Anda di halaman 1dari 20

UJI K SAMPEL INDEPENDEN

UJI CHI-SQUARE K SAMPEL


KELOMPOK 2

Anisya Putri Wirahma (16.9016)


Asma Rahmani N. (16.9031)
Bimananda Widyalistiyanto (16.9047)
Viky Wijaya (16.9456)
PENGANTAR CHI SQUARE

Chi square adalah pengujuan hipotesis mengenai perbandingan


antara frekuensi observasi dengan frekuensi harapan (frekuensi
yang nilainya dapat dihitung secara teoretis.
PENGANTAR UJI K SAMPEL (INDEPENDEN)

Uji sejumlah r-perlakuan yang digunakan untuk


menganalisis data dari sejumlah k-sampel independen.
Yang bertujuan untuk menguji signifikansi perbedaan
nilai k-sampel yang saling bebas(independen*).
PENGGUNAAN UJI CHI KUADRAT K SAMPEL

Uji Chi Kuadrat k sampel merupakan perluasan dari uji Chi


Kuadrat 2 sampel independen.
Chi Kuadrat digunakan untuk menguji hipotesis komparatif
(perbandingan) k sampel bila datanya berbentuk nominal dan
sampel besar.
FUNGSI

 Uji Chi Kuadrat k sampel digunakan untuk membandingkan


antara distribusi hasil observasi dengan distribusi yang
diharapkan yaitu chi-square pada k sampel.
 Menguji signifikansi perbedaan-perbedaan proporsi
antara lebih dari dua populasi.
KARAKTERISTIK

 Nilai Chi-square tidak pernah negatif karena selisih dari frekuensi observasi dan frekuensi harapan
dikuadratkan.
 Chi Square pada dasarnya hanya dapat digunakan untuk menganalisa data yang berwujud frekuensi.
 Ketajaman dari distribusi Chi-Square tidak tergantung pada ukuran sampel tetapi tergantung
banyaknya kategori yang digunakan.
 Pada dasarnya, chi-square belum dapat menghasilkan kesimpulan yang memuaskan untuk menyelidiki
tabel – tabel kontringensi dengan petak-petak kecil. Jika jumlah individu dan jumlah sampel cukup
banyak, cara atau mengkombinasikan kategori-kategori yang mempunyai petak kecil memberikan
hasil yang lebih memuaskan.
Klasifikasi
Sampel Jumlah
1 2 ... j ... r
1 𝑂11 (𝐸11 ) 𝑂12 (𝐸12 ) 𝑂1𝑗 (𝐸1𝑗 ) 𝑂1𝑟 (𝐸1𝑟 ) 𝑂1 .

2 𝑂21 (𝐸21 ) 𝑂22 (𝐸22 ) 𝑂2𝑗 (𝐸2𝑗 ) 𝑂2𝑟 (𝐸2𝑟 ) 𝑂2 .


RUMUS ...
i 𝑂𝑖1 (𝐸𝑖1 ) 𝑂𝑖2 (𝐸𝑖2 ) 𝑂𝑖𝑗 (𝐸𝑖𝑗 ) 𝑂𝑖𝑟 (𝐸𝑖𝑟 ) 𝑂i .
...
k 𝑂𝑘1 (𝐸𝑘1 ) 𝑂𝑘2 (𝐸𝑘2 ) 𝑂k𝑗 (𝐸k𝑗 ) 𝑂𝑘𝑟 (𝐸𝑘𝑟 ) 𝑂k .
Jumlah 𝑂.1 𝑂.2 𝑂.j 𝑂.r N

