0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
149 tayangan51 halaman

Panduan ISO 14001:2005 dan Manfaatnya

Sistem manajemen lingkungan (SNI 19-14001-2005 dan ISO 14001-2004) membahas tentang: - Kebijakan lingkungan organisasi - Identifikasi aspek lingkungan kegiatan organisasi - Penentuan aspek lingkungan penting
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
149 tayangan51 halaman

Panduan ISO 14001:2005 dan Manfaatnya

Sistem manajemen lingkungan (SNI 19-14001-2005 dan ISO 14001-2004) membahas tentang: - Kebijakan lingkungan organisasi - Identifikasi aspek lingkungan kegiatan organisasi - Penentuan aspek lingkungan penting
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SISTIM MANAJEMEN LINGKUNGAN

SNI 19-14001-2005
ISO 14001-2004

SISTIM MANAJEMEN K3
OHSAS 18001-1999-20070

SISTIM MANAJEMEN MUTU


SNI 19-9001
ISO 9001-2008
Apa sajakah manfaat-manfaat yang diperoleh dari pendaftaran ISO 14001?

1. Meningkatkan kinerja lingkungan sesuai komitmen manajemen puncak


2. Penghematan ongkos melalui peningkatan efisiensi energi dan
penggunaan air dan minimalisasi buangan
3. Mengurangi resiko terjadinya polusi dan kondisi lainnya yang berkenaan
dengan lingkungan, penghindaran dari ongkos pembersihan yang tidak
perlu dan/atau tindakan dari lembaga-lembaga hukum
4. Kesesuaian hukum melalui pengenalan perundang-undangan,menghadapi
masalah-masalah lingkungan terkini
5. Mengurangi resiko ketidak-sesuaian dengan perundang-undangan dan
ongkos tuntutan hukum selanjutnya
6. Memberikan kesan mendalam pada suatu merek dimana para pelanggan
akan memandang organisasi tersebut telah melakukan pengendalian
dampak lingkungan yang baik
7. Meningkatkan pemusatan tujuan bisnis dan mengkomunikasikan masalah-
masalah lingkungan terkini
8. Meningkatkan kemampu-labaan organisasi melalui pengurangan ongkos-
ongkos dan meningkatkan kepuasan pelanggan
SNI 19-14001-2005
SISTIM MANAJEMEN LINGKUNGAN ISO 14001-2004
Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan lingkungan
organisasi dan memastikan bahwa kebijakan dalam lingkup sistem
manajemen lingkungannya:

① sesuai dengan sifat, ukuran dan dampak lingkungan dari


kegiatan, produk dan jasanya;
② mencakup komitmen pada perbaikan berkelanjutan dan
pencegahan pencemaran;
③ mencakup komitmen untuk menaati peraturan perundang-
undangan yang berlaku dan persyaratan lain yang diikuti
organisasi, yang terkait dengan aspek lingkungannya;
④ menyediakan kerangka untuk menentukan dan mengkaji tujuan
dan sasaran lingkungan;
⑤ didokumentasikan, diterapkan dan dipelihara;
⑥ dikomunikasikan kepada semua orang yang bekerja pada atau
atas nama organisasi; dan

⑦ tersedia untuk masyarakat.


Tetapkan, terapkan dan pelihara prosedur untuk:

① mengidentifikasi aspek lingkungan kegiatan, produk dan jasa


dalam lingkup sistem manajemen lingkungan, yang dapat
dikendalikan dan yang dapat dipengaruhi dengan
memperhitungkan pembangunan yang direncanakan atau
baru; kegiatan, produk dan jasa yang baru atau yang diubah;
dan
② menentukan aspek yang mempunyai atau dapat mempunyai
dampak penting terhadap lingkungan (yaitu aspek lingkungan
penting).

Dokumentasikan informasi ini dan memelihara kemutakhirannya.


Pastikan bahwa aspek lingkungan penting diperhitungkan dalam
penetapan, penerapan dan pemeliharaan sistem manajemen
lingkungannya.
CONTOH : Kegiatan Pengoperasian Genset

KONDISI SITUASI Aspek Lingkungan


OPERASIONAL OPERASIONAL

EMERGENCY Kebakaran
Tetesan Oli

NORMAL
Emisi Gas Buang
Contoh: Kebisingan
Operasional NOT EMERGENCY
Pemakaian Solar
Peralatan Ceceran Oli,BBM

Kebakaran
EMERGENCY
Kebocoran BBM
Tumpahan Oli
ABNORMAL

Contoh: Limbah Oli


Services NOT EMERGENCY
Sampah Filter Oli
ASPEK LINGKUNGAN :
UNSUR DARI SUATU KEGIATAN MENGHASILKAN BARANG/JASA
DARI ORGANISASI YANG DAPAT BERINTERAKSI DENGAN
LINGKUNGAN SECARA LANGSUNG atau SECARA TIDAK
LANGSUNG

DAMPAK LINGKUNGAN:
SETIAP PERUBAHAN, APAKAH MERUGIKAN ATAU
MENGUNTUNGKAN, SELURUHNYA ATAU SEBAGIAN YANG
DIHASILKAN OLEH KEGIATAN MENGHASILKAN BARANG/JASA
DARI ORGANISASI
Organisasi tidak harus mempertimbangkan setiap produk, komponen atau
bahan baku secara individual. Organisasi dapat memilih kategori kegiatan,
produk dan jasa untuk mengidentifikasi aspek lingkungannya.
Walaupun tidak ada pendekatan tunggal untuk mengidentifikasi aspek
lingkungan, pendekatan yang dipilih dapat mempertimbangkan, sebagai
contoh:
a) emisi ke udara,
b) pembuangan ke air,
c) pembuangan ke tanah,
d) penggunaan bahan baku dan sumberdaya alam,
e) penggunaan energi,
f) pancaran energi, misal: panas, radiasi, getaran,
g) limbah dan produk samping, dan
h) atribut fisik, misal: ukuran, bentuk, warna, penampilan.
ASPEK LANGSUNG :
Aspek lingkungan yang DAPAT DIKENDALIKAN SECARA LANGSUNG” oleh
organisasi karena berasal dari aktifitas organisasi itu sendiri
ASPEK TIDAK LANGSUNG :
Aspek lingkungan yang DAPAT MENIMBULKAN DAMPAK LINGKUNGAN terhadap
ORGANISASI, DIHASILKAN OLEH AKTIFITAS DI LUAR ORGANISASI sehingga TIDAK
DAPAT SECARA LANGSUNG DIKENDALIKAN
IDENTIFIKASI , PENGENDALIAN DAN PEMANTAUAN ASPEK LINGKUNGAN
Status / Revisi : Rev. 1 / 2 Juli 2007
Diajukan oleh Konfirmasi Disyahkan oleh

