Anda di halaman 1dari 27

CHAPTER 13

STATEMENT OF CASH FLOWS


Khaerunnisa Nur Fatimah Syahnur
421989
Learning Objective

Memahami konstruksi dasar dari laporan perubahan posisi keuangan

Memahami motivasi FASB berubah dari laporan perubahan posisi keuangan ke laporan arus kas

Memahami kebutuhan laporan arus kas dan masalah non artikulasi yang meningkat ketika
metode tidak langsung digunakan

Melengkapi masalah klasifikasi yang eksis di trikotomi FASB mengenai aktivitas operasi,
investasi, dan keuangan.

Mengapresiasi analisis pentingnya laporan keuangan untuk pengguna yang berbeda-beda

Memahami pentingnya dan perlunya aliran kas bebas


• Tahun 1971, APB memerintahkan laporan perubahan keuangan untuk pelaporan keuangan.

• Pada 1987, laporan arus kas diwajibkan oleh FASB dalam SFAS No.95. Laporan arus kas ini
menggantikan laporan perubahan posisi keuangan (statement of changes in financial position
atau SCFP) yang melaporkan perubahan dalam saldo aktiva, hutang dan modal.

• Perubahan dari laporan aliran dana menjadi laporan arus kas (cash basis reporting) sebagai
suplemen penting untuk laporan laba rugi dan neraca yang berdasarkan akrual.

• Dua masalah yang penting adalah:


1. Masalah artikulasi yang muncul dari penggunaan metode tidak langsung dalam bagian
operasi dalam laporan arus kas
2. Masalah klasifikasi dan ketidak konsistenan dengan tiga cara klasifikasi FASB dalam
laporan arus kas
LAPORAN PERUBAHAN POSISI KEUANGAN (SCFP)

Fund Flows Statement

• Working Capital didefinisikan isi dari keseimbangan dana

• Tujuan Fund Flows Statement adalah memperlihatkan bagaimana akun fund balance meningkat dari income
dan sumber lain serta penurunan dari rugi dan sumber lain.

• Fund flows Concept merepresentasikan likuiditas dan ketersediaan sumber daya yg siap digunakan.

Melengkapi pengungkapan
perubahan posisi keuangan

Tujuan pelaporan SCFP dinyatakan Meringkas aktivitas pendanaan


(financing) dan investasi
dalam APB opinion No.19

Melaporkan aliran dana operasional


SCFP merupakan cara lain pengklasifikasian dan pelaporan transaksi akuntansi yang ada di
dalam neraca dan laporan laba rugi. SCFP melaporkan informasi baru walaupun meringkas
transaksi yang sama dengan yang ada di dalam neraca dan laporan laba rugi. SCFP
merupakan laporan keuangan turunan (derivative financial statement). Logika yang
mendasari pelaporan SCFP adalah:
transaksi kredit = transaksi debit

Klasifikasi dalam SCFP (yang merupakan bagian yang seimbang) adalah:


1. Sumber dari sumber daya yang didefisikan sebagai transaksi kredit. Transaksi kredit
berasal dari kenaikan hutang dan modal (misalnya pengeluaran saham dan obligasi dan
kenaikan dari laba bersih) dan penurunan aktiva.
2. Penggunaan sumber daya yang didefinisikan sebagai transaksi debit. Transaksi debit
berasal dari penurunan hutang atau modal (misalnya penyelesaian hutang, penurunan
modal dari pembelian treasury stock, pembayaran deviden, rugi bersih) dan kenaikan
aktiva yang menunjukkan investasi baru.
Laporan aliran dana hanya berisi transaksi dalam point 1a dan 1b dalam rincian
SCFP dan tidak memasukkan transaksi yang tidak mempengaruhi akun dana.
Evolusi dari laporan aliran dana menjadi SCFP menunjukkan pengembangan
informasi yang dilaporkan. SCFP mencakup seluruh perubahan dalam posisi
keuangan (tidak hanya yang berkaitan dengan akun saldo dana) yaitu dengan
dimasukkannya point 2. Pendekatan ini disebut all-inclusive atau allresources
SCFP (pendekatan ini digunakan dalam APB Opinion No.19)