𝑟 𝑘
2
(𝑂𝑖𝑗 − 𝐸𝑖𝑗 )2 𝑂i. 𝑂.j
𝜒ℎ𝑖𝑡 = ෍෍ 𝐸𝑖𝑗 =
𝐸𝑖𝑗 𝑁
𝑖=1 𝑗=1

𝑂𝑖𝑗 = Banyaknya/frekuensi hasil observasi pada baris i kolom j


𝐸𝑖𝑗 = Nilai/frekuensi yang diharapkan pada baris i kolom j
i = Banyaknya kolom: 1 s/d r
j = Banyaknya baris: 1 s/d k
PROSEDUR
1. Tentukan Hipotesis nol dan Hipotesis alternatif
Ho : proporsi seluruh sampel pada setiap kategori sama
H1 : minimal ada dua proporsi yang berbeda pada seluruh kategori.
1. Tentukan taraf signifikansi
2. Masukkan frekuensi-frekuensi hasil observasi dalam tabel k x r
𝑟 𝑘
3. Hitung statistik uji
2
(𝑂𝑖𝑗 − 𝐸𝑖𝑗 )2
𝜒ℎ𝑖𝑡 = ෍෍
𝐸𝑖𝑗
𝑖=1 𝑗=1

2
4. Lihat nilai 𝜒𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 pada tabel chi-square dengan derajat bebas (df) = (k-1)(r-1)
2 2
5. lue ≤ 𝛼 maka tolak Ho atau jika 𝜒ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 ≥ 𝜒𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka tolak Ho
6. Buat kesimpulan dari hasil keputusan tersebut
SOAL

 Contoh 1
Dilakukan penilitian untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan harapan hidup (life expection/umur)
antar penduduk yang ada di Pulau Jawa,yaitu DKI jakarta,Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur,dan
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Dalam hal ini umur harapan hidup dikelompokkan menjadi dua
yaitu diatas 70 tahun ke atas,dan dibawah 70 tahun. Berdasarkan 1100 anggota sampel untuk DKI
jakarta,300 orang berumur 70 ke atas,dan 800 orang berumur dibawah 70 tahun.Dari sampel 1300
orang untuk Jawa Barat,700 orang berumur 70 ke atas,dan 600 orang berumur dibawah 70
tahun.Dari 1300 sampel untuk Jawa Tengah,800 orang berumur 70 keatas,dan 500 orang berumur
dibawah 70 tahun. Dari 1200 sampel untuk Jawa Timur,700 orang berumur 70 keatas,dan 500 orang
berumur dibawah 70 tahun.Selanjutnya dari 900 sampel untuk DIY,600 orang berumur 70 ke
atas,dan 300 orang berumur dibawah 70 tahun.
JAWABAN DARI SOAL 1
Harapan Hidup diatas 70 Harapan Hidup dibawah
Propinsi Total
Tahun 70 tahun
DKI Jakarta 300 800 1100
Jawa Barat 700 600 1300
Jawa Tengah 800 500 1300
DIY 600 300 900
Jawa Timur 700 500 1200
Total 3100 2700 5800
a. Hipotesis :
H0 : Proporsi harapan hidup dari 5 Provinsi di Jawa adalah sama.
H1 : Minimal ada satu Provinsi di Jawa yang memiliki harapan hidup berbeda.
b. Tingkat signifikansi: 𝛼 = 5 % = 0,05
c. Statistik Uji :
Harapan Hidup diatas 70 Harapan Hidup dibawah
Propinsi Total
Tahun 70 tahun
DKI Jakarta 300 (587,95) 800 (512,05) 1100
Jawa Barat 700 (694,85) 600 (605,15) 1300
Jawa Tengah 800 (694,85) 500 (605,15) 1300
DIY 600 (641,40) 300 (558,60) 900
Jawa Timur 700 (481,05) 500 (418,95) 1200
Total 3100 2700 5800
(𝑂 −𝐸 ) 2
 2
𝜒ℎ𝑖𝑡 = σ𝑟𝑖=1 σ𝑘𝑗=1 𝑖𝑗 𝑖𝑗
𝐸 𝑖𝑗

2 (300−587,95)2 (800−512,05)2 (500−418,95)2


 𝜒ℎ𝑖𝑡 = + +...+ = 411,9
587,95 512,05 418,95
2 2
 𝜒𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 𝜒0,05;(5−1)(2−1) = 9,488