LOKASI : Proyek Depdagri


PENANGGUNG JAWAB : Project Manager Rasfian S Mardian Herry S
TANGGAL EVALUASI : 2 Juli 2007 SHE O C.M Project Manajer

Aktifitas -Produk Jasa

PROBABILITY

PEMENUHAN
PERATURAN
Penaggung Jawab

SKOR TINGKAT
PENTING
PERATURAN ASPEK
NO INISIAL NOMOR ACTION PLAN
Jenis
Rutin - Non Rutin

Perundang-undangan PENTING
SEVERITY
No. Aspek

Jenis dampak lingkungan


Aspek Lingkungan
Spesific

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
A Pekerjaan Persiapan :

SVRT
Luas Waktu Sumber
B3
Penyebaran Pemulihan Daya Alam

Pengendalian Kerusakan Tanah : PP


1 Sampah potongan kayu SOM 1 Pencemaran Tanah 3 1 2 0 3 3 1 3 MAJOR
RI No 150 Th. 2000

Baku Mutu Kebisingan: Kep. Men.


2 Emisi Gas Buang SOM 2 Pencemaran Udara (Bising) 1 2 1 1 2 2 1 2 MEDIUM
LH. No. 48/MENLH/11/1996
Kriteria Kerusakan Lingkungan
Pemindahan dan pembuatan kantor
1 NR 3 Pemakaian Kayu SEM 1 Pengurangan Sumber Daya Alam 1 1 2 1 2 1 1 terhadap golongan C: KEP- 1 MINOR
PP, Subkon dan Owner
43/MENLH/10/1996
Kriteria Kerusakan Lingkungan
4 Pemakaian Pasir SEM 1 Pengurangan Sumber Daya Alam 1 1 2 1 2 1 1 terhadap golongan C: KEP- 1 MINOR
43/MENLH/10/1996

Baku Mutu Kebisingan: Kep. Men.


5 Bising SOM 1 Pencemaran Udara (Bising) 1 1 1 0 1 1 1 1 MINOR
LH. No. 48/MENLH/11/1996

2 R Traffic Management Kemacetan lalu lintas Security 1


6 Estetika 1 1 1 2 2 1 1 NA 1 MINOR

3 R Tower Crane ceceran oli & gemuk Peralatan 1 3 1


Tata Cara Pengelolaan B3 KEP-
7 Limbah B3 3 1 1 1 3 3 MAJOR
01/BAPEDAL/09/1995

limbah oli Peralatan 1 3 1


Tata Cara Pengelolaan B3 KEP-
8 Limbah B3 3 1 1 1 3 3 MAJOR
01/BAPEDAL/09/1995

sampah majun Peralatan 1 3 1 1 1 3 1


Pengendalian Kerusakan Tanah : PP
9 Pencemaran Tanah 3 3 MAJOR
RI No 150 Th. 2000

sampah sarung tangan Peralatan 1 3 1 1 1 3 1


Pengendalian Kerusakan Tanah : PP
10 Pencemaran Tanah 3 3 MAJOR
RI No 150 Th. 2000

Kebakaran Peralatan 1 1 1 1 0 1 1
Baku Mutu Udara : PP No. 41 Thn
11 Pencemaran Udara (Gas Buang) 1 1 MINOR
1999

Jib Boom melewati batas Peralatan 1 1 1 1 0 1 1


12 Estetika 1 NA 1 MINOR

limbah PCB Peralatan 1 1 1 1 1 1 1


Pengendalian Kerusakan Tanah : PP
13 Pencemaran Tanah 1 1 MINOR
RI No 150 Th. 2000

pemakaian listrik Peralatan 1 1 1 1 1 1 1 Kriteria Kerusakan Lingkungan


14 Pengurangan Sumber Daya Alam 1 terhadap golongan C: KEP- 1 MINOR
43/MENLH/10/1996

Keterangan Warna :

: Data INPUT (Dapat Dirubah)

: Hasil (Tidak Dirubah)


Tetapkan, terapkan dan pelihara prosedur untuk:

① mengidentifikasi dan memperoleh informasi tentang


persyaratan peraturan perundang- undangan yang
berlaku dan
② persyaratan lainnya yang diikuti organisasi, yang terkait
dengan aspek lingkungannya; dan
③ tentukan bagaimana persyaratan tersebut berlaku
terhadap aspek lingkungannya.
Pastikan bahwa persyaratan peraturan perundang-
undangan yang berlaku dan persyaratan lainnya yang diikuti
diperhitungkan dalam penetapan, penerapan dan
pemeliharaan sistem manajemen lingkungannya.
 UUD 1945 Pasal 27 Ayat 2.
“ Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan dan penghidupan yang layak
bagi kemanusiaan “.

 Keselamatan dan Kesehatan Kerja


 UU NO. 1 Tahun 1970 yang mengatur tentang Keselamatan Kerja
 Permenaker No. Per. 01/MEN/1980 tentang, K3 pada pekerjaan konstruksi
bangunan.
 SKB Menaker dan PU No. Kep. 174/MEN/1986 dan No. 104 / KPTS / 1986
Pedoman tentang, K3 pada tempat kegiatan konstruksi.
 Permenaker No. PER 05 / MEN / 1996 tentang SMK3.
 UU No. 18 Tahun 1999 tentang, Jasa Konstruksi

 Lingkungan
 UU NO. 23 Tahun 1997 Pengelolaan Lingkungan Hidup.
 PP RI No. 85 Tahun 1999 tentang Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
 PP RI No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup
Tujuan dan sasaran dapat diukur bila memungkinkan dan
konsisten dengan kebijakan lingkungannya, termasuk
komitmen pada pencegahan pencemaran, penaatan
persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku
dan persyaratan lainnya

Saat menetapkan dan mengkaji tujuan dan sasaran,


perhitungkan persyaratan peraturan perundang-undangan
dan persyaratan lainnya yang diikuti dan pilihan teknologi,
keuangan, persyaratan operasional dan bisnis; serta
pandangan pihak yang berkepentingan.

