Anda di halaman 1dari 36

PENGERTIAN

&
ETIOLOGI
Dinda Triananda 1710711089
Pengertian
Harga diri rendah adalah kondisi seseorang
yang menilai keberadaan dirinya lebih Harga diri rendah adalah perasaan
rendah dibandingkan orang lain yang seseorang bahwa dirinya tidak diterima di
berpikir adalah hal negatif diri sendiri lingkungan dan gambran-gambaran negatif
sebagai individu yang gagal, tidak mampu, tentang dirinya (Barry, dalam Fitria 2009).
dan tidak berprestasi. (Keliat, 2010).

Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa gangguan harga diri rendah adalah
gangguan konsep diri dimana harga diri merasa gagal mencapai keinginan, perasaan tentang diri yang
negatif dan merasa dirinya lebih rendah dibandingkan orang lain
Harga Diri
Rendah

Harga Diri Rendah Situasional Harga Diri Rendah Kronik

Keadaan dimana individu yang


sebelumnya memiliki harga diri Evaluasi diri yang negatif yang
positif mengalami perasaan secara langsung maupun tidak
negatif terhadap suatu langsung diekspresikan
kejadian.
Etiologi
SITUASIONAL KRONIK

Yaitu perasaan negatif terhadap diri


Yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba, telah berlangsung lama, yaitu
misalnya harus operasi, sebelum sakit/dirawat. Klien ini
kecelakaan, dicerai suami, putus mempunyai cara berfikir yang
sekolah, putus hubungan kerja, negatif. Kejadian sakit dan dirawat
perasaan malu karena sesuatu akan menambah persepsi negatif
(korban pemerkosaan, ditunduh terhadap dirinya. Kondisi ini
KKN, dipenjara tiba-tiba). mengakibatkan respon yang
maladaptive.
Rentang Respon

Clara Amanda
Novitasari
Menurut Stuart and Sundeen (1998:230)
Rentang Respon Neurobiologis
POHON MASALAH
PENGK A JIAN

FENNY ANDRIANI 1710711077


S I N T YA M A R L I A N I P U T R I 1710711092
S H E R I N A L I N DA Z U L FA 1710711095
SECARA TEORI
FAKTOR PREDISPOSISI
Dikategorikan menjadi empat, yaitu :

Faktor yang memengaruhi


harga diri

Peran sesuai jenis kelamin


Ideal diri tidak realistis
Peran dalam pekerjaan
Peran dalam kebudayaan

Faktor-faktor yang
memengaruhi penampilan
peran

Faktor-faktor yang
memengaruhi identitas
personal
FAKTOR PRESIPITASI
Ketegangan peran Peran yang tidak jelas

Konflik peran

Peran berlebihan
Situasi transisi peran
Transisi perkembangan

Transisi sehat-sakit Stressor biologis


Trauma
PENILAIAN STRESSOR/TANDA DAN GEJALA
Tanda dan Gejala Harga Diri Rendah adalah :

1. Mengejek dan mengkritik diri.


2. Merasa bersalah dan khawatir, menghukum atau menolak diri sendiri.
3. Mengalami gejala fisik, misal: tekanan darah tinggi, gangguan penggunaan zat.
4. Menunda keputusan.
5. Sulit bergaul.
6. Menghindari kesenangan yang dapat memberi rasa puas.
7. Menarik diri dari realitas, cemas, panik, cemburu, curiga, halusinasi.
8. Merusak diri: Harga diri rendah menyokong klien untuk mengakhiri hidup
9. Merusak/melukai orang lain
10. Perasaan tidak mampu
11. Pandangan hidup yang pesimistis
12. Tidak menerima pujian
13. Penurunan produktivitas.
14. Penolakan terhadap kemampuan diri.
15. Kurang memerhatikan perawatan diri
16. Berpakaian tidak rapih
17. Berkurang selera makan
18. Tidak berani menatap lawan bicara
19. Lebih banyak menunduk.
20. Bicara lambat dengan nada suara lemah.
SUMBER KOPING