2 2
d. Wilayah Kritis : tolak H0 jika 𝜒ℎ𝑖𝑡 ≥ 𝜒0.05;(5−1)(2−1)
Keputusan : Tolak H0

e. Kesimpulan : Dengan tingkat signifikansi 5% dan berdasarkan sampel yang ada,dapat dinyatakan
bahwa terdapat cukup bukti untuk menyatakan proporsi Harapan hidup penduduk dari 5 Provinsi di Jawa
berbeda.
SOAL 2

Seorang peneliti bertujuan melihat perbedaan proporsi efek pemakaian narkoba


ditinjau dari kadar penggunaannya. Ditehaui terdapat 400 sampel terpilih dengan
rincian jumlah pengguna yang tergolong berat,sedang, dan ringan masing –masing
adalah 145, 105 ,150 orang. Hasil penelitian menunjukkan, setelah menggunakan
narkoba, 155 orang mengaku untuk sulit tidur , 88 orang pemarah, 120 depresi dan 37
tidak merasakan efek apapun.
Kadar Efek Pemakaian Narkoba
Penggunaan Jumlah
Sulit Tidur Pemarah Depresi Tidak Berefek
Berat 65 30 45 5 145
Sedang 40 25 30 10 105
Ringan 50 33 45 22 150
Jumlah 155 88 120 37 400
a. Hipotesis :
H0 : Proporsi efek pemakaian narkoba ditinjau dari kadar penggunaan narkoba adalah sama
H1 : Minimal ada 1 proporsi efek pemakaian narkoba ditinjau dari kadar penggunaan narkoba yang
berbeda
b. Tingkat signifikansi: 𝛼 = 5 % = 0,05
c. Statistik Uji :
Kadar Efek Pemakaian Narkoba
Penggunaan Jumlah
Sulit Tidur Pemarah Depresi Tidak Berefek
Berat 65 (56,187) 30 (31,9) 45 (43,5) 5 (13,412) 145
Sedang 40 (40,687) 25 (23,1) 30 (31,5) 10 (9,712) 105
Ringan 50 (58,12) 33 (33) 45 (45) 22 (13,875) 150
Jumlah 155 88 120 37 400
(𝑂 −𝐸 ) 2
 2
𝜒ℎ𝑖𝑡 = σ𝑟𝑖=1 σ𝑘𝑗=1 𝑖𝑗 𝑖𝑗
𝐸 𝑖𝑗

2 (300−587,95)2 (800−512,05)2 (500−418,95)2


 𝜒ℎ𝑖𝑡 = + +...+ = 12,965
587,95 512,05 418,95
2 2
 𝜒𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 𝜒0,05; 3−1 (4−1) =12,592

2 2
d. Wilayah Kritis : tolak H0 jika 𝜒ℎ𝑖𝑡 ≥ 𝜒0.05;(3−1)(4−1)
Keputusan : Tolak H0

e. Kesimpulan : Dengan tingkat signifikansi 5% dan berdasarkan sampel yang ada,dapat dinyatakan
bahwa terdapat cukup bukti untuk menyatakan adanya perbedaan proporsi efek pemakaian narkoba
ditinjau dari kadar penggunaan narkoba .
Perhitungan dengan SPSS

1. Klik ANALYZE  DESCRIPTIVE STATISTICS  CROSSTABS


2. Untuk ROWS, Pilik variabel independen (misal: kerja)
3. Untuk COLUMNS, Pilih variabel dependen (misal: kecelakaan kerja)
4. Klik STATISTICS, Klik CHI-SQUARE--CONTINUE
5. Klik CELLS, Klik OBSERVED dan EXPECTED dan ROW PERCENTAGES--CONTINUE
6. Lihat nilai p (p value) pada kolom exact sig
7. Jika nilai P < 0,05  Ho ditolak dan sebaliknya
P value < α (0,05) = 0,044 < 0,05  Ho ditolak