Program harus mencakup:


pemberian tanggungjawab untuk mencapai tujuan dan
sasaran pada fungsi dan tingkatan yang sesuai dalam
organisasi; dan
cara dan jangka waktu untuk mencapai tujuan dan sasaran
tersebut.
PROGRAM KERJA K3L

PERENCANAAN SHE SHE HOUSE


TARGET SHE TALK SHE PATROL TRAINING SHE AUDIT K3L
K3L INDUCTION MEETING KEEPING

SHE PLAN TARGET : ZERO PEKERJA BARU SEMINGGU SETIAP HARI DAN SEMINGGU - DASAR-DASAR K3L - LINGKUNGAN
ACCIDENT DAN - PERUSAHAAN SEKALI SETIAP MINGGU SEKALI -P3K 6 BULAN SEKALI
KERJA BERSIH,
SAKIT AKIBAT - SUBKON/MANDOR - TANGGAP DARURAT RAPI DAN SEHAT.
KERJA - TAMU - PEMADAMAN API - PEMBERSIHAN
- PEKERJA YANG - GEMPA BUMI MASAL SETIAP
AKAN MELAKUKAN - EVAKUASI DLL SABTU ( RUTIN )
PEKERJAAN

SHE MEETING : MEETING YANG DILAKUKAN UNTUK MEMBAHAS


PERENCANAAN SHE : PETUNJUK / GAMBARAN PELAKSANAAN K3L MASALAH YANG MUNGKIN TERJADI SELAMA
DIAREA PROYEK (SHE PLAN). PEKERJAAN BERLANGSUNG DAN MENGAMBIL
TINDAKAN PENCEGAHANNYA SERTA MELAPOR-
KAN KASUS KECELAKAAN YANG TERJADI DAN
TARGET : TARGET ZERO ACCIDENT & SAKIT AKIBAT KERJA. LANGKAH-LANGKAH PERBAIKANNYA.
SHE MEETING DILAKUKAN MINIMAL SEMINGGU
SEKALI.
SHE INDUCTION : PENDEKATAN DAN PENGARAHAN TENTANG K3L,
HOUSEKEEPING DAN KETERTIBAN PROYEK TRAINING SHE : TRAINING K3L KEPADA KARYAWAN, MANDOR,
KEPADA PEKERJA BARU, TAMU DAN KEPADA SUBKONTRAKTOR TENTANG DASAR-DASAR
PEKERJA YANG AKAN MELAKUKAN KEGIATAN K3 & LINGKUNGAN , PERTOLONGAN PERTAMA
PEKERJAAN YANG BERESIKO BAHAYA TINGGI. PADA KECELAKAAN (P3K), TANGGAP DARURAT
SEPERTI CARA PEMADAMAN API BILA TERJADI
KEBAKARAN,GEMPA BUMI DAN EVAKUASI DLL.
SHE TALK : PENGARAHAN SINGKAT TENTANG K3L DAN
KONDISI PROYEK KEPADA SELURUH PEKERJA HOUSE KEEPING : MELAKUKAN PEMBERSIHAN LINGKUNGAN KERJA
SEBELUM PEKERJAAN DIMULAI, DILAKUKAN SECARA RUTIN AGAR LINGKUNGAN KERJA
MINIMAL SEMINGGU SEKALI MULAI DARI JAM SELALU DALAM KEADAAN BERSIH, RAPI, SEHAT,
08.00 – 08.15 WIB. AMAN DAN NYAMAN.

AUDIT SHE : AUDIT PELAKSANAAN DAN PENERAPAN K3L,


SHE PATROL : PATROLI RUTIN YANG DILAKUKAN SETIAP HARI APAKAH TELAH DIJALANKAN SESUAI DENGAN
UNTUK MEMONITOR KEGIATAN PEKERJAAN KEBIJAKAN DAN KETENTUAN YANG ADA.
DILAPANGAN. AUDIT INTERNAL DAN EKSTERNAL DILAKUKAN
6 BULAN SEKALI .
Manajemen puncak harus menunjuk satu orang atau lebih
wakil manajemen tertentu, yang tidak tergantung pada
tanggungjawab lainnya, dan harus mempunyai peran,
tanggungjawab dan kewenangan yang ditetapkan untuk:
① memastikan bahwa sistem manajemen lingkungan
ditetapkan, diterapkan dan dipelihara sesuai dengan
persyaratan standar ini;
② melapor kepada manajemen puncak mengenai kinerja
sistem manajemen lingkungan untuk kajian, termasuk
rekomendasi perbaikan.

Manajemen harus memastikan ketersediaan sumberdaya yang


diperlukan untuk menetapkan, menerapkan, memelihara dan
meningkatkan sistem manajemen lingkungan. Sumberdaya termasuk
sumberdaya manusia dan ketrampilan khusus, sarana operasional,
teknologi dan sumberdaya keuangan.
Peran, tanggungjawab dan kewenangan harus ditentukan,
didokumentasikan dan dikomunikasikan guna memfasilitasi
manajemen lingkungan yang efektif.
GENERAL MANAGER
STRUKTUR ORGANISASI
PROYEK GEDUNG MENTERI KEMENTERIAN PU RULLY NOVIANDAR

