Anda di halaman 1dari 38

KONSEP RAWAT INAP

Oleh

Dr. dr. H. Dovy Djanas, Sp.OG (K)


PENGERTIAN RAWAT INAP
American Hospital Association (1978)
• Suatu institusi yang fungsi utamanya adalah memberikan pelayanan kepada
pasien untuk diagnostik dan terapeutik setrta berbagai penyakit dan masalah
kesehatan, baik yang bersifat bedah maupun non bedah
Azwar (1996)
• Rawat ina (opname) adalah proses perawatan pasien oleh tenaga kesehatan
profesional akibat penyakit tertentu, dimana pasien diinapkan disuatu ruangan di
rumah sakit
Sjafli (2004)
• Pelayanan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan,
keperawatan, rehabilitasi medis dengan menginap di ruang rawat inap pada
sarana kesehatan rumah sakit pemerintah atau swasta, serta puskesmas
perawatan dan rumah bersalin, yang oleh karena penyakitnya penderita harus
menginap
ALUR RAWAT INAP
Pasien
Masuk

Poliklinik
• Poli Umum IGD
• Poli Eksekutif
(ambun pagi)
ALUR PASIEN RAWATAN
STRUKTUR ORGANISASI
RSUP DR. M. DJAMIL
KEWENANGAN RESIDEN
KEWENANGAN BERDASARKAN
TINGKAT SUPERVISI RESIDEN
1. Supervisi Tinggi

2. Supervisi Moderat Tinggi

3. Supervisi Moderat

4. Supervisi Rendah
SUPERVISI TINGGI
Asesmen dari PPDS belum dianggap sahih.

Proses keputusan Rencana Asuhan / Tindakan oleh DPJP.

DPJP melakukan tindakan sendiri, PPDS memperhatikan,

membantu pelaksanaan tindakan.

Pencatatannya di rekam medis ttd DPJP dan PPDS.


SUPERVISI MODERAT TINGGI
 Asesmen dari PPDS dianggap sahih, namun pertimbangannya

(judgement) belum sahih

 Proses keputusan Rencana Tindakan disupervisi oleh DPJP

 PPDS melakukan tindakan, DPJP mensupervisi langsung

(onsite)

 Pencatatannya di rekam medis ttd PPDS dan DPJP


SUPERVISI MODERAT
 Asesmen dari PPDS dianggap sahih, namun
pertimbangannya (judgement) belum sahih.
 Proses keputusan Rencana Asuhan dilaporkan untuk
persetujuan DPJP, sebelum tindakan, kecuali kasus gawat
darurat.
 PPDS melakukan tindakan, DPJP mensupervisi tidak
langsung, sesudah tindakan, evaluasi laporan tindakan.
 Pencatatannya di rekam medis ttd PPDS dan DPJP.
SUPERVISI RENDAH
 Asesmen dan pertimbangan dari PPDS dianggap sahih namun
belum punya legitimasi
 Proses keputusan Rencana oleh PPDS
 PPDS melakukan tindakan, supervisi DPJP melalui komunikasi
per telpon, melalui laporan per telpon, laporan tertulis di rekam
medis
 Pencatatannya di rekam medis harus divalidasi dengan ttd DPJP
 Pada keadaan khusus, PPDS berada ditempat terpencil tanpa
DPJP terkait, tentang proses validasi dibuat kebijakan khusus
oleh RS
REKAM MEDIS & PENGISIANNYA
REKAM MEDIS
 Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen
tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan
pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien.
ASESMEN PASIEN
Asesmen pasien
 Tahapan dari proses dimana dokter, perawat, dietisien mengevaluasi
data pasien baik subjektif maupun objektif untuk membuat keputusan
terkait :
 Status kesehatan pasien
 Kebutuhan perawatan
 Intervensi
 Evaluasi

Asesmen awal pasien rawat inap


 Tahap awal dari proses dimana dokter perawat, dietisien
mengevaluasi data pasien dalam 24 jam pertama sejak pasien masuk
rawat inap atau bisa lebih cepat tergantung kondisi pasien dan
dicatat dalam rekam medis
ASESMEN AWAL PASIEN RAWAT
INAP
• Pasien pertama kali masuk  Asesmen awal
• Asesmen awal pasien rawat inap  tahap awal proses
dimana dokter, perawat, dietisien mengevaluasi data
pasien dalam 24 jam pertama sejak pasien masuk rawat
inap atau bisa lebih cepat tergantung kondisi pasien dan
dicatat dalam rekam medis
• Khusus pasien rawat inap, asesmen pasien terkait status
kesehatan, intervensi, kebutuhan keperawatan, dan gizi.
• Tujuannya  Untuk dapat berhaasil dalam memberikan
terapi / asuhan yang berorientasi kepada pasien
ASESMEN PASIEN
ASESMEN PASIEN

ASESMEN KEPERAWATAN ASESMEN MEDIS ASESMEN GIZI

RENCANA TERAPI BERSAMA

MENGEMBANGKAN RENCANA ASUHAN

MELAKUKAN ASESMEN ULANG BILA


TERJADI PERUBAHAN SIGNIFIKAN
TERHADAP KONDISI KLINIS
CONTOH PENGISIAN
LEMBAR ASESMEN AWAL
MEDIS & CPPT
CONTOH
PENGISIAN
LEMBAR CPPT
PPK & CLINNICAL PATHWAY
PPK (PANDUAN PRAKTEK
KEDOKTERAN)
 PPK adalah terjemahan dari Panduan Nasional Praktek Kedokteran (PNPK).

 1 PPK untuk 1 diagnosis utama

 PPK dibuat berdasarkan ketersediaan SDM, sarana dan prasarana yang ada di RSUP Dr. M.
Djamil Padang serta melibatkan semua spesialisasi terkait sehingga bersifat spesifik untuk
digunakan di RSUP Dr. M. Djamil Padang.
 Tujuan :

1. Meningkatkan mutu pelayanan


2. Mengurangi resiko intervensi yang tidak perlu
3. Memberikan pilihan treatmen terbaik dengan keuntungan maksimal dan resiko
terkecil
4. Tatalaksana dengan biaya optimal
 Isi : pengertian, anamnesis, pemeriksaan fisik, kriteria diagnosis, diagnosis banding,
pemeriksaan penunjang, terapi, edukasi, prognosis dan kepustakaan.
PPK (PANDUAN PRAKTEK
KEDOKTERAN)
CLINNICAL PATHWAY (CP)
 CP : suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu yang merangkum
setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan standar
pelayanan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan
hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama di rumah sakit.

Clinical Pathways  Salah satu komponen dari Sistem DRG-Casemix


yang terdiri dari kodefikasi penyakit dan prosedur tindakan (ICD 10 dan ICD
9-CM) dan perhitungan biaya (baik secara top down costing atau activity
based costing maupun kombinasi keduanya).
 Implementasi Clinical Pathways berkaitan erat dengan Clinical Governance
dalam hubungannya menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan dengan
biaya yang dapat diestimasikan dan terjangkau.
CLINNICAL
PATHWAY