1. Hubungan Interpersonal
2. Olahraga dan kegiatan diluar ruangan
3. Hobi dan Kerajinan
4. Seni ekspresif
5. Kesehatan dan perawatan diri
6. Pendidikan atau pelatihan
7. Vokasi atau posisi
8. Bakat khusus
9. Intelijensi
10.Imajinasi dan Kreativitas
11.Hubungan interpersonal
MEKANISME KOPING

Memberikan pelarian
sementara dari krisis identitas
Mengenali penyitaan
Memberikan identitas atau menutup identitas.
Jangka Pendek pengganti sementara Jangka Panjang
Identitas Negatif
memperkuat atau meningkatkan
rasa membaur diri

membuat identitas diri berarti dan


pembauran identitas
SESUAI K ASUS
FAKTOR PRESDIPOSISI

1. Faktor yang memengaruhi harga diri :


• Psikososial : Pada kasus, klien mendapatkan pola asuh yang buruk dari kecil, karena
orang tuanya membedakan perhatian yang diberikan kepada klien dengan kakaknya.
• Sosial : pada kasus, klien malas mengobrol dengan teman-temannya karna malu
2. Faktor-faktor yang memengaruhi penampilan peran
• Peran sesuai dengan gender/jenis kelamin : Klien merasadirinya gagal dalam
pekerjaan.
FAKTOR PRESIPITASI

1. Psikologis : Klien mengatakan sebelumnya pernah bekerja setahun yang lalu dan
berhenti karena dipecat bosnya
PENILAIAN STRESSOR/TANDA DAN
GEJALA
1. Kognitif : perasaan negatif tentang dirinya sendiri, pandangan hidup yang pesimis,
klien merasa bodoh seperti kakak-kakaknya, dan klien berfikir tidak mampu melakukan
pekerjaan apapun.
2. Afektif : klien kesal dengan dirinya sendiri mengapa ia bodoh dan hanya tamatan SD,
klien merasa malu dengan teman-temannya
3. Perilaku : klien membatasi hubungan dengan teman-temannya
4. Sosial : klien malas ngobrol dengan teman-temannya karena merasa malu
SUMBER KOPING

Pada kasus, klien belum menemukan sumber koping untuk mengatasi stresnya.
Sesuai kasus, sumber koping yang tepat untuk mengatasi masalah klien adalah :
1. Personal ability : meningkatkan kepercayaan dirinya, meningkatkan persepsi diri
bahwa dirinya berharga, mengurangi pikiran negatif dan pandangan hidup yang optimis.
2. Social support : keluarga memberikan dukungan dan bersikap tidak membeda-
bedakan dengan kakak-kakaknya.
MEKANISME KOPING

Klien menggunakan mekanisme :


• Mekanisme koping berfokus pada masalah yang melibatkan tugas dan upaya langsung untuk
mengatasi ancaman.
• Kasus : Klien melakukan negosiasi (kompromi dengan perawat mengenai maslah yang
dialaminya).
DIAGNOSA DAN
INTERVENSI HDR
A N N I S A H I L M Y N U R A R I FA H
A R L I A F I K A D A M AYA N T I
DIAGNOSA

1. Harga diri rendah kronik


2. Isolasi sosial
Tgl No. Dx Diagnosa Tujuan Kriteria Hasil Intervensi
Harga Diri Rendah Klien mengungkapkan pandangan Setelah 4 kali interaksi, klien menunjukkan Bina hubungan saling percaya dengan
positif untuk masa depan dan ekspresi wajah bersahabat , menunjukkan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik
melanjutkan tingkat fungsi rasa senang , ada kontak mata , mau :
sebelumnya berjabat tangan, mau menyebutkan nama,  Sapa klien dengan ramah baik verbal
mau menjawab salam, klien mau duduk maupun non verbal
1. Klien dapat membina hubungan berdampingan dengan perawat mau  Perkenalkan diri dengan sopan
saling percaya dengan perawat mengutarakan masalah yang di hadapi  Tanyakan nama lengkap dan nama
panggilan yang di sukai klien
 Jelaskan tujuan pertemuan
 Jujur dan menepati janji
 Tunjukan sifat empati dan menrima
klien apa adanya
 Beri perhatian dan perhatikan
kebutuhan dasar klien