PROJECT MANAGER
NUR HIDAYAT

SHEO GREEN BUILDING


OFFICER
DANANG
SYAUKAT NOOR
SS
ISWANDI

SOM
SEM SAM
HENDRO DEWANTORO
JUNIAR BAKTI ALKAFIANTO TRISTIYANTO

GSP GSP
POP LOGISTIK AKUNTANSI
MAMAN S LEGIMAN
TITIS SAMBODO HARTOYO ARI PRASETYO
AMAX SUARSA
SP COR SP COR
ENGINEER DRAFTER
YADI SUNARNO PERPAJAKAN
M. WILMAN .P M. TAUFIK
M. SANDI.Y GITA WANA SP BEKISTING SP BEKISTING ARDY GUSTAV
UNTUNG S SUPRIYADI
SURYA B RIKI SYURIADI JUNAEDI SUPARNO
PURWANTO ADM.KONTRAK
QS PERALATAN GERRY KAESERIO P
SP BESI SP BESI
ADHA .A A SYAHRIZAL
DUL GHOFIR ARI PRABOWO
DESTY KUSUMA SLAMET
UMUM
BUDI
SP M/E SP M/E
TRESYA OKTO B
ANWAR SADAT USBUDIANTO UJANG SAEFUDIN

UITZET UITZET
SUPARNA ABDUL ROJAK
Memastikan orang yang bertugas/menyebabkan satu atau lebih dampak lingkungan
penting, mempunyai kompetensi yang berasal dari pendidikan, pelatihan atau
pengalaman yang memadai dan rekamannya ada

Identifikasi keperluan pelatihan yang terkait dengan aspek lingkungan dan sistem
manajemen lingkungan. Lakukan pelatihan atau cara lain untuk memenuhi
kompetensi dan ada rekamannya.

Ada prosedur yang menyatakan tentang :

① pentingnya kesesuaian dengan kebijakan lingkungan dan prosedur, serta


dengan persyaratan sistem manajemen lingkungan;

② aspek lingkungan penting dan dampak yang nyata atau potensial terjadi yang
terkait dengan pekerjaannya dan manfaat peningkatan kinerja perorangan
terhadap lingkungan;

③ peran dan tanggungjawab mereka dalam mencapai pemenuhan persyaratan


sistem manajemen lingkungan; dan

④ akibat yang mungkin terjadi bila prosedur tidak dilaksanakan.


Berkaitan dengan aspek lingkungan dan sistem
manajemen lingkungan, organisasi harus
menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur
untuk:

① komunikasi internal antara tingkatan dan fungsi


yang beragam di organisasi tersebut;
② menerima, mendokumentasikan dan menanggapi
komunikasi yang terkait dari pihak eksternal yang
berkepentingan.

Organisasi harus memutuskan apakah akan


melaksanakan komunikasi kepada pihak eksternal
mengenai aspek lingkungannya dan harus
mendokumentasikan keputusan tersebut.
Bila keputusan organisasi adalah melaksanakan
komunikasi eksternal tersebut, maka organisasi harus
menetapkan dan menerapkan metode untuk
Dokumentasi sistem manajemen lingkungan
harus mencakup:

① kebijakan, tujuan dan sasaran lingkungan;


② penjelasan lingkup sistem manajemen
lingkungan;
③ penjelasan unsur-unsur utama sistem
manajemen lingkungan dan keterkaitannya
serta rujukan kepada dokumen terkait;
④ dokumen, termasuk prosedur, yang
disyaratkan
⑤ dokumen, termasuk rekaman,
Dokumen yang diperlukan oleh sistem manajemen lingkungan dan
standar ini harus dikendalikan. Rekaman adalah jenis dokumen
khusus dan harus dikendalikan mengikuti persyaratan (pengendalian
rekaman).
Tersedia prosedur untuk:
① menyetujui dokumen sebelum diterbitkan;
② meninjau dan memutakhirkan seperlunya serta menyetujui-ulang
③ Memastikan perubahan dan status revisi dokumen terakhir dapat
diidentifikasi;
④ Memastikan versi dokumen yang berlaku tersedia di tempat
penggunaan;
⑤ Memastikan dokumen tetap terbaca dan dapat segera
diidentifikasi secara mudah;
⑥ Memastikan dokumen dari pihak eksternal yang ditetapkan
penting diidentifikasi dan penyebarannya dikendalikan;
⑦ mencegah penggunaan dokumen kadaluwarsa dan menerapkan
identifikasi yang cocok pada dokumen tersebut bila masih
Mengidentifikasi dan merencanakan operasi
yang terkait dengan aspek lingkungan
dilaksanakan pada kondisi tertentu, dengan:
① menetapkan, menerapkan dan memelihara
prosedur terdokumentasi untuk
mengendalikan situasi apabila prosedur
tersebut tidak ada; dan
② menetapkan kriteria operasi dalam prosedur;
dan
③ menetapkan, menerapkan dan memelihara
prosedur pada barang dan jasa yang
digunakan serta mengkomunikasikan
ACTION PLAN Lampiran.2
WI No.QSHE-2007/DVT/AA/W/033

IPPAL
DVO/CB : II / III
Proyek : Depdagri

No No Referensi : QSHE- Mar'07 Apr'07 May'07 Jun'07 Jun'07 Aug'07 Aug'07 Penanggung
Aspek Lingkungan Objektif Program Target Pencapaian Biaya Jawab
Closing Date
AP Aspek 2007/PMT/AA/P/010 I II III IV I II III IV V I II III IV V I II III IV I II III IV I II III IV V I II III IV V

I Bore Pile
1 31 Kebisingan Mengontrol Kebisingan Pengaturan jam kerja ≤ Baku Mutu SOP Kebisingan - QCE

2 32 Emisi Gas Buang Mengontrol Emisi Udara Kalibrasi FIP ≤ Baku Mutu SOP Emisi Gas Buang QCE

3 34 Limbah lumpur Mengontrol Limbah lumpur Pembuatan Sump Pit ≤ Baku Mutu SOP Pencemaran Air SOM

II Galian Basement -
4 43 Limbah lumpur Mengontrol Limbah lumpur Pembuatan Sump Pit ≤ Baku Mutu SOP Pencemaran Air SOM

III Bekisting
5 52 Bising Mengontrol Kebisingan Pengaturan jam kerja ≤ Baku Mutu SOP Kebisingan QCE

