INFECTION
CONTROL RISK ASESSMEN (ICRA)
PROGRAM DI FASYANKES
Ns Gortap Sitohang SKep., M.P.H., CIPP, FISQUaCPLM
PELATIHAN
INFECTION PREVENTION CONTROL NURSE (IPCN)
YAYASAN CINTA KASIH SEJAT (YCKS)
Jakarta, 6-10 September 2022
TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM
• Setelah selesai proses pembelajaran ini peserta mampu
menjelaskan ICRA program Pencegahan dan Pengendalian
Infeksi
TUJUAN PEMBELAJARAN KHUSUS
Setelah proses pembelajaran ini peserta mampu:
Menjelaskan pengertian ICRA
Menjelaskan tujuan ICRA
Menjelaskan waktu dilakukan ICRA
Menjelaskan Individu yang melakukan ICRA
Menjelaskan Tahapan ICRA
Menjelaskan Proses ICRA
POKOK
BAHASAN
POKOK BAHASAN
Pendahuluan
Latar Belakang
Pengertian ICRA
Tujuan ICRA
Waktu dilakukan ICRA
Individu yang melakukan ICRA
Proses ICRA
PENDAHULUAN
Healthcare Associated Infections
Community Acquired Infection
(HAIs)
Pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit dan
fasilitas pelayanan kesehatan merupakan suatu upaya kegiatan
untuk meminimalkan atau mencegah terjadinya infeksi pada MASALAH DI YANKES
pasien, petugas, pengunjung dan masyarakat sekitar rumah
sakit.
Pengendalian infeksi harus dilaksanakan oleh semua rumah
sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
Salah satu program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Program PPI
(PPI) adalah kegiatan menilai risiko Infeksi (ICRA).
Infection Control Risk Assesment
Patient Safety
( ICRA )
6 ICRA PROGRAM
PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI
1 2 4
3
Ada program Diklat PPI
Ada program Kewaspadaan standar 1. Program Ada program surveilans 1. Dokter dan perawat
1. Program Kewaspadaan standar Kewaspadaan 1. Surveilans CAUTI 2. Staf Penunjang
HH Transmisi 2. Surveilans VAP 3. Staf administrasi
APD 3. Surveilans CLABSI 4. Pasien dan keluarga
Kontak 5. Pengunjung dan Masyarakat
Pemrosesan alkes 4. Surveilans PLABSI
Linen Droplet 5. Surveilans SSI/IDO Rumah Sakit (Pedagang,
Lingkungan Udara Tukang Parkir, Petugas
Limbah Kebersihan
Penempatan Pasien
Perlindungan Kesehatan 5
Kebersihan pernapasan/etika
batuk
Penyuntikan yang aman
Ada program Pencegahan dan 6 7
Praktik lumbal fungsi Pengendalian Infeksi pada
pemakaian alat Kesehatan dan
Tindakan operasi Ada program PPRA Ada program
1. Bundles CAUTI 1. Profilaksis 1. Audit
2. Bundles VAP 2. Terapi 2. ICRA
3. Bundles CLABSI
4. Bundles PLABSI
5. Bundles SSI/IDO
TUGAS KOMITE PPI DALAM RISK
ASESSMEN PROGRAM PPI
• Memimpin Risk Asessesment RS dan unit kerja
• Memastikan tools Risk Asessement sama yang dipakai
satu RS
• Membuat prioritas Risk Asessment bersama anggota
Komite dan unit kerja
• Membuat Langkah-Langkah untuk mencegah risiko
tersebut
• Melakukan evalusi Langkah-Langkah yang telah
dilakukan secara bertahap triwulan-semester dan
tahunan
RISK ASSESMENT
Suatu proses penilaian untuk menguji sebuah proses secara rinci
dan berurutan, baik kejadian yang aktual maupun yang potensial
berisiko ataupun kegagalan dan suatu yang rentan melalui proses
yang logis, dengan memprioritaskan area yang akan di perbaiki
berdasarkan dampak yang akan di timbulkan baik aktual maupun
potensial dari suatu proses perawatan, pengobatan ataupun
service yang diberikan
Proses untuk membantu organisasi menilai tentang luasnya risiko
yang dihadapi, kemampuan mengontrol frekuensi dan dampak
risiko.
