0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
414 tayangan24 halaman

Pertidaksamaan Linear dan Kuadrat

Pertidaksamaan linear adalah pertidaksamaan yang memuat variabel dengan pangkat tertinggi satu dan menggunakan tanda hubung "<", ">", "<=", atau ">=". Ada beberapa sifat penting pertidaksamaan linear seperti tanda pertidaksamaan tidak berubah jika penambahan atau pengurangan bilangan sama dilakukan pada kedua ruas, namun akan berubah jika perkalian bilangan negatif dilakukan.

Diunggah oleh

didin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
414 tayangan24 halaman

Pertidaksamaan Linear dan Kuadrat

Pertidaksamaan linear adalah pertidaksamaan yang memuat variabel dengan pangkat tertinggi satu dan menggunakan tanda hubung "<", ">", "<=", atau ">=". Ada beberapa sifat penting pertidaksamaan linear seperti tanda pertidaksamaan tidak berubah jika penambahan atau pengurangan bilangan sama dilakukan pada kedua ruas, namun akan berubah jika perkalian bilangan negatif dilakukan.

Diunggah oleh

didin
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertidaksamaan linear

Pengertian
Pertidaksamaan linear adalah suatu kalimat terbuka yang
variabelnya berderajat satu dengan menggunakan tanda
hubung “lebih besar dari” atau “kurang dari”
dengan notasi / lambang <, >, ≤ atau ≥.

Sifat-sifatnya
1. Kedua ruas dapat di tambah atau di kurangi dengan bilangan yang sama.
2. Kedua ruas dapat dapat dikali atau di bagi dengan bilangan positip yang sama.
3. Kedua ruas dapat di bagi atau di kali dengan bilangan negatip yang sama maka
penyelesaiannya tidak berubah asal saja arah dari tanda pertidaksamaan di balik

Contoh :
a. x + 5 < 12 c. 2x2 – 3x + 5 ≥ 0
b. (x – 2)(x + 3)2(x + 4) ≤ 0 d. √(10 – 2x) > x + 5
Pertidaksamaan linear
Sebelum kita bahas lebih jauh tentang pertidaksamaan, masih ingatkah
kamu tentang pengertian interval / selang ?

Contoh :
Nyatakan suatu himpunan penyelesaian yang merupakan himpunan
bilangan real yang memenuhi :
a. x > 4 c. 2 ≤ x ≤ 5
b. x ≤ -2 d. x ≤ -1 atau x > 4

-2

2 5

-1 4
Pertidaksamaan linear

Sifat-sifat pertidaksamaan
1. Tanda pertidaksamaan tidak berubah jika penambahan atau
pengurangan suatu bilangan yang sma dilakukan pada kedua ruas
pertidaksamaan tersebut.
Misal :
x+3 < 5
↔ x+3–3 <5–3
↔ x < 2
2. Tanda pertidaksamaan tidak berubah jika perkalian atau pembagian
suatu bilangan positif dilakukan pada kedua ruas pertidaksamaan
tersebut
Misal :
2x ≥ 18
↔ 2x . ½ ≥ 18 . ½
↔ x ≥ 9
Pertidaksamaan linear

3. Tanda pertidaksamaan akan berubah jika perkalian atau


pembagian suatu bilangan negatif dilakukan pada kedua ruas
pertidaksamaan tersebut.
Bukti :
Misalnya : a < b dan k < 0
karena a < b maka a – b = n , dimana n < 0
sehingga : k ( a – b ) = kn
↔ ka - kb = kn > 0
↔ ka > kb
Contoh :
- 4x < 12
↔ - 4x . – ¼ > 12 . - ¼
↔ x > -3
Pertidaksamaan linear
Pertidaksamaan linier adalah pertidaksamaan yang memuat variabel dengan
pangkat tertinggi adalah satu

Tentukan HP dari pertidaksamaan berikut ini :


a. 2x – 5 < 13
b. 3x + 2 ≥ 5x – 22
Jawab :
a. 2x – 5 < 13
↔ 2x < 13 + 5
↔ x < 18
HP = { x / x < 18 }
b. 3x + 2 ≥ 5x – 22
↔ 3x – 5x ≥ - 22 – 2
↔ - 2x ≥ -24
↔ x ≤ 12
HP = { x / x ≤ 12 }
Pertidaksamaan Kuadrat

