Anda di halaman 1dari 17

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

POSTULAT, PRINSIP DAN KONSEP

(SAP 5)

OLEH KELOMPOK 6:

Nama NIM No. Absen

Kadek Ria Citra Dewi 1781611017 17

Gusti Ayu Made Risdharyanti 1781611020 20

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2017

0
POSTULAT, PRINSIP DAN KONSEP

Kebutuhan akan sebuah kerangka teoritis di akuntansi keuangan sudah sejak lama

dirasakan. APB dan FASB telah mencoba untuk mengembangkan dasar teoritis sebagai

pedoman dalam memformulasikan peraturan akuntansi, meskipun pada akhirnya

keduanya gagal dalam mengemban misinya. Meskipun ARS 1 dan 3 secara postulat

dan dasar tidak di terima, studi ini menunjukan sebagai titik awal percobaan untuk

memberikan dasar teoritis terpadu untuk akuntansi keuangan oleh APB.

1. Postulates and Principles

Pembentukan APB tidak dapat dihindari adalah sebuah batas awal bagi

pengembangan teori akuntansi dan peran penelitian. Akan tetapi Alvin. R Jenning,

dalam pidato pentingnya mengemukakan bahwa pendekatan baru untuk

perkembangan prinsip akuntansi tidak dimaksudkan untuk pembentukan badan baru.

Yang ia bayangkkan adalah organisai penelitian baru dengan AICPA.

The Special Committee on Research Accounting

Hasil dari ide Jennings adalah sebuah komite penelitian khusus yang menekankan

kebutuhan untuk mengartikulasi postulat dasar akuntansi. Komite ini mengusulkan

pendekatan deduktif sebagai dasar akuntansi. Meskipun demikian komite ini tidak

mengantisipasi badai protes terhadap ARS 3. Apalagi konsep dari postulat dan

prinsip menciptakan problem sendiri.

Postulat didefinisikan sebagai asumsi dasar yang tidak bisa diverifikasi. Atau

1
dengan kata lain postulat adalah penrnyataan yang tidak membutuhkan pembuktian

atau aksioma. Prinsip didefinisikan sebagai aturan-aturan yang dapat diuji secara

empiris menjadi undang-undang, dan sebagai pendekatan umum yang digunakan

dalam pengakuan dan pengukuran peristiwa akuntansi.

Konsep didefinisikan sebagai ide generik umum dari suatu instansi tertentu

dan bukan bagian dari perumusan teori formal.

ARS 1 dan ARS 3

Dalam ARS 1, postulat dibedakan menjadi dua, kategori pertama (A dan B), dan

kategori kedua (kelompok C). Kelompok A adalah economic and political

environmental group, kelompok B adalah yang termasuk dalam wilayah akuntansi itu

sendiri dan kelompok C adalah the imperatives (kewajiban)

Perilisan ARS 1 tidak di tanggapi oleh banyak pihak an kebanyakan lebih

menunggu pada perilisan ARS 3. Postulat dasar pada yang dikembangkan ARS 1

merupakan bagian integral dari ARS 3. Ada delapan prinsip yang dikembangkan

oleh ARS 3. Kegagalan ARS 1 dan ARS 3disebabkan oleh kurang ketegasan

dalam pembuatan alasan, hanya memberikan sedikit perhatian pada kebijakan

pembuatan peraturan, dan juga ketidakberhasilan Moonitz-sprouse dalam

menyelesaikan tugas mereka.

Basic Concepts Underlying Historical Costing

Konsep akuntansi telah banyak berkembang mulai dari kebutuhan praktis hingga

beberapa karya teoritis seperti An Introduction to Corporate Accounting Standards

oleh Paton dan Littleton dengan menggunakan pendekatan deduktif untuk

memberikan kerangka dasar untuk menilai praktek akuntansi suatu perusahaan. Cara

2
pengevaluasian asset untuk arus kas di masa mendatang oleh Canning, pembuatan

buku yang terpisah yang focus pada kegunaan akuntansi, respectively,

perubahan nilai unit moneter dan kelemahan historical cost, yang disusun oleh

Sweeny dan McNeal , monograf sanders, Hatfield dan Moore mengenai prinsip

praktek akuntansi. Buku Gilman yang telah menyempurnakan konsep pendapatan,

serta Littelton yang berusaha memperoleh praktik akuntansi yang relevan secara

induktif.

Pada bagian ini, akan didiskusikan mengenai konsep. Konsep merupakan hasil dari

suatu proses mengidentifikasi, klasifikasi, dan menginterpretasikan fenomena dan

persepsi. Konsep ini kemudian akan dijabarkan menjadi :

1) Postulates : Asumsi dasar mengenai lingkungan bisnis.