 Sebagai bagian untuk menyiapkan SCFP, penting untuk


mendefinisikan akun-akun neraca yang membentuk akun saldo
dana.
 APB Opinion No.19 mengijinkan pemilihan salah satu dari keempat
pendefinisian berikut:
1. kas,
2. kas ditambah akun mendekati kas
3. Aktiva lancar
4. Modal kerja.
 Pada umumnya saldo dana dalam SCFP didefinisikan sebagai
akun-akun modal kerja
THE MOTIVATION FOR A CASH FLOW STATEMENT

 Konsensus menyepakati bahwa funds lebih tepat didefinsikan sebagai kas dari
pada modal kerja

 Modal kerja memiliki pengukuran yang lemah terhadap likuiditas, alasannya


1. Deffered charges dan credits tdk memiliki konsekuensi aliran kas
2. Konversi aset lancar membutuhkan waktu yg panjang
3. Item seperti persediaan tdk secara eksplisit mengukur potensi aliran kas
Tujuan Pelaporan Keuangan
SFAC No 1

• Pelaporan keuangan menyediakan informasi yang berguna untuk investor dan calon investor,
kreditor dan calon kreditor dan pengguna lainnya utk membuat keputusan investasi, kredit dan
. keputusan lainnya.

• Pelaporan keuangan melaporkan informasi mengenai sumber daya perusahaan dan perubahan
dalam sumber daya
.

• Pelaporan keuangan melaporkan informasi yang berguna untuk menilai aliran kas masa depan.
.
Tujuan Laporan Arus Kas
SFAC No. 5
• Memo diskusi awal FASB menyatakan enam alasan bahwa data arus
kas merupakan pengungkapan tambahan yang berguna.

Laporan arus kas menyediakan • Keenam alasan tersebut menunjukkan keterbatasan akuntansi akrual
informasi tentang aktivitas entitas sehingga laporan arus kas dipandang perlu untuk melengkapi laporan
dalam menghasilkan kas dalam laba rugi neraca.
aktivitas operasi untuk membayar
kembali hutang, distribusi deviden • Enam alasan yang mendorong pergerakan ke arah laporan arus kas:
atau reinvestasi untuk pemeliharaan
atau perluasan kapasitas operasi,
1. Menyediakan feedback atas arus kas aktual.
tentang aktivitas pendanaan, baik
hutang dan ekuitas, dan tentang 2. Membantu mengidentifikasi hubungan antara laba akuntansi
investasi atau pengeluaran kas. dan arus kas
Kegunaan penting informasi tentang 3. Menyediakan informasi mengenai kualitas laba.
kas yang diterima entitas saat ini dan 4. Memperbaiki komparabilitas informasi dalam pelaporan
pembayaran termasuk bantuan untuk keuangan.
menilai faktor seperti likuiditas entitas, 5. Membantu menilai fleksibilitas dan likuiditas keuangan
fleksibelitas keuangan, profitabilitas perusahaan.
dan risiko (paragraf 52) 6. Membantu memprediksi arus kas yang akan datang.
REQUIREMENTS OF THE CASH FLOW STATEMENT Structure of The SCF

SCFP menggunakan sumber dan rerangka yang sangat umum. Rerangka biner yang berfokus secara mekanis pada
hubungan debit-credit akuntansi yang sempit seperti diilustrasikan pada Exhibit 13.1.