Pertidaksamaan kuadrat adalah suatu pertidaksamaan yang mempunyai


variabel dengan pangkat tertinggi dua .
Langkah-langkah untuk mencari himpunan penyelesaian pertidaksamaan kuadrat :
a. Nyatakan pertidaksamaan kuadrat dalam bentuk persamaan kuadrat (jadikan ruas
kanan sama dengan 0).
b. Carilah akar-akar dari persamaa kuadrat tersebut.
c. Buatlah garis bilangan yang memuat akar-akar tersebut, tentukan tanda (positif
atau negatif) pada masing-masing interval.
d. Himpunan penyelesaian diperoleh dari interval yang memenuhi pertidaksamaan
tersebut.

PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN


Pertidaksamaan Kuadrat
Pertidaksamaan kuadrat adalah pertidaksamaan yang memuat variabel dengan
pangkat tertinggi adalah dua.
Ada 2 cara menyelesaiakan pertidaksamaan kuadrat yaitu :
a. dengan metode garis bilangan
b. dengan metode sketsa grafik
A. Dengan metode garis bilangan
Contoh :
Tentukan HP dari pertidaksamaan kuadrat berikut ini dengan metode garis
bilangan :
a. (x – 1)(x + 3) > 0 c. 3x2 + 5x – 1 ≤ 2x2 + 5x + 15
b. x2 – 5x + 6 ≤ 0 d. –x2 + 3x – 4 < 0
Contoh :
a. (x – 1)(x + 3) > 0
+ + + + - - - - - - - + + + +

-3 1

Jadi HP = { x / x < -3 atau x > 1 }


Pertidaksamaan Kuadrat
b. x2 – 5x + 6 ≤ 0
↔ (x – 2)(x – 3) ≤ 0

- - - - - - - + + + + - - - - - - -
2 3

Jadi HP = { x / x ≤ 2 atau x ≥ 3 }

c. 3x2 + 5x – 1 ≤ 2x2 + 5x + 15
↔ 3x2 – 2x2 + 5x – 5x – 1 – 15 ≤ 0
↔ x2 – 16 ≤ 0
↔ (x – 4)(x + 4) ≤ 0

+ + + + - - - - - - - + + + +
-4 4
Jadi HP = { x / -4 ≤ x ≤ 4 }
Pertidaksamaan Kuadrat

B. Dengan metode Grafik


Menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat dengan menggunakan metode sketsa grafik fungsi
kuadrat seperti yang telah kita pelajari pada kompetensi dasar grafik fungsi kuadrat yang
lalu. Grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola. Hal yang perlu diperhatikan sebelum kita
menggambar parabola y = ax2 + bx + c adalah a dan D (diskriminan = b2 – 4ac) .
Perhatikanlah yang berikut ini :
Pertidaksamaan Kuadrat

Jika a > 0 (Mempunyai nilai


balik minimum).
a.
D > 0 (memotong sb x di 2
titik yang berlainan).

a >0
b. D=0 (menyinggung sb
x/terdapat 1 titik persekutuan).

a >0
c. D < 0 (tidak
memotong/menyinggung sb x).
Pertidaksamaan Kuadrat

 a < 0 (mempunyai nilai


balik maksimum)
d.  D > 0 (memotong sb x
di 2 titik yang
berlainan).

 a<0
 D = 0 (menyinggung sb
e.
x, mempunyai 1 titik
persekutuan).