2. klien dapat mengidentifikasi aspek Setelah 4 kali interaksi klien menyebutkan Diskusikan dengan klien tentang :
positif dan kemampuan yang dimiliki :  Aspek positif yang dimiliki
 Aspek positif dan kemampuan yang klien,keluarga, lingkungan
dimiliki klien  Kemampuan yang dimiliki klien
 Aspek positif keluarga Bersama klien buat daftar tentang :
 Aspek positif lingkungan klien  Aspek positif klien , keluarga, lingkungan
 Kemampuan yang dimiliki klien
Beri pujian yang realistis , hindarkan
memberi penilaian negatif.

3. Klien dapat menilai kemampuan Setelah 4 kali interaksi klien menyebutkan Diskusikan dengan klien kemampuan yang
yang dimiliki untuk dilaksanakan kemampuan yang dapat di laksanakan dapat dilaksanakan

Diskusikan kemampuan yang dapat di


lanjutkan pelaksanaannya
4. klien dapat merencanakan Setelah ... kali interaksi klien Rencanakan bersama klien aktivitas
kegiatan sesuai dengan membuat rencana kegiatan harian yang dapat di lakukan setiap hari
kemampuan yang dimiliki sesuai kemampuan klien :
 Kegiatan mandiri
 Kegiatan dengan bantuan
sebagian
 Kegiatan yang membutuhkan
bantuan total

Tingkatkan kegiatan sesuai kondisi


klien

Beri contoh cara pelaksanaan


kegiatan yang dapat klien lakukan
5. Klien dapat melakukan kegiatan Setelah ... kali interaksi klien melakukan Anjurkan klien untuk melaksanakan
sesuai rencana yang dibuat kegiatan sesuai jadwal yang di buat kegiatan yang telah direncanakan

Pantau kegiatan yang dilaksanakan klien

Beri pujian atas usaha yang dilakukan klien

Diskusikan kemungkinan pelaksanaan


kegiatan setelah pulang

6. Klien dapat memanfaatkan sistem Setelah ... kali interaksi klien Beri pendidikan kesehatan pada keluarga
pendukung yang ada memanfaatkan sistem pendukung yang tentang cara merawat klien dengan harga
ada di keluarga diri rendah

Bantu keluarga memberikan dukungan


selama klien dirawat

Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di


Isolasi sosial Klien bisa berinteraksi dengan Setelak ... kali interaksi klien Hubungan saling percaya dengan :
orang lain menunjukkan tanda – tanda percaya  Beri salam setiap berinteraksi
kepada / terhadap perawat :  Perkenalkan nama panggilan
1. Klien dapat membina  Wajah cerah, tersenyum perawat dan tujuan perawat
hubungan saling percaya  Mau berkenalan berkenalan
 Ada kontak mata  Tanyakan dan panggil nama
 Bersedia menceritakan perasaan kesukaan Nama kesukaan klien
 Bersedia mengungkapkan  Tunjukkan sikap jujur dan menepati
masalahnya janji setiap kali berinteraksi
 Tanyakan perasaan klien dan
masalah yang di hadapi klien
 Buat kontrak interaksi yang jelas
 Dengarkan dengan penuh perhatian
ekspresi perasaan klien