Kas didefinisikan sebagai kas di tangan atau on-demand deposit, serta ekuivalen kas.Ekuivalen kas adalah investasi
jangka pendek dan sangat likuid, mudah dikonversikan ke sejumlah tertentu kas. Seperti APB Opinion No.19, SCF
mensyaratkan seluruh transaksi investasi dan pendanaan bukan kas untuk dilaporkan sebagai suplemen pada SCF,
baik secara dalam format laporan maupun format naratif. Pendekatan ini merepresentasikan konsep pelaporan arus
dana baik secara all-inclusive maupun all-resources. Bisa dipastikan bahwa semua transaksi debit dan kredit
perusahaan dihitung dan disajikan dalam SCF. Contoh format yang disarankan seperti digambarkan pada Exhibit 13.2

LAK mengklasfikasikan penerimaan dan pembayaran kas yang berhubungan dengan aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan

Metode langsung melaporkan arus kas yang sesungguhnya


SFAS 95 menyatakan bahwa arus kas berkaitan dengan klasifikasi laporan laba rugi
operasi mungkin disajikan menggunakan
metode langsung maupun tidak langsung. Metode tidak langsung atau rekonsiliasi memulai dengan laba
akrual dan menyesuaikan laba akrual tersebut untuk item-item
bukan kas yang termasuk di dalamnya
Structure of The SCF

 Kebanyakan perusahaan Amerika menggunakan metode tidak langsung. Hal ini menunjukkan
adanya pengaruh dari masalah kos yang mengakibatkan preferensi yang sangat kuat terhadap
metode tidak langsung. Kedua metode ini menghasilkan jumlah angka yang sama dalam hal
arus kas operasi. Tetapi informasi untuk mencapai angka ini, bagaimanapun juga berbeda:
• Angka-angka arus kas untuk penjualan dan harga pokok penjualan,
• Rekonsiliasi penyesuaian laba akuntansi akrual.

 Masalah yang tedapat dalam hal ini adalah kos versus manfaat informasi.

 Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode langsung lebih disukai daripada metode tidak
langsung khususnya oleh pemakai eksternal.
The Nonarticulation Problem

Masalah non artikulasi yang muncul berkaitan dengan penggunaan metode tidak langsung.
Berdasarkan dari studi Bahnson, Miller, dan Budge, non-artikulasi muncul ketika arus kas yang berasal
dari perubahan dalam akun-akun modal kerja perusahaan konsolidasi tidak sama dengan penyesuaian
modal kerja dalam bagian operasional laporan arus kas. Masalah non artikulasi ini dapat mengganggu
pemahaman analis sebab laporan arus kas menjadi tampak tidak konsisten dengan neraca yang
mendasarinya. Lebih lanjut, ketidaksesuaian ini muncul pada 75% sampel yang diambil peneliti.

Penyebab masalah non artikulasi ini adalah: (1) Proses akuisisi perusahaan subsisiaries terjadi dalam
tahun yang bersangkutan sehingga saldo modal kerja awal tahun perusahaan yang di akuisisi tidak
termasuk dalam neraca konsolidasi awal, (2) Transaksi melibatkan akun modal kerja yang tidak
mempengaruhi kas misalnya pencatatan item modal kerja (khususnya persediaan) pada saat
perusahaan diakuisisi dengan pembelian, alokasi depresiasi dalam persediaan manufaktur dan
reklasifikasi akun modal kerja antara kategori current dan noncurrent. Masalah non artikulasi dalam
metode tidak langsung ini menyebabkan metode langsung lebih disukai.
CLASSIFICATION PROBLEM OF SFAS No. 95

Terkait dengan tiga anggota FASB yang tidak setuju, pertanyaan


yang signifikan muncul mengenai struktur SCF seperti diperinci
dalam SFAS No. 95. Relatif terhadap klasifikasi dalam laporan arus
kas (trikotomi: operasional, pendanaan dan investasi), Nurnberg
menyatakan bahwa pembagian tersebut mengikuti / sesuai dengan
literatur keuangan dan dimaksudkan untuk menyediakan informasi
yang berguna bagi keputusan investasi dan kredit. Selanjutnya,
Nurnberg menyatakan bahwa ketiga pembagian tersebut mengikuti
klasifikasi neraca dan pengakuan laporan laba rugi