 a<0
f.
 D < 0 (tidak
memotong/menyinggun
g sb x)
Pertidaksamaan Kuadrat
Hal yang perlu diperhatikan dalam menggambar sketsa grafik fungsi
kuadrat yaitu :
a. Titik potong dengan sumbu X syaratnya y = 0
b. Titik potong dengan sumbu Y syartanya x = 0
c. Sumbu simetri yaitu x = -b/2a
d. Titik Puncak yaitu P( -b/2a , -D/4a)
Contoh :
Tentukan HP dari pertidaksamaan kuadrat x2 – x < 3x dengan
menggunakan sketsa grafik.
Jawab :
x2 – x < 3x
↔ x2 – x - 3x < 0
↔ x2 – 4x < 0
Kita harus menggambar grafik fungsi kuadrat y = x2 – 4x dan setelah itu
kita tentukan daerah penyelesaiannya yang berada dibawah sumbu X.
Pertidaksamaan Kuadrat
a. Titik potong dengan sumbu X syaratnya y – 0
y = x2 – 4x
0 = x2 – 4x
0 = x ( x – 4)
x = 0 atau x = 4

b. Titik potong dengan sumbu Y syaratnya x = 0


y=3
Jadi titik potong dengan sumbu Y adalah (3,0)

c. Sumbu simetri x = -b/2a


x = - (-4) / 2.1
x=2

d. Puncak P(-b/2a , -D/4a)


P ( 2, -(b2 – 4ac) /4a )
P ( 2, -((-4)2-4.1.0 / 4.1)
P ( 2, -16/4)
P (2 , -4)
Pertidaksamaan Kuadrat

Sketsa grafiknya adalah sebagai berikut :


Y
Himpunan penyelesaiannya
adalah daerah yang terletak diantara 0 dan 4 yang
berada dibawah sumbu X ( karena
tanda pertidaksamaannya < 0 )
Jadi HP = X
{x/0< x <4}
0 2 4

-4
Pertidaksamaan Bentuk
Pecahan
Contoh :
Tentukan himpunan penyelesaian
dari pertidaksamaan :

x2
 0 , x  1
x 1
Jawab :
x2
0
x 1
Faktor pembuat nol adalah x  2 dan x  1

+ + + + - - - - - - - - - + + + +

-1 2
Jadi HP = { x / -1 < x < 2 }
Pertidaksamaan Bentuk
Pecahan
Tentukan nilai x yang memenuhi pertidaksamaan

2x 1
1, x3
x3
++++ - - - - - - - - - - - ++++
Jawab :
-2 3
2x 1
1 x  3
x3
HP = { x / x ≤ -2 atau x > 3 }
2x 1
1  0
x3
2x 1 x3
 0
x3 x3
x2
 0 dengan x  3
x3
Pertidaksamaan Bentuk
Pecahan
Tentukan nilai x yang memenuhi pertidaksamaan

x 2  5x  6
 0 , x  2 atau x  5
x  7 x  10
2

Jawab :
x 2  5x  6
0
x  7 x  10
2

( x  2)( x  3)
0
( x  2)( x  5)
( x  3)
0
( x  5)

+++++++ - - - - - - - - - - +++++++

3 5
Jadi HP = { x / 3 ≤ x ≤ 5 }
Pertidaksamaan Bentuk Akar

Contoh :
Tentukan penyelesaian dari pertidaksamaan bentuk akar berikut :

2x  5  1
Jawab :
syarat pertidaksamaan :
( 2 x  5 ) 2  (1) 2
(2 x  5)  1 syarat bentuk akar :
2x  6 2x  5  0
x3 2x  5
5
x
2
Pertidaksamaan Bentuk Akar

Syarat bentuk akar


5/2
Syarat pertidaksamaan
3
hasilnya
5/2 3

Jadi HP = { x / 5/2 ≤ x ≤ 3 }
Pertidaksamaan Bentuk Akar

Tentukan HP dari

2 x  6  3x  12
Jawab : syarat pertidaksa maan : syarat bentuk akar :
2 x  6  3 x  12 (1) 2 x  6  0
( 2 x  6 ) 2  ( 3 x  12 ) 2 2x  6
(2 x  6)  (3x  12) x3
2 x  3 x  12  6 (2) 3x  12  0
 x  6 3 x  12
x 6 x 4
Pertidaksamaan Bentuk Akar

Syarat pertidaksamaan
6
Syarat bentuk akar (1)
3
Syarat bentuk akar (2)
4

hasilnya
6

Jadi HP = { x / x > 6 }
LATIHAN SOAL
LATIHAN SOAL

Anda mungkin juga menyukai