2. Klien mampu menyebutkan Setelah ... X interaksi klien dapat Tanyakan pada klien tentang :
penyebab menarik diri menyebutkan minimal satu penyebab  Orang yang tinggal serumah / teman
memarik diri dari : sekamar klien
 Diri sendiri  Orang yang paling dekat dengan klien
 orang lain dirumah / di ruang keperawatan
 lingkungan  Apa yang membuat klien dekat dengan
orang tersebut
 Orang yang tidak dekat dengan klien
dirumah / di ruang perawatan
 Apa yang membuat klien tidak dekat
dengan orang tersebut
 Upaya yang sudah di lakukan agar dekat
dengan orang lain

Diskusikan dengan klien penyebab menarik diri


atau tidak mau bergaul dengan orang lain

Beri pujian terhadap kemampuan klien


mengungkapkan perasaan nya
3. Klien mampu menyebutkan Setelah ... X interaksi dengan klien dapat Tanyakan pada klien tentang :
keuntungan berhubungan sosial dan menyebutkan keuntungan berhubungan sosial  manfaat hubungan sosial
kerugian menarik diri misalnya :  kerugian menarik diri
 banyak teman
 tidak kesepian Diskusikan bersama klien tentang manfaat
 bisa diskusi berhubungan sosial dan kerugian menarik diri
 saling menolong
Beri pujian terhadap kemampuan klien
Dan kerugian menarik diri misalnya : mengungkapkan perasaannya.
 sendiri
 kesepian
 tidak bisa diskusi

4. Klien dapat melakukan hubungan Setelah ... X interaksi klien dapat melaksanakan Observasi perilaku klien saat berhubungan sosial
secara bertahap Hubungan sosial secara bertahap dengan :
 perawat Beri motivasi dan bantu klien untuk berkenalan /
 perawat lain berkomunikasi dengan :
 klien lain  perawat lain
 kelompok  klien lain
 kelompok

libatkan klien dalam terapi aktivitas kelompok sosialisasi

diskusikan jadwal harian yang dapat di lakukan untuk


meningkatkan kemampuan klien bersosialisasi

beri motivasi klien untuk melakukan kegiatan sesuai


dengan jadwal yang telah dibuat

beri pujian terhadap kemampuan klien memperluas


pergaulannya melalui aktivitas yang di laksanakan
5. Klien mampu menjelaskan Setelah ... x interaksi klien dapat Diskusikan dengan klien tentang
perasaanya setelah menjelaskan perasaanya setelah perasaannya setelah berhubungan
berhubungan sosial berhubungan sosial dengan : sosial dengan :
 orang lain  orang lain
 kelompok  kelompok

beri pujian terhadap kemampuan


klien mengungkapkan perasaannya

6. Klien mendapat dukungan Setelah ... x pertemuan keluarga dapat Diskusikan pentingnya peran serta
keluarga dalam memperluas menjelaskan tentang : keluarga sebagai pendukung untuk
hubungan sosial  pengertian menarik diri mengatasi prilaku menarik diri
 tanda dan gejala menarik diri
 penyebab dan akibat menarik diri Diskusikan potensi keluarga untuk
 cara merawat klien menarik diri membantu klien mengatasi perilaku
menarik diri
setelah ... x pertemuan keluarga dapat
memperaktekan cara merawat klien
menarik diri
HASIL PENELITIAN ASKEP PADA
PASIEN YANG MENGAL AMI
GANGGUAN HARGA DIRI RENDAH

ANNISA HILMY NURARIFAH (1710711087)


ARLIA FIKA DAMAYANTI (1710711099)
Aplikasi Terapi Spesialis Keperawatan Jiwa Pada Pasien Skizofrenia Dengan
Judul
Harga Diri Rendah Kronis Di RSMM Jawa Barat

Keywoard Harga diri rendah kronis, keperawatan jiwa, terapi spesialis

Penulis Efri Widianti , Budi Anna Keliat , Ice Yulia Wardhani

Tahun 2017

Untuk menguraikan aplikasi terapi spesialis keperawatan jiwa


Tujuan
terhadap pasien harga diri rendah kronis.