IV Pengecoran
6 53 Bising Mengontrol Kebisingan Pengaturan jam kerja ≤ Baku Mutu SOP Kebisingan QCE

7 55 Debu Mengontrol pencemaran debu Pemasangan Safety net zero complain SOM
Penyiraman lokasi kerja

V Bongkar Bekisting
8 60 Bising Mengontrol Kebisingan Pengaturan jam kerja ≤ Baku Mutu SOP Kebisingan QCE

II Pekerjaan Marmer dan Keramik


9 75 Debu Mengontrol pencemaran debu Pemasangan Safety net ≤ Baku Mutu SOM

10 76 Bising Mengontrol Kebisingan Pengaturan jam kerja zero complain SOP Kebisingan QCE

II Pekerjaan Plafon Gypsum


11 78 Debu Mengontrol pencemaran debu Pemasangan Safety net ≤ Baku Mutu SOM

12 79 Bising Mengontrol Kebisingan Pengaturan jam kerja zero complain SOP Kebisingan QCE

Ket: Disetujui Mengetahui Dibuat *)


* Dibuat oleh: SEM/SOM/PERALATAN/PEN BAR
(Sesuai jenis aktifitas)
Rencana
Herry S Rasfian S Mardian
Realisasi PM SHEO SOM
Tgl : 02-07-2007 Tgl : 02-07-2007 Tgl : 02-07-2007
① Tetapkan, terapkan dan pelihara prosedur
untuk mengidentifikasi potensi situasi darurat
dan kecelakaan, yang dapat menimbulkan
dampak lingkungan serta bagaimana
menanganinya.
② Uji prosedur tersebut secara berkala
③ Lakukan tindakan terhadap situasi darurat
dan kecelakaan yang terjadi serta mencegah
atau mengatasi dampak lingkungan negatif
yang ditimbulkan.
④ Tinjau prosedur kesiagaan dan tanggap
darurat secara berkala dan sempurnakan,
khususnya setelah terjadinya kecelakaan atau
PEMBAGIAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB PADA KEJADIAN KECELAKAAN

DIAGRAM ALIR PIC URAIAN


SAFETY, 1. LUKA R IN G A N
SECURITY - Ko rban ditanggulangi dengan P 3K.
TERJADI
SAM 2. LUKA B E R A T D A N M E N IN G G A LD UN IA
KECEL AKAAN
- Hubungi ko o rdinato r keamanan untuk tindakan awal
- A mankan TKP
- Khusus ko rban meninggal dunia hubungi RS & pastikan
LUKA RINGAN AKIBAT LUKA BERAT RS yang akan dituju situasinya aman
SAFETY 3. H UB UN G I KE LUA R G A
- Hubungi penanggung jawab ko rban yaitu : A tasan,M ando r
MENINGGAL Subko n, dst.
1. 2. SAFETY, 4. B A WA KO R B A N KE R UM A H S A KIT
HUBUNGI SECURITY A . LUKA B E R A T
PENGOBATAN / KOORDINATOR (Jika Safety - - Dibawa ke RS ( RS A cuan atau RS Terdekat )
P3K KEAMANAN tidak ada di - B awa surat pengantar / jaminan dan fo to co py KTP
3. tempat). ko rban jika ke RS A cuan
HUBUNGI KELUARGA / - B awa uang jika ke RS bukan RS A cuan.
PENANGGUNG JAWAB B . M E N IN G G A L
KORBAN - Ko rban dibawa ke RS dengan aman atau situasi aman
SELESAI
4. - B awa surat pengantar / Register ( fo rm Jamso stek dan
BAWA KORBAN fo to co py KTP ko rban ).
KE RUMAH SAKIT SAFETY 5. H A S IL P E M E R IKS A A N M E D IS KO R B A N LUKA B E R A T
- Tunggu hasil pemeriksaan untuk pastikan ko ndisi ko rban
5. RAWAT - Jika ko ndisi ko rban untuk hidup lebih besar / dirawat,
HASIL 6. teruskan kelangkah no . 6
PEMERIKSAAN PERAWATAN - Jika ko rban meninggal atau kemungkinan hidup kecil
? teruskan kelangkah no . 8
SAFETY 6. P E R A WA T A N
LAPORAN
7. - Serah terima tanggung jawab perawatan kepada penang-
&
gung jawab ko rban (atasan ko rban atau mando r, subko n)
CLAIM
- B uat Lapo ran Kecelakaan, Investigasi dan P enyelesaian
8. ko rban kecelakaan, ko o rdinasikan dengan General A ffair.
8. SELESAI 7. LA P O R A N & C LA IM
PENGURUSAN SURAT2
* LAPORAN POLISI SAFETY - B uat kro no lagis kecelakaan (fo rm Depnaker )
* VISUM SAM - P engurusan ke Depnaker
* PENGAMBILAN JENAZAH SAM - Info rmasi kecelakaan bisa lisan dulu keJamso stek
* SURAT JALAN SAM - P engisian fo rm-fo rm Jamso stek dan pengurusan Claim
SAM 8. P E N G UR US A N S UR A T - S UR A T
- B uat lapo ran P o lisi ( P o lsek TKP )
9. 10. PENGURUSAN - M inta Visum & Surat Ket.dari RS (RSCM Untuk Jakarta)
BAWA KE DEPNAKER Ko o rdinasi - M inta surat pengambilan & membawa jenazah dari P o lisi
JENAZAH DAN JAMSOSTEK Keamanan & 9. B A WA J E N A Z A H
P enanggung - Jenazah dikembalikan kekeluarga dengan membawa surat
11. PENYELESAIAN jawab ko rban ja la n
SELESAI AKHIR SAFETY 10. P E N G IS IA N F O R M J A M S O S T E K
- M engisi Lapo ran Kro no lo gis kejadian ( fo rm Jamso stek )
SAM 11. P E N Y E LE S A IA N A KH IR
SELESAI
- Lapo ran ke Depnaker dan Jamso stek
- P enyerahan santunan ke ahli waris
Daftar Nama dan Nomor Telephone Instansi terkait
 Disnakertrans
 Alamat : Jl. Prapanca Raya No.9 Blok B Kebayoran Baru
 No. Telp. : ( 021 ) 7208551
 Jamsostek / Asuransi
 Alamat : Jl. Salemba Raya No. 65 Jakarta Pusat
 No. Telp. : ( 021 ) 3917817, 3905227, 3905226
 Kantor Polsek
 Alamat : Jl. Kyai Maja 62 Kebayoran Baru Jak-Sel
 No. Telp. : ( 021 ) 7221637
 Dinas Pemadam Kebakaran
 Alamat : Jl. RS. Fatmawati, Lebak bulus
 No. Telp. : ( 021 ) 7657939
 Rumah Sakit Terdekat
 Nama : Puskesmas Kebayoran Baru
 Alamat : Jl. Iskandarsyah No.105
 No. Telp. : ( 021 ) 7233918
 : RS. Dr. Mintohardjo
 : Jl. Bendungan Hilir Raya No.17 Jakarta Pusat
 : ( 021 ) 5749037, 57049037
KEBAKARAN