Sesuai dengan format laporan laba rugi (yang diikuti oleh FASB dalam SFAS No.95) pendapatan dan
biaya bunga serta pendapatan dividen diklasifikasikan sebagai elemen operasional (mengikuti orientasi
proprietary) sedangkan penyajian item-item tersebut sebagai aktivitas investasi (pendapatan dan bunga
deviden) atau aktivitas pendanaan (biaya bunga) mengikuti pendekatan entity theory. FASB
memutuskan untuk melakukan pemisahan yaitu biaya bunga diklasifikasikan sebagai aktivitas
operasional sedangkan penerimaan dan pengembalian pokok diklasifikasikan sebagai aktivitas
pendanaan. Hal ini menimbulkan masalah lebih lanjut yaitu bagaimana memperlakukan diskonto atau
premi yang merupakan penyesuaian bunga tetapi juga merupakan bagian dari pokok pinjaman
International Accounting Standards (IAS)

IAS 7 mengklasifikasikan bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan sebagai arus kas
operasi, investasi, atau pendanaan, serta diklasifikasikan berdasarkan periode. Perlakuan pada
konflik yang muncul antara pendekatan proprietory pada SFAS No. 95 dan pendekatan teori entitas
ditunjukkan pada bab ini dan bab 12.

Untuk Bank, bunga dan dividen bisa dipandang sebagai arus kas operasi. Apabila IAS 7 dirubah
untuk mengijinkan klasifikasi ini oleh bank, maka IASB akan memperoleh keseragaman dalam
industri sebagaimana didiskusikan dalam bab 9.
Premium and Discount on Bonds and Notes
Pemecahan antara pendapatan bunga dan dividen (operasi) seta pembelian saham
perusahaan lain (investasi) dan meminjam atau membayar kembali pokok pinjaman
(pendanaan) membawa pada masalah berikutnya. Pada kasus bonds payable atau
notes payable jangka panjang, masalah muncul terkait dengan diskon dan premium.

Vent, Cowlings, dan Sevalstad menemukan empat cara yang terkait dengan situasi tersebut pada laporan tahunan
publikasi. Empat metode tersebut ditunjukkan pada exhibit 13.5 dimana metode 1 adalah yang termudah dan satu-
satunya yang menggunakan metode langsung. Metode 2 dan 3 memecah premium dari arus investasi dan
menempatkannya ke dalam kategori arus operasi. Metode 2 menempatkan premium pada operasi di tahun
pembayaran sementara metode 3 menempatkan premium pada tahun penerbitan. Metode 4 sendiri mengalokasikan
premium sepanjang umur hidup obligasi.

Munter mengemukakan beberapa isu mengenai hal yang sama. Pertama, kapitalisasi biaya bunga sesuai dengan
SFAS No.34 dimasukkan dalam aktivitas investasi bukan aktivitas operasional. Selanjutnya, pada transaksi leasing
untuk operating lease seluruh pengeluaran kas diklasifikasikan dalam aktivitas operasional, untuk capital lease biaya
bunga diklasifikasikan sebagai aktivitas operasional sedangkan pengurangan pokok pinjaman diklasifikasikan
sebagai aktivitas pendanaan
Increased Flexibility of Presentation

Dalam SFAS No.95, aktivitas hedging (lindung nilai) dipertimbangkan menjadi aktivitas investasi. Standar
tersebut menyajikan klasifikasi yang tegas dengan sifat transaksi hedge sebagai transaksi jenis investasi
(konsep rigid uniformity).

Bertentangan dengan SFAS No. 104, yang berkembang menjadi SFAS No.95, membolehkan
asosiasi dengan akun neraca yang menyinggung mengenai hedge. Jika , hedge dapat diidentifikasi
dengan item neraca tertentu seperti persediaan (misalnya, perlindungan bertentangan dengan
harga persediaan), SFAS No. 104 membolehkan hedge tersebut (meneruskan kontrak, kontrak di
masa yang akan datang, dan opsi atau barter) diklasifikasi apakah dengan item pada neraca
sebagai elemen operasi atau sebagai aktivitas operasi. Nurnberg dan Largay yakin bahwa
peningkatan fleksibilitas dalam akuntansi untuk transaksi hedge dalam SFAS No.104 pada
umumnya akan mengarah pada kurangnya komparabilitas tetapi mungkin dapat dijastifikasi
sebagai suatu peningkatan “kebaikan” dalam beberapa situasi
ANALYTICAL USEFULNESS OF THE CASH FLOW STATEMENT

