,98
Z   2212 N
K D (1  2 Re ) 2,2(1  2 1)

Moda kelelehan IIIs

2(1  Re ) 2 F (1  2 R ) D 2

k2  (1)  
yb e
2
Re 3Femt s

2(1  1) 2  620  (1  2 1)  4,22


 (1)    1,26
1 3  31,98  25 2
Menghitung tahanan lateral acuan satu paku (Z)

Tahanan lateral acuan (Z) satu irisan


Moda kelelehan IIIs
3,3k 2 Dt s Fem 3,3 1,26  4,2  25  31,98
Z   2115 N
K D (2  Re ) 2,2(2  1)

Moda kelelehan IV

3,3D 2 2 Fem Fyb 3,3  4,22 2  31,98  620


Z   2151 N
K D 3(1  Re ) 2,2 3(1  1)
Menghitung tahanan lateral acuan satu paku (Z)

Tahanan lateral acuan untuk dua irisan,


Z = 2 x 2115 = 4230 N
Menghitung tahanan lateral acuan terkoreksi (Z’)

Nilai koreksi penetrasi (Cd)


p = 27 mm > 6D (6 x 4,2 = 25,2 mm)
< 12 D (12 x 4,2 = 50,4 mm), maka:
p 27
Cd    0,536
12 D 12 x4,2

Z’=Cd.Z (Cdi, Ceg, dan Ctn tidak diperhitungkan)


Z’=0,536 x 4230 = 2267 N
Menghitung tahanan lateral ijin satu paku (Zu)

Zu    z Z '  0,8  0,65  2267  1179 N

Menghitung jumlah paku (nf)

P 10000 dipasang sebanyak 10 paku


nf    8,5 paku seperti pada gambar di
Z u 1179
bawah
Ketentuan penempatan alat sambung paku
Spasi dalam satu baris (a) : 10 x D = 42 mm ≈ 50 mm
Jarak antar baris (b) : 5 x D = 21 mm ≈ 60 mm
Jarak ujung (c) : 15 x D = 63 mm ≈ 75 mm
Jarak tepi tidak dibebani (d) : 5 x D = 21 mm ≈ 30 mm
CONTOH 3

Hitunglah besarnya gaya tarik P dari sambungan buhul di atas yang


tersusun dari kayu dengan berat jenis 0,6 dan paku 2,5”BWG11.
Asumsikan nilai faktor λ sebesar 0,8.
Penyelesaian:
Menghitung tahanan lateral acuan satu paku (Z) satu irisan
Paku 2,5”BWG11 memiliki diameter 3,1 mm dan panjang
63 mm
Kuat lentur paku (Fyb) = 689 N/mm2
Kuat tumpu kayu Fes=Fem = 44,73 N/mm2 dan Re = 1
Tebal kayu samping (ts) = 30 mm
Kedalaman penetrasi (p) = 63 – 30 = 33 mm
Kontrol over lapping (v)
v = 2 x (p-0,5 tm) = 2 x (33-25) = 16 mm >
4D (4 x 3,1 = 12,4)
KD = 2,2 (diameter paku < 4,3 mm)
Karena penempatan paku pada dua sisi, maka tahanan
lateral acuan:

Z  2 1461  2921N
Menghitung tahanan lateral acuan terkoreksi (Z’)
Nilai koreksi penetrasi (Cd)
p = 33 mm > 6D (6 x 3,1 = 18,6 mm)
< 12 D (12 x 3,1 = 37,2 mm), maka:

p 33
Cd    0,89
12 D 12 x3,1

Z’=Cd.Z (Cdi, Ceg, dan Ctn tidak diperhitungkan)


Z’=0,89 x 2921 = 2599 N
Menghitung gaya tarik maksimum (P)
P ≤ nfλфzZ’
P ≤ 9 x 0,8 x 0,65 x 2599 = 12163 N
Gaya tarik P maksimum adalah 12,163 kN
?