KONDISI
Kebakaran besar
KEBAKARAN

Kebakaran kecil

PETUGAS DIPROYEK DINAS KEBAKARAN

- Menanggulangi Kebakaran Alamat : ...................................


- Investigasi Telp : ...................................
- Membuat Laporan

PROJECT MANAGER

SAM

OWNER

POLISI

ASURANSI
① Tetapkan, terapkan dan pelihara prosedur
secara berkala memantau dan mengukur
karakteristik pokok operasinya. Prosedur
termasuk pendokumentasian informasi untuk
memantau kinerja, pengendalian operasional
yang berlaku
② Pastikan peralatan pemantauan dan
pengukuran dikalibrasi atau diverifikasi,
digunakan dan dipelihara
③ Simpan rekamannya
Lampiran.8.1 (1/2)
Prose dur No.QSHE-2 007/PMT/AA/W /034

ENVIRONMENTAL PERFORMANCE
Bulan : Januari 2007
PROYEK : PP TRAINING CENTER (110601)
LOKASI : CIPAYUNG
No.Rec:… … ../ 7.1/ QSHE-2007/ PMT/ AA/ W/ 034
PENILAIAN
No Komitmen dan Leadership Bobot Hasil
( sama PF K3)
Kehadiran PM dalam SHE Talk
1 5 5 0.25
( jumlah Prosentase thd jadwal SHE Talk )
Kehadiran PM dalam SHE Meeting
2 2 5 0.1
( jumlah Prosentase thd jadwal SHE Meeting )
Penyediaan untuk fasilitas Lingkungan memadai
3 60 10 6
(sesuai dengan kondisi lapangan)
Environmental Plan Up to date
4 100 5 5
(Isi sesuai dengan WI K3L Proyek Konstruksi)
Jumlah
25 11.35
Presentase
PENILAIAN BOBOT HASIL
No Pencemaran Air
Ya Tidak (%) (%)
1 Instalasi Sanitasi dikelola dengan benar (sesuai shop drawing) 1
2 Memiliki tempat pembuangan sampah sementara (Organik & Anorganik) 1 10 6.67
3 Pembuangan sampah telah dikelola dengan baik 1
Jumlah 2 1
Presentase 66.67% 33.33%
PENILAIAN
No Pencemaran Udara Bobot Hasil
Presentase %
1 Emisi Gas Buang 30.00%
2 Kebisingan 30.00% 15 5.00
3 Getaran 40.00%
Presentase 33.33%
PENILAIAN
Target Volume Pemakaian
No Penggunaan sumber daya alam secara efisien: Bobot Hasil
Perusahaan (sampai saat ini)
Ya Tidak

1 Meminimalisasi penggunaan kayu ≤ 300 m3/proyek 300 301 0 1


2 Penggunaan Material Gol C ≤ 5.000.000 m3/proyek 5,000,000 1,000,000 1 0
3 Pemakaian Listrik ≤ 450.000 kwh 450,000 400,000 1 0
4 Pemakaian BBM ≤ 180.000 liter/proyek 180,000 200,000 0 1
5 Penggunaan air tanah ≤ 1.500.000 liter/proyek 1,500,000 - 1 0 15 9.00
Jumlah 3 2
Presentase 60.00% 40.00%

Handling Sesuai PENILAIAN


No Pengelolaan Bahan dan Limbah B3 Labelling Bobot Hasil
MSDS Ya Tidak
1 Pemakaian bahan kimia untuk beton NA 1 1 0
2 Minyak bekisting NA 1 1 0
3 Material waterproofing NA 1 1 0
4 Material anti rayap 1 1 1 0
5 Toner NA 0 0 1
6 Cat, 1 1 1 0 25 12.50
7 Kaleng Bekas yang mengandung aerosol (oli) 1 0 0 1
8 Oli Bekas 0 1 0 1
9 Batere Kering / Air accu bekas pakai 0 1
10 Ceceran Oli, BBM 0 1
Jumlah 5 5
Presentase 50.00% 50.00%

PENILAIAN
No Estetika Bobot Hasil
Presentase %
1 Hasil Penilaian House Keeping Assessment 90.00% 10 9.00

KESIMPULAN
Nilai Pencapaian Environmental Performance 100.00 53.52

Keterangan:
1 = Memenuhi
0 = Tidak memenuhi
NA = Tidak Ada Penilaian
Cipayung, 30 Desember 2007
Diketahui Oleh Dinilai Oleh

Putu Wasita Iven Zuhri


PM SHE O
Lampiran.8.1 (1/2)