2) Prinsip : Pendekatan umum yang digunakan dalam pengakuan dan

pengukuran peristiwa akuntansi. Prinsip sendiri dibedakan menjadi dua tipe

yaitu :
Input oriented-principles : Merupakan panduan atas fungsi akuntansi.

Dimana tipe ini dibagi menjadi general underlying rules of operation

dan constraining principles.

Output oriented-principles : Tipe ini melibatkan mengenai kualitas

tertentu atau karakteristik suatu laporan keuangan.

1) Postulate

- Going Concern or Continuity: Pernyataan ini secara simpel menyatakan bahwa

perusahaan akan berjalan secara terus menerus, kecuali jika terdapat bukti-

bukti yang mengarah ke sisi lain. Namun, teori ini bertolak belakang dengan

pelaporan likuidasi nilai atas

aset dan ekuitas.

3
- Time Period: bagi entitas bisnis, time period merupakan kalender ataupun

tahun bisnis. Sehingga, laporan keuanagan berisi mengenai kondisi keuangan,

earning dan aliran dana selama tahun tersebut. Ketika periode ini relative

lebih pendek dari umur perusahaan maka muncul akrual basis, recognition

dan matching principle serta laporan interim bagi yang membutuhkan

pelaporan keuangan kurang dari satu periode.

- Accounting Entity: pada dasarnya dapat terlihat jelas jika entitas terpisah

dengan pemilik. Namun terdapat dua permasalahan penting, yaitu

permasalahan menentuka entitas dan akuntansi untuk setiap hubungan yang

terjadi, dalam artian apakah menggunakan metode penggabungan atau tidak

untuk memperlihatkan hubungan tersebut dan apakah akuntansi fokus

pada hubungan antara perusahaan dan pemiliknya.

- Monetary Unit: untuk tujuan akuntansi, unit moneter menjadi hal yang handal

dalam prinsip dan metode, sehingga laporan keuangan menggunakan dasar

unit moneter dalam pelaporannya.

2) Prinsip-prinsip

Input-oriented Principles

Prinsip ini fokus terhadap pendekatan secara umum atau pembuatan

laporan keuangandan isi dari laporan tersebut, termasuk pengungkapan

tambahan lainnya.

General Underlying Rules of Operation

- Recognition: prinsip ini menekankan pada kapan dan bagaimana suatu kejadian

ekonomi diakui. Menurut FASB syaratnya yaitu bila sudah terdapat realisasi
4
dalam arti terdapat perubahan wujud menjadi aktiva yang lain, atau tingkat

kepastian kejadian tersebut sudah akurat (selesai). Misalnya, revenue

didefinisikan sebagai hasil perusahaan dalam menyediakan produk dan

jasanya. Sehingga penjualan aset tidak diakui dalam revenue pokok

perusahaan.

- Matching: expense merupakan biaya yang telah terjadi dalam upaya

menghasilkan revenue. Pada dasarnya expense bukan diakui saat dilakukan

pembayaran, melainkan diakui ketika expense tersebut berkontribusi

terhadap revenue yang dihasilkan. Proses pengakuan tersebut dinamakan

matching. Matching beserta Recognition sangat diperlukan guna mengukur

income. Namun, terdapat dua permasalahan dalam matching, pertama dalam

pengukuran menggunakan historical cost terkadang terlalu rendah dari nilai

yang sebenarnya dan yang kedua, matching memerlukan metode yang sangat

sistematis dan rasional.

Prinsip Prinsip yang Membatasi

- Conservatism: prinsip ini biasanya digunakan untuk mengatasi kejadian-

kejadian yang belum diatur dalam standar, yang merupakan suatu usaha seleksi

yang bersifat luas dalam teknik akuntansi yang menghasilkan pilihan yaitu

mengakui pendapatan secara berangsur-angsur, mempercepat pengakuan biaya,

mengakui nilai aset yang lebih rendah, mengakui penilaian kewajiban yang

loebih tinggi.

- Disclosure: diartikan sebagai laporan keuuangan yang relevan baik dari dalam

maupun luar bagian utama laporan keuangan itu sendiri, termasuk penggunaan

5
metode dalam laporan tersebut, apakah menggunakan lebih dari satu metode

ataupun yang tidak lazim maupun inovasi dari suatu metode. Hal ini termasuk

supplementary financial statement schedule, disclosure pada footnote untuk

informasi yang tidak dapat diungkapkan pada bagian utama, disclosure atas

material apapun suatu kejadian, pandangan terhadap operasi kedepan, dan

analisa operasi yang dilakukan manajemen. Disclosure sendiri sangat penting

dikarenakan pertumbuhan bisnis akan lebih komplek dan meningkatkan nilai

perusahaan dalam pasar modal.

