Anda di halaman 1dari 20

Teori Akuntansi

BAB 5: Teori
Pengukuran
Godfrey, 7 Edition
th
Tujuan
1. Urgensi Pengukuran Pembelajaran
2. Pengukuran Skala: Nominal, Ordinal,
Interval, dan rasio
3. Operasi yang Memungkinkan
Penggunaan Skala Derived, dan Fiat
4. Fundamental,
Measurement.
5. Keandalan dan Ketepatan dalam
Pengukuran
6. Pengukuran dalam Akuntansi
7. Isu Pengukuran Berhubungan
Auditor
TP1: Urgensi
Pengukuran
Campbell: Penetapan nilai yang mencerminkan
karakteristik sistem material selain nilai yang
didasarkan pada hukum yang mengatur tentang
karakteristik.

Stevens: Penetapan nilai-nilai yang


berhubungan dengan objek atau peristiwa
berdasarkan peraturan.
TP2: Skala
Pengukuran
Menunjukkan informasi yang mewakili angka, sehingga
memberikan arti dari angka tersebut.

Jenis Skala Menurut Stevens

Nomina Ordinal Interval Rasio


l
Skala Nominal
Dalam skala nominal, angka digunakan
hanya sebagai label.
dalam pengukuran, nomor yang digunakan menunjuk
kepada jumlah atau tingkat kepemilikan dari suatu
objek, dan bukan menunjukkan kepada objek itu
sendiri. Sedangkan dalam skala nominal, nomor
menunjukkan kepada objek atau kelompok dari objek.

Torgerson
Skala Ordinal
Skala ordinal diciptakan ketika sebuah operasi
memeringkatkan objek-objek berkaitan dengan sifat
yang diberikan.

Semisal, investor mempunyai tiga peluang untuk


berinvestasi dengan sejumlah uang tertentu. Mereka
diperingkat menurut NPV (Net Present Value) dengan
peringkat 1 sebagai yang tertinggi dan 3 terendah.
Operasi (penghitungan NPV) menciptakan skala ordinal,
urutan angka tersebut menunjukkan urutan besarnya
profitabilitas investasi berdasarkan NPV.
Skala Intervall

Skala interval tidak hanya memberi


peringkat kepada objeknya, tetapi juga
jarak antara interval skala yang diketahui
dan sama. Contohnya adalah pengukuran
suhu ruangan dengan menggunakan
termometer celcius.
Skala Rasio
Memberikan peringkat kepada objek atau kejadian

Interval antar objek diketahui dan sama

Asal yang unik, titik nol yang alami, dimana


jaraknya terhadap paling tidak satu objek
lainnya diketahui.
Contoh skala rasio dalam akuntansi adalah
penggunaan dollar untuk mewakili biaya dan nilai.
TP3: Operasi yang Memungkinkan
Penggunaan Skala
semua operasi aritmatika dasar
Rasio
penambahan, pengurangan, perkalian dan
pembagian, dan juga aljabar, analisis
geometri, kalkulus, dan metode statistik.

Skala interval adalah invarian di bawah


Interv
setiap transformasi linear dari bentuk.
al
TP4: Fundamental, Derived, dan Fiat
Measurement.
Measurement

Fundame Derived Fiat


ntal
Fundamental
Measurement
pengukuran yang diterapkan pada
benda dengan mengacu pada hukum
alam dan tidak bergantung pada
variabel apapun. Seperti panjang,
hambatan listrik, nomor, dan volume.
Derived
Measurement
Pengukuran yang bergantung dari
pengukuran dua atau lebih benda
lainnya. Contohnya adalah pengukuran
kepadatan, yang bergantung pada
pengukuran massa dan volume
Fiat Measurement

Fiat Merupakan tipe pengukuran dalam ilmu


sosial dan akuntansi, menggunakan pengertian
yang dibangun secara konsensus yang
dihubungkan dengan hal-hal yang bisa diamati
dengan pasti (variabel) pada konsep yang telah
ada, tanpa perlu teori konfirmasi untuk
mendukung hubungan tersebut
TP5: Keandalan dan Keakuratan
Keandalan Berhubungan dengan konsistensi yang
Keandalan telah terbukti pada setiap operasi untuk
memperoleh hasil yang memuaskan atau hasil
(jumlahnya) sendiri dalam pemakaian tertentu.

Keakuratan Dalam menentukan akurasi , penting


untuk mengetahui atribut apa yang
harus diukur untuk mencapai tujuan dari
pengukuran.
TP6: Pengukuran dalam Akuntansi
Pengukuran akuntansi masuk dalam kategori
pengukuran turunan, yaitu untuk pengukuran
modal dan keuntungan.

Laba akuntansi adalah turunan dari perubahan atas


modal dalam suatu periode yang berasal dari segala
aktivitas termasuk kenaikan dan penurunan nilai
wajar aset diluar transaksi dengan pemilik. Modal
adalah turunan dari pengukuran net fair value dari
aset dan kewajiban.
TP7: Isu Pengukuran Berhubungan
Auditor
Beberapa isu diciptakan oleh pergeseran fokus
untuk auditor untuk mengukur laba dari
mencocokkan pendapatan dan beban dengan
maksud menilai perubahan atas nilai wajar net
asset. Pada saat laba ditetapkan dengan cara
mencocokkan transaksi pendapatan dan
beban, auditor dapat berfokus pada
pengumpulan bukti bahwa transaksi tersebut
telah ditangani dengan tepat oleh sistem
akuntansi klien.
Rangkuman Kasus 5.2: Take a Risk,
No Chance
Adanya kekhawatiran dari para entitas terkait
kewajiban penerapan IAS, namun memiliki
keyakinan bahwasanya penerapan tersebut
akan memberikan dampak yang baik di masa
depan. Salah satu kekhawatiran penerapan
tersebut berdampak pada berkurangnya
aktivitas lindung nilai sebagaimana
disampaikan Rashid Hoosenally.
Questions:
Why would firms be concerned with increasing or
reducing hedging activities under different accounting
1
systems?

What impact will international reporting standards


2
have on the income statement?

Why is the measurement and reporting of pension


3 liabilities and assets a concern for risk management?
IAS memberikan penekanan yang lebih pada nilai
Answers:
wajar yang berdampak pada banyak aset dan
kewajiban yang semula tidak dilaporkan menjadi
wajib dinilai dan dilaporkan dalam neraca. aset dan
1 kewajiban harus dilindung nilai apabila pasar
menunjukkan kondisi tidak stabil. Jika valuasi
sekarang memiliki dampak yang material pada
laporan rugi-laba kemungkinan manajer akan
melakukan lindung nilai terhadap penurunan
pendapatan dan kekayaan manajer sendiri jika itu
terkait dengan laba yang dilaporkan.
Answers:
Nilai aset yang lebih tinggi mengindikasikan bahwa akan adanya
2 depresiasi atau amortisasi yang lebih tinggi. Nilai aset dan kewajiban
yang mengalami penurunan dapat dicatat sebagai penurunan nilai
dan mengurangi pendapatan.

Umumnya, keputusan untuk melakukan lindung nilai atau tidak


3
sama-sama memiliki biaya. Biaya instrumen lindung nilai (futures,
opsi, penyewaan kembali dll) itu sendiri dan kemungkinan bahwa
perusahaan akan berusaha menjaga keberlangsungan pada kondisi
ekonomi yang tidak menentu saat ini.