ENVIRONMENTAL PERFORMANCE
Prosedur No.QSHE-2007/PMT/AA/W/034
SAFETY AND HEALTH PERFORMANCE MEASUREMENT
Bulan : Januari 2007
PROYEK : PP TRAINING CENTER (110601) Bulan : ….……………..……………….
LOKASI : CIPAYUNG
No.Rec:……../ 7.1/ QSHE-2007/ PMT/ AA/ W/ 034 Proyek : …………..……………………..
PENILAIAN
No Komitmen dan Leadership Bobot Hasil
( sama PF K3)
Kehadiran PM dalam SHE Talk Bobot Hasil Penilaian Skor Pengukuran
1 5 5 0.25
( jumlah Prosentase thd jadwal SHE Talk ) No Parameter Tingkat Kesadaran K3 (%) (%) (%)
Kehadiran PM dalam SHE Meeting
2 2 5 0.1 A B C=A x B
( jumlah Prosentase thd jadwal SHE Meeting)
Penyediaan untuk fasilitas Lingkungan memadai
3 60 10 6
(sesuai dengan kondisi lapangan)
4
Environmental Plan Up to date
100 5 5
A Komitmen dan Kepemimpinan 25.00% 17.50%
(Isi sesuai dengan WI K3L Proyek Konstruksi)
Jumlah
25 11.35
Presentase 1 Kehadiran PM dalam SHE Talk 5.00% 20% 1.00%
No Pencemaran Air
PENILAIAN BOBOT HASIL ( jumlah Prosentase thd jadwal SHE Talk )
Ya Tidak (%) (%)
1 Instalasi Sanitasi dikelola dengan benar (sesuai shop drawing) 1
2 Memiliki tempat pembuangan sampah sementara (Organik & Anorganik) 1 10 6.67 2 Kehadiran PM dalam SHE Meeting 5.00% 75% 3.75%
3 Pembuangan sampah telah dikelola dengan baik 1 ( jumlah Prosentase thd jadwal SHE Meeting)
Jumlah 2 1
Presentase 66.67% 33.33%
3 Penyediaan untuk fasilitas K3 memadai 10.00% 90% 9.00%
PENILAIAN
No Pencemaran Udara Bobot Hasil (sesuai dengan kondisi lapangan)
Presentase %
1 Emisi Gas Buang 30.00%
2 Kebisingan 30.00% 15 5.00
3 Getaran 40.00% 4 Safety Plan Up to date 5.00% 75% 3.75%
Presentase 33.33% (Isi sesuai dengan WI K3L Proyek Konstruksi)
Volume PENILAIAN
Target
No Penggunaan sumber daya alam secara efisien: Pemakaian Bobot Hasil
Perusahaan (sampai saat ini) Ya Tidak B Penerapan Sistem Manajemen K3 40.00% 32.60%

1 Meminimalisasi penggunaan kayu ≤ 300 m3/proyek 300 301 0 1 1 Pengukuran Implementasi K3 dilapangan 10.00% 96.00% 9.60%
2 Penggunaan Material Gol C ≤ 5.000.000 m3/proyek 5,000,000 1,000,000 1 0
3 Pemakaian Listrik ≤ 450.000 kwh 450,000 400,000 1 0 (diambil dari hasil Safety Assessment Sheet)
4 Pemakaian BBM ≤ 180.000 liter/proyek 180,000 200,000 0 1 (No.QSHE-2007/PMT/AA/W/024 )
5 Penggunaan air tanah ≤ 1.500.000 liter/proyek 1,500,000 - 1 0 15 9.00
Jumlah 3 2
Presentase 60.00% 40.00% 2 Pelaksanaan training K3 10.00% 90.00% 9.00%
Handling Sesuai PENILAIAN
No Pengelolaan Bahan dan Limbah B3 Labelling Bobot Hasil
MSDS Ya Tidak 3 Pelaksanaan simulasi tanggap darurat sesuai dengan 10.00% 60.00% 6.00%
1 Pemakaian bahan kimia untuk beton NA 1 1 0 schedule
2 Minyak bekisting NA 1 1 0
3 Material waterproofing NA 1 1 0
4 Material anti rayap 1 1 1 0 4 Pengukuran dampak kegiatan kerja sesuai dengan baku 10.00% 80.00% 8.00%
5 Toner NA 0 0 1 mutu K3.
6 Cat, 1 1 1 0 25 12.50
7 Kaleng Bekas yang mengandung aerosol (oli) 1 0 0 1
8 Oli Bekas 0 1 0 1 C Dokumentasi K3 10.00% 7.50%
9 Batere Kering / Air accu bekas pakai 0 1
10 Ceceran Oli, BBM 0 1
Jumlah 5 5 1 Keakuratan record pelaksanaan K3 10.00% 75.00% 7.50%
Presentase 50.00% 50.00%
(Laporan bulanan K3L)
PENILAIAN
No Estetika Bobot Hasil
Presentase %
D Pengukuran Tingkat Kekerapan dan Keparahan 25.00% 22.50%
1 Hasil Penilaian House Keeping Assessment 90.00% 10 9.00

KESIMPULAN 1 Tingkat Kekerapan (Frequenci Rate) 12.50% 80.00% 10.00%


Nilai Pencapaian Environmental Performance 100.00 53.52

2 Tingkat Keparahan (Saverity Rate ) 12.50% 100.00% 12.50%

Total 100.0% 80.10%

OBJECTIVE K3 PERUSAHAAN 2007 NILAI PERFORMANCE K3 = 75%


Keterangan:
1 = Memenuhi
0 = Tidak memenuhi Jakarta, …………….………
NA = Tidak Ada Penilaian
Cipayung, 30 Desember 2007
Diketahui Oleh Dinilai Oleh

Putu Wasita Iven Zuhri


PM SHE O
SHE O
① Tetapkan, terapkan dan pelihara prosedur
secara berkala mengevaluasi kepatuhan
terhadap persyaratan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
② Lakukan evaluasi kepatuhan terhadap
ketentuan lain yang diikuti organisasi.
③ Evaluasi dapat digabungkan atau dibuat
prosedur terpisah.
④ Rekaman hasil evaluasi berkala tersebut
disimpan.
Tetapkan, terapkan dan pelihara prosedur untuk menangani
ketidaksesuaian yang berpotensi maupun nyata. Prosedur tersebut
harus menjelaskan persyaratan untuk:
① mengidentifikasi dan melaksanakan koreksi terhadap
ketidaksesuaian dan melaksanakan tindakan untuk mengatasi
dampak lingkungan yang timbul;
② menyelidiki ketidaksesuaian, menemukan penyebabnya dan
melaksanakan tindakan untuk menghindari terulangnya
ketidaksesuaian;
③ mengevaluasi keperluan untuk melaksanakan tindakan
pencegahan ketidaksesuaian dan menerapkan tindakan yang
memadai untuk menghindari terjadinya ketidaksesuaian;
④ merekam hasil tindakan perbaikan dan tindakan pencegahan
yang telah dilaksanakan; dan
⑤ meninjau efektivitas tindakan perbaikan dan tindakan
pencegahan yang telah dilaksanakan.
Tindakan yang dilaksanakan harus memadai terkait dengan besarnya
masalah dan dampak lingkungan yang dihadapi. Organisasi harus
memastikan agar dokumentasi sistem manajemen lingkungan
15. Pengendalian rekaman