SCF menunjukkan bahwa seringkali, perusahaan yang berkembang akan memiliki income yang lebih tinggi dan arus
kas yang lebih rendah dari operasi. Hal ini disebabkan karena perusahaan yang berkembang akan memiliki peningkatan
persediaan dan akun piutang yang diperluas. Untuk beberapa perluasan persediaan dan piutang akan diimbangi dengan
peningkatan utang, tetapi pengaruh bersih dari pertumbuhan modal kerja adalah bahwa setiap tahun, perubahan dalam
income (laba) akan melebihi perubahan dalam arus kas operasi actual dan hampir bisa dipastikan berhubungan.
Selanjutnya, sebagai pengembangan bisnis, akan ada arus keluar investasi bersih sebagai asset tetap yang diperoleh
dan arus masuk kas dari keuangan sebagai utang dan ekuitas baru yang mengambang dan dividen rendah atau tidak
ada.

Untuk suatu perusahaan yang melakukan kontrak, hubungannya sebagian besar berjalan sebaliknya;
penjualan dan laba menurun tetapi arus kas operasi biasanya meningkat seperti akun piutang dan persediaan yang
dilakukan kontrak. Selain itu, arus keluar kas untuk investasi akan menurun. Serupa, dalam kategori keuangan, arus
keluar kas akan meningkat seperti pembelian saham (treasury stock), utang pensiun, dan peningkatan dividen kas.
Dengan memperhatikan kesamaan antara penelitian Ingram dan Lee dan penggunaan arus kas dan akrual
untuk tujuan prediktif dibahas dalam Chapter 8. Analisis statistis Ingram dan Lee yang melibatkan hampir 1,000
perusahaan selama periode 1974-1992, sebagian besar didukung oleh analisis deduktif. Konsisten, analisis mereka juga
menemukan bahwa perusahaan yang berkembang tersebut sepertinya memiliki leverage keuangan yang lebih daripada
perusahaan contracting
Issue Relating to Rules for Classifying Cash Flow

Sementara laporan arus kas kurang dapat memanipulasi dibanding income, tetapi laporan arus kas
tidak dikecualikan dari masalah. Arus kas dari operasi dipertimbangkan menjadi bagian yang paling
penting dalam Laporan Arus Kas, dan banyak pengguna berfokus pada hal tersebut. Konsekuensinya,
aktivitas sesungguhnya dilakukan untuk meningkatkan arus kas dari operasi dengan mengganti arus
keluar kas dari aktivitas operasi ke aktivitas investasi, atau dengan mengganti arus masuk kas dari
aktivitas investasi ke arus masuk kas dari aktivitas operasi. Sementara efek keseluruhan pada kas
tidak berubah, tanpa penelitian dengan cermat, pengguna niscaya akan memandang pengaturan
kembali ini dengan baik.
 Maremont menawarkan contoh masalah ini yang melibatkan Tyco International, penjual system
alarm keamanan rumah. Pelanggan membayar sekitar $30 perbulan untuk layanan ini, dan
kontraknya seringkali diperpanjang berdasarkan tahun. Tyco menjual layanan ini sendiri, tetapi
juga membeli kontrak layanan dari dealer lain. Hal ini akan memperlihatkan bahwa kas yang
digunakan Tyco untuk mengembangkan penjualan alarm keamanan rumah VS uang yang
dihabiskan Tyco untuk memperoleh kontrak layanan dari perusahaan lainnya seharusnya
diperlakukan sama:

a. Arus keluar kas dari operasi untuk bagian yang dapat diaplikasi untuk penjualan alarm
keamanan rumah diakui dalam income pada tahun sekarang.
b. Arus keluar kas untuk investasi untuk bagian yang dapat diatributkan untuk pendapatan
diakui pada periode yang akan datang