Lokasi RSMM Jawa Barat


Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan
rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negatif terhadap
diri sendiri atau kemampuan diri. Adanya perasaan hilang kepercayaan diri,
merasa gagal karena tidak mampu mencapai keinginan sesuai dengan ideal
diri.

Gangguan harga diri rendah akan terjadi jika kehilangan kasih


sayang, perlakuan orang lain yang mengancam dan hubungan
interpersonal yang buruk. Harga diri meningkat bila diperhatikan/dicintai
dan dihargai atau dibanggakan. Tingkat harga diri seseorang berada
dalam rentang tinggi sampai rendah. Harga diri tinggi/positif ditandai
dengan ansietas yang rendah, efektif dalam kelompok, dan diterima oleh
orang lain. Individu yang memiliki harga diri tinggi menghadapi
lingkungan secara aktif dan mampu beradaptasi secara efektif untuk
berubah serta cenderung merasa aman sedangkan individu yang memiliki
harga diri rendah melihat lingkungan dengan cara negatif dan
Latar menganggap sebagai ancaman.

Asuhan keperawatan pasien dengan harga diri rendah kronis diberikan


Belakang melalui pelaksanaan terapi generalis dan spesialis (FIK-UI, 2009). Tindakan
keperawatan generalis yang diberikan pada pasien dengan harga diri
rendah kronis adalah melatih pasien untuk mengidentifikasi kemampuan
positif yang dimiliki pasien dan melatih kemampuan positif yang dimiliki
pasien tersebut. Selain tindakan keperawatan generalis, ada juga tindakan
keperawatan spesialis yang dapat diberikan pada pasien dengan harga diri
Karya Ilmiah Akhir ini ditulis berdasarkan managemen kasus yang telah ditangani oleh
penulis pada saat praktik residensi 3 di ruang Arimbi RSMM pada tanggal 20 Februari – 20
April 2012. Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah studi deskriptif
kualitatif dengan pendekatan serial kasus melalui pemberian terapi dengan kombinasi yang
berbeda. Kombinasi terapi yang dipergunakan dalam karya ilmiah ini adalah tujuh paket
terapi. Paket terapi yang diberikan pada pasien harga diri rendah kronis ditetapkan
Sampel berdasarkan kemampuan dan kondisi serta karakteristik pasien. Analisa hasil terhadap
pemberian paket terapi pada pasien harga diri rendah kronis dinilai berdasarkan perubahan
respon terhadap stressor (tanda dan gejala), perubahan kemampuan pasien mengatasi harga
diri rendah kronis, perubahan kemampuan keluarga dalam merawat pasien harga diri rendah
kronis dan perubahan kemampuan keluarga mengatasi stressor dalam merawat pasien harga
diri rendah kronis.
Metode yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah studi deskriptif
kualitatif dengan pendekatan serial kasus melalui pemberian terapi dengan kombinasi
yang berbeda. Kombinasi terapi yang dipergunakan dalam karya ilmiah ini adalah
tujuh paket terapi. Paket terapi yang diberikan pada pasien harga diri rendah kronis
Jenis ditetapkan berdasarkan kemampuan dan kondisi serta karakteristik pasien.
Analisa hasil terhadap pemberian paket terapi pada pasien harga diri rendah
Penelitian kronis dinilai berdasarkan perubahan respon terhadap stressor (tanda dan gejala),
perubahan kemampuan pasien mengatasi harga diri rendah kronis, perubahan
kemampuan keluarga dalam merawat pasien harga diri rendah kronis dan perubahan
kemampuan keluarga mengatasi stressor dalam merawat pasien harga diri rendah
Langkah awal dalam terapi kognitif perilaku adalah penyelesaian terhadap
distorsi kognitif. Penyelesaian distorsi kognitif yang dialami oleh individu