 Organisasi harus menetapkan dan memelihara


prosedur untuk melakukan identifikasi,
pemeliharaan dan pemusnahan dari rekaman K3,
seperti hasil-hasil audit dan tinjauan ulang;

4.5.4
Lokasi Kerja Bersih Setelah cor bersih Pagar proyek rapi

Kantin pekerja Area parkir bersih Penyemprotan Pos satpam bersih


bersih nyamuk

Sarana Housekeeping Bedeng pekerja bersih Toilet dilantai kerja KM pekerja bersih
ersedia Stop Kontak Formwork disusun dengan Besi tidak diletakan
i Los Kerja RAPI Los kerja bersih langsung diatas tanah

Lokasi Kerja Bersih dan Formwork ditata dan Hasil Pabrikasi


Rapi dipilah Besi dipilah menurut ditata Rapi
ukuran

Lokasi Kantor ada Penghijauan, Penerangan Cukup, Ruang Rapat Rapi dan Kantor Bersih
PEMILAHAN, PENATAAN, PEMBERSIHAN, PEMANTAPAN & PEMBIASAAN

Material ditata rapi

Pasir diletakan dalam Alat bantu disusun rapi


kotak

previous
Gudang Diatur serapinext
Material ditata sesuai mungkin
Material Diletakan dan Ditata Rapi
dengan Ukuran
Organisasi harus menetapkan dan memelihara
rekaman yang diperlukan untuk menunjukkan
pemenuhan persyaratan sistem manajemen
lingkungannya dan standar ini, serta hasil yang
dicapai.
Organisasi harus menetapkan, menerapkan dan
memelihara prosedur untuk pengidentifikasian,
penyimpanan, perlindungan, pengambilan,
penahanan (retention), dan pembuangan
rekaman.
Rekaman harus tetap terbaca, teridentifikasi dan
terlacak.
Organisasi harus memastikan bahwa audit internal terhadap sistem
manajemen lingkungan dilaksanakan pada jangka waktu yang
direncanakan untuk:
1. menentukan apakah sistem manajemen lingkungan
a. memenuhi pengaturan yang direncanakan untuk manajemen
lingkungan termasuk persyaratan standar ini; dan
b. telah diterapkan dan dipelihara secara memadai, serta
2. menyediakan informasi hasil audit bagi manajemen

Program audit harus direncanakan, ditetapkan, diterapkan dan


dipelihara oleh organisasi, dengan mempertimbangkan tingkat
kepentingan berbagai operasi dari sisi lingkungan serta hasil audit
sebelumnya.

Prosedur audit harus ditetapkan, diterapkan dan dipelihara, yang


memuat
tanggungjawab dan persyaratan untuk perencanaan dan
pelaksanaan audit, pelaporan hasil dan penyimpanan rekaman yang
terkait;
Manajemen meninjau sistem manajemen lingkungan pada jangka
waktu tertentu, untuk memelihara kesesuaian, kecukupan dan
efektivitas sistem yang berkelanjutan. Tinjauan harus termasuk
mengkaji kesempatan untuk perbaikan dan keperluan untuk
melakukan perubahan pada sistem manajemen lingkungan,
termasuk kebijakan lingkungan, tujuan dan sasaran lingkungan.
Rekaman tinjauan manajemen harus disimpan.
Masukan kepada tinjauan manajemen harus termasuk:
a) hasil audit internal dan evaluasi penaatan terhadap persyaratan
peraturan perundang-
undangan dan persyaratan lain yang diikuti organisasi;
b) komunikasi dari pihak eksternal yang berkepentingan, termasuk
keluhan;
c) kinerja lingkungan organisasi;
d) tingkat pencapaian tujuan dan sasaran;
e) status tindakan perbaikan dan pencegahan;
f) tindak lanjut tinjauan manajemen sebelumnya;
g) situasi yang berubah, termasuk perkembangan pada persyaratan
peraturan perundang-
Task 19 - ISO 14001:2004 EMS TIMING CHART for :________________________________________ ISO REP: _______________________
ISO DEVELOPMENT WORKSHOP TASKS 1 2 3 4-5 6-7 8-9 10-11 12 13 14 15 16
A. Preparation Phase-from Tasks 1-13
1. Describe your organization
. Decide on ISO management system
. Select ISO Management Rep + Committee
7. Conduct Environmental Team meetings
. Formulate Quality Policy / Objectives
. State Scope of QMS
13. Assign improvement actions
B. Development Phase-from Tasks 14-23
14. Provide ISO training - Exercise A-E
. Perform environmental assessment
. Identify legal and other requirements
. Identify environmental programs
. Manage implementation project
. Collect existing documents
. Do financial study - Costs vs Benefits
. Reconfirm ISO decision
23. Promote & practice teamwork
C. Implementation Phase-ref Tasks 24-28
24. Obtain / Review EMS Model/Template
. Draft EMS documentation - use Model
Approve Quality Manual
Approve Procedures & Instructions
. Implement Procedures & Instructions
. Train auditors & conduct Internal Audit Train Audit
28. Perform management review
D. Registration Phase-from Tasks 29-30
29. Select a registrar
Perform documentation review
Perform final Registration audit
30. Receive ISO certificate / CELEBRATE !!
Significant Dates Apr
Jan-09 Feb Mar Ap-May Ju-Jul Au-Sep Oc-Nov Dec 09 Jan 10 Feb Mar
2010

Anda mungkin juga menyukai