Perlakuan yang sama pada kontrak pembelian dan kontrak penjualan secara langsung oleh Tyco
menjadi contoh rigid uniformity yang pantas.
Contoh lainnya dalam menggunakan fleksibilitas dalam mengaplikasi aturan klasifikasi FASB
berasal dari industry otomotif. Dalam sebuah artikel dari the Wall Street Journal, Mulford
menghubungkan tiga contoh dari industry otomotif. Dalam situasi ini, Ford Motor Co., General
Motor Corp., dan Harley Davidson Inc. meminjamkan uang kepada dealer-dealer dalam bentuk
catatan piutang sehingga dealer dapat membeli persediaan. Perusahaan tersebut mengakui
pendapatan dari penjualan tetapi mengklasifikasi pinjaman sebagai aktivitas investasi. Ini
meningkatkan arus kas yang dilaporkan dari aktivitas operasi dengan jumlah yang tidak sedikit.
Dalam kasus General Motor, arus kas yang dilaporkan dari aktivitas operasi adalah $7.6 billion.
Jika catatan piutang telah diperlakukan sebagai aktivitas operasi daripada sebagai aktivitas
investasi, arus kas daru aktivitas operasi akan menjadi $3.5 billion

Hasilnya adalah bahwa ketika aturan untuk mengklasifikasi arus kasa bukan merupakan
pelanggaran, ketidakjelasan atau fleksibilitas dalam mengaplikasi aturan tersebut memungkinkan
perusahaan dalam industry yang sama memberikan perspektif yang sangat berbeda bagi investor
dan kreditor. Sebagian solusi atas masalah ini dijelaskan selanjutnya
The SCF Is More Than Cash Flow From Operating Activities

 Arus Kas dari Aktivitas Operasi dinilai sebagai bagian paling


penting dari Laporan Arus Kas.

 Laporan Arus Kas terdiri dari tiga bagian, dan kesemua


bagiannya penting

1. Net Income positif selama tiga tahun sebelum perusahaan bankrut.


2. Misclassifying beban aktivitas operasi sebagai aktivitas investasi
Exhibit 13.6
3. Tidak wajar perusahaan baru dan berkembang berinvestasi lebih dari yang didapat
dari operasinya
Cash Flow Needs of Different Users

Pada intinya, laporan keuangan perlu menyediakan informasi untuk menilai perusahaan, membuat
keputusan kredit, dan menilai kinerja manajemen. penilaian kinerja manajemen membutuhkan
ukuran arus kas historis yang akurat. Keputusan kredit dan penilaian membutuhkan prediksi arus
kas masa yang akan datang yang tidak bias, sejalur dengan SFAC No.1

Keputusan investasi khususnya bergantung pada prediksi arus kasmasa yang akan datang. Investasi adalah keputusan
alokasi modal. Pada prinsipnya, criteria keputusan yang diterima adalah criteria yang sama yang digunakan untuk
keputusan penganggaran modal. Untuk tujuan penganggaran modal, perusahaan seharusnya menerima investasi jika
present value dari arus kas bersih yang diekspektasi adalah positif.

Pada prinsipnya, definisi arus kas yang digunakan untuk menilai perusahaan
arus kas apa yang bisnis sama seperti yang digunakan untuk tujuan penganggaran modal.
kita gunakan untuk Bagaimanapun dalam kasus perusahaan, arus kas disebut free cash flow (FCFs).
menentukan nilai Menurut Mulford dan Comiskey “istilah „free‟ merujuk pada tidak adanya klaim
atasan. FCFs adalah arus kas yang tersedia untuk digunakan tanpa tambahan
intrinsic?
syarat. Menghabiskannya tidak akan mempengaruhi kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan lebih.
CASH AND FUNDS FLOW RESEARCH