diharapkan dapat merubah perasaan individu ke arah yang lebih baik
sehingga individu tersebut juga dapat berperilaku dengan baik (Burn, 1980
dalam Townsend, 2009). Hal ini disebabkan oleh terapi kognitif dapat
membantu individu mengubah kepercayaan (anggapan yang tidak logis),
penalaran yang salah dan pernyataan negatif yang mendasari permasalahan
perilaku (Stuart & Laraia, 2005).
Terapi kognitif perilaku dapat diterapkan pada pasien dengan masalah
depresi dan masalah psikiatrik lainnya seperti panik, pengontrolan marah,
Hasil penggunaan obat obatan, harga diri rendah, risiko bunuh diri serta
ketidakberdayaan. Selain itu terapi ini juga efektif pada gangguan makan, dan
gangguan kepribadian
Rahayuningsih (2007) dalam penelitiannya membuktikan bahwa terapi
kognitif efektif untuk meningkatkan harga diri dan kemandirian pasien
pasien dengan kanker payudara di RS Kanker Darmais Jakarta
Terapi individu untuk mengatasi harga diri rendah hanya berfokus pada
bagaimana seorang individu mampu mengatasi masalahnya sendiri. Terapi
Kemandirian pasien dan peningkatan kemampuan pasien serta menurunnya
respon terhadap stressor pada pasien harga diri rendah kronis akan dapat
dipertahankan ketika pasien mempunyai sumber pendukung untuk terus
mengingatkan pasien tentang perawatan yang telah dilakukan. Sumber
pendukung terdekat dan paling utama pada pasien gangguan jiwa adalah
keluarga (Stuart, 2009).
Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat diketahui bahwa sebagai individu
Hasil yang unik dan holistik, maka penatalaksanaan pasien harga diri rendah
kronis akan memberikan hasil yang optimal ketika menyentuh semua aspek
dalam sistem yang melingkupi seorang individu yaitu individu itu sendiri
dengan keholistikannya, individu sebagai bagian dari kelompok dan individu
sebagai bagian dari sistem keluarga. Penatalaksanaan terhadap ketiga area
(individu, kelompok dan keluarga) seperti yang penulis lakukan pada paket
terapi ini diharapkan dapat membantu pasien harga diri rendah kronis keluar
dari masalahnya dan diharapkan pula dapat mencegah kekambuhan.
Berdasarkan simpulan hasil karya ilmiah akhir terdapat beberapa hal
Kesimpulan yang dapat disarankan kepada pihak-pihak terkait dalam rangka
meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa khususnya di ruang Arimbi.
Kepala Bidang Perawatan RSMM diharapkan memfasilitasi penerapan pelayanan
keperawatan yang bersifat spesialistik melalui program perencanaan pengembangan
tenaga perawat spesialis jiwa dan memfasilitasi serta mensosialisasikan standar
asuhan keperawatan spesialis dan peranan perawat ruangan untuk manajemen kasus
harga diri rendah kronis. Kepala ruangan dan perawat ruang Arimbi diharapkan
mempertahankan dan meningkatkan peran sebagai role model dalam menjalankan
Saran kegiatan pelayanan MPKP dan asuhan keperawatan jiwa khususnya penerapan terapi
generalis untuk harga diri rendah kronis dalam rangka melengkapi terapi modalitas
keperawatan seiring dengan penerapan terapi spesialistik, menerapkan model
keperawatan yang sesuai (Model Stress Adaptasi Stuart dan Model Praktik
Keperawatan Profesional) dengan pelaksanaan terapi keperawatan pada pasien harga
diri rendah kronis, mengontrol dan mengevaluasi kemampuan pasien harga diri
rendah kronis khususnya dalam pelaksanaan buku kerja pasien.
Widianti, Efri , Budi Anna Keliat & Ice Yulia Wardhani.
(2017). Aplikasi Terapi Spesialis Keperawatan Jiwa Pada
Daftar Pustaka Pasien Skizofrenia Dengan Harga Diri Rendah Kronis Di