- Materiality: merupakan petunjuk-petunjuk yang sangat berharga terhadap satu

atau lebih kejadian kepada para pemakai informasi. Mereka memerlukan

informasi yang relevan sebagai dasar evaluasi atau pembuatan suatu keputusan

Materialitas dilihat dari laporan keuangan hanya dikaitkan dengan informasi

yang cukup berarti (berpengaruh material) mempengaruhi penilaian atau

keputusan pemakai informasi.

- Objectivity: menyangkut kualitas bukti transaksi yang dirangkum dan

diorganisir di dalam laporan keuangan.

Output orinted-Principles

Prinsip ini lebih mengarah kepada kemampuan laporan keuangan untuk

dibandingkan dengan laporan perusahaan lain.

Applicable to users

- Comparability: dilihat dari sudut pandang pemakai informasi keuangan.

Menyajikan informasi keuangan dengan tahun sebelumnya menjadi sangat

penting karena tingkat keandalannya akan dinilai oleh para pemakai ketika

kondisi laporan keuangan dsan hasil operasi dievaluasi, dibandingkan dengan


6
industry sejenis, serta dinilai dengan prediksi pendapatan juga arus kasnya.

Applicable to Prepares

- Consistency: merupakan penggunaan suatu metode oleh perusahaan secara

Konsisten untuk tujuan keseragaman dan juga meperbandingkan.

- Uniformity: Prinsip ini mengarah pada pemakaian metode yang sama secara

kontinyu yang merupakan tujuan penting akuntansi, termasuk didalamnya yaitu

pemahaman terhadap prinsip yang menyangkut interpretasi dan aplikasinya,

pemakaian prinsip yang sama untuk situasi yang sama pada kondisi entitas dan

keadaan ekonomi yang berbeda.

2. Ekuitas Teori Akuntansi

Hubungan perusahaan dengan pemilik dalam rekening ekuitas pemilik. Teori

deduktif telah berusaha untuk menggambarkan hubungan ini dan berguna dalam

menafsirkan hak tidak legal dan kepentingan dalam ekuitas pemilik rekening serta

dalam menetukan komponen-komponen tertentu dari laba.

1) Proprietary Theory

Teori kepemilikan mengasumsikan bahwa pemilik dan perusahaan yang hampir

identik. Pada teori ini, aset dimiliki pemilik perusahaan, kewajiban perusahaan

juga adalah kewajiban pemilik, dan kepemilikan ekuitas terhutang kepada

pemilik.

TOTAL AKTIVA TOTAL KEWAJIBAN = MODAL PEMILIK

2) Entity Theory

Ketidakpuasan dengan orientasi dari teori kepemilikan menyebabkan

7
perkembangan teori entitas. Perusahaan dan pemilik adalah dua hal yang

terpisah. Namun demikian, akun ekuitas pemilik tidak mewakili kepentingan

mereka sebagai pemilik tetapi hanya klaim mereka sebagai pemegang saham.

Dalam mengukur laba, baik bunga dan dividen merupakan distribusi

pendapatan untuk penyedia modal. Maka, keduanya diperlakukan sama dan

tidak merupakan pengurang penghasilan.

TOTAL AKTIVA = TOTAL HUTANG + TOTAL EKUITAS

3) Residual Theory

Teori ini termasuk variasi dari dua teori propitery dan teori entitas. Pemegang

saham biasa adalah pengambil resiko utama dalam perusahaan. Kepentingan

mereka dalam perusahaan sebagai penyangga atau pelindung bagi semua

kelompok dengan klaim sebelumnya tentang perusahaan, seperti pemegang

saham preferen dan pemilik obligasi. Informasi penting dari teori ini adalah

bahwa informasi sesuai untuk tujuan pengambilan keputusan, seperti yang

membantu dalam memprediksi arus kas , harus diberikan kepada pemegang

saham sisa.

TOTAL AKTIVA (TOTAL HUTANG + TOTAL SAHAM PREFEREN) = EKUITAS RESIDUAL

4) Fund Theory

Dana adalah sekumpulan harta dan kewajiban yang ditunjukkan untuk tujuan

pasti, yang mana dapat atau tidak menimbulkan pendapatan. Persamaannya dalah:

TOTAL AKTIVA = TOTAL PEMBATASAN ATAS AKTIVA

Pembatasan atas aktiva timbul dari modal investasi dan kewajiban. Modal

investasi harus dijaga setidaknya ada pengesahan yang jelas untuk sebagian atau

seluruh likuiditas yang diberikan.

8
5) Commander Theory

Teori ini bisa dikatakan sebagai sinonim daari manajemen. Komandan teori

mungkin dipandang sebagai akuntansi manajemen daripada akuntansi

keuangan, tetapi manajer dalam peran fidusianya harus mengubah

pandangan komandan pada investor.

9
REFERENSI

Wolk, Harry I., Michael G. Tearney, James L. Dodd. 2001. Accounting Theory A
Conceptual and Institutional Approach Fifth Edition. USA: South-
Western College Publishing.

10
11
1
2
3
4