Lawson dan Lee telah memperdebatkan bahwa laporan aliran kas adalah penting untuk
melaporkan kinerja perusahaan. likuiditas (aliran kas) adalah bagian integral dari kinerja
perusahaan. Lee menguraikannya lebih tegas: “aliran kas dan profit adalah hasil akhir dari
aktivitas entitas. Profit adalah abstraksi; kas adalah sumberdaya fisik.” Meskipun terdapat
beberapa perdebatan tentang aliran kas yang mana adalah superior sampai laporan akrual atau
hanya sebagai tambahan penting, meskipun Lawson dan Lee telah membuat kasus yang kuat.
Seperti yang didiskusi dalam Ch. 8, model penilaian aliran kas dari literatur ekonomi keuangan
menyajikan sudut pandang yang hampir sama: aliran kas perusahaan adalah faktor yang paling
menentukan nilai perusahaan, bukan laba akuntansi akrual. bagaimanapun juga, terdapat juga
badan yang berkembang dari bukti riset pasar modal bahwa akuntansi akrual menyediakan
informasi dan aliran kas secara harafiah dari harga sekuritas saham
Satu interpretasi dari badan riset adalah bahwa aliran kas dan akrual lebih bermanfaat digunakan
secara bersamaan daripada digunakan secara tersendiri; keduanya bermanfaat dalam
mengevaluasi kinerja dan prospek perusahaan. Dari perspektif ini, SCF adalah pelengkap untuk
laporan akrual dan dekomposisi atas data akrual kedalam aliran kasnya dan komponen akrual
menyediakan informasi baru.

Beberapa survei atas investor dan analis secara konsisten memperlihatkan bahwa aliran kas (dana)
yang digunakan untuk analisis investasi tapi analisis profitabilitas berdasarkan data akrual yang
mendominasi melalui fokus likuiditas atas aliran kas atau dana. Bagaimanapun juga, survei yang
dikomisi oleh Financial Accounting Foundation bahwa data aliran dana yang meningkat dalam
kepentingannya ketika data akrual menurun dalam kepentingannya. Analisis empiris mengindikasi
pentingnya kandungan informasi dari laba akuntansi akrual dan aliran kas yang didiskusi dalam Ch.
8. Semua saran tersebut bahwa aliran kas memainkan peranan dan mungkin meningkatkan peranan
dalam menilai kinerja dan prospek perusahaan secara keseluruhan.
IMPROVING THE SCF
Sangat jelas bahwa SCF adalah alat yang penting untuk investor, kreditor dan manajer. Broome menyatakan
bahwa SCF memainkan peranan yang krusial dalam analis sekuritas. Bagaimanapun juga mereflrkasi dalam
kejadian sekitar skandal akuntansi dari Adelphia, Dynegy, Qwest, Tyco, Worldcom dan lainnya telah meyakini
bahwa memperdebatkan SCF bisa dan seharusnya ditingkatkan. SFAS No. 95 tentang fleksibilitas dalam
membolehkan baik itu metoda lansung atau tidak lansung menciptakan kerancuan

Broome
1. FASB membutuhkan metode langsung dan rekonsiliasi terkait laba bersih
dari arus kas aktivitas operasi
2. FASB harus menyediakan lebih banyak pedoman untuk klasifikasi arus kas untuk
tiga bagian
3. Saran: rekonsiliasi tambahan harus dimulai dari arus kas dari operasi dan diteruskan
ke laba bersih, hal ini berlawanan dengan praktik sekarang dalam arus kas
Kami sepakat dengan Broome bahwa metoda lansung seharusnya disyaratkan. Bagaimanapun
juga, jika sistem sekarang atas pilihan diantara metoda lansung dan tidak lansung tetap
dipertahankan, kami fikir bahwa perusahaan seharusnya disyaratkan untuk menyediakan skedul
yang memperlihatkan transaksi aliran non kas yang mempengaruhi akun modal kerja. Hal ini
seharusnya membolehkan user untuk memahami perbedaan diantara perubahan neraca dan
SCF. Lebih jauh lagi, dalam kasus akuisisi tengah tahun, perusahaan seharusnya menyediakan
skedul bahwa rekonsiliasi penyesuaian modal kerja dalam seksi operasi SCF dengan perubahan
neraca secara berturut-turut. Secara umum, perusahaan seharusnya menjelaskan sumber atas
beberapa nonartikulasi yang terjadi dalam seksi operasi SCF
TERIMA KASIH