Harus dilakukan oleh seluruh staf dan semua pihak yg terlibat
termasuk pasien dan publik
(TJC 2010)
TUJUAN ICRA
1. Tercapainya perlindungan terhadap pasien, petugas dan
pengunjung rumah sakit dari risiko infeksi.
2. Tersusunnya data identifikasi dan grading risiko infeksi di rumah
sakit.
3. Tersedianya acuan penerapan langkah-langkah penilaian risiko
infeksi di rumah sakit.
4. Tersedianya rencana program pencegahan dan pengendalian
risiko infeksi di seluruh area rumah sakit
SIAPA YANG
MELAKUKAN
ICRA
Multidisiplin ilmu
11
KAPAN
DILAKUKAN
ICRA
Setiap tahun untuk ICRA Program
12
BAGAIMANA MELAKUKAN ICRA
The risk assessment and management flowchart
Source: Australian Guidelines for the Prevention and Control of Infections in Health Care (NHMRC 2010) - Adapted
PROSES PENILAIAN
RISIKO
1. Bentuk tim untuk melakukan penilaian risiko.
2. Identifikasi faktor risiko potensial di setiap kategori berikut:
Komunitas dan populasi dilayani
Berpotensi terkena infeksi spesifik
Praktik pengobatan dan perawatan
Pembersihan, desinfeksi, dan penanganan instrumen dan perangkat medis
Lingkungan perawatan
Manajemen darurat
Orang lain yang diidentifikasi oleh organisasi
PROSES PENILAIAN
RISIKO
3.Menilai setiap faktor risiko potensial berdasarkan hal-hal berikut:
a. Probabilitas kejadian / kondisi yang terjadi ditentukan dengan
mengevaluasi risiko dari potensi ancaman yang sebenarnya terjadi
. Informasi mengenai data historis, data surveilans infeksi, ruang lingkup
layanan yang disediakan oleh fasilitas, dan lingkungan area sekitarnya.
b. Potensi dampak kejadian / kondisi terhadap pasien dan personel,
ditentukan dengan mengevaluasi potensi pasien sakit, cedera, infeksi,
kematian, kebutuhan masuk ke fasilitas rawat inap; potensi penyakit
personel, cedera, infeksi, kekurangan; berpotensi memengaruhi
kemampuan organisasi untuk berfungsi / tetap terbuka; dan tingkat
dampak klinis dan finansial.
c. Kesiapan organisasi untuk menghadapi kejadian / kondisi ditentukan
dengan mempertimbangkan kebijakan dan prosedur yang sudah ada,
pengalaman dan tanggapan staf terhadap situasi aktual, serta layanan
dan peralatan yang tersedia.
PROSES PENILAIAN
RISIKO
4. Setelah skor risiko ditetapkan dalam tiga kelompok penilaian,
jumlahkan jumlah di setiap kelompok untuk memberikan tingkat
risiko numerik untuk setiap peristiwa / kondisi.
5. Rangking acara / kondisi dari skor tertinggi hingga terendah dalam
tabel yang tersedia. Pilih risiko dengan skor tertinggi sebagai fokus
prioritas untuk mengembangkan
.
CATATAN: Beberapa acara / ketentuan dengan skor lebih rendah
dapat dipilih karena merupakan persyaratan akreditasi atau peraturan.
Penilaian risiko dan Rencana ISPC harus ditinjau dan disetujui oleh komite jaminan
kualitas dan peningkatan kinerja organisasi (atau komite lain yang ditunjuk).
Penilaian risiko dan Rencana ISPC harus ditinjau setiap tahun (dan lebih cepat jika
keadaan berubah).
