Anda di halaman 1dari 2

DETAIL ARSITEKTUR

Detail adalah bagian terkecil yang sangat terperinci yang


diperbesarkan sehingga terlihat jelas. Ilmu arsitektur membutuhkan
banyak pertimbangan dan pemikiran dari berbagai segi. Terutama
pada kenyamanan pengguna atau antropometri, estetika, kekuatan
struktur, fungsi utilitas, mekanik dan listrik, dan lain-lain.  
Pemikiran detail arsitektur tersebut tentu memiliki tujuan
tertentu. “God is in the details” merupakan kutipan terkenal dari
arsitek Mies van der Rohe yang menyatakan bahwa konsistensi
detail desain juga dapat meningkatkan nilai dari sebuah karya
arsitektur.
Detail dalam arsitektur dapat meningkatkan nilai bangunan
dengan memberikan kemudahan dalam membangun dan merawat
bangunan. Hal tersebut dapat dicapai dengan pemikiran yang lebih
CONTOH DETAIL ARSITEKTUR
mendalam tanpa mengorbankan nilai estetika dan fungsional dari
objek yang akan didetailkan.
Peningkatan nilai estetis pada bangunan juga akan terjadi
apabila detail dalam arsitektur dapat diterapkan dengan baik. Hal
ini dapat dicapai dengan menerapkan konsistensi konsep desain
pada seluruh elemen bangunan tanpa mengorbankan nilai
fungsional. Contoh detail arsitektur yang konsisten ada pada
bangunan arsitek Frank Lloyd Wright pada tahun 1939 yang
bernama Falling Water. Bangunan ini memiliki konsep
keharmonisan antara manusia dengan alam.
Konsep tersebut diterapkan dengan beberapa pemikiran
detail dari pemikiran makro hingga mikro seperti meletakkan
bangunan di atas aliran sungai dan menjadikannya bagian dari
ruang dalam bangunan. Ruang koridor yang gelap dan plafon
yang rendah sehingga orientasi mengarah pada jendela panjang
yang mengarah pada pemandangan hutan, desain jendela yang
panjang hingga menyamping tanpa terhalang kolom sehingga
memberikan kesan menyatu dengan ruang luar, serta
pengulangan bentuk dan material yang berada pada eksterior
dan interior bangunan. Hasilnya merupakan mahakarya arsitektur
yang bertahan hingga sekarang.