PENENTUAN SKORING
cara SKOR RISIKO =
Nilai Probabilitas X Nilai Risiko/Dampak X Nilai Sistem yang ada
Program prioritas berdasarkan nilai terbesar
17
PENILAIAN PROBABILITAS/FREKUENSI
TK Risk Deskripsi Kejadian
1 Never Tidak pernah
2 Rare Jarang (Frekuensi 1-2 x /tahun)
3 Maybe Kadang (Frekuensi 3- 4 x/tahun)
4 likely Agak sering (Frekuensi 4-6 x/tahun)
5 Expect it Sering (Frekuensi > 6 – 12 x /tahun
18
PENILAIAN DAMPAK /RISIKO
TK Deskripsi Dampak
RIKS
1 Minimal clinical • Tidak ada cedera
2 Moderate clinical • Cedera ringan , mis luka lecet
• Dapat diatasi dng P3K
3 Prolonged length of • Cedera sedang, mis : luka robek
stay • Berkurangnya fungsi motorik/sensorik/psikologis atau
intelektual (reversibel. Tdk berhubungan dng penyakit
• Setiap kasus yg meperpanjang perawatan
4 Temporer loss of • Cedera luas/berat, mis : cacat, lumpuh
function • Kehilangan fungsi motorik/sensorik/ psikologis atau
intelektual (ireversibel), tdk berhubungan dng penyakit
5 Katatropik Kematian yg tdk berhubungan dng perjalanan penyakit
19
SISTEM YANG ADA
TK Deskripsi Kegiatan
RIKS
1 Solid Peraturan ada, fasilitas ada, dilaksanakan
2 Good Peraturan ada, fasilitas ada, tidak selalu
dilaksanakan
3 Fair Peraturan ada, fasilitas ada, tidak
dilaksanakan
4 Poor Peraturan ada, fasilitas tidak ada, tidak
dilaksanakan
5 None Tidak ada peraturan
20
Kajian risiko Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Potential
Probability Risk/Impact (Health, Financial, Current Systems/Preparedness Score
Legal, Regulatory)
Risks/ 4 3 2 1 0 5 4 3 2 1 5 4 3 2 1
Problems Expect it Likely Maybe Rare Never Loss of life/
limb
Serious
Loss
Prolonged
Length of
Moderate
Clinical/financial
Minimal
Clinical/
none Poor Fair Good Solid
Function/ (function stay financia
financial / l
financial/
legal
ICRA COVID-19
Pintu masuk pasien dan petugas 3 3 5 45
satu pintu
Rendahnya kebersihan 4 5 5 100
tangan (20 %) di ruang
pelayanan COVID -19
Rendahnya kepatuhan 4 4 4 64
penggunaan APD (50%) di ruang
COVID -19
Ruang tunggu pasien 4 4 4 64
poli demam
tertutup(tidak ada
sirkulasi)
09/06/2022
PRIORITAS RENCANA TINDAK LANJUT
No Jenis Skor Prioritas
Kelompok risiko
1 Rendahnya kepatuhan 100 1
kebersihan tangan
2 Kurangnya Kepatuhan 64 2
menggunakan APD pada saat
Pembersihan alat
3 Belum Tersedia pintu penerimaan 64 3
barang kotor dengan
pendistribusian barang steril
Plan OF Action (POA)
GANTT CHART RENCANA TINDAK LANJUT (ACTION PLAN)
No Masalah Tujuan Sasaran Intervensi Penanggung Evaluasi
jawab
1 Rendanya Terjadi Tercapianya kepatuhan -Edukasi ulang Komite PPI Bulanan
kepatuhan peningkatan kebersihan tangan -Menyediakan Triwulan
kebersihan tangan kepatuhan menjadi 85% tahun2022 sarana kebersihan semester
di ruang COVID 19 kebersihan sihan alat tangan
tangan menjadi -Melakkan audit
85% dalam kepatuhan
tahun 2022 -Mendesiminasi
hasil audit
kebersihan tangan
2 Rendahnya Terjadinya Tercapainya Kepatuhan Sosialisasi Komite PPI Bulanan
kepatuhan peningkatan Menggunakan APD 85% kembali Triwulan
menggunakan Kepatuhan tahun 2022 pentingnya semester
APD Menggunakan Menggunakan
APD tahun APD saat
2022 Pembersihan alat
Melakukan monev
KESIMPULAN
Rumah sakit melakukan pengkajian proaktif setiap tahunnya sebagai dasar penyusunan
program PPI terpadu untuk mencegah penularan infeksi terkait pelayanan kesehatan.
Rumah sakit secara proaktif setiap tahun melakukan pengkajian risiko pengendalian infeksi
(ICRA) terhadap tingkat dan kecenderungan infeksi layanan kesehatan yang akan menjadi
prioritas fokus Program PPI dalam upaya pencegahan dan penurunan risiko. ICRA harus
ditinjau & diidentifikasi setidaknya setiap tahun dan di evalusi setiap triwulan untuk
mengetahui program PPI sudah tercapai sesuai sdengan yang diharapkan
ICRA PROGRAM 27
Referensi
Terima Kasih
KURSUS DASAR PPI